Category : Articles

Articles

Diterima, bukan Ditolak.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Diterima, bukan Ditolak.”

Kita semua pernah mengalami penolakan.
Penolakan adalah senjata ampuh untuk menghancurkan harga diri kita. Penolakan dapat menumbuhkan pikiran tentang ketidakmampuan, keputusasaan, kemarahan, kepahitan, ketakutan, dan depresi. Entah itu penolakan yang terjadi di taman bermain sekolah, penolakan dari ketertarikan romantis, calon majikan atau orang tua; penolakan dapat menyebabkan kerusakan besar, mempengaruhi bagaimana cara kita melihat dan menilai diri kita sendiri dihadapan orang lain.

Penolakan merupakan tanah atau dasar di mana ketidakpercayaan tumbuh. Setiap kali kita mengalami penolakan, potensi keraguan dan ketidakpercayaan akan meningkat. Bagaimana kita bisa memiliki keyakinan dalam hidup, ketika orang lain atau diri kita sendiri percaya bahwa kita tidak cukup cantik, tidak cukup mampu mau pun memadai dalam beberapa hal?
Benih penolakan menghasilkan panen kegagalan.
Identitas kita terikat pada penolakan yang telah dialami, lalu kita menetapkan harapan dalam hidup sesuai dengan memori terjadinya penolakan yang tersimpan di dalam hati kita.
Tidak lebih dan tidak kurang, inilah perbudakan dan penindasan.

Sikap yang serupa, kerap pula dibawa ke dalam hubungan kita dengan Tuhan. Jika orang lain tidak menyukai kita, mengapa Tuhan harus menyukai? Akibatnya, sulit jika bukannya tidak mungkin, menikmati hubungan yang penuh kasih dan saling percaya dengan Bapa. Dia melihat semua kesalahan kita, bahkan lebih lagi menyadari semua kelemahan kita, melebihi orang lain!
Mengapa kita harus mengharapkan sesuatu yang baik dari-Nya?

Dengarkan ini:
“supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.”
Efesus 1:6 (TB).

Apakah ada kata-kata yang dapat menggambarkan apa yang baru saja dikatakan Paulus?
Dalam Efesus 1, Paulus menyatakan bahwa Allah telah memberkati kita (ayat 3),
Dia telah memilih kita supaya kita menjadi kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. (ayat 4),
Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, putra dan putri, dalam keluarga-Nya (bukan budak atau yatim piatu). (ayat 5),
dan oleh kasih karunia, Dia telah membuat kita diterima! (ayat 6).
Inilah Kabar Baik yang hampir terlalu bagus untuk menjadi kenyataan!

Arti dari kata Yunani ‘diterima’ adalah: membuatnya anggun, menawan, indah, menyenangkan, mengelilingi dengan nikmat dan menghormati dengan berkat.
Wow!

Sebelum kita dikandung, Tuhan sudah mengenal dan memilih mengasihi serta menerima kita. Mungkin saja kita pilihan terakhir yang dipilih di taman bermain, tetapi kita adalah pilihan yang pertama di hati Tuhan.
Bisa jadi kita tidak memiliki penampilan Hollywood, tetapi kita tidak dapat terlihat lebih baik lagi di hadapan Tuhan. Kita unik. Tidak ada yang seperti kita. Kita memiliki potensi ilahi dan juga tujuan ilahi di dunia ini. Kita diterima!

Jika kita mendapatkan pemahaman ini, dan hati kita diliputi olehnya, maka iman akan muncul.
Ketika kita tahu bahwa tidak ada kemungkinan untuk ditolak, maka kita dapat mempercayai janji-janji itu, menikmati persekutuan, melihat potensi kita serta memiliki damai sejahtera.
Bagaimana kita bisa diterima?

Tentunya karena Dia telah menanggung penderitaan dan kesengsaraan kita; Namun kita mengira Dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.
Yesaya 53:4-6 (TB).
(Ayat yang sangat luar biasa).

Inilah beberapa kata-kata terindah yang pernah ditulis.
Roh Kudus mengilhami Yesaya dan mengungkapkan pewahyuan kedalaman kasih Tuhan bagi manusia, kasih yang begitu dalam sehingga rela memberikan Putra-Nya (dan Sang Putra bersedia memberikan diri-Nya) untuk mengembalikan posisi kita ke tempat asal kita di dalam Dia.
Kita diterima, bukan ditolak!

Yesus memahami kesengsaraan kita, penyakit, rasa sakit dan trauma kita. Dia memahami kuasa dosa yang menghancurkan yang telah menciptakan kegelapan dan penderitaan bagi umat manusia. Dia tidak hanya mengerti, Dia datang untuk berjalan di antara kita dan menunjukkan kasih serta belas kasihan-Nya bagi mereka yang terluka. Tetapi Dia tidak datang hanya untuk melihat dan sekedar menyentuh kebutuhan manusia.
Dia datang untuk mengambil dan menimpakan ke atas diri-Nya kutukan pemisahan kita dari Allah beserta dengan semua manifestasinya. Dia mengambil kesalahan setiap orang di bumi, setiap orang yang pernah dikandung.
Dia mengambil rasa sakit dan penyakit fisik kita.
Dia mengambil depresi, kesedihan serta ketakutan kita.
Dia menanggung beban sepenuhnya dari setiap kutukan dosa. Bahkan, Dia menjadi kutukan itu dan menjadi dosa saat Dia tergantung di kayu salib.

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”
Matius 11:28 (TB).

Undangan ini untuk semua orang. Beristirahat dalam damai sejahtera adalah undangan bagi kita semua. Kesembuhan untuk semuanya. Pembebasan dari setiap trauma dan kesedihan, untuk semua orang juga.
Yesus melakukan ini untuk kita.

“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”
Lukas 4:18-19 (TB).

Anugerah merupakan persediaan Tuhan bagi setiap kebutuhan kita. Anugerah adalah berkat-Nya, kecukupan-Nya, kekuatan-Nya, dan kemampuan-Nya. Kita dapat mengatakan bahwa anugerah adalah penyediaan Tuhan di setiap tingkat kehidupan, baik roh, jiwa mau pun tubuh. Dan siapa yang dapat mengakses anugerah serta menjalani kehidupan yang berkelimpahan? Kita!

Kita telah diterima dan menjadi yang dikasihi-Nya!

[Repost : “Accepted, not Rejected”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Masalah Bak Benang Ruwet? Ini Solusinya!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Masalah Bak Benang Ruwet? Ini Solusinya!

“Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya,” demikian Bu Hermini memulai membuka pengalamannya.

Seperti biasa, jika ada keperluan yang betul- betul menuntut saya untuk keluar rumah, saya persiapkan minimal H-1. Jadi tidak ngawur arah tujuan.
Hari ini 11 Okt 2021, kami berangkat ke BEC Bandung, karena HP Samsung type S 6 dan Nokia kepunyaan kami rusak dan banyak foto – foto yang belum sempat diamankan…
Lalu kami memasuki gedung, menuju toko service HP yang menerima perbaikan macam – macam HP ( bukan ke Samsung Service Centre karena sudah pernah cek dan biaya nya muahalll )

Petugas mengecek… 5 menit kemudian, lalu dia berkata,
“Di Lantai dasar ada 1 service centre yang jago banget, sebaiknya Bapak dan Ibu kesana.. semua Merk dia bisa.”

Wah senangnya .. kami bergegas turun, namun tanpa di duga orang tersebut mengejar dan berkata,
“Mari saya antar sampai ke tempatnya.”
Seperti biasa namanya manusia, timbul rasa curiga.
Ada apa nih?
Tanpa berkata sedikit pun, sampailah kami ke tempat yang dituju. Lalu petugas itu pun kembali ke atas, tanpa berlama-lama, naik 4 lantai menuju ke tokonya.

“Terima kasih banyak ..,” kata saya sambil terheran-heran, begitu baiknya dia, sengaja mengantar sampai tujuan tanpa pamrih. Padahal ketemu juga baru tadi..
“Terima kasih Tuhan sudah kirim ‘malaikat-Mu’ untuk menolongku.”
Hp pun menyala lagi….
Yes… Yes… Yes…!!!

Dalam perjalanan pulang, kami mampir ke Riau Junction untuk belanja kebutuhan rumah tangga. Saat membayar di kasir, saya mengeluarkan beberapa lembar uang tunai 100 ribuan.
Ternyata diantara uang itu, ada yang berlubang sebesar biji kedelai dan ditolak oleh kasir.
“Maaf bu yang ini saya kembalikan ke Ibu, sobek… “

“Masa lubang sekecil ini saja koq gak bisa diterima ???”
Heran karena gak gede sobeknya … tapi tetap tidak bisa!

Yaah sudahlah. Pas mau menukarnya dengan lembaran uang lain di dompet, seorang bapak yang tidak saya kenal rupanya memperhatikan pembicaraan kami.

“Mari Bu, saya tukar dengan uang saya,” ujarnya sambil menyodorkan selembar uang seratus ribuan yang mulus.

“Mengapa Bapak mau menukarnya dengan uang yang bagus?”

“Saya ingin membantu ibu saja. Bagi saya tidak menjadi masalah dengan uang yang hanya sobek sedikit.”

Kedua peristiwa hari ini merupakan hal yang sepele bagi sebagian orang … tapi buat kami, tidak sama sekali
Ini bukti kesetiaan-Nya.
Sekecil apa pun masalahnya, Tuhan peduli.
Terharu bangeeetttt….

Tuhan selalu memberi kebaikan dan pertolongan.
Semakin peka mengamati dunia di sekitar kita, semakin sadar betapa Tuhan senantiasa menyertai dan turut campur dalam detil-detil kehidupan kita, jika kita bersedia melibatkan-Nya.

Allah Mengerti….
Allah peduli…
Segala persoalan yang kita hadapi..
Tak akan pernah dibiarkannya,
Kubergumul sendiri,
Sebab Allah mengerti….

Sungguh bangga dengan pertumbuhan rohani Bu Hermini. Saya mengenalnya beberapa tahun lalu saat beliau bergumul dengan berbagai persoalan berat.
Ketika makin mengenal Tuhan, satu demi satu persoalannya terselesaikan dengan cara yang tak terduga. Jalan Tuhan selalu unik.
Hatinya rindu dan mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh.

Beberapa teman lain, mengalami masalah yang setara levelnya dengan permasalahan Bu Hermini, tetapi hingga kini masih stagnan di sana.

Apakah Tuhan pilih kasih?
Tidak!
Kuncinya melekat kepada Tuhan dan membiarkan Tuhan menjadi BOSS dan Allah yang sesungguhnya.
Biarkan Tuhan mengalir melalui kehidupan kita…
Hanya Tuhan solusi sejati permasalahan kita.

Terbukti melalui kehidupan Bu Hermini, urusan yang remeh dalam pandangan manusia saja Tuhan peduli, apalagi hal-hal yang besar dan penting?

Make sense?
Yuk belajar menjadikan Tuhan benar-benar BOSS dan Allah kita.

Learning doesn’t make you better than others. Learning makes you better than ever – Coach Kaki.

Belajar tidak membuatmu lebih baik dari orang lain. Belajar membuat Anda lebih baik dari sebelumnya – Coach Kaki.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Rahasia Dibalik Tahun Masehi, Sudahkah Anda Memanfaatkannya?


Gospel Truth’s Cakes*
*Yenny Indra*

Rahasia Dibalik Tahun Masehi, Sudahkah Anda Memanfaatkannya?

Dalam acara Healing tanggal 10 Oktober 2021, P. Irwan Siregar, direktur Sekolah Charis, membahas fondasi untuk menerima kesembuhan.
Banyak orang yang gagal menerima kesembuhan karena salah persepsi. Salah menggunakan realita lama untuk janji-janji yang seharusnya diakses dengan realita yang baru.

Ingin tahu? Yuk kita belajar sama-sama.

Pada saat Tuhan Yesus berada di muka bumi, banyak sekali orang-orang sakit dan kerasukan setan. Setan, roh jahat dan sakit penyakit sangat berkaitan
Oleh karena itu Tuhan Yesus memberikan kuasa kepada murid-murid untuk mengatasinya.

Matius 10:8 (TB)  Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

Kesembuhan adalah kehendak Tuhan. Selama Yesus di muka bumi, semua orang yang datang kepada-Nya disembuhkan. Tidak sekali pun ditolak-Nya.

*”Prinsip penting yang harus kita ketahui, SETELAH YESUS MATI & BANGKIT, EVERYTHING CHANGED! Segala sesuatu berubah. Oleh karena itu JAM DUNIA BERUBAH Direset Jadi NOL. Tahunnya disebut Tahun Masehi,”* demikian P. Irwan menjelaskan.

Kita sekarang membaca Alkitab sesuai dengan Realita Yang Baru. Realita Perjanjian Baru. Perjanjian Lama sudah tutup buku.
Tahun Masehi dimulai dari NOL menunjukkan perubahan menuju jaman baru, cara berpikir baru dan cara berhubungan dengan Tuhan pun dengan cara yang baru.

Dalam Bahasa Inggris dibedakan BC, Before Christ, untuk tahun sebelum Kristus lahir dan AD (Anno Domini), yang berarti “Tahun Tuhan’, – tahun sesuai cara Tuhan Yesus, realita PB -, untuk tahun sesudahnya.

*****

Apa perbedaan realita lama (PL) VS realita  yang baru (PB)?

» Realita lama, Adam dan Hawa tinggal di Taman Eden. Apa pun yang mereka butuhkan sudah tersedia lengkap. Tidak ada sakit penyakit, kekurangan dsb. Mereka memiliki hubungan yang dekat dengan Allah. Bercakap-cakap setiap hari. Allah memberikan otoritas dunia kepada Adam.

Allah memberi manusia kehendak bebas. Adam sudah diberitahu agar TIDAK memakan buah pengetahuan baik dan jahat. Kalau dimakan, dia akan mati. Selain pohon pengetahuan baik dan jahat, di sana ada pohon kehidupan.

Hawa tergoda bujukan setan, ingin menjadi seperti Allah, bersama Adam memakan buah Pohon Pengetahuan Baik dan Jahat. Pada saat itu juga mereka mati secara rohani.
Ibarat televisi, dulunya nyambung dengan Sang Sumber Kehidupan, Allah sendiri, sekarang terputus. Televisinya masih seperti dulu tetapi tidak ada ‘aliran listriknya’ lagi. Gelap tanpa gambar.

Adam dan Hawa menjadi sadar dosa. Melihat dirinya telanjang. Malu. Fokus kepada dirinya sendiri dan merasa tidak aman. Sekarang manusia harus bekerja bersusah payah untuk memenuhi kehidupannya, mengalami sakit penyakit serta berbagai kesusahannya. Agar tidak mati selama-lamanya, karena memakan juga Pohon Kehidupan, Tuhan mengusir mereka keluar dari Taman Eden. Tuhan merencanakan akan mengirim Sang Juru Selamat.

Otoritas dunia beralih kepada setan karena kepada siapa seseorang tunduk, dia menjadi hamba orang itu. Adam tunduk kepada setan. Dunia pun jatuh ke dalam dosa, dibawah otoritas kuasa si setan. (Roma 6:16)

Seluruh kitab PL itu menggambarkan penantian akan kedatangan Sang Juru Selamat, yaitu Yesus Kristus. Baik melalui nubuatan para nabi hingga perjamuan paskah – roti tidak beragi & anak domba disembelih-, semua mengarah dan melambangkan pengorbanan Sang Anak Domba Allah yang akan datang kelak, untuk menebus dunia.

Hukum Taurat diberikan agar manusia menyadari dosanya, menyadari ketidakmampuan manusia memenuhinya dan sadar pula kebutuhannya akan juruselamat.

» Realita Baru, dimulai ketika Yesus lahir, tahun Masehi dimulai. Lalu tahun direset dari Nol lagi, mengingatkan kita bahwa cara kita berhubungan dengan Allah sekarang dengan cara Perjanjian Baru.

Tuhan Yesus datang ke dunia untuk menggenapi semua nubuatan para nabi. Satu titik atau iota pun, tidak ada yang terlewati. Yesus SUDAH menjadi penggenapan taurat itu sendiri. Taurat pun tutup buku.

Semua janji Tuhan di PL tetap untuk kita, tetapi persyaratannya dengan beriman pada karya Salib Kristus.
Di PL, tidak bayar perpuluhan dikutuk.
Di PB, tidak bayar perpuluhan tidak dihukum, tetapi jika kita tidak menabur, ya… tidak menuai.

Selama Tuhan Yesus ada di bumi, Dialah Allah yang menjadi manusia. Jika kita ingin mengetahui hati Bapa, lihatlah apa Yesus lakukan.

Ketika Yesus mati disalib, turun ke dalam maut dan mengambil kunci alam maut, lalu bangkit, pada saat itulah Pohon Kehidupan dikembalikan.

Sang Anak Domba Allah sudah dikorbankan dan bangkit mengalahkan maut. Tabir Bait Suci Terbelah. PL sudah berlalu. PB dimulai.
Semua dosa manusia baik yang dulu, sekarang mau pun yang akan datang, sudah dibayar lunas di kayu salib.
Sakit penyakit, kemiskinan, rasa malu, penolakan dll sudah ditanggung-Nya.
Bagi yang menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi, maka kita lahir baru. Menjadi ciptaan yang baru.
Roh kita yang dahulu terputus dari Allah, sekarang hidup kembali. Ibarat dulu seperti Televisi yang tidak disambungkan ke sumber listrik, sekarang nyambung kembali.
Allah tinggal di dalam roh kita.
Kesembuhan, Kesehatan, kekayaan, kemenangan dan apa pun yang kita butuhkan, sudah tersedia di dalam roh kita.

Setiap orang yang lahir baru, hidupnya dipulihkan menjadi kehidupan Taman Eden lagi. Orang yang beriman kepada Yesus dan karya Salib-Nya, berarti memilih Pohon Kehidupan dan bisa memilih hidup menurut Hukum Kerajaan Surga.
Kita duduk bersama Yesus, di sebelah kanan Allah Bapa dalam posisi menang. Tinggal sekarang kita belajar memanifestasikannya dalam kehidupan natural.

Apakah orang yang lahir baru, memilih Pohon Kehidupan otomatis menikmati hidup menurut Hukum Kerajaan Surga bak hidup di Taman Eden?
Tidak!

Manusia tetap memiliki kehendak bebas.
Dia bisa memilih hidup menurut Hukum Kerajaan Dunia atau Hukum Kerajaan Surga.

Meski orang yang lahir baru memiliki *hak istimewa* untuk hidup menurut Hukum Kerajaan Surga dan memperoleh kehidupan Taman Eden, itu tidak terjadi otomatis.
Karena untuk menikmati kehidupan Taman Eden, perlu memperbaharui pikiran kita selaras dengan kebenaran firman Tuhan sesuai Roma 12:1-2.
Dan dibaharui di dalam roh dan pikiran kita, serta mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. (Efesus 4: 23-24)

Jika pola pikirnya tidak diperbaharui, meski lahir baru, tidak bisa mengakses kelimpahan Allah, karena masih berpikir dengan realita lama. Tetap hidup menurut hukum kerajaan dunia dan menerima segala konsekuensinya.

Contohnya,
Hukum kerajaan dunia:
~ terima dulu baru memberi
~ melihat dulu baru percaya.
Hukum kerajaan Allah:
~ beri maka kamu akan diberi.
~ percaya dulu baru melihat.

Nach bagi kita yang sudah bertahun-tahun berpikir menurut Hukum Dunia, tidak semudah membalikkan tangan untuk berpikir menurut Hukum Kerajaan Surga, realita baru.

Karena itu, semakin pikiran kita selaras dengan firman Tuhan, diramu dengan iman dan dihidupi, semakin banyak janji-janji Allah termanifestasi dalam kehidupan kita. Kelimpahan dan kepenuhan Allah yang termanifestasi dalam hidup kita, berbanding lurus dengan seberapa banyak kita menghidupi kebenaran firman Tuhan.

“Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”
Yohanes 8:32 (TB)

*****
Dalam PL, Roh Kudus datang dan pergi.

“Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!,” kata Raja Daud.
Mazmur 51:11 (TB)

Doa Daud benar untuk realitas lama. Tapi untuk kita sekarang, yang berada dalam realitas baru, ini doa yang salah.
Why?
Karena di PB, Tuhan sudah berjanji, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”
Ibrani 13:5 (TB)

*****

Dalam PB, orang yang sudah lahir baru, berhak menerima Baptisan Roh Kudus, seperti yang dialami para rasul saat di loteng Yerusalem.

Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
Kisah Para Rasul 2:4 (TB) 

Bahasa roh sangat penting untuk menimba hikmat, kuasa Allah dan senantiasa terhubung dengan-Nya. Kita kerap tidak tahu yang terbaik. Berdoa minta A, ternyata ujungnya A tidak baik.
Puji Tuhan ada Roh Kudus yang menolong kita bahkan menyampaikan keluhan yang kita sendiri gak bisa ngomong.

“Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.”
Roma 8:26 (TB)

Setelah menerima baptisan Roh Kudus, Petrus yang dulunya penakut, hingga menyangkal Yesus, sekarang menjadi pemberani. Dia berkotbah 3000 orang diselamatkan.
Para rasul melayani dengan *penuh kuasa*, karena sekarang *Roh Kudus tinggal, menetap serta berdiam di dalam rohnya.* Tidak datang dan pergi seperti di PL.
*Berbagai kejadian supernatural, kuasa dan tanda ajaib menyertai para rasul, termasuk KITA SEMUA, saat memberitakan Kabar Baik.*

“Mereka membawa orang-orang sakit ke luar, ke jalan raya, dan membaringkannya di atas balai-balai dan tilam, supaya, apabila Petrus lewat, setidak-tidaknya bayangannya mengenai salah seorang dari mereka.”
Kisah Para Rasul 5:14-15 (TB)

“Bahkan orang membawa saputangan atau kain yang pernah dipakai oleh Paulus dan meletakkannya atas orang-orang sakit, maka lenyaplah penyakit mereka dan keluarlah roh-roh jahat.” Kisah Para Rasul 19:12 (TB)

Kita pun menerima kuasa yang sama seperti Petrus dan Paulus.

“Tetapi kamu akan *menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu,* dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Kisah Para Rasul 1:8 (TB)

Dahsyat bukan?

Tetapi mengapa masih sakit?
Kesalahan pasti bukan di pihak Allah, melainkan di pihak kita karena salah persepsi, salah berdoa atau salah menerapkan realita.

Contoh, pada umumnya orang-orang berdoa kepada Tuhan, minta Dia menyembuhkan penyakitnya atau justru mengeluh, curhat panjang-panjang.
Padahal dalam Firman-Nya, Tuhan sudah memberi rahasia untuk menaklukkan penyakit, masalah dll.

*”Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa BERKATA kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.*
*Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, PERCAYALAH bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.”*
Markus 11:23-24 (TB) 

Tuhan bilang Berkata (memerintahkan) penyakit pergi, tapi justru curhat, mengeluh.
Tuhan bilang Percaya, tetapi justru mengulang-ulang vonis dokter, itulah sebabnya gak sembuh.

Dan banyak lagi prinsip-prinsip lain yang harus dipelajari dan dihidupi agar kepenuhan Janji-Janji Allah tercipta dalam hidup kita. Kita hanyalah bejana semata tetapi jika kita mengizinkan Tuhan mengalir melalui kehidupan kita, maka hal-hal yang luar biasa akan terjadi.

Kuncinya menyelaraskan pikiran sesuai firman Tuhan, menghidupinya, bergantung sepenuhnya kepada Tuhan dan membiarkan-Nya memakai serta mengalir melalui hidup kita. Menjadi terang dan garam dunia.
Hidup kita menjadi demonstrasi kebaikan Allah.
Orang yang melihat kita, melihat Allah di dalam kita.
Itulah tujuan kita lahir di dunia ini.
It’s all about God, not me.

Mau? Belajar sama-sama yuk…

The Spirit of the Lord is upon me, because he hath anointed me to preach the gospel to the poor; he hath sent me to heal the brokenhearted, to preach deliverance to the captives, and recovering of sight to the blind, to set at liberty them that are bruised, To preach the acceptable year of the Lord.

Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” Lukas 4:18-19 (TB)

Bagi yang ingin menonton acara “Healing” dengan lengkap, sila KLIK: https://youtu.be/7fUw7r0s2LY

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Apakah Tuhan Ingkar Janji? Ini Rahasianya!”

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

“Apakah Tuhan Ingkar Janji? Ini Rahasianya!”

Pertanyaan yang kadang tersirat dalam hati orang-orang yang percaya Tuhan, termasuk saya – tetapi takut untuk diungkapkan. Rasanya koq kurang rohani… Takut dosa punya pikiran jelek. Namun mengganjal dalam hati.

Tuhan mengerti isi hati saya, maka menjawabnya melalui Andrew Wommack.

“Banyak orang percaya Tuhan, yang bermaksud baik, namun gagal mencapai apa yang Tuhan inginkan dari mereka dan apa yang mereka inginkan untuk diri mereka sendiri, karena mereka mencoba hidup untuk Tuhan, BUKANNYA *membiarkan Tuhan hidup melalui mereka”, Andrew menjelaskan,
“Kunci dari semua kemenangan dalam kehidupan kita, termasuk realisasi janji-janji-Nya tercipta ketika kita belajar bagaimana bergantung pada Tuhan dalam menjalani hidup mau pun menyelesaikan semua masalah yang kita hadapi.”

Yang sering terjadi, kitalah yang menjadi sopir kehidupan, lalu Tuhan duduk di sisi penumpang.
Memang sich, Tuhan terus memandu… Tetapi kadang suara di jalanan begitu bising, sehingga kita kurang jelas mendengar-Nya.

Atau ada yang berteriak-teriak di sepanjang jalan, bunyi klakson, sehingga perhatian kita justru tertuju pada teriakan atau klakson itu.
Perjalanan panjang kurang afdol jika tidak menyalakan musik penghantar perjalanan, atau radio supaya tidak ketinggalan berita…
Akibatnya, saat Tuhan mengarahkan berbelok, kita justru jalan terus.
Gak sengaja sich…
Ya sudah re-route lewat jalan lain. Tetap sampai tujuan koq.

Tetapi jauh lebih lama sampai di tujuan, dan kerapkali seharusnya hendak berhenti sejenak di jalan A untuk membeli mangga, tetapi tadi terlambat berbelok, gak jadi lewat jalan A.
Nach… Janji-Nya dapat mangga terlewati..

Belum tentu ada yang jual mangga di jalan yang lain, kalau pun ada, berarti kita lebih lama dapat mangganya.
Salah siapa hayo??
Janji-Nya terlambat terealisasi karena kita sendiri.

Tuhan memperingatkan, “Ada polisi tidur di depanmu..”
Duh… Musik sedang asyik-asyiknya, kita gak lihat ada polisi tidur dan saat Tuhan mengingatkan, gak keburu nge-rem…
Lompat dah… Bak naik jetcoaster… Kepala kena sedikit hantaman.
Ciiiuuuuuuuttttt…. Gedubraaaak…
Benjol sedikit… Ya sudah. Gapapalah!

Make sense?

Lalu maunya Tuhan bagaimana?
Tuhan ingin kita mengizinkan Dia yang menjadi sopirnya, dan kita duduk di kursi penumpang.
Sambil melihat-lihat pemandangan, menikmati musik yang indah atau mengikuti berita-berita terkini.

Tiba di Jalan A, Tuhan bilang,
“Yenny, turun beli mangga…”
“Siap, Tuhan…”

Mangga saya terima.
Janji-Nya terealisasi tepat pada waktunya.
Yeaaayyyy…..

“Pegangan ya… Di depan ada polisi tidur.”
“Oke, BOSS….”
Kepala terhindar dari benjolan…

Sesungguhnya kuncinya, rela gak kita mengizinkan Tuhan benar-benar jadi Allah dan Boss kita?
Dia Allah, sudah tau lebih dahulu, pintu berkat ada di mana? Bagaimana mencapai kesuksesan dengan cara singkat dan mudah? Halangan mana yang perlu dihindari, rute yang paling aman dsb.

Bedanya, dengan cara ini kita gak bisa menepuk dada: Ini lho aku yang pintar, cerdas dan hebat.
Kita sadar sesadar-sadarnya, yang hebat itu Tuhan, kita cuma penumpang.
Semua berkat, kesuksesan dan fasilitas yang kita peroleh serta nikmati, hanyalah karena anugerah-Nya semata.

Hidup jauuuh lebih enteng.
Bebas stress kan? Nach bonus sampingannya, tubuh jadi sehat, tambah cakep dan happy tentu saja!

Nach Anda pilih mana?
Saya pilih jadi penumpang dan Tuhan Sopirnya….
Buat saya lebih mudah karena di dunia nyata memang saya gak bisa nyetir mobil. Terbiasa pasrah dengan P. Indra yang nyetir mobil.

Anak-anak kalau lihat paparnya nyetir, kadang berteriak,
“Awas Pa… Mepet lho!”

Saya gak.. Lha wong gak ngerti bahaya or tidak? 🙂

Blessings in disguise, berkat tersembunyi… Jadi bebas khawatir… Wkwkwk…

But ultimately, the key to your life is not what’s on your heart, but what’s on His heart – Henry Blackaby.

Kunci kehidupan Anda yang utama bukanlah apa yang ada di dalam hati anda, tetapi apa yang ada dalam hati-Nya – Henry Blackaby.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Ini Dia Cara Mendapatkan Property Bagus & Harga Murah….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

*Ini Dia Cara Mendapatkan Property Bagus & Harga Murah…. *

“Ya betul sekali, …. Beberapa bulan terakhir ini, kami mau beli tanah, rumah atau lahan yang harganya dihitung tanah saja, dibangun dijadikan 2 rumah baru 2 lantai, sebab anakku Doni baru lulus dari jurusan Teknik Sipil, jadi mau buat proyek untuk kerjaannya dia,” ujar Andy memulai kisahnya, menanggapi artikel saya:

Lalu kami putuskan mencari lahan yg luasnya gak terlalu besar, selama hampir 6 bulan terakhir. Istriku khan property agent, jadi data-data mudah diakses.
Memang beli sendiri beda dengan mencarikan buat orang lain, tanpa terasa ini jadi beban. Di awal kami sudah berkomitmen bahwa Tuhan kami ajak ikut serta dalam pekerjaan ini, Dia tidak sekedar diminta memberkati rencana ini, tetapi turut serta dalam setiap proses yang dilalui.

Waktu berganti waktu, lahan belum juga ketemu yang pas, kalau bukan harga jualnya mahal, yang lebih sering, luas lahan yang gak pas alias terlalu besar. Sudah belasan rumah yang disurvey tapi belum ada hasil. Aku bilang sama keluarga, gak usah bingung, karena Tuhan belum beri lahan yg pas. Tuhan turut serta dalam rencana ini, jadi kita tetap berusaha, tetapi jangan kuatir dan tetap percaya. Tuhan pasti sediakan pada waktu yang tepat.

Sampai suatu ketika ada lahan bagus tapi harganya tinggi, jauh di atas harga pasar sehingga dicoret dari daftar pilihan. Lalu lihat lagi lahan-lahan lainnya. Rasanya hampir putus asa… Duh, koq ga dapat-dapat ya…

Tiba-tiba Doni mengingatkan, coba saja di tawar rumah yang kemahalan tadi.

“Harganya terlalu mahal. Tapi nothing to loose, Ga ada ruginya, coba ditawar saja..,” jawab mamanya.

Doni menawar jauuuuhhh di bawah penawaran harga sang penjual, dan yg aneh direspon positif oleh si penjual.
Yang tidak terduga, dalam tempo hanya 30 menit kami sudah bisa deal dengan harga yang sangat sangat bagus alias murah sekali.

Nah.. Kalau Tuhan sudah buka jalan, maka tidak ada yang mustahil.
Jika Tuhan berada di pihak kita, siapa dapat melawan kita?, demikian ujar Sang Bijak.

Singkat cerita proses jual beli lancar tanpa kendala, dan sekarang, sedang didesign oleh arstitek untuk dibangun rumah 2 lantai. Kami tetap percaya, sekali memberikan tempat teratas bagi Tuhan, menjadi yang utama dan terutama, maka Tuhan akan bertindak dengan cara-Nya yang sangat luar biasa.

Kadang kita sudah minder duluan… Sungkan kalau menawar terlalu murah. Takut dimarahin orang atau diremehkan. Sesungguhnya ga ada ruginya, bertanya atau menawar.
Kemungkinan ditolak 50% tetapi ada kemungkinan diterima 50%.
Seandainya tidak menawar, sudah pasti 100% gak dapat alias kalah.
Berani malu sedikit, nekad saja, gak usah kegedean gengsi, siapa tau dikasi? kan akhirnya menang dapat 100%.

Apalagi kalau kita bisa menyusun kata-kata yang manis dan sopan, meski gak dikasi alias ditolak pun, orang akan menolaknya dengan halus.
Paling ga terbuka pintu untuk negosiasi. Kemungkinan dapat ya lebih besar lagi.
Betul ga?

Kembali terbukti kebenaran ungkapan ini:
We do not need to pursue blessings. We pursue God and blessings pursue us. We are not to chase after finances. We pursue God. We get to know Him. When we draw close to His heart and obey His commandments, blessings will pursue us.- Bob Yandian.

Kita tidak perlu mengejar berkat. Kita mengejar Tuhan dan berkat mengejar kita. Kami tidak mengejar keuangan. Kita mengejar Tuhan. Kita mengenal Dia. Ketika kita mendekat kepada hati-Nya dan menaati perintah-Nya, berkat akan mengejar kita.- Bob Yandian.

Berkat bukan sekedar uang, tetapi kesehatan, damai sejahtera, dan apa pun yang didambakan orang, Tuhan sediakan.

Umur panjang ada di tangan kananmu, di tangan kirimu kekayaan dan kehormatan, itu janji-Nya.

“Uang itu hanya level terendah dari berkat. Kalau posisi kita benar, maka visi diberikan, dan provision Tuhan pasti tersedia,” kata P. Irwan Siregar, direktur Sekolah Charis.

Jika kita setia mengikuti jalan-Nya, maka Tuhan yang bertanggung jawab mencukupinya.

Dahsyat bukan?
Saya sudah mengalami, Andy & Dony mengalaminya juga.
Anda mau?
Nempel Tuhan yuuk…

If you are in a struggle remember: “In everything, God can do anything” – Roy Lessin.

Jika Anda sedang dalam pergumulan, ingatlah: “Dalam segala hal, Tuhan bisa melakukan apa saja” – Roy Lessin.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 211 212 213 214 215 314