Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Self Motivation, Seruput Kopi Cantik

Copy – Paste, Tanpa Nama.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Copy – Paste, Tanpa Nama.

“Coba kamu buka link yang aku kirim. Itu tulisanmu bukan?,” tanya Martha Pratana suatu ketika.
Saat dibuka, ternyata benar. Tulisan saya dicopy-paste dan di post di sosmed tanpa menyertakan nama saya sebagai penulisnya. Bahkan sambil diiringi lagu, dibacakan dengan audio yang bagus, menarik tetapi itu sudah jadi ‘karya orang lain’.
Mak Jleb! Ngenes, kata Orang Jawa.

Martha sahabat, editor 2 buku saya, sekaligus guru yang mengajari saya menulis dan menyusunnya menjadi sebuah buku. Martha hafal sekali gaya tulisan saya.
Dan Martha sangat disiplin mencantumkan nama-nama di mana quotes atau bagian tulisan itu diambil.
Meski pun dari google, tetap harus disertakan link sumber informasinya.

“Kita wajib menghargai hasil karya orang lain. Semua sumber harus dicantumkan. Itu etika dalam dunia kepenulisan. Peraturan yang sudah mendunia. Itu pertanda kita ini orang yang bermartabat dan tahu etika,”
Martha mengajari saya,
“Bisa dituntut secara hukum, mencuri Hak Cipta orang lain.”

Oleh karena itu, Seruput Kopi Cantik YennyIndra pun saya daftarkan resmi di HKI (Hak Intelektual Indonesia), sesuai saran Martha.

Kadang ada yang minta ijin untuk share atau dimasukkan dalam buletin atau majalah, pesan saya,
“Silakan, asal nama penulis tetap dicantumkan.”
Senang bisa dibaca banyak orang, memang itu tujuannya.
Dan free…tentu saja.

Sangat dipahami.
Berbeda dengan di luar negeri,
di mana dari hasil menulis buku, seseorang bisa hidup berkelimpahan bahkan menjadi warisan yang terus menghasilkan uang, meski sang penulis sudah meninggal dunia. Zig Ziglar, Napoleon Hill, Steven Covey, contohnya.

Di Indonesia jangan berharap bisa hidup berkecukupan jika hanya mengandalkan menjadi penulis.

P. Edy Zakheus, guru menulis saya, selalu berpesan, jangan mengharapkan dapat uang dari menulis.
Tujuan menulis itu untuk Personal Branding. Yang dijual, produk sampingannya. Misal seminar, training, bisnis yang ditulis dll.

Bagi saya menulis itu selain hobi, merupakan sarana yang untuk mempermuliakan nama Tuhan. Ini pelayanan yang saya bisa dan suka. Sungguh tidak mudah untuk disiplin menulis dan bisa post setiap hari. Kalau belum persiapan, dibela-belain bangun subuh mempersiapkannya.
Sambil memperkenalkan produk kami: MPOIN dan PIPAKU. Brand Awareness.

Saya sadar sesadar-sadarnya, ide dan tulisan itu sepenuhnya dari Tuhan, tetapi sebagai penulis tetap ingin dihargai bahwa ini karya dan kerja keras saya. Masa dicopy-paste begitu saja, nama penulis dihilangkan… Tujuan personal branding tidak tercapai.
Tujuan lain menulis, agar menjadi warisan abadi, yang akan dibaca anak cucu dan keturunan selanjutnya kelak, gagal pula. Nama saya dihilangkan, sudah tidak jelas ini karya siapa. Mungkin dianggap karya orang lain.
Galau… Kecewa… Marah…
Gak adil ini!

Ketika berdoa dan bergumul, ada suara kecil berbisik,
“Jangan kuatir, promosi itu dari Tuhan. Biar pun orang lain gak ingat, tapi Tuhan ingat koq.”

Saya merenung.
Betul juga ya… Sumber berkat saya kan dari Tuhan, Bukan karena tulisan, bukan karena Personal Branding. Tanpa saya menulis pun, Tuhan tetap cinta saya koq… Tuhan memberkati.
Tuhan yang membuat keturunanku mengingat saya, baik ada tulisan mau pun tidak.
Mengapa saya kuatir dan takut kehilangan penghargaan dari orang lain?

“Kamu menulis untuk Aku, bukan?”

“Benar, Tuhan”

Tiba-tiba saya sadar. It’s all about Him, not me – Ini semua tentang Tuhan dan bukan tentang saya!
Hahaha… ternyata saya ini memang masih manusia biasa.
Ingin dihargai dan tidak mau hak serta hasil kerja keras saya direbut orang lain.

Kesimpulannya:
“Yenny, kamu ini bukan malaikat.” (mengutip judul buku sahabat saya, Agus Setianto.)
Saya pun sadar dan siap belajar menghidupi prinsip bahwa semuanya untuk Tuhan, bukan untuk saya, dengan sikap nrimo, pasrah dan legowo. (Menerima, berserah dan ikhlas).

Ternyata lebih mudah berteori daripada menghidupinya!

A brainy person does not abuse copyright; instead they respect it and uphold it. – Maximillian Degenerez.

Orang yang cerdas tidak menyalahgunakan hak cipta seseorang; sebaliknya mereka menghormati dan menghargainