Articles

Kita Seperti Yosua dan Kaleb OR 10 Pengintai?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Kita Seperti Yosua dan Kaleb OR 10 Pengintai?

Pernahkah kita ragu-ragu pada Tuhan karena berpikir: lho itu orang Kristen, aktif melayani, buktinya doanya tidak terjawab, penyakitnya tidak sembuh?
Padahal aku gak seaktif dia….
Lalu keraguan menyelinap dalam hati, jangan-jangan doaku tidak dijawab Tuhan, yang lebih rohani saja gak dijawab doanya…

Kita kerap melihat orang lain tetapi lupa, bahwa kita tidak bisa melihat hati seseorang dan motivasinya dalam melakukan sesuatu.
Manusia hanya bisa melihat sejauh mata memandang tetapi Tuhan melihat hati.

Seperti 12 orang pengintai, mereka semua satu bangsa, dibesarkan di lingkungan yang sama, berjalan bersama-sama menuju ke Tanah Perjanjian… Nampaknya serupa.
Tetapi ternyata tidak.
Ada Yosua dan Kaleb yang bersungguh hati terhadap Tuhan sehingga hanya mereka berdua yang diijinkan Tuhan masuk ke tanah perjanjian. Sementara 10 pengintai lainnya tidak.

Pelajarannya, yang mayoritas belum tentu benar. Jangan tergoda ikut-ikutan. Standar kebenaran sejati hanya firman Tuhan.

Jangan melihat dan meniru orang lain.
Standar kebenaran seharusnya hanya firman Tuhan. Itu yang menentukan kita menang atau kalah, mati di padang gurun atau menikmati kelimpahan tanah perjanjian.


Saya 15 tahun membaca Alkitab tahunan dan lunas. Pasti selesai setiap tahun. Seharusnya ini menggambarkan kerohanian saya yang oke bukan?
Ternyata tidak.

Saya baru paham, ketika membaca firman Tuhan sebagai kewajiban semata, tanpa pertolongan Roh Kudus, tidak ada bedanya dengan membaca koran atau novel.

Pernah waktu liburan ke luar negeri, berangkat pagi pulang malam, 3 hari saya ga baca firman. Merasa bersalah dong… Hari ke 4, langsung baca 16 pasal. Asal baca… Pokoknya lunas. Lega….
Tentu saja tidak memperoleh apa-apa.

Membaca firman tujuannya membangun hubungan, mengenal Allah. Karena firman adalah pribadi Allah sendiri. Direnungkan dengan perasaan cinta, rindu mengenal – Nya makin dekat dan melekat kepada-Nya.

P. Jacob post tulisan Steven Covey yang apik.

Jika kita tidak berhati-hati untuk selalu meminum ‘air kehidupan’ setiap hari, lambat laun kita akan mudah merasa asing kepada Tuhan dan jalan-jalan-Nya, serta identitas dan tujuan Ilahi kita sendiri – Steven R Covey.

Bukan sekedar kewajiban tetapi menyadari, siapa diri kita di dalam Kristus, jalan Tuhan itu yang mana sehingga kita bisa menjalaninya dan tahu bahwa tujuan hidup kita adalah menggenapi rancangan-Nya. Lalu bertindak menghidupi kebenarannya.


John G Lake adalah pemimpin American-Canadian dari the Pentecostal movement yang dimulai pada awal abad ke 20.
Pelayanannya yang terkenal yaitu membuka “healing rooms” di berbagai kota di US, yang menyembuhkan orang-orang sakit melalui Kesembuhan Ilahi, mujizat dan kuasa Tuhan sebagai pelayanan normal sehari-hari.

Ratusan ribu penyembuhan yang didokumentasikan terjadi di ruang penyembuhan di Spokane, Washington dan Portland, Oregon, sedemikian rupa sehingga walikota Spokane secara pribadi mengakui dan berterima kasih kepada Dr. Lake karena menjadikan Spokane “kota tersehat di Amerika Serikat.”

Sebegitu berpengaruh pelayanan John G Lake hingga banyak rumah sakit yang tutup karena kekurangan pasien.

Pada suatu ketika, terjadi wabah besar-besaran di Afrika sehingga puluhan ribu orang mati.
John G Lake pun ke Afrika untuk membantu.

Ada seorang dokter yang berkata kepada Dr. Lake, “Untunglah kita telah divaksin karena ludah dan cairan pasien sangat menular.”

“Saya tidak divaksin,” ujar Dr. Lake.

Dokter itu kaget. Bagaimana mungkin Dr. Lake tidak tertular?
John G lake menawarkan untuk mengadakan test.
Ludah pasien yg sakit, dilihat dibawah mikroskop banyak
bakterinya. Begitu dioleskan ke tangan Lake, bakteri itu mati.

Terbukti Kuasa Kesembuhan bekerja dalam diri John G Lake yang mengandalkan kebenaran firman Tuhan & berdoa di dlm roh.
Dahsyat sekali.

Hingga Mahatma Gandhi pun memujinya.
“Ajaran Dr.Lake pada akhirnya akan diterima oleh seluruh dunia.”

Sebagai orang percaya, kita memahami, keberhasilan John G. Lake karena menjadikan Yesus sebagai inti dan pusat dari semua yang dilakukan dan diajarkan Lake. 

John G. Lake membuat pernyataan bersama dengan Thomas Hezmalhalch bahwa mereka hanya mengajar dan menyatakan apa yang dinyatakan dengan jelas oleh Firman Tuhan.

Hhhmmm… Kita senang membaca kisah hebat seperti John G Lake.
Bahkan dengan bangga ikutan bersaksi, “iya lho… Om saya juga dapat mujizat kesembuhan” , atau “teman saya juga… Bla.. Bla.. Bla…”
Lhah!!!
Bagaimana dengan kita, terima mujizat kesembuhan tidak?
Jangan puas jadi penonton, karena setiap orang percaya diberi otoritas yang sama oleh Tuhan.
Ayooo sama-sama belajar rahasianya.

Apa rahasianya Lake bisa sehebat itu?
Ternyata dia berpegang pada firman:

Roma 8:2 (TB) Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.

Romans 8:2 (TPT) For the “law” of the Spirit of life flowing through the anointing of Jesus has liberated us from the “law” of sin and death

Karena “hukum” Roh kehidupan yang mengalir melalui urapan Yesus telah membebaskan kita dari “hukum” dosa dan maut.

Ketika John G Lake memegang pewahyuan ini, maka maut tidak dapat menyentuhnya.
Ini bisa terjadi karena Lake sungguh-sungguh membangun hubungan yang dekat dengan Tuhan dan menghidupi firman-Nya.


Tahukah kita bahwa apa pun yang Yesus lakukan, kita juga bisa melakukannya?

1 John 4:17 (KJV) Because as he is, so are we in this world.

1 Yohanes 4:17 (TB) Karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.

° Yesus berjalan di atas air, karena Dia manusia yang percaya siapa diri-Nya, sesuai apa yang difirmankan oleh Bapa-Nya.

° Yesus menyembuhkan orang banyak karena Dia tunduk sepenuhnya kepada realita bahwa Allah ada di dalam diri-Nya.

Karena Allah ada di dalam Dia, Yesus melakukan hal-hal yang spektakuler.

° Yesus belajar Kitab Suci supaya menemukan siapa diri-Nya di dalam Alkitab dan bertindak sesuai apa yang tertulis lalu menghidupinya.

Lukas 4:17-21 (TB) Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:
“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.
Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”

° “Pergilah dan perbuatlah demikian,” kata Yesus kepada kita semua dalam Lukas 10:37.

Maukah kita mentaati-Nya?
Praktik sama-sama yuk…

There are four principles we need to maintain : First, read the Word of God. Second, consume the Word of God until it consumes you. Third believe the Word of God. Fourth, act on the Word of God.” – Smith Wigglesworth.

Ada empat prinsip yang perlu kita jaga: Pertama, baca Firman Tuhan. Kedua, konsumsi Firman Tuhan sampai habis. Ketiga percaya kepada Firman Tuhan. Keempat, bertindak sesuai Firman Tuhan.” – Smith Wigglesworth.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
?? MPOIN PLUS & PIPAKU ??
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Gospel Truth’s Cakes?
? Yenny Indra ?

Kita Seperti Yosua dan Kaleb OR 10 Pengintai?

Pernahkah kita ragu-ragu pada Tuhan karena berpikir: lho itu orang Kristen, aktif melayani, buktinya doanya tidak terjawab, penyakitnya tidak sembuh?
Padahal aku gak seaktif dia….
Lalu keraguan menyelinap dalam hati, jangan-jangan doaku tidak dijawab Tuhan, yang lebih rohani saja gak dijawab doanya…

Kita kerap melihat orang lain tetapi lupa, bahwa kita tidak bisa melihat hati seseorang dan motivasinya dalam melakukan sesuatu.
Manusia hanya bisa melihat sejauh mata memandang tetapi Tuhan melihat hati.

Seperti 12 orang pengintai, mereka semua satu bangsa, dibesarkan di lingkungan yang sama, berjalan bersama-sama menuju ke Tanah Perjanjian… Nampaknya serupa.
Tetapi ternyata tidak.
Ada Yosua dan Kaleb yang bersungguh hati terhadap Tuhan sehingga hanya mereka berdua yang diijinkan Tuhan masuk ke tanah perjanjian. Sementara 10 pengintai lainnya tidak.

Pelajarannya, yang mayoritas belum tentu benar. Jangan tergoda ikut-ikutan. Standar kebenaran sejati hanya firman Tuhan.

Jangan melihat dan meniru orang lain.
Standar kebenaran seharusnya hanya firman Tuhan. Itu yang menentukan kita menang atau kalah, mati di padang gurun atau menikmati kelimpahan tanah perjanjian.


Saya 15 tahun membaca Alkitab tahunan dan lunas. Pasti selesai setiap tahun. Seharusnya ini menggambarkan kerohanian saya yang oke bukan?
Ternyata tidak.

Saya baru paham, ketika membaca firman Tuhan sebagai kewajiban semata, tanpa pertolongan Roh Kudus, tidak ada bedanya dengan membaca koran atau novel.

Pernah waktu liburan ke luar negeri, berangkat pagi pulang malam, 3 hari saya ga baca firman. Merasa bersalah dong… Hari ke 4, langsung baca 16 pasal. Asal baca… Pokoknya lunas. Lega….
Tentu saja tidak memperoleh apa-apa.

Membaca firman tujuannya membangun hubungan, mengenal Allah. Karena firman adalah pribadi Allah sendiri. Direnungkan dengan perasaan cinta, rindu mengenal – Nya makin dekat dan melekat kepada-Nya.

P. Jacob post tulisan Steven Covey yang apik.

Jika kita tidak berhati-hati untuk selalu meminum ‘air kehidupan’ setiap hari, lambat laun kita akan mudah merasa asing kepada Tuhan dan jalan-jalan-Nya, serta identitas dan tujuan Ilahi kita sendiri – Steven R Covey.

Bukan sekedar kewajiban tetapi menyadari, siapa diri kita di dalam Kristus, jalan Tuhan itu yang mana sehingga kita bisa menjalaninya dan tahu bahwa tujuan hidup kita adalah menggenapi rancangan-Nya. Lalu bertindak menghidupi kebenarannya.


John G Lake adalah pemimpin American-Canadian dari the Pentecostal movement yang dimulai pada awal abad ke 20.
Pelayanannya yang terkenal yaitu membuka “healing rooms” di berbagai kota di US, yang menyembuhkan orang-orang sakit melalui Kesembuhan Ilahi, mujizat dan kuasa Tuhan sebagai pelayanan normal sehari-hari.

Ratusan ribu penyembuhan yang didokumentasikan terjadi di ruang penyembuhan di Spokane, Washington dan Portland, Oregon, sedemikian rupa sehingga walikota Spokane secara pribadi mengakui dan berterima kasih kepada Dr. Lake karena menjadikan Spokane “kota tersehat di Amerika Serikat.”

Sebegitu berpengaruh pelayanan John G Lake hingga banyak rumah sakit yang tutup karena kekurangan pasien.

Pada suatu ketika, terjadi wabah besar-besaran di Afrika sehingga puluhan ribu orang mati.
John G Lake pun ke Afrika untuk membantu.

Ada seorang dokter yang berkata kepada Dr. Lake, “Untunglah kita telah divaksin karena ludah dan cairan pasien sangat menular.”

“Saya tidak divaksin,” ujar Dr. Lake.

Dokter itu kaget. Bagaimana mungkin Dr. Lake tidak tertular?
John G lake menawarkan untuk mengadakan test.
Ludah pasien yg sakit, dilihat dibawah mikroskop banyak
bakterinya. Begitu dioleskan ke tangan Lake, bakteri itu mati.

Terbukti Kuasa Kesembuhan bekerja dalam diri John G Lake yang mengandalkan kebenaran firman Tuhan & berdoa di dlm roh.
Dahsyat sekali.

Hingga Mahatma Gandhi pun memujinya.
“Ajaran Dr.Lake pada akhirnya akan diterima oleh seluruh dunia.”

Sebagai orang percaya, kita memahami, keberhasilan John G. Lake karena menjadikan Yesus sebagai inti dan pusat dari semua yang dilakukan dan diajarkan Lake. 

John G. Lake membuat pernyataan bersama dengan Thomas Hezmalhalch bahwa mereka hanya mengajar dan menyatakan apa yang dinyatakan dengan jelas oleh Firman Tuhan.

Hhhmmm… Kita senang membaca kisah hebat seperti John G Lake.
Bahkan dengan bangga ikutan bersaksi, “iya lho… Om saya juga dapat mujizat kesembuhan” , atau “teman saya juga… Bla.. Bla.. Bla…”
Lhah!!!
Bagaimana dengan kita, terima mujizat kesembuhan tidak?
Jangan puas jadi penonton, karena setiap orang percaya diberi otoritas yang sama oleh Tuhan.
Ayooo sama-sama belajar rahasianya.

Apa rahasianya Lake bisa sehebat itu?
Ternyata dia berpegang pada firman:

Roma 8:2 (TB) Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.

Romans 8:2 (TPT) For the “law” of the Spirit of life flowing through the anointing of Jesus has liberated us from the “law” of sin and death

Karena “hukum” Roh kehidupan yang mengalir melalui urapan Yesus telah membebaskan kita dari “hukum” dosa dan maut.

Ketika John G Lake memegang pewahyuan ini, maka maut tidak dapat menyentuhnya.
Ini bisa terjadi karena Lake sungguh-sungguh membangun hubungan yang dekat dengan Tuhan dan menghidupi firman-Nya.


Tahukah kita bahwa apa pun yang Yesus lakukan, kita juga bisa melakukannya?

1 John 4:17 (KJV) Because as he is, so are we in this world.

1 Yohanes 4:17 (TB) Karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.

° Yesus berjalan di atas air, karena Dia manusia yang percaya siapa diri-Nya, sesuai apa yang difirmankan oleh Bapa-Nya.

° Yesus menyembuhkan orang banyak karena Dia tunduk sepenuhnya kepada realita bahwa Allah ada di dalam diri-Nya.

Karena Allah ada di dalam Dia, Yesus melakukan hal-hal yang spektakuler.

° Yesus belajar Kitab Suci supaya menemukan siapa diri-Nya di dalam Alkitab dan bertindak sesuai apa yang tertulis lalu menghidupinya.

Lukas 4:17-21 (TB) Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:
“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.
Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”

° Pergilah dan perbuatlah demikian,” kata Yesus kepada kita semua dalam Lukas 10:37.

Maukah kita mentaati-Nya?
Praktik sama-sama yuk…

There are four principles we need to maintain : First, read the Word of God. Second, consume the Word of God until it consumes you. Third believe the Word of God. Fourth, act on the Word of God.” – Smith Wigglesworth.

*Ada empat prinsip yang perlu kita jaga: Pertama, baca Firman Tuhan. Kedua, konsumsi Firman Tuhan sampai habis. Ketiga percaya kepada Firman Tuhan. Keempat, bertindak sesuai Firman Tuhan.” – Smith Wigglesworth.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Seberapa Besar Wadah Kita?
MEMBANGUN KEBAHAGIAAN
“Hati: Pabriknya Iman!”