Hanna, sahabat yang setia antar jemput saya ke sekolah. Hanna memiliki mobil dan dijadikan taxi online. Dalam perjalanan, kami selalu sharing materi pelajaran di Charis dan betapa dahsyatnya Tuhan dalam kehidupan kami. Hanna sudah lulus Charis level satu.
“Hanna, ada MB-Gen yang memberi beasiswa bagi anak-anak yang mau belajar ke Taiwan. Di sana mereka bisa 3 bulan sekolah dan 3 bulan kerja. Ortu gak perlu kirim uang lagi. Penghasilannya cukup untuk hidup dan bayar uang sekolah. Bahkan tahun pertama, anak-anak diharuskan menabung, supaya tahun berikutnya bisa membiayai mamanya datang ke Taiwan. Melihat kegiatan mereka di sana,” ujar saya memberikan informasi kepada Hanna.
Wow… Hanna excited dan bersemangat sekali. Dia ingin mengirimkan Stevan anaknya yang ke dua, belajar di SMK di Taiwan. Kebetulan Stevan tertarik pada jurusan food & beverage. Dan membayangkan bisa mengirim Stevi, putri sulungnya ambil S2 setelah lulus kuliah. Sayangnya Stevan tidak tertarik.
“Kita bawa dalam doa saja Hanna. Kalau ini yang terbaik untuk Stevan, Tuhan bisa mengubah hati Stevan,” hibur saya.
Hanna seorang ibu yang baik. Meski putranya tidak tertarik, dia tetap ikut berbagai zoom acara MB-Gen, sehingga dia mendapat informasi yang mumpuni.
Sekitar sebulan kemudian, Hanna dengan ceria memberi kabar, “Stevan sekarang tertarik ikut MB-Gen. Dia rajin ikut zoom. Sayangnya, Stevan sudah terlambat jadi bisanya ikut rombongan yang berangkat tahun 2023. Rombongan yang berangkat 2022 sudah tutup.”
“Gapapa Hanna, kita bawa dalam doa saja. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Dan lagi Tuhan pasti mengatur yang terbaik bagi Stevan.”
“Iya… Saya terus berdoa, fokus pada firman Tuhan dan deklarasi janji-janji-Nya.”
Beberapa minggu kemudian, kebetulan saya ada meeting dengan Coach Kaki, CEO & Founder MB-Gen. Di tengah perbincangan, kami menyinggung tentang Stevan. Coach Kaki tertarik untuk interview Stevan.
Dengan antusias Hanna bercerita, “Coach Kaki sudah interview Stevan, Ci Yenny… Asalkan Stevan disiplin mengikuti program MB-Gen, Stevan dipertimbangkan bisa diberangkatkan ikut rombongan tahun 2022.”
Yeaaayyyy…..
Beberapa bulan kemudian, berita baik pun tiba lagi. Stevan terpilih menjadi salah seorang murid yang bisa berangkat ke Taiwan tahun 2022. Dengan wajah ceria, Stevan secara khusus menemui dan mengucapkan rasa terimakasihnya kepada saya.
Saya sungguh terharu. Apa sich yang saya lakukan? Hanya memberikan informasi dan ternyata ini menjadi sarana bagi Stevan bisa bertemu Coach Kaki dan sekolah ke Taiwan. Tuhan…. Saya merasa terhormat. Air mata pun siap menetes…. Dahsyatnya Tuhanku…
Tiba saatnya Stevan harus mengumpulkan paspor. Hanna segera mencari travel agent untuk membuat paspor Stevan. Semua berjalan lancar, hingga saat pengambilan foto paspor. Petugas imigrasi, menginterview Stevan. Ketika sang petugas tahu papa dan mama Stevan sudah bercerai, maka dia berkata, “Seharusnya papanya yang datang. Kecuali mamanya membawa surat cerai.”
Hanna chat saya. Segera saya telpon balik. “Saya gak urus surat cerai karena saya ga ada pikiran untuk menikah lagi. Gak pentinglah, pikir saya.”
“Hanna saya juga gak tahu solusinya. Tetapi Tuhan tahu. Kita berdoa sepakat saja, minta pertolongan Tuhan. Kita sehati percaya dan deklarasi, Tuhan yang sudah memulai, maka Tuhan yang akan menyelesaikan dengan sempurna. Tuhan tidak pernah mempermalukan orang-orang yang menaruh harap kepadanya. Jangan lupa terus berdoa dalam roh.”
Hanna segera berangkat ke kantor Pengadilan Negeri. Menunggu cukup lama, bersamaan dengan jam makan siang. Saat petugas datang, ternyata prosesnya lama. Dari mulai mengajukan permohonan hingga dapat surat cerai memakan waktu setidaknya sebulan lebih. Oh… Tidak bisa… Terlambat. Tinggal beberapa hari lagi pengumpulan paspor ditutup.
Tiba-tiba muncul di kepala Hanna hikmat Tuhan. Kan papa Stevan punya surat cerainya, mengapa tidak pinjam saja? Jauh lebih cepat. Hanna minta tolong Stevi untuk ambil surat cerai papanya.
Setelah menerima surat cerainya, Hanna galau lagi. “Ci, di surat cerai ternyata di ujung kanan atas tertulis: “Untuk Suami.” Bagaimana ya?”
“Kita berdoa sepakat saja supaya Tuhan butakan mata petugas, sehingga tidak melihat tulisan” Untuk Suami.” Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.”
Keesokan harinya, Hari Senin, Stevan foto paspor tanpa masalah. Petugas betul-betul tidak melihat tulisan itu. Tuhan baik. Duh, leganya hati Hanna.
Saat bertemu Hanna lagi, ada cerita baru lagi. “Saya mesti bayar extra 300 ribu rupiah. Ternyata paspor Stevan E-paspor.”
“Saya kalau bikin paspor, selalu minta E-paspor. Enak gak usah ngantri. Di airport besar, seperti Soekarno-Hatta, bisa scan langsung keluar,” saya menjelaskan, “Kalau punya E-paspor, mengurus Visa Jepang 1x berlaku 3 tahun. Bisa ke Jepang anytime. ‘Kekeliruan’ ini nubuatan untuk Stevan nanti bisa ke Jepang dan negara-negara lain Tuhan sudah mempersiapkan masa depan yang dahsyat untuk Stevan.”
Kami semua makin excited. Siap meraih masa depan yang penuh harapan bagi Stevan dan Hanna sekeluarga. Dana untuk keberangkatan pun sudah disediakan adik Hanna. Tuhan menjamah adik Hanna dan memperlengkapi apa pun yang dibutuhkan Stevan.
Minggu lalu, Hanna mendatangi saya, “Coach kaki sudah memastikan Stevan berangkat Juli 2022, Ci Yenny. Saya mimpi pun tidak, bisa menyekolahkan anak ke luar negeri…,” ucap Hanna dengan penuh syukur.
Kami semua bersukacita sekaligus terpesona…. Hanna tidak pernah bermimpi bisa menyekolahkan Stevan ke luar negeri, tetapi mimpi Tuhan bagi Hanna lebih besar. Tidak hanya mimpi, tetapi Tuhan menyediakan apa pun yang dibutuhkan, melebihi harapan Hanna.
God is good all the time. All the time, God is good.
Allah kita adalah Allah yang adil. Tidak pilih-pilih atau memandang muka. Tidak hanya Hanna yang diberi kesempatan dan mujizatnya, tetapi setiap kita. Pertanyaannya: Bersediakah kita meresponi Dia dan terus bergantung kepada- Nya seperti Hanna?
The lovers of God who chase after righteousness, will find all their dreams come true: an abundant life drenched with favor.
Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan.
YennyIndra TANGKI AIR & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
“Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal.” 1 Timotius 6:12 (TB).
Jika semua yang kita inginkan dalam hidup terjadi secara instan, tidak perlu lagi ada iman. Anugerah membuat semua berkat Tuhan tersedia, tetapi dengan iman kita bisa menerimanya. Kadang-kadang keadaan atau serangan musuh dapat menghalangi apa yang telah dijanjikan. Jika hal itu terjadi pada Paulus, hal yang sama bisa terjadi pula pada diri kita.
“Sebab kami telah berniat untuk datang kepada kamu — aku, Paulus, malahan lebih dari sekali —, tetapi Iblis telah mencegah kami.” 1 Tesalonika 2:18 (TB).
Pada akhir hidup Paulus, dia menyatakan : “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. 2 Timotius 4:7 (TB).
Iman kita yang teguh, merupakan buah dari hubungan kita yang kuat dengan Tuhan. Di luar Dia, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Bersama-Nya kita dapat melakukan segala perkara. Jika kita menyerah, itu karena kita memilihnya, bukan karena keadaan yang terlalu berat atau musuh terlalu kuat. Keadaan bersifat sementara, lalu musuh pun dikalahkan! Kita bisa tetap beriman.
Apa pun yang mungkin kita hadapi, justru merupakan kesempatan untuk memberikan kesaksian atas kemenangan yang kita raih. Angkatlah perisai iman. Bangkitkan karunia yang ada dalam diri kita. Deklarasikan kemenangan. Bersukacitalah di dalam Tuhan! Dia Yang Besar tinggal didalam kita!
“Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.” 2 Petrus 1:4 (TB).
[Repost ; “Are you up for a fight?”, – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Dengan penuh syukur, Monica menceritakan tentang ‘anak-anaknya’ di Pondok Hayat, yang akan berangkat ke Taiwan mengambil S1: Jack, Moses, Donny.
“Tidak ada seorangpun yg lahir di dunia secara kebetulan, tetapi lahir dengan tujuan. Bahkan hari-hari mereka sudah ditulis oleh Allah. Itulah sebabnya, sejak kecil yang ditanamkan kepada anak-anak: ‘kalian adalah anak-anak pilihan Tuhan, anak yg direbut dari kematian supaya apa yang menjadi tujuan Tuhan bisa tergenapi’. Mereka menerima realita tidak memiliki orangtua kandung.
Steve (alm suami monica) dan aku yang jadi orangtua mereka. Anak-anak dekat dengan kami dan juga dengan Daniel serta Ariel, anak-anak kandungku yang jadi kakak mereka. Kalau ada pergumulan, mereka ingin curhat, tidak jarang ke rumah, langsung bilang: Ma aku perlu ngomong, atau langsung curhat ke Daniel atau Ariel,” demikian Monica memulai kisahnya.
Tetapi bagaimanapun, dampak penolakan dan percobaan aborsi itu ada. Waktu masih balita, Donny kerap marah meledak-ledak, tantrum, kursi, meja, pintu sekolah ditendang, barang dirusak. Bahkan kerap berteriak “Aku anak setan…” Mengajari saudara-saudaranya, kalau mau menang, kamu harus marah!
Padahal anak-anak sejak kecil sudah diterima, didoakan dan dikasihi. Tapi Puji Tuhan, dengan berjalannya waktu, karena kasih, penerimaan, pembinaan serta anugerah Allah, Donny bertumbuh jadi anak yang sweet sekali. Berhasil di sekolah, bisa berteman dengan baik, aktif pelayanan dan main musik. Kalau ada tamu-tamu Pondok Hayat dari luar negeri Donny yang menterjemahkan dan kerap bersaksi pula.
Di Imet ini, soft skill Donny diasah. Dia kerap dipilih menjadi MC atau memimpin event-event. Mengajar leadership dan digital sport untuk teman-temannya. Donny anak yang ringan tangan, penuh empati dan sweet. Perubahan yang sangat drastis kalau aku ingat masa kecilnya.
Semua anak-anak Pondok Hayat sejak kecil sudah dilatih bermain musik dan olah raga (futsal, sepak bola, frisbee) dll. Supaya bisa melayani dan menemukan bakatnya.
Yang berangkat lagi, Jack, anak yang manis waktu kecil, dan bersyukur melewati masa pubertasnya dengan baik. Jack bagus di matematika tetapi dia masuk IPS. Jack anak yang setia dan aktif pelayanan. Di Imet, Jack mengurus dokumentasi.
Jack menulis:
“Pertama kali ikut Imet disuru memilih ICom, saya memilih travel tourism. Awalnya karena ga ada senior, kami menyebar kesana kemari saat tiba waktu diskusi. Lalu saya minta OC (online consultation) dengan CK(Coach Kaki, founder & CEO MB-Gen). Saya bertanya bagaimana cara menjalankan travel tourism. Lalu CK bilang jalanin dulu aja dengan anggota yang ada. Akhirnya saya maju jadi wakil ketua di travel tourism.
Awalnya minder ga percaya diri. Karena diingatkan sama budaya ImET “Lo Mau OKeH aja!”
Loyal
Taat
Setia
Mau diajar
Komunikatif Orang Tua
Hindari 2 hal
Berdiam diri (untuk menyelesaikan masalah sendiri.)
Paksa diri (menyelesaikan masalah sendiri.)
Saya pun jadi berani. Saya mengajak para anggota travel tourism, bersama-sama membahas materi2 yang diberikan oleh admin. Dan Puji Tuhan sampai sekarang ICom Travel Tourism (T2) berjalan lancar, dan tentu ketua dan wakil bergiliran.”
Yang ketiga, Moses, pribadi yang sejak kecil selalu ringan tangan, rapi, rajin sekali mengerjakan tugas harian. Nomor satu untuk hal itu. Moses itu punya kemampuan dan ketekunan untuk memelihara binatang. Di Imet, Moses banyak mengerjakan editing.
“Pertama ikut Imet, saya merasa takut untuk mengikuti dan berpartisipasi seperti teman-teman lain. Tapi seiring berjalannya waktu, saya menberanikan diri untuk berpartisipasi dan mengikuti komunitas dalam group IMeT tersebut, yaitu mengikuti group konten yang bertugas mengedit video2 untuk acara2 besar IMeT.
Di situ saya belajar mengedit sambil terus meningkatkan diri menjadi lebih baik. Akhirnya bisa, dan di percayakan untuk menjadi ketua di group konten tersebut, memimpin teman-teman yang lain. Dan Puji Tuhan saya dapat mendorong teman-teman agar belajar mengedit juga.”
Yang paling aku syukuri dan bangga dari semuanya, anak-anak mampu menghandle bullying dari teman-temannya, tetapi tanggapan mereka baik sekali. Karena mereka memiliki rasa percaya diri dan paham identitas mereka di dalam Tuhan, sehingga hal-hal dari luar tidak terlalu mengganggu,” Monica menutup ceritanya. Monica menjadi Coach juga di Imet by MB-Gen.
Hati saya bercampur aduk antara terharu, bangga, berbunga-bunga, melihat Donny, Jack dan Moses.
