Articles

Apakah Kita Hidup dengan Iman atau Takdir?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apakah Kita Hidup dengan Iman atau Takdir?

Apakah kita dipanggil untuk menjadi orang percaya yang menang dan belajar untuk berkuasa dalam kehidupan, atau kita dipanggil menjadi penonton pasif yang hidup berdasarkan takdir?

Apakah Allah menginvestasikan Putra-Nya, Nama-Nya, Roh-Nya, Firman-Nya, iman-Nya, perjanjian-Nya, darah-Nya, karunia-karunia-Nya, dan otoritas-Nya di dalam kita sehingga kita dapat mengapung di sungai kehidupan dengan tabung dalam kasih karunia, menerima semua itu menghampiri kita? Bukankah kita telah ditebus dengan suatu tujuan?

Jangan biarkan dunia merampas takdir kita dan menyuntikkan takdirnya ke dalam diri kita. Orang benar hidup karena iman, bukan nasib.
Angkat wajahmu dan lihatlah hasil panen yang menunggu para pekerja. Kita semua mempunyai tempat, anugerah dan tujuan di hati Tuhan untuk menjangkau semua bangsa.

Fatalisme dan kepasrahan merupakan gejala pemahaman yang salah terhadap hakikat Tuhan dan potensi manusia. Ungkapan-ungkapan seperti ‘Tuhan mengendalikan segalanya’, dan ‘Ada tujuan dalam segala sesuatu yang terjadi’, merupakan ungkapan fatalisme. Mereka yang mengatakan hal-hal seperti itu telah salah memahami Allah dan maksud-maksud-Nya. Mereka mengaitkan kepada-Nya segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, baik buruk maupun baik.

Efesus 5:14 (TB) Itulah sebabnya dikatakan: “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.”

Fatalisme adalah jenis kematian yang harus kita bangkitkan. Tuhan telah menciptakan kita menurut gambar-Nya untuk menjadi duta-duta-Nya, menyebarkan pesan kasih dan pengampunan-Nya ke seluruh dunia. Kita diperlengkapi untuk merealisasikan visi dan kesuksesan!

Efesus 3:20 (TB) Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.

Ternyata BUKAN takdir melainkan Benih kitalah yang menentukan peningkatan dalam kehidupan kita.
Bukan apa yang bisa dilakukan orang lain untuk kita yang membuat kita sukses. Kesuksesan ditentukan oleh, apa yang kita pilih untuk dilakukan dengan apa yang kita miliki. Semuanya adalah benih.

Pikiran kita tentang diri kita sendiri membentuk masa kini dan masa depan kita. (Amsal 23:7)
Sikap kita menarik atau menolak peluang dan berkat. (Bil. 13:26-33)
Kata-kata kita menentukan hidup atau mati. (Amsal 18:20-21)
Iman kita dapat menerima setiap janji Tuhan. (Rm. 4:20-21)
Pemberian kita membuka ‘segala anugerah’ sehingga kita bisa memperoleh kelimpahan. (2 Kor. 9:8)
Kasih kita akan melihat kebutuhan dan terlibat (1 Yohanes 3:16-17)
Visi kita akan menciptakan lingkungan untuk memenuhi tujuan ilahi kita. (2 Kor. 4:18, Rom. 8:28)
Kebijaksanaan-Nya membuka kelimpahan-Nya dalam hidup kita. (Amsal 3:1-26)

Semuanya adalah benih. Peningkatan ada di hatimu. Dari kelimpahan hati engkau akan memunculkan kelimpahan atau kekurangan, harapan atau keputusasaan. Pilihlah kehidupan dan bersiaplah untuk kehidupan yang berkelimpahan, menabur dan menuai.

Ucapkan kata-kata yang baik kepada seseorang. Kita sedang menabur. Berdoalah untuk seseorang. Kita sedang menabur. Memberkati seseorang dengan persembahan. Kita sedang menabur. Luangkan waktu untuk merenungkan Firman. Kita sedang menabur. Berterimakasih. Kita sedang menabur. Ucapkan berkat atas diri kita dan keluarga kita. Kita sedang menabur.

Begitu kita melihat diri kita sebagai “penabur”, sikap kita terhadap kehidupan akan berubah. Dan hasilnya kenikmatan, berkat, kelimpahan dan kesehatan-Nya akan mengejar kita!

Siap? Yuk ….

We are not called to cope, we are called to rule and reign. – Nancy Dufresne.

Kita tidak dipanggil untuk mengatasi masalah, kita dipanggil untuk memerintah dan menguasai. -Nancy Dufresne.

Sumber: Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Bahaya Preterisme (Bagian 2).”
‘Bangun / Sadarkan Diri’
BEBAN & KEDEWASAAN