Category : Articles

Articles, Relationship, Self Motivation

Tekanan Darah Naik? Ini Solusinya!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Tekanan Darah Naik? Ini Solusinya!

Seorang teman berulang kali minta didoakan karena tekanan darahnya naik, cukup tinggi pula, hingga beberapa kali harus opname.

Buku karya Dr. MK Strydom yang berjudul “Healing begins with Sanctification of the Heart.” – “Kesembuhan dimulai dengan Pemurnian Hati.”
Dr. Strydom juga mengambil sebagian hasil riset Dr. Caroline Leaf dan Dr. Henry Wright. Ketiga tokoh besar ini sepakat, Pikiran negatif menjadi penyebab berbagai penyakit.

Dan repotnya, kadang kita tidak sadar…. ada hal-hal yang kelihatan gak penting, tapi annoying, bikin kesal dan tanpa sadar menimbulkan stress sehingga pada akhirnya mengganggu kesehatan kita.

Suatu ketika pembantu sepuh di rumah ngomel terus… saya cuekin tentu saja.
Tapi entah kenapa tekanan darah saya koq naik…
Akhirnya saya sadar. Meski saya cuek tetapi omelan itu mengganggu dan membuat hati jengkel, meski diluar kelihatannya baik-baik saja. Setelah masalah dibereskan, tekanan darah normal kembali.

“In the latest cuttig edge medical research, 87 – 95% of all diseases have been traced back to what goes on in thought life!- Dalam penelitian medis mutakhir,
87 – 95% dari semua penyakit, setelah ditelusuri kembali, penyebabnya terdapat pada apa yang terjadi dalam kehidupan pikiran!”, ujar Dr. Strydom,
“No disease is incurable- tidak ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan!”

Wow…. Dahsyat!

Buku tebal ini dengan detil menjelaskan penyebab berbagai penyakit dari yang umum seperti diabetes, jantung, tekanan darah tinggi, hingga autoimun dan berbagai penyakit lainnya.

Di samping ketakutan, kepahitan, sakit hati, stress yang menjadi penyebab berbagai penyakit, ada satu penyebab yang menggelitik hati saya: *Disobedience alias ketidaktaatan.*
Wow….

Tidak taat terhadap apa?
Tuhan sudah memerintahkan:
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.
Kita tidak taat.
Sibuk berpikir dengan otak kita yang sebesar kacang, bagaimana solusinya? Koq seolah semua buntu.

Yang dikehendaki Tuhan, kita bergembira karena percaya kepada Tuhan, bahwa Dia setia, tidak pernah meninggalkan kita dan Dia pasti menolong kita.

Selama menanti, apa yang kita lakukan?
Berdoa, fokus baca firman dan merenungkannya.
Nanti kita akan tahu koq… Apa yang harus kita lakukan… Tuhan yang mengarahkan dan kita tinggal mentaatinya.

Sederhananya, jika ingin hidup tenang, bebas stres, maka apa pun yang Tuhan perintahkan, taatilah.
Jika kita taat, tidak ada celah yang bisa dimasuki si musuh untuk mencuri, membunuh dan membinasakan kita.

*******

Ada penyebab stress lainnya, karena memikirkan apa yang akan terjadi di masa depan. Kuatir ini, kuatir itu…. nampak normal, sebagai orangtua dan orang yang bijak wajib mempersiapkan masa depan.
Cemas mengantisipasi hal-hal yang tidak jelas.

Sampai saya belajar, menjalani hidup sesuai Doa Keteduhan – Serenity Prayer yang terkenal, ditulis oleh Reinhold Niebuhr (1892-1971)

Doa Keteduhan.

Tuhan, berikan kepada kami anugerah
untuk menerima dengan penuh ketenangan
hal-hal yang tak dapat kami ubah,
keberanian untuk mengubah hal-hal yang dapat kami ubah,
dan hikmat untuk membedakannya.

Menjalani hari demi hari,
menikmati setiap saat,
menerima hal-hal yang sukar sebagai jalan menuju kedamaian,
menerima, seperti yang Tuhan lakukan, di dunia yang penuh dosa ini,
sebagaimana adanya, bukan seperti apa yang aku inginkan.

Percaya bahwa Engkau akan membuat semuanya menjadi baik,
jika aku berserah pada kehendakMu,
supaya aku boleh berbahagia dalam hidupku
dan sungguh-sungguh berbahagia bersama-Mu selamanya di masa depan.
Amen

Jika itu sesuatu yang bisa diubah, dengan serius saya bereskan. Tapi klo ga bisa diubah atau saat ini tidak ada sesuatu yang bisa saya lakukan, ya sudah… lupakan dan serahkan kepada Tuhan. Tunggu waktu-Nya hingga ada perintah-Nya bahwa saya harus berbuat sesuatu. Lalu taati. Biarkan Tuhan yang membereskannya. Tuhan yang Allah dan bukan saya. Tugas saya, hidup menurut God’s Way.

*****
Keluarga Ten Boom menyembunyikan orang-orang yang dikejar oleh Nazi di rumahnya. Mereka hendak dimasukkan kamp konsentrasi.

“Ayah, saya tidak tahu apa resikonya, jika kita sampai ketahuan,” ujar Corrie Ten Boom.

“Ingatkah kamu saat kamu masih kecil, kita sekeluarga pergi menggunakan kereta api?”, ayah Corrie menjelaskan,
“Pada waktu petugas datang memeriksa tiket, barulah saya memberikan tiket kepadamu. Demikian juga dengan hidup ini. Lakukan kebenaran Tuhan yang kita pahami sepenuh hati. Jika ada sesuatu yang terjadi, pada saat itu Tuhan akan menolong dan membimbing kita, apa yang harus kita lakukan. Dia Allah, yang tidak pernah meninggalkan dan membiarkan kita. Dia setia. Percayalah!”

Demikian juga dengan kita. Mari fokus lakukan kebenaran, Tuhan akan memberi kekuatan dan jalan keluar ketika kita membutuhkannya.
Siap? Yuk…

We don’t know what will happen tomorrow, but one thing is guaranteed-God’s overarching care for His children. We can be sure enough of that. In a world where nothing is sure, He is sure.” – David Jeremiah

“Kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok, tapi satu hal yang pasti – Tuhan peduli sepenuhnya terhadap anak-anak-Nya. Kita cukup meyakini akan hal itu. Di dunia di mana tidak ada sesuatu yang pasti, tetapi Dia pasti. Tuhan senantiasa bisa diandalkan.” – David Jeremiah.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Relationship, Self Motivation

Hidup Penuh Ketakutan? Ini Solusinya!

 

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Hidup Penuh Ketakutan? Ini Solusinya!

Pernahkah kita menyadari, bahwa kisah hidup kita, sesungguhnya merupakan pilihan kita sendiri?

Ada orang-orang yang mengaku percaya Tuhan, namun hidupnya dipenuhi oleh kekuatiran dan ketakutan.
Takut sakit, cemas seandainya ada penjahat yang datang, heboh pula ‘merasa’ melihat setan… makhluk hitam besar, katanya, hingga takut untuk tidur di kamar sendirian, meski di rumah itu sesungguhnya banyak penghuninya.

Saya terperangah.
Lalu di mana Tuhan dalam kehidupannya?
Apa gunanya mengaku mengenal Tuhan dan beribadah dengan tekun, tetapi hidupnya begitu galau dan dipenuhi kecemasan?

Teringat akan pujian Raja Daud:

Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa
akan berkata kepada TUHAN:
Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.

Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk.
Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.
Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang,
terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.

Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.
Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik.

Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu,
malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu;

Sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.
Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.
Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga.

“Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.
Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.
Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.”

Wow…. sungguh perlindungan yang luar biasa…
Apa yang harus kita takutkan?

Bahkan singa dan ular tedung kita langkahi dan kita mampu menginjak anak singa dan ular naga! Dahsyat…..

Teringat saat Covid melanda, semua orang ketakutan. Kami tetap hidup sangat normal. Tiap hari tetap keluar makan… lha wong saya ga bisa masak. Jadi wajib itu….
Prinsipnya, kan ada Tuhan di dalam kita, semestinya covid yang takut sama kita, dan bukan sebaliknya.

Setan itu makhluk yang hanya bisa menipu.
Siapa yang membesar-besarkan setan? Ya manusia sendiri.
Melalui apa?
Melalui film-film terutama film Hollywood.
Dibuat kisah yang menakutkan agar filmnya laris.
Dalam dunia entertainment, makin kontroversial, sadis, menakutkan, justru makin laris. Itu semua bikinan manusia sendiri.

Malangnya, orang-orang yang terbiasa menonton film seperti itu, tidak bisa membedakan mana yang fakta dan mana yang khayalan. Akibatnya ketakutan pada hal-hal yang tidak nyata. Terteror oleh kisah buatan manusia sendiri, yang tidak nyata.
Alamaaak……

Saat takut, maka apa yang ditakutkan, itu yang terjadi. Kan semua terjadi tergantung iman kita sendiri.
Dengan prinsip yang sama, semestinya bukan kita yang takut pada setan, justru setanlah yang wajib takut pada kita.

*****
Pernahkah kita menyadari bahwa apa yang kita takutkan & fokuskan itu membesar?

Semakin seseorang sadar sakit, takut sakit, maka berbagai macam kesakitan tiba-tiba melanda? Karena pikiran kita menarik apa yang kita takutkan.

Semakin sadar ‘setan’, lihat apa pun dihubungkan dengan setan. Semakin ‘merasa’ setan ada di mana-mana. Benarkah faktanya demikian?
Tentu tidak! Saking takutnya, semua kelihatan seperti bayangan makhluk hitam, berlanjut dengan kesialan dan malapetaka, seolah mengejar hidup orang yang ketakutan.

*******
Mengapa tidak mengganti program hidup kita?
Saya memilih selalu meyakini, ke mana pun saya pergi, senantiasa dipertemukan dengan orang-orang baik.

Masih ingat kesaksian saya yang salah transfer 90 juta, bahkan sadar pun tidak, tetapi Joseph Mangasi justru menelpon dan mengembalikannya?

Di Eropa, HP P. Indra ketinggalan 2X: di kereta api dan di gondola, koq ya ketemu semuanya. Padahal Eropa terkenal copetnya.
Ke mana pun saya pergi, bertemu dengan orang-orang baik dan menyenangkan.

“Berarti hidup Bu Yenny seperti jalan toll dong…?”, tanya seseorang.

Tentu tidak. Ada juga hal-hal yang tidak baik terjadi. Namun saya MEMILIH fokus pada yang baik yang Tuhan anugerahkan dan mensyukurinya. Semakin saya bersyukur pada hal-hal baik, kecil mau pun besar, semakin menyenangkan hidup saya. Tidur nyenyak dan senantiasa mengharapkan hal-hal baik dan mujizat terjadi.
Dan terjadilah menurut imanmu!

Ada doa-doa yang belum terjawab dan masalah yang tidak tau jalan keluarnya, terjadi.
Wong gak ngerti solusinya koq dipikirin….
Ya sudah serahkan saja kepada Tuhan, kan Dia yang memelihara saya… betul ga?
Berdoa itu artinya mentransfer beban kita kepada Tuhan, jadi biarkan Tuhan yang handle beban kita, jangan diambil lagi.

Lalu apa yang kita lakukan?
Fokus saja pada dahsyatnya Tuhan dan kemampuan-Nya menolong kita.
? Inventarisasi pertolongan-pertolongan Tuhan di masa lalu.
Kalau dulu saya ditolong, sekarang juga.
? Fokus dengarkan dan baca kisah-kisah mujizat Tuhan sehingga hati kita pun siap menerima mujizat-Nya yang melampaui segala akal.
? Tanamkan dalam hati: Bersama Tuhan tidak ada yang mustahil dan kita akan melakukan hal-hal besar bersama-Nya!
? Terakhir, sadari Tuhan sangat… sangat… sangat… mengasihi kita! Apa sich yang tidak Tuhan berikan buat kita?

Hhhmmmm … sekarang kita Pede bukan?
Jika Allah ada di pihakku, siapa dapat melawan aku?
Yuk…. praktik…

Your life is going in the direction of your DOMINANT thought – Andrew Wommack.

Hidup Anda berjalan ke arah pemikiran DOMINAN Anda – Andrew Wommack.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

 

 

 

 

Read More
Articles, Christianity, Relationship, Self Motivation

Orang-orang percaya” yang tidak percaya

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Orang-orang percaya” yang tidak percaya

. . . 2 Timotius 3:5 (TB) Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

Selalu ada orang yang mengaku beriman kepada Tuhan, padahal kenyataannya diliputi ‘kekafiran.’ Unbelief.
Mereka tidak percaya pada kebaikan Tuhan, mereka tidak percaya pada janji-janji-Nya, mereka tidak percaya pada kuasa-Nya, mereka tidak percaya pada karunia Roh, mereka tidak percaya pada kesembuhan, dan mereka tidak percaya pada kehidupan yang berkelimpahan dan berkemenangan.

Mereka percaya pada penderitaan, penyakit, kekurangan, dan kesengsaraan. Mereka berusaha keras untuk menabur keraguan pada orang-orang yang telah memilih untuk percaya kepada Tuhan. Ibarat ular di Taman Eden, perkataan orang percaya yang tidak beriman pada dasarnya adalah, “Apakah Allah telah berfirman . . .?” Meragukan dan mempertanyakan firman Tuhan.

Yesus menjanjikan kehidupan berkelimpahan dan kemenangan di tengah pendudukan dan penindasan Romawi. Keadaan politik dan kesulitan ekonomi tidak menghentikan janji-Nya bahwa sukacita kita akan dipenuhi, bahwa apa pun yang kita minta dalam Nama-Nya, Dia akan melakukannya, dan bahwa Dia akan menyertai pemberitaan Firman-Nya dengan tanda-tanda dan mukjizat.

Orang-orang percaya yang tidak percaya mencoba menyingkirkan kuasa Roh, karunia-karunia, mukjizat, dan potensi iman. Mereka bahkan telah mendefinisikan ulang iman menjadi “fatalisme.”

– Fatalisme adalah suatu pandangan filsafat, yang meyakini bahwa hidup seseorang dikuasai oleh takdir (bahasa Latin: Fatum) dan tidak bisa mengubahnya.

Dalam pikiran mereka, orang-orang percaya hanyalah korban-korban yang putus asa dari dunia yang sudah jatuh dalam dosa, yang tidak mempunyai jalan lain selain “bertahan” dan menerima apa yang akan terjadi. Orang-orang percaya yang tidak percaya suka berbicara tentang penganiayaan padahal sebenarnya merekalah yang menganiaya orang-orang yang beriman kepada janji dan kuasa Tuhan!

Jangan menyerah pada ketidakpercayaan orang-orang yang ragu-ragu ini! Berdiri teguh dalam janji-janji Tuhan, Nama Yesus, dan kuasa Roh.

“Bagi Dialah yang mampu melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, sesuai dengan kuasa yang bekerja di dalam kita . . .” (Ef. 3:20)

Sumber: Barry Bennett.

******

Unbelief adalah mempercayai pada apa yang BUKAN dikatakan oleh Tuhan. Ini definisi sederhananya.

Ketidakpercayaan adalah hambatan utama untuk mengakses janji-janji Tuhan dan mengalami jawaban doa (mujizat) melalui iman, dan hal ini dapat diatasi dengan memperbarui pikiran sesuai firman Tuhan Roma 12:2, menolak kepercayaan negatif, dan berfokus pada hal-hal tentang Tuhan.

Pada jaman ini begitu banyak orang yang memuja pengetahuan, science, dan menganggapnya lebih tinggi daripada Perkataan Tuhan ( Firman).
Jaman modern…. semakin mengandalkan kekuatan dan kepandaian manusia yang mampu menciptakan apa pun.
Mereka lupa, manusia hanya bisa merekayasa dari ciptaan Tuhan. Bukan mencipta dari yang tidak ada menjadi ada seoerti Allah.

Bahkan tidak sedikit yang begitu menghargai perkataan artis, tokoh-tokoh yang kelihatannya keren dan terkenal, lalu menjadi followernya… meniru sikap dan tindakan mereka serta ‘menolak’Tuhan yang dianggapnya kuno.

Ada pula kelompok lain yang seolah percaya Tuhan, tetapi tidak bisa mempercayai Firman Tuhan, yang dianggapnya terlalu sederhana.
Lalu mereka membuatnya sedemikian sulit, mengambil berbagai prinsip yang di mixed dengan pendapat orang mau pun para pakar, sehingga pada akhirnya justru menjadi Unbelief – ketidakpercayaan.

