Category : Articles

Articles

Apa Yang Kita Percayai Tentang Jati Diri & Masa Depan Kita?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apa Yang Kita Percayai Tentang Jati Diri & Masa Depan Kita?

Sadarkah kita, seringkali kita membiarkan pendapat orang-orang di sekeliling kita, membentuk jati diri kita saat ini?

Saat reuni, seorang teman lama, mengingatkan saya,
“Yenny dulu kamu…..”

“Sorry, itu dulu, sekarang saya sedang terus bertumbuh serta berkembang menggenapi visi Tuhan bagi hidup saya…. Please kita jangan terpaku pada hal-hal lama, mari kita berlomba membangun warisan yang abadi.”

DIENNNNKKKK…..
Mengagetkan rupanya jawaban saya.
Itu reuni pertama, setelah sekian puluh tahun tidak bertemu.
Orang-orang cenderung menarik kita untuk kembali ke masa lalu. Dan saya menolaknya!

Hanya orang-orang yang tidak bisa melihat masa depan, yang akan terus kembali kepada masa lalunya.

Termasuk kembali ke mantan pacar, gara-gara reuni…

Masa depan yang luar biasa sudah Tuhan siapkan di depan.
Hidup hanya sekali, saya ingin menjadikan hidup yang hanya sekali ini menjadi berarti sehingga saya bisa menghembuskan nafas terakhir dengan puas dan bangga:
Hidup saya berarti dan berkenan di hadapan Tuhan.

Falsafah Jawa mengatakan:
“Urip iku mung mampir ngombe”.

Hidup itu hanya sebentar, sekedar berhenti minum.
Yang kekal, selamanya, bersama Tuhan.
Saya ingin ketika saya bertemu dengan Tuhan,
Allah menyambut dengan bangga,
“Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”

Tahukah kita, selama nama kita masih disebut orang, sesungguhnya seseorang belum mati, meski pun secara fisik dia sudah meninggal?
Keteladanan seperti apa yang ingin kita tinggalkan bagi generasi mendatang?
Itulah warisan abadi yang sangat berharga.
Bahkan menyebut nama kita saja, orang-orang di generasi mendatang, merasa diberkati.

Wow… Dahsyat bukan?
Layak diperjuangkan!

Entah kita mulai darimana, pada usia berapa, itu tidak penting.
Seberapa bagus atau seberapa buruk masa lalu kita pun, saat kita bertobat, dosa yang semerah kirmizi, diubah Tuhan menjadi seputih salju.
Tuhan melihat dan motivasi kita.
Kesungguhan hati kita untuk mentaati-Nya!
Tuhan berkenan memberikan percepatan dan Tuhan akan menuntun kita agar dapat merealisasikan mimpi agung tsb.
Tuhan yang memampukan, memberikan kreatifitas serta mengajar kita untuk merealisasikannya.


Tuhan itu Allah yang sangat peduli.
Saat hati saya rindu untuk menyenangkan Dia, Tuhan pun langsung turun tangan membimbing.
Tuhan membedah kisah Yusuf dari sisi yang berbeda.
Kisah yang kita semua ‘merasa’ sudah sangat familiar…. Ternyata menyimpan rahasia yang selama ini luput dari pengamatan saya.

Sungguh mengherankan, Yusuf yang dijual sebagai budak dan menjadi narapidana, selama 13 tahun, bukan waktu yang singkat, tetapi ketika bertemu dengan raja maupun para pejabat istana, mereka semua tidak melihat mau pun mencium ‘bau’ seorang budak atau narapidana, mereka melihat seorang pemimpin besar.
Itulah sebabnya ketika raja memilih Yusuf menjadi orang nomor 2 paling berkuasa di Mesir, tidak ada seorang pun yang protes.

Tentunya, wibawa dan kharisma itu tidak terjadi dengan sendirinya.
Tuhan memberikan visi kepada Yusuf, Tuhan juga memberi visi kepada setiap kita.
Visi yang unik dan tak tergantikan, ujar Wolfgang Von Goethe.

Agar visi itu bisa terealisasi, kita harus meresponi dengan iman, melatih dan menghidupinya, hingga terealisasi.
Bagian ini yang banyak dilupakan oleh kebanyakan orang.

Caranya?
Konsisten mengerjakan dengan sangat baik, apa yang Tuhan percayakan di tangan kita.
Konsisten, tanpa kenal lelah.
Tidak ada hal besar tercipta, tanpa melalui permulaan yang kecil.
Setialah!
Tidak perlu mencari cara untuk mempromosikan diri.
Tuhan tidak tidur.
Ketika Tuhan berdiam diri, artinya kita masih harus mempersiapkan diri. Diproses. Hingga kita siap mengelola tanggung jawab yang besar maka Tuhan pun membuka jalan dan mempromosikan kita.

Terbukti, di rumah Potifar, semuanya dikerjakan Yusuf dengan sangat baik sehingga Potifar tidak perlu mengerjakan apa pun juga, selain makanannya sendiri.
Demikian pula saat di penjara, semuanya diatur oleh Yusuf dengan sangat baiknya sehingga semua tahanan dipercayakan oleh kepala penjara kepada Yusuf.
Sedemikian bisa dipercaya dan berintegritasnya Yusuf, sehingga kepala penjara pun yakin, Yusuf tidak akan lari atau melakukan hal-hal yang merugikannya.
Ini latihan Yusuf bagaimana dia bisa memanage apa yang ada di tangannya dengan excellent.

Ketika kesempatan tiba, saat promosi datang, Yusuf sudah siap.
Yusuf membawa diri dengan bijak.
Bercukur, mandi dan berganti pakaian.
Berpenampilan sebagai pemimpin.
Dia mampu mengartikan mimpi, menjelaskan solusi dengan runut, ditambah pula wibawa Allah yang terpancar karena kedekatan Yusuf dengan Allahnya…
Dalam sekejap semua berubah.
Yusuf menghadap raja, statusnya sebagai narapidana, dan pulang sebagai orang nomor 2 yang paling berkuasa di Mesir.

Tentunya, selama 13 tahun, orang-orang di sekitarnya memandang dan memperlakukan Yusuf hanya sebagai budak bahkan budak yang menjadi narapidana.
Tetapi Yusuf MENOLAK label itu tanpa perkataan mau pun protes.
Yusuf menjawabnya dengan karya yang excellent!
Yusuf mencocokkan siapa dirinya, dengan visi Tuhan, bahwa dia adalah pemimpin besar. Orangtua dan saudara-saudaranya akan sujud kepadanya kelak.

Demikian juga dengan kita.
Dunia senantiasa berusaha menekan dan melabeli kita dengan label-label dunia. Membuat kita menjadi sama seperti mereka. Baik dalam hal nilai-nilai, siapa jati diri kita, kebenaran-kebenaran yang kita terima, dsb.
Jika kita mengikuti apa kata dunia, endingnya kita akan berakhir seperti orang dunia pula.
Hidup mengejar hal yang sia-sia.
Apa yang kita percayai tentang siapa diri kita, itu akan membentuk kita sesuai yang kita percayai.

Dunia bilang: Mustahil. Kamu bukan siapa-siapa…
Jika kita percaya, jadi mustahil beneran.
Dunia bilang: STW (setengah tua), sakit itu wajar… Maklum sudah tua.
Jika percaya, sakit-sakitan sesuai yang dipercayainya.

Namun jika kita berani mengambil langkah tegas, sepakat dengan label Tuhan tentang kita, maka kita akan hidup di bumi seperti di surga, dengan jaminan hidup kekal pula.

Tuhan bilang, kita adalah angkatan orang benar yang diberkati. Harta dan kekayaan ada di dalam rumahnya.
Kita akan menjadi kepala dan bukan ekor.
Tetap naik dan bukan turun.
Diberkati di kota dan di ladang.
Memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi kita sendiri tidak meminta pinjaman.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti kita, di sepanjang umur hidup kita.
Maka demikian pula yang kita alami.

Berhenti mengasihani diri sendiri, hancurkan mental pecundang, penuh ketakutan…. Allah kita Maha-besar.
Kita yang memilih masa depan kita sendiri.
Terjadilah menurut imanmu!

Your real power is on the inside!

Kekuatanmu yang sesungguhnya ada di dalam!

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Kelimpahan Anda Ada Di Dalam Benih Anda!

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Kelimpahan Anda Ada Di Dalam Benih Anda!

Bagaimana kita melepaskan kelimpahan Tuhan di dalam kehidupan kita? Hal ini mudah dipahami dalam dunia pertanian, tetapi untuk beberapa alasan, di dalam Tubuh Kristus menimbulkan perdebatan yang panjang. Di bidang pertanian jika Anda menabur benih, Anda akan menuai tanaman yang menghasilkan lebih banyak benih lagi. Jika Anda terus menabur benih itu, Anda akan menuai. Kelimpahan dibangun di dalam benihnya!

Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.
2 Korintus 9:8 TB

Paulus mengulangi kebenaran ini dalam hal memberi.
“Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.
2 Korintus 9:6 TB

Paulus berbicara tentang uang dan sumber daya sebagai benih. Apa yang dikerjakan oleh benih?
Benih menghasilkan panen berdasarkan jumlah benih yang ditanam.

Apa panennya?
Janji SEGALA ANUGERAH yang berkelimpahan, bahwa si pemberi akan berkecukupan dalam segala hal untuk melakukan lebih banyak lagi perbuatan-perbuatan yang baik.

Anugerah adalah penyediaan Tuhan bagi setiap kebutuhan manusia, meliputi roh, jiwa dan tubuh. Meskipun anugerah tersedia bagi semua orang, namun tidak semua orang berjalan dalam anugerah. Mereka tidak berjalan dalam kelimpahan atau kecukupan.
Mengapa tidak?
Dia yang menabur sedikit akan menuai sedikit! Anugerah tersedia di dalam benih! Kelimpahan ada di dalam benih! Benih apa pun yang Anda miliki saat ini, mengandung kelimpahan bagi masa depan Anda. Anda dapat memberikan kasih, pengampunan, kebijaksanaan, waktu, pelayanan, dan sumber daya. Semua itu adalah benih yang berasal dari “buah kebenaran.”

Berkat Tuhan atas benih yang kita tabur dapat terwujud dengan banyak cara. Dikasihi oleh manusia, kesempatan yang lebih besar dalam bisnis atau pelayanan, promosi, ide-ide kreatif, bahkan berkat finansial yang tak terduga, semuanya dapat menjadi bagian dari tuaian. Ini bukan formula tapi gaya hidup. Beberapa panen cepat datangnya, sementara yang lain mengalami proses bertahun-tahun. Dengan iman dan kesabaran kita mewarisi janji-janji itu! Pada waktunya kita akan menuai jika kita tidak menjadi lelah (Gal. 6:9).

Ketika pemberian kita merupakan perpanjangan dari hati kita yang makmur, kit akan terus menerus menabur. Kita hidup untuk memberi. Kita telah memasuki ke dalam hati Tuhan. Panen juga akan konstan. Semua anugerah (semua penyediaan) akan berlimpah bagi kita. Tuhan akan memenuhi kebutuhan kita dan bahkan lebih lagi, untuk setiap pekerjaan baik. Inilah hidup yang berkelimpahan! Itulah anugerah Allah yang sejati.

God has declared good things.

Allah telah menyediakan hal-hal yang baik.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Tergoda? Ini solusinya!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Tergoda? Ini solusinya!

Begitu post artikel “Selingkuh? Salah siapa?”, beberapa chat masuk.

“Bu Yenny, jujur… Pikiran selingkuh kerap menguasai saya sampai saya tidak bisa konsentrasi bekerja seharian. Menyiksa sekali….”

“Bu, rasanya saya ingin lari saja… Kembali ke mantan pacar. Suami saya tidak semanis mantan. Saya menyesal….”

“Semakin saya memikirkan godaan yang diluar, rasanya yang diluar jaaauuuh lebih baik daripada yang di rumah Bu Yenny. Bagaimana saya mengatasinya bu?”

Dan banyak lagi.

Wow…. Menggoda sekali ya….
Ingat, bungkus kado senantiasa indah memukau.
Tapi yang menentukan berharga atau tidak, itu isinya, bukan bungkusnya.
Yang di rumah sudah gak pakai topeng, sementara yang diluar masih dibungkus ‘kertas kado yang cantik’…
Itu yang penting disadari.

Apalagi jika beban kehidupannya berat. Tidak sempat lagi berdandan dan merawat diri.
Sesungguhnya semua wanita itu cantik, kalau saja diberikan dana extra untuk merawat diri, menikmati hidup, diperlakukan dengan baik sehingga hatinya senang.
Setuju ga?
Buktinya dulu sang suami kecantol hingga dinikahi.

Buat ibu-ibu, mantan itu manis… Tapi itu dulu…
Setelah sekian tahun, mengalami berbagai pengalaman hidup, percayalah… Dia sudah menjadi pribadi yang berbeda.
Saat pacaran, duitnya masing-masing. Jika menikah dengannya, belum tentu lebih baik dari suamimu.
Anakmu bukan anaknya….
Anaknya bukan anakmu….
Banyak kepentingan berbeda dan tidak semudah yang dipikirkan untuk menjalaninya. Sejuta masalah menanti di belakang hari. Percayalah!

Lalu bagaimana cara mengatasinya Bu Yenny?
Pikiran itu seperti channel TV. Jika kita tidak suka acaranya, KLIK saja anti channel lainnya.
Ganti saja ‘nonton/memikirkan’ pertandingan golf, sepakbola atau hal-hal lainnya yang menyenangkan, maka pikiran tentang selingkuh pun hilang.

Perlu dipertimbangkan, siapa teman-teman kita.
Jika lingkungan kita isinya orang-orang yang suka selingkuh, maka lama kelamaan hati nurani menjadi tumpul. Selingkuh dianggap biasa.

Pastikan bergaul dengan teman-teman yang memiliki nilai-nilai kebenaran yang sejati, Firman Tuhan.
Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Roh kita sudah sempurna saat lahir baru, Roh Allah berdiam di dalam roh kita dengan segala kekayaan dan kelimpahannya.
Tetapi jiwa: pikiran, emosi, kehendak serta imajinasi kita masih tetap yang lama.
Jiwa lama ini butuh untuk dididik dan didewasakan agar selaras dengan kebenaran Firman Tuhan yang tidak lekang oleh waktu.

Pikiran yang galau dan tidak tenteram, ternyata dikarenakan hati kita belum dipenuhi oleh kebenaran Allah yang sejati.
Bak berdiri di atas dua kapal, duniawi dan surgawi.

Semakin hati dipenuhi oleh janji-janji-Nya, hidup melangkah bersama-Nya, – tidak berarti hidup seperti di jalan toll -, tetapi apa pun yang terjadi, ada keyakinan yang tak tergoyahkan: “Semua akan baik-baik saja”

Jika Allah bersamaku, siapa dapat melawanku?
Krisis boleh terjadi, tetapi Allah akan membawaku hidup di atas krisis….
Dia Allah, apa yang mustahil bagi-Nya?
Segala bangsa akan melihat bahwa Nama Tuhan telah disebut atasku dan mereka akan takut kepadaku…
Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatu pun yang baik…

Kita harus belajar mengambil keputusan-keputusan yang benar, berdasarkan pertimbangan yang benar, sesuai hikmat Allah, agar hidup kita mengarah kepada kehidupan yang dipenuhi damai sejahtera, sukacita, tenteram serta menghasilkan buah-buah yang baik.
Yang bisa dinikmati tidak hanya oleh anak cucu kita, melainkan orang-orang di sekeliling kita juga.
Menjadi demonstrasi kebaikan Tuhan, menjadi terang dan garam dunia. Menunjukkan standard Allah di tengah-tengah bisingnya dunia.

Itulah kelebihan kita sebagai makhluk ciptaan Allah yang tertinggi, kita punya kemampuan dan hak untuk memilih.
Pilihlah yang benar dan berdampak kekal!
Penyertaan Tuhan dalam kehidupan kita itu bisa dirasakan oleh orang-orang di sekitar kita.
Bukan sekedar pencitraan, tetapi ada wibawa dan kuasa Allah yang senantiasa menaungi hidup kita.
Istilah kerennya, mengalami kehidupan di bumi seperti di surga.

Nasehat para bijak, Jangan mengambil keputusan berdasarkan keadaan atau kenikmatan sementara.

Sekali dosa dan kebohongan meski pun kecil, dibiarkan… Akan menggulung bagaikan ombak, menghasilkan dosa dan kebohongan yang jauh lebih besar, yang pada akhirnya menghancurkan hal-hal berharga yang telah dibangun bertahun-tahun sebelumnya.

Persis saat sedang menulis artikel ini, muncul tulisan Cole Gordon:

I asked a billionaire how he did it, he said:

“Forgot about the girls and focus on one woman, she will help you achieve everything.”

Saya bertanya kepada seorang miliarder bagaimana dia mencapai semua ini, dia berkata:

“Lupakan para gadis-gadis (di luaran) dan fokus pada satu wanita saja (istrimu), maka dia akan membantu Anda mencapai segalanya.”

Setuju?

Your commitment to follow God’s plan makes a difference in the atmosphere in your home and improves the climate of your marriage – Elizabeth George.

Komitmen Anda untuk mengikuti rencana Tuhan membuat perbedaan suasana di rumah Anda dan meningkatkan iklim (kebahagiaan & ketenteraman) pernikahan Anda – Elizabeth George.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Bagaimana Mengeluh Mempengaruhi Anda?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Bagaimana Mengeluh Mempengaruhi Anda?

Setelah menjadi pengeluh selama bertahun-tahun, sekarang saya dapat melihat ke belakang dan menyadari kerusakan yang saya lakukan terhadap hidup mau pun hubungan saya.

Kita sering merasa dibenarkan ketika mengeluh.
“Seseorang salah, dan aku benar!”
Mengeluh tentang politik, iklim, bos, uang, pernikahan, anak-anak, dan sering kali tentang gereja kita juga. Mengeluh tampaknya menjadi pendekatan hidup yang “standar” bagi banyak orang.

Beberapa orang membaca postingan saya, kemudian menulis mengeluh atau mengkritik. Sesuatu yang saya katakan tidak sesuai dengan paradigma yang dibangun bagi kehidupan mereka. Saya mengerti. Kita semua tumbuh dan belajar, atau memang seharusnya begitu. Namun, banyak yang hanya mengeluh. Saya percaya judul posting ini adalah pertanyaan yang valid; “Bagaimana Mengeluh Mempengaruhi Anda?”

Sebuah studi singkat tentang kata “mengeluh”, “keluhan”, dll., dalam Alkitab menunjukkan kepada Anda bagaimana Tuhan melihat orang-orang yang mengeluh. Semuanya negatif.
Mengeluh hanyalah gejala dari ketidakpercayaan. Kita mengeluh karena kita tidak mempercayai Tuhan. Kita tidak mempercayai Firman-Nya. Keluhan itu mengungkapkan isi hati kita. Ketika mengkritik, sebenarnya kita sedang melakukan pekerjaan “menjadi penuduh saudara-saudara kita.” Tentu tidak terlihat bagus di resume Anda.

Hati yang kritis dan mengeluh tidak akan melihat kebaikan dan penggenapan janji-janji Tuhan.
“Harta karun” hati itu jahat (Mat. 12:35).

Iman sejati, diikuti kata-kata yang mengalir dari iman sejati akan memberi kehidupan, meneguhkan, dan mengilhami. Iman sejati mengalir dari kedamaian sejati di dalam Tuhan, kepercayaan mutlak pada kebaikan-Nya, dan membuat pilihan untuk hidup dari atas, bukan dari bawah. Ketika Tuhan adalah Sumber Anda, – dan bukan pilihan atau penghakiman-, Anda dapat memiliki kedamaian terlepas dari kegilaan situasi dunia ini. Kita dipanggil menjadi garam dan terang, bukan pahit dan marah. Sukacita dari Tuhan adalah kekuatan kita. Tidak ada sukacita sejati di hati seorang pengeluh/kritikus.

Pilihlah berhenti mengeluh – tentang apa saja dan segalanya! Pilih untuk mempercayai Tuhan, bersyukur, dan ucapkan kata-kata kehidupan serta kedamaian. Kita tidak akan pernah setuju dalam segala hal, tetapi kita bisa setuju bahwa Tuhan itu baik, dan Dia ingin menunjukkan kebaikan-Nya melalui kita!

Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.
Efesus 4:29 TB


Dunia memang tidak sempurna, sama seperti kita tidak sempurna. Tidak ada rumusan yang cocok untuk semua keadaan dan semua orang.

Terakhir saya mendapatkan pewahyuan bahwa “Orang yang suci hatinya akan melihat Allah”, dan saya tahu itu sangat berharga, layak untuk diperjuangkan.
Semaksimal yang saya bisa dan memungkinkan, saya bereskan hal-hal yang mengganjal.
Pokoknya jujur.
Saya mau jaga hati bersih agar bisa peka dan fokus mendengar suara-Nya. Tanpa banyak distraction.

Gak suka, ya saya ngomong.
Tidak yakin, ya tanya… “Ask your doubts”, saran Nana.
Ternyata tidak semua orang bisa menerima kejujuran….
Dan tidak semua orang berani ‘face the problem’, menghadapi masalah. Banyak yang memilih pura-pura ga ada apa-apa, membiarkan persepsi di kepalanya tidak teruji, dan pura-pura tidak ada masalah.
Tapi hubungan merenggang karena persepsi itu, yang bisa jadi memang betul dan bisa juga salah.

Sempat galau juga… Bener gak sich pilihan saya untuk terbuka dan jujur?
Lalu saya belajar, serahkan kepada Tuhan saja.

“Tuhan, saya serahkan situasi ini ke dalam tangan-Mu. Saya mencoba jujur karena mengejar-Mu. Klo ini salah, buat saya mengerti dan saya siap minta maaf serta memperbaiki diri. Tapi saya tidak mau mengatur, menyelesaikan serta mengikuti cara saya sendiri. Saya mau menantikan Engkau dan cara-Mu. Beri aku kepekaan untuk memahaminya. Amin.”

Setiap ada pikiran muncul di kepala, Roh Kudus mengingatkan: check & recheck apakah ini selaras dengan kehendak Tuhan atau tidak? Klo tidak, singkirkan dari pikiran. Jangan mengeluh, marah, memikirkan yang bukan dari Tuhan.

Seberapa besar berkat yang saya terima, kebahagiaan serta kedamaian di hati saya, tergantung seberapa selarasnya pikiran saya bergerak mengikuti kehendak-Nya.
Targetnya, berpikir, berkata-kata, dan bertindak sesuai dengan firman-Nya. Memandang dunia dan kehidupan seperti Allah melihatnya.

Ternyata tidak mudah untuk mempraktikkannya.
Perlu kesadaran terus menerus, bak orang yang sedang mengendarai mobil, perlu terus menerus meluruskan setirnya.
Tapi itu worth it untuk dikejar dan diperjuangkan.
Mau?

Praktik sama-sama yuk…. Supaya hidup kita di bumi seperti di surga!

The beginning OF GOD is the end of yourself – Andrew Wommack.

Awal dari TUHAN adalah akhir dari dirimu sendiri -Andrew Wommack.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Rahasia Merealisasikan Harta Karun Allah Di Alam Natural!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Rahasia Merealisasikan Harta Karun Allah Di Alam Natural!

Banyak orang yang masih bertanya-tanya, bukankah anugerah Tuhan itu gratis?
Mengapa masih ada yang harus dilakukan?
Kalau gitu gak gratis dong…?

Anugerah= apa pun yang kita butuhkan dalam hidup, – kemakmuran, kesembuhan, kelimpahan, kepandaian, hikmat, kreatifitas, kuasa dll -, sudah tersedia di dalam roh kita ketika kita lahir baru menerima Tuhan sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Semuanya gratis dan komplit.

Tetapi untuk menerima dan memanifestasikannya, harus ada respon iman. Bahwa kita percaya, barulah kita bisa benar-benar menerimanya.

Ilustrasi dari P. Irwan, kepala sekolah Charis, yang paling mudah dimengerti.
Anugerah itu ibarat P. Irwan sudah bayar makanan di kantin untuk setiap murid, contohnya. Setiap murid boleh makan sekenyangnya, gratis, P. Irwan yang bayar. Ini gambaran anugerah.

Pertanyaannya: apakah semua murid kenyang?
Tidak!
Ada murid yang meski pun gratis, dia tidak mau ke kantin dan makan. Meski pun makanan di kantin sudah tersedia dan lunas dibayar, yang tidak mau makan di kantin ya… Tetap lapar. Inilah gambaran bahwa anugerah, harus diterima dengan respon iman.

Yang menerima anugerah itu adalah orang yang meresponi dengan iman, pergi ke kantin, ambil makanan dan memakannya.


Pernah terpikir gak, mengapa klo nonton Netflix koq rasanya semangat sekali…
Gak ngantuk blas…
Tapi saat baca firman, ada saja godaannya. Pikiran melantur kian kemari.
“O ya kompor belum dimatikan”, lalu beranjak ga jadi baca firman.

Klo nonton Netflix, iblis tau kepentingannya tidak terganggu, jadi dibiarin sama si iblis.
Apalagi klo yang ditonton film yang menyerempet dosa. Senang tuh si iblis, justru dibikin makin nyaman biar kita kecanduan, iblis bisa memasukkan pikiran-pikiran sesat, membingungkan, kebenaran yang abu-abu ke dalam otak kita.

Hidup kita menuju ke mana pikiran dominan kita mengarah.
Seperti orang berpikir di dalam dirinya, demikianlah ia… Itu prinsipnya.

Gak akan lari jauh dari itu semua.

Gak heran saat ada masalah, pemicu kecil saja, emosi langsung meledak. Berlanjut pula dengan berbagai masalah yang tidak diharapkan menghampiri.

Iblis tahu persis, jika pikiran kita diisi kebenaran firman Tuhan, maka hidup kita akan berkemenangan. Kita tahu perlengkapan senjata Allah dan bisa memanfaatkannya. Kita paham harta karun yang sudah disediakan Allah, maka hidup kita akan makmur, berkelimpahan, sehat, sukses dan dihormati orang.
Iblis gak suka!


Nach karena itu, masih banyak yang harus kita kerjakan BUKAN supaya memperoleh anugerah, tetapi agar TAHU CARA memanifestasikan anugerah yang sudah tersedia di dalam roh kita.

Kalau tidak tahu caranya, meski pun segala kekayaan dan kelimpahan sudah tersedia di dalam roh kita, tetapi kita tidak bisa menjadikannya tercipta di alam natural.

Segala kekayaan yang ada di dalam roh itu masih berupa bahan mentah.
Firman itu katalis, yang membuat kekayaan yang masih berupa bahan mentah menjadi kekayaan yang siap pakai.
Artinya, untuk menikmati kekayaan itu, kita harus belajar firman Tuhan, agar dapat menarik kekayaan yang tersedia.

Itulah sebabnya Tuhan memerintahkan agar kita memperbaharui pikiran kita melalui firman-Nya, dengan cara demikian, kita bisa berhubungan dengan Allah yang ada di balik firman-Nya. Firman sejatinya adalah Allah itu sendiri. Cara pikir dunia, berlawanan dengan cara pikir Allah.

Dunia berpikir, saya terima dulu, baru nanti saya memberi kepada orang lain.
Cara Allah berbeda.. Beri dulu, baru nanti kita diberi.

Karena itu Tuhan memerintahkan agar kita merenungkan firman-Nya siang dan malam. Tidak hanya membaca sekali- sekali saja.
Direnungkan artinya dipikirkan, dipertimbangkan dengan seksama, direncanakan dalam pikiran, diperkatakan dengan berulang-ulang, siang dan malam, hingga meresap dan menjadi bagian kehidupan serta kebiasaan kita. Menyatu

Tanpa belajar firman Tuhan, meski semua kekayaan sudah tersedia di dalam roh kita, tetapi kalau kita tidak benar-benar tahu apa yang kita miliki, kita pun tidak tahu bagaimana cara memanfaatkannya.

Anugerah, kekayaan Allah yang bisa kita nikmati, berbanding lurus dengan pewahyuan pengetahuan yang kita peroleh dari firman Tuhan dan pengenalan akan Allah.
Semakin kita mengenal Allah dan firman-Nya, semakin banyak kelimpahan yang bisa kita nikmati.

Tuhan berbicara, bahasanya ya firman… Jadi makin paham firman, semakin mudah kita mendengar suara-Nya dan mengikuti tuntunan-Nya.
Bahasanya nyambung.
Bukankah ini rahasia kesuksesan kita?
Jika Allah yang mengarahkan langkah kita, Allah kan tahu apa yang akan terjadi di masa depan, di mana letak jebakan musuh, dan di mana berkat itu tersimpan.
Dengan berkolaborasi dengan Tuhan, tentu saja kemenangan dan kesuksesan sudah ada dalam genggaman kita bukan?

Setuju?

Mari bersekutu dengan Tuhan melalui doa dan firman-Nya, maka kemakmuran, kesehatan dan kedamaian menjadi milik kita!

We do not need to pursue blessings. We pursue God and blessings pursue us. We are not to chase after finances. We pursue God. We get to know Him. When we draw close to His heart and obey His commandments, blessings will pursue us.

Kita tidak perlu mengejar berkat. Kita mengejar Tuhan dan berkat mengejar kita. Kita tidak mengejar kelimpahan keuangan. Kita mengejar Tuhan. Kita mengenal Dia. Ketika kita mendekat ke hati-Nya dan mematuhi perintah-perintah-Nya, berbagai macam berkat akan mengejar kita.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 151 152 153 154 155 314