Articles

Serba Serbi Konseling, Perpuluhan & Kebenaran Yang Membebaskanmu

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Serba Serbi Konseling, Perpuluhan & Kebenaran Yang Membebaskanmu.

Saya termasuk yang percaya bahwa konseling dengan seseorang, tidak terlalu bermanfaat.
Jangan marah dulu…. Atau didebat ya…

Jika ada seorang istri curhat, sebut saja Ani, yang bermasalah dengan suaminya, Budi.
Ketika Ani menceritakan permasalahannya, tentu sesuai cara pandang Ani. Jika kita menanggapinya, tentunya solusi yang menurut pemikiran kita makes sense, sesuai dengan kondisi yang diceritakan Ani, misalnya kondisi ABC.

Lalu kita mendengar dari Budi, ceritanya berbeda dari, konon XYZ.
Nach lho…. Mana yang benar?

Keduanya gak ada yang benar.
Karena baik ABC mau pun XYZ bukanlah penyebab sesungguhnya.
Munculnya ABC dan XYZ dipicu oleh salah perkataan, ketersinggungan, Ani keqi dengan keluarga Budi, demikian pula sebaliknya.
Apalagi mereka sudah menikah berpuluh-puluh tahun. Sudah segunung tuh uneg-uneg dihatinya.

Belum lagi ABC & XYZ dipengaruhi cara Ani mau pun Budi dalam menyikapi sesuatu: cara mereka memberi makna pada sebuah peristiwa.

Ani tidak bikinin kopi pagi ini. Budi bisa mengartikan, pasti gara-gara habis berantem semalam. Ani masih marah. Ini makna yang diberikan Budi.
Sementara Ani tidak bikin kopi, karena kemarin lupa beli kopi dan beneran sudah habis. Tapi karena sedang diem-dieman sama Budi, ya diam saja… Padahal Ani sebetulnya sudah gak marah sama Budi tapi mau menyapa duluan, masih gengsi…

Salah memberikan makna, tentunya membuat solusi tidak tepat sasaran bukan?

Btw saya sedang pesan kaos Provokasi-nya P. Prasetya M. Brata yang bertuliskan:
“The Meaning You Give, The Life You Live.”
Makna yang kamu berikan, menentukan hidup yang kamu jalani.
Keren ya….

Manusia kesulitan untuk memahami akar permasalahan yang sesungguhnya.
Tetapi Allah tahu akar permasalahan yang sebenarnya.
Dan buat Tuhan, enteng beresin masalah mereka.
Makes sense?

Itulah sebabnya, saya gak terlalu suka sok kasi solusi kalau ada yang curhat.
Justru gantian saya yang sakit kepala, jika menampung terlalu banyak ‘sampah’.
Prefer saya kasi artikel, buku, link video dsb supaya mencari Tuhan langsung.
Saya hanya bisa kasi teaser, menunjukkan jalan yang saya tahu, agar bisa berjumpa Tuhan langsung.

Setelah mulai mengenal Tuhan, sang istri gak lagi curhat kanan kiri. Ketika istrinya berubah, suaminya mulai berubah. Makin banyak kebenaran diaplikasikan, dengan sendirinya segala sesuatu berubah secara natural.
Lama gak jumpa, ternyata suami istri itu sudah rukun sekarang.

Dan kamu akan mengetahui kebenaran, kebenaran itulah yang akan memerdekakan kamu,” kata Tuhan.
Dan itulah yang terjadi.


Seorang teman stress berat. Kambuh, sembuh, seperti yoyo. Bertahun-tahun begitu. Pernah saking stress parah, sempat dirawat di Rumah Sakit Jiwa.
Gila dong….

Gak juga.
Sadar ga sesungguhnya setiap kita, ada ‘gila’-nya juga dengan kadar yang berbeda-beda. Itulah sebabnya banyak orang yang dianggap aneh, antik, ‘kukuai’ kata orang chinese….
Menyebalkan, menjengkelkan..
Hanya saja sama orang disekitar masih dianggap wajar.
Diberi label ‘normal’, jadi masuk kategori normal.

Ketakutan berlebihan, phobia ini itu, takut berbicara di depan umum seperti saya dulu, coba saja ke psikiater or psikolog… Nanti dikasi tau: itu gejala kejiwaan.

Setelah fokus sekolah, belajar firman dengan tekun, teman yang stressnya bak yoyo, sembuh dengan sendirinya. Bebas obat. Sangat normal.
Presentasinya bagus.
Yang menganggap dirinya waras, belum tentu bisa presentasi.

“Dan kamu akan mengetahui kebenaran, kebenaran itulah yang akan memerdekakan kamu,” kata Tuhan.
Dan itulah yang terjadi.


Sahabat saya, Coach Antonius Arif bercerita, pada tahun 2020 saat pandemi, beliau kesulitan mencicil rumah keduanya.
Pendapatan berkurang, maka dana yang ada diprioritaskan untuk membayar gaji karyawan dulu.

Oneday istri Coach Arif kena Covid, berlanjut Coach Arif kena juga. Di rumah sakit itulah titik balik hidupnya terjadi. Dia dijamah Tuhan dan mengalami perjumpaan pribadi dengan-Nya.
Buku-buku Andrew Wommack dilahapnya. Banyak keajaiban terjadi tetapi cicilan rumah tetap belum bisa dilunasi. Mencicil sebisanya.