Kisah ini bagi saya menunjukan betapa Pondok Hayat tidak hanya dikelola dengan sangat baik, tetapi berhasil memulihkan serta mendidik anak-anak menjadi calon pemimpin di masa depan.
Melalui artikel ini, ada sebuah pesan sederhana yang ingin sampaikan kepada masyarakat: Jangan pernah ada yang menggugurkan kandungan. Mengaborsi berarti menyabotase rencana Allah. Setiap anak diciptakan Tuhan dengan tujuan khusus, unik dan tak tergantikan.
Lihatlah Donny, Jack dan Moses… Mereka nyaris digugurkan saat dalam kandungan, tetapi mari kita lihat sekarang… Pemuda-pemuda cerdas penuh potensi, cinta Tuhan, baik sikap, perilaku mau pun kepribadiannya so sweet. Merekalah calon-calon pemimpin besar di masa depan.
Yuk kita sebarkan kisah ini… Kalau sudah terlanjur hamil, jangan digugurkan. Ada tempat untuk mereka bernaung hingga melahirkan, yaitu Pondok Hayat. Setelah lahir, lalu berubah pikiran, sang bayi ingin dibesarkan oleh ibunya, dengan senang hati. Tidak mau memelihara? Biarkan Pondok Hayat yang membesarkannya. Jangan digugurkan!
Mari kita ambil bagian untuk menyelamatkan calon-calon pemimpin di masa depan.
“Abortion kills twice. It kills the body of the baby and it kills the conscience of the mother. Abortion is profoundly anti-women.” – Mother Teresa.
“Aborsi itu dua kali pembunuhan. Membunuh tubuh sang bayi dan membunuh hati nurani si ibu. Aborsi sangat anti-perempuan.” – Mother Teresa.
YennyIndra TANGKI AIR & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Pernahkah kita ragu-ragu pada Tuhan karena berpikir: lho itu orang Kristen, aktif melayani, buktinya doanya tidak terjawab, penyakitnya tidak sembuh? Padahal aku gak seaktif dia…. Lalu keraguan menyelinap dalam hati, jangan-jangan doaku tidak dijawab Tuhan, yang lebih rohani saja gak dijawab doanya…
Kita kerap melihat orang lain tetapi lupa, bahwa kita tidak bisa melihat hati seseorang dan motivasinya dalam melakukan sesuatu. Manusia hanya bisa melihat sejauh mata memandang tetapi Tuhan melihat hati.
Seperti 12 orang pengintai, mereka semua satu bangsa, dibesarkan di lingkungan yang sama, berjalan bersama-sama menuju ke Tanah Perjanjian… Nampaknya serupa. Tetapi ternyata tidak. Ada Yosua dan Kaleb yang bersungguh hati terhadap Tuhan sehingga hanya mereka berdua yang diijinkan Tuhan masuk ke tanah perjanjian. Sementara 10 pengintai lainnya tidak.
Pelajarannya, yang mayoritas belum tentu benar. Jangan tergoda ikut-ikutan. Standar kebenaran sejati hanya firman Tuhan.
Jangan melihat dan meniru orang lain. Standar kebenaran seharusnya hanya firman Tuhan. Itu yang menentukan kita menang atau kalah, mati di padang gurun atau menikmati kelimpahan tanah perjanjian.
Saya 15 tahun membaca Alkitab tahunan dan lunas. Pasti selesai setiap tahun. Seharusnya ini menggambarkan kerohanian saya yang oke bukan? Ternyata tidak.
Saya baru paham, ketika membaca firman Tuhan sebagai kewajiban semata, tanpa pertolongan Roh Kudus, tidak ada bedanya dengan membaca koran atau novel.
Pernah waktu liburan ke luar negeri, berangkat pagi pulang malam, 3 hari saya ga baca firman. Merasa bersalah dong… Hari ke 4, langsung baca 16 pasal. Asal baca… Pokoknya lunas. Lega…. Tentu saja tidak memperoleh apa-apa.
Membaca firman tujuannya membangun hubungan, mengenal Allah. Karena firman adalah pribadi Allah sendiri. Direnungkan dengan perasaan cinta, rindu mengenal – Nya makin dekat dan melekat kepada-Nya.
P. Jacob post tulisan Steven Covey yang apik.
Jika kita tidak berhati-hati untuk selalu meminum ‘air kehidupan’ setiap hari, lambat laun kita akan mudah merasa asing kepada Tuhan dan jalan-jalan-Nya, serta identitas dan tujuan Ilahi kita sendiri – Steven R Covey.
Bukan sekedar kewajiban tetapi menyadari, siapa diri kita di dalam Kristus, jalan Tuhan itu yang mana sehingga kita bisa menjalaninya dan tahu bahwa tujuan hidup kita adalah menggenapi rancangan-Nya. Lalu bertindak menghidupi kebenarannya.
John G Lake adalah pemimpin American-Canadian dari the Pentecostal movement yang dimulai pada awal abad ke 20. Pelayanannya yang terkenal yaitu membuka “healing rooms” di berbagai kota di US, yang menyembuhkan orang-orang sakit melalui Kesembuhan Ilahi, mujizat dan kuasa Tuhan sebagai pelayanan normal sehari-hari.
Ratusan ribu penyembuhan yang didokumentasikan terjadi di ruang penyembuhan di Spokane, Washington dan Portland, Oregon, sedemikian rupa sehingga walikota Spokane secara pribadi mengakui dan berterima kasih kepada Dr. Lake karena menjadikan Spokane “kota tersehat di Amerika Serikat.”
Sebegitu berpengaruh pelayanan John G Lake hingga banyak rumah sakit yang tutup karena kekurangan pasien.
Pada suatu ketika, terjadi wabah besar-besaran di Afrika sehingga puluhan ribu orang mati. John G Lake pun ke Afrika untuk membantu.
Ada seorang dokter yang berkata kepada Dr. Lake, “Untunglah kita telah divaksin karena ludah dan cairan pasien sangat menular.”
“Saya tidak divaksin,” ujar Dr. Lake.
Dokter itu kaget. Bagaimana mungkin Dr. Lake tidak tertular? John G lake menawarkan untuk mengadakan test. Ludah pasien yg sakit, dilihat dibawah mikroskop banyak bakterinya. Begitu dioleskan ke tangan Lake, bakteri itu mati.
Terbukti Kuasa Kesembuhan bekerja dalam diri John G Lake yang mengandalkan kebenaran firman Tuhan & berdoa di dlm roh. Dahsyat sekali.
Hingga Mahatma Gandhi pun memujinya. “Ajaran Dr.Lake pada akhirnya akan diterima oleh seluruh dunia.”
Sebagai orang percaya, kita memahami, keberhasilan John G. Lake karena menjadikan Yesus sebagai inti dan pusat dari semua yang dilakukan dan diajarkan Lake.
John G. Lake membuat pernyataan bersama dengan Thomas Hezmalhalch bahwa mereka hanya mengajar dan menyatakan apa yang dinyatakan dengan jelas oleh Firman Tuhan.
Hhhmmm… Kita senang membaca kisah hebat seperti John G Lake. Bahkan dengan bangga ikutan bersaksi, “iya lho… Om saya juga dapat mujizat kesembuhan” , atau “teman saya juga… Bla.. Bla.. Bla…” Lhah!!! Bagaimana dengan kita, terima mujizat kesembuhan tidak? Jangan puas jadi penonton, karena setiap orang percaya diberi otoritas yang sama oleh Tuhan. Ayooo sama-sama belajar rahasianya.
Apa rahasianya Lake bisa sehebat itu? Ternyata dia berpegang pada firman:
Roma 8:2 (TB) Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.
Romans 8:2 (TPT) For the “law” of the Spirit of life flowing through the anointing of Jesus has liberated us from the “law” of sin and death
Karena “hukum” Roh kehidupan yang mengalir melalui urapan Yesus telah membebaskan kita dari “hukum” dosa dan maut.
Ketika John G Lake memegang pewahyuan ini, maka maut tidak dapat menyentuhnya. Ini bisa terjadi karena Lake sungguh-sungguh membangun hubungan yang dekat dengan Tuhan dan menghidupi firman-Nya.
Tahukah kita bahwa apa pun yang Yesus lakukan, kita juga bisa melakukannya?
1 John 4:17 (KJV) Because as he is, so are we in this world.
1 Yohanes 4:17 (TB) Karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.
° Yesus berjalan di atas air, karena Dia manusia yang percaya siapa diri-Nya, sesuai apa yang difirmankan oleh Bapa-Nya.
° Yesus menyembuhkan orang banyak karena Dia tunduk sepenuhnya kepada realita bahwa Allah ada di dalam diri-Nya.
Karena Allah ada di dalam Dia, Yesus melakukan hal-hal yang spektakuler.
° Yesus belajar Kitab Suci supaya menemukan siapa diri-Nya di dalam Alkitab dan bertindak sesuai apa yang tertulis lalu menghidupinya.
Lukas 4:17-21 (TB) Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”
Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”
° “Pergilah dan perbuatlah demikian,” kata Yesus kepada kita semua dalam Lukas 10:37.
Maukah kita mentaati-Nya? Praktik sama-sama yuk…
“There are four principles we need to maintain : First, read the Word of God. Second, consume the Word of God until it consumes you. Third believe the Word of God. Fourth, act on the Word of God.” – Smith Wigglesworth.
Ada empat prinsip yang perlu kita jaga: Pertama, baca Firman Tuhan. Kedua, konsumsi Firman Tuhan sampai habis. Ketiga percaya kepada Firman Tuhan. Keempat, bertindak sesuai Firman Tuhan.” – Smith Wigglesworth.
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC ?? MPOIN PLUS & PIPAKU ?? PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Klik: https://mpoin.com/
gospeltruth’scakes
yennyindra
InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
mengenalTuhan #FirmanTuhan
Gospel Truth’s Cakes? ? Yenny Indra ?
Kita Seperti Yosua dan Kaleb OR 10 Pengintai?
Pernahkah kita ragu-ragu pada Tuhan karena berpikir: lho itu orang Kristen, aktif melayani, buktinya doanya tidak terjawab, penyakitnya tidak sembuh? Padahal aku gak seaktif dia…. Lalu keraguan menyelinap dalam hati, jangan-jangan doaku tidak dijawab Tuhan, yang lebih rohani saja gak dijawab doanya…
Kita kerap melihat orang lain tetapi lupa, bahwa kita tidak bisa melihat hati seseorang dan motivasinya dalam melakukan sesuatu. Manusia hanya bisa melihat sejauh mata memandang tetapi Tuhan melihat hati.
Seperti 12 orang pengintai, mereka semua satu bangsa, dibesarkan di lingkungan yang sama, berjalan bersama-sama menuju ke Tanah Perjanjian… Nampaknya serupa. Tetapi ternyata tidak. Ada Yosua dan Kaleb yang bersungguh hati terhadap Tuhan sehingga hanya mereka berdua yang diijinkan Tuhan masuk ke tanah perjanjian. Sementara 10 pengintai lainnya tidak.
Pelajarannya, yang mayoritas belum tentu benar. Jangan tergoda ikut-ikutan. Standar kebenaran sejati hanya firman Tuhan.
Jangan melihat dan meniru orang lain. Standar kebenaran seharusnya hanya firman Tuhan. Itu yang menentukan kita menang atau kalah, mati di padang gurun atau menikmati kelimpahan tanah perjanjian.
Saya 15 tahun membaca Alkitab tahunan dan lunas. Pasti selesai setiap tahun. Seharusnya ini menggambarkan kerohanian saya yang oke bukan? Ternyata tidak.
Saya baru paham, ketika membaca firman Tuhan sebagai kewajiban semata, tanpa pertolongan Roh Kudus, tidak ada bedanya dengan membaca koran atau novel.
Pernah waktu liburan ke luar negeri, berangkat pagi pulang malam, 3 hari saya ga baca firman. Merasa bersalah dong… Hari ke 4, langsung baca 16 pasal. Asal baca… Pokoknya lunas. Lega…. Tentu saja tidak memperoleh apa-apa.
Membaca firman tujuannya membangun hubungan, mengenal Allah. Karena firman adalah pribadi Allah sendiri. Direnungkan dengan perasaan cinta, rindu mengenal – Nya makin dekat dan melekat kepada-Nya.
P. Jacob post tulisan Steven Covey yang apik.
Jika kita tidak berhati-hati untuk selalu meminum ‘air kehidupan’ setiap hari, lambat laun kita akan mudah merasa asing kepada Tuhan dan jalan-jalan-Nya, serta identitas dan tujuan Ilahi kita sendiri – Steven R Covey.
Bukan sekedar kewajiban tetapi menyadari, siapa diri kita di dalam Kristus, jalan Tuhan itu yang mana sehingga kita bisa menjalaninya dan tahu bahwa tujuan hidup kita adalah menggenapi rancangan-Nya. Lalu bertindak menghidupi kebenarannya.
John G Lake adalah pemimpin American-Canadian dari the Pentecostal movement yang dimulai pada awal abad ke 20. Pelayanannya yang terkenal yaitu membuka “healing rooms” di berbagai kota di US, yang menyembuhkan orang-orang sakit melalui Kesembuhan Ilahi, mujizat dan kuasa Tuhan sebagai pelayanan normal sehari-hari.
Ratusan ribu penyembuhan yang didokumentasikan terjadi di ruang penyembuhan di Spokane, Washington dan Portland, Oregon, sedemikian rupa sehingga walikota Spokane secara pribadi mengakui dan berterima kasih kepada Dr. Lake karena menjadikan Spokane “kota tersehat di Amerika Serikat.”
Sebegitu berpengaruh pelayanan John G Lake hingga banyak rumah sakit yang tutup karena kekurangan pasien.
Pada suatu ketika, terjadi wabah besar-besaran di Afrika sehingga puluhan ribu orang mati. John G Lake pun ke Afrika untuk membantu.
Ada seorang dokter yang berkata kepada Dr. Lake, “Untunglah kita telah divaksin karena ludah dan cairan pasien sangat menular.”
“Saya tidak divaksin,” ujar Dr. Lake.
Dokter itu kaget. Bagaimana mungkin Dr. Lake tidak tertular? John G lake menawarkan untuk mengadakan test. Ludah pasien yg sakit, dilihat dibawah mikroskop banyak bakterinya. Begitu dioleskan ke tangan Lake, bakteri itu mati.
Terbukti Kuasa Kesembuhan bekerja dalam diri John G Lake yang mengandalkan kebenaran firman Tuhan & berdoa di dlm roh. Dahsyat sekali.
Hingga Mahatma Gandhi pun memujinya. “Ajaran Dr.Lake pada akhirnya akan diterima oleh seluruh dunia.”
Sebagai orang percaya, kita memahami, keberhasilan John G. Lake karena menjadikan Yesus sebagai inti dan pusat dari semua yang dilakukan dan diajarkan Lake.
John G. Lake membuat pernyataan bersama dengan Thomas Hezmalhalch bahwa mereka hanya mengajar dan menyatakan apa yang dinyatakan dengan jelas oleh Firman Tuhan.
Hhhmmm… Kita senang membaca kisah hebat seperti John G Lake. Bahkan dengan bangga ikutan bersaksi, “iya lho… Om saya juga dapat mujizat kesembuhan” , atau “teman saya juga… Bla.. Bla.. Bla…” Lhah!!! Bagaimana dengan kita, terima mujizat kesembuhan tidak? Jangan puas jadi penonton, karena setiap orang percaya diberi otoritas yang sama oleh Tuhan. Ayooo sama-sama belajar rahasianya.
Apa rahasianya Lake bisa sehebat itu? Ternyata dia berpegang pada firman:
Roma 8:2 (TB) Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.
Romans 8:2 (TPT) For the “law” of the Spirit of life flowing through the anointing of Jesus has liberated us from the “law” of sin and death
Karena “hukum” Roh kehidupan yang mengalir melalui urapan Yesus telah membebaskan kita dari “hukum” dosa dan maut.
Ketika John G Lake memegang pewahyuan ini, maka maut tidak dapat menyentuhnya. Ini bisa terjadi karena Lake sungguh-sungguh membangun hubungan yang dekat dengan Tuhan dan menghidupi firman-Nya.
Tahukah kita bahwa apa pun yang Yesus lakukan, kita juga bisa melakukannya?
1 John 4:17 (KJV) Because as he is, so are we in this world.
1 Yohanes 4:17 (TB) Karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.
° Yesus berjalan di atas air, karena Dia manusia yang percaya siapa diri-Nya, sesuai apa yang difirmankan oleh Bapa-Nya.
° Yesus menyembuhkan orang banyak karena Dia tunduk sepenuhnya kepada realita bahwa Allah ada di dalam diri-Nya.
Karena Allah ada di dalam Dia, Yesus melakukan hal-hal yang spektakuler.
° Yesus belajar Kitab Suci supaya menemukan siapa diri-Nya di dalam Alkitab dan bertindak sesuai apa yang tertulis lalu menghidupinya.
Lukas 4:17-21 (TB) Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”
Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”
° “Pergilah dan perbuatlah demikian,”kata Yesus kepada kita semua dalam Lukas 10:37.
Maukah kita mentaati-Nya? Praktik sama-sama yuk…
“There are four principles we need to maintain : First, read the Word of God. Second, consume the Word of God until it consumes you. Third believe the Word of God. Fourth, act on the Word of God.” – Smith Wigglesworth.
*“Ada empat prinsip yang perlu kita jaga: Pertama, baca Firman Tuhan. Kedua, konsumsi Firman Tuhan sampai habis. Ketiga percaya kepada Firman Tuhan. Keempat, bertindak sesuai Firman Tuhan.” – Smith Wigglesworth.
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
“Oh ya Yenny, mau cerita berita sukacita…Anak-anak mau berangkat ke Taiwan…Yeaaayyyy. Yenny yang memperkenalkan kami dengan MB-gen,” cerita B. Liana dengan penuh sukacita, “Ada kisah Naomi putri tunggal, bapaknya jadi driver gojek, sakitnya macam-macam. Sedang dalam tahap pemulihan setelah opname. Ibunya jualan mie ayam di rumah…6000 rupiah perporsi, kadang habis kadang tidak.
Naomi anaknya sweet banget. Rajin. Dia murid dari Rumah Bimbel (Rumbel) Wonosari yang saya dan Armita kelola sekitar 6 tahun berjalan. Naomi mendapat dana sekolah dari Rumbel. Mamanya menangis, bingung biaya darimana untuk ke Taiwan? Tapi kami menghibur, Tuhan pasti menyediakan. Kami sedang berdoa untuk biaya tiket dan visanya.
3 Anak Pondok Hayat ke Taiwan masuk jenjang S1. Donny, Moses & Jack. Anak bu Ros, (guru di MDC) namanya Arum dan 1 guru sekolah TK di Joyoboyo, Grace namanya, mengambil jenjang S2 & keponakanku juga berangkat. Lovie namanya.
Kisah Grace sungguh luuuar biasa juga. Putri seorang janda, jual donat demi untuk membiayai sekolahnya. Serasa mimpi bisa sekolah S2 di Taiwan. Aku kagum, saat akan menyelesaikan S1 nya, Grace kekeuh ga mau berhutang. Kalau perlu mengulang tahun depan gapapa… Pokoknya gak mau hutang. Dan tepat pada malam sebelum hari terakhir pendaftaran skripsi, jawaban doa tiba. Tuhan tidak pernah terlambat.”
“Wow… Langka itu. Karakter yang perlu diteladani anak-anak muda lainnya.”
Naomi tidak hanya belajar di bimbel, tetapi juga mengajar adik-adik kelas 1 dan 2 di bimbel tersebut. “Awalnya ada rasa canggung, tapi lama kelamaan senang. Membentuk karakter yang baik, melatih kesabaran dan tidak pemalu,” Naomi menjelaskan, “Demikian pula ketika mengikuti program pelatihan IMeT by MB-gen bersama 2 temanku pilar (Ellena & Ahmad ghani). Awalnya canggung dan kurang percaya diri. Sempat down, takut mengutarakan pendapat dan sharing langkah aksi. Coach Kaki memberikan pengertian dan support, sehingga saya bersemangat, tidak malu atau takut lagi.”
Cita-citanya ingin buka restoran. Naomi akan mengambil jurusan Food & Beverage.
Saya sekolah di Charis, lalu ada Mission Trip dan melayani di Satu Hati Bagi Negeri yg dipimpin Coach Hanna. Setelah Mission Trip, Coach Hanna memperkenalkan saya dengan Coach Kaki. Padahal saat itu saya baru kenal Coach Hanna . Kami sama-sama murid Charis tetapi beda angkatan.
Entah bagaimana saya teringat dengan Coach Monica dan Ibu Liana founder dan pemimpin Pondok Hayat, Sekolah Gratis Pelita Permai, Rumah Bimbel dsb. Saya memperkenalkan pada Coach Kaki. Terjadi kerja sama. Coach Monica berkata, “Coach Kaki benar-benar dipakai Tuhan bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang tak terbayangkan. Programnya bagus dan kami langsung cocok.”
Dapat kabar mereka ke Taiwan, saya terpukau. Banyak diantara Imeters ini, mimpi pun tidak, bisa sekolah ke luar negeri. Tetapi tujuan Tuhan bagi setiap kita, itu jauh lebih besar daripada yang bisa kita pikirkan mau pun bayangkan. Terbukti, ketika mereka mengerjakan apa yang ada di tangan mereka dengan excellent,terpilih ke Taiwan dan masa depan yang lebih dahsyat lagi menanti.
Menurut cara dunia, untuk sukses harus ada uang, koneksi, fasilitas dll. Tetapi Jalan Tuhan, Bukan Jalan Kita. Dengan cara tak terduga, mereka bisa sekolah ke luar negeri.
Saya berterima kasih pada Coach Kaki, ternyata saya bisa menjadi sepotong puzzle dalam rencana Tuhan yang besar. Bagian saya memberikan informasi. Sungguh saya merasa terhormat. Pelajarannya, berbagilah, seperti saran sahabat saya, Yuliadi & P. Ronnie. Kita tidak pernah tahu dampaknya.
Tidak ada kebahagiaan yang lebih besar melebihi kesadaran bahwa kita berada di tengah-tengah kehendak Tuhan, sedang menjadi alat-Nya dan mengerjakan visi-Nya.
Jawaban Coach Kaki membuat saya makin terharu, ” Satu hal yang saya tanamkan dalam diri saya dan keluarga adalah apa yang kami salurkan kepada orang yang TUHAN tentukan, sebenarnya itu hak mereka, yang TUHAN titipkan kepada kami, agar pada waktunya disalurkan kepada mereka. Karena itu saya justru sangat terberkati mendengar bahwa berkat titipan TUHAN tersebut benar-benar bisa mengubah mereka semakin percaya bahwa TUHAN mengasihi mereka.
Tidak mungkin saya bisa bertemu dengan orang-orang yang perlu menerima hak mereka, – sebagai hasil doa mereka selama ini, – jawaban doa yang dititipkan Tuhan kepada saya, kalau Tuhan tidak mendorong Coach Ola (pembina sewaktu saya remaja) untuk memperkenalkan saya dengan Coach Hanna, yang kemudian memperkenalkan kepada Coach YennyIndra, berlanjut kemudian ke Coach Monica dan bu Liana sampai saat ini, ke Naomi, Grace, Stevan dan keluarga, dll, dst.
TUHAN bekerja dengan cara misterius dan hemat ongkirhahaha
Wow…. Cara Tuhan beyond our thinking.
Saya belajar dari Coach Kaki nilai-nilai luhur: Uang, harta, kesempatan, informasi yang kita bagikan kepada orang lain, sesungguhnya itu hak mereka, yang dititipkan Tuhan kepada kita.
Betapa beruntungnya saya, ditempatkan di antara tokoh-tokoh yang berbudi luhur, yang memahami bahwa hidup hanya untuk menggenapi rencana Tuhan yang besar. Diberkati untuk menjadi berkat bagi sesama.
Saya belajar dan paham sekarang. Bagaimana dengan Anda?
Believe in God. Nothing is impossible.
Percayalah kepada Tuhan. Tidak ada yang mustahil.
??YennyIndra?? TANGKI AIR & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN