Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

“Mengapa Penyembuh Ilahi Gagal Menyembuhkan Diri?”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Mengapa Penyembuh Ilahi Gagal Menyembuhkan Diri?”

Ini pertanyaan yang sejak dulu bikin saya heran dan jujur, bingung juga…
Mengapa ada hamba Tuhan yang begitu diurapi, mendoakan orang lain sembuh dari berbagai penyakit—bahkan yang mustahil secara medis—tapi saat dia sendiri sakit, justru tidak sembuh? Malah beberapa meninggal dalam kondisi yang sangat menyedihkan.

Bukankah kalau dia dipakai Tuhan menyembuhkan orang lain, apalagi dengan tanda-tanda ajaib, mestinya lebih mudah baginya mengalami kesembuhan pribadi?

Saya menemukan jawabannya saat membaca buku Kenneth E. Hagin, Understanding the Anointing.

Menurut Kenneth Hagin, banyak penginjil kesembuhan besar di masa Kebangunan Penyembuhan (Healing Revival) tahun 1947–1958 di Amerika, melayani dalam pengurapan yang sangat kuat—kuasa Tuhan nyata, mujizat terjadi—tetapi mereka tidak tahu apa-apa soal iman. Mereka hanya mengandalkan pengurapan saat melayani orang lain, tapi tidak membangun iman pribadi berdasarkan Firman.

Hagin menulis, “Beberapa di antaranya bahkan tidak mengerti Alkitab. Pernyataan mereka soal Firman Tuhan, kadang-kadang sangat ngawur sampai membuat saya nyaris jatuh dari kursi!”

Ia menambahkan, “Tuhan memberi karunia kerasulan, penginjilan, atau pelayanan lainnya, bukan untuk menyembuhkan si pelayan itu sendiri, tapi untuk melayani tubuh Kristus. Kalau hamba Tuhan itu sakit, dia harus menerima kesembuhan dengan cara yang sama seperti orang percaya lainnya—dengan iman.”

Wah, ini membuka mata saya…

Pengurapan adalah kuasa Allah yang dicurahkan untuk melayani orang lain. Tapi untuk kehidupan pribadi, kita tidak bisa bergantung pada pengurapan. Kita harus hidup dengan iman.

Itulah yang Hagin lakukan. Ia tidak hanya melayani dengan pengurapan, tapi juga membangun hidupnya dengan iman, sehingga pelayanannya tetap berlanjut hingga usia lanjut, saat rekan-rekannya yang lain sudah gugur satu per satu.

Hagin bahkan pernah menegur seorang hamba Tuhan sakit yang berkata, “Pengurapan ini bekerja untuk orang lain, tapi tidak bisa buat saya.”

Hagin menjawab tegas, “Karena kamu tidak tahu tentang iman. Harusnya kamu mendengarkan saat kami mengajarkannya!”

Ada juga kisah tentang seorang penginjil yang luar biasa—dalam satu kebaktian, lima orang tuli-bisu disembuhkan seketika, seorang buta melihat, bahkan pasien yang sudah divonis mati sembuh total. Tapi setelah itu, ia pun jatuh sakit.
Why?
Karena dia hanya tahu melayani di bawah pengurapan, tanpa dasar iman yang kuat.

Pengurapan itu datang dan pergi. Kalau datang, kuasa Tuhan luar biasa bekerja, tapi tidak bisa menetap selamanya dalam manifestasi yang kuat. Tubuh manusia tidak akan tahan.

Hagin sendiri pernah sampai bergetar hebat, bola matanya bergerak, bahkan tidak bisa melihat jemaat karena masuk ke dalam dimensi roh. Tapi ia berkata, “Saya tidak bisa lama-lama di sana. Tubuh saya masih fana.”

Bahkan ada kalanya ia berseru, “Tuhan, hentikan! Saya tidak sanggup lagi!”

Jadi pelajaran pentingnya, bukan hanya pengurapan yang perlu kita kejar, tapi iman pribadi yang bertumbuh melalui Firman Tuhan. Karena pada akhirnya, saat kita membutuhkan kesembuhan, pertolongan, atau mujizat, bukan pengurapan di atas mimbar yang akan menyelamatkan, tapi iman pribadi yang memegang janji Tuhan.

Kiranya kita menjadi pelayan yang tidak hanya penuh kuasa, tapi juga berakar dalam Firman, hidup oleh iman, dan terus bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan.

Seruput kopi cantik kita, sambil merenungkan:
Apakah kita hanya mengandalkan pengalaman rohani sesaat, atau sungguh-sungguh membangun kehidupan iman yang sejati?

(Sumber: Kenneth E. Hagin, Understanding the Anointing)

The secret of Christianity is not in doing, but in being. It is in being a possessor of the nature of Jesus Christ. – John G Lake.

Rahasia kehidupan Kristen bukan terletak pada apa yang kita lakukan, tetapi pada kita menjadi siapa. Yaitu menjadi pribadi yang memiliki sifat dan natur ilahi seperti Kristus.
– John G. Lake.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Dewasa: Siapa yang Kamu Salahkan Hari Ini?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Dewasa: Siapa yang Kamu Salahkan Hari Ini?

Ita kecewa. Suaminya, Budi tidak seperti yang diharapkannya. Menjengkelkan. Kurang perhatian dst dst.
Lalu ia menyalahkan orangtua yang awalnya memperkenalkannya pada Budi.

Jika dipikir ulang, bukankah Ita memang mau menikahi Budi? Meski orangtuanya yang memperkenalkan….
Dan tidak ada seorang pun yang tahu, bagaimana karakter dan perubahan seseorang di kemudian hari. Orangtuanya hanya bisa melihat karakter Budi sekian puluh tahun lalu. Tetapi manusia itu bertumbuh dan berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Dan Ita pun ikut berperan membentuk perubahan Budi.

Saya selalu berprinsip, jika nasi sudah menjadi bubur, toh tidak akan mungkin dikembalikan lagi menjadi nasi. Ya sudah, lakukan semaksimal mungkin agar bubur itu bisa menjadi bubur paling enak yang bisa kita nikmati. Tambahkan abon, teri, ayam, kuah yang sedap….
Dengan demikian, bisa jadi bubur itu justru lebih mahal dan enak daripada nasi.
Tidak ada hidup yang sempurna di dunia ini.
Lakukan saja yang terbaik yang kita bisa, dan doakan, Tuhan bisa mengubahnya menjadi kebaikan bagi masa depan kita.

******

Banyak orang bertambah usia setiap ulang tahun, tapi sayangnya… tidak semua bertambah dewasa. Ada yang rambutnya sudah beruban, tapi masih saja suka menyalahkan orang lain saat hidup tak berjalan sesuai rencana. Padahal, kedewasaan sejati itu tidak otomatis hadir bersama angka usia—ia muncul saat kita memutuskan untuk bertanggung jawab atas hidup kita sendiri.

Dulu saya pun sempat berpikir, kedewasaan itu seperti hadiah ulang tahun: semakin tua, semakin bijak. Tapi ternyata, realitanya tidak sesederhana itu. Kedewasaan bukan datang karena tahun-tahun yang berlalu, tapi dari sikap hati. Terutama, saat kita berani berkata, “Ya, ini salahku. Aku akan memperbaikinya,” tanpa menyalahkan keadaan, orang tua, pasangan, bos, atau bahkan cuaca!

Masih ingat kisah Adam & Hawa setelah makan buah pohon terlarang, pohon pengetahuan baik dan jahat?
Allah memanggil mereka dan bertanya: “Di manakah engkau?”
Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.” “Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?”
Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” Kemudian bertanyalah Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.”

Adam dan Hawa tidak mau mengakui kesalahan, mengambil tanggungjawab dan bertobat.

Berbeda dengan Raja Daud, yang sudah berzinah dengan Betsyeba bahkan membunuh suaminya. Ketika Nabi Natan menegurnya, bagaimana respon Daud?
Lalu berkatalah Daud kepada Natan: “Aku sudah berdosa kepada TUHAN.” Dan Natan berkata kepada Daud: “TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.

Yang Tuhan inginkan sederhana sekali: akui kesalahan dan bertobat.
Daud disebut orang yang hatinya berkenan kepada Tuhan, meski dosanya berat.

Sering kali kita pun tergoda untuk lari dari tanggung jawab, apalagi ketika keputusan yang kita buat ternyata membawa hasil yang tidak menyenangkan. Tapi justru di situlah kedewasaan diuji. Bukan soal siapa yang benar atau siapa yang salah, tetapi apakah kita bersedia menanggung konsekuensi dari pilihan kita sendiri—dan belajar darinya.

Saat seseorang mulai mengelola emosinya tanpa drama, menyelesaikan masalah tanpa menyalah-nyalahkan, dan melakukan tugasnya tanpa harus disuruh-suruh… di situlah benih-benih kedewasaan mulai tumbuh.

