Dalam Roma pasal 7, Paulus menderita karena dosa di dalam dagingnya yang menghalanginya melakukan hal-hal yang ingin dilakukannya. “Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, (yaitu, dalam dagingku), di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan berbuat apa yang baik…….. Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.”
Kita semua bisa merasakan dilema ini. Frustrasi karena mengetahui hal yang benar untuk dilakukan, tetapi karena kelemahan daging serta kelemahan tekad mental kita sendiri, mendapati diri kita melakukan hal yang sebenarnya tidak ingin kita lakukan.
Paulus selanjutnya berbicara tentang ‘hukum pikirannya’ versus ‘hukum di dalam anggota-anggotanya’ (daging/tubuhnya). Hanya ada dua pilihan, seperti Paulus, kita akan berteriak ‘Aku ini manusia celaka!’
Pernyataan itu menggambarkan penghukuman diri. Frustrasi karena kelemahan dan kegagalan yang terus-menerus menyebabkan rasa bersalah. Ketika mencoba melakukan hal yang benar hanya dengan kekuatan serta kemauan sendiri, maka kita akan gagal. Apakah ada pilihan lain?
“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.” Roma 8:1 (TB).
Paulus menggambarkan kehidupan berdasarkan kekuatan kehendak, sebagai berjalan dalam daging. Meskipun pikiran mungkin berperang dengan daging, itu juga merupakan bagian dari daging, dan daging tidak ada gunanya. Daging tidak bisa mengalahkan daging!
Kemudian Dia menyatakan, tidak ada penghukuman (rasa bersalah dan penghukuman diri) bagi mereka yang memilih pilihan ketiga – hidup oleh Roh! Ketika hidup oleh Roh Tuhan, kita diperlengkapi dengan sesuatu yang jauh lebih kuat daripada kekuatan kehendak dan tekad mental kita sendiri. Roh Allah mengizinkan kita hidup dalam dimensi kasih karunia dan damai sejahtera, tidak mengandalkan kekuatan kita sendiri untuk menaklukkan dosa, melainkan mengandalkan penyediaan-Nya untuk hidup dalam Roh.
Dosa hanya memiliki kekuatan ketika kita memilih untuk menghadapinya dengan kekuatan kita sendiri. Ketika kita belajar untuk hidup dari Roh Allah, dosa dikalahkan. Dan hasilnya? Anda tidak akan mengutuki diri sendiri lagi. Tidak ada penghukuman ketika Anda berjalan dalam Roh.
[Repost ; “No Condemnation”. – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Serba Serbi Konseling, Perpuluhan & Kebenaran Yang Membebaskanmu.
Saya termasuk yang percaya bahwa konseling dengan seseorang, tidak terlalu bermanfaat. Jangan marah dulu…. Atau didebat ya…
Jika ada seorang istri curhat, sebut saja Ani, yang bermasalah dengan suaminya, Budi. Ketika Ani menceritakan permasalahannya, tentu sesuai cara pandang Ani. Jika kita menanggapinya, tentunya solusi yang menurut pemikiran kita makes sense, sesuai dengan kondisi yang diceritakan Ani, misalnya kondisi ABC.
Lalu kita mendengar dari Budi, ceritanya berbeda dari, konon XYZ. Nach lho…. Mana yang benar?
Keduanya gak ada yang benar. Karena baik ABC mau pun XYZ bukanlah penyebab sesungguhnya. Munculnya ABC dan XYZ dipicu oleh salah perkataan, ketersinggungan, Ani keqi dengan keluarga Budi, demikian pula sebaliknya. Apalagi mereka sudah menikah berpuluh-puluh tahun. Sudah segunung tuh uneg-uneg dihatinya.
Belum lagi ABC & XYZ dipengaruhi cara Ani mau pun Budi dalam menyikapi sesuatu: cara mereka memberi makna pada sebuah peristiwa.
Ani tidak bikinin kopi pagi ini. Budi bisa mengartikan, pasti gara-gara habis berantem semalam. Ani masih marah. Ini makna yang diberikan Budi. Sementara Ani tidak bikin kopi, karena kemarin lupa beli kopi dan beneran sudah habis. Tapi karena sedang diem-dieman sama Budi, ya diam saja… Padahal Ani sebetulnya sudah gak marah sama Budi tapi mau menyapa duluan, masih gengsi…
Salah memberikan makna, tentunya membuat solusi tidak tepat sasaran bukan?
