Category : Articles

Articles

Kekuatan Hasrat…Wow….

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Kekuatan Hasrat….Wow…

Semoga Dia memberi Anda apa yang diinginkan hati Anda dan memenuhi seluruh tujuan Anda. (Mzm. 20:4 CSB)

Yang membedakan orang percaya yang pasif dengan orang percaya yang menang adalah Hasrat.
Menginginkan alias Berhasrat artinya “mengejar dengan sungguh-sungguh”.
Yesus berbicara tentang “mencari dahulu” kerajaan-Nya. Surat Ibrani menyatakan bahwa Allah memberi pahala kepada mereka yang tekun mencari Dia. Hasrat mengubah orang Kristen yang tidak fokus menjadi pemenang yang dipenuhi iman.

Sebuah keinginan lahir dari sebuah visi. Baik itu visi pernikahan, visi pelayanan, karier, rumah tangga, kesembuhan, atau apapun yang Tuhan janjikan kepada kita, setiap keinginan dimulai dari sebuah visi. Visi atau penglihatan terkandung di dalam Firman Tuhan. Ketika kita memahami hakikat dan kebaikan Tuhan, kita mulai “melihat” kemungkinan-kemungkinan dan keinginan-keinginan yang dikandungnya.

Terlalu banyak orang yang merana dalam kekurangan, dengan masalah kesehatan dan kesulitan lainnya karena mereka telah menerima keadaan mereka saat ini dengan pasrah, tanpa daya juang.
Tidak ada keinginan sejati untuk bebas, yang ada hanyalah keinginan kosong yang tidak menghasilkan keyakinan atau iman.

Keinginan dari Tuhan akan menciptakan energi dan fokus. Ini akan memotivasi orang beriman untuk belajar, mendeklarasikan dan menjadi berpikiran tunggal.

Keinginan untuk sembuh harus menciptakan gaya hidup yang kecanduan mengenal Sang Penyembuh, membaca buku penyembuhan, dan mendengarkan pengajaran tentang kesembuhan. Keinginan untuk meningkatkan perekonomian harus menciptakan energi dan fokus yang sama.
Kita selalu mengejar apa yang kita inginkan apakah itu keinginan Roh, atau keinginan daging. Kita senantiasa menyediakan waktu untuk hal-hal yang membuat kita bersemangat.

Keinginan dan visi yang datang dari Tuhan melahirkan hubungan, keadaan dan berkat yang belum pernah ada sebelumnya. Seringkali, hal-hal yang tidak mungkin terjadi, tidak akan pernah terjadi karena tidak ada seorang pun yang memiliki visi.
Visi untuk “menciptakan” kehidupan yang lebih baik seringkali hilang karena kita tidak bersekutu dengan Sang Pencipta.

“Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, maka kamu akan terkabul.” (Yohanes 15:7)

Apa yang kita ijinkan Tuhan masukkan ke dalam hati?
Apakah kita siap untuk menerima visi baru?
Dapatkah kita melihat diri kita fokus, berkomitmen, dan penuh keyakinan?
Keinginan atau hasrat Tuhan akan menjadi kehidupan bagi Anda!

Namun ketika keinginan datang, itu adalah pohon kehidupan. (Amsal 13:12)

Saat kita bersekutu dengan Tuhan, baik dalam doa, pembacaan firman mau pun pembicaraan dua arah dengan-Nya, kita menerima energi yang supernatural.
Mimpi-mimpi kita berkembang, seukuran Allah.
Hasrat, semangat, ide pun seolah melompat-lompat dengan penuh gairah, untuk merealisasikan mimpi.
Thrilled…. berkobar-kobar, pertanda perjumpaan pribadi kita dengan Tuhan.

Tidak ada pencapaian besar bisa tercipta, tanpa Tinggal di dalam Tuhan – Abide, yang tentu menuntut keintiman.
Keintiman dengan Tuhan tidak dapat dicapai tanpa menghabiskan waktu berduaan dengan-Nya.
Namun kita juga harus belajar bersekutu dengan Tuhan dalam aktivitas kita sehari-hari.
Kita perlu memiliki kesadaran akan kehadiran-Nya, 24 jam sehari dan 7 hari seminggu.
Alias sadar, Dia tidak pernah meninggalkan mau pun membiarkan kita.
Kita harus tinggal di hadirat-Nya.
Benar sekali bahwa tanpa Yesus, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Namun benar juga bahwa kita tidak pernah tanpa Dia (Matius 28:20 dan Ibrani 13:5).
Perlu ada keseimbangan di sini. Kita perlu menyadari ketergantungan kita sepenuhnya kepada-Nya tetapi tidak terlalu fokus pada ketidakmampuan kita sehingga kita lupa bahwa kita dapat melakukan segala sesuatu melalui Dia (Filipi 4:13).