Saya teringat satu prinsip yang terus saya pegang: Hidup ini bukan tentang menunggu seseorang datang menyelamatkan kita, tetapi tentang berani mengambil peran sebagai pemeran utama dalam cerita hidup kita sendiri. Tuhan sudah memberikan kepada kita hikmat, kekuatan, dan akal budi. Tinggal bagaimana kita menggunakannya.

Daripada terus bertanya, “Siapa yang salah?”, lebih baik kita mulai bertanya, “Apa yang bisa aku perbuat sekarang?” Pertanyaan ini mengubah fokus kita dari menyalahkan… menjadi bertindak. Dari pasif… menjadi proaktif. Dari korban keadaan… menjadi pemenang dalam hidup.

Setiap kali kita memilih untuk bertanggung jawab, tidak lari dari masalah, dan tetap tenang meskipun keadaan tidak ideal—di situlah kedewasaan sedang dibentuk. Mungkin prosesnya tidak instan, tapi percayalah… itu tidak sia-sia.

Dan yang paling indah? Saat kita bertumbuh menjadi pribadi yang dewasa, hidup kita bukan hanya bertambah tahun, tapi juga bertambah makna.
Hidup kita menjadi teladan bagi anak-anak dan orang-orang di sekitar kita.

Siap praktik? Yuk….

“Blame is just a lazy way of making sense of chaos.” – Douglas Coupland

“Menyalahkan hanyalah cara malas untuk mencari makna di tengah kekacauan-tanpa benar-benar mau berubah.”

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Manzhouli – Tiongkok Rasa Mongolia & Rusia – Hingga Ke Hailar…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Manzhouli – Tiongkok Rasa Mongolia & Rusia – Hingga Ke Hailar…

Pagi ini kami mengunjungi Danau Hulun Lake, uniknya danau ini besaaar sekali. Luasnya sekitar 2.339 km², lebih besar dari Singapura (luas Singapura +-725 km²). Merupakan danau terbesar ke-5 di Tiongkok.

Kota selanjutnya, Manzhouli, bangunan dan suasananya, serasa di Rusia. Papan nama berbahasa Rusia, Mandarin dan Mongolia yang tulisannya seperti sate.

Manzhouli merupakan border terbesar untuk Tiongkok & Rusia. Free tax pula. Karena itu barang Rusia di Manzhouli bisa lebih murah daripada di Rusia.
Tidak heran menjadi surga untuk berbelanja!
Shopping Time …. yeaaayyy…

Menara Observasi Manzhouli menjadi tujuan utama. Naik lift ke lantai 47, melihat gerbang perbatasan antara Manzhouli, Tiongkok ke Rusia di sebelah depan. Nampak bangunan-bangunan di sisi Rusia. Sementara sisi kiri yang kelihatan seperti jalan kosong dikelilingi padang rumput, itu perbatasan menuju Mongolia. Konon 50 km sesudah perbatasan, baru ada bangunan. (lihat gambar di tengah).

Hotel unik berbentuk “Matryoshka”, boneka khas Rusia, menjadi pusat pemandangan di Manzhouli. Di sampingnya ada “Ferris Wheel”, kincir raksasa untuk menikmati pemandangan.
Boneka ini lucu sekali. Di dalam boneka ada boneka yang lebih kecil sampai beberapa susun.
Nach ini dibikin hotel… unik ya?

Tentu saja … jepret.. jepret…

Dinner menikmati makanan Rusia. Lengkap dengan musik dan tarian dari penyanyi serta penari berwajah campuran Rusia – Tionghoa, yang apik dan menarik…
Beberapa teman pun ikut menari bersama mereka.
Masakannya pun cocok dengan lidah Indonesia.
Meriah dan meninggalkan kesan yang mendalam….

Optional tour, menonton ketrampilan orang-orang Mongolia menunggang kuda. Menarik, menegangkan sekaligus menakjubkan…
Bagaimana mereka berakrobat diatas 2 bahkan 3 kuda yang berlari kencang. Sedemikian trampilnya, hingga di atas kuda yang berlari kencang pun, mereka sanggup memanah dan pas masuk di titik sasaran di tengah!

Wow…. ini mengingatkan buku Andrew Wommack “Harnesing your emotion – Mengekang emosi Anda”, yang covernya bergambar orang yang menunggang kuda.