Btw saya sedang pesan kaos Provokasi-nya P. Prasetya M. Brata yang bertuliskan: “The Meaning You Give, The Life You Live.” Makna yang kamu berikan, menentukan hidup yang kamu jalani. Keren ya….
Manusia kesulitan untuk memahami akar permasalahan yang sesungguhnya. Tetapi Allah tahu akar permasalahan yang sebenarnya. Dan buat Tuhan, enteng beresin masalah mereka. Makes sense?
Itulah sebabnya, saya gak terlalu suka sok kasi solusi kalau ada yang curhat. Justru gantian saya yang sakit kepala, jika menampung terlalu banyak ‘sampah’. Prefer saya kasi artikel, buku, link video dsb supaya mencari Tuhan langsung. Saya hanya bisa kasi teaser, menunjukkan jalan yang saya tahu, agar bisa berjumpa Tuhan langsung.
Setelah mulai mengenal Tuhan, sang istri gak lagi curhat kanan kiri. Ketika istrinya berubah, suaminya mulai berubah. Makin banyak kebenaran diaplikasikan, dengan sendirinya segala sesuatu berubah secara natural. Lama gak jumpa, ternyata suami istri itu sudah rukun sekarang.
“Dan kamu akan mengetahui kebenaran, kebenaran itulah yang akan memerdekakan kamu,” kata Tuhan. Dan itulah yang terjadi.
Seorang teman stress berat. Kambuh, sembuh, seperti yoyo. Bertahun-tahun begitu. Pernah saking stress parah, sempat dirawat di Rumah Sakit Jiwa. Gila dong….
Gak juga. Sadar ga sesungguhnya setiap kita, ada ‘gila’-nya juga dengan kadar yang berbeda-beda. Itulah sebabnya banyak orang yang dianggap aneh, antik, ‘kukuai’ kata orang chinese…. Menyebalkan, menjengkelkan.. Hanya saja sama orang disekitar masih dianggap wajar. Diberi label ‘normal’, jadi masuk kategori normal.
Ketakutan berlebihan, phobia ini itu, takut berbicara di depan umum seperti saya dulu, coba saja ke psikiater or psikolog… Nanti dikasi tau: itu gejala kejiwaan.
Setelah fokus sekolah, belajar firman dengan tekun, teman yang stressnya bak yoyo, sembuh dengan sendirinya. Bebas obat. Sangat normal. Presentasinya bagus. Yang menganggap dirinya waras, belum tentu bisa presentasi.
“Dan kamu akan mengetahui kebenaran, kebenaran itulah yang akan memerdekakan kamu,” kata Tuhan. Dan itulah yang terjadi.
Sahabat saya, Coach Antonius Arif bercerita, pada tahun 2020 saat pandemi, beliau kesulitan mencicil rumah keduanya. Pendapatan berkurang, maka dana yang ada diprioritaskan untuk membayar gaji karyawan dulu.
Oneday istri Coach Arif kena Covid, berlanjut Coach Arif kena juga. Di rumah sakit itulah titik balik hidupnya terjadi. Dia dijamah Tuhan dan mengalami perjumpaan pribadi dengan-Nya. Buku-buku Andrew Wommack dilahapnya. Banyak keajaiban terjadi tetapi cicilan rumah tetap belum bisa dilunasi. Mencicil sebisanya.
Tahun 2021, Coach Arif mulai melakukan perpuluhan. “Rasanya mustahil banget saya melakukan perpuluhan karena merasa saya yang kerja keras mati-matian koq suru nyumbang. Yang ada ya biaya-biaya ditutup dulu, baru sisanya bisa disumbangkan,” Coach Arif bercerita, “Suatu ketika saya mendengar, gapapa sich gak memberikan perpuluhan kepada Tuhan. Tapi ingat ketika Anda memberikan sesuatu, Anda berikan dulu kepada Tuhan. Jangan seakan-akan Anda memberikan tips kepada Tuhan. Ketika mendengar kata tips, terus terang saya tertampar. Iya juga ya… Koq saya memberikan terakhir kepada Tuhan? Bukannya yang pertama sebagai buah sulung kepada Tuhan. Lalu saya belajar tentang bendahara atau pengelola. Saya sadar, uang ini uang Tuhan, saya hanya pengelola karena itu saya berikan perpuluhan… Kan ini duit Tuhan. Perusahaan kami sekarang menempatkan Tuhan sebagai pemiliknya.”
Tahun 2021, kami dapat project besar miliaran rupiah. Perusahaan yang semula jumlah karyawan hanya sekitar 11 orang, sekarang jadi sekitar 18 orang di masa pandemi. Perusahaan bertumbuh.
” Kami ingin menjual rumah, yang dulu dibeli seharga 1.2 Milyar. Tapi tragis sekali, hanya ditawar 1.4 Milyar padahal sudah dicicil selama 7 tahun. Untung hanya 200 juta, padahal masih ada hutang 800 juta lebih. Sudah hopeless maka pada bulan Oktober 2021, saya serahkan kepada Tuhan, terserah Tuhan maunya apa? Semuanya baik milik pribadi mau pun perusahaan, saya serahkan kepada Tuhan.
Memang omset sudah mulai naik. Tetapi gak ada penampakan sesuatu yang luar biasa. Tetapi menariknya pada 15 Desember 2021, kami bisa menarik uang sebesar 820 juta lebih untuk melunasi hutang dan bahkan masih ada sisa uang 1 Milyar untuk renovasi.
Ini sesuatu yang menarik buat saya, ketika saya menyerahkan problem serta perusahaan kami kepada Tuhan maka perusahaan kami jadi berkelimpahan. Omset kami meningkat 3x lipat bukan dibandingkan omset th 2020 tetapi th 2019, sebelum pandemi. Ini yang amazing banget… Ketika mengandalkan diri sendiri, sampai kapan pun rasanya tidak pernah berhasil. Tetapi ketika mengandalkan Tuhan, hal-hal yang diluar kemampuan kami secara natural, terjadi.” Demikianlah Coach Arif menutup kisahnya.
Kembali terbukti. “Dan kamu akan mengetahui kebenaran, kebenaran itulah yang akan memerdekakan kamu,” kata Tuhan. Dan itulah yang terjadi.
Sebagai penutup, perpuluhan BUKAN magic. Tuhan ingin kita semua mempersembahkan dengan penuh sukacita dan rela hati. Berapa pun yang kita tabur, pasti berbuah. Tuhan tidak pernah berhutang. Bahkan segelas air putih yang kita berikan karena Tuhan atau mengasihi sesama pun, Tuhan perhitungkan.
Bukan jumlah uangnya yang menjadi magicnya, tetapi MOTIVASI kita dalam memberikan sesuatu yang terlebih penting.
Mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan, tidak hanya uang, apa saja, ketika tidak rela, terpaksa, Allah bilang itu sia-sia. Gak ada hasilnya.
Seperti anak kita, beri sesuatu karena mengasihi mamanya… Rasanya apa saja yang saya punya, ingin saya berikan untuknya… Hati kita luluh… Apalagi Tuhan… Betul ga?
Seluruh alam semesta milik Tuhan. Allah tidak butuh uang kita. Tetapi kalau kita tidak menabur benih, ya gak mungkinlah bisa panen. Itu prinsipnya.
Setiap berkat yang kita terima, ada yang berupa ‘roti’ untuk kita makan dan nikmati, tetapi ada juga yang berupa benih untuk ditabur, jadi berkat bagi orang lain. Kita diberkati untuk menjadi berkat….
Konon perusahaan pasta gigi Colgate, sang pemilik mempersembahkan 90% keuntungannya dan dia hidup hanya dengan 10% keuntungan, dibalik…, itu pun masih sangat berkelimpahan.. Ini contoh yang dilakukan oleh orang yang sudah benar-benar mengalami serta membuktikan kesetiaan dan kebaikan Tuhan.
Siap mengasihi dan mentaati Tuhan? Yuk….
In nature we never see anything isolated, but everything in connection with something else which is before it, beside it, under it and over it. – Johann Wolfgang Von Goethe
Di alam semesta, kita tidak pernah melihat sesuatu yang terisolasi, sendirian, tetapi segala sesuatu berhubungan dengan sesuatu yang lain, yang ada di depannya, di sampingnya, di bawahnya dan di atasnya. -Johann Wolfgang Von Goethe
YennyIndra TANGKI AIR & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Tuhan berbicara kepada saya tentang penyembuhan baru-baru ini dari perikop terkenal ini : “Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu. Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka.” Amsal 4:20?-?22 (TB).