As He is so are we in this world. Sama seperti Yesus, kita ada di dunia ini.
Bahkan kita dapat melakukan hal-hal yang lebih besar daripada yang Yesus lakukan.
Caranya?
Dengan bermitra dengan Tuhan dan menjadi bejana yang mengalirkan Allah, maka pencapaian kita pun seukuran Allah.
Semakin kita menyerahkan diri untuk dipakai-Nya, semakin besar karya Allah yang dapat tercipta melalui kita.

Mau? Yuk… belajar lebih lagi menjadi bejana yang benar-benar rendah hati untuk dipakai-Nya!

We do not reign in life through our performance. We reign in life through our position in Christ! – Robert Morris.

Kita tidak berkuasa dalam hidup melalui kinerja kita sendiri. Kita berkuasa dalam kehidupan melalui posisi kita di dalam Kristus! -Robert Morris.

Sumber: Barty Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Mujizat Percepatan Kesembuhan Demam Berdarah….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Mujizat Percepatan Kesembuhan Demam Berdarah….

Wenny memberi kabar dia sedang opname di rumah sakit karena terkena demmam berdarah. DB.
Lho … bukannya Wenny rajin ikut doa pagi BBL?
Mengapa bisa sakit? Bukankah perlindungan Tuhan itu nyata?, demikian seseorang bertanya.

Setelah bercerita lebih lanjut, Wenny menjelaskan, sejak pulang dari Jepang bulan Januari lalu, Wenny sudah mulai kelelahan.
Saat pulang liburan, pekerjaan tentu bertumpuk. Extra daripada biasanya.
Ditambah lagi Wenny masih harus mengurus usaha-usaha lainnya di luar kota plus mengantar anaknya ke Jawa Timur.
Jadilah selama bulan-bulan terakhir ini, bersafari ke berbagai kota di Pulau Jawa dan itu tentu sangat melelahkannya, namun dianggapnya biasa.
Tubuh kita punya daya tahan tertentu. Ketika terus menerus dipaksa, tentu timbul masalah. Diantaranya, daya tahan tubuh menurun sehingga penyakit bisa menyerang.
Ini hukum natural kehidupan.
Tidak semua penyakit karena serangan si iblis.

Sekian tahun lalu saya membaca buku yang judulnya kurang lebih “anugerah rasa sakit.” Saya lupa persis judulnya. Buku ini menceritakan bahwa banyak penderita diabetes di India, yang konon kehilangan sensitifitasnya, sehingga mereka kesulitan merasa sakit.
Di desa-desa mereka suka berjalan tanpa alas kaki. Akibatnya kerap terkena kerikil tajam bahkan paku pun tidak merasa sakit. Lalu terjadi infeksi yang tidak jarang mengakibatkan penyakit lain bahkan hingga harus diamputasi.

Ternyata rasa sakit itu anugerah.
Why?
Itu alarm yang mengingatkan kita, ada sesuatu yang salah terjadi di tubuh kita, segera diperbaiki dan dicari solusinya.

Saat pusing, itu alarm bahwa ada bagian tubuh lain yang tidak bekerja normal, butuh ditindaklanjuti. Jangan stop setelah minum obat pereda rasa sakit, namun dicari di mana kita ‘miss’, lalai dan segera perbaiki.

Bukankah dengan doa sepakat, Tuhan bisa menyembuhkan?
Tentu saja. Mujizat kesembuhan itu pertolongan pertama.
Tetapi jika penyebab sakitnya tidak dibereskan, tentu akan sakit lagi.

Karena mujizat Tuhan, seorang teman yang mengonsumsi narkoba, bisa lepas dari kecanduan. Tetapi setelah itu tentu teman ini harus stop narkobanya. Jika tidak, akibat yang lebih parah sudah menanti.
Kita masih hidup di dunia ini, artinya masih ada hukum alam, alias hukum natural yang bekerja dalam kehidupan kita.

Secara rohani, jika penyakit itu karena serangan iblis, setelah terima mujizat kesembuhan, perlu mengisi hati dengan firman. Jika tidak, lalu membiarkan hati dan pikiran kosong, iblis akan datang membawa tujuh temannya yang lebih jahat lagi karena tidak ada pertahanan.
Saat hati full Firman dan kita hidup selaras dengan kehendak-Nya, iblis tidak punya celah untuk memasuki kehidupan kita.

Jika tubuh terus menerus di ‘abuse’, diperlakukan dengan tidak selayaknya, tubuh pun makin rusak.
Berdoa, membangun diri dengan firman Tuhan, itu membangun manusia roh kita. Dengan berpikir benar sesuai firman-Nya, tentu membebaskan kita dari stress, yang sangat mempengaruhi kesehatan. Namun memelihara tubuh secara natural, dengan menjaga makanan, istirahat dan berolah raga itu pun perlu untuk memelihara tubuh jasmani kita.
Yang rohani yang paling utama dibangun, tetapi yang jasmani pun tidak kalah pentingnya untuk dipelihara.

That’s why ada orang-orang yang masih ingin hidup, tetapi tubuhnya sudah terlampau rusak, akibatnya rohnya pun pulang kepada Bapa karena tubuh itu sudah tidak mampu didiami lagi.
BUKAN Tuhan yang memanggil seseorang untuk pulang.
Roh tahu, di dunia ini hanya sementara, saat wadahnya gak layak, roh memilih kembali ke asalnya.

Tuhan menghendaki kita beristirahat juga. Saat Nabi Elia kelelahan, stress apa yang dilakukannya? Tidur! Itu hal paling rohani yang bisa dilakukannya, bahkan malaikat melayaninya memberi makan, lalu membiarkan Elia tidur sampai berhari-hari hingga pulih.

Nach …kembali kepada Wenny, karena Wenny rutin doa pagi BBL dan hidupnya melekat pada Tuhan, meski sekali waktu bisa sakit, namun hasilnya sangat berbeda.

Hari pertama masuk, trombosit Wenny 70 rb. Hari ke dua, ke tiga turun drastis 40 rb hingga tinggal 13 rb. Kata dokter ini masa-masa kritis.
Oh…… ????
Sesungguhnya saat trombosit 13, sudah lemas dan gak bisa mikir, doa juga sebisanya. Makanya Wenny perlu dukungan doa.

Puji Tuhan, saat ada rasa ketakutan/ roh kematian mengintimidasi, Wenny di topang doa oleh prayer warriors sampai lepas .

Wenny pun minta didoakan secara khusus oleh Bu Silvy,dan mulai memberitahu saudara-saudara rohani dan teman-teman untuk mendukung dalam doa .

Bu Silvy segera mendoakan Wenny agar penurunan trombosit STOP, dan diperintahkan segera naik.
Apa yang terjadi?
Dalam 6 jam trombosit naik jadi 17.
Di doa pagi BBL, teman-teman sekitar 60 -70 orang berdoa sepakat untuk percepatan kesembuhan Wenny.
Kami percaya, doa orang benar besar kuasanya.

Keesokan harinya trombosit melesat naik dari 17, 38, ke 53.
Lusanya, di test lab, hasil trombosit 121 rb.
Dokter pun terpukau dengan kecepatan naik trombositnya.
Ini mujizat…. Tuhan mengadakan perbedaan saat kita berdoa.
Wenny pun langsung diijinkan pulang hari itu juga.
Dalam 4 hari, dari kritis 13 ribu jadi 121 ribu.
Yeeeaaaayyyy….

Sometimes, all it takes is just ONE PRAYER TO CHANGE EVERYTHING.

Terkadang, yang diperlukan hanyalah Sebuah DOA Untuk MENGUBAH SEGALANYA.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Prinsip Tikkun Olam: Kaya untuk Membuat Dunia Lebih Kudus. Wow…


Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Prinsip Tikkun Olam: Kaya untuk Membuat Dunia Lebih Kudus. Wow…

A lot of people become Unattractive when you find out How They Think – Damian Marley.

Banyak orang menjadi Tidak Menarik ketika Anda mengetahui Cara Mereka Berpikir – Damian Marley

Hhhmmm…. setuju sekali.
Sebaliknya, kita menjadi tertarik pula ketika memahami Cara Pikir Orang-Orang yang dikirim Tuhan untuk membawa kita Naik!

Billy Epperhart bercerita, ketika kita lahir ke dunia, Tuhan sudah menyiapkan peti harta karun bagi setiap kita.
Apa isinya?
Orang-orang yang telah Tuhan persiapkan untuk membawa kita naik, sehingga kita bisa menggunakan potensi kita untuk meraih dan menggenapi rancangan terbaik Tuhan dalam kehidupan kita.
Wow….
Masalahnya, apakah kita sudah mendoakannya?
Saat orang-orang itu muncul, bersediakah kita meresponinya, untuk melangkah maju merealisasikannya?
Tidak ada kesuksesan mau pun pencapaian besar yang jatuh dari langit…. kita yang harus bekerjasama mengambil bagian kita.

Sekolah Charis salah satunya. Meski level 3 kami belajar Leadership – Kepemimpinan, tetapi kami belajar juga pelajaran dari Charis Business School dari Colorado, US. Diantaranya, Money Mastery, cara menguasai uang, bukan dikuasai oleh uang.

Memahami hal ini, saya berjanji pada diri sendiri, agar lebih peka melihat kesempatan, peluang dan mengamati orang-orang yang saya temui: inikah orang dari harta karun yang akan membawa saya naik?
Selain itu, perlu mempersiapkan diri agar saat peluang datang, saya sudah siap.

Success is where preparation and opportunity meet.

Sukses adalah pertemuan persiapan dan peluang.

Prinsip Tikkun Olam menarik sekali.
Yang utama, adalah melihat kekayaan sebagai sarana untuk berpartner dengan Tuhan, sebagai jalan agar membawa Kerajaan Allah di bumi. Kita menyempurnakan dunia dengan menggunakan kekayaan yang dianugerahkan Tuhan untuk menjadikan dunia lebih baik, kehidupan orang-orang meningkat karenanya. Itulah sebabnya orang yang mempraktikkan prinsip ini juga mengejar pekerjaan amal, bukan hanya untuk memperkaya diri sendiri. Dengan pola pikir seperti ini, menjadi kaya adalah sebuah kebajikan.

Wow…..
Konon kata “Work” = bekerja, dalam bahasa aslinya merupakan kata yang sama dengan “Worship” = pujian, penyembahan kepada Tuhan.

Menjadi rohani bukannya bermeditasi di puncak gunung dan menjauhkan diri dari masyarakat, atau dengan menjadi miskin, tidak menginginkan apa-apa, melainkan memperbaiki dunia dengan menjadikannya makin kudus dan suci.
Jika tidak memiliki uang, maka kemampuan seseorang dalam berpartner dengan Tuhan untuk memperbaiki dunia itu menjadi terbatas.

Dengan pola pikir inilah maka merealisasikan doa yang sangat terkenal:
Bapa kami yang di surga,
Dimuliakanlah nama-Mu,
Datanglah kerajaan-Mu,
Jadilah kehendak-Mu,
Di atas bumi seperti di dalam surga….

Menjadi sangat mungkin tercipta… ternyata inilah cara dan pola pikirnya!
Sungguh memukau!

******
Menyambung artikel sebelumnya di mana Billy menganjurkan agar kita hidup dari 80% bahkan klo bisa 70% gaji atau pendapatan yang diperolehnya, lalu diajar untuk berinvestasi.

Ada 3 tahap yang hendak dicapai:
– Level 1: kita bekerja untuk memperoleh uang.
– Level 2: uang yang bekerja untuk kita.
– Level 3: uang bekerja Tanpa kita.

Untuk keluar dari jerat hutang konsumtif, pertama diajarkan untuk menghilangkan pengeluaran yang tidak petlu, agar ada kelebihan uang.
Berhenti minum coffee latte mahal yang biasa diminum setiap hari.
Berhenti dari keanggotaan club yang eksklusif, contoh lainnya.
Lalu lunasi hutang kartu kredit dan hutang lainnya secara bertahap.

Ternyata di Amerika, mereka terbiasa membayar hanya pembayaran minimum cicilan kartu kreditnya. Tidak heran, setelah dihitung ulang oleh Billy, hutang beli TV seharga $1.500, akhirnya baru bisa dilunasi 30 tahun kemudian dengan biaya yang jauh lebih mahal dibandingkan harga TV itu jika dibayar cash.
Padahal 31 th kemudian, TV itu sudah tidak ada harganya.

Dibandingkan pula, antara 2 orang dengan penghasilan tahunan yang sama:
$ 54.000/th. Keduanya mempunyai @1 rumah yang sama. Orang pertama, segera melunasi hutang-hutangnya, baik hutang kartu kredit mau pun cicilan rumahnya, lalu menginvestasikan sisa uangnya. Sementara orang ke dua, tetap mencicil dengan pembayaran minimum kartu kreditnya, dan membayar cicilan rumahnya secara normal hingga lunas.
Hasilnya, 24.5 tahun kemudian, orang pertama memiliki rumahnya sendiri, bebas hutang dan memiliki $3.200.000 dalam bentuk investasi.
Sementara orang ke dua, memiliki rumahnya sendiri, punya mobil, credit card dan hutang-hutang lainnya. Dan nyaris tidak memiliki investasi apa pun.
Inilah perbedaan hidup orang yang menguasai uang dengan orang yang dikuasai uang.

Konsumtif berarti memusnahkan…
Memusnahkan apa?
Kemampuan kita menjadi makmur, kesempatan bekerjasama dengan Tuhan untuk menjadikan dunia menjadi lebih baik, karena tidak bisa menjadi berkat bagi sesama.
Tidak bisa menghidupi prinsip Tikkun Olam.

Segala sesuatu ada ilmu dan caranya. Kita perlu memahami dan belajar hikmat-wisdom yang tertulis dalam Firman Tuhan, tetapi kita juga harus belajar pengetahuan natural pula.
Tuhan sudah menyediakan semuanya bagi kita.
Ada gembala, rasul, guru, nabi dll yang membantu dan mengajari kita agar dapat belajar dan menjadi lebih bijak.
Jangan pernah merasa sudah pintar, tetapi tetap rendah hati, open minded, cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati dan berhikmat memilih mana yang benar seperti kucing tua, kata Greg Mohr: ambil dagingnya dan buang tulangnya.
Karena itu belajarlah!
Umat-Ku binasa karena kurang pengetahuan, demikian kata Tuhan.

Belajar yuk…. dan kita praktikkan!
Siap?

“I spent the first half of my life making money and the second half of my life giving it away to do the most good and the least harm.” – Andrew Carnegie*

“Saya menghabiskan paruh pertama hidup saya untuk menghasilkan uang dan pada paruh kedua hidup, saya mendermakan uang itu, dengan melakukan hal yang paling baik dan meminimalkan kerugian.” -Andrew Carnegie

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Hati Bapa dinyatakan dalam pelayanan Anak.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Hati Bapa dinyatakan dalam pelayanan Anak.

Roh Tuhan ada pada-Ku, karena Dia telah mengurapi Aku untuk memberitakan Injil kepada orang-orang miskin; Dia mengutus Aku untuk menyembuhkan orang-orang yang patah hati, untuk memberitakan pembebasan kepada para tawanan dan pemulihan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas; untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan.” (Lukas 4:18-19)

Bukti bahwa seseorang memiliki hubungan sejati dengan Tuhan terlihat dari cinta, kasih sayang, dan keinginannya untuk mengangkat orang lain. Hal pertama yang saya cari dari orang beriman adalah kegembiraan, kebaikan, dan kasih sayang.

Mereka yang fokus pada kritik, mencari-cari kesalahan dan menghakimi orang lain tidak mewakili Yesus. Itu adalah pekerjaan “penuduh saudara-saudara”. Sedihnya, saya mengenal banyak orang yang lebih mahir dalam menuduh daripada menunjukkan belas kasihan, kasih sayang, dan pemaaf.

Ketika melihat seseorang yang sakit, apakah kita langsung berasumsi bahwa mereka sedang menuai apa yang telah mereka tabur, ataukah hati kita tergugah untuk membawa kesembuhan?

Matius 14:14 (TB) Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.

Mereka yang terhilang dan terluka, diakibatkan karena dunia yang sudah terjatuh, pelecehan, kurangnya pengetahuan, rasa bersalah dan keputusasaan. Ketika reaksi pertama kita adalah menghakimi dan mencari-cari kesalahan, kita tahu bahwa kita tidak bersekutu dengan Bapa.

Ketika orang yang tidak sempurna mengkritik orang lain yang tidak sempurna, apa yang dicapai? Mungkin kita harus fokus pada kasih karunia, belas kasihan, dan kasih Tuhan bagi kita semua. Jangan bekerja untuk “penuduh saudara”. Sebaliknya, pilihlah untuk melihat orang lain melalui sudut pandang kasih dan belas kasihan Tuhan.

Mari segarkan hati kita dalam kasih Tuhan.

Saudara-saudaraku yang terkasih, marilah kita saling mengasihi, karena kasih berasal dari Allah; dan setiap orang yang mencintai, lahir dari Tuhan dan mengenal Tuhan. (1 Yohanes 4:7)

Sumber: Barry Bennett.

******
Saya lahir bukan dari keluarga Kristen.
Saat kecil kerap mendengar nilai-nilai dunia, sedikit-sedikit mereka membicarakan karma.
Dan sedihnya, stop sampai di situ.

Ada yang kecelakaan maka komentar orang-orang disekelilingnya,
“Karma itu….. si Amin itu kan memang orangnya jahat, semaunya sendiri. Biar ‘kapok’ ( jera), itulah akibatnya klo orang jahat.,”
Tidak ada tindak lanjut, simpati atau usaha untuk membuat Amin jadi pribadi yang lebih baik dan bagaimana caranya keluar dari jeratnya.

Mengenal Allah & Yesus yang diutus-Nya memberi kelegaan sejati.
Yohanes 17:3 (TB) Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Saat menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, kita menjadi ciptaan baru, yang lama sudah berlalu (dosa-dosa lama, sekarang dan yang akan datang, sudah dihapuskan), dan yang baru sudah datang, masa depan yang penuh harapan menanti. Memiliki DNA baru, DNA Yesus, segala penyakit dan kutuk keturunan telah dihapus.

Lembaran sejarah baru siap dituliskan, dengan menjalani kehidupan baru bersama Yesus. Dan setiap langkah merupakan suatu mujizat…
Bukankah ini yang disebut hidup di bumi seperti di surga?
Merenda kehidupan baru dengan cara bekerjasama bersama Yesus, menciptakan hal-hal besar yang melampaui segala akal karena mimpi Tuhan bagi kita adalah seukuran Tuhan, bukan seukuran kita.
It’s all about God, not us. Ini semua tentang Tuhan, bukan kita.
Saat prestasi tercapai, kita tahu persis ini Tuhan, bukan kita.
Kita hanyalah bejana yang mengalirkan-Nya….
Sungguh memukau…. wow…

Mau? Yuk….

No matter how tumultuous your circumstances, God will always be just a prayer away. – John Hagee.

Tidak peduli betapa kacaunya keadaan Anda, Tuhan hanya sejauh doa saja. – John Hagee

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Meminjamkan Uang Itu Tabu? Tergantung…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Meminjamkan Uang Itu Tabu? Tergantung…

Bersyukur sekali bisa Sekolah Charis, karena di sini bisa belajar secara seimbang, sukses dalam bisnis tanpa harus menginjak kaki orang lain.Sebaliknya, kami diajar untuk sukses dalam bisnis, tetapi dengan tujuan Ilahi: menjadi berkat bagi orang lain.
Nach ini yang langka!

Saat menjelang ajal pun, pribadi yang demikian akan tersenyum lebar karena mereka pulang kepada Allah dengan puas: sudah menggenapi rencana-Nya menjadi Terang Dunia dan telah memanfaatkan segala talenta yang dititipkan-Nya untuk kebaikan sesamanya.
Membawa mereka naik, bukan turun.

Menjadi kaya, sukses ala dunia dengan merugikan orang lain, sudah umum di dengar… dan justru membuat hati tidak nyaman.
Tetapi melihat prestasi pribadi-pribadi yang mengasihi Tuhan sungguh-sungguh, tidak hanya kata-kata semata, namun dibuktikan melalui karyanya….
Wow…. membuat hati berbunga-bunga! Menginspirasi!
Inilah yang disebut kesuksesan sejati.
Membawa dampak di dunia dan menjadi persembahan yang harum bagi Tuhan di kekekalan.

Billy Epperhart, guru saya mengajarkan Money Mastery, bagaimana caranya kita menguasai uang, bukannya uang yang mengusai kita.
Kita menggunakan uang untuk menggenapi rencana Allah agar kehidupan orang-orang yang Tuhan petcayakan bisa dibangun dan ditingkatkan kualitasnya sehingga mereka bisa melihat bahwa Allah itu baik.
Kita semua hanyalah bejana yang mengalirkannya.

Salah satu pengajaran Billy Epperhart yang menggigit, menjadi kaya adalah sebuah kebajikan.
Kita perlu hidup berkelimpahan, agar bisa menyalurkan kelimpahan kita kepada orang lain dan saat melayani bisa tulus, tanpa mengharapkan balas jasa … kan hidup kita sudah lebih dari cukup.

Banyak orang yang berkekurangan, justru gak mau belajar tentang keuangan. Mereka takut, merasa tidak nyaman dan akhirnya menganggap kekayaan itu jahat. Di sisi lain sesungguhnya mereka butuh bahkan mendambakannya.
Tanpa mau belajar, seseorang tidak akan ke mana-mana.
Dengan belajar, kita bisa memandang permasalahan dengan cara pandang yang benar dan kita bisa belajar untuk mengelola serta mengembangkannya.

Robert Kiyosaki, penulis “Rich Dad Poor Dad”, berkata
Kekayaan adalah Pola Pikir, bukan jumlah saldo di Bank.”

Salah satu contoh yang diajarkan, hiduplah dengan 80% pendapatanmu. Jangan dihabiskan.
10% nya gunakan untuk Tuhan. 5% untuk investasi membangun diri sendiri alias belajar, kursus, beli buku dan resources lainnya. 5% lagi diinvestasikan
Lebih bagus lagi hidup dengan 70% dari pendapatan kita. 10% untuk Tuhan, 10% untuk investasi mengembangkan diri dan 10% untuk investasi.

Dengan mempraktekkan hal ini, Billy Epperhart terbukti sukses menjadi pengusaha yang sukses berinvestasi di properti melalui perusahaannya, dan masih memiliki berbagai usaha-usaha lain yang sangat menguntungkan: Wealthbuilders Investments & Tricod Global.

Billy Epperhat masuk ke pasar Afrika. Di sana bunga bank bisa sampai 16%/ tahun. Sementara rentenir meminta bunga hingga 40%.
Apa yang Billy lakukan?
Membantu memberi uang secara cuma-cuma? NO!
Itu yang membuat mereka memiliki mental tunjangan, malas dan endingnya tidak ke mana-mana.
Itulah yang banyak dilakukan organisasi bantuan dari Amerika.

Beliau meminjamkan uang dengan bunga rendah, tetapi tidak stop di sana. Setiap bulan diadakan pelatihan bagi para nasabahnya. Ada program mentoring sehingga mereka dibimbing hingga mampu mandiri.
Cerita-cerita sukses para nasabahnya mengalir…. mereka berhasil dan makin maju berkembang.

Sejak dulu saya anti terima bunga dari uang karena itu Riba, dosa.
Akibatnya saya pun memilih, tidak mau meminjamkan uang.
Setelah mendengarkan pelajaran dari Billy, hhhmmm… bagus juga jika bisa meminjamkan uang melalui perusahaan yang legal, lalu diberikan pelatihan, sehingga orang-orang tidak sekedar belajar teorinya tetapi dibimbing hingga praktiknya.
Mengapa harus mengambil bunga?
Perusahaan kan butuh biaya untuk operasional. Dengan cara demikian investor tidak perlu terus menerus menambah uang di perusahaan tersebut, tetapi perusahaan itu bisa terus berkembang menjangkau serta membantu kalangan yang lebih luas.

Lebih memukau lagi, Billy bercerita, 100% penghasilannya di atas grafik keuangannya, dipersembahkan untuk Tuhan.
Simplenya, semua penghasilan setelah kebutuhannya tercukupi, semua untuk mengerjakan proyeknya Tuhan.
Grafik apa Bu Yenny?
Sekolah dong…. nanti tahu apa grafik apa yang dimaksud…
Keren ya?

“Wealth is not to feed our egos, but to feed the hungry and to help people HELP THEMSELVES” – Andrew Carnegie.

“Kekayaan bukan untuk memberi makan ego kita, tapi untuk memberi makan mereka yang lapar dan membantu mereka untuk MEMBANTU DIRI MEREKA SENDIRI” – Andrew Carnegie.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 76 77 78 79 80 314