Category : Articles

Articles

Hormatilah Orang Tuamu.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Hormatilah Orang Tuamu.”

“Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!”
Yohanes 19:26 (TB).

Anak-anak harus menghormati orang tua mereka, bahkan setelah mereka dewasa. Namun, perintah untuk taat bersifat sementara (Galatia 4:1-2).
Kehormatan secara alami mengarah pada kepatuhan jika tidak ada yang diminta bertentangan dengan hukum Tuhan, tetapi kehormatan dan kepatuhan tidak identik.
Ayat Alkitab mengajarkan, ketika seorang anak menikah dia harus meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya (Kejadian 2:24).
Dominasi orang tua yang meluas ke dalam pernikahan, merupakan sumber dari banyak perceraian dan banyak perselisihan dalam rumah tangga. Namun, seorang anak harus menghormati orang tuanya sepanjang hidup mereka.

Definisi kata “kehormatan” berarti “menghargai, menghormati”, dan kata Yunani dari mana “kehormatan” diterjemahkan berarti “menghargai, yaitu menetapkan penilaian atas” (Strong) .
Banyak penerapannya bagaimana anak menghormati orang tuanya. Salah satu pelanggaran perintah ini yang umum, akhir-akhir ini adalah, anak-anak menghargai dan menghormati pendapat teman sebayanya di atas pendapat orang tuanya. Gagasan bahwa orang tua sudah ketinggalan zaman, karena itu tidak perlu dilibatkan lagi, merupakan tindakan yang merendahkan orang tua. Anak-anak harus menghargai pengalaman dan kebijaksanaan orang tua mereka melebihi teman sebayanya.

Dikatakan dalam Keluaran 20:12 dan Ulangan 5:16 bahwa menghormati ayah dan ibumu adalah perintah pertama dengan Perintah Allah. Perintah inilah yang pertama dari Sepuluh Perintah yang memberikan janji berkat bagi mereka yang menaatinya. Berkat yang dijanjikan adalah umur panjang dan segala sesuatunya berjalan dengan baik.

Yohanes satu-satunya penulis Injil yang menceritakan kisah pelayanan terakhir Yesus kepada ibu-Nya. Bahkan dalam menghadapi penderitaan-Nya yang luar biasa, Yesus masih memikirkan ibu-Nya dan menghormatinya dengan memastikan dia akan tetap terawat setelah kepergian-Nya.

[Repost : “Honor Your Parents”, – Andrew Wommack, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Masalah: Berkat Atau Kutuk?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Masalah: Berkat Atau Kutuk?

Siapa menyukai
masalah? Ayoo tunjuk jari!
Segera saya melipat tangan dan menyembunyikannya!
Saya tidak suka masalah.
Saya suka hidup damai tenang dan tenteram. 🙂 🙂

Apa yang paling saya sukai?
Membaca atau menulis, sambil sesekali memandang rumput hijau di taman kesayangan di rumah kami. Empat ayam Serama berlarian kian kemari… Pamer kokoknya, dan dari pohon mangga, Si Beo tidak mau kalah, ikutan berkokok…
Sementara puluhan burung gereja dengan penuh sukacita menikmati ceceran makanan ayam di sela-sela rumput menghijau…
Betapa menyenangkan hidup para binatang cantik itu… Tanpa masalah!

Nobody likes hard times, but it’s the unpleasant experiences that are often the catalysts to build the character required for our Destiny.” – T. D. Jakes

Tidak ada yang menyukai masa-masa sulit, tetapi pengalaman yang tidak menyenangkan sering kali menjadi katalis untuk membangun karakter yang dibutuhkan untuk mencapai Takdir kita.”  – T.D.Jakes

Hidup kita tidak seperti itu. Masalah kerap datang tanpa diundang. Nach hebatnya, masalah bagi Allah bukanlah persoalan yang perlu dibuat stres.
Tuhan tahu cara menyelesaikannya dengan mudah.
In a split second, dalam sekejap, semua berubah. Selesai!
Kalau kita mengikuti cara Tuhan menyelesaikannya… Dengan God’s way…

Yang sering terjadi, kita begitu sibuk mencoba menyelesaikannya dengan ‘my way’, cara kita sendiri, sehingga membuat masalah jadi makin runyam.

Dalam pandangan Allah, masalah justru alat untuk mempromosikan kita. Ketika kita berhasil melewati dan memenangkannya, itu justru menjadi sarana untuk kita naik ke tempat yang tinggi, yang tidak bisa kita capai tanpa adanya badai yg menerpa. Badai itu justru sarana untuk menerbangkan kita menuju puncak yang tinggi.

Tanpa ada Goliat, Daud akan jadi penggembala domba yang tidak dikenal orang. Ternyata Goliat ada, menjadi sarana untuk mempromosikan Daud hingga menjadi raja.
Memang tidak semulus itu… Daud mengalami berbagai permasalahan, dikejar-kejar Saul yang iri dan ingin membunuhnya. Justru di dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup itulah, Daud memiliki kesempatan menunjukkan karakternya yang menghormati Allah dengan cara menghormati Saul, orang yang diurapi-Nya.
Meski saat itu, pergantian pemerintahan biasa dilakukan dengan membunuh raja sebelumnya, tetapi Daud menolak menggunakan cara itu.
Daud memilih mempercayakan pada waktunya Tuhan dan membiarkan Tuhan yang mengangkatnya menjadi raja, sesuai dengan waktu Tuhan. Daud tahu kalau Tuhan sudah berjanji, pasti digenapi. Dia tidak mempercepat atau menolong Tuhan untuk merealisasikannya.
Keputusan bijak Daud dan ketaatan-Nya pada Allah, menjadi panggung dan sarana mempermuliakan nama Tuhan. Tindakannya menjadi teladan di sepanjang jaman.
Hingga Nyanyian Daud dibukukan menjadi buku Mazmur yang terkenal.

Dibalik masalah besar, tersimpan mujizat besar, kata T. D. Jake.

Menyadari hal ini, sekarang saya memandang masalah dengan kacamata yang berbeda.
Saat menghadapi masalah, saya segera datang kepada Tuhan, dan membiarkan-Nya menjadi Guide, penuntun jalan dalam menyelesaikan permasalahan yang saya hadapi, supaya tujuan Tuhan menjadikan permasalahan ini menjadi panggung promosi, demonstrasi kebaikan Tuhan dalam hidup saya, tercapai.

Di awal tahun 1900-an, seorang misionaris di Afrika bekerja di sebuah desa. Dia merasa sudah waktunya baginya untuk pindah ke desa lainnya. Dengan rajin dipersiapkannya hari kepergiannya dan mendekati para pemimpin desa untuk mendapatkan arahan ke mana ia akan pergi.
Ketika ia meminta sebuah peta kepada mereka, maka mereka hanya menunjukkan seorang pria kecil dengan sebilah golok.

Sang misionaris berpikir, mungkin pria ini akan memberinya sebuah peta ke desa selanjutnya. Pria tersebut menjelaskan, bahwa dialah peta lokalnya. Pria itu akan menunjukkan ke mana harus pergi, dengan cara bepergian bersamanya.

Pria tersebut adalah “peta hidup” desa-desa setempat. Saat mereka berjalan bersama, penduduk desa itu membuka jalan, melewati hutan belantara dengan goloknya dan memimpin sang misionaris ke desa berikutnya. Sang misionaris bersyukur telah ditunjukkan jalannya. Ia sadar sejak awal perjalanannya, lebih baik mendengar arahan penduduk desa daripada memercayai arahan dirinya sendiri.

Seandainya dia menyimpang dari jalan yang dibuka untuknya, pasti dia akan tersesat di hutan belantara dan binasa sendirian di sana.
Sang misionaris menemukan jalannya, kebenarannya dan hidupnya dengan mengikuti penduduk desa yang membawa golok itu.

Demikian juga saat kita mengarungi belantara kehidupan kita, kita menemukan jalan kita, kebenaran kita, dan hidup kita di dalam Tuhan saat Tuhan memimpin kita, memelihara kita dan memberikan kita arah yang benar.
Karena Tuhanlah Sang Jalan Kebenaran yang membawa kita kepada tujuan hidup yang ditetapkan Allah bagi setiap kita. (Identity Theft – Duane Sheriff).

Masalah yang dulunya menakutkan, bersama Tuhan dijadikan sarana promosi untuk membawa kita naik dan orang lain melihat demonstrasi kebaikan Allah melalui hidup kita.
Dengan cara demikian, semua orang ingin mengenal Allah kita yang Maha-baik.

Dahsyat bukan?

God will use whatever he wants to display his glory. Heavens and stars. History and nations. People and problems. – Max Lucado.

Tuhan akan menggunakan apa pun yang Dia inginkan untuk menunjukkan kemuliaan-Nya.  Langit dan bintang.  Sejarah dan bangsa.  Orang-orang mau pun masalah.  – Max Lucado

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Kail Atau Ikan Atau……?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kail Atau Ikan Atau……?

Hhhmmm… Belajar itu memang membuka wawasan. Sungguh suatu keberuntungan bisa ‘bergaul’ serta berguru dengan orang- orang hebat.

Selama ini saya sudah merasa cukup ‘pintar’ dengan menghidupi pepatah kuno,
“Berikan ikan kepada seseorang, Anda memberinya makan untuk sehari. Ajari dia memancing dan Anda memberinya makan seumur hidup.”

Pepatah ini menjadi pegangan kami, sehingga P. Indra kekeuh melatih anak-anaknya agar bisa ‘memancing’. Mumpung orangtua masih bisa membimbing, kami mati-matian berusaha melatih mereka, jika si anak mau.

Tetapi begitu belajar dari David Briggs, saya merasa terlalu kuno…. Pandangan saya terlalu sempit, berpikirnya keciiiilll sekali!

“Berikan ikan kepada seseorang, Anda memberinya makan untuk sehari. Ajari dia memancing dan Anda memberinya makan seumur hidup. Ajari dia mendirikan bisnis perikanan, maka Anda tidak hanya memberinya makan seumur hidup, tetapi juga mendatangkan manfaat bagi keluarga dan komunitasnya.”

Dieeeenkkkk….. Ini baru cara berpikir Besar!

Hidup kita bukan kebetulan. Setiap kita diberi ‘pekerjaan’ yang menjadi ‘panggung’ dimana kita bisa menjangkau, mengasihi serta menjadikan hidup kita ini buku yang terbuka, sehingga orang lain bisa menikmati karya Allah melalui kehidupan kita.
Hidup orang lain menjadi lebih baik karena mereka mengenal kita. Kita menjadi pengaruh yang membawa kehidupan orang lain meningkat dan berkualitas, karena kita memanfaatkan panggung kita secara efektif.

Setiap kita sudah diberi pekerjaan, kemampuan, talenta serta panggung yang berbeda.
Apa yang menjadi marketmu, tidak bisa saya jangkau, demikian pula dengan sebaliknya.
Disana Tuhan ingin kita berdampak, meneladani-Nya dalam membagikan kasih-Nya bagi dunia.


Dulu saya berpikir, orang yang rendah hati itu tidak serakah. Jadi minta berkat dari Tuhan secukupnya saja asal cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Setelah sekolah di Charis, mindset diubah.
Meminta hanya sekedar cukup untuk keluarga saya, itu egois!
Seharusnya saya minta diberkati berkelimpahan agar saya punya berkat extra untuk dibagikan kepada orang lain.
Tujuan hidup kita adalah diberkati untuk menjadi berkat bagi orang lain sehingga orang lain bisa melihat kemurahan Allah melimpah dalam hidup kita… Dan mereka ingin mengenal Allah kita yang murah hati.


Dulu saya cukup bangga dan merasa menjadi orang baik ketika kondisi sulit, lalu patungan dengan teman-teman membelikan nasi bungkus dan membagi-bagikannya kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan.
Saya berpikir, ada budget tertentu memberi makan orang lain, tentu ini perbuatan baik. Dan ya… Memang baik.

Tetapi seharusnya tidak stop sampai disitu saja. Lebih bagus lagi jika memberdayakan mereka, tidak sekedar memperoleh ikan untuk makan sehari… Seperti kata David Briggs, ajari mereka memiliki bisnis perikanan supaya komunitasnya juga berubah. Hidup yang berdampak mengentaskan masyarakat.

Saya cukup tersentak mendengar komentar seorang guru,
“Jika Anda melayani komunitas miskin dan terpinggirkan, dan setelah 5 tahun Anda melayaninya, ternyata hidup mereka tidak mengalami peningkatan, maka STOP saja pelayanan Anda! Anda sudah gagal!”

Banyak pelayanan yang selama ini hanya menyalurkan dana dari donatur dan tidak membawa perbaikan serta peningkatan taraf hidupnya. Mereka hanya diladeni, tanpa pernah dilatih untuk mandiri.
Donatur cukup puas orang-orang tidak kelaparan, dan yayasan pun hanya sekedar mengumpulkan dana dari para donatur, lalu mengelolanya dengan efektif dan efisien. Hanya sampai disitu saja visinya.

Tujuan yang benar adalah mengentaskan mereka, melatih dan membukakan jalan sehingga mereka bisa hidup mandiri dan sukses. Mengajari mereka berbisnis, membimbingnya hingga sukses.
Pada gilirannya, mereka melatih teman-teman dalam komunitasnya, agar mampu mandiri seperti mereka.
Saling mempengaruhi dan berdampak, pada akhirnya seluruh masyarakat dientaskan.

Tuhan ingin setiap orang mengemban misi ini di dunia dan setiap kita dapat menjadi ‘pebisnis’ yang tidak egois hanya memikirkan ‘aku’ tetapi berpikir untuk ‘kita’.
Inilah cara kerja yang dikehendaki Allah.
Ketika kita bersatu dan saling mengasihi, maka orang tahu, bahwa kita ini murid-murid Allah. Ada kasih tulus yang terpancar dari sana… Pancaran kasih Allah.

Menarik bukan?
Ikut bergabung dalam Visi Tuhan yuuukkk….

Whatever you’re thinking, think bigger. – Tonny Hsieh

Apa pun yang Anda pikirkan, pikirkan yang lebih besar. – Tony Hsieh.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Injil meneguhkan sekaligus mengubah kita.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Injil meneguhkan sekaligus mengubah kita.”

Peneguhan berarti kita dikasihi, kita satu dengan Dia, kita duduk bersama dengan Dia, dan kita menyandang gambar-Nya.

Transformasi berarti bahwa kita sekarang dapat berjalan dan hidup sedemikian rupa sehingga menyenangkan Tuhan!

Peneguhan harus menjadi benih yang menghasilkan buah transformasi.

Ketika kita hanya menerima bagian pertama dari pesan ini dan menutup telinga kita untuk bagian kedua, iman kita menjadi egois dan memanjakan diri sendiri.
Hanya peneguhan bukanlah hasil akhir dari Injil.

Jika kita mempertimbangkan bahwa Tuhan alam semesta mengasihi kita dan tinggal di dalam kita, tidakkah kita harus menggunakan kekuatan-Nya untuk hidup sesuai dengan kehidupan-Nya di dalam kita?

Renungkan ayat ini:
“Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita, kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.”
Ibrani 13:20-21 (TB).

“… mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.” Kolose 1:12 (TB). didahului oleh “sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal.” Kolose 1:10 (TB).

“karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah….Aku berkata demikian, bukan untuk menjatuhkan hukuman atas kamu.”
2 Korintus 7:1, 3 (TB).

Pola ini diulangi di seluruh Surat. Kita diteguhkan dalam kasih Tuhan dan kemudian didesak untuk berjalan dijalan yang menyenangkan-Nya. Kebesaran penebusan kita, kedalaman kasih Tuhan, dan luasnya kasih karunia-Nya yang tak terselidiki dinyatakan, hanya untuk diikuti dengan nasihat praktis tentang bagaimana menjalani hidup kita didunia yang sudah jatuh dalam dosa.

Kasih karunia Tuhan tidak hanya menerima dan meneguhkan kita, tetapi juga memberdayakan kita untuk menjalani hidup-Nya!

[Repost : “The gospel both affirms and transforms us.”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Titik Untuk Menerima Kesembuhan.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Titik Untuk Menerima Kesembuhan.

Terakhir ini saya kehilangan mama, sepupu, teman dll. Ada hal yang mengganggu hati nurani saya. Pada saat seseorang sakit, umumnya, keluarganyalah yang menentukan pengobatan apa yang disetujui.
Dan keluarga pula yang mengijinkan atau tidak, saat si sakit ingin dirawat di rumahnya.

“Kalau terjadi sesuatu bagaimana? Siapa yang berani ambil resiko? Ada apa-apa bisa-bisa kita yang disalahkan,” sergah seorang teman ketika papanya ngotot ingin pulang.

“Biar papa meninggal pun ingin meninggal di rumah sendiri,” papanya ‘kekeuh’ memohon. Namun keluarganya bergeming. Apalagi dokter dan rumah sakit melarangnya.


Dalam buku “Miracles & Healing Made Easy” – Mujizat dan Kesembuhan Dimudahkan, Carlie Terradez bercerita tentang putranya, Zach.

Ketika Zach berumur sekitar tujuh tahun, ia mengalami sakit telinga. Setelah empat hari mereka berdoa, dan menggunakannya seperti panadol, rasa sakit muncul setiap 4 jam, mereka berdoa. Namun tak kunjung sembuh.

Lalu Carlie bertanya kepada Tuhan,
“Apa yang terjadi, Tuhan? Apa yang harus saya lakukan?”

“Tanyalah pada Zach!”

Maka Carlie pun bertanya pada Zach.
“Aku ingin Mommy membawaku ke dokter. Jika aku ke dokter, aku akan sembuh.”

Carlie agak kecewa. Ia ingin keluarganya mengatasi masalah ini dengan iman. Tetapi okelah, Carlie membuat janji temu dengan dokter.

Keesokkan harinya, mereka menemui dokter.
Duduk di seberang meja dokter, Zach menjelaskan bahwa kedua telinganya sakit. Tetapi Tuhan sudah menyembuhkan telinganya yang satu, dan ia ingin dokter memeriksa telinga satunya yang masih sakit.
Dokter tampak agak terkejut, tetapi dia mengambil senternya, lalu melihat ke dalam telinga Zach.

“Ya,” kata dokter, “telingamu mengalami infeksi. Kamu perlu obat.”

Ketika mereka berjalan keluar dari kantor dokter, Carlie bertanya pada Zach apa yang ia rasakan.
Ia mengatakan sekarang merasa lebih baik setelah menemui dokter.

Setibanya di rumah, demam yang sudah 4 hari dialami Zach ternyata hilang. Zach TIDAK PERNAH meminum obatnya!

Iman Zach, jika dia bertemu dokter, maka ia akan disembuhkan. Jadi inilah titik baginya agar Dapat Menerima kesembuhan dari Tuhan.


Pernahkah kita menyadari bahwa semahal dan sehebat apa pun suatu obat, jika si sakit tidak mempercayainya, maka obat itu tidak berguna?

Tetapi justru obat plasebo (obat yang isinya tepung alias obat palsu) tetapi jika si sakit yakin saat meminumnya, justru menyembuhkan?

Keyakinan, kepercayaan, iman dibutuhkan untuk menerima kesembuhan, baik itu secara supernatural mau pun natural.


Pemikiran ini menggelitik hati saya, saat seorang sahabat yang sakit, sesungguhnya ingin meminum ramuan obat china seperti kebiasaan keluarga orangtuanya saat masih belia.
Namun istri dan anak-anaknya mencegahnya karena mereka lebih mempercayai obat barat modern yang mahal harganya. Bahkan didatangkan khusus dari luar negeri.
Saat akhirnya, sahabat ini meninggal dunia, muncul sesal dalam dada, bagaimana seandainya sahabat ini diberi kesempatan meminum ramuan obat china seperti imannya?

Ah, mengapa keluarganya tidak memberinya kesempatan dia menjalani pengobatan sesuai keyakinan hatinya?
Bukankah keyakinan pribadi seseoranglah yang membawa kesembuhan baginya?
Terbukti obat plasebo pun didasari dengan keyakinan yang teguh, bekerja dengan baik?

Teringat ungkapan dr. Henry Wright yang dipost Yuliadi.

“Medis sering berkata ini incurable, itu incurable.Tidak dapat disembuhkan!
Saya tidak menentang medis. Tapi saya tidak suka dengan kata incurable.
Karena kata incurable itu memuliakan setan.
*Karena kata incurable itu membuat Tuhan saya seolah terbatas.*
*Our God not limited God.*
Allah kita itu Allah yang tidak bisa dibatasi.
*Our God is limitless God.*
Allah kita adalah Allah yang tidak terbatas, ” ujar Dr. Henry Wright.

******

Seperti kasus Zach, iman Zach untuk bertemu dokterlah yang menjadi TITIK BAGINYA UNTUK MENERIMA KESEMBUHANNYA.
Dan itu personal antara Zach dan Tuhan. Iman dan doa Carlie tidak bisa menyembuhkan Zach.

Siapa tahu jika keinginan papa teman saya untuk pulang ke rumah dituruti, justru menjadi titik untuk menerima kesembuhannya?
Who knows?
Kalau pun tidak sembuh, setidaknya itu hidup sang papa, mestinya itu hak sang papa menentukan akhir hidupnya.
Di rumah sakit pun, akhirnya sang papa meninggal.


Lina memutuskan pulang paksa saat dirawat di rumah sakit. Dia sadar, tubuhnya sudah tidak tahan mengkonsumsi obat-obat berat.
Ditambah lagi suasana di rumah sakit, makin membuatnya tercekam dan justru menciutkan harapannya untuk sembuh.

Dengan dibantu tabung oksigen dan nafas yang tersengal-sengal, Lina pulang. Dirawat di rumah, makan makanan yang sehat, fokus mendengarkan pelajaran kesembuhan dilengkapi menonton kesaksian kesembuhan. Doa bersama dan dukungan seluruh keluarga, membuat semangat hidupnya, bangkit. Imannya tumbuh. Kalau orang lain disembuhkan, saya juga.
Lina sembuh sempurna.

Demikian juga drg. Henny memilih merawat suaminya, drg Iwan di rumahnya,
“Saya lebih memilih merawat sendiri di rumah dengan pengawasan dokter, mengingat di rumah sakit jumlah perawat terbatas, sementara pasien membludak. Bahkan yang antri kamar saja sampai menunggu di tenda. Belum lagi P. Iwan kan butuh pruning segala. Di rumah saya bisa melakukannya, tetapi di rumah sakit, belum tentu bisa tertangani dengan baik. “

P. Iwan & B. Henny sembuh sempurna.


Artikel ini tidak bermaksud menghakimi…
Tetapi sekedar melemparkan pemikiran, ada baiknya jika kita bisa memberikan kesempatan orang-orang yang kita kasihi, menggapai titik imannya. Apa pun hasilnya, itu nomor dua.

Iman itu personal. Hubungan pribadi seseorang dengan Tuhannya. Kehendak Tuhan biasa disampaikan langsung pada yang bersangkutan, bukan kepada orang lain.
Mungkin bagi kita tidak masuk akal, tetapi kita tidak bisa memahami hal-hal rohani dengan logika, bukan?

Bagaimana pendapat Anda?

When the POWER OF GOD is present, healing and deliverance are just like BREATHING! – T. B. Joshua.

Ketika KEKUATAN TUHAN hadir, penyembuhan dan pembebasan sama seperti Sekedar BERNAFAS! – T.B. Joshua.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 205 206 207 208 209 314