Category : Articles

Articles, Relationship

KAMBING HITAM

KAMBING HITAM Seorang teman menulis di wall facebooknya: “Bencana itu tak perlu ditakuti, apalagi ditakut-takuti sebagai hukuman atas dosa. Belajar dari Jepang: mengakrabi bencana.” Bukankah kita memang suka takut ketika menghadapi bencana? Setelah itu reaksi kebanyakan orang lalu mencari kambing hitam atau mengkait-kaitkan apa yang yang menyebabkan terjadinya bencana dengan sesuatu yang kita ‘pikir’ benar padahal belum tentu sesungguhnya demikian.

Read More
Articles, Relationship

KIKO, BAGAIMANA CARA MENCINTAI & DICINTAI?

.

Kiko, nama anjing kami yang tampan, berbulu putih panjang, campuran jenis  Maltese dan Shih Tzu yang dibeli Elisa di Australia. Elisa membeli Kiko saat masih bayi. Elisa harus secara khusus ikut kursus agar bisa mengajar Kiko supaya menjadi anjing yang sopan: tahu tempat buang air, makan dan memahami perintah-perintah. Kiko benar-benar anjing yang manis, menjadi sahabat Elisa setahun terakhir sebelum Elisa pulang ke Indonesia.

.

Kiko dan Elisa

Read More
Articles, Christianity

SLEEPING WITH KANGOROOS

Pada penutup tahun 2009, kami memutuskan untuk berlibur ke Western Australia setelah menghadiri graduation Elisa, putri sulung kami di Melbourne. Seperti biasa, kami menyewa mobil dan menjelajahi tempat-tempat cantik yang sudah dipilih. Inilah untuk pertama kalinya kami ke Western Australia.

.

Setelah sehari sebelumnya kami menikmati nikmatnya berenang di laut Hillary Boat Harbour yang dibentuk bak kolam renang di tengah lautan, kami memutuskan untuk mencoba bermain sand-boarding di padang pasir Lancelin. Bermain surfing di laut, itu sudah biasa tetapi surfing di pasir, ini baru permainan baru yang menarik. Puas bermain, kamipun melanjutkan perjalanan menuju Cervantes dimana Pinnacles, padang pasir yang memiliki batu-batu tinggi yang indah,  yang terkenal cantik berada.

.

Sandboarding

Read More
Articles, Relationship

BASA BASI

Seorang sahabat menulis di Wall Facebooknya: Ketika menghadiri pesta pernikahan pertanyaan yang lazim ditujukan kepada saya, “Kapan nyusul? Jangan kelamaan sendiri, tak tunggu ya undangan-nya?”. Di kesempatan lain ketemu lagi dengan para “wanita pemerhati” ini adalah di pemakaman. Kepengin banget gua bilang: “Kapan nyusul? Jangan kelamaan yaa..” ( hahaha….makanya jangan sok perhatian dan basa-basi)

Sadarkah kita bahwa tanpa disadari banyak basa-basi umum yang biasa diungkapkan sekedar bicara tetapi membuat orang yang ditanya atau dikomentari tertekan? Setelah teman-teman tahu bahwa dua anak saya lulus sekolah, ada saja teman yang setiap kali bertemu bertanya, ”Kapan mantu?”. Tanya alamat atau nomor telpon teman lama, dikira mau mantu juga. Godaan, guyonan dan pertanyaan basa-basi semacam ini sungguh membuat orang tidak nyaman mendengarnya. Memberikan tekanan khusus. Baru saja anak-anak lulus, tugas kami masih harus mengajar dan membukakan jalan agar mereka bisa memiliki pekerjaan yang mapan karena apa yang dipelajari di sekolah dengan kehidupan nyata itu berbeda. Alkitab mengajarkan agar orang yang belum bisa membiayai hidupnya jangan menikah sehingga masa depan terjamin. “Selesaikanlah pekerjaanmu di luar, siapkanlah itu di ladang; baru kemudian dirikanlah rumahmu.” ( Amsal 24:27) Sesungguhnya masalah pernikahan adalah hak pribadi seseorang yang seyogyanya diputuskan sendiri oleh orang yang akan menjalaninya beserta keluarganya. Bukan orang lain!

Read More
Articles, Relationship

RESTORATION

.

Hidup adalah perjalanan panjang antara kesuksesan dan kegagalan, tindakan yang benar dan yang salah, pengalaman manis maupun yang pahit. Dalam perjalanan mengarungi kehidupan selalu ada saat-saat yang kita sesali:kerugian karena salah mengambil keputusan, kata-kata atau tindakan yang salah hingga melukai orang-orang yang kita cintai padahal sesungguhnya kita tidak bermaksud demikian.

.

Kerapkali hal-hal seperti ini membebani hati kita dan menimbulkan penyesalan yang berkepanjangan; yang jarang kita utarakan, tertutup rapat di dalam pikiran bawah sadar kita. Seandainya saja…saya memutuskan begini, tentu saya tidak sampai tertipu. Seandainya saja… saya tidak emosi, tentunya kata-kata kasar itu tidak terucap, demikian seringkali kita berpikir. Hal-hal semacam ini jika tidak dibereskan bisa menimbulkan penyakit. Masalahnya: bagaimana caranya?

Read More
1 303 304 305 306 307