Category : Articles

Articles

Melawan Lupa

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Melawan Lupa!

Sahabat saya, Yuliadi post artikel yang sudah beberapa kali saya baca, tetapi kali ini, Tuhan berkata sesuatu secara pribadi.

Seorang anak Bertengkar dengan Ibunya dan Meninggalkan Rumah.

Saat berjalan tanpa tujuan, Ia Baru Sadar bahwa Ia sama Sekali tidak Membawa uang.
Ia Lapar sekali, ingin makan Semangkuk Bakmi.

Pemilik warung bakmi melihat anak itu Berdiri Cukup lama didepan Warungnya, lalu Bertanya.

“Nak, apakah Engkau ingin Memesan Bakmi?”

“Ya, tapi aku tidak Punya Uang,” jawab anak itu dengan malu-malu.

“Tidak Apa-apa, aku Akan Memberimu Gratis”.

Anak itu Segera Makan. Kemudian air Matanya mulai Berlinang.

“Ada apa Nak?” tanya Pemilik Warung.

“Tidak apa-apa, Aku Hanya terharu Karena Seorang yang Baru Kukenal Memberi aku Semangkuk Bakmi sedangkan Ibuku telah Mengusirku dari rumah. Kamu seorang yang Baru Kukenal tapi Begitu Peduli Padaku.”

Pemilik warung itu Berkata,

“Nak, mengapa kau Berpikir Begitu ; Renungkan hal ini,
Aku Hanya sekali saja Memberimu Semangkuk Bakmi & Kau begitu Terharu,
… Sedangkan …
Ibumu telah Memasak nasi lauk, dll Setiap Hari, berkali-kali, sampai Kamu Dewasa, Harusnya kamu Berterima Kasih Kepadanya …”

Anak itu Kaget Mendengar Hal tersebut dan merenung :

“Mengapa untuk Semangkuk Bakmi dari orang yang Baru Kukenal aku Begitu Berterima Kasih,
… Tapi …
Terhadap Ibuku yang Memasak Untukku selama Bertahun-tahun, Aku tak Pernah Berterima Kasih?”

Anak itu Segera Bergegas Pulang

Begitu Sampai di Ambang Pintu rumah,
ia Melihat Ibunya dengan Wajah Cemas.

Ketika Melihat Anaknya,
Kalimat Pertama-tama yang Keluar dari Mulutnya adalah “Nak.., Kau sudah Pulang, Cepat masuk, Ibu Telah Menyiapkan Makan Malam.”

Mendengar Hal itu,
si anak tidak dapat Menahan Tangisnya dan Menangis dihadapan Ibunya .

Sekali Waktu kita Mungkin akan Sangat Berterima Kasih untuk Suatu Pertolongan Kecil yang Kita Terima. Namun mengapa kita sering tidak Sadar & Lupa Berterima Kasih Akan Kebaikan-kebaikan yg kita telah terima berkali2 bertahun2 dari Orang-orang yang Sangat Dekat Dengan Kita dan orang2 yg setiap hari ada disekitar kita?


“Yenny, sadarkah kamu mengapa orang-orang di luar sana memuji-muji anakmu, sedangkan kamu tidak? Karena orang- orang di luar sana sedang Mengagumi Buah dari benih yang kamu tanamkan pada anak-anakmu. Buah jerih payahmu. Kamu melihat benih itu sejak ditanam, begitu lama tidak bertumbuh, namun kamu tetap setia menyiraminya… Hingga mulai tumbuh tunas, akhirnya menjadi pohon yang besar dan berbuah banyak dan manis. Kamu melihatnya, memupuk dan menyianginya… Bagimu sebuah kewajaran pohon itu berbuah.. “,
Tuhan memberikan pengertian,
“Orang yang memuji dan mengagumi secara berlebihan buah pohon itu, karena bukan dia yang menanam dan merawatnya. Dia tinggal memetik dan menikmatinya.”

Hhhmm…. Makes sense.
Dan anak kerap lupa ketika ada yang menyanjungnya: siapa yang sudah berinvestasi dalam hidupnya selama ini.
Benarkah ada orang di luar sana yang benar-benar bisa menerima, mengasihi dan rela berkorban habis-habisan melebihi orangtuanya sendiri? Berpuluh-puluh tahun pula…
Wallahualam….

Cream dan gula-gula di atas kue tart memang enak, tetapi ingat, terlalu banyak akan menyebabkan diabetes. Dan itu BUKAN makanan yang sesungguhnya! Yang makanan sejati justru kuenya, yang tidak semanis cream gula-gula diatasnya.


Sayang sekali Ada perselingkuhan yang terjadi, awalnya dimulai dengan hanya tersentuhnya hatinya karena menerima perlakuan yg menurutnya ‘istimewa’ di luar rumah. Tetapi sayangnya tanpa orang itu sadari, kerapkali penyebab ia merasa itu istimewa HANYA AKIBAT ia sudah merasa terbiasa/tidak peka/take it for granted/tidak bersyukur terhadap kebaikan sehari-hari dirumahnya.

Contohnya:
Ada wanita yg tersentuh hatinya karena diberikan hadiah oleh teman pria di kantornya. Padahal suaminya telah memberi dia dan anak-anaknya nafkah kehidupan selama Bertahun-tahun.

Ada pria yg tersentuh hatinya karena merasa diperhatikan, ketika ditawari dibikinin kopi oleh sekretarisnya. Padahal istrinya telah memasak untuknya dan untuk anak-anaknya bertahun2.

(Di sadur dari Focus to Family ministry )


Si suami or istri lupa, mereka bisa berada di level sekarang ini, karena sudah merintis keluarga bersama-sama dalam suka dan duka selama bertahun-tahun.
Siapa yang membawa ke level ini!? Ya pasanganmu!
Belum tentu, jika menikah dengan pria teman sekantor atau dengan si sekretaris, akan naik setinggi ini.

Dari pengalaman teman-teman, klo ada yang mau lagi dengan seseorang yang sudah menikah, biasanya pertimbangan ekonominya yang menonjol. Jarang ada yang benar-benar tulus.

Yang banyak terjadi di dunia sich, kata orang:
Ada uang, abang disayang.
Tak ada uang, abang melayang…

Mama saya mengajarkan, jangan pernah menikah lagi. Anak-anak nanti berantakan. Anakku, bukan anakmu… Repot, katanya.

Jangan lupa juga, teman sekantor or sekretaris nampak manis karena belum dinikahi. Coba klo beneran menikah, setiap hari bersamamu, tahu berbagai kekuranganmu, dijamin sikapnya gak akan semanis sekarang.
As simple as that!


LUPA, penyakit umum di jaman ini.
Begitu mudahnya orang-orang melupakan kebaikan orang lain mau pun Tuhan.

Tidak ada orang yang bisa naik ke atas sendirian. Begitu banyak orang-orang yang berjasa berinvestasi, menopang, mengangkat, memberi kesempatan kepada kita, dan bertoleransi dengan kebodohan, kesalahan, kenaifan kita. Orangtua dan pasangan, yang harus menanggung akibat kerugiannya.

“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana,” nyanyian Musa

Menghitung hari-hari tidak sekedar menyadari tinggal berapa lama lagi hidup yang tersisa di dunia ini, tetapi juga menoleh ke belakang, menghitung sudah berapa lama Allah memelihara kita? Hitung berapa banyak pertolongannya?
Betapa Dia Allah yang senantiasa bisa diandalkan.
Dan bersyukurlah!
Berterima kasihlah.
Karena iblis tidak dapat menyelinap masuk di hati seseorang yang hatinya dipenuhi oleh ungkapan syukur.

Bagaimana pendapat Anda?

How we see ourselves is a critical factor in receiving from God.

Cara kita memandang diri sendiri merupakan faktor penting untuk menerima dari Allah.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apa yang terjadi ketika Yesus memberikan otoritas kepada para murid?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apa yang terjadi ketika Yesus memberikan otoritas kepada para murid?

Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang sakit.
Lukas 9:1?-?2 TB

Amanat Yesus kepada para murid, merupakan gambaran awal dari amanat-Nya kepada gereja setelah kebangkitan-Nya. Sejak Adam berdosa di Taman Eden, Setan telah menjadi tuhan atas dunia ini dan manusia terkunci dalam perbudakan penindasannya. Setan belum pernah melihat orang seperti Yesus sebelumnya, yang dengan mudah “merusak rumahnya” dan membebaskan para tawanan. Setan tidak dapat menggoda Yesus untuk berbuat dosa, yang pada akhirnya justru menjadi malapetaka bagi “sang penguasa kerajaan angkasa” (setan).

Ketika Setan melihat murid-murid Yesus, manusia biasa, namun menunjukkan kekuatan yang sama seperti Yesus, terhadap setan dan penyakit, Alkitab mencatat sebagai berikut:

Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: ”Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu.” Lalu kata Yesus kepada mereka: ”Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.
Lukas 10:17?-?18 TB

Apa maksud Yesus dengan pernyataan-Nya bahwa Dia melihat Setan jatuh? Kata Yunani untuk jatuh berarti: “turun dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah; jatuh sujud; kehilangan otoritas, tidak lagi memiliki kekuatan; untuk disingkirkan dari keadaan makmur.”

Dapatkah Anda membayangkan pergolakan di dunia kegelapan ketika manusia biasa mulai merusak rumah setan? Posisinya sendiri di hadapan Tuhan sebagai penuduh saudara-saudara terguncang. Cengkeramannya pada kunci neraka dan kematian dilonggarkan. Otoritasnya untuk menindas dan membuat sakit, lemah dan miskin, terluka parah!

Kita tahu bahwa di kayu salib Yesus memberikan pukulan maut terakhir kepada setan dan kuasa kegelapan. Dia melucuti kerajaan & kekuasaan setan, lalu menang atas mereka. Yesus sekarang telah mendelegasikan semua otoritas dan kuasa kepada gereja-Nya. Kita memiliki kekuatan untuk menginjak ular & kalajengking dan atas semua kekuatan musuh!

Lain kali, saat Anda merasa sedang menghadapi kekuatan kegelapan, sadarilah bahwa Anda sedang menghadapi musuh yang telah dikalahkan. Lihat Setan bersujud di hadapan Anda tanpa otoritas dan tanpa kekuatan. Anda lebih dari pemenang melalui Yesus yang mengasihi Anda! (Roma 8:37)

Darimana Anda tahu apakah Anda terjebak dalam ketakutan atau tidak?
Anda dapat mengetahui isi hati Anda dengan mengamati, apakah Anda mengkhawatirkannya atau justru memuji Tuhan.

Kekhawatiran, ketakutan, dan stres tidak pernah menyembuhkan siapa pun. Pujian dan ucapan syukur yang akan melakukannya!

Bless the LORD, O my soul: and all that is within me, bless his holy name.
Bless the LORD, O my soul, and forget not all his benefits:
Who forgiveth all thine iniquities; who healeth all thy diseases;
Psalms 103:1-3 (KJV)

Pujilah TUHAN, hai jiwaku: dan segala yang ada dalam diriku, terpujilah nama-Nya yang kudus.
Pujilah Tuhan, hai jiwaku, Dan jangan lupakan semua kebaikan-Nya: Yang mengampuni segala kesalahanmu, Yang menyembuhkan segala penyakitmu.*
(Mazmur 103:1-3)

  • Barry Bennett –

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

GPS Kehidupan Yang Membuat Hidup Jadi Enteng. Mau?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

GPS Kehidupan Yang Membuat Hidup Jadi Enteng. Mau?

Kami suka liburan ke negara yang belum pernah dikunjungi. Turun di airport, kami segera menyewa mobil. Dari Indonesia, biasa saya sudah research tempat-tempat cantik yang hendak dikunjungi. Sementara P. Indra suka nyetir di tempat-tempat baru yang belum pernah dikunjungi.

GPS adalah alat untuk menunjukkan peta jalan yang hendak dituju. Meski belum pernah ke sana, dengan menggunakan GPS maka alat ini membantu kita mencapai tujuan. Kami pun bersukacita mengambil foto-foto cantik di sana.

Nach Firman Tuhan itu GPS nya kehidupan. Tidak ada seorang pun yang pernah menjalani kehidupan kita sebelumnya. Kita bisa belajar dari sejarah, pengalaman hidup orang lain. Tetapi tidak mungkin sama dengan pengalaman kita nantinya. Bisa mirip tapi tidak persis.

Tuhan Sang Pemilik Kehidupan ini, sudah memberikan prinsip-prinsip, rambu-rambu sebagai GPS kehidupan ini.

Inilah wejangan Raja Salomo, manusia terkaya dan paling bijak yang pernah hidup di muka bumi.

  • Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.
  • Hai anakku, dengarkanlah dan terimalah perkataanku, supaya tahun hidupmu menjadi banyak.
  • Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu. Orang baik dikenan Tuhan, tetapi si penipu dihukum-Nya.
  • Setiap orang dipuji seimbang dengan akal budinya, tetapi orang yang serong hatinya, akan dihina.
  • dst. dst…

Dengan menggali dan menghidupi kebenaran Firman Tuhan, maka kita tidak akan tersesat. Mampu menghindari ribuan pertempuran yang tidak perlu. Hidup kita menjadi damai dan tenteram karena memiliki mindset yang benar dalam menyikapi kehidupan, yaitu menyelaraskan diri dengan mindset Allah.

Banyak orang-orang dunia, atas nama science, modern, masa kini, karena merasa jaman ini jaman modern berprinsip:

  • Siapa cepat, dia yang dapat.
  • Saiki jaman edan, sing ora edan ora keduman, Sekarang jaman gila, yang tidak gila, tidak kebagian.
  • Karena artis top dan orang-orang kaya dunia melakukannya, maka dianggap sah. Pernikahan sesama jenis, menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan.
  • Mengejar kekuasaan dan kekayaan, apa pun harganya. Supaya bisa merasa menjadi ‘Tuhan’…
    Apa sich yang ga bisa dibeli dengan uang?, demikian ucapnya.

Benarkah prinsip ini?

Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut.

Dari berbagai peristiwa yang terjadi di sekitar kita, terlihat jelas, seseorang yang kelihatannya kaya raya, berada di puncak kekuasaan karena jabatannya yang tinggi, seolah tidak tersentuh… Tetapi karena satu kesalahan, kesombongan, perbuatan sia-sia, meluncur ke bawah dengan begitu cepatnya. Semua sia-sia dan hilang dalam sekejap.


“Ce, yang saya inginkan saat membaca Seruput Kopi Cantik adalah bisa mendapatkan damai sejahtera. Bagaimana caranya? Semua kenikmatan dunia sudah aku cicipi dan miliki… Cuma damai sejahtera, ketenteraman yang aku mau..,” ujar seorang teman yang sudah menjelajah dunia, lebih dari seratus negara. Nyaris seluruh dunia sudah dikunjungi dan dinikmatinya.

Bahagia yang sesungguhnya adalah hati dan pikiran yang dipenuhi oleh damai sejahtera. Tenteram.
Padahal hidup senantiasa menyajikan masalah tanpa diundang. Dari yang kecil hingga besar, membuat tidur tak nyenyak.

Mungkinkah kita hidup dengan memiliki damai sejahtera sepanjang waktu?
Jawabannya: bisa.
Caranya?
Ikuti petunjuk GPS Allah. Hiduplah sesuai arahan-Nya, meski berlawanan dengan cara dunia.

Sahabat saya Nana, yang membawahi puluhan perusahaan besar bersaksi, bagaimana masalah-masalah berat yang dialaminya, diselesaikan Tuhan dengan cara yang diluar nalar.

“Love your neighbour, kata Tuhan. Ya sudah, saya taat dan diam menanti arahan-Nya. Dan solusinya diluar dugaan… Tanpa harus melibatkan lawyer, tanpa ruwet, Tuhan menyelesaikannya dengan apik…”, jelasnya. Terbukti!

Di Charis kami bisa sekolah koresponden (distance learning), dan in class. Keuntungan in class, kami tidak hanya belajar dari guru-guru, tetapi pengalaman serta kesaksian teman-teman sangat powerful.
Ketika menghadapi masalah, ada teman-teman dan P. Irwan serta B. Angel, kepala sekolah Charis, yang bisa dimintai pendapat dan diarahkan sesuai kebenaran Tuhan.

Yang mengubah hidup, bukan teorinya, melainkan kebenaran firman Tuhan yang betul-betul dihidupi.
Menunggu arahan Tuhan sebelum bertindak, itu betul-betul tidak mudah. Butuh latihan, kesabaran dan iman…. Percaya bahwa jalan Tuhanlah yang terbaik. Meninggikan firman-Nya di atas fakta dan situasi. Menundukkan diri kepada Allah.
Mengakui bahwa Allah benar-benar Boss kehidupan kita.
Manusia punya kehendak bebas. Allah tidak pernah memaksa, kecuali kita bersedia menyerahkan hidup kita kepada-Nya.

Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, jangan bersandar pada pengertian kita sendiri. Libatkan Allah dalam apa pun yang kita lakukan, maka Dia akan meluruskan jalan hidup kita.

Siapa yang tahu yang terbaik bagi masa depan kita? Allah!
Dia tahu di mana berkat tersembunyi dan bagaimana meraihnya. Dia tahu cara menyembuhkan berbagai penyakit.
Dia tahu solusi masalah yang paling singkat tetapi hasilnya sangat baik.

Tentunya jauh lebih mudah menjalani kehidupan bersama Pribadi yang menciptakan kehidupan kita, satu-satunya Pribadi yang tahu persis masa depan kita apalagi kehendak-Nya, agar kita menjalani hidup ini langkah demi langkah bersama-Nya…
Kita turuti saja… Gak usah banyak mikir karena Allah adalah Guide yang selalu bisa diandalkan.
Makes sense?

Ship don’t SINK because of the water AROUND them. Ship SINK because of the water that gets In them! Don’t let what happened around you, gets in you and weigh you down.

Kapal tidak TENGGELAM karena air DI SEKITARNYA. Kapal TENGGELAM karena air yang masuk ke dalam kapal! Jangan biarkan apa yang terjadi di sekitar Anda, merasuki Anda dan membebani Anda.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Pdt Pudjianto Yang Serba Bisa

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Pdt Pudjianto Yang Serba Bisa

P. Puji, demikian saya biasa menyapa beliau, seorang hamba Tuhan yang melayani di kota Batu, Malang.
Saya bertemu beliau di sosmed, saat di invite sis Elma di grup teman-teman Eropa. Ternyata grup ini tidak hanya dari Eropa, tetapi dari seluruh dunia. Teman-teman dari berbagai negara di sana.

Dan ada seorang Pdt sederhana dari Batu, Malang: P. Pudjianto. Tentu ada keunikan tersendiri, batin saya. Jadi favorit teman-teman dari Eropa, tidak sedikit yang mengunjungi beliau saat pulang ke Indonesia.

Beliau setiap hari konsisten menulis, klop dengan saya… Satu species rupanya, jadilah kami segera akrab. Saya diajak bergabung di WAG beliau.
“Yang sederhana saja yang ditulis bu Yenny, supaya mudah dimengerti,” pesannya.

Tetapi P. Puji lebih hebat dari saya. Beliau rutin siaran radio, dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa.
Wuih keren…
Penggemarnya hingga ke pelosok-pelosok desa. Beliau banyak merintis gereja dan melayani di mana-mana. Membimbing para hamba Tuhan muda.

Kisah-kisahnya sederhana, menarik sekali. Saya bisa merasakan ada Tuhan dalam berbagai kesaksiannya. Semakin lama menulis, saya makin bisa membedakan, apakah sang penulis menghidupi apa yang diceritakannya atau tidak.
Jika dihidupi, terasa kisah itu hidup dan menyentuh.
Dan terbukti, dampaknya mendunia… Promosi itu dari Tuhan!

Saya sudah beberapa tahun mengenal beliau… Tetapi tidak terlintas untuk menuliskan tentang P. Puji. Entah mengapa, kemarin saat membaca kesaksiannya, seolah Tuhan mendorong saya menceritakan tentang beliau…
Saya belajar taat….
Mari kita sama-sama melihat, apakah Tuhan memang punya maksud tertentu… Yuk…


PENYERTAAN TUHAN ITU INDAH

ADA KUASA DI DALAM DOAKU

SAKIT GIGI KARENA DOA SEMBUH.
(Kenangan lama)
Oleh: Pudjianto

Sebenarnya malam itu saya sudah mau tidur, memang belum malam sekali sih. Mungkin sekitar jam 11 malam. Saya katakan belum malam, karena di jalanan masih banyak orang yang berbincang dan bersendagurau. Jika keadaan seperti itu, tandanya masih ada yang belum tidur bukankah mereka masih berada di jalanan? Saya beranjak mau ambil sikat gigi untuk mempersiapkan diri tidur. Namun, ketika saya mau beranjak, tiba-tiba telinga saya mendengar pintu di ketuk orang. Saya batalkan ke kamar mandi alias tidak jadi menuju kamar mandi, namun saya beranjak menuju pintu untuk membukakan.

“Selamat malam pak”, demikian kata seorang pemuda yang masih tetangga berdiri di depan pintu.

“Silahkan masuk!” , demikian saya persilahkan masuk, dan rupanya tetangga. Saya heran malam-malam bertamu, sudah tentu ada keperluan yang penting. Saya sedikit berdebar, apakah mungkin tetangga itu mau minta tolong untuk mengantarkan salah satu anggota keluarganya yang sakit, atau mau minta tolong apa? Kalau tidak ada kebutuhan yang mendesak sudah pasti tidak sampai tega mengetuk pintu malam-malam demikian.

Dan ternyata tetangga saya itu disuruh Bapaknya untuk mengundang saya, supaya mendoakan. Menurut tetangga saya ini Bapaknya sakit gigi, sampai pipinya bengkak. Ia tidak tahan, dan minta saya mendoakan. Dada saya berdesir, karena saya sendiri juga sering ke dokter gigi, artinya saya punya sakit gigi juga harus ke dokter gigi, tidak cukup di doakan.

“Saya mohon bapak mau ke rumah”, demikian ulang tetangga saya tersebut. “Saya kasihan bapak saya, tidak bisa tidur, katanya sakit sekali, sudah beberapa hari ini.”

Hampir saja saya memberikan penjelasan, bahwa saya sendiri tetap ke dokter gigi ketika gigi saya sakit, namun entah di dalam hati saya ada dorongan untuk datang ke rumah tetangga saya tadi ya mendoakan. Maka saya segera bersiap, dan bergegas bersama tetangga saya itu ke rumahnya.


Seorang bapak paroh baya, memegang pipinya yang bengkak. Ia merintih-rintih tidak tahan sakitnya. Mendengar rintihannya, saya jatuh kasihan.

“Bapak minta saya doakan?”, demikian tanya saya.

“Iya bapak, tolong doakan, sudah obat apa saja saya minum, tidak juga berkurang pak”, dada saya berdesir tajam, mendengar keluhannya.

“Saya doakan dalam nama Yesus mau pak?”, demikian tanya saya.

“Terserah bapak, saya percaya bapak”, sahutnya di tengah-tengah rintihannya.

Akhirnya, memang saya memegang pipi bapak tersebut, dan saya mendoakan, dengan meminta kepada Tuhan Yesus untuk menyembuhkan sakit gigi orang tua tersebut. Doa itu tidak panjang, yang penting sudah di dengar bahwa Yesus itu juru selamat, dan Yesus itu sanggup menolong siapapun yang berseru kepadaNya.

“Bapak bisa minta sendiri pada Tuhan Yesus seperti saya minta kepadaNya tadi ya pak?”, demikian saya sarankan kepada bapak tersebut. Bapak itu mengangguk.

Saya berdebar, ketika bapak itu beranjak dari duduknya dan merebahkan diri berbaring. Ia memandang saya sejenak. Lantas memenjamkan matanya.

“Karena saya sudah mendoakan, saya minta pamit ya pak?”, demikian saya minta permisi pulang. Bapak itu mengangguk, tanpa lupa berterima kasih.


Sore harinya kembali pintu saya di ketuk. Saya agak kuatir kalau orang yang sakit gigi itu datang lagi, dan mengatakan doa kepada Tuhan Yesus tidak manjur. Tetapi karena daun pintu di ketuk agak keras, maka saya beranjak untuk membuka pintu. Saya terkejut, seorang gadis remaja membawa masakan untuk saya. Dan remaja itu adalah putri dari bapak yang sakit gigi.

“Lah mbak, kenapa repot-repot?”, demikian kata saya.

“Ini diminta bapak mengantarkan sedikit masakan, supaya dicicip bapak, bapak berterima kasih untuk doanya, sudah tidak bengkak lagi, bahkan tadi pagi sudah berangkat kerja”, demikian kata gadis tersebut, putri bapak yang sakit gigi. Ternyata bapak itu sembuh.

Tidak ada kata lain kecuali saya mengucapkan terpujilah nama Tuhan. Kuasa Yesus menyertai doa saya. Hati saya ketika mendengar kata gadis remaja tersebut, memang bergetar. Luar biasa.

DOA ITU TIDAK ADA APA-APANYA BILA TIDAK ADA KUASA YESUS YANG MENYERTAINYA. BILA ADA PENYERTAAN YESUS MAKA DOA SIAPAPUN AKAN MEMILIKI KUASA YANG MENGUBAH APAPUN YANG DIDOAKAN.


Kisah P. Puji sangat menyentuh hati saya. Kerap kali saya merasa tidak Pede untuk mendoakan, ketika saya belum berkemenangan dalam hal itu.
Seperti P. Puji… Beliau sakit gigi masih ke dokter, koq diminta mendoakan orang yang sakit gigi, sudah bengkak hingga berhari-hari pula.
Tetapi saya kagum dengan ketaatan P. Puji dan memang yang menyembuhkan itu Tuhan, bukan kita…

Saya belajar P. Puji… Salut dan kagum.
Di masa depan, saya akan meneladani P. Puji…
It’s all about God, not me….

Btw, saat menyiapkan artikel ini, saya spesial minta ijin ambil foto P. Puji yang mengenakan pakaian adat Jawa lengkap dengan blangkonnya…
Keren kan teman-teman?
Yuk kita meneladani P. Puji… Sederhana, taat, setia, konsisten dan berdampak luas.

Most men will proclaim every one his own goodness: but a faithful man who can find?
Proverbs 20:6 (KJV)

Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?
Amsal 20:6 (TB)

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Basic CEO Training

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Basic CEO Training

Everything God is doing in you and through you right now is perfect preparation for the future that only He can see.

Segala sesuatu yang Tuhan lakukan di dalam Anda dan melalui Anda pada saat ini adalah persiapan yang sempurna untuk masa depan Anda, yang hanya dapat dilihat oleh-Nya.

Quotes ini benar-benar mengingatkan, menempelak dan mengubah cara saya menyikapi kehidupan.

Bertahun-tahun lalu, saya menganggap, dalam hidup sayalah yang harus merancang masa depan dan kesuksesan saya dan keluarga.
Kalau bukan saya yang menciptakannya, lalu siapa lagi!?
Kalimat retorikanya begitu…

Oleh sebab itu, berburu buku-buku tentang cara menjadi sukses, kaya dan ikut berbagai seminar, merupakan cara untuk merealisasikannya.

Apakah saya berdoa dan beribadah?
Tentu saja. Sejak 38 tahun lalu saya sungguh-sungguh mengikuti-Nya. Baca firman itu pasti.
Tetapi semua keputusan, tergantung pemikiran kami sendiri, apa yang terbaik menurut logika kami.
Saat ada masalah, bertanya kepada orang-orang yang sudah berpengalaman dan meniru cara mereka dalam menyelesaikan masalah.
Hidup kami ya tidak jauh berbeda dengan hidup orang-orang di sekeliling kami.

Lalu apa peran Tuhan?
Saya meminta-Nya memberkati rencana-rencana saya.
Ketika berbeban berat, saya mencomot Janji-janji-Nya yang pas dengan situasi yang saya alami, saya hafalkan, deklarasikan dan dijadikan seperti mantra.

Meski pun cara saya gak benar, Tuhan tahu hati saya mengasihi-Nya.
God is good, all the time.
Allah menemui setiap kita di level iman yang kita miliki.

Sempat terpikir sebetulnya, mengapa sedikit sekali realisasi Janji-janji-Nya yang saya alami? Ada gap…. Koq tidak banyak perubahan hidup yang terjadi, tidak semanis yang dijanjikan Tuhan. Why?
Tetapi kebanyakan teman-teman saya juga seperti itu, jadi saya anggap itu wajar.
Ya memang begitulah kehidupan. Cari Tuhan supaya ada jaminan saat mati masuk surga.

Sampai saya sekolah di Charis.
Tertarik sekali dengan pelajaran-pelajarannya… Bak memperoleh harta karun. Ternyata kehendak Tuhan, surga sudah jaminan bagi yang sudah lahir baru, masih ada lagi tambahannya: hidup di bumi seperti di surga. Damai di hati.

Tetapi beneran gak mudah mengubah mindset… Di charis diajari agar Firman itu dihidupi. Dipraktikkan.
Bukan saya yang merancang masa depan, melainkan Allah yang merancangnya. Klo Tuhan diam, artinya saya harus mempersiapkan diri, rela dibentuk, hingga Tuhan memberikan perintah yang baru. Dengan cara Tuhan pula…

Kadang beneran gak sabar. Kapan Tuhan?

Harus belajar rendah hati, alias sepakat dengan perkataan Tuhan. Sikap hati kita yang terpenting… Mengutamakan Tuhan sungguh-sungguh dan hidup sesuai keteladanan-Nya.

Logika dijungkir-balikkan.
Dicurangi, dikhianati, ketemu orang yang tidak tahu terima kasih koq disuru mengampuni, memintakan berkat untuknya…
“Gak maen blas…”, kata orang Surabaya.

Meski ujian tertulis sudah lulus dengan nilai cukup bagus, ternyata saya butuh waktu sekolah hampir 6 tahun (maklum kami sekolahnya part time jadi 1 level @2 tahun), baru mulai bisa mempraktekkannya.
Baru sekarang saya bisa tenang, karena beneran yakin, sumber berkat saya adalah Tuhan. Tidak ada seorang pun yang bisa mencuri berkat Tuhan untuk saya.
Bahkan jika ada yang merampoknya, Tuhan akan bukakan pintu kesempatan lain yang lebih dahsyat, lebih berlimpah.

Bagaimana saya bisa menerima terobosan ini?
Saya terinspirasi guru-guru seperti Andrew Wommack, Barry Bennett dll yang kerap bercerita puluhan jam mereka menggali Firman Tuhan.
Biasa saya nonton 1 video pelajaran Charis setiap hari. Lalu saya mencoba nonton video berturut-turut bisa 4 video sehari. Ternyata lebih utuh pemahamannya. Semakin fokus, Tuhan kerap mengingatkan dan mendorong untuk baca lagi buku tertentu, ternyata Tuhan hendak mengajarkan sesuatu.
Tanpa disadari, hubungan dengan Tuhan makin intim. Iman pun makin utuh. Pokoknya, percaya saja pada Tuhan.
Dan cara pandang terhadap kehidupan pun berubah makin selaras dengan cara pandang Allah.

Ada masalah yang masih menggantung, saya juga gak tau solusinya. Dulu hal seperti itu mengganggu sekali. Pokoknya harus selesai segera. Tanya sana sini, cari cara untuk menyelesaikannya.
Sekarang tidak.

Saya paham. Apa pun yang terjadi, Tuhan tidak pernah meninggalkan dan membiarkan saya.
Biarkan Dia menjadi Allah saya yang sesungguhnya.
Klo Tuhan bilang saya diam, maka saya diam. Klo Tuhan bilang maju, meski takut ya… maju.
Banyak hal yang saya gak bisa membayangkan endingnya, tetapi Tuhan melihatnya.

Akhir-akhir ini, Tuhan mengajar tentang Yusuf.
Hanya karena menceritakan mimpinya menjadi pemimpin besar, di mana saudara-saudara dan orangtuanya menyembahnya, Yusuf dijual sebagai budak. Sudah bekerja dengan excellent, difitnah, justru karena Yusuf menolak berzinah. Lalu dijebloskan ke penjara. Budak yang jadi narapidana.

Adilkah? Sama sekali tidak!
Tetapi tanpa menjadi budak dan narapidana, Yusuf tidak akan sampai ke Mesir.
Menjadi budak dan narapidana, merupakan pelatihan Yusuf agar bisa menjadi pemimpin besar. Di sana dia dibentuk menjadi pribadi yang mampu berkuasa di Mesir. Dan respon Yusuf, taat serta tetap teguh memegang visi Tuhan.

Saya pun paham. Mungkin saya gak tau tujuan pengalaman yang harus saya lewati. Tetapi Tuhan tahu. Dan itu pasti untuk kebaikan saya dan keluarga. Tuhan tengah membentuk kami karena masa depan kami adalah masa depan yang penuh damai sejahtera sesuai Janji-janji-Nya. Kami adalah kepala, bukan ekor. Tetap naik dan bukan turun.

Ungkapan guru saya, Dr. Dean Radtke sangat meneguhkan. Tuhan memakai semua pengalaman Dr. Radtke, bahkan pengalamannya sebelum dia mengenal Tuhan, hingga beliau mengenal Tuhan, – dari pengalaman di dunia militer, menjadi asisten pribadi admiral John Mc Cain yang terkenal hingga di 2 perusahaan multi million dollars yang mendunia, – dan hidupnya dituntun-Nya, agar semua pengalaman itu bisa dipakai Tuhan untuk memberkati bangsa-bangsa dan menggenapi tujuan hidupnya.

Pengalamannya baik di dunia sekuler, mau pun di bidang rohani, – dari kesalahan, kegagalan, jatuh bangunnya, hingga kesuksesan dan pencapaiannya,- semua pengalaman ini dipadukannya menjadi pelajaran yang dalam, sangat bermanfaat tetapi disampaikan dengan cara yang mudah dimengerti dan praktis. Basic CEO Training. Applicable sekali.

Bersyukur sekali di level 3 ini, kami diberi pengajaran tentang Leadership. Bagaimana menjadi pemimpin yang menghidupi Firman-Nya!
Ternyata firman itu wajib menjadi fondasi dalam setiap aspek kehidupan kita, termasuk dalam bisnis.
Bisnis kita juga merupakan ladang pelayanan, di mana kita menjadi berkat bagi sesama dan mendemonstrasikan kasih Allah
. Saya paham sekarang….

Hhhm… Klo kita berpartner dengan Allah, apa sich yang mustahil?
Dia Allah Yang Mahatahu… Mana jalan yang benar-benar lurus dan mana yang ujungnya menuju maut.
Wow…. Dahsyat ya… Sekolah yuk!

You can have heaven on earth.

Anda dapat memiliki surga di bumi

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 147 148 149 150 151 314