Category : Articles

Articles

Lakukan Bagian Kita, Tuhan Akan Melakukan Bagian-Nya!

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Lakukan Bagian Kita, Tuhan Akan Melakukan Bagian-Nya!

Ada teman-teman yang merasa terteror dengan adanya pemikiran yang masuk di kepalanya.
Sesungguhnya Tidak Semua pikiran itu berasal dari Tuhan.

Jika pikiran itu menuduh, menghakimi dan membuat kita kehilangan damai sejahtera, itu justru pikiran yang dilempar oleh iblis. Iblis hanya bisa menipu, mengalihkan perhatian kita dari Tuhan. Meneror dan menakut-nakuti.
Saat merasa bersalah, tertuduh, kecenderungan manusia seperti yang dilakukan Adam & Hawa… menyembunyikan diri dari Allah

Ada juga pikiran kita sendiri, apa bedanya? Pikiran kita biasanya berurutan dengan pemikiran kita sebelumnya.

Lalu suara Tuhan, yang selaras dengan firman-Nya. Suara Tuhan itu jika mengoreksi, terdengar menginsyafkan bukan menghakimi.

Apa yang harus kita lakukan menghadapi tuduhan si musuh?
Saat merasa bersalah, tertuduh, kecenderungan manusia seperti yang dilakukan Adam & Hawa… menyembunyikan diri dari Allah.
Yang kita lakukan justru datang kepada Allah, bertanya minta pertolongan Roh Kudus dengan berdoa di dalam roh, menyerahkan apa yang kita alami kepada Tuhan.
Meminta jawaban, benarkah kita miss sesuatu dari Tuhan?
Kerapkali sesungguhnya kita tidak ‘miss’ sesuatu, tetapi iblis yang sedang menipu.

Jika memang kita salah, minta ampun kepada Tuhan dan beres. Tuhan tidak mengingatnya lagi.
Tetapi kalau itu sekedar tipuan iblis, ANSWER IT.
Jawab selaras firman-Nya dan lawan.

“Kristus yang ada di dalamku sudah mengampuni kesalahanku. Aku memiliki Pikiran & Otoritas Kristus untuk mengalahkan segala tantangan. Aku lebih daripada pemenang karena Kristus ada di dalamku.”

Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! Yakobus 4:7 TB

Kita harus menjadi Skillful, terampil mengatasi segala tipuan dan tantangan dari si musuh. “Dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. Efesus 4:27 TB


Kesadaran atas jati-diri, identitas kita di dalam Kristus, sangatlah penting.
Banyak diantara kita yang kerap mendengar istilah ‘identitas diri dalam Kristus’, karena sudah tahu di kepala, sebagai pengetahuan, merasa sudah menghidupinya.

Tetapi apakah benar-benar sudah menghidupinya?
Dengarkan perkataan yang keluar dari mulut kita.
Apa yang keluar dari mulut, meluap dari dalam hatinya. (Lukas 6:45)

Kalau sudah menghayati identitas kita di dalam Kristus, maka kita berani, penuh keyakinan: “Jika Allah ada di pihakku, siapa dapat melawan aku?”

Sebaliknya, jika yang keluar dari mulut adalah galau, panik, takut….. berarti belum menghidupinya.

Itulah yang membedakan Yosua & Kaleb dengan 10 pengintai lainnya.
Yosua & Kaleb betul-betul menyadari identitasnya di dalam Kristus, mengenal siapa Allahnya, paham Allah menyertai bangsanya, mengingat berbagai mujizat yang telah mereka alami, oleh karena itu mereka tidak takut kepada para raksasa yang tinggal di tanah perjanjian.

Bilangan 13:30 (TB) Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: “Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita PASTI akan mengalahkannya!”
Sebaliknya 10 pengintai lainnya ketakutan, memandang diri mereka sendiri seperti belalang.

Bagaimana cara menghidupinya?
Renungkan firman tentang identitas kita di dalam Kristus, siang dan malam. Minta Roh Kudus menghidupkannya menjadi pewahyuan pribadi kita. Dan fokus Hanya Pada Firman-Nya saja.

Unbelief- ketidakpercayaan muncul, karena kita fokus BUKAN pada Firman Tuhan tetapi pada yang lainnya.


Mengapa saat polisi di perempatan menghentikan mobil kita, lalu kita mentaatinya?
Karena dari seragamnya, kita tahu dia seorang polisi, dan dia diberi otoritas oleh Pemerintah Indonesia supaya menertibkan lalu lintas.
Tidak mentaatinya, ada konsekuensi hukum.
Tidak peduli polisi itu berbadan kecil, truk atau trailer besar pun taat.

Dengan cara yang sama, kita yang sudah lahir baru tahu ada Kristus di dalam roh kita dan kita memiliki otoritas-Nya.
Saat iblis, si musuh melihat kita, dia takut sebenarnya.
Nach tergantung kita sendiri sekarang….
Apakah kita sadar bahwa kita memiliki Otoritas Allah dan berani menggunakannya?

Perintah Tuhan jelas: Tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! Yakobus 4:7 TB
Siapa yang harus melawan?
Kita!
Tuhan memerintahkan kita melawan, BUKAN berdoa.
Kerjakan sesuai cara-Nya.
Janji Tuhan Ya dan Amin.
Klo kita berani melawan, Tuhan sudah menjamin maka ia (iblis) akan lari dari padamu!
Sudah Pasti!

Yuk praktik …. dan jadilah pemenang!

God will never do our part. But, if we obey Him and do what we know to do, He will do His part, which always leads to the supernatural outcome we desire – Michelle Medlock Adams.

Tuhan Tidak Akan Pernah melakukan bagian kita. Namun, jika kita menaati-Nya dan melakukan apa yang kita ketahui, Dia akan melakukan bagian-Nya, yang selalu mengarah pada hasil supernatural yang kita inginkan – Michelle Medlock Adams

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Bersalah & Tertuduh? Ini Solusinya!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Bersalah & Tertuduh? Ini Solusinya!

“Bu Yenny, saya anak yang tidak diinginkan. Mama hendak menggugurkan saya tapi tidak berhasil. Itu membuat saya senantiasa merasa tertolak.”

Familiar dengan kisah seperti ini?
Sesungguhnya setiap orang pernah tertolak dalam kadar tertentu.
Bahkan Gregory Dickow mengatakan akar segala permasalahan manusia adalah Rejection, penolakan.

Masalah ini sudah dimulai begitu Adam dan Hawa jatuh dalam dosa. Mereka malu, berusaha menyembunyikan diri dari Allah. Iblis terus menerus melontarkan tuduhan, mengingatkan segala kesalahannya sehingga manusia makin terpuruk, merasa tidak layak dikasihi dan mengasihani diri sendiri.

Manusia lupa, kunci kesembuhannya hanya satu: kembali kepada Sang Pencipta, Allah sendiri.
Dalam hati manusia, ada tempat kosong yang tidak dapat dipuaskan oleh apa pun, mau pun siapa pun… Selain Allah sendiri.

Kasih manusia itu bersyarat. Jika berharap kepada manusia, cepat atau lambat, mereka akan mengecewakan. Hanya kasih Tuhan yang tak bersyarat.


Semakin mengenal kasih Allah, semakin bahagia karena sekarang kebahagiaan saya tidak lagi tergantung pada penerimaan suami, anak, menantu, teman atau siapa pun. Tidak pula tergantung situasi di sekeliling saya.

Ketika memahami betapa besar kasih Allah bahkan sebelum saya lahir, sebelum bisa melakukan apa pun, bahkan saat masih dalam kandungan, itu pun Tuhan sudah cinta. Sungguh itu sangat melegakan. Allah mengasihi saya Tanpa Syarat!

Raja Daud bernyanyi;
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
Mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.
Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya!

Bahkan Raja Daud menyatakan:
Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN MEMELUK AKU.”

Sekarang penerimaan orang lain tidaklah sepenting dulu, karena saya sudah dipuaskan dengan penerimaan Allah. Saya merasa aman, utuh, puas, sebelum berhubungan dengan orang lain. Semakin saya merasa puas dengan keberadaan saya di dalam Tuhan, makin saya bisa menoleransi dan bisa menerima kekurangan orang lain.
Semakin merasa aman dan memahami identitas saya di dalam Tuhan, semakin teman-teman dan orang-orang di sekeliling menyukai saya.

Apakah konsisten seperti itu?
Tidak!
Saya tidak steril terhadap kesalahan. Saat melakukan kesalahan, iblis pun tidak menunda serangannya. Intimidasi terus berlangsung.
Namun sekarang saya sudah punya senjata untuk menangkalnya.
Datang kepada Allah, mohon ampun, bertobat dan menyerahkan yang selanjutnya terjadi kepada-Nya.

Mengapa penting membereskan hal ini?
Ketika hubungan kita dengan Tuhan ada ganjalan, itu memberi tempat pijakan kepada iblis. Jangan beri kesempatan pada musuh.

Pada waktu kita datang meminta ampun kepada Tuhan, semua sudah dibereskan. Dosa yang semerah kirmizi, sudah dijadikan seputih salju.

Karenanya, saya belajar, apa pun yang saya alami dan rasakan, baik ketersinggungan kecil, luka, tertolak, perkataan yang menyakitkan dsb. Langsung saya serahkan kepada Tuhan, dalam doa.

Doa adalah saat kita datang untuk menyelaraskan cara pandang kita dengan cara pandang Allah. Melihat persoalan ini dari kacamata Allah. Lalu kita belajar berespon sesuai dengan kehendak Allah.
Merasa tidak mampu?
Minta Allah yang memampukan kita.

Inilah proses di mana kita memilih mentaati Tuhan, BUKAN menuruti emosi dan keinginan kita. Menaklukkan segala pikiran dan menundukkannya kepada Allah. Inilah satu-satunya cara untuk membangun karakter kita menjadi serupa dengan-Nya.

Jika kita bersedia melewati proses ini, batu sandungan yang menghadang, bersama Tuhan, kita jadikan batu pijakan untuk naik ke tempat tinggi yang tidak bisa kita capai, tanpa adanya batu itu.


Saat iblis terus menuduh, membuat perasaan bersalah menekan, kita bisa berdoa:
“Tuhan, tolonglah agar orang itu mengerti apa yang saya maksudkan dalam hatiku. Buatlah dia melupakan kata-kata salah yang sudah terlanjur keluar dan tolong agar ketulusan hatiku bisa dirasakannya sehingga kesalahpahaman bisa terurai dan diselesaikan dengan baik. “

Doa seperti ini sangat menolong untuk menghapus intimidasi.

Dan jawab kepada iblis- Answer It –
“Iblis, Allah SUDAH mengampuni kesalahanku. Aku bersih, murni seperti salju. Tuhan berkenan kepada jalanku, maka Dia akan memperdamaikanku dengan orang yang salah paham.”

Saat tunduk kepada Allah dan lawan iblis, dia akan lari.


Bagaimana dengan teman yang gagal digugurkan?
Sesuatu yang melegakan, tidak peduli apa penyebab seseorang hamil, tetapi begitu sel telur bertemu sperma di rahim seorang wanita, Tuhan sudah menetapkan tujuan bagi hidupnya. Kecelakaan, malapetaka terjadi karena dunia sudah jatuh dalam dosa.

Tetapi anak itu lahir bukan kecelakaan. Setiap anak spesial di mata Tuhan, memiliki tujuan khusus yang tak tergantikan dan Tuhan mengasihi serta menerimanya apa adanya. Tanpa syarat.

Ketika seseorang menyerahkan hidupnya, berbalik kepada Tuhan dan hidup mengikuti Hukum Kerajaan Allah, maka segala sesuatu yang menurut penglihatan kasat mata sesuatu yang ‘buruk’, akan diubah menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan.

“Mana buktinya Bu Yenny?”

Azie Taylor Morton, Menteri Keuangan Amerika Serikat pada zaman Presiden Jimmy Carter.
Dia lahir hasil dari perkosaan seorang pria terhadap ibunya yang bisu, tuli dan miskin sehingga dia tidak mengenal ayahnya.

Karena menanggung malu, ibunya melahirkannya di kebun yang sepi tanpa bidan. Yang menolong melahirkan adalah seorang ibu tua pemilik kebun.

Hidupnya sangat miskin hingga dalam umur yang masih sangat muda, Azie terpaksa bekerja untuk mencari nafkah untuk dia dan ibunya karena saat itu ibunya sakit stroke.
Dia bekerja sebagai buruh kasar di perkebunan kapas.
Azie benci keadaan saat itu.
Kecewa kepada TUHAN saat itu karena DIA tidak adil atas hidupnya. Di saat kebanyakan anak-anak menikmati hidup layak, dia harus bergumul dalam penderitaan. Diejek dengan julukan ‘anak haram’, dikucilkan dan Azie tidak melihat harapan bagi masa depannya.

Suatu hari, Azie bertemu dengan seorang pendeta.
Beliau berkata, “Azie..tahukah kamu bahwa hidup ini adalah anugerah, Nak? TUHAN memberikan kamu kebebasan memilih. Mau tetap mengeluh seperti ini atau bangkit dari kemiskinan, pilihan itu ada di tanganmu, Nak. Perlu kamu ketahui rencana TUHAN atasmu bukan rencana kecelakaan melainkan hari depan yang penuh harapan.
Selama bisa memilih, pilihlah yang terbaik.”

Nadanya lirih namun penuh makna.
Kata-kata pendeta itu membangkitkan semangatnya untuk berdiri tegak dan doa ibunya membuatnya kuat menghadapi tantangan hidup. Akhirnya Azie memilih keluar dari rasa kecewa dan tak berguna ini.

Singkat cerita, Azie mulai bekerja dengan giat untuk membiayai sekolah dan kehidupan ibunya.
Berkat doa sang ibu serta kerja keras yang ulet, akhirnya TUHAN memberkati Azie dengan melimpah, meraih kesuksesan. Azie menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Tidak hanya itu, Azie satu-satunya wanita Afro-Amerika yang tandatangannya tertera dalam lembar mata uang US dollar.
Dahsyat bukan?
Janji Tuhan Ya dan Amin!

Siap belajar? Yuk….

We receive the measure we respond. If we want to receive more, we have to respond more – Nancy Dufresne

Kita menerima ukuran selaras dengan respon kita. Jika ingin menerima lebih banyak lagi, kita yang harus lebih banyak menanggapinya – Nancy Dufresne

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Sekolah Charis – Convert VS Repentance – Hidup Kekal.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Sekolah Charis – Convert VS Repentance – Hidup Kekal.

Andrew Wommack menjelaskan perbedaan antara CONVERT VS REPENTANCE.

Convert itu ganti status, dulu orang dunia, sekarang statusnya kristen. Orang yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat pribadi (lahir baru) tetapi stop sampai disitu. Tetap bayi rohani, ibaratnya ulat yang menjadi ciptaan baru (2 kor 5:17), memiliki potensi menjadi kupu-kupu. Tetapi karena sekedar tahu firman tetapi tidak menghidupinya, maka tetap jadi ulat yang memiliki potensi kupu-kupu.

Sedangkan Repentance adalah orang yang bertobat, berbalik dari kehidupan lama, sekarang menjalani kehidupan yang selaras dengan firman Tuhan. Semakin hari semakin bertumbuh karena merenungkan firman Tuhan siang dan malam, lalu mempraktikkan dan menghidupinya. Jadi dewasa rohani – bermetamorfosa dari ulat menjadi kupu-kupu yang sesungguhnya. Hidupnya menjadi Terang Dunia, menjadi berkat bagi dunia sekelilingnya. Kupu-kupu mempertemukan putik dengan serbuk sari sehingga buah tercipta.

Orang -orang yang dulu mengenalnya sebagai ulat, dan melihat perbedaannya, sekarang menjadi kupu-kupu yang cantik, mereka terpukau. Lalu ingin mengenal Tuhan Yesus. Ingin hidupnya juga menjadi kupu-kupu yang cantik.
Ini yang disebut hidup yang menjadi demonstrasi kebaikan-kebaikan Tuhan. Menjadi Terang & Garam dunia. Membuat dunia lebih baik.


Banyak orang kristen yang tidak berani 100% mentaati Alkitab karena mereka melihat jarak antara yang disampaikan oleh Alkitab dan kehidupan orang kristen pada umumnya. Saat sakit, mereka sibuk cari dokter dulu bukannya berdoa terlebih dahulu.

UmatKu binasa karena kurang pengetahuan (tidak mengenal Allah) kata Nabi Hosea.
Mereka tidak memperoleh hasil karena salah berpikir (wrong thinking), salah doktrin, tidak tahu caranya.

Itulah sebabnya Andrew Wommack mendirikan Sekolah Pemuridan Charis Bible College, untuk memuridkan sesuai Amanat Agung Tuhan Yesus dan membimbing murid-murid mengubah pola pikir agar menjadi Dewasa Rohani, menjadi kupu-kupu yang cantik yang memancarkan kemuliaan Allah.
Di Charis kami FULL belajar Alkitab.

Guru-guru mengajarkan hal-hal penting Alkitabiah secara sistimatis, mereka berbagi pengalaman, menunjukkan jalan kebenaran, kesalahan serta kegagalan yang pernah dialami, pelajaran apa yang bisa dipetik, hingga kunci sukses yang benar sehingga mereka bisa mengalahkan kanker, mengampuni pengkhianatan, menghidupi firman dan kami pun belajar, bagaimana pelayanan Andrew Wommack Ministry (AWM) dan Charis Bible College (CBC) dipakai Tuhan untuk mengubah dunia dengan God’s Way, cara Tuhan.
AWM visinya mengabarkan Kabar Baik sejauh-jauhnya, sementara CBC mengajarkan kebenaran firman Tuhan sedalam-dalamnya.

AWM – Charis Bible College di Colorado di seluruh dunia, terus berkembang dibangun dengan dana ratusan juta dollar BEBAS HUTANG sesuai yang Tuhan nubuatkan. Jutaan orang partner dari seluruh dunia yang membiayainya.
Wow… Hanya Tuhan yang bisa melakukannya.

Bahkan di berbagai negara di AFRIKA, pelajaran Dicipleship Evangelism (free teaching) dari Andrew, diterapkan hingga ke sekolah-sekolah umum, terbukti hidup orang-orang diubahkan dan dimerdekakan. Ada sebuah tempat di Afrika yang tidak ada toilet, mereka telanjang karena sedemikian tertinggal, ternyata hidup mereka pun berubah setelah mendengarkan kebenaran.

Yohanes 8:31-32 (TB) “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku, dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”* sungguh terbukti.

Sukses cara God’s Way ternyata lebih efektif, bebas stres dan Rest In The Lord. Kami sekolah belajar menghidupi firman-Nya.
Tidak hanya sekolahnya yang bagus, tetapi murid-muridnya orang-orang yang mengejar Tuhan sungguh-sungguh dan bersama-sama kami menghidupi firman-Nya. Pembicaraan kami tentang firman, penerimaan, tidak menghakimi, belajar mengasihi seperti Yesus mengasihi, menyelesaikan perbedaan dengan cara Allah dsb. Sesuatu yang sulit ditemukan di tempat lain.

Kalau begitu, saudara-saudara, apakah [jalan yang benar] itu? Ketika Anda bertemu bersama, masing-masing memiliki himne, ajaran, pengungkapan pengetahuan atau informasi khusus, ucapan dalam bahasa [aneh], atau interpretasinya. [Tapi] biarlah semuanya konstruktif dan membangun dan untuk kebaikan semua.
1 Korintus 14:26 AMPC

Menarik sekali, dari ayat ini, Tuhan tidak merancang manusia hanya berhubungan dengan Tuhan saja, melainkan kita membutuhkan saudara seiman lainnya sebagai Satu Tubuh Kristus. Kerapkali jawaban yang kita butuhkan, justru datang dari teman-teman kita.

Tuhan tidak menciptakan jagoan, one man show, melainkan team di mana kita bertumbuh bersama. Karakter hanya bisa dibentuk saat “besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya.”


Sekolah, guru-guru membantu kita bertumbuh, tetapi patut diingat Renewing Our Mind – Pembaharuan Pikiran, hanya KITA sendiri yang dapat melakukannya.
Tuhan maupun sekolah tidak bisa melakukannya. Ini bagian kita. Oleh karena itu Tuhan Memerintahkan:

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Roma 12:2 TB.


Sadarkah kita, tanpa Roh Kudus, firman yang kita baca hanya sekedar pengetahuan di kepala?

Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. Yohanes 14:26 TB

Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. Roma 8:26?-?27 TB

Namun ketika kita berdoa Berbahasa Lidah (Bahasa Roh), maka Roh Kudus akan mendownload hikmat Allah kepada kita, dan kita bisa menerima Firman Yang Dihidupkan – Rhema, yang merupakan suara Tuhan yang personal untuk masalah atau situasi yang kita hadapi.
Rhema Tuhan TIDAK PERNAH GAGAL.

Menerima Rhema, menghafal ayat Alkitab, tentu berguna.
Tetapi firman itu akan betul-betul hidup ketika kita Merenungkannya Siang dan Malam, konsisten Mendeklarasikannya dengan Iman, dan Imajinasi kita Menggambarkan Realisasi Janji Itu, Kita Melihat dulu Di dalam Roh sebelum termanifestasi di Alam Natural.

Sedemikian rupa kita menghayatinya sehingga menjadi kesadaran rohani (Spiritual Consciousness) akan identitas kita di dalam Kristus, yang menyatu dengan kepribadian kita.

Darimana kita tahu saat kebenaran itu sudah dihidupi?
Daud tidak takut terhadap Goliat, meski dia raksasa, karena Daud mengenal Allahnya yang menolongnya mengalahkan singa dan beruang. Kesadaran hebatnya Allah sudah dihidupi.

Yosua dan Kaleb memandang enteng raksasa di tanah perjanjian, karena kesadaran rohaninya akan Allahnya yang Mahabesar.
Sementara 10 pengintai lainnya, melihat diri mereka seperti belalang.

Kita Tidak Akan Pernah terlalu banyak berdoa dalam roh. Jika ingin hidup kita supernatural, berdoalah sebanyak mungkin di dalam roh agar kita bisa memberi tempat seluas-luasnya kepada Roh Kudus untuk memimpin kita.
Dan Kuasa Tuhan, hikmat dan kemampuan untuk membedakan roh, akan mengalir secara natural dalam kehidupan kita.

Saya tutup dengan kisah TL Osborne yang suatu ketika menginjil ke India. Dia dengan fasih menceritakan tentang Kabar Baik.
Lalu ada seorang India yang bertanya,
“Apa yang membedakan Tuhanmu dengan Tuhanku? Semua kitab suci juga mengajarkan kebaikkan?”

TL Osborne tersentak. Pulang ke US dan bergumul dengan Tuhan. Lalu Tuhan menunjukkan perbedaannya.
“KABAR BAIK diberitakan DISERTAI KUASA & TANDA-TANDA HERAN. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. Matius 10:7-8 TB”

Allah kita adalah Allah yang hidup. Dialah Jalan, Kebenaran dan Hidup. Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada Bapa, jika tidak melalui Yesus.
Mengikut Yesus tidak hanya sembuh dari sakit dan diberkati saja tetapi kita memperoleh Hidup yang Kekal. Jaminan saat di kekekalan, namun hidup kita di bumi seperti di surga juga. Apa yang kita baca di Alkitab, kita alami juga. Tidak ada jarak lagi.

Bagaimana cara memperoleh Hidup Kekal itu?
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka Mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan Mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Yohanes 17:3 TB

Karena itu mari kita hidupi firman-Nya, menjadi kupu-kupu, lalu mengabarkan Kabar Baik disertai dengan Kuasa & Tanda Heran, membimbing mereka mengenal Allah & Yesus Kristus sehingga memperoleh Hidup Kekal. Itulah perintah Tuhan untuk kita.
Praktik yuuuk….

“Here’s what I’ve come to understand. We don’t have a behaviour problem. We have an identity problem” – Creflo A. Dollar.

“Inilah yang saya pahami. Kami tidak memiliki masalah perilaku. Kami memiliki masalah identitas” – Creflo A. Dollar.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apa Yang Kita Inginkan? Itu Yang Kita Dapatkan!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apa Yang Kita Inginkan? Itu Yang Kita Dapatkan!

Sambal buatan seorang teman, sungguh nikmat. Banyak variannya pula. Tidak heran menjadi sambal favorit teman-teman.

Saya bercerita, ada teman di kota lain yang berjualan sambal juga. Teman ini mengikuti pameran makanan di luar negeri, sehingga sambalnya bisa di export.

“Tapi itu berarti harus daftar di BPOM. Kabarnya sulit untuk mengurusnya,” jawab teman ini.

Sesungguhnya berkat Tuhan itu bak air terjun. Terus mengalir siang dan malam, tersedia untuk semua orang. Tergantung diri kita sendiri, apakah kita ini gelas kopi, galon atau tangki air yang besar? Diri kita sendiri yang menentukan, seberapa besar berkat yang akan kita terima.

Menjadi wadah yang kecil itu simple, semua serba sederhana.Tidak banyak tantangannya.
Semakin besar bisnisnya, semakin besar tantangannya. Tetapi hasilnya makin besar dan hidup kita pun berdampak serta memberkati lebih banyak orang.

Orang bijak berkata, semakin besar pohonnya, semakin besar angin yang menerpa. Dan butuh kemampuan yang berbeda untuk mengelola yang besar.
BPOM mungkin sulit, tetapi klo mau besar, itu jalannya.
Tergantung kita, mau yang mana?
Tuhan membuka kesempatan yang adil bagi semua orang.”


Tuhan berkata, As a man thinks in his heart, so is he – Seperti orang berpikir dalam dirinya, demikianlah dia.

Kesimpulannya,
Kita adalah apa yang kita pikirkan.
Dan kita memberi frame kehidupan kita melalui kata-kata. Nach klo kita memberi frame hidup kita sesuai perkataan firman Allah, tentunya hidup kita menjadi sesuai rancangan Allah bukan?

Artinya, nilai-nilai serta prinsip hidup yang kita pilih, menentukan arah kehidupan kita, kualitasnya dan bahagia tidaknya kita dalam menjalani hidup ini.

Masih ingat tentang ulat dan kupu-kupu di artikel yang lalu?
Di dalam setiap orang yang percaya Tuhan, sudah menjadi ciptaan baru. Ibarat ulat yang di dalam dirinya, tersimpan potensi menjadi kupu-kupu yang cantik.
Tetapi untuk benar-benar menjadi kupu-kupu, dibutuhkan proses, Mengubah Pola Pikir sesuai dengan Firman Allah.

Sepakat dengan Allah, bahwa kita sedang dalam proses menjadi kupu-kupu, lalu kita Berpikir, Bersikap dan Bertindak seperti kupu-kupu. Menghidupi apa yang Tuhan firmankan tentang kita. Itulah cara kita menggenapi tujuan hidup dari Tuhan. Bertekad menjadi Terang & Garam dunia, agar Allah terpancar melalui kehidupan kita.

Anak itu pasti mirip Bapanya. Klo kita anak Allah, mestinya gambar, karakter dan perkataan Allah juga terpancar melalui kita.
Makes sense?


Banyak hal-hal dalam hidup yang secara akal sulit dipahami. Tidak ada yang pasti dalam kehidupan.

Tetapi jika kita menghidupi prinsip firman Tuhan, rahasianya sederhana dan tidak berubah.
Tabur benih, rawat dan masa menuai pasti tiba.
Tidak keren memang, tetapi terbukti berhasil.

Kita ini hidup dalam Anugerah Tuhan. Apa pun yang kita butuhkan, tersedia di sana.
Tuhan menginginkan anak-anak-Nya maju. Menjadi terang dan garam. Berdampak kepada banyak orang dan menjadi demonstrasi kebaikan-kebaikan-Nya. Diberkati untuk menjadi berkat, menggenapi tujuan Tuhan.
Tidak tahu jalannya?
Bawa dalam doa.
Dia Allah yang menjawab doa.

Nach, kadang saat berdoa, kita kesulitan mendengarkan suara-Nya karena pikiran kita rumit, karena terlalu banyak sampah-sampah informasi yang diijinkan masuk.
Banyak orang yang tidak menyadari, bahwa prinsip-prinsip dunia itu selalu berubah.
Saya ingat sekali, waktu kecil dinasehati, tiap hari makan telur itu sehat. Tetapi sekarang, disarankan hanya makan 2-3 telur setiap minggu. Kolesterol, alasannya.

Berpegang pada prinsip dunia, bagaikan hendak menembak sasaran yang terus menerus bergerak, tentu membuat pusing orang yang membidiknya. Berbeda dengan firman Tuhan yang sejak dulu, sekarang dan selama-lamanya tidak berubah. Peganglah prinsip kebenaran firman Tuhan,” kata Andrew Wommack.

Belajar untuk fokus pada yang membawa Peace, kedamaian dan yang berupa Truth, kebenaran yaitu firman Tuhan. Jika tidak membawa damai dan bukan kebenaran, artinya itu suara si musuh (iblis). Singkirkan! Sesederhana itu.
Maka secara alami, suara Tuhan akan nyaring terdengar…

Tuhan ingin kita menjalani hidup selangkah demi selangkah bersama-Nya. Menikmati setiap langkah dalam hubungan yang intim dengan-Nya. Seperti Adam yang bercakap-cakap dengan-Nya saat hari sejuk, sebelum Adam jatuh dalam dosa. Tuhan yang menuntun, mengarahkan dan memimpin.

Kadang manusia berpikir, Tuhan menginginkan persembahan.
Tetapi sesungguhnya, apa yang membuat Tuhan paling senang?
Ketika kita merasa puas dengan-Nya. Dipenuhi rasa syukur.

Kita bekerja karena itu menyenangkan. Sama seperti Adam sebelum jatuh dalam dosa, dia bekerja karena itu menyenangkan. Hubungan kita dipulihkan kembali saat menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita.

Bekerja tanpa rasa khawatir atau tertekan.
Karena kita mengerjakannya bersama Tuhan dan sadar, rancangan-Nya bagi kita, jauh lebih besar dan lebih dahsyat daripada yang bisa kita pikirkan.
Sulit?
Tidak tahu caranya?
Ya. Tetapi kalau Tuhan bersama kita, apa yang mustahil?
Tuhan pasti buka jalan.
Melangkah dan lakukan bagian kita.
Maka Tuhan akan melakukan bagian-Nya.
Itulah yang disebut Rest In The Lord.

Pencapaiannya tercipta karena berkolaborasi dengan Tuhan.
Dan kita terpukau… Tidak menyangka bisa sampai ke sini.
Sehingga kita sadar, ini Tuhan, bukan saya. Yang keluar dari bibir kita ungkapan syukur yang tulus, bukan kesombongan.
It’s all about Him not me.
Kita puas, Tuhan pun senang.

Mari kita laksanakan bersama Tuhan. Jadi yang terbaik versi kita, sesuai rancangan Tuhan!

Don’t count yourself out. When God created you, He created you with everything you need to fulfill your destiny – Joel Osteen.

Jangan menganggap diri kita tidak mungkin berhasil. Ketika Tuhan menciptakan kita, Dia menciptakan dengan lengkap segala yang dibutuhkan untuk memenuhi takdir kita – Joel Osteen.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apakah Anda Pelaku Firman?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apakah Anda Pelaku Firman?

Guru saya, Greg Mohr, kerap berkata, Banyak orang kristen karena dia tahu, pernah mendengarnya, MERASA sudah melakukannya. Padahal sesungguhnya, dia hanya tahu di kepala, sekedar pengetahuan, BELUM pernah mempraktikkannya.”

Betul sekali… saya contohnya. Di sekolah kami belajar berbagai macam hal-hal yang luar biasa, ujian juga sudah lulus. Nilainya bagus-bagus pula… wkwkwk…
Tetapi banyak yang belum betul-betul dipraktikkan.

Repotnya, justru saat sedang menghadapi masalah, gesekan, besi menajamkan besi, baru sadar… perlu nich teori A,B,C dipraktikkan.

Belajar sabar, itu gak bisa saat keadaan semua manis, lancar, menyenangkan.
Ketika ada yang menjengkelkan, mbocengli, menangnya sendiri, seenaknya dewe, barulah kita punya kesempatan memilih tetap sabar. Mempraktikkan kasih Tuhan, mengalah serta bersikap baik pada orang yang tidak pantas dikasihi menurut pikiran manusiawi kita, lalu memutuskan memilih mentaati firman Tuhan, bukannya mengumbar kemarahan.

Perlu praktik, latihan karena Renew Our Mind – Memperbaharui Pikiran itu bagian kita. Tuhan tidak bisa melakukannya untuk kita.

Konon tidak ada gaun cantik tercipta, kalau kain tidak menjerit kena tajamnya gunting saat kain dipotong.

Sama seperti guru-guru di sekolah mengajar, menunjukkan jalan, membimbing murid-murid bagaimana caranya beriman, meraih kesembuhan, menjadi sukses dll, namun mereka tidak bisa beriman untuk kita. Kita yang harus mengerjakannya sendiri. Kita yang harus praktik, menghidupinya.


Nach banyak orang kristen mendengar pula teori tentang kesembuhan, iman, memperkatakan firman Tuhan dsb, ‘merasa sudah melakukannya’, padahal sesungguhnya belum.
Itulah sebabnya kesembuhan belum termanifestasi.

Darimana kita tahu klo belum mempraktikannya?
Mudah, dengarkan saja kata-katanya.
Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.

Baru saja berdoa sepakat minta kesembuhan, begitu bertemu dengan temannya, mengeluh lagi membahas tentang penyakitnya. Apa yang kita fokuskan itu membesar. Klo kita fokus pada penyakit dan gejalanya, iblis akan terus meneror dengan membuat gejala-gejala yang makin dahsyat.
Saat kuatir, cemas, takut, itu membuka celah sehingga iblis punya pijakan untuk memporakporandakan hidup kita.

Artinya, teman ini tidak beriman. Dia sudah menghapus doa sepakat yang tadi dilakukan.


Prinsipnya, Kita Sembuh karena Itulah Janji Tuhan dan Kita Percaya, Yakin & Beriman.

Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh BILUR-BILUR-NYA KAMU TELAH SEMBUH. 1 Petrus 2:24 TB

Menerima kesembuhan dan Manifestasi kesembuhan itu 2 hal yang berbeda.

Menerima Kesembuhan tidak ditentukan masih ada symptom/gejala atau tidak.
Menerima dan Percaya. Itu Tindakan Iman.

NOW FAITH is the assurance (the confirmation, the title deed) of the things [we] hope for, being the proof of things [we] do not see and the conviction of their reality [faith perceiving as real fact what is not revealed to the senses]. Hebrews 11:1 AMPC

SEKARANG IMAN adalah jaminan (pengakuan, akta kepemilikan) dari hal-hal yang [kita] harapkan, menjadi BUKTI DARI HAL-HAL YANG [KITA] TIDAK LIHAT dan keyakinan akan realitasnya [IMAN MENGANGGAP SEBAGAI FAKTA NYATA, APA YANG TIDAK DAPAT DITANGKAP OLEH PANCA INDRA]. Ibrani 11:1 AMPC

Ketika kita Beriman, maka Iman itulah yang Menciptakan Kesembuhan alias Manifestasi Kesembuhan tercipta
Secara kasat mata belum sembuh, tetapi saat kita beriman, Iman itulah yang menciptakan kesembuhan.

So we fix our eyes not on what is seen, but on what is unseen, since what is seen is temporary, but what is unseen is eternal. 2 Corinthians 4:18 NIV

Jadi pusatkan perhatian kita bukan pada apa yang terlihat ( kasat mata), tetapi pada apa yang tidak terlihat, karena apa yang terlihat itu bersifat sementara, tetapi apa yang tidak terlihat adalah kekal. 2 Korintus 4:18 NIV

Itulah yang terjadi dengan P. Hatta yang menderita Leukimia dan bipolar, dokter sudah siap memasukkan beliau ke rumah sakit jiwa, bahkan nyaris 2X bunuh diri.

Ketika P. Hatta MEMILIH merenungkan Firman Tuhan siang dan malam, konsisten berdoa berbahasa lidah (berdoa dalam roh), lalu memperkatakannya, – memanggil kesembuhan sesuai janji-janji-Nya-, kesembuhan pun tercipta.
Bahkan dokter pun terheran-heran. “Baru pertama kali terjadi kasus seperti ini. Ternyata bisa ya …:”

Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya.

Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Roma 10:17 TB


And He said to them, Be careful what you are hearing. The measure [of thought and study] you give [to the truth you hear] will be the measure [of virtue and knowledge] that comes back to you–and more [besides] will be given to you who hear. Mark 4:24 AMPC

Dan Dia berkata kepada mereka, Berhati-hatilah dengan apa yang kamu dengar. Ukuran [pemikiran dan pembelajaran] yang Anda berikan [kepada kebenaran yang Anda dengar] akan menjadi ukuran [kebajikan dan pengetahuan] yang kembali kepada Anda—dan lebih banyak [selain itu] akan diberikan kepada Anda yang mendengar.

Ayat ini dengan jelas mengajarkan, bagaimana cara kita berpikir serta mempelajari kebenaran, hasil pembelajaran yang dihidupi itulah yang akan kembali, menjadi buah serta hasilnya bagi kehidupan kita.

Setiap kita punya alkitab dan Tuhan yang sama. Mengapa perolehan masing-masing kita berbeda?
Tergantung bagaimana kita merenungkan dan menghidupi kebenaran firman itu.
Hanya Pelaku Firman yang mendapatkan hasilnya.
Setuju?
Praktik yuk…

You may live in a flesh body with all kinds of limitations. But you can go forth with spiritual weapons to do warfare in the spirit! Regardless of what you look like in the natural realm, you can be a holy terror to the devil in the spiritual realm. – Rick Renner.

Mungkin hidup Anda dalam tubuh daging (secara natural) memiliki berbagai keterbatasan. Tetapi Anda dapat maju dengan senjata rohani, melakukan peperangan dalam roh! Terlepas dari seperti apa penampilan Anda di alam natural, Anda bisa menakuti & meneror iblis di alam rohani. -Rick Renner.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 122 123 124 125 126 314