Kita semua punya emosi, tetapi apakah emosi yang menguasai kita atau justru kita yang menguasainya?
Emosi itu bak kuda. Jika kita mampu menguasainya, seperti pertunjukan tadi, di atas kuda yang berlari kencang pun, bisa memanah sasaran, berakrobat dengan memukau…
Emosi yang terkendali membuat hidup jadi berwarna.

Sebaliknya, jika tidak terkendali, justru sang penunggang yang akan terjatuh, terinjak dan membuat hidup kacau balau.
Sama seperti sang pemain, ketrampilan mengendalikan kuda dan emosi ini perlu dilatih, bukan bawaan lahir.

Kota Hailar menjadi tujuan terakhir. Mengunjungi Museum Hailar yang didirikan di bekas bunker Jepang membuat hati trenyuh… Dengan patung buku dan tulisan 1931 -1945 yang artinya: Jangan Lupakan Sejarah – Agar Tidak Terulang

Setelah menduduki Manchuria (1931), Jepang menguasai Hailar dan membangun benteng pertahanan untuk hadapi Uni Soviet dan pasukan Tiongkok anti-Jepang.

Tahun 1932, Jepang membantai warga dan menekan perlawanan di Hailar.
1939, Hailar menjadi basis logistik dan tempat pembuatan senjata biologis Jepang dalam Perang Soviet-Jepang (Khalkhin Gol).
Agustus 1945, Uni Soviet menyerbu Benteng Hailar dalam “Operasi August Storm”, memaksa Jepang menyerah.

Penjajahan Jepang di Tiongkok sangat kejam. Di Nanjing, dalam waktu 14 hari, Jepang membantai 200.000 orang dan Jepang tidak pernah meminta maaf. Sungguh mengerikan!
That’s why hubungan diplomatik Tiongkok & Jepang tidak mulus hingga kini.

Dinner malam terakhir, hotpot ala mongol…. aneka daging, isi, sup berwarna coklat penuh rempah-rempah dan sausnya berbeda dengan di Indonesia. Tetapi nikmat dan sesuai di lidah juga..
Kata P. Ken, saking nikmatnya, serasa lidah melekat di langit-langit mulut sampai bunyi ‘cetak’ … ha…ha…ha..
Semua ikutan minum supnya hingga kering.

Life is good. Praise God for all his blessings and grace…

“Mastering others is strength. Mastering yourself is true power.” – Lao Tzu

Menguasai orang lain adalah kekuatan. Namun kemaampuan menguasai dirimu sendiri adalah kekuatan yang sejati – Lao Tzu

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Uniknya Perpaduan Rusia, Mongolia & Tiongkok….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Uniknya Perpaduan Rusia, Mongolia & Tiongkok….

Dari Kota Mohe, menuju Mangui Town melewati pemandangan ke perbatasan dengan Inner Mongolia. Meski masih bagian dari China, Inner Mongolia merupakan kawasan khusus. Sebelum masuk, ada portal dan pemeriksaan di tempat-tempat tertentu. Bahkan kadang petugas naik ke bus memeriksa jumlah penumpangnya.

Peternakan Rusa Kutub yang dipelihara oleh orang dari *Suku Aoluguya* sangat menarik. Rusa makan rumput-rumput seperti cemara. Mereka jinak. Tidak lupa tentu saja jepret…. jepret… berfoto ria…
Di sepanjang park ada toko-toko ala kemah berbentuk segitiga, khas rumah suku ini.

Perubahan cuaca di daerah artik sungguh luar biasa. Beberapa hari lalu di Mohe 33 derajad, hari ini 10 derajad Celcius…. bbbrrrrr…. padahal ini summer lho…… Tour empat musim ini…. ada panas, hujan, sempat hujan es pula, dingiiiin…..alamaak….bolak balik salah kostum.

“Pernah gak membayangkan bertemu orang Eropa berbahasa Rusia di pedalaman Mongolia!”
Wow….. koq bisa?

Sejak abad ke-17, Kekaisaran Rusia mulai memperluas wilayahnya ke Siberia dan Asia Timur. Melalui Perjanjian Nerchinsk (1689) dan Perjanjian Kyakhta (1727), perbatasan antara Rusia dan Dinasti Qing (Tiongkok) ditetapkan. Melalui perdagangan, mulailah ada orang-orang Rusia yang pindah ke Kota Ergun.

Gelombang Pengungsi banyak terjadi Pasca-Revolusi Rusia (1917). Titik balik besar terjadi setelah Revolusi Bolshevik. Ribuan kaum anti-komunis (Bangsa Putih) melarikan diri ke wilayah perbatasan, termasuk Manchuria (Tiongkok Timur Laut) dan Mongolia.