Tahun 2021, Coach Arif mulai melakukan perpuluhan. “Rasanya mustahil banget saya melakukan perpuluhan karena merasa saya yang kerja keras mati-matian koq suru nyumbang. Yang ada ya biaya-biaya ditutup dulu, baru sisanya bisa disumbangkan,” Coach Arif bercerita,
“Suatu ketika saya mendengar, gapapa sich gak memberikan perpuluhan kepada Tuhan. Tapi ingat ketika Anda memberikan sesuatu, Anda berikan dulu kepada Tuhan. Jangan seakan-akan Anda memberikan tips kepada Tuhan. Ketika mendengar kata tips, terus terang saya tertampar. Iya juga ya… Koq saya memberikan terakhir kepada Tuhan? Bukannya yang pertama sebagai buah sulung kepada Tuhan. Lalu saya belajar tentang bendahara atau pengelola. Saya sadar, uang ini uang Tuhan, saya hanya pengelola karena itu saya berikan perpuluhan… Kan ini duit Tuhan. Perusahaan kami sekarang menempatkan Tuhan sebagai pemiliknya.”

Tahun 2021, kami dapat project besar miliaran rupiah. Perusahaan yang semula jumlah karyawan hanya sekitar 11 orang, sekarang jadi sekitar 18 orang di masa pandemi. Perusahaan bertumbuh.

” Kami ingin menjual rumah, yang dulu dibeli seharga 1.2 Milyar. Tapi tragis sekali, hanya ditawar 1.4 Milyar padahal sudah dicicil selama 7 tahun. Untung hanya 200 juta, padahal masih ada hutang 800 juta lebih. Sudah hopeless maka pada bulan Oktober 2021, saya serahkan kepada Tuhan, terserah Tuhan maunya apa? Semuanya baik milik pribadi mau pun perusahaan, saya serahkan kepada Tuhan.

Memang omset sudah mulai naik. Tetapi gak ada penampakan sesuatu yang luar biasa. Tetapi menariknya pada 15 Desember 2021, kami bisa menarik uang sebesar 820 juta lebih untuk melunasi hutang dan bahkan masih ada sisa uang 1 Milyar untuk renovasi.

Ini sesuatu yang menarik buat saya, ketika saya menyerahkan problem serta perusahaan kami kepada Tuhan maka perusahaan kami jadi berkelimpahan. Omset kami meningkat 3x lipat bukan dibandingkan omset th 2020 tetapi th 2019, sebelum pandemi.
Ini yang amazing banget… Ketika mengandalkan diri sendiri, sampai kapan pun rasanya tidak pernah berhasil. Tetapi ketika mengandalkan Tuhan, hal-hal yang diluar kemampuan kami secara natural, terjadi.” Demikianlah Coach Arif menutup kisahnya.

Kembali terbukti. “Dan kamu akan mengetahui kebenaran, kebenaran itulah yang akan memerdekakan kamu,” kata Tuhan.
Dan itulah yang terjadi.


Sebagai penutup, perpuluhan BUKAN magic. Tuhan ingin kita semua mempersembahkan dengan penuh sukacita dan rela hati.
Berapa pun yang kita tabur, pasti berbuah. Tuhan tidak pernah berhutang. Bahkan segelas air putih yang kita berikan karena Tuhan atau mengasihi sesama pun, Tuhan perhitungkan.

Bukan jumlah uangnya yang menjadi magicnya, tetapi MOTIVASI kita dalam memberikan sesuatu yang terlebih penting.

Mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan, tidak hanya uang, apa saja, ketika tidak rela, terpaksa, Allah bilang itu sia-sia.
Gak ada hasilnya.

Seperti anak kita, beri sesuatu karena mengasihi mamanya… Rasanya apa saja yang saya punya, ingin saya berikan untuknya… Hati kita luluh…
Apalagi Tuhan… Betul ga?

Seluruh alam semesta milik Tuhan. Allah tidak butuh uang kita. Tetapi kalau kita tidak menabur benih, ya gak mungkinlah bisa panen. Itu prinsipnya.

Setiap berkat yang kita terima, ada yang berupa ‘roti’ untuk kita makan dan nikmati, tetapi ada juga yang berupa benih untuk ditabur, jadi berkat bagi orang lain.
Kita diberkati untuk menjadi berkat….

Konon perusahaan pasta gigi Colgate, sang pemilik mempersembahkan 90% keuntungannya dan dia hidup hanya dengan 10% keuntungan, dibalik…, itu pun masih sangat berkelimpahan.. Ini contoh yang dilakukan oleh orang yang sudah benar-benar mengalami serta membuktikan kesetiaan dan kebaikan Tuhan.

Siap mengasihi dan mentaati Tuhan? Yuk….

In nature we never see anything isolated, but everything in connection with something else which is before it, beside it, under it and over it. – Johann Wolfgang Von Goethe

Di alam semesta, kita tidak pernah melihat sesuatu yang terisolasi, sendirian, tetapi segala sesuatu berhubungan dengan sesuatu yang lain, yang ada di depannya, di sampingnya, di bawahnya dan di atasnya. -Johann Wolfgang Von Goethe

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Apakah Anda Menikmati Tuhan & Firman-Nya Yang Membawa Kehidupan?
“Fokus adalah Posisi Anda!”
“Penyakit Itu Illegal – Kisah Kesembuhan Kyle Graham.”