Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles, Travelling

Internet & Delegasi Indonesia

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

 

“Hah… Ga ada internet? Serem…”, Ujar seorang teman tau saya ke Korut ga ada internet. Bagi banyak orang, rupanya ga ada internet seolah terputus dengan dunia.

Begitu bertemu dengan local guide kami, Ms. Kim ada informasi gembira. Ada internet di Korut.
Harganya?
Bisa bayar dengan Euro 200, setara Rp. 3.400.000 atau bayar dengan RMB 1.400 setara dengan Rp 3.080.000.
Yang mengagetkan hanya dapat kartu plus internet 50MB …. Oh…
Kapasitas segitu di Indo bisa habis dalam sehari tuh.
Tapi bisa untuk whatsapp, google dll. Berbeda dengan China di mana whatsapp, google, youtube di blocked.

Dengan berat hati, ada 5 orang yang bersedia beli. Daripada ga bisa kerja. Terpaksa… Apa boleh buat !?!?
Ternyata stok kartu di airport hanya 3 biji. P.Indra beruntung mendapatkannya.

Dalam sehari 50 Mb sudah hampir habis. Ach ternyata WA masuk juga mengurangi kapasitas, segera P. Indra left dari grup yang sangat aktif.

Ternyata sudah lewat 50Mb koq tetap jalan? Bahkan sudah lewat 100mb. Lalu di check di Data Usage tertulis data yang sudah terpakai, dan di bawahnya ada tulisan 0- 2 Gb.
Apakah kapasitasnya 2Gb? Kalau 2Gb, seminggu juga ga habis.

Sambil breakfast P. Indra menyalakan mobile hotspot, berbaik hati memberi saya dan beberapa teman ijin untuk pakai internetnya.
Apa yang terjadi?
Dalam sekejap sudah lewat 121mb dan STOP… Oh internet langsung mati!

Terpaksa deh top up data lagi. RMB 500 setara Rp 1.100.000 untuk sekitar 500 mb.
Data ini cukup hingga kami pulang.
Total habis 4 juta lebih u internet

P. Anton bertemu dengan siapa pun dari manager hotel, manager restaurant hingga pejabat di tempat yang dikunjungi mengusulkan agar turis bisa beli internet seharga 20 Euro gapapa, asalkan dapat 2Gb atau unlimited.

Yang heboh, ketika kami mengunjungi museum cendera mata di Gunung Myonghyang, P. Anton Thedy dipersilakan untuk membuka pintu utama dengan ukiran mewah seberat 4 ton. Bak pejabat yang memimpin delegasi Indonesia datang ke Korut.

Rupanya rombongan kami adalah rombongan terbesar yang pernah datang ke Korut, sebanyak 28 orang. Sebelumnya hanya 2-4 orang, semua di bawah 10 orang. Segera dengan penuh semangat P. Anton Thedy menjanjikan mulai bulan Maret tahun depan, TX Travel akan mengirimkan puluhan grup ke Korut. Wow…

Berulang kali P. Anton menjanjikan hal yang sama di berbagai tempat, TX Travel akan kirim minimal 3 grup perminggu ke Korut.

“Apa bisa? Bukankah Indonesia negara miskin?”, tanya manager hotel di Pyongyang.

Rupanya dalam pandangan mereka, Indonesia itu negara miskin, bahkan lebih miskin dari Vietnam.
Ketika P. Anton menjelaskan tentang Indonesia, sang manajer bertanya lagi,
“Mengapa orang-orang Indonesia kalau memang kaya, semua ke Kasino tetapi tidak ada seorang pun yang main judi?”

Hahaha…Tentu saja! Karena di Kasino ada Wifi gratis, jadi semua orang betah di sana main WA.
Orang Indonesia koq dilawan…. wkwkwk..

Most of the mistakes in thinking are inadequacies of perception rather than mistakes of logic.-Edward de Bono

Sebagian besar kesalahan dalam berpikir adalah kesalahan pada persepsi daripada kesalahan logika.-Edward de Bono

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS
PRODUK PEDULI
KESEHATAN TERBAIK
www.mpoin.com

Read More
Articles, Travelling

Mobil Mewah, Mie Dingin & Visa Keluar di Korut.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Mobil Mewah, Mie Dingin & Visa Keluar di Korut.

Sejak di Indonesia sudah ada yang aneh dengan Visa Korut. Hanya berupa selembar kertas dan tidak ditempel di paspor.
Saat tiba di Pyongyang, ada teman yang visanya tidak diambil, sementara punya saya langsung diambil petugas imigrasi. Tetapi setelah itu petugas mendatangi, dan satu persatu visa diambil.

Dalam perjalanan, P. Anton Thedy memberitahu ternyata ada kesalahan dari kedutaan Korut Jakarta. Mereka hanya memberi Visa Masuk dan kami semua ga punya Visa Keluar!

Nach lho… Seumur- umur saya sudah pergi ke 60 negara, baru kali ini ada Visa Masuk dan Visa Keluar.
Biasanya Visa ya untuk masuk dan keluar. Jadilah kami pas foto lagi untuk bikin Visa Keluar.
Deg-degan juga … Klo ga dapat visa keluar bisa jadi penduduk korut nich…?

Jarangnya orang Indonesia yang ke Korut, membuat kedutaannya tidak paham soal visa. Untunglah sehari sebelum kami pulang, paspor dibagikan dan semua dapat visa keluar… Horreee…

Ketika melihat visanya, P. Indra terkejut!
Lho kolom nama koq diisi dalam Bahasa Korea… Punya saya juga…
Betul atau tidak, dan bagaimana membacanya, kami ga tau. ?
Hanya yang melegakan, ada foto kami masing-masing, dan tanggal lahir yang tertera, cocok.
Dan sama dengan Visa Masuk, Visa Keluar juga tidak ditempel. Segera saya foto untuk kenang-kenangan.
Kapan lagi bisa punya nama Korea secara resmi?

Salah satu makanan Top di Korut adalah Cold Noodle alias Mie Dingin.
Buktinya, Marsekal Kim dari Korut memberi hadiah Presiden Moon dari Korsel ketika mengadakan pertemuan untuk perundingan perdamaian di DMZ area, perbatasan antara Korut dan Korsel.
Kami mengunjungi DMZ area dari sisi Korut dan ditunjukkan pula di mana tempat ke dua pemimpin tsb menikmati mie dingin yang lezat.

Segera P. Anton Thedy booking agar kami bisa menikmati mie dingin di resto tempat Marsekal Kim memesannya.
Ternyata resto itu sangat terkenal. Antrian panjang para pejabat dan orang-orang penting hendak makan di sana.
Untunglah kami langsung disambut di ruang khusus VVIP.
Dan terbukti, mie dingin dan side dishesnya memang enak dan mantap.
Menunjukkan kelasnya!

Di tempat parkir resto inilah kami melihat berderet berbagai merk mobil bagus. Mercy, VW, Lexus hingga Toyota. Sempat bertemu juga mobil Hammer di jalan raya. Ternyata Korut keren juga.
Hanya saja semua mobil-mobil ini milik pemerintah dan menjadi fasilitas para pejabat tinggi.
Mobil-mobil jarang berseliweran di jalan raya… Sepeda motor pun hanya beberapa biji yang sempat kami lihat. Sungguh nikmat merasakan perjalanan tanpa ada kemacetan sama sekali….

Yang unik pula, meski menjelang malam, banyak apartemen yang masih gelap. Hanya beberapa yang menyala. Demikian pula lampu jalanan yang agak gelap. Rupanya mereka kekurangan pasokan listrik sehingga pemakaiannya dibatasi dan dihemat. Tetapi fasilitas untuk turis berbeda. Hotel hingga ribuan kamar meski turis hanya sedikit. Setiap hotel ada mini market sehingga kebutuhan turis dan oleh-oleh tersedia di sana. Turis tidak diijinkan pergi sendiri di luar lingkungan hotel.

Masih ingat tentang internet? Nach nantikan kisah lucu di Seruput Kopi Cantik besok pagi, lengkap dengan cerita P. Anton disambut bak pejabat dari Indonesia. ?

Life is so unpredictable. Be grateful for every moment

Hidup itu tidak bisa diprediksi. Bersyukurlah untuk setiap momen

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS
PRODUK PEDULI
KESEHATAN TERBAIK
www.mpoin.com

Read More
Articles, Travelling

Pengalaman di Korea Utara Yang Unik.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Pengalaman di Korea Utara Yang Unik.

Sebelum berangkat, dalam pikiran tersirat bahwa negara yang akan dikunjungi miskin, semua dibatasi dan kuno. Internet tidak ada.

Karena itu saya cukup terpukau ketika masuk kota Pyongyang ternyata banyak bangunan bertingkat tinggi yang modern. Rakyat tinggal di apartemen yang terawat baik.
Dan satu hal yang sangat berkesan, di mana-mana sangat bersih, tidak ada sedikit pun sampah yang berserakan seperti umumnya kota besar.
Selain itu, gadisnya cantik-cantik. Kulitnya bersih. Berbeda dengan Korea Selatan, banyak yang cantik karena operasi plastik, di utara polos, cantik asli dan kebanyakan memiliki lipatan mata asli.

Hotel yang kami tempati biasa untuk tamu delegasi negara, Koryo Hotel. Meski dibangun th 1985, bersih dan sangat terawat. Lega…
Bakan hotel kami yang terakhir memiliki revolving restaurant, resto yang bisa berputar. Dan ada kasino juga, kerjasama dengan Macau. Lumayan maju juga.

War Museum yang kami kunjungi, besar, mewah dan modern, bahkan tidak kalah dengan museum Hiroshima di Jepang. Menceritakan sejarah dengan dekorasi apik yang menggambarkan peperangan saat itu.
Dan senang sekali ketika melihat foto Bung Karno dengan Presiden Kim Il Sung terpampang di sana.

Demikian juga ketika menikmati koleksi cendera mata dari negara-negara sahabat, semuanya dipajang dalam bangunan 3 lantai yang mewah di Mount Myohyang nan sejuk di antara pohon-pohon pinus.
Ada ruangan khusus cendera mata dari Indonesia. Foto-foto beberapa pejabat Indonesia, termasuk Ibu Megawati Sukarnoputri terpampang di sana. Ratusan ribu koleksi yang ditata dalam ruangan yang mewah lengkap dengan patung lilin Presiden, Jendral dan Ibu Negara yang ditata dalam dekorasi 3 dimensi dengan latar belakang pemandangan alam yang indah. Sangat memukau dan mengagumkan. Jika ingin melihat semuanya, butuh waktu 2 hari. Para pengunjung harus berbaris memberi hormat di depan patung tsb.

Apalagi saat mengunjungi tempat persemayaman jasad Presiden dan Jendral yang diawetkan, pengamanan sangat ketat. Orang-orang lokal tidak hanya bersikap hormat tetapi wajah mereka menunjukkan kesedihan mendalam.

Uniknya di Korea Utara hanya ada 1 Presiden yaitu Kim Il Sung, hanya ada 1 Jendral yaitu Kim Jong Il, putra Presiden Kim. Dan hanya ada 1 Marsekal, yaitu Kim Jong Un, cucunya.
Rakyat sangat menghormati para pemimpinnya, bahkan foto di depan patung Presiden dan Jendral di tempat umum pun harus dalam posisi tegak dan hormat. Dilarang menunjuk-nunjuk dengan jari. Tidak sopan! Apalagi foto di depannya dengan berbagai gaya. Tabu…
Para pemimpin bagaikan Dewa bagi mereka…
Padahal di Indonesia, Presiden pun kerap di bully. ?

Keadaan di Korut benar-benar bertolak belakang dari bayangan semula. Children Camp, Children Palace yang merupakan fasilitas untuk anak-anak sedemikian bagus, teratur, terarah dan semuanya gratis. Tidak heran talenta- talenta bisa dikembangkan dengan maksimal. Supermarket untuk orang-orang lokal, juga besar dan lengkap. Turis hanya bisa berbelanja di tempat tertentu dengan mata uang RMB, USD atau Euro. Ada 1 supermarket lokal yang kami diijinkan untuk berbelanja dengan menukarkan uang Won tetapi selesai belanja, harus ditukarkan kembali ke mata uang asing. Harga barang-barang untuk orang lokal sangat murah, berbeda dengan harga untuk turis yang mahal. Mereka hidup cukup tapi tidak bisa kaya. Sama rata sama rasa sesuai prinsip komunisme.

Tidak hanya itu, kami nyaris tidak bisa pulang karena tidak punya Visa Keluar!
Lho koq ada Visa Keluar? ?
Bagaimana ceritanya?
Nantikan kisahnya di Seruput Kopi Cantik berikutnya.

*If you change the way you look at things, the things you look at change. – Wayne Dyer*

*Jika Anda mengubah cara Anda melihat sesuatu, hal-hal yang Anda lihat akan berubah. – Wayne Dyer*

YennyIndraT

TANGKI AIR & PIPA PVC

MPOIN PLUS
PRODUK PEDULI
KESEHATAN TERBAIK
www.mpoin.com

Read More
Marriage, Seruput Kopi Cantik

Punya Anak Wajibkah?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

 

“Bu Yenny, apakah punya anak itu suatu keharusan?”, tanya seorang wanita muda.
“Memangnya kenapa?”
“Dulu belum menikah, ke mana-mana ditanya: koq belum menikah? Sekarang sudah menikah, ditanya lagi: kapan punya anak? Cape bener….”.

“Tentu saja tidak ada keharusan. Hanya budaya timur saja yang seolah-olah mewajibkan pasangan yang menikah harus punya anak.
Bahkan John Maxwell mengatakan, pasangan yang hendak memiliki anak, seharusnya mempertimbangkan bahwa dia harus rela berkorban hingga 20 tahun ke depan sampai sang anak sudah cukup dewasa, untuk menunda bahkan menyingkirkan segala kesenangan pribadinya. Siapkah kita?

Tidak hanya itu, memilih memiliki anak pun tidak harus anak kandung. John Maxwell & Margaret, istrinya, sejak awal memilih untuk adopsi. Bukankah banyak anak-anak di luar sana yang membutuhkan orangtua?

Jaman dulu orangtua berpikir, ada anak berarti ada yang memelihara saat uzur nanti. Pada kenyataan style hidup sudah berubah. Tidak sedikit ortu yang tinggal di Indonesia sementara anak-anaknya tinggal di negara lain atau di kota lain. Akibatnya mereka terpaksa menghabiskan masa tua di panti jompo.
Kalau pun ikut anaknya, merasa jadi ‘anjing penjaga’ rumah karena seluruh keluarga bekerja seharian. Kemungkinan lain, sudah tua jadi baby sitter momong cucu. Mereka mengeluh, kapan bisa istirahatnya?
Ada juga kalangan tertentu yang cukup bijak sehingga hanya berhappy-happy di masa tua atau justru sibuk melayani orang lain. Hidup menjadi berarti dan memuaskan.

Sebagai pasangan masa kini, lebih baik realistis bahwa anak hanya titipan Tuhan, untuk dididik dan dibesarkan untuk kemuliaan-Nya. Bukan untuk jadi perawat di masa tua, agar tidak kecewa nantinya. Semakin besar jarak antara harapan dan kenyataan, makin besar pulalah kekecewaan yang dirasakan.

Setelah mempertimbangkan semua itu dengan pikiran yang jernih, barulah memutuskan, ingin punya anak or tidak?”

“Wow… ga kepikir sampai segitunya. Bener juga sich, nurutin omongan orang ga ada habisnya.”

“Jangan biarkan perkataan orang menjadi ‘tanaman semak’ di hati sehingga hidup tidak bisa bertumbuh subur serta menghasilkan berbuah yang manis. Hidup harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan kelak. Pilihlah hidup yang sesuai rencana Tuhan untuk kita, biasanya selaras dengan keinginan untuk mempermuliakan-Nya.”.

People will always have an opinion about you. Live your life for the Lord, not people.

Orang-orang akan selalu memiliki pendapat tentang Anda. Jalani hidup Anda untuk Tuhan, bukan manusia.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS
PRODUK PEDULI
KESEHATAN TERBAIK
www.mpoin.com

Read More
Articles, Self Motivation

Hal-Hal Kecil

Seruput Kopi Cantik YennyIndra:

 small-things

Saya mengenal sahabat baru ini di sebuah persekutuan doa. Ternyata istrinya membuat sus durian yang lezat. Dalam beberapa kesempatan, saya sengaja memesan sus durian buatannya karena saya suka menikmati sesuatu yang lezat bersama teman-teman. Serasa lebih lezat ketika dinikmati bersama teman-teman yang saya kasihi. Alasan lain, daripada saya memesan kue buatan orang yang tidak kenal, lebih baik memberkati teman sendiri.

Sesuatu yang menarik, saya biasa order, langsung tanya harus transfer berapa plus ongkir. Sahabat saya check biaya gojek. Ternyata ongkir 18 ribu karena jarak cukup dekat dari rumahnya. Saya segera mentransfer uangnya.

Pada hari H, ada WA. Ternyata karena membayar dengan Go-Pay ada discount sehingga ongkir hanya 13 ribu. Dia mengirim screenshot buktinya.  Ah… cuma beda 5 ribu. Saya bilang gak usah dipikirin.

Lama berselang setelah kejadian itu, saya memesan sus durian lagi. Sahabat saya tidak lupa dengan kelebihkan uang 5 ribu itu, meski saya lupa, dipotongkannya dalam jumlah uang yang harus saya transfer.

Saya sungguh bangga memiliki sahabat yang berintegritas yang tinggi. Berkali-kali saya mengalami, teman yang katanya cinta Tuhan, tetapi ketika dipercaya untuk arrange sesuatu, mengambil keuntungan pribadi. Saya belajar membedakan jika sedang berbisnis, tentu saja saya mengambil untung, tetapi kalau saya dimintai tolong, apalagi dengan teman, saya anti mengambil komisi. Lebih baik terbuka, ini ada charge tambahan atau tidak. Pantang saat dipercaya orang lain lalu mengambil komisi secara diam-diam. Jangan sampai jumlah uang yang tidak seberapa lalu merusak nama baik dan mengecewakan. Tindakan kita berbicara lebih keras daripada seribu kotbah, demikian kata orang bijak.

Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil,

ia setia juga dalam perkara-perkara besar.

Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil,

ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Setuju?

 

Read More
1 364 365 366 367 368 404