Category : Articles

Articles

“Rahasia Michelangelo & Patung Daud”

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

“Rahasia Michelangelo & Patung Daud”

Michelangelo di Lodovico Buonarroti Simoni, nama lengkapnya. Lahir di Florence, Italia. Karyanya yang sangat terkenal mendunia adalah Pieta, Patung Daud dan Pengadilan terakhir di Langit-langit Kapel Sistina.

Suatu ketika, Michelangelo ditanya bagaimana dia bisa memahat Patung Daud begitu indahnya?

“Patung Daud sudah ada di dalam bongkahan marmer itu. Saya tinggal membuang bagian-bagian yang tidak perlu,” Michelangelo menjelaskan.

Intinya, Michelangelo sudah melihat Patung Daud di dalam bongkahan marmer yang masih berupa bahan mentah. Tuhan sudah memberikan gambaran Patung Daud melalui imajinasi Michelangelo.

Demikian pula dengan setiap kita. Apa yang kita lihat atau imajinasikan?

Apa yang kita bayangkan mungkin lebih penting daripada yang pernah kita sadari.
Kita tidak akan pernah pergi, ke tempat yang sebelumnya tidak pernah kita pikirkan.
Bayangan, imajinasi, semuanya ada di pikiran kita.

Pada akhirnya, apa yang kita bayangkan menentukan apa yang kita percayai, dan apa kita percayai, menentukan apa yang kita terima.

Apakah yang dimaksud dengan harapan?
Positive Imagination – imajinasi positif.

Sedangkan Iman adalah dasar dari segala yang kita Harapkan ( Imajinasi positif) dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

“Terjadilah menurut imanmu!”, demikian kata Tuhan.
Kunci merealisasikan apa yang sudah Tuhan sediakan di dalam roh kita, ke alam natural adalah iman.
Ketika yang kita bayangkan adalah imajinasi positif, maka muncullah kepercayaan alias iman.

Saya juga mengalaminya, ketika menghadapi masalah, kerap yang meneror dan tidak mau pergi dari pikiran, justru bayangan kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi.
Padahal seharusnya, yang kita bayangkan dan imajinasikan justru sesuai harapan dan doa, hal-hal baik yang kita inginkan.

Di sinilah kehendak kita berperan. Sebagai manusia yang diberi otoritas untuk memilih, punya kehendak bebas, maka kitalah yang harus mendisiplin pikiran kita akan mengimajinasikan hal-hal yang selaras dengan kehendak Allah.

Ending hidup kita, sesungguhnya kita sendiri yang menentukannya. Karena itu jangan biarkan hidup kita mengalir mengikuti gelombang dunia yang tidak menentu.
Pegang kebenaran Tuhan yang tidak pernah berubah, dahulu, sekarang dan selama-lamanya.


Di saat lainnya, Michelangelo sedang melukis di sudut langit-langit sebuah gereja. Bagian itu sebetulnya tidak akan terlihat dari bawah. Tertutup, sedikit gelap. Maka rekan kerjanya, membujuk supaya membiarkan saja bagian sudut itu, tidak usah buang waktu…

“Tidak bisa. Memang orang-orang di dalam gedung tidak akan melihat bagian ini, tetapi Tuhan melihatnya..,” ujar Michelangelo.

Paham sekali, mengapa Michelangelo bisa menghasilkan karya yang sedemikian spektakuler dan mendunia, karena dia melakukan yang terbaik untuk Tuhan.
Wow….

Orang yang bisa dipercaya dalam hal kecil, akan diberi kepercayaan oleh Tuhan dalam hal besar.


Kerap kita bertanya-tanya, apa kehendak Tuhan bagi hidupku?
Untuk menemukannya kadang kita perlu mengambil langkah pertama mengerjakan apa yang ada di depan mata, lalu dalam perjalanannya Tuhan menunjukkan arahan-Nya yang sesuai kehendak-Nya.

Seperti Michaelangelo yang memberikan yang terbaik untuk Tuhan, hingga ke sudut tersembunyi pun beliau melukisnya dengan sempurna, maka kehendak Tuhan baginya, juga berupa hal-hal yang besar dan mendunia. Dikenang hingga kini… Namanya tetap harum dan karyanya menjadi warisan yang abadi.

Pertanyaannya:
Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mempersembahkan hidup kita yang terbaik bagi Tuhan?

Stop imitating the ideals and opinions of the culture around you, but be inwardly transformed by the Holy Spirit through a total reformation of how you think. This will empower you to discern God’s will as you live a beautiful life, satisfying and perfect in his eyes.

Berhentilah meniru cita-cita dan opini budaya di sekitar Anda, tetapi biarlah hati Anda diubah oleh Allah yang kudus, dengan mereformasi total cara berpikir Anda. Ini akan memberdayakan Anda untuk membedakan, manakah kehendak Tuhan, sehingga Anda dapat menjalani kehidupan yang indah, memuaskan dan sempurna di mata-Nya.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apakah Anda Memiliki Benteng- Benteng Penghalang?”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apakah Anda Memiliki Benteng- Benteng Penghalang?”

Karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.
Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,
2 Korintus 10:4-5 (TB) .

Benteng adalah imajinasi atau pikiran, yang merupakan sistem kepercayaan yang tertanam dalam hati dan pikiran seseorang sehingga mewarnai persepsi mereka tentang diri mereka sendiri, orang lain, mau pun lingkungan hidupnya. Benteng ini bisa berasal dari norma budaya, tradisi agama, ideologi politik, atau gerakan sosial terkini. Bisa pula mencakup bagaimana cara kita dibesarkan, nilai-nilai apa yang diajarkan oleh orang tua dan para guru kepada kita. Benteng dapat pula dibentuk oleh musik, film, dan berita politik terkini.

Dalam setiap kasus, benteng mewakili keyakinan yang bertentangan dengan sifat Tuhan dan tujuan-Nya bagi manusia.
Orang yang berpegang pada benteng, mungkin saja tidak ingin melawan Tuhan dalam pemikiran mereka, tetapi benteng tersebut sangat mengakar sehingga mereka bahkan tidak menyadari bahwa mereka menyaring Kebenaran Tuhan melalui lensa benteng tersebut.

Benteng memungkinkan terjadinya penipuan.
Ciri mendasar dari penipuan, orang yang tertipu tidak menyadarinya. Benteng telah menjadi bagian pendekatan mereka terhadap kehidupan dan pendekatan mereka terhadap Kebenaran. Bahkan Kebenaran harus dibentuk dan disaring agar sesuai dengan cetakan benteng tersebut.

Di dalam Tubuh Kristus ada banyak benteng.
Mungkin yang terkuat adalah keyakinan bahwa Tuhan mengendalikan segala sesuatu. Kesalahpahaman tentang kedaulatan Allah telah melumpuhkan sebagian besar tubuh Kristus dan menyebabkan banyak yang bersikap pasrah dalam hidup. Ini jauh dari apa yang Tuhan inginkan bagi anak-anak-Nya.

Akibat keyakinan kedaulatan (pandangan kedaulatan Allah), telah mengubah potensi proaktif orang percaya untuk menghancurkan pekerjaan musuh menjadi penerimaan yang tidak aktif (pasrah) terhadap berbagai kehilangan dan penderitaan, karena mereka mengira ini sebagai bagian dari rencana surgawi-Nya.
Doa pun menjadi “angan-angan”.
Bagi mereka yang terjebak dalam pola pikir kedaulatan, Alkitab menjadi buku manual misterius untuk menjelaskan penderitaan manusia, bukannya buku pewahyuan penebusan ilahi dan pemulihan otoritas serta tujuan hidup manusia.

Hanya kebenaran yang bisa membebaskan tawanan.
Daripada menyesuaikan diri dengan benteng-benteng, mari keluar dari kegelapan, dan biarkan kebenaran-Nya meruntuhkan segala sesuatu yang menahan kita. Jika sistem kepercayaan yang kita miliki, memungkinkan kita menjadi korban takdir, berarti kita memiliki benteng.

  • Tuhan memperlengkapi Tubuh Kristus dengan potensi untuk bersikap proaktif, menggunakan otoritas sebagai orang percaya, untuk menghancurkan segala pekerjaan musuh, yaitu si iblis.
  • Alkitab adalah buku manual yang berisi pewahyuan penebusan ilahi dan pemulihan otoritas orang percaya, yang mengarahkan pada tujuan hidup manusia, sesuai kehendak Tuhan.
  • Hanya kebenaran Firman Tuhan yang dapat menghancurkan benteng-benteng.
  • Kita diciptakan Tuhan menjadi pemenang. Bukan korban takdir.

Get Kingdom minded! Learn Kingdom language!
Think Kingdom thoughts! – Barty Bennett

Berpikir dengan Pola Pikirkan Kerajaan Allah! Pelajari bahasa Kerajaan Allah. Pikirkan pikiran Kerajaan Allah! – Barry Bennett

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apakah kita memandang dunia seperti Allah memandangnya?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apakah kita memandang dunia seperti Allah memandangnya?

Gambar 2 wortel ini berbicara banyak kepada saya.
Dan sungguh melegakan…
Kerap saya tergoda berpikir,
“Tuhan, koq bisnis kami gak seheboh milik orang lain?”

“Yenny, coba menoleh ke belakang. Seberapa jauh aku sudah membawamu?”

Ketika betul-betul menoleh ke belakang, saya terpukau.
P. Indra dan saya memulai bisnis dari nol. Tetapi Tuhan sudah membawa sejauh ini melewati berjuta pengalaman.
Sesungguhnya apa yang kami miliki dan nikmati sekarang, inilah bukti kesetiaan Tuhan.
Tanpa Tuhan, kami tidak akan mampu….
Ampuni aku Tuhan, kadang kurang bersyukur.

Tidak sampai di situ saja, saya tahu Tuhan tengah membimbing kami mencapai hal-hal yang besar. Ini bisnisnya Tuhan, bukan milik saya….
Kami hanyalah pengelola semata…
Masih belajar sich, sejujurnya… untuk taat dan setia kepada-Nya dan yang lebih penting lagi, mengubah mindset di kepala bahwa cara Tuhan bisa saja berbeda dengan cara dunia pada umumnya…. Supaya ketika berhasil, saya tahu, ini karena Tuhanku yang dahsyat, BUKAN karena saya.

Banyak sekali godaan untuk menggunakan cara dunia… Kan semua orang melakukannya?
Nach justru disini tantangannya…. Ternyata yang dimaksud menjadi terang dan garam dunia, bagaimana kita berespon saat yang terjadi tidak sesuai harapan. Saat ada godaan untuk berkompromi…. Kedewasaan rohani kita dibentuk di sana.
Diproses. Tanpa proses tidak mungkin bisa naik kelas.
Lebih mudah dikatakan, daripada kita menjalaninya. Tidak selalu langsung lulus juga. Kadang berkali-kali karena biasanya, akan ada kejadian-kejadian serupa, dengan orang-orang yang berbeda, hingga kita lulus menangani masalah dengan cara-Nya.

“Tuhan, punya orang lain daun wortelnya lebat sekali… Koq punya saya gak begitu? Sudah pendek, daunnya hanya beberapa lembar?”

“Yenny, kamu tidak bisa melihat buah yang ada di dalam tanah bukan? Percayakah kamu kepada-Ku? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya…”

Iya juga sich…. Wow, ternyata yang kelihatan pendek dan gak oke, justru wortelnya besar. Yang heboh, lebat dan subur malahan kecil wortelnya! Hhhm… Saya belajar. Lebih baik nurut dan percaya pada Tuhan. Toh mikir sendiri saya juga gak sepintar itu. Sudah terbukti, Tuhan memelihara kami sejak awal. Kalau dulu saya dipelihara, sekarang juga… Yeaaaayyyy…
Tugasku menempel, mentaati, fokus dan menyelaraskan pikiran sesuai dengan cara Tuhan melihat keadaan…Biarkan Dia menjadi Allahku dan saya yang mengikuti-Nya!