Dulu di inner mongolia hanya ada suku minoritas.
Populasi orang Han, suku terbesar di Tiongkok, melonjak di Inner Mongolia setelah pembangunan kereta api (1920-1950) yang membuka akses industri dan pertanian.
Ergun, kota perbatasan, menjadi pusat budaya unik ini dimana Eropa bertemu Mongolia.

Dengan berjalannya waktu, terjadilah kawin campur, terbentuklah komunitas unik. Keturunan mereka kini dikenal sebagai Suku Rusia Tionghoa dan diakui secara resmi oleh pemerintah Tiongkok sebagai suku minoritas resmi tersendiri

Di Hulunbuir, Inner Mongolia, berdiri pemukiman Rusia dengan gereja Ortodoks, rumah kayu khas, dan kuliner Eropa seperti *roti hitam, borscht (sup tradisional Eropa Timur), dan minum vodka*.

Para wanita Rusia, konon lebih suka menikah dengan pria Suku Han yang pekerja keras dan lebih sayang keluarga. Daripada menikah dengan pria Rusia yang malas, hanya minum-minum Vodka dan kerap bersikap kasar pada istrinya.

Begitu memasuki kawasan Inner Mongolia, banyak padang rumput hijau dengan domba-dombanya.
Papan nama tertulis 3 bahasa: Mandarin, Rusia dan Mongolia.
Huruf Mongolia itu unik panjang-panjang seperti sate.
Konon sesuai makanan khas mereka.
By the way… satenya memang enak sekali dan “kaki babi panggangnya seolah meleleh di mulut,” komentar P. Indra & P. Ken.
Wuih… keren y?

Wisata di Ergun Wetland, tampak pemandangan indah kelokan Sungai Ergun yang terkenal, melalui jalan setapak dari kayu.
Bangunan di sekitarnya lebih menyerupai Rusia dengan kubah bulat dan ujung lancipnya.

Lalu mengunjungi rumah orang Rusia. Menyanyi, Menari dengan mereka. Cantik dan ganteng, hidung dan wajah Rusia tetapi kulitnya Asia lebih mulus.Dilanjut berfoto dengan mengenakan baju Rusia.

Tidak cukup hanya ke sisi Rusia, kami mengunjungi pula daerah Mongolia. Menikmati susu dan cemilan. Berfoto dengan baju Mongolia dan…. naik odong-odong lucu yang ditarik traktor di hamparan padang rumput dilengkapi bunga rumput berwarna kuning…
Wuih…. hebohnya!! Hahaha….

Malamnya gala-dinner dengan domba guling utuh untuk grup kami saja. Pakai upacara segala! Diiringi penyanyi dan MC, P. Ken & B. Helis memakai baju kebesaran Mongol, didaulat menjadi wakil. Bak pengantin ada acara potong kambing, minum arak … wow… lucu dan menyenangkan.
Domba gulingnya enaaak lho! Bumbunya meresap hingga ke dagingnya…

Pengalaman baru selalu menarik dinikmati bersama teman-teman.

“To travel is to discover that everyone is wrong about other countries.” – Winston Churchill

“Saat kita menjelajah, baru kita sadar betapa keliru anggapan kita tentang negeri orang” – Winston Churchill

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Mohe Kutub Utara China Dengan Cuaca Ekstremnya!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Mohe Kutub Utara China Dengan Cuaca Ekstremnya!

Akhirnya, sampailah kami ke Kota Mohe, kota paling ujung utara di negara China yang berbatasan dengan Rusia. Kota Mohe sangat berdekatan dengan cuaca di daerah Siberia Selatan. Karena dulunya memang jadi satu, milik China. Itulah sebabnya cuaca bisa berubah sedemikian cepat karena angin Siberia.

Mulai tgl 22 juni, setiap hari lamanya siang, berkurang 10 menit. Bulan Oktober temperatur sudah di bawah nol derajad.

Kami mengunjungi monumen yang dibangun buat memperingati hari saat suhu di kota itu anjlok sampai -53°C! Bukan di Kutub Utara, tapi di Mohe, China-kota paling utara yang dijuluki ‘Kutub China’. Kapan sih peristiwa beku maha-ekstrem ini terjadi? Tanggal: 22 Januari 2023
Suhu Resmi: -53°C memecahkan rekor sebelumnya -52.3°C di tahun 1969.

Wow…..

Di sisi lainnya menjulang *Menara Bintang*, karena lokasinya yang ekstrem- di 52? Lintang Utara, Mohe dijuluki sebagai *”Bintang di Paling Utara China”*
Sebelah kiri bagian bawah menara ini melambangkan Rooster, ayam jantan dan di sebelah kanannya, Chicken, ayam betina.

Mengapa ayam?
Rooster (Maskulin) dan Chicken (Feminin) juga mencerminkan keseimbangan alam.
Ayam = Simbol Awalan Hari Baru. Mohe adalah kota pertama di China yang menyambut matahari pagi, karena letaknya paling timur.
Menggambarkan metafora Ketangguhan: Ayam bisa bertahan di cuaca dingin ekstrem, seperti warga Mohe!

Di sekitar Kota Mohe, dikelilingi Pohon Birch yang hanya tumbuh di kutub atau daerah sub-artik. Tidak heran jika kebanyakan rumah penduduk di tahun 80-an, banyak terbuat dari rumah kayu.

Pada tanggal 6 Mei 1987, di pinggiran Kota Mohe terjadi kebakaran hutan besar. Dimulai dari ada seorang yang membuang puntung rokok yang menyala. Sementara petugas part time yang biasa memotong rumput, meletakkan alat pemotong rumput yang berbahan bakar minyak tanah secara sembarangan, mengakibatkan api makin membesar. Total area terbakar: 1.200 hektar (12 km²). Cuaca Ekstrem: Angin kencang bertiup ke arah Kota Mohe, memperparah penyebaran api.
Kecepatan api 65km/jam, di museum digambarkan setara dengan kecepatan mobil.

Hutan birch & pinus: 600 hektar.
Lahan pertanian & fasilitas publik: 200 hektar.
Permukiman warga: 400 hektar termasuk 1.200 rumah, hingga Kota Mohe rata dengan tanah. Hanya sebagian kecil yang tidak terbakar, dijadikan “Mohe Fire Disaster Memorial Hall”.

Kebakaran ini memakan korban lebih dari 200 jiwa. Ada foto menarik, tiang listrik yang bagian bawahnya terbakar, tergantung begitu saja.
Dan foto seorang pahlawan muda yang ganteng, berusia 26 tahun, bernama Wang Shan, yang berhasil menyelamatkan banyak orang tetapi dia sendiri akhirnya menjadi korban….
Tragis!

*Kantor Pos Paling Utara di Mohe* menjadi tujuan selanjutnya. Mengirim kartu pos kepada keluarga dengan menempelkan perangko…. wuih ingat jaman masih kecil. Konon 2 bulan lagi kartu pos baru sampai ke Indobesia….

Lalu ke Artic Village, desa di paling utara China. Semua bertanda ‘Northern Most – paling utara’….
Toilet paling utara, Sekolah Dasar paling utara, Warung Kopi paling utara, Pos Pengamatan Aurora paling utara dst. dst.
Dan monumennya bergambar kompas dengan huruf N besar, menunjukkan lokasinya berada di paling utara plus kantor catatan sipil paling utara di dekatnya.
Unik ya?

Bagaimana dengan Aurora?
Mohe berada di 52° Lintang Utara, tapi disebut ‘Kutub China’ karena cuaca ekstremnya.
Sedangkan batas masuk kawasan kutub, minimal pada garis 66? lintang utara, yang disebut lingkaran artik. Selain itu suhu kutub itu tidak lebih dari 10? di musim panas serta tidak ada tumbuhan yang hidup. Jadi meski cuacanya bisa ekstrem, Mohe bukan kutub. Kadang bisa muncul aurora tetapi tidak sesering di kutub.

Dan satu lagi, masakan di bagian utara, lebih berbumbu dan sesuai dengan lidah orang Indonesia. Masakan angsa sangat terkenal di sini… dan lezat!

Seperti kata Julia Child, ‘Orang yang mencintai makanan selalu jadi orang-orang terbaik’. Jadi, jangan ragu untuk terus menjelajah rasa dan mencoba hal-hal baru. Siapa tahu, hidangan favoritmu berikutnya sedang menunggu di sudut kota!
Setuju?

*”The human spirit is stronger than anything that can happen to it.” – C.C. Scott*

*”Semangat manusia lebih kuat daripada apa pun yang menimpanya. – The human spirit is stronger than anything that can happen to it.” – C.C. Scott.*

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA0
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
1 28 29 30 31 32 398