Articles

Rahasia Merealisasikan Harta Karun Allah Di Alam Natural!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Rahasia Merealisasikan Harta Karun Allah Di Alam Natural!

Banyak orang yang masih bertanya-tanya, bukankah anugerah Tuhan itu gratis?
Mengapa masih ada yang harus dilakukan?
Kalau gitu gak gratis dong…?

Anugerah= apa pun yang kita butuhkan dalam hidup, – kemakmuran, kesembuhan, kelimpahan, kepandaian, hikmat, kreatifitas, kuasa dll -, sudah tersedia di dalam roh kita ketika kita lahir baru menerima Tuhan sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Semuanya gratis dan komplit.

Tetapi untuk menerima dan memanifestasikannya, harus ada respon iman. Bahwa kita percaya, barulah kita bisa benar-benar menerimanya.

Ilustrasi dari P. Irwan, kepala sekolah Charis, yang paling mudah dimengerti.
Anugerah itu ibarat P. Irwan sudah bayar makanan di kantin untuk setiap murid, contohnya. Setiap murid boleh makan sekenyangnya, gratis, P. Irwan yang bayar. Ini gambaran anugerah.

Pertanyaannya: apakah semua murid kenyang?
Tidak!
Ada murid yang meski pun gratis, dia tidak mau ke kantin dan makan. Meski pun makanan di kantin sudah tersedia dan lunas dibayar, yang tidak mau makan di kantin ya… Tetap lapar. Inilah gambaran bahwa anugerah, harus diterima dengan respon iman.

Yang menerima anugerah itu adalah orang yang meresponi dengan iman, pergi ke kantin, ambil makanan dan memakannya.


Pernah terpikir gak, mengapa klo nonton Netflix koq rasanya semangat sekali…
Gak ngantuk blas…
Tapi saat baca firman, ada saja godaannya. Pikiran melantur kian kemari.
“O ya kompor belum dimatikan”, lalu beranjak ga jadi baca firman.

Klo nonton Netflix, iblis tau kepentingannya tidak terganggu, jadi dibiarin sama si iblis.
Apalagi klo yang ditonton film yang menyerempet dosa. Senang tuh si iblis, justru dibikin makin nyaman biar kita kecanduan, iblis bisa memasukkan pikiran-pikiran sesat, membingungkan, kebenaran yang abu-abu ke dalam otak kita.

Hidup kita menuju ke mana pikiran dominan kita mengarah.
Seperti orang berpikir di dalam dirinya, demikianlah ia… Itu prinsipnya.

Gak akan lari jauh dari itu semua.

Gak heran saat ada masalah, pemicu kecil saja, emosi langsung meledak. Berlanjut pula dengan berbagai masalah yang tidak diharapkan menghampiri.

Iblis tahu persis, jika pikiran kita diisi kebenaran firman Tuhan, maka hidup kita akan berkemenangan. Kita tahu perlengkapan senjata Allah dan bisa memanfaatkannya. Kita paham harta karun yang sudah disediakan Allah, maka hidup kita akan makmur, berkelimpahan, sehat, sukses dan dihormati orang.
Iblis gak suka!


Nach karena itu, masih banyak yang harus kita kerjakan BUKAN supaya memperoleh anugerah, tetapi agar TAHU CARA memanifestasikan anugerah yang sudah tersedia di dalam roh kita.

Kalau tidak tahu caranya, meski pun segala kekayaan dan kelimpahan sudah tersedia di dalam roh kita, tetapi kita tidak bisa menjadikannya tercipta di alam natural.

Segala kekayaan yang ada di dalam roh itu masih berupa bahan mentah.
Firman itu katalis, yang membuat kekayaan yang masih berupa bahan mentah menjadi kekayaan yang siap pakai.
Artinya, untuk menikmati kekayaan itu, kita harus belajar firman Tuhan, agar dapat menarik kekayaan yang tersedia.

Itulah sebabnya Tuhan memerintahkan agar kita memperbaharui pikiran kita melalui firman-Nya, dengan cara demikian, kita bisa berhubungan dengan Allah yang ada di balik firman-Nya. Firman sejatinya adalah Allah itu sendiri. Cara pikir dunia, berlawanan dengan cara pikir Allah.

Dunia berpikir, saya terima dulu, baru nanti saya memberi kepada orang lain.
Cara Allah berbeda.. Beri dulu, baru nanti kita diberi.

Karena itu Tuhan memerintahkan agar kita merenungkan firman-Nya siang dan malam. Tidak hanya membaca sekali- sekali saja.
Direnungkan artinya dipikirkan, dipertimbangkan dengan seksama, direncanakan dalam pikiran, diperkatakan dengan berulang-ulang, siang dan malam, hingga meresap dan menjadi bagian kehidupan serta kebiasaan kita. Menyatu

Tanpa belajar firman Tuhan, meski semua kekayaan sudah tersedia di dalam roh kita, tetapi kalau kita tidak benar-benar tahu apa yang kita miliki, kita pun tidak tahu bagaimana cara memanfaatkannya.

Anugerah, kekayaan Allah yang bisa kita nikmati, berbanding lurus dengan pewahyuan pengetahuan yang kita peroleh dari firman Tuhan dan pengenalan akan Allah.
Semakin kita mengenal Allah dan firman-Nya, semakin banyak kelimpahan yang bisa kita nikmati.

Tuhan berbicara, bahasanya ya firman… Jadi makin paham firman, semakin mudah kita mendengar suara-Nya dan mengikuti tuntunan-Nya.
Bahasanya nyambung.
Bukankah ini rahasia kesuksesan kita?
Jika Allah yang mengarahkan langkah kita, Allah kan tahu apa yang akan terjadi di masa depan, di mana letak jebakan musuh, dan di mana berkat itu tersimpan.
Dengan berkolaborasi dengan Tuhan, tentu saja kemenangan dan kesuksesan sudah ada dalam genggaman kita bukan?

Setuju?

Mari bersekutu dengan Tuhan melalui doa dan firman-Nya, maka kemakmuran, kesehatan dan kedamaian menjadi milik kita!

We do not need to pursue blessings. We pursue God and blessings pursue us. We are not to chase after finances. We pursue God. We get to know Him. When we draw close to His heart and obey His commandments, blessings will pursue us.

Kita tidak perlu mengejar berkat. Kita mengejar Tuhan dan berkat mengejar kita. Kita tidak mengejar kelimpahan keuangan. Kita mengejar Tuhan. Kita mengenal Dia. Ketika kita mendekat ke hati-Nya dan mematuhi perintah-perintah-Nya, berbagai macam berkat akan mengejar kita.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Penghalang Kesuksesan
Dasar Pernikahan Bahagia
“Pohon Pengetahuan yang Baik dan Jahat”