Tuhan mengatakan “Only Belief, percaya saja…” terima kebenaran Firman yang sederhana dengan sikap menerima dan percaya, bagaikan iman anak kecil…
Lalu lihatlah hasilnya.

Markus 5:22-23, 35-36 (TB) datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya
dan memohon dengan sangat kepada-Nya: “Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup.”

Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: “Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?”
Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: “Jangan takut, percaya saja!”

Dalam Bahasa Inggrisnya dikatakan, “Mark 5:36 (KJV) As soon as Jesus heard the word that was spoken, he saith unto the ruler of the synagogue, Be not afraid, only believe.

Tuhan Yesus mengatakan kepada Yairus, “Tetaplah percaya… jangan lepaskan pengharapanmu sejak awal, jika Aku meletakkan tangan-Ku atas anakmu, maka dia akan hidup… meski pun orangmu mengatakan bahwa anakmu sudah mati.”

Ketika Yairus TETAP PERCAYA – Only Believe, terbukti putrinya hidup kembali. Kuncinya begitu sederhana: Tetap Percaya No Matter What… apa pun yang terjadi.

Mau sembuh & terima jawaban doa?
Only believe… tetap percaya…

Faith is believing BEFORE what will only make sense AFTER. -Steven Furtick.

Iman adalah percaya SEBELUM apa yang baru masuk akal SETELAHnya. -Steven Furtick.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

 

Read More
Articles, Relationship, Self Motivation

Mau Hidup Damai Melampaui Masalah? Ini Rahasianya!

 

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Mau Hidup Damai Melampaui Masalah? Ini Rahasianya!

Masalah kehidupan itu selalu ada. Yang tidak ada masalah hanya di kuburan. Artinya, hanya orang mati yang tidak punya masalah.

Sungguh menarik, jika kita benar-benar mengenal Tuhan secara pribadi, melalui doa dan menggali firman-Nya, perubahannya kasat mata. Masalahnya tetap ada. Tetapi yang berbeda adalah cara meresponinya.

Jo, seorang yang temperamental, dia sendiri yang bersaksi.
Sebelum sekolah dan berjumpa dengan Tuhan secara pribadi, wajahnya selalu masam. Tidak banyak bicara dan cenderung menjauh.

Sampai suatu ketika dia memutuskan sekolah. Nach mau tidak mau, Jo ‘dipaksa’ mempelajari mindset yang baru… kebenaran Firman Tuhan. Mulailah dia memandang kehidupan seperti Tuhan. Dan dia menyadari, masalahnya memang berat tetapi semakin dia mengenal kasih Tuhan, semakin sadar… dia bisa transfer masalahnya kepada Tuhan melalui doa.

“Dulu saya selalu cemberut karena pikirannya berat, mikirin masalah yang ga ada jalan keluarnya bu…,” ujarnya menjelaskan.

Nach sekarang meski ga tau jalan keluarnya, tetapi Tuhan tau solusinya. Tuhan dengan sukacita akan membantunya. Bersama Tuhan, tidak ada yang mustahil. Tuhan peduli, sangat mengasihinya dan tidak pernah meninggalkannya.
Kesadaran ini sungguh membuatnya lega…
Jo bisa tersenyum dan merasa punya becking yang kuat, Allah Sang Empunya Alam Semesta.
Jika Allah di pihakku, siapa dapat melawanku?

Your thoughts have Power. You can’t always control what you feel, but you can influence your feelings through your thoughts. – Gregory Dickow.

Pikiran Anda memiliki Kekuatan. Anda tidak selalu bisa mengendalikan apa yang Anda rasakan, tapi Anda bisa memengaruhi perasaan Anda melalui pikiran Anda. -Gregory Dickow.

Ketika kita mempengaruhi pikiran kita, dengan cara mengganti pemikiran lama yang penuh kecemasan serta keruwetan, dengan Perkataan Tuhan dalam firman-Nya, yang merupakan roh, hidup dan berkuasa untuk mencipta, tentu saja hasilnya amazing!

Berbeda dengan sekedar memprogram diri dengan pikiran positif, yang mengandalkan kekuatan sendiri dan hanya sampai level mempengaruhi perasaan semata. Kekuatan manusia terbatas, hingga titik tertentu, akan sadar… sudah mentok. Kuldesak, alias jalan buntu.

Perkataan Allah betul-betul mengubah hidup. Berkuasa mencipta dari yang tidak ada, menjadi ada.
Firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya, kata Tuhan.

Semakin selaras pikiran kita dengan pikiran serta kehendak Allah, semakin kita hidup pada dimensi yang berbeda.
Masalah boleh ada, tetapi damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal menjaga hati dan pikiran kita di dalam Tuhan.
That’s why Jo bisa tersenyum, tetap ceria, meski sesungguhnya masalahnya masih tetap ada.

Uniknya, saat respon kita berbeda… penuh pengharapan dan yakin Tuhan ada di pihak kita, pintu-pintu solusi pun terbuka satu demi satu. Semakin banyak pengalaman pribadinya bersama Tuhan, semakin bertumbuh pula imannya.
Dan terjadilah menurut imanmu….

Jo menjadi manusia baru sekarang….
Teman-temannya yang merasakan perubahan sikap, perkataan dan hidupnya, menjadi curious…. ingin tau apa sich rahasianya?
Mereka yang berbeban berat pun ingin merasakan damai sejahtera yang dimiliki Jo….
Jo jadi demonstrasi kebaikan-kebaikan Tuhan.

Mau seperti Jo?
Cari dahulu Tuhan dan kebenaran-Nya, semua yang kita butuhkan akan ditambahkan pada kita. Dan kebenaran itu akan memerdekakan kita.

*If you will be patient and hold fast to God’s Word, He will turn your situation around and give you total victory – Jerry Savellemin

Jika Anda bersabar dan berpegang teguh pada Firman Tuhan, Dia akan membalikkan keadaan Anda dan memberi Anda kemenangan total – Jerry Savellemin.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Christianity, Relationship, Self Motivation

Preparation Time Is Never Wasted Time.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Preparation Time Is Never Wasted Time.

Dapatkah seseorang yang hanya berpendidikan SMA menjadi pilot maskapai penerbangan? Jawaban yang jelas adalah tidak, namun banyak orang Kristen tidak menyadari bahwa konsep yang sama juga berlaku dalam menemukan, mengikuti, dan memenuhi kehendak Tuhan dalam hidup mereka.

Melangkah ke dalam panggilan kita melibatkan mengikuti pimpinan Tuhan dan bergerak sesuai langkah-Nya. Tuhan lebih peduli pada seberapa siap kita dalam perjalanan ini dibandingkan seberapa cepat kita tiba.

Keputusan Tessa Swearengin untuk bersekolah di Worship Arts School di Charis Bible College adalah langkah penting pertama yang digunakan Tuhan dalam mengarahkannya menuju tujuan yang Dia tetapkan dalam hidupnya.

Saat bersekolah di Charis, Tessa dan suaminya, Joe, menerima firman dari Tuhan bahwa suatu hari nanti mereka akan memiliki gereja sendiri di Woodland Park, Colorado. Namun setelah lulus, kehidupan mereka berubah secara tak terduga dan melayani pendeta lain di negara bagian lain. Di permukaan, hal ini mungkin tampak seperti jalan memutar yang tidak terduga, namun mereka akan segera menyadari bahwa Tuhan lebih peduli dalam mempersiapkan hati mereka.

Kami berdua merasa seperti spons yang diperas, dan setiap tetes yang keluar adalah sesuatu yang kami pelajari di Charis Bible College. Saya percaya segala sesuatu yang Tuhan sampaikan ke dalam hati kita ada waktunya, dan waktu persiapan sangatlah penting karena ada hal-hal yang Tuhan ingin lakukan dalam diri kita sebelum Dia ingin melakukannya melalui kita.— Tessa Swearengin

Masa-masa Tessa di Charis Worship Arts School membantu mempersiapkannya untuk mencapai tujuannya dan menerima takdirnya. Saat ini, dia dan Joe adalah pendeta di Freedom Church di Woodland Park. Dia memimpin ibadah untuk gereja mereka dan juga koordinator pemimpin ibadah di Charis, memenuhi panggilan Tuhan yang ada di hatinya.

Seperti Daud, yang diurapi menjadi raja ketika masih menjadi anak gembala (1 Sam. 16:12–13), Tessa tidak langsung bertindak berdasarkan pengurapannya. Dia menjalani masa persiapan untuk berakar dan berpijak pada Firman Tuhan di dalam dirinya sebelum melangkah ke dalam panggilan Tuhan dalam hidupnya.

Sumber: Andrew Womnack Ministry

******
Nilai-nilai yang kami pelajari di Charis adalah penundukkan diri, taat kepada otoritas, menjadikan diri kami murid yang taat serta Tidak Mempromosikan diri melainkan senantiasa menanti waktunya Tuhan.

Hanya seorang murid yang baik, yang bisa menghasilkan murid yang baik pula.
Hanya jemaat yang taat pada otoritas serta setia, yang kelak akan menjadi pemimpin dengan karakter yang serupa. Pemimpin yang dapat mengayomi serta memelihara jemaatnya dengan penuh kasih.

Melayani Tuhan itu bukan tentang jabatan, melainkan tentang kesetiaan.
Melayani bukanlah demi keuntungan kita, tetapi demi kebaikan orang-orang yang kita layani dan untuk kemuliaan Tuhan.
It’s all about God, not us. Semua tentang Tuhan, bukan tentang kita.

Trenyuh sekali mendengar teman yang pindah gereja, karena tersinggung, ada orang baru yang ‘lebih hebat’, lalu memilih pindah karena di tempat yang baru diberi jabatan yang lebih tinggi.

Tuhan menetapkan di suatu gereja lokal karena Tuhan tahu siapa orangtua rohani yang cocok untuk kita. Gembala itu memiliki urapan khusus dari Tuhan untuk mengarahkan kita. Di sekolah kami diajar, jangan pernah pindah kecuali Tuhan yang mengarahkan kita untuk pindah. Alasannya bukan tersinggung, tetapi karena sudah waktunya kita belajar sesuatu yang baru dan naik level.
Hubungan dengan gembala lama pun mesti dibereskan dengan baik. Jika masalah di gereja lama tidak dibereskan, tinggal tunggu waktu, di gereja baru pun akan mengalami hal yang serupa.

Saat tersinggung, digesek dsb, itulah saat dibentuk, agar belajar mengampuni, merendahkan diri, dan dimurnikan motivasi kita di dalam melayani.
Kemuliaannya untuk Tuhan atau untuk diri kita sendiri?

Amsal 27:17 (TB) Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.

Kain tetap menjadi kain hingga gunting dan jarum melukainya, hingga bisa menjadi gaun yang indah dan berguna.
Berlian mahal tercipta karena semasa menjadi batu bongkahan bersedia diproses, dikikis, dipanaskan hingga menjadi batu yang bernilai.
Demikian juga dengan kita.

Bukankah kita ini murid Tuhan?
Tugas murid adalah belajar, agar menjadi lebih baik, menyerupai Dia.

Buah Roh: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri, hendaknya mengalir melalui kehidupan kita.
Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran.
Amsal 19:11 (TB)

Murid wajib dikoreksi, diuji, dipersiapkan menjadi ‘senjata’ yang siap dipakai Tuhan.

“Preparation is like sharpening a sword before going into battle.”
“Persiapan itu seperti mengasah pedang sebelum berperang.”

Mari kita check dan recheck kembali, apa motivasi kita dalam melayani Tuhan?
Bersediakah kita dibentuk, merendahkan diri hingga karakter Allah dapat terpancar melalui kehidupan kita?
Karena jawaban atas pertanyaan inilah yang akan kita kerjakan, hasilnya menjadi persembahan saat kita berjumpa dengan Tuhan kelak.

Yuk…. melayani dengan kasih yang tulus murni & ketaatan.

“Preparation is the secret ingredient that turns ordinary into extraordinary.”
-“Success is where preparation and opportunity meet.” – Bobby Unser

-“Persiapan adalah bahan rahasia yang mengubah hal biasa menjadi luar biasa.”
-“Sukses tercipta saat persiapan bertemu dengan peluang.” – Bobby Unser

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 81 82 83 84 85 308