Ini petunjuk paling sederhana namun paling mendalam yang diberikan untuk penyembuhan dalam Kitab Suci. Banyak orang Kristen dengan tulus mencoba membaca Alkitab, mencari kesembuhan, namun tidak mendapatkan hasil.
Saya berpikir sendiri, banyak orang merasa mereka hidup “di dalam Firman” tetapi tidak memperoleh kesembuhan. Saat itulah Tuhan berbicara dalam hati saya dan berkata bahwa banyak orang yang “di dalam Firman,” tetapi Firman tidak menemukan tempat “di dalam mereka.”
Saya langsung teringat perumpamaan Penabur dalam Matius 13:18-23. Banyak orang menjadi “pendengar” Firman, tetapi hati orang itu yang menentukan hasilnya. Sebagian tidak mengerti, sebagian lagi tidak berakar (tidak memiliki komitmen sejati), bahkan merasa bimbang ketika situasi yang tidak menguntungkan terjadi, sementara yang lain lagi membiarkan kekhawatiran hidup mencekik Firman. Bukannya mereka tidak “di dalam Firman.” Namun karena Firman tidak masuk ke dalam mereka. Saya pernah bersalah dalam hal ini.
Kita mungkin membaca untuk belajar dan memahami, membuktikan kebenaran poin doktrin tertentu, atau mempersiapkan pembelajaran Alkitab, tetapi apakah kita benar-benar memberi perhatian, mencondongkan telinga rohani kita, dan membiarkan Firman ditempatkan di hati kita? Saya memahami, ada perbedaan besar antara “mengetahui” apa yang Firman katakan secara mental dengan memiliki pewahyuan yang benar didalam hati saya.
Setelah membaca satu bab atau satu bagian Kitab Suci, apakah Anda langsung melupakannya saat Anda menjalani hari Anda? Ataukah sebuah ayat atau pewahyuan memberi energi kepada Anda, lalu Anda merenungkannya selama berjam-jam bahkan lebih lama lagi? Apakah membaca bagi Anda merupakan kewajiban, ataukah memberi kehidupan? Firman yang tersimpan di dalam hati kitalah yang membawa kehidupan dan kesehatan dari Tuhan.
Sifat alami Firman Tuhan itu membawa kehidupan dan menyehatkan. “Disampaikan-Nya firman-Nya dan disembuhkan-Nya mereka.” Mazmur 107:20 (TB). Sampai kita menghargai Firman, menempatkannya ke dalam hati serta pikiran kita, – selama itu belum tercapai -, kita membatasi kuasa penyembuhannya.
Mungkin saja kita berada “di dalam” Firman, tetapi apakah Firman itu benar-benar ada “di dalam” kita?
[Repost ; “Your Healing”. – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
“Bu Yenny, saya ingin dapat mukjizat seperti ibu… Koq Bu Yenny dan teman-teman sering sekali dapat pertolongan Tuhan…,” kata seorang teman.
Hhhmmm… Teman-teman pembaca paling cinta klo saya cerita tentang kesaksian Bu Jane. Soalnya berkat yang diterima Bu Jane selalu bermilyar-milyar, gak ada yang cuma ratusan juta, spektakuler pula caranya…
Sayangnya, kebanyakan mau mukjizatnya tapi tidak tekun meniru apa yang Bu Jane lakukan.
Sesungguhnya, menerima mukjizat pertolongan Tuhan itu ada polanya, yang bisa dilakukan oleh semua orang. Baik dalam kesembuhan, keuangan, relationship mau pun yang lainnya.
Ingin tahu rahasianya? Lakukan apa yang Anda bisa. Meski sesuatu yang sederhana, sepele, kelihatannya gak berarti, ya gakpapa.Ini membuktikan iman kita. Ketika kita melakukan apa yang kita bisa, Tuhan akan mengerjakan apa yang kita tidak bisa. Tindakan kecil ini membawa kita berada di tempat yang tepat, agar mukjizat Tuhan tercipta. Dibutuhkan tindakan iman untuk meresponi janji Tuhan. Dan kerjakan sesuai dengan waktu serta cara-Nya Tuhan.- God’ Way, NOT My Way.
Ikut cara Tuhan, bukan cara Frank Sinatra, yang menyanyikan lagu My Way… Wkwkwk….
So simple… Tetapi banyak yang enggan bergerak karena menganggap yang bisa dia lakukan bukan sesuatu yang berarti. Terlalu sepele…. Gak keren. Mana mungkin? Mereka lupa, justru itulah api kecil yang keluar dari pemantik…
“Masa bisa, Bu Yenny?”
Ini buktinya….
Ada teori yang terkenal mendunia dengan nama: Butterfly Effects – Teori Efek Kupu-kupu.
Pada tahun 1963 Lorenz menerbitkan studi teoretis efek ini dalam artikel terkenal yang berjudul Deterministic Nonperiodic Flow (Aliran Takperiodik Deterministik). Berdasarkan artikel tersebut, ia mengatakan: “Seorang meteorolog mendapati, jika teori ini benar, maka satu kepakan sayap burung camar laut dapat mengubah jalannya cuaca untuk selamanya.”
Atas anjuran rekan-rekan sejawatnya, dalam kuliah-kuliah dan publikasi selanjutnya, Lorenz menggunakan contoh yang lebih puitis, yaitu memakai kupu-kupu. Menurut Lorenz, suatu kali ia tidak mempunyai judul untuk ceramahnya pada pertemuan ke-139 American Association for the Advancement of Science tahun 1972, Philip Merilees mengusulkan judul “Does the flap of a butterfly’s wings in Brazil set off a tornado in Texas?” (“Apakah kepakan sayap kupu-kupu di Brasil menyulut angin ribut di Texas?”).
Kepakan sayap kupu-kupu secara teori menyebabkan perubahan-perubahan sangat kecil dalam atmosfer bumi, namun pada akhirnya mengubah jalur angin ribut (tornado) atau menunda, mempercepat bahkan mencegah terjadinya tornado di tempat lain. Wow…. Dahsyat!
Kepakan sayap ini merujuk kepada perubahan kecil dari kondisi awal suatu sistem, yang mengakibatkan rantaian peristiwa menuju kepada perubahan skala besar (bandingkan dengan efek domino). Jikalau kupu-kupu tidak mengepakkan sayapnya, trayektori sistem tersebut akan berbeda jauh. (Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Efek_kupu-kupu)
Memahami teori efek kupu-kupu, memberi kita lensa baru untuk melihat bisnis, pasar, dan banyak hal lain lagi, di mana hal-hal kecil dapat memengaruhi bahkan mengubah hal yang besar.
Kesimpulannya: Melakukan hal kecil itu penting! Jadilah peka, lakukan apa yang kita bisa. Kalau kepak sayap kupu-kupu kecil, terbukti menentukan arah angin badai tornado yang dahsyat, menurut science, sangat masuk akal doa, perkataan dan tindakan kecil sepele yang kita lakukan, mampu menciptakan mukjizat besar.
Apa saja yang Bu Jane dan kami semua lakukan? Konsisten berdoa, belajar, menggali firman Tuhan serta membangun hubungan dengan-Nya . Hal-hal kecil yang secara kasat mata tidak berhubungan dengan terobosan keuangan, perbaikan hubungan relationship, atau kesembuhan.
Dalam keadaan baik, kami menyimpan kebenaran firman Tuhan dalam hati, sehingga bertumbuh dan berkembang, mengubah cara pikir. Menghidupi firman. Iman menjadi kuat karena iman itu adalah Allah sendiri.
Ketika badai menyerang, firman itu berbicara, mengarahkan langkah-langkah kami serta memberikan damai sejahtera yang melampaui segala akal. Dalam keadaan tenang, permasalahan terlihat lebih jernih. Dan ketika Tuhan berbicara, suara-Nya terdengar jelas.
Di tengah badai, tentu goncangan-goncangan besar membuat tubuh terhempas kian kemari. Butuh keteguhan hati untuk berdiri teguh di atas janji-janji-Nya. Ini tidak bisa kita lakukan jika selama ini hanya sesekali mampir, membangun hubungan dengan Tuhan. Butuh dibangun hari demi hari…. Konsisten. Fondasi yang kuatlah yang membuat rumah tetap berdiri teguh, meski diterpa badai kian kemari.
Sehingga memahami dengan hati, – bukan sekedar di kepala – , bahwa Allah mengasihi, seolah kitalah satu-satunya yang ada di dunia ini. Apa sich yang gak Tuhan lakukan bagi kita?
Allah tidak pernah meninggalkan atau membiarkan kita. Dia senantiasa ada di pihak kita. Malapetaka tidak akan menimpa kita, dan tulah tidak akan mendekat pada rumah kita.
Bisa saja kita sudah berulangkali membaca janji-janji-Nya ini, tetapi untuk 100% percaya, yakin dan merasa aman, butuh perjumpaan pribadi dengan Allah serta pengalaman hidup bersama-Nya. Kalau dulu saya ditolong, sekarang juga. Masa persiapan tidak pernah sia-sia.
Janji mana yang harus dideklarasikan, apa kata Tuhan dalam situasi ini, sehingga kita bisa melihat Tuhan di dalam setiap peristiwa yang terjadi. Aku tidak sendiri, Allah menyertaiku. Jika Allah dipihakku, siapa dapat melawan aku?
Banyak orang ingin Tuhan mempercayakan tugas besar. Pencapaian yang spektakuler. Namun, mereka mencoba untuk mencapainya tanpa membangun hubungan kasih yang intim dengan Tuhan. Itu mustahil!
Mengapa Tuhan menciptakan kita? Karena Dia ingin membangun hubungan kasih dengan kita. Melalui hubungan kasih inilah, Allah dapat mencurahkan Diri-Nya, arahan-Nya, rencana-Nya, realisasi-Nya melalui kita. Hubungan ini jauh lebih penting bagi-Nya daripada apa yang kita lakukan.
Dengan demikian kita siap mengalahkan setiap tantangan, menerima berkat, mukjizat dan pertolongan-Nya, melalui kita dengan cara-Nya. Kita melakukan bagian kita, Tuhan pun melakukan bagian-Nya. Siap?
If you cannot do great things, do small things in a great way.- Napoleon Hill.
Jika Anda tidak dapat melakukan hal-hal besar, lakukan hal-hal kecil dengan cara yang hebat.-Napoleon Hill.
YennyIndra TANGKI AIR & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Sebagian besar dari kita mengakui, mengalami hubungan yang naik turun dalam masalah iman. Mungkin kita mencoba meningkatkan iman, membaca buku tentang iman, meyakinkan diri sendiri kalau kita beriman, atau mengakui bahwa kita tidak tahu lagi.
Saya telah mengajar tentang iman selama bertahun-tahun, dan baru sekitar 10 atau 15 tahun terakhir merasa, saya telah tiba di tempat iman, di mana iman saya berada. Saya tahu iman seharusnya tidak sulit. Tanpa iman tidak mungkin menyenangkan Tuhan. Tentunya Tuhan tidak akan membuat menyenangkan-Nya, menyebabkan frustrasi. Di mana saya telah melewatkannya?
“Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” Ibrani 11:6 (TB).
Banyak lapisan pada ayat ini yang tidak sempat saya bahas saat ini. Tetapi fakta bahwa Tuhan memberi upah bagi mereka yang rajin mencari Dia, nampak menonjol. Dapatkah kita memahami “mencari Dia” dapat diartikan sebagai persekutuan kita dengan-Nya? Mengenal-Nya dan mendengarkan-Nya nampaknya merupakan hal yang diinginkan Allah dari anak-anak-Nya.
“Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” Roma 10:17 (TB).
Ayat ini sekali lagi menghubungkan iman pada persekutuan dengan Bapa. Yesus menunjukkan hal yang sama ketika Dia berkata. . . ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.” Yohanes 5:19 (TB).
Tidak ada yang meragukan iman Yesus ketika Dia menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, meredakan badai dan memberi makan banyak orang. Tetapi Dia mengatakan bahwa apa yang dilakukan-Nya berasal dari apa yang Dia “lihat.” Atau, kita dapat dengan mudah menambahkan, “apa yang Dia dengar dari Bapa.” Imannya merupakan buah dari persekutuan dengan Bapa-Nya. Dia hanya mengungkapkan kehendak Bapa dalam setiap situasi.
Saat menghadapi masalah, satu-satunya yang bisa menunjukkan bagaimana cara mendoakannya, apa yang harus diucapkan dan apa yang harus dilakukan hanyalah Bapa di surga. Manusia tidak bisa memberi Anda jawaban itu. Anda harus mendengar dari Tuhan. Yesus tidak melayani dengan formula, melainkan sebagai ekspresi persekutuan-Nya dengan Bapa. Terlalu sering kita “mencoba ini” dan “mencoba itu” untuk melihat apa yang akan berhasil.
Anda tidak bisa belajar iman seperti Anda belajar matematika. Iman merupakan buah dari persekutuan dengan-Nya.
[Repost ; “The Source of Faith”. – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN