Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Apa yang Dilakukan Oleh Kasih?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apa yang Dilakukan Oleh Kasih?

Apa yang memberi kehidupan dan berkat pada pemberian kita? Hanya hati kita yang dapat menentukan apakah pemberian ini merupakan suatu kewajiban, pengorbanan, atau benih yang menghasilkan berkat.

Kebutuhan gereja kita tidak menentukan sifat pemberian kita. Kebutuhan orang-orang di sekitar kita tidak akan menghidupkan pemberian kita. Rasa bersalah yang mungkin kita rasakan jika tidak memberi, tidak melepaskan iman atau berkat. Satu-satunya cara memberi untuk menyentuh alam alami dan spiritual adalah pemberian dengan dimotivasi oleh kasih.

Sebab begitu besar Allah mengasihi dunia ini, sehingga Dia memberikan. . . (Yohanes 3:16). Pemberian yang membawa potensi spiritual dimotivasi oleh kasih.
Benih alami mengandung sifat dan kehidupan dari sumbernya.
Benih uang juga mengandung sifat dan kehidupan dari sumbernya.
Hati si pemberi menentukan sifat dan masa depan benih uang, atau tindakan memberi, memberkati atau melayani.

Banyak orang Kristen yang memberi dengan patuh dan pikiran mereka dipenuhi dengan ajaran memberi dan menerima, namun jika hati mereka tidak dimotivasi oleh kasih, mereka mungkin hanya melakukan apa saja yang diminta. Kasih selalu memberi, tetapi tidak semua pemberian itu lahir dari kasih.

Memberi dengan kasih adalah memberi iman.

Memberi dengan iman memahami bahwa benih-benih kasih, baik benih pengabdian maupun benih pemberian, akan mendatangkan kelimpahan dalam kehidupan, baik bagi yang menerima maupun yang memberi. Pemberian dengan kasih melepaskan Anugerah.

2 Korintus 9:7-10 (TB) Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.*
*Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.

Seperti ada tertulis: “Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya.”
Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;

Uang dan sumber daya kita bisa menjadi ekspresi kasih, atau sebaliknya, justru berfokus pada ketakutan, stres, dan kepahitan. Mereka yang berada dalam ketakutan, stres dan kepahitan biasanya akan menolak pesan memberi dan menerima. Orang yang hidup karena kasih akan dengan senang hati masuk ke dalam Kelimpahan Kerajaan Allah.

Sumber: Barry Bennett.

*******

Banyak orang yang terpaku pada jumlah yang harus diberikan, merasa sungkan dan malu saat memberi yang dirasanya hanya ‘sedikit’.
Sesungguhnya, bagi Tuhan jauh lebih penting motivasi dan sikap kita dalam memberikan sesuatu.
Memberi dengan sukacita dan dengan rela hati, sebagai ungkapan syukur kepada-Nya, jauh lebih berkenan dan menyentuh hati Tuhan.

Memberi dengan dasar ketakutan, terpaksa karena kebutuhan, bukanlah motivasi yang baik.
Ini memberi dari teritori si musuh/setan, kuasa Allah tidak dapat mengalir di sana.

Pertengkaran, offended, ketersinggungan, kebencian, semua itu karakteristik musuh, yang menghalangi benih yang ditabur tidak dapat berbuah maksimal, atau justru membuatnya menjadi mandul. Tanpa ada buah.
Inilah penyebabnya, ada orang yang terus menerus menabur, tetapi tidak beranjak dari posisi lamanya: tetap berkekurangan.

Hanya orang-orang yang berjalan di dalam Kasih yang bisa berjalan di dalam roh – walking in the spirit.

1 Yohanes 4:18 (TB) Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

Di dalam teritori Allah, yang ada damai, sukacita, kasih…
Memberi dengan posisi yang benar, akan membukakan pintu-pintu berkat yang sudah Allah janjikan bagi kita.

Siap menerima kelimpahan Allah? Yuk….

Walking in Love should be the distinguishing mark of a believer – Jerry Savellemin.

Berjalan dalam Kasih seharusnya menjadi ciri khas seorang yang percaya Tuhan – Jerry Savellemin.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

The Power of Words!


Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

The Power of Words!

Kerapkali saat bercanda antar teman, tidak sedikit yang sengaja membully, dengan nada guyonan sedikit ‘merendahkan’ rekannya. Atau justru ada orang yang suka merendahkan dirinya untuk melucu.
Sesuatu yang biasa terjadi di masyarakat dan saya pun menganggap itu biasa saja.

Dan sungguh mengejutkan ketika saya belajar sebuah prinsip
baru: Alam roh tidak bisa membedakan, apakah kata-kata kita itu sungguh-sungguh atau sekedar candaan. You don’t mean it. Kita tidak berniat sungguh-sungguh dengan apa yang kita ucapkan. Berkat dan Kutuk ada di mulut kita, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. Meski bercanda, perkataan sia-sia akan tercipta.

Dieeeenk……

Meski sekedar candaan, setiap perkataan mempunyai kuasa untuk menciptakan sesuai dengan perkataan itu. Dan memprogram di alam pikiran bawah sadarnya, apa yang dikatakannya itu.

Budi beberapa kali jatuh dari motornya saat masih remaja. Lalu dia kerap mengatakan, sial selalu mengikutinya. Karena berulang-ulang Budi mengatakannya, maka perkataan itu menjadi keyakinannya. Dan sejak remaja hingga dewasa, hidup Budi berjalan dari satu kesialan kepada kesialan yang lain.
Semakin terjadi, semakin Budi yakin, memang itu sudah suratan takdirnya.

Hingga Budi mengenal Tuhan, belajar kebenaran firman-Nya.
Sadar ketika dia mempercayai Tuhan, dia menjadi ciptaan baru. DNAnya sekarang bukan DNA ayah ibunya lagi, melainkan DNA Allah dengan masa depan yang penuh harapan menanti.

Meski sekarang Budi memiliki mindset baru yang berkemenangan, namun tidak serta merta hidupnya berubah dalam sekejap.
Why?
Ibarat orang yang mengendarai mobil, ketika akan putar balik, tentu tidak bisa serta merta…
Kecepatan dikurangi dulu, hingga cukup lambat untuk putar balik dengan mulus.

Budi perlu mengubah kata-katanya sesuai pribadi dengan DNA Allah yang positif, sesuai dengan doanya, masa depan yang berkemenangan dan penuh harapan.
Perlu waktu bagi Budi untuk mengubah program yang ada di pikiran bawah sadarnya, tentang jati dirinya yang baru. Pada awalnya, hanya merupakan perkataan atau deklarasi dari kepalanya semata.
Tetapi dengan berjalannya waktu, semakin tertanam dalam rohnya, hingga menjadi perkataan & deklarasi imannya.
Maka terjadilah menurut imanmu.

Ketika Budi konsisten mempraktikkannya, secara bertahap hidupnya berubah. Kemenangan demi kemenangan diraih dan keberhasilan pun tercipta.

******
Teman lain, sebut saja Ani, yang sakit parah dan tak tersembuhkan menurut dokter.
Ketika mendengar bahwa mujizat kesembuhan masih ada hingga kini, dia antusias untuk memperolehnya.

Apa yang Ani lakukan?
Menonton kesaksian orang-orang yang sembuh dari betbagai penyakit yang menurut medis ‘tidak dapat disembuhkan’ namun terbukti sembuh.
Semakin banyak menontonnya, semakin Ani yakin bahwa dia pasti sembuh juga.
Harapan menyala di dalam hatinya.

Ani terus belajar dan mendengarkan pengajaran tentang kesembuhan. Mengambil prinsip-prinsipnya, lalu mempraktikkannya. Menabur Benih Firman, tanpa menanamnya di dalam hatinya, tidak akan ada hasilnya.
Ani memilih fokus pada firman dan kebenaran saja, dan menolak untuk membaca, browsing google tentang penyakitnya, atau bergaul dengan teman-teman yang negatif serta tidak berpengharapan. Ani mencipta kesembuhan.

Banyak orang gagal menerima kesembuhan Ilahi karena bergaul dengan orang-orang yang salah: orang yang tidak percaya kesembuhan Ilahi. Perlu memiliki lingkungan yang mendukung apa yang ingin kita ciptakan.

Sesungguhnya, siapa orang yang paling kita percayai di dunia ini?
Diri kita sendiri!
Ketika Ani memahami prinsip ini, mulailah dia mendeklarasikan janji-janji kesembuhan Tuhan dengan bersuara hingga telinganya mendengar dengan jelas, apa yang diucapkannya.

Saat sendiri, Ani membiasakan diri berkata-kata kepada dirinya sendiri, keyakinan akan kesembuhannya.
Kebanyakan orang berkata seolah yakin dan percaya akan menerima kesembuhan Ilahi, tetapi saat sendiri, pikirannya berputar-putar meragukannya. Itulah sebabnya, kesembuhan tidak terjadi. Perasaan mendominasi.

Tuhan memberi perasaan untuk mewarnai hidup kita agar manis dan menarik. Tetapi perasaan TIDAK diciptakan untuk memimpin hidup kita. Hanya Firmanlah yang menjadi standar kebenaran dan Tuhan sendiri yang memimpin hidup kita. Itulah kunci Hidup yang Berkemenangan!

Ketika bersekutu dengan Tuhan, Ani kerap membicarakan firman-Nya dengan Allah. Menjadikannya lifestyle hidupnya dan ucapan-ucapan yang keluar dari mulutnya, firman yang menghidupkan.

Dengan konsisten Ani melakukan langkah-langkah di atas, dan sembuh.
Anugerah kesembuhan Ilahi sudah dikaruniakan Tuhan di dalam roh orang percaya, tetapi dibutuhkan respon iman untuk merealisasikannya.

Siap praktik?

“Don’t look at what the devil has done, LOOK AT WHAT GOD IS DOING.” – Kenneth Copeland.

“Jangan lihat apa yang iblis lakukan, LIHATLAH APA YANG TUHAN LAKUKAN.” – Kenneth Copeland.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN


#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Rahasia Doa yang Terjawab Part 4: Mengatasi Kekerasan Hati.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Rahasia Doa yang Terjawab Part 4: Mengatasi Kekerasan Hati.

Merenungkan bahwa Kesembuhan itu Hasil Panen , membawa pada terkuaknya pewahyuan, “Rahasia Doa yang Terjawab”
Menyambung artikel sebelumnya, penghalang menerima jawaban doa karena cara pikirnya masih ala dunia. Sementara bagi orang pola pikir Kerajaan Allah, hal-hal Supernatural adalah normalnya mindset Kerajaan Allah.
Mujizat bagi orang dunia, itu biasa di Kerajaan Allah.
Artinya, jawaban doa menjadi sesuatu yang terjadi setiap hari, karena pola pikir orang-orang Kerajaan Allah selaras dengan Pikiran Tuhan & Firman-Nya.
Sehingga kesembuhan, kesehatan Ilahi, kelimpahan, kemakmuran, hikmat, sukacita, damai sejahtera menjadi naturalnya warga negara Kerajaan Allah dan dengan mudah terealisasi. Tanpa halangan.

Penghalangnya apa?
Yang paling pertama adalah Kekerasan Hati.
Sudah kita bahas sebelumnya.
Orang yang hanya percaya kepada yang natural, masuk logika dan bisa diterima oleh pancaindra saja.

Penghalang selanjutnya yang menentukan doa terjawab atau tidak adalah kondisi tanah hati kita.(Matius 13:3 – 23).

Nach sekarang kita belajar bagaimana caranya menyingkirkan kekerasan hati agar tanah hati kita menjadi tanah hati yang baik, sehingga mujizat dan jawaban doa dengan mudah tercipta.

Murid-murid Yesus gagal mengusir setan.
Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?”
Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu KURANG PERCAYA. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan BERDOA dan BERPUASA.” Matius 17:19-21 (TB)

Mereka gagal mengusir setan karena KURANG PERCAYA alias UNBELIEF.
Jika percaya, tidak ada yang mustahil.

Kunci untuk mengatasinya dengan BERDOA & BERPUASA.
Bukan supaya setannya takut atau pergi tetapi supaya UNBELIEF & KETIDAKPERCAYAANnya yang hilang.

Nach apa arti Berdoa & Berpuasa?
Berdoa itu untuk menyamakan persepsi kita dengan Tuhan. Bagi Tuhan, setan itu enteeeng… maka saat sepakat dengan Tuhan, kita melihat bahwa setan itu kecciiiillll….

Berdoa itu tidak berhenti sampai disitu saja, melainkan menimba hikmat Tuhan, apa yang harus dilakukan selanjutnya untuk mengusir si setan. Caranya bagaimana?

Ketika Yesus mengusir orang yang kerasukan setan di Gerasa, saat dihardik, setan tidak langsung pergi. Yesus tahu, mesti lebih spesifik. Lalu ditanya, siapa namanya. “Legion”, jawabnya. Barulah setelah itu setan-setan itu pergi masuk ke tubuh babi-babi. (Markus 5: 1-20).

Lalu apa gunanya berpuasa?
Agar lebih fokus kepada Tuhan.
Ketidakpercayaan tercipta karena kita menghargai hal lain lebih daripada firman Tuhan.
Distraction, perhatian kita terpecah, fokus pada hal-hal yang bukan dari Tuhan.
Untuk mengatasinya, perlu keputusan dan niat sungguh-sungguh supaya hanya fokus kepada Tuhan dan kebenaran-Nya.

Dengan berpuasa, diharapkan perhatian kita diarahkan sepenuhnya kepada Tuhan dan firman-Nya. Waktu yang biasa digunakan untuk makan, diganti menjadi waktu berkualitas bersama Tuhan.

Saat berdiskusi dengan Imam diingatkan, banyak orang yang skip makan bukan masalah. Sudah biasa diet.
Tetapi waktunya justru habis untuk bersosmed-ria.
Oleh karena itu, puasa yang dimaksud bisa jadi lebih efektif puasa sosmed, atau puasa hal lain yang selama ini menyita perhatiannya sehingga gak bisa fokus Tuhan.

Ada cara yang sangat efektif untuk mengatasi kekerasan hati, dengan Berdoa Berbahasa Lidah atau Berdoa Berbahasa Roh.
Why?
Korintus 14:2 (TB) Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.

Roma 8:26-27 (TB) Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.

Siapa orang-orang kudus? Kita semua yang sudah lahir baru.

Roma 8:28-30 (TB) Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi SERUPA DENGAN GAMBARAN ANAKNYA, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

Kehendak Tuhan agar kita SERUPA dengan Yesus, anak-Nya, yang hatinya baik dan senantiasa taat kepada Bapa. Skillful, terampil menggunakan otoritas untuk berjalan penuh kemenangan di dunia ini.

Hhm…. Praktik yuk…

When we try to live from our own strength and ability, we limit God in our lives. Let God be your sufficiency. Receive His love and forgiveness. He is praying that your faith fail not. – Barry Bennett.

Ketika kita mencoba hidup dari kekuatan dan kemampuan kita sendiri, sesungguhnya kita membatasi Tuhan dalam kehidupan kita. Biarkan Tuhan yang mencukupkan kebutuhan kita. Terimalah kasih dan pengampunan-Nya. Dia berdoa senantiasa agar iman kita tidak gagal. – Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Relationship, Self Motivation

PEMILU: Kita Bersaudara. Jangan Lupakan Itu!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

PEMILU: Kita Bersaudara. Jangan Lupakan Itu!

“Milih nomor berapa, bro?”

+ Pemilu masih LUBER kan? (langsung, umum, bebas, rahasia)

“Gue pengen tahu lu dukung siapa.”

+ Kalau lu yakin dukungan lu lebih bagus, gue menghormati siapapun yang lu dukung. Gue aja nggak pengen tahu lu dukung siapa.

“Tapi dari dua keyakinan, pasti ada satu keyakinan yang mendekati kebenaran.”

+ Semua keyakinan benar bagi para fans.Fakta atau opini yang tidak mendukung keyakinannya akan diabaikan.

“Seenggaknya gue tahu pendapat lu lah.”

+ Buat apa?

“Gue jadi tahu kemana lu berpihak.”

+ Ruginya apa kalau lu nggak tahu kemana gue berpihak? Kita berada di pihak yang sama : membangun negeri ini.

“Ini kan soal membuat perubahan bro.”

+ Kalau pilihan ogut sama dengan pilihan lu, lu seneng. Kalau pilihan ogut nggak sama dengan pilihan lu, juga nggak bakal mengubah keyakinan lu. Dimana perubahannya?

“Kebenaran itu hitam putih bro.”

+ Kebenaran di mana? Pada soal apa? Kebenaran di pemilu ini adalah kebenaran menurut siapa? yang punya kepentingan apa? Wibisana membelot membela pasukan Rama karena setia kepada nilai-nilai yang ia anut karena nggak setuju dengan sikap kakaknya Rahwana yang menculik Shinta, berhadapan melawan Kumbakarna adik Rahwana satu lagi yang juga tidak setuju dengan sikap kakaknya tapi berperang untuk membela negaranya yang diserang pasukan Rama dan Hanoman, yang benar yang mana?”

“Jangan pake referensi pewayangan dong, pakai referensi agama.”

+ Ada ulama yang meminta umat mendukung pilihan yang sama dengan pilihan lu, sekaligus ada ulama yang mendakwahi umat mendukung pilihan yang berbeda dengan pilihan lu. Setiap calon ada ulama yang mendukungnya. Mana yang benar?”

“Jadi lu itu netral atau nggak punya sikap?”

+ Sikap gue jelas : LUBER

“Jangan sampai yang mimpin negara ini orang-orang yang punya syahwat kekuasaan, nggak amanah.”

+ Lu sendiri punya syahwat besar agar calon lu punya kekuasaan. Lu nggak amanah dengan prinsip LUBER, terus maksa gue bocorin rahasia pilihan gue.

“Lu tuh emang susah.”

+ Lu yang nyusahin diri lu sendiri. Ini kopi mau nambah atau udah?

Saya menjawab: Menikmati Seruput Kopi Cantik saja P. Pras…

Tulisan apik P. Prasetya M. Brata, guru Neurosemantic saya di FB. Wuih…. suka banget!

*******

Nach P. Dolfi Sondakh, gembala saya, terbeban usai membaca detik.com ada 334 pasangan bercerai gara-gara beda pandangan politik. Antar teman dan saudara tersinggung, bahkan saling “Unfriend”, usai nonton debat capres. Ternyata fenomena ini tidak hanya di Indonesia saja, termasuk di luar negeri. Hingar bingar Pemilu. Lumrah.

Menurut artikel tersebut, mengapa pandangan politik bisa lebih penting daripada hubungan persahabatan, keluarga bahkan pernikahan? Karena orang-orang mengasosiasikan pandangan politiknya dengan identitas diri dan perasaan “belonging” atau menjadi bagian dari sebuah kelompok.
Dua hal ini: identitas dan “belonging/rasa memiliki” merupakan kebutuhan tiap orang. Sehingga, bila pandangan politiknya dikritik, maka ia menganggap dirinya diserang, lalu timbullah reaksi emosional, tersinggung, yang bisa menyebabkan putusnya hubungan.

Kita ini warga negara Indonesia sekaligus warga Kerajaan Sorga. Kitalah Pembawa Damai dan Terang Dunia, kasih Tuhan semestinya terpancar melalui kita. Yuk…. buktikan.

Setiap pilihan tergantung info, mindset, pengalaman, harapan, asumsi masing-masing. Belum lagi perbedaan latar belakang suku, ras, agama, golongan dan kepentingan, yang membuat Keputusan setiap orang sangat berlainan. Plus Media Sosial dengan bunga rampainya, yang mengharubirukan perasaan.
Banyak hal terjadi di belakang panggung yang tidak kita mengerti. Deal-deal politik dan kepentingan kalangan petinggi negeri yang mengatur negeri ini. Pemikiran kita gak nyampe mikir yang sekelas itu.
Percayalah, sebenarnya yang bisa kita lihat hanya packaging alias bungkusnya saja.
That’s why, Gak usah offended, tersinggung karena pilihan berbeda.

Ijinkan setiap orang memilih sesuai hati nuraninya masing-masing setelah berdoa. Ini pilihan pribadi kita setelah berkonsultasi dengan Tuhan. Hormatilah!

Jika salah bagaimana?
Jangankan kita, sekelas Nabi Samuel saja salah memilih Raja Saul, yang ternyata di belakang hari tidak mentaati Tuhan. Diperintahkan Tuhan mengurapi raja penggantinya, terpesona dengan kakak-kakak Daud yang tampan dan gagah. Ternyata Tuhan memilih Daud yang kecil dan cuma penggembala domba.
Apa pun yang terjadi, anugerah Allah cukup untuk kita, asalkan kita terus bersandar dan menjalani hidup bersama-Nya. God’s Way.

Biarlah pada hari pemilu, kita benar-benar berpesta. Namanya juga “Pesta Demokrasi”, artinya kita perlu bersukacita bahwa ada pemimpin-pemimpin baru yang akan membawa negara kita tercinta: Indonesia, menjadi lebih maju, makmur dan sentosa seperti yang Tuhan inginkan.

Dengar apa kata Tuhan: Pilih dan Bersukacita.

Ingat, siapa pun yang terpilih nanti, Tidak Mungkin Sempurna. Terima dengan lapang dada.
Berita baiknya, masa depan kita tidak tergantung pada pemerintah dan pemimpin, melainkan kepada Allah, Sang Sumber Berkat yang Sejati.
Jika kita nempel -Abide- kepada Allah, saat kekeringan pun Tuhan bisa membuat panen 100x lipat. Dia Allah Sang Pencipta, apa yang sulit bagi-Nya?

Dan siapa pun yang terpilih, suka atau tidak, kita tetap akan bersama-sama membangun negeri ini dan menikmatinya. Seberapa pun kualitasnya, bagus atau jelek, kita akan menjalaninya bersama-sama.
Kita ini saudara selamanya …. Jangan lupakan itu!

Mari bergandeng tangan membangun negara Indonesia tercinta dan menikmatinya bersama-sama pula! Yuuuuk…

The peace of God, which surpasses all understanding, will guard your hearts and minds in God. So finally, brothers, whatever is true, whatever is noble, whatever is just, whatever is pure, whatever is lovely, whatever is admirable, whatever is excellent and praiseworthy, think about these things.

Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Allah. Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN


#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Relationship, Self Motivation

Rahasia Doa yang Terjawab Part 3: Tanah Hati.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Rahasia Doa yang Terjawab Part 3: Tanah Hati.

Merenungkan bahwa Kesembuhan itu Hasil Panen, membawa pada terkuaknya pewahyuan, “Rahasia Doa yang Terjawab”
Menyambung artikel sebelumnya, penghalang menerima jawaban doa karena cara pikirnya masih ala dunia. Sementara bagi orang pola pikir Kerajaan Allah, hal-hal Supernatural adalah normalnya mindset Kerajaan Allah.
Mujizat bagi orang dunia, itu biasa di Kerajaan Allah.
Artinya, jawaban doa menjadi sesuatu yang terjadi setiap hari, karena pola pikir orang-orang Kerajaan Allah selaras dengan Pikiran Tuhan & Firman-Nya.
Sehingga kesembuhan, kesehatan Ilahi, kelimpahan, kemakmuran, hikmat, sukacita, damai sejahtera menjadi naturalnya warga negara Kerajaan Allah dan dengan mudah terealisasi. Tanpa halangan.

Penghalangnya apa?
Yang paling pertama adalah Kekerasan Hati.
Sudah kita bahas sebelumnya.
Orang yang hanya percaya kepada yang natural, masuk logika dan bisa diterima oleh pancaindra saja.

Penghalang selanjutnya yang menentukan doa terjawab atau tidak adalah tanah hati kita.(Matius 13:3 – 23). Perumpamaan tentang penabur.

Benih itu menggambarkan Firman Tuhan yang semuanya sama. Namun ada yang menghasilkan panen 30X, 60X atau 100X lipat atau justru mati sebelum benih itu tumbuh adalah tanahnya. Kondisi hati kita, itulah tanahnya.

1. Tipe Pertama – Di Pinggir Jalan
Matius 13:3-4 (TB) “Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis
.

Di pinggir jalan tentu tanahnya keras dan penuh dengan batu.
Orang yang Mendengar Firman tetapi Tidak Mengerti. Iblis pun merampas firman itu dan tidak bisa tumbuh. Orang yang Keras hati tidak bisa memahami hal-hal yang rohani.

2. Tipe Kedua – Di Tanah yang berbatu-batu.
Mendengar Firman tetapi Tanahnya tipis dan Akarnya Tidak kuat
. Akar ingin lebih dalam, terhalang batu, kekerasan hati. Dengan mudah tercabut. Tidak benar-benar menghargai firman Tuhan dan rela bayar harga untuk menghidupinya.

Matius 13:5-6 (TB) Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.

3. Tipe Ketiga – Di Tengah Semak Duri
Matius 13:7 (TB) Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.

Sesungguhnya tanahnya baik dan banyak.
Tetapi saat benih Firman tumbuh, ada semak duri (dunia) yang menghimpitnya hingga mati.

Orang yang Mendengar Firman, Tumbuh, tetapi BUKANNYA Firman itu yang Membentuk Kehidupannya, sebaliknya dia memakai firman itu Disesuaikan dengan Nilai-Nilai Dunia, Pengalaman masa lalunya dan kebiasaan dunia di sekelilingnya.
Mengambil firman untuk kepentingan yang menguntungkannya saja, tetapi tidak ingin mentaati perintah Tuhan yang menjadi kewajibannya, yang dianggapnya ‘merugikannya.’

4. Tipe keempat – Tanah Yang Baik

Orang yang membiarkan Firman Tuhan menjadi yang Utama dalam kehidupannya, menjadi Panduan untuk mengambil keputusan serta mengarahkan hidupnya.
Itulah sebabnya buahnya melimpah. 30X, 60X hingga 100X lipat.

*****
“B. Yenny, mengapa saya sudah berdoa bertahun-tahun tidak terjawab, tetapi teman yang berdoa sepakat sekali di BBL langsung dijawab Tuhan?”, tanya seorang teman.

Sebagian besar doa yang terjawab, karena orang itu sudah punya benih firman yang tumbuh di tanah yang baik sehingga iman sudah ada di sana.
Tuhan itu merespon iman, bukan merespon panjang atau detilnya doa!

Benny Hinn dalam bukunya bercerita, bahwa orang-orang yang sembuh dalam acaranya, sebagian besar adalah orang-orang yang Sudah Siap menerima mujizat & jawaban doa. Mereka sudah membangun iman. Saat mereka didoakan atau mendengar firman yang disampaikan, suasana iman dan pengharapan yang besar diantara hadirin di sana, menarik iman mereka melonjak sehingga dengan mudah jawaban doa dan mujizat itu tercipta.

Ada beberapa orang yang bisa mengalami mujizat karena murni Karunia Iman sang pendoa. Ini tidak selalu terjadi. Yang umum terjadi, dibutuhkan respon iman dari si sakit.
Tetapi untuk mempertahankan kesembuhannya, orang itu harus membangun imannya sendiri.

Jika tidak, si iblis akan mengajak 7 temannya yang lebih jahat, agar masuk kembali ke tubuh orang itu karena ‘rumah’ hati orang itu kosong. Tidak ada Firman di sana. (Lukas 11:26).

Hhhmmm… dengan belajar semua jadi makes sense dan tau cara merealisasikannya.
Menarik bukan?

Anytime you are asking God to do something, you must follow His Commands. – John Hagee.

Kapan pun Anda meminta Tuhan melakukan sesuatu, Anda harus mengikuti Perintah-Nya. – John Hagee.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 74 75 76 77 78 398