“Tuhan, koq keluargaku gak sehebat keluarga orang lain?”

“Yenny, run your own race…. Berlari di lintasanmu dan fokus menyelesaikannya. Setiap orang punya tugas yang berbeda. Lakukan saja tugasmu sebaik-baiknya…. Kamu tidak punya
favor, – perkenanan Tuhan -, untuk menyelesaikan lintasan temanmu, dan mereka juga tidak punya favor-Ku untuk menyelesaikan lintasanmu. Be yourself…. Jadilah dirimu sendiri!”

Begitu seringnya kita melihat daun-daun hijau tetangga dan menjadi iri hati.
Lalu berusaha menyamai mereka… Gak mau kalah dong…
“Lebih baik kalah nasi, daripada kalah aksi….”, canda teman saya dengan logat Manadonya.

Akibatnya, jadi salah urus keuangan. Bukannya Tuhan tidak memberkati, tetapi salah motivasi, salah mindset, akibatnya hidup diluar kemampuan. Buntutnya, amburadul di sana sini.

Solusinya, ya kembali kepada Tuhan.
Setting sikap hati yang benar sesuai firman-Nya. Karena segala tindakan kita, ditentukan oleh apa yang ada di dalam hati. Klo sikap hati benar, perkataan dan tindakan pun jadi benar.

Penting diingat pula, tujuan Tuhan memberkati bukan supaya kita gak kalah aksi dengan tetangga, tetapi supaya kita bisa menjadi berkat bagi orang lain.
Blessed to be a blessing…
Berkat yang kita terima, ada yang berupa ‘roti’ untuk dimakan dan kita nikmati. Dan ada pula yang berupa benih untuk ditabur dalam kehidupan orang lain.


“Jangan lupa hitung berkat-berkatmu… Dan bersyukurlah! Klo kamu bersyukur, gak ada celah bagi iblis untuk memasuki kehidupanmu dan memporakporandakannya….”

“Siap Tuhan!”

Ketika saya mulai menginventarisasi berkat-berkat-Nya… Buaaanyaaaakk sekali…. Saya pun terpukau.
Dari yang diselamatkan dengan cara supernatural saat nyaris mati di padang Western Australia, sembuh dari hipertiroid dan batal operasi, bagaimana Tuhan mengirimkan orang-orang baik untuk menjaga dan menolong anak-anak ketika sekolah di luar negeri, berulang kali nyaris kecopetan, hp ketinggalan di Eropa yang terkenal banyak copetnya, koq ya semua kembali…
Amazing!

Bisa menyekolahkan anak-anak di luar negeri, kepikir juga engga saat awal merintis bisnis, tetapi Tuhan betul-betul menuntun kami langkah demi langkah.

“Tuhan, semua karena anugerah-Mu… Kebaikan-Mu… Kesetiaan-Mu….”
Tanpa terasa airmata menetes…
“Engkau baik, sungguh baik, sangat baik…. Engkau Allahku yang setia dan senantiasa dapat diandalkan.”

Mari kita lebih mendekatkan diri kepada-Nya… Itu kunci menikmati kehidupan di bumi seperti di surga.

Everything God is doing in you and through you right now is in perfect preparation for the future that only He can see.

Segala sesuatu yang Tuhan lakukan di dalam Anda dan melalui Anda saat ini adalah persiapan yang sempurna untuk masa depan yang hanya dapat dilihat oleh Dia.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Berbagi Sukacita: MPOIN DRAIN & Penghargaan Pemerintah Indonesia

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Berbagi Sukacita: MPOIN DRAIN & Penghargaan Pemerintah Indonesia

Yeaaaayyyy…

MPOIN DRAIN Tangki Bebas Kuras dan Anti Virus meraih Penghargaan Rintisan Teknologi Industri dari Pemerintah Republik Indonesia.

Piala dan Sertifikat Penghargaan diserahkan di Kementerian Perindustrian pada tanggal 6 Desember 2022.

Tidak mudah mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Harus memenuhi berbagai macam persyaratan: dari latar belakangnya, manajemen pengembangan teknologi, kebaruan teknologi (novelty), kinerja teknologi, tingkat kehandalan teknologi, nilai kompetitif, mitra pengembangan teknologi, termasuk TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri), manfaat teknologi bagi pengembangan industri baru, upaya mendukung industri hijau, peningkatan efisiensi dan atau produktivitas, hingga perlindungan hak kekayaan intelektualnya.

Pengecekan dan penilaian sangat mendalam dan teliti, hingga di survey langsung ke lapangan, serta peninjauan ke pabrik, untuk menjamin penilaian mutu dan hasilnya.

Dari hasil seleksi, MPOIN mendapatkan peringkat pertama di antara berbagai Rintisan Teknologi Industri, tertinggi nilainya dari segala aspek, termasuk aspek produk yang memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi pemakainya.


Bermula dari keprihatinan Christian Purnomo, putra kami, sekaligus CEO PT. Bangun Indopralon Sukses, yang ingin menciptakan Tangki Air yang Anti Lumut karena problem tangki air biasa itu, lumut yang membuat air menjadi kotor. Harus rutin dibersihkan, dan ternyata biaya untuk membersihkan dan menguras tangki selain mahal juga repot.

P. Berry, sahabat yang punya usaha jasa pembersihan tangki dan pipa berlumut, justru sekarang ikut memasarkan Tangki Air MPOIN.
“Daripada repot membersihkannya, lebih baik konsumen sejak awal pakai Tangki MPOIN saja,” kata P. Berry.

MPOIN DRAIN, di design sedemikian rupa sehingga bebas kuras. Bagian alas tangki yang berbentuk Octagonal, dengan sudut yang sudah diperhitungkan dengan teliti, membuat kotoran akan terkumpul di sana.
Dilengkapi dengan pipa transparan, yang memudahkan untuk melihat apakah ada kotoran atau tidak di dalam tangki. Jika kotor, cukup membuka kran, maka kotoran akan dibuang. Setelah semua kotoran keluar, kran di bawah ditutup dan tinggal diisi air bersih kembali.
Sangat praktis terutama untuk ibu rumah tangga.

Kotoran ini berbeda dengan lumut. Ada daerah yang airnya memang mengandung sedikit lumpur, kotor, keruh dll. Di dalam tangki MPOIN, kotoran itu akan mengendap ke bagian octagonalnya.

Tangki Air MPOIN merupakan tangki air, atau tandon, toren demikian masyarakat menyebutnya, yang berkualitas dan paling inovatif di Indonesia.

Why?
Karena Tangki Air MPOIN, tangki air pertama dan satu-satunya yang menggunakan kombinasi 3 bahan Anti Microbial:
° Silver Ion,
° Zinc,
° Copper (Tembaga).

Silver ION dari Tangki Air MPOIN terbukti secara ilmiah mampu membunuh Virus Corona (Sars-Cov-2).

Selain itu, Tangki Air MPOIN efektif menangkal cahaya matahari sehingga Anti Lumut.
O ya, suhu airnya juga terjaga, sesuai suhu ruangan. Berbeda dengan tangki biasa yang bisa sangat panas atau sangat dingin tergantung cuaca luar.
Berbahan dasar HDPE dengan Impact Modifier dari Dow Chemical America membuat Tangki Air MPOIN Lebih Kuat.

Untuk memastikan uji kualitas dan keabsahannya, MPOIN dilengkapi dengan Hasil Uji Resmi dari ITS Surabaya dan KYOTO, Jepang.


Teringat akan pelajaran dari guru-guru Charis, tujuan bisnis yang utama adalah menjawab kebutuhan masyarakat. Menjadi solusi bagi kesulitan orang-orang di sekeliling kita. Bagaimana caranya bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kita diberkati untuk menjadi berkat bagi orang lain, itu tujuan utama kita dilahirkan ke dunia ini.

Banyak orang yang tidak menyadari, bahwa air bersih itu tidak sekedar untuk mandi, mencuci mobil, mencuci pakaian saja. Tetapi mencuci sayur dan buah, yang langsung dimakan. Jika air untuk mencuci itu kotor, mengandung bakteri atau virus, tentunya akan menyebabkan sakit.

Belum lagi saat memandikan bayi. Sambil bermain air, kerap air itu masuk ke mulut bayi atau anak-anak kita. Lalu berkumur saat menyikat gigi, sebagian air pasti ada yang tertelan.

Dengan terus berinovasi mengembangkan produk-produk yang meningkatkan kualitas hidup masyarakat, kami bertekad, agar kreatifitas dan peluang dari Tuhan, dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin menjadi berkat bagi sesama.

Melalui artikel ini, saya ingin berbagi sukacita dan ucapan syukur, betapa saya memiliki Allah yang Maha-baik, yang memberi kesempatan untuk berkarya, berbagi dan membuat hidup jadi bermakna.

Bukankah setiap hari saya berbagi berbagai cerita melalui Seruput Kopi Cantik?
Ketika dapat penghargaan pun, saya ingin berbagi cerita, kegembiraan, ucapan syukur dengan sahabat-sahabat pembaca Seruput Kopi Cantik tercinta pula….

Dr. Dean Radtke berkata, bahwa yang nomor satu diinginkan oleh manusia adalah
“Beri saya sesuatu yang bermakna, yang didalamnya saya bisa berkontribusi.”

Itulah DNA kita semua karena Allah menciptakan kita dengan natur ingin berguna bagi sesama.
Uang hanyalah motivasi nomor 2.

Terbukti, kita lebih bahagia saat memberi daripada menerima. Berbagi, memberi, apa pun istilahnya, memberikan kepuasan yang tak ternilai harganya. Kita berbahagia, saat bisa membahagiakan orang lain.

Selain itu, setiap talenta yang Tuhan percayakan di dalam kita, harus dipertanggungjawabkan kelak. Tuhan menitipkan talenta, agar dimanfaatkan sehingga dunia menjadi lebih baik, lebih berkualitas, karena kehadiran kita. Dan itu mendemonstrasikan pula kebesaran Tuhan. Mempermuliakan Nama-Nya.

Mengapa kita bisa kreatif?
Karena Allah kita Mahakreatif. Tuntunan-Nya yang membuat kita menghasilkan karya bagi sesama.

It’s all about God, not us.
Semua tentang Tuhan, dan bukan kita!

Mari kita manfaatkan talenta dengan maksimal untuk menjadi berkat bagi sesama.

O give thanks unto the LORD, for he is good: for his mercy endureth for ever.

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Akibat Tersinggung Yang Kerusakannya Tidak Pernah Terbayangkan….

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Akibat Tersinggung Yang Kerusakannya Tidak Pernah Terbayangkan….

Sengaja saya post artikel Pdt. Pudji dari Batu, Malang, karena kasus ini sering terjadi. Tersinggung di dalam gereja, komunitas, keluarga dsb.
Kita mengejar untuk dibenarkan, merasa tidak bersalah. Pendekatan kita kalah-menang. Perang dengan berbagai macam strategi, padahal kita semua mengaku kristen dan anak Tuhan….

Ketika belajar mendekatkan diri kepada Tuhan, satu hal yang tidak bisa dihindari adalah kita diproses, dibentuk, menjadi serupa dengan Tuhan.
Sedihnya, tidak ada baju indah tercipta tanpa kain merasa sakit terkena gunting. Begitu pula dengan kita. Dan itu tidak mudah. “Berani-beraninya kamu..!” Ego kita digesek. Besi menajamkan besi.

Dan “Welcome To Ministry….”

Melayani Tuhan bukan sekedar tampil keren di panggung, tetapi bagaimana karakter kita dibangun. Saat kita mengajar, berbagi, melayani, yang paling dibutuhkan justru apa yang tersimpan di dalam hati kita? Kasih or kepahitan? Gengsi or kerendahan hati? Dieeeeenk…..

Kita hanya bisa membagikan apa yang kita miliki..
Ketika yang kita bagikan hanya teori, hanya menyentuh kepala seseorang. Paling jauh hanya membuat orang lain terpesona dengan manisnya ucapan kita. Tetapi jika yang kita bagikan sesuatu yang sudah kita hidupi, maka hidup orang lain pun berubah. Ada kuasanya!


PELAJARAN BAGI HIDUP
PENYESALAN YANG TIDAK PERLU

Ditulis: Pdt. Pudjianto

Perbincangan yang tidak di sengaja terjadi di warung kopi itu memang tidak disangka akan mengarah pada hal yang dalam. Bapak yang menyebut diri Sularso itu sama-sama masuk ke warung kopi di pinggir jalan menceritakan ulah masa mudanya yang akhirnya menjadikan penyesalan yang tidak habis – habisnya di masa tua. Ketika dirinya tumbuh kesadaran justru anak dan istrinya tidak bisa diajak kembali. Pak Sularso semakin ingin mengungkapkan pergumulan pribadinya setelah tahu bahwa saya juga orang Kristen seperti dirinya.
Kebetulan warung kopi di pinggir jalan itu sepi, yang ada hanya berdua saja dengan pak Sularso, yang baru saja saya pertama kali bertemu. Karena sama-sama ada di warung kopi. Tadinya memang cerita yang bersifat umum, bagaimana Pak Sularso mengagumi walikota di sebuah kota yang bisa menciptakan pekerjaan bagi anak-anak muda di kotanya. Membandingkan dengan kota di mana tinggal, kemajuannya belum bisa dirasakan oleh masayarakat luas. Jalan-jalan di desa masih banyak lobang dan banyak yang masih tanah. Itu pembicaraan umum. Namun tiba-tiba pembicaraan itu mengarah kepada hal-hal yang bersifat pribadi dan dalam lagi.
Menurut bapak Sularso, jaman muda termasuk orang yang rajin ke gereja, bahkan terlibat dalam pelayanan juga. Ia banyak dipercaya oleh gembalanya untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan gereja, dan juga yang berujud pelayanan jadi Penata ibadah, jadi pemuji Tuhan di depan ketika ibadah bahkan juga dipercaya untuk membawakan renungan juga. Hal terjadi ketika gembalanya belum memiliki istri, setelah memiliki istri, ia tidak lagi ke gereja dan pelayanan lagi.
“Lho kenapa pak?”, demikian saya terkejut mendengar ceritanya dan langsung bertanya
Bapak Sularso nampak tertunduk dan menopangkan tangannya di dagunya, raut sedih dan sesal nampak tergambar di wajahnya. Melihat sikap yang demikian saya semakin tertarik untuk lebih banyak tahu seorang lelaki yang sudah berumur sama dengan saya tersebut.
Dengan pelan supaya tidak terdengar pemilik warung, Pak Sularso menceritakan bahwa ia tersinggung dengan istri gembala gerejanya, karena terdengar di telinganya langsung bahwa ibu gembala yang masih pengantin baru, yang tadinya aktif di gereja lain itu bilang: “Apa yang menjadi pamrih pak Sularso begitu aktifnya pelayanan di gereja ini?”
Masih menurut pak Sularso, bahwa mendengar apa yang dikatakan Ibu gembala itu langsung patah semangat. Ia merasa bahwa jerih payahnya tidak dihargai. Dan sejak itu pelan-pelan mundur dari pelayanan. Dan mulai menanamkan kata-kata yang tidak baik sama istri dan ke dua anaknya, berkaitan dengan gereja, dengan ditambah-tembahi negatif lainnya. Dan akhirnya satu keluarga mundur dari pelayanan dan gereja.
Ada kepuasan di batin Pak Sularso, karena akhirnya pelayanan gereja banyak terbengkelai. Dan ia ingin melihat bagaimana selanjutnya gereja tersebut, biar ibu gembalalah yang menangani. Ketika banyak teman yang mengunjungi dan meminta kembali aktif pelayanan, jawabannya ringan saja.
“Kan sudah ada ibu gembala, biar ibu gembala dong yang mengatasi pelayanan?”, demikian jawaban setiap ada teman gereja bahkan bapak pendeta yang datang. Bahkan bapak pendeta sampai minta maaf atas perkataan istrinya. Namun pak Sularso tidak bergeming, hati Pak sularso ketika itu semakin puas. “Biar tahu rasa”
“Wah sampai segitunya ya pak?”, demikian kata saya, prihatin. Saya memandang Pak Sularso, yang nampak seperti orang gemetaran mengingat masa lalu.
Setelah tua ini saya baru sadar, ada pertanyaan di dalam sanubari saya, untuk siapakah semua yang dilakukan di masa muda. Untuk kebanggaan diri, untuk pujian dari sesama, atau untuk Tuhan?”, demikian dengan lesu pak Sularso berkata. “Jika untuk Tuhan mengapa harus mendengar penilaian orang?”
Menurut pak Sularso, sanubari itu terus bertanya, dan bertanya. Akhirnya tidak tahan, ia hari minggu ke gereja yang sama, setelah puluhan tahun. Betapa dirinya sangat terharu dan membuat tangisan tanpa henti, mengikuti ibadah perdananya
“Bapak pendeta yang juga sudah berumur itu memeluk saya, demikian istrinya memeluk saya, kami ingin melupakan masa lalu, dan mengawali kehidupan yang baru yang bermotivasikan kasih”, demikian kata pak Sularso terbata.


Masih menurut pak Sularso, ia sekarang kembali ke gereja, rajin datang, namun tentu tidak bisa mengambil pelayanan seperti dahulu. Sayangnya istri dan ke dua anaknya yang sudah berkeluarga, tidak mengikuti jejaknya. Mereka sudah asyik dengan kepercayaan yang baru.
“Pak saya sungguh menyesal”, demikian katanya pelan. “Saya merindukan istri dan kedua anaknya bahkan mantunya bisa menerima jalan keselamatan di dalam Yesus Kristus”.
Warung itu tidak sepi lagi, dan mulai beberapa orang masuk dan duduk di bangku yang sudah di sediakan, memesan kopi, dan makan makanan gorengan yang tersedia. Saya harus melanjutkan ke kantor untuk rekaman. Dan senang bertemu dengan pak Sularso, berharap lain kali bisa bertemu lagi di warung yang sama, sekedar berbincang-bincang. Penyesalan seperti pak sularso memang tidak perlu, kalau dalam kehidupan pelayanan dilandasi dengan motivasi untuk kemuliaan Tuhan bukan untuk pamer diri. Dan tidak perlu rasa negatif dengan sesama orang percaya atau gereja di “woro-woro” (di crita-critakan) kepada sesama bahkan orang lain.
BETAPA PENTINGNYA KITA JAGA MULUT KITA UNTUK MENGELUARKAN KATA-KATA YANG MELUKAI SESAMA YANG MASUK DALAM PERSEKUTUAN KITA, BAGAIMANAPUN KEHIDUPAN KITA DISEMPURNAKAN OLEH ORANG ITU YANG NAMPAKNYA TIDAK BERGUNA SEKALIPUN.


“Ini kesempatan kita mempraktikkan pelajaran di sekolah…”, ujar Bu Henny berulang kali. Saya setuju!

Saya mengamati, selama kita belum lulus di suatu masalah, maka kasus serupa akan terus menerus datang hingga kita lulus ujian. Better segera dibereskan, move on, naik kelas.

Belajar dari P. Sularso, tidak disangka ketersinggungan kecil yang dikipasi iblis tentunya, membuatnya menjauh dari Tuhan dan gereja. Yang pada jangka panjangnya, memporakporandakan keluarganya. Oh….

Mari kita jadi murid yang taat…supaya gak ada celah untuk iblis masuk, sehingga berkat serta damai Tuhan pun senantiasa menyertai kita.
Setuju?

“Your actions speak so loud I can’t hear what you say.” – Ralph Waldo Emerson

“Tindakan Anda berbicara sedemikian kerasnya sehingga saya tidak dapat mendengar apa yang Anda katakan.” -Ralph Waldo Emerson

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 146 147 148 149 150 314