Category : Articles

Articles

Penangkal Pasangan Berpaling Ke Lain Hati? Simak Yuk!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Penangkal Pasangan Berpaling Ke Lain Hati? Simak Yuk!

“Bu Yenny, bagaimana penangkalnya agar pasangan tidak berpaling ke lain hati?,” tanya seorang ibu muda yang cantik.

Waduh….

“Pertanyaan yang sulit bu… Coba saya renungkan dulu! Satu hal yang saya pegang, takut itu iman terhadap hal yang negatif. Apa yang kita takutkan, itu yang terjadi. Kan rumusnya, terjadilah menurut imanmu.”

Saya pun berdoa dan bertanya kepada Tuhan,
“Apa resepnya Tuhan?”

Dan Tuhan itu Allah yang menjawab doa.


Saat berjumpa dan sharing dengan beberapa teman, ada seorang sahabat bercerita.
Dulunya dia kerap merasa cemburu, kuatir di kantor atau di luaran sang suami tergoda wanita lain. Maklum mereka pasangan muda yang kaya dan sukses.

Suatu ketika Tuhan memberikan pewahyuan kepadanya dan sejak itu, kekhawatirannya sirna.

Alkisah Abraham berangkat ke Tanah Negeb dan menetap di Gerar sebagai pendatang. Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: ”Dia saudaraku,” maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara.

Tetapi pada waktu malam Allah datang kepada Abimelekh dalam suatu mimpi serta berfirman kepadanya:
”Engkau harus mati oleh karena perempuan yang telah kauambil itu; ia sudah bersuami.”
Adapun Abimelekh belum menghampiri Sara. Berkatalah ia: ”Tuhan! Apakah Engkau membunuh bangsa yang tak bersalah? Bukankah orang itu sendiri mengatakan kepadaku: Dia saudaraku? Dan perempuan itu sendiri telah mengatakan: Ia saudaraku. Jadi hal ini kulakukan dengan hati yang tulus dan dengan tangan yang suci.”

Lalu berfirmanlah Allah kepadanya dalam mimpi: ”Aku tahu juga, bahwa engkau telah melakukan hal itu dengan hati yang tulus, maka Aku pun telah mencegah engkau untuk berbuat dosa terhadap Aku; sebab itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia. Jadi sekarang, kembalikanlah isteri orang itu, sebab dia seorang nabi; ia akan berdoa untuk engkau, maka engkau tetap hidup; tetapi jika engkau tidak mengembalikan dia, ketahuilah, engkau pasti mati, engkau dan semua orang yang bersama-sama dengan engkau.”

Wow… Betapa dahsyatnya!
Tuhan yang menjagai Sara, karena Abraham. Allah memiliki perjanjian Covenant dengan Abraham dan kita juga.
Bukti Allah yang membela, bahkan saat Abraham yang bersalah.

Sejak mendapatkan pewahyuan itu, sahabat saya menyerahkan pernikahannya ke dalam tangan Tuhan dan percaya serta beriman, Allah pun akan menjagai suami serta keluarganya.
Dia tidak bisa mengawasi suami dan anak-anaknya 24 jam, tetapi Allah senantiasa menyertai mereka 24 jam setiap harinya.

Hhhmmmm….. Melegakan bukan?


You teach people how to treat you by what you allow, what you stop, and what you reinforce – Tony Gaskins

Anda mengajar orang bagaimana memperlakukan Anda dengan apa yang Anda izinkan, apa yang Anda hentikan, dan apa yang Anda perkuat – Tony Gaskins

Demikianlah cara dunia bekerja!
Mengharapkan orang lain memperlakukan kita dengan cara-cara tertentu, tidak ada gunanya.
Kita yang mengajar mereka untuk memperlakukan kita dengan cara yang kita inginkan.

“Anda mendapatkan apa yang Anda harapkan, Anda layak menerima apa yang Anda toleransi.
Hargai diri sendiri, bersikap baik dan jadilah teladan maka dengan sendirinya orang lain akan menghargai.”, demikian ujar sang bijak.

Semakin kita membangun diri, bersikap positif serta menghidupi kebenaran Firman Tuhan, semakin kita menyukai diri kita sendiri dan orang lain pun akan menyukai kita.
Orang-orang di sekeliling kita, merasakan ada wibawa dan penyertaan Allah menyertai kita.

Sebaliknya, jika sebagai istri, terus menerus ketakutan, galau, kuatir suaminya selingkuh, bahasa tubuh dan vibe-nya juga dirasakan sang suami.

Semakin yakin sang istri, bahwa dia berharga, istimewa, menghidupi nilai-nilai hidup yang Ilahi maka sang suami pun akan merasakan bedanya sang istri dengan perempuan-perempuan diluaran. Mungkin saja yang diluaran jauh lebih muda dan cantik, tetapi mereka tidak memiliki hikmat, kebijaksanaan, ketulusan serta tidak membawa ketentraman dan kedamaian sejati seperti sang istri.

Buah-buah dari kedekatan sang istri dengan Allah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri; tidak dapat dibandingkan dengan pesona lahiriah semata.

Yang sekedar lahiriah, hanya menarik sekejap… Setelah itu justru terasa membebani dan menyebalkan.
Berbeda dengan hal-hal yang Ilahi…

Ketika Tuhan dijadikan pusat kehidupan keluarga, maka berkat perkenanan Tuhan akan melimpah dalam setiap aspek kehidupan mereka dan segala sesuatu akan berada di tempat yang seharusnya.

“Setelah saya fokus menghidupi firman, entah mengapa hubungan saya dengan suami jadi makin harmonis Bu Yenny… Ada damai di dalam keluarga. Padahal dulunya kami berantem terus. Sedikit-sedikit terjadi pertengkaran… Tapi sekarang tidak lagi,” ujar seorang ibu muda yang tengah menjalani tahun ke 5 pernikahannya.

Pernikahan yang baik dan langgeng, tidak terjadi secara kebetulan. Untuk berjalan bersama dibutuhkan titik awal, start berupa nilai-nilai yang sama.
Jika tidak ada ‘something in common’, bagaimana mereka bisa berjalan bersama? Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka tidak SEPAKAT?”, demikian ungkapan sang bijak.

Komitmen dan No Exit Door.
Apa pun yang terjadi, tidak ada kata bercerai!
Sehingga mereka berdua harus berkutat, belajar, saling bergesekan (yang tentunya tidak nyaman), menemukan apa yang paling cocok untuk mereka berdua. Saling membentuk dan menyesuaikan diri.

Yang kerap terjadi dengan pasangan muda saat ini, ketika terjadi perbedaan, belum juga dicari solusinya, tetapi sudah sibuk mencari ‘pintu keluarnya’ di mana?

Dalam setiap ketidaksepakatan dalam pernikahan Anda, ingatlah bahwa tidak ada pemenang dan pecundang. Anda adalah mitra dalam segala hal, jadi Anda akan menang bersama atau kalah bersama. Selalu bekerja sama untuk mencari solusi.

Pernikahan adalah pembelajaran seumur hidup. Tidak ada seorang pun yang beneran expert, karena di setiap musim, tantangannya berbeda.
Dan Pernikahan itu Ide Allah.
Adam tidak menyadari kebutuhannya akan seorang pendamping, hingga Allah memberikan Hawa kepadanya.
Karena itu, jika ingin pernikahan yang sukses dan bahagia, mari kembali kepada Allah yang merancangnya.

Setuju?

“Great marriages don’t happen by luck or by accident. They are the result of a consistent investment of time, thoughtfulness, forgiveness, affection, prayer, mutual respect, and a rock-solid commitment between a husband and a wife.” – Dave Willis.

“Pernikahan yang hebat tidak terjadi karena keberuntungan atau kebetulan semata. Melainkan tercipta dari investasi waktu, perhatian, pengampunan, kasih, doa, saling menghormati, dan komitmen yang kokoh antara suami dan istri secara konsisten.” – Dave Willis

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Sudahkah Anda Menyelaraskan Diri?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Sudahkah Anda Menyelaraskan Diri?

Saat merenungkan hubungan saya dengan Tuhan, disertai harapan agar dapat mendengarkan-Nya setiap hari, Tuhan memberi contoh sederhana, menolong saya agar lebih sadar cara mendengarkan suara-Nya di dalam kehidupan saya.

Piano atau gitar harus disetel dengan sempurna agar seorang musisi dapat menyalurkan bakat yang mereka miliki. Meski dia musisi terbaik di dunia sekali pun, jika instrumen yang digunakan tidak disetel, suaranya tidak akan terdengar bagus. Bakatnya ada, hasratnya juga ada, tetapi instrumennya tidak dipersiapkan nada yang pas. Untunned instrument.

Ketika seorang gitaris mengambil gitar yang tidak disetel, tidak peduli seberapa bagus dan mahalnya gitar itu, suaranya tidak akan menyenangkan. Suaranya justru membuat telinga sakit.
Bahkan Anda mungkin tidak dapat mengenali, lagu apa yang sedang dimainkan, meskipun sang musisi memetik senar dengan benar.

Seberapa sering Tuhan berbicara dalam hidup ini, namun hati kita tidak selaras? Begitu khawatirnya kita dengan permasalahan dunia, belum lagi disibukkan oleh berbagai berita, politik, hiburan, masalah keluarga, masalah uang, dan masalah kesehatan.
Sementara roh kita dirancang untuk “mendengarkan Dia”, namun pada kenyataannya, kita tidak selaras dengan-Nya. Kita justru selaras dengan dunia, dikuasai ketakutan, akibatnya meski Tuhan berbicara, kita tidak dapat mendengar-Nya.

“Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.
Matius 13:15 TB

Yesus berbicara tentang kondisi banyak orang. Hati, telinga, dan mata mereka selaras dengan hal-hal lain, yang bukan dari Tuhan. Hati mereka tumpul terhadap Tuhan.
Di sisi lain, Tuhanlah yang ingin menyembuhkan, memberkati serta memberi mereka hidup yang berkelimpahan. Dia berbicara, namun kerap hati kita tidak selaras. Suara Tuhan hilang ditelan bisingnya kehidupan.

Dia yang telah berfirman kepada mereka: ”Inilah tempat perhentian, berilah perhentian kepada orang yang lelah; inilah tempat peristirahatan!” Tetapi mereka tidak mau mendengarkan.
Yesaya 28:12 TB

Apa yang Anda ‘makan’: dengar, baca dan direnungkan – menyetel, menyelaraskan dan membuat hati Anda peka terhadap suara Tuhan. Jika Anda tidak mendengar suara-Nya, berarti hati Anda tidak selaras.

-Barry Bennett-


Sejak awal mengenal Tuhan, saya selalu mencari cara agar dapat mendengar suara Tuhan. Berbagai buku tentang cara mendengar Tuhan, dari bermacam-macam penulis, menjadi koleksi.
Saya betul-betul rindu untuk mendengar-Nya.

Bukannya saya tidak bisa sama sekali mendengar-Nya, tetapi On – Off. Kadang bisa, kadang tidak.
Darimana saya tahu klo itu suara Tuhan?
Tiba-tiba saya tergerak memberi kepada seseorang, ternyata jumlahnya pas dengan kebutuhannya. Tentu itu Tuhan. Berulang kali terjadi.

Saat mau post artikel, saya bertanya kepada Roh Kudus, artikel yang mana?
Dari respon pembaca, saya mengamati… Berarti klo yang begini, suara Tuhan. Yang itu, bukan.

Kerinduan hati saya gak hanya sekali-sekali, tetapi terus bisa On dan connect dengan Tuhan. Ini tantangannya.
Mempraktikkan teori-teori dari buku, tidak semudah yang dibayangkan. Bahkan ada yang justru bikin pusing dan makin bingung.

Ketika sekolah di Charis, tanpa disadari saya setiap hari fokus Tuhan. Selain belajar dari pelajaran-pelajarannya yang mengupas Firman, kami dilatih rutin baca Alkitab dan menggalinya sendiri. Belum lagi rutin berdoa dalam roh. Kami meneladani apa yang dilakukan oleh para guru.

Selain itu, baik di Charis maupun di TLW Community tempat saya beribadah, kami terbiasa klo ngumpul dengan teman, yang dibahas dan didiskusikan itu Firman Tuhan. Sambil makan, jalan-jalan bahkan olahraga, semua tentang firnan. Guyonan juga firman…

Lama kelamaan saya menyadari, mendengar suara Tuhan itu menjadi sesuatu yang natural. Karena paham bahasanya, Bahasa Firman, lalu paham kehendak Tuhan, jadi semua bekerjasama selaras.
Jika ada pemahaman yang kurang pas atau salah, karena bergaulnya dengan teman-teman yang paham Firman serta mengejar Tuhan sungguh-sungguh, maka cepat diluruskan.
Selaras dengan Tuhan menjadi mudah…

Kesembuhan terjadi, doa terjawab, terobosan ekonomi tercipta begitu naturalnya di kalangan teman-teman, baik di Charis maupun TLW. Akhirnya kami memutuskan stay di BSD saja. Sadar bahwa Tuhan mengarahkan kami di sini sehingga bisa tumbuh bersama menjadi dewasa rohani.

Mari selaraskan hati kepada Tuhan… Dan menjadi serupa dengan-Nya.

Seek God’s will in everything you do, and He will sbow you the path to take. Proverb 3:6

Carilah kehendak Tuhan dalam segala hal yang Anda lakukan, dan Dia akan menunjukkan jalan yang harus Anda tempuh. Amsal 3:6

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Takut, Marah, Cemas, Khawatir Dan Solusi Cerdasnya!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Takut, Marah, Cemas, Khawatir Dan Solusi Cerdasnya!

Kita tidak bisa melarang burung buang kotoran di kepala kita, namun kita bisa melarangnya bersarang di kepala kita,
pepatah yang sangat terkenal dan kita sangat paham artinya, namun tidak mudah mempraktikkannya.

Ketika dimanfaatkan, dicurangi, dikhianati, maka kecenderungannya marah dan kepikiran. Berbagai-bagai pikiran berputar-putar di kepala.
Nach ibarat membiarkan si burung bersarang dan membuang kotorannya di kepala kita!

Demikian juga dengan ketakutan dan kekhawatiran, terhadap Covid, masa depan, kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi, kerap menghantui. Menjadi penghambat kemajuan kita. Cemas yang tidak jelas. Bak burung bersarang dan membuang kotorannya di kepala.

Konon bedanya khawatir dengan cemas, khawatir itu jelas apa yang dikhawatirkan. Sehingga bisa diambil tindakan untuk menyelesaikannya. Sedangkan cemas, tidak jelas apa yang ditakutkan. Seolah menghantui bak phobia terhadap sesuatu. Makin dicemaskan, makin melebar ke mana-mana.

Uniknya, hasil riset membuktikan, 40% kecemasan orang-orang terfokus pada hal-hal yang tidak akan pernah terjadi.
30% lainnya berkaitan dengan masa lalu yang tidak dapat diubah, 12% disebabkan oleh kritikan orang lain, yang umumnya tidak benar.
10%-nya berkaitan dengan kesehatan, yang seringkali justru diperparah karena stres dan pikiran negatif.
Hanya sisanya 8% yang betul-betul kekhawatiran terhadap masalah nyata, dan perlu dihadapi.
Nach buat apa kita menghabiskan begitu banyak waktu untuk mengkhawatirkan 92% masalah yang tidak penting?
Karena stress dan khawatir, justru menimbulkan masalah baru, kesehatan kita jadi memburuk.

Joseph Arthur Rank, Bangsawan dan seorang industrialis Inggris yang hidup pada 22 Desember 1888 – 29 Maret 1972, mempunyai kebiasaan cerdas.

J. Arthur Rank, memutuskan untuk mengumpulkan hal-hal yang dikhawatirkan, dengan menuliskannya.
Lalu dia akan membereskan semua kekhawatirannya pada hari tertentu setiap minggunya.
Dia memilih hari Rabu.
Ketika terjadi sesuatu yang membuatnya cemas dan mengganggu maagnya, dia akan menuliskannya dan memasukkannya ke dalam kotak kekhawatirannya dan melupakannya hingga Rabu depan.

Hal yang menarik, pada hari Rabu berikutnya ketika dia membuka kotak kekhawatirannya, ditemukanlah sebagian besar hal yang mengganggunya selama enam hari terakhir sudah terselesaikan dengan sendirinya. Tidak ada gunanya mengkhawatirkan masalah-masalah itu. Hanya tersisa sedikit sekali masalah yang betul-betul perlu diselesaikan.
Menarik bukan?


Ada hal-hal dalam hidup yang bisa diselesaikan saat ini. Tetapi ada hal-hal lainnya, yang memang tidak bisa diselesaikan. Butuh waktu dan kadang-kadang kita sendiri tidak tahu permasalahan persisnya. Terutama dalam hal hubungan relationship. Hati manusia siapa yang tahu, demikian ungkapan yang kerap kita dengar.

Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya, kata Raja Salomo.

Hanya Tuhan dan hikmat-Nya, yang bisa membukakan jalan keluar yang melampau pikiran manusia, memberi kita hikmat agar dapat mengerti apa yang ada di dalam hati orang lain.

Lalu kita mesti bagaimana?
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Meski saat ini, seolah segala sesuatu berantakan dan kita tidak mengerti, apalagi menemukan solusinya…
Ya sudah, betul-betul percayakan kepada-Nya.
Suatu ketika, Tuhan membalikkan semuanya…
Ibarat kita melihat benang sulaman dari bagian bawah, yang terlihat hanya benang berantakan. Tetapi saat dibalik, terlihat sulaman yang indah!

Doa adalah sebuah revolusi yang tidak kelihatan.
Semua seolah tenang, tidak terjadi sesuatu…
Tetapi tiba-tiba menyerang!

Siapa ingat lirik lagu Way Maker?
Even when I don’t see it, You’re working
Even when I don’t feel it, You’re working
You never stop, You never stop working
You never stop, You never stop working (come on)
Way maker, miracle worker, promise keeper
Light in the darkness
My God, that is who You are…..

Meski pun saya tidak melihat Engkau sedang bekerja
Meski pun saya tidak merasakan Engkau sedang bekerja
Engkau tidak pernah berhenti,
Engkau tidak pernah berhenti bekerja
Pembuat jalan, Pembuat mujizat, Pemegang janji
Cahaya ditengah kegelapan
Tuhanku, itulah Engkau….

Siap menunggu waktu Tuhan?
Yuk… Berhenti khawatir dan terus menantikan masa depan yang penuh harapan! Tuhan selalu bisa diandalkan!

Living in God’s Peace – Greg Mohr.

Hiduplah dalam Damai Tuhan – Greg Mohr.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Keteladanan Anak Muda Yang Luar Biasa: Andre Purba.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Keteladanan Anak Muda Yang Luar Biasa: Andre Purba.

Serasa dunia berhenti berputar, saat Andre mendengar suara ibunya bercerita,
“Sesungguhnya ayahmu meninggal karena dibunuh, bukan kecelakaan seperti yang selama ini ibu ceritakan. Ayahmu orang baik, nak…. Tetapi justru karena kebaikannya, dia harus mengalami malapetaka ini…….”

Perasaan Andre yang masih remaja, bercampur aduk tidak siap menerima kenyataan ini. Luka, perih, marah, dendam, ingin membalas dan berbagai perasaan lain bergejolak dalam dadanya…. Namun apa daya?

Ayah Andre bekerja di sebuah departemen kehutanan, di sebuah kota di Sumatra, sekian puluh tahun lalu. Rupaya terjadi korupsi besar-besaran di departemennya. Tetapi ayahnya menolak ikut terlibat dalan persekongkolan ini.

“Sepintar-pintarnya bangkai ditutupi, baunya tetap tercium juga”, demikianlah kata peribahasa.
Akhirnya, perbuatan ini mulai tercium oleh pihak berwenang. Satu-satunya saksi kunci adalah sang ayah, yang tahu banyak hal, namun bersih.
Mulailah teman-temannya bersepakat untuk melenyapkan sang saksi kunci, demi menyelamatkan diri mereka.

Suatu ketika Om Andre akan menikah di Jakarta. Sang ayah pergi ke kantor pusatnya di Kota Padang untuk mengurus surat ijin dan berbagai keperluan lainnya. Dan beliau tidak pernah kembali.
Ditemukan tewas terbunuh dengan bekas pukulan keras di lehernya, dan tanpa saksi. Karena waktu pembunuhan itu bertepatan dengan jam berbuka puasa. Jalanan sepi. Tidak ada saksi.
Semua sibuk berbuka puasa di rumah masing-masing.
Kakek melihat jenazah ayah dengan leher miring, berarti ada bagian tulang leher yang patah.

Peristiwa tragis ini mengubah jalan kehidupan Andre dan keluarga selamanya. Ibunya seorang ibu rumah tangga, dengan dua anak: seorang putri berusia 3½ tahun, dan Andre berusia 1½ tahun. Ibu Andre yang kemudian mengemban tugas keluarga untuk merawat kakek neneknya yang sudah tua. Sehingga biaya keluarga ini ditopang oleh saudara-saudaranya yang lain.
Kemarahan, dendam, luka yang tersimpan di dada Andre, ditambah dengan kondisi keluarganya, menjadikannya remaja yang minder.

“Saya kalau berjalan selalu menunduk, Bu Yenny…. gak berani memandang wajah orang lain. Entah mengapa saya merasa seolah derajad saya rendah sekali, jauh di bawah orang lain. Mungkin itu pengaruh dari dendam dan kemarahan yang tersimpan dalam hati, atau bagaimana? Entahlah. Saya menjadi penyendiri… “, Andre mengungkapkan perasaannya,
“Lulus SMU, saya ke Jakarta dengan satu tekad, kuliah Hukum. Saya ingin mencari keadilan. Tetapi Tuhan baik. Saya tidak diterima di jurusan itu dan diarahkan kuliah psikologi.”

Tinggal menumpang di rumah saudaranya, tentu tidak mudah. Apalagi dengan sifat dan sikap tertutup Andre yang dipenuhi gelora kemarahan di hatinya, menimbulkan berbagai gesekan.
Orang yang terluka, cenderung melukai orang lain, karena itulah yang dimilikinya. Itu cara yang dia tahu. Prinsip ini berlaku untuk semua orang.

Andre merasa sepi. Sendiri.
Selama ini hubungannya dengan Tuhan sekedar kewajiban dan formalitas.
Meski keluarganya keluarga kristen, tetapi lebih kepada kristen adat yang belum mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan, apalagi lahir baru.

“Tuhan, aku ingin memiliki komunitas yang seperti keluarga… Gak usah gereja besar Tuhan, tapi yang saling mengasihi dan saling memperhatikan. Saya ingin bertumbuh, dan mau pelayanan di sana”, doa Andre.
Selama ini dia hanya mengikuti persekutuan doa di kampus seminggu sekali. Itu tidak cukup. Dan konsep Andre saat itu, melayani itu bukti cintanya pada Tuhan.

Tuhan baik dan selalu baik.
Tidak lama kemudian, ada KKR di Depok. Pendeta terkenal favorit Andre yang banyak mengupas tentang keluarga. Oh ternyata ada cabang gereja ini di Depok…Tanpa disangka, di sana Andre disambut bak keluarga, dan langsung join. Lunch bersama sehabis ibadah, mempererat hubungan.

Selain itu Andre bergabung dalam sebuah komsel yang dipimpin oleh P. Pujo Satoto. Ternyata P. Pujo satu komsel dengan P. Irwan & B. Angel yang saat ini menjadi founder dan direktur Charis Bible College Indonesia. Komsel mereka bernama Charis Ministry Indonesia, masih diselenggarakan by FaceTime karena P. Irwan dan B. Angel berada di Hong Kong menyelesaikan level 3 Charis Bible College, setelah menyelesaikan level 1 & 2 di Charis Bible College, Colorado, USA. Andre datang, kadang main gitar untuk mengiringi worshipnya, atau sekedar mendengarkan pengajarannya.

Itulah awal perkenalan Andre dengan P. Irwan & B. Angel. Dan Andre bisa mengikuti pelajaran-pelajaran DE (Dicipleship Evangelism) sebelum sekolah Charis Bible College Indonesia (CBC) didirikan. Di sanalah Andre baru memahami arti lahir baru, Roh – Jiwa- Tubuh, arti baptisan air & baptisan roh, dan berbagai fondasi dasar Kekristenan, meski secara status sebenarnya dia sudah Kristen sejak lahir.

Hhhmmm… Mirip dengan sebagaian besar dari kita ya…, termasuk saya. Merasa menjadi kristen berpuluh-puluh tahun, tetapi tidak betul-betul memahami prinsip-prinsip dasarnya. Itulah sebabnya ada jarak antara apa yang kita baca di Alkitab dengan apa yang kita alami.

Andre terbuka dengan P. Irwan & B. Angel, dan Andre pun dituntun untuk lahir baru. Banyak orang yang tidak paham, ketika seseorang lahir baru, dia menjadi ciptaan baru. Naturnya dipulihkan menjadi seperti Adam sebelum jatuh dalam dosa, dan sama seperti naturnya Yesus. As He is, so are we in this world. Sama seperti Yesus, kita ada di dunia ini. (1 Yoh 4:17)
Begitu lahir baru, anehnya, segala kepahitan, minder dan berbagai perasaan negatif lainnya yang membebani Andre selama ini, sirna dengan sendirinya.
Effortless change, perubahan tanpa usaha terjadi.

Ada peristiwa unik terjadi. Suatu ketika kakak Andre yang tinggal di Jakarta Barat sedang laundry baju. Si pemilik laundry itu pensiunan kehutanan. Omong punya omong, ternyata si pemilik laundry pun pernah mendengar kasus ayah Andre, yang viral sekian puluh tahun yang lalu hingga ke ibu kota. Dibunuh agar sebagai saksi dia bisa dibungkam. Akhir dari kasus itu menjadi tidak jelas lagi.

Andre dalam keadaan hopeless, tanpa harapan. Kehidupan berjalan tidak seperti harapannya, namun dia tidak tahu jalan keluarnya. Seolah terjebak di sana.
Dia pun berdoa menceritakan beban hatinya kepada Tuhan. “Tuhan, aku ingin memiliki orangtua rohani.”

Selama ini dia sering ikut temannya, yang ditawari P. Irwan dan B. Angel untuk membantu pelayanan mereka. Andre hanya mendampingi saja. Hampir setiap minggu ke sana. Suatu ketika ternyata teman Andre melakukan kesalahan, integritasnya cacat. Diberi kesempatan lagi oleh P. Irwan & B. Angel, ternyata bak keledai yang jatuh ke lubang yang sama lagi.. Stop….tidak ada kesempatan lagi. Ini masalah karakter.

Tiba-tiba ada bunyi telepon berdering….
“Andre, bisa menemui saya sekarang?
“Bisa Om”, sambil dalam hati Andre bertanya-tanya ada apa gerangan.
“Andre mau ga bantu kami mendirikan sekolah tetapi posisimu sebagai volunteer?”
“Mau… Mau… Om.”
Apalagi saat itu Andre tinggal skripsi tetapi dosen pembimbing sulit ditemui. Banyak waktu luang.

Jadilah Andre melanjutkan pekerjaan yang terbengkalai…. Jawaban doa pula, Andre menganggap P. Irwan dan B. Angel sebagai orangtua rohaninya.
Meski pun Andre gak ngerti IT, tapi dia mau belajar dari youtube, setia, berkomitmen dan menjaga integritas sungguh-sungguh. Sejak awal sudah tahu ada 3 level, terutama untuk memberi sub-title.
Setelah +- 6 tahunan Andre membuktikan komitmennya, akhirnya sekarang Andre menjadi full time staff di CBC Indonesia.

Dari beberapa teman, saya mendengar alasan P. Irwan memilih Andre menjadi staf CBC, karena dia betul-betul memegang komitmen dan tidak itu saja, tidak ada hal-hal yang bocor dari mulut Andre.
Komitmen dan integritas memang tidak tergantikan.
Kharisma bisa membawa seseorang naik, tetapi hanya karakter yang bisa mempertahankan seseorang tetap berada di atas.

Ketika Andre menengok kehidupannya kembali ke belakang, dia melihat tuntunan Tuhan di sepanjang jalan kehidupannya.
Tuhan menyelamatkannya dari berbagai pergaulan yang menyimpang.
Prinsipnya sederhana, “Aku anak rantau, jangan macam-macam”.
Tuhan membawanya melalui berbagai lika-liku kehidupan, sampai bertemu dengan P. Irwan & B. Angel, orangtua rohani sekaligus guru hidupnya. Andre juga menjadi murid di Charis Bible College.

Bersama kakaknya, Andre sepakat membawa ibunya ke Jakarta. Mereka sadar sekarang, mereka memiliki otoritas untuk mengalahkan si musuh, mengalami hidup yang berkemenangan dalam berbagai aspek hidupnya.
Hidup mereka sekeluarga dipulihkan bahkan menjadi pribadi yang benar-benar mengalami dan mengandalkan Tuhan.
Sungguh kasih dan penyertaan Tuhan Yesus sangat luar biasa.
Masa depan tanpa batas sekarang terbuka di hadapan Andre Purba!

“Aku akan memberikan kepadamu masa depan yang penuh harapan,” janji Tuhan.
Jangan pernah terpuruk di tempat.
Cari Tuhan, Dia bisa mengubahnya!

To have FAITH is to have WINGS – Arthur Meintjes

Memiliki IMAN berarti memiliki SAYAP (dan kita bisa meraih hal-hal besar yang sudah Tuhan sediakan) – Arthur Meintjes

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apa Yang Kita Percayai Tentang Jati Diri & Masa Depan Kita?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apa Yang Kita Percayai Tentang Jati Diri & Masa Depan Kita?

Sadarkah kita, seringkali kita membiarkan pendapat orang-orang di sekeliling kita, membentuk jati diri kita saat ini?

Saat reuni, seorang teman lama, mengingatkan saya,
“Yenny dulu kamu…..”

“Sorry, itu dulu, sekarang saya sedang terus bertumbuh serta berkembang menggenapi visi Tuhan bagi hidup saya…. Please kita jangan terpaku pada hal-hal lama, mari kita berlomba membangun warisan yang abadi.”

DIENNNNKKKK…..
Mengagetkan rupanya jawaban saya.
Itu reuni pertama, setelah sekian puluh tahun tidak bertemu.
Orang-orang cenderung menarik kita untuk kembali ke masa lalu. Dan saya menolaknya!

Hanya orang-orang yang tidak bisa melihat masa depan, yang akan terus kembali kepada masa lalunya.

Termasuk kembali ke mantan pacar, gara-gara reuni…

Masa depan yang luar biasa sudah Tuhan siapkan di depan.
Hidup hanya sekali, saya ingin menjadikan hidup yang hanya sekali ini menjadi berarti sehingga saya bisa menghembuskan nafas terakhir dengan puas dan bangga:
Hidup saya berarti dan berkenan di hadapan Tuhan.

Falsafah Jawa mengatakan:
“Urip iku mung mampir ngombe”.

Hidup itu hanya sebentar, sekedar berhenti minum.
Yang kekal, selamanya, bersama Tuhan.
Saya ingin ketika saya bertemu dengan Tuhan,
Allah menyambut dengan bangga,
“Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”

Tahukah kita, selama nama kita masih disebut orang, sesungguhnya seseorang belum mati, meski pun secara fisik dia sudah meninggal?
Keteladanan seperti apa yang ingin kita tinggalkan bagi generasi mendatang?
Itulah warisan abadi yang sangat berharga.
Bahkan menyebut nama kita saja, orang-orang di generasi mendatang, merasa diberkati.

Wow… Dahsyat bukan?
Layak diperjuangkan!

Entah kita mulai darimana, pada usia berapa, itu tidak penting.
Seberapa bagus atau seberapa buruk masa lalu kita pun, saat kita bertobat, dosa yang semerah kirmizi, diubah Tuhan menjadi seputih salju.
Tuhan melihat dan motivasi kita.
Kesungguhan hati kita untuk mentaati-Nya!
Tuhan berkenan memberikan percepatan dan Tuhan akan menuntun kita agar dapat merealisasikan mimpi agung tsb.
Tuhan yang memampukan, memberikan kreatifitas serta mengajar kita untuk merealisasikannya.


Tuhan itu Allah yang sangat peduli.
Saat hati saya rindu untuk menyenangkan Dia, Tuhan pun langsung turun tangan membimbing.
Tuhan membedah kisah Yusuf dari sisi yang berbeda.
Kisah yang kita semua ‘merasa’ sudah sangat familiar…. Ternyata menyimpan rahasia yang selama ini luput dari pengamatan saya.

Sungguh mengherankan, Yusuf yang dijual sebagai budak dan menjadi narapidana, selama 13 tahun, bukan waktu yang singkat, tetapi ketika bertemu dengan raja maupun para pejabat istana, mereka semua tidak melihat mau pun mencium ‘bau’ seorang budak atau narapidana, mereka melihat seorang pemimpin besar.
Itulah sebabnya ketika raja memilih Yusuf menjadi orang nomor 2 paling berkuasa di Mesir, tidak ada seorang pun yang protes.

Tentunya, wibawa dan kharisma itu tidak terjadi dengan sendirinya.
Tuhan memberikan visi kepada Yusuf, Tuhan juga memberi visi kepada setiap kita.
Visi yang unik dan tak tergantikan, ujar Wolfgang Von Goethe.

Agar visi itu bisa terealisasi, kita harus meresponi dengan iman, melatih dan menghidupinya, hingga terealisasi.
Bagian ini yang banyak dilupakan oleh kebanyakan orang.

Caranya?
Konsisten mengerjakan dengan sangat baik, apa yang Tuhan percayakan di tangan kita.
Konsisten, tanpa kenal lelah.
Tidak ada hal besar tercipta, tanpa melalui permulaan yang kecil.
Setialah!
Tidak perlu mencari cara untuk mempromosikan diri.
Tuhan tidak tidur.
Ketika Tuhan berdiam diri, artinya kita masih harus mempersiapkan diri. Diproses. Hingga kita siap mengelola tanggung jawab yang besar maka Tuhan pun membuka jalan dan mempromosikan kita.

Terbukti, di rumah Potifar, semuanya dikerjakan Yusuf dengan sangat baik sehingga Potifar tidak perlu mengerjakan apa pun juga, selain makanannya sendiri.
Demikian pula saat di penjara, semuanya diatur oleh Yusuf dengan sangat baiknya sehingga semua tahanan dipercayakan oleh kepala penjara kepada Yusuf.
Sedemikian bisa dipercaya dan berintegritasnya Yusuf, sehingga kepala penjara pun yakin, Yusuf tidak akan lari atau melakukan hal-hal yang merugikannya.
Ini latihan Yusuf bagaimana dia bisa memanage apa yang ada di tangannya dengan excellent.

Ketika kesempatan tiba, saat promosi datang, Yusuf sudah siap.
Yusuf membawa diri dengan bijak.
Bercukur, mandi dan berganti pakaian.
Berpenampilan sebagai pemimpin.
Dia mampu mengartikan mimpi, menjelaskan solusi dengan runut, ditambah pula wibawa Allah yang terpancar karena kedekatan Yusuf dengan Allahnya…
Dalam sekejap semua berubah.
Yusuf menghadap raja, statusnya sebagai narapidana, dan pulang sebagai orang nomor 2 yang paling berkuasa di Mesir.

Tentunya, selama 13 tahun, orang-orang di sekitarnya memandang dan memperlakukan Yusuf hanya sebagai budak bahkan budak yang menjadi narapidana.
Tetapi Yusuf MENOLAK label itu tanpa perkataan mau pun protes.
Yusuf menjawabnya dengan karya yang excellent!
Yusuf mencocokkan siapa dirinya, dengan visi Tuhan, bahwa dia adalah pemimpin besar. Orangtua dan saudara-saudaranya akan sujud kepadanya kelak.

Demikian juga dengan kita.
Dunia senantiasa berusaha menekan dan melabeli kita dengan label-label dunia. Membuat kita menjadi sama seperti mereka. Baik dalam hal nilai-nilai, siapa jati diri kita, kebenaran-kebenaran yang kita terima, dsb.
Jika kita mengikuti apa kata dunia, endingnya kita akan berakhir seperti orang dunia pula.
Hidup mengejar hal yang sia-sia.
Apa yang kita percayai tentang siapa diri kita, itu akan membentuk kita sesuai yang kita percayai.

Dunia bilang: Mustahil. Kamu bukan siapa-siapa…
Jika kita percaya, jadi mustahil beneran.
Dunia bilang: STW (setengah tua), sakit itu wajar… Maklum sudah tua.
Jika percaya, sakit-sakitan sesuai yang dipercayainya.

Namun jika kita berani mengambil langkah tegas, sepakat dengan label Tuhan tentang kita, maka kita akan hidup di bumi seperti di surga, dengan jaminan hidup kekal pula.

Tuhan bilang, kita adalah angkatan orang benar yang diberkati. Harta dan kekayaan ada di dalam rumahnya.
Kita akan menjadi kepala dan bukan ekor.
Tetap naik dan bukan turun.
Diberkati di kota dan di ladang.
Memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi kita sendiri tidak meminta pinjaman.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti kita, di sepanjang umur hidup kita.
Maka demikian pula yang kita alami.

Berhenti mengasihani diri sendiri, hancurkan mental pecundang, penuh ketakutan…. Allah kita Maha-besar.
Kita yang memilih masa depan kita sendiri.
Terjadilah menurut imanmu!

Your real power is on the inside!

Kekuatanmu yang sesungguhnya ada di dalam!

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 157 158 159 160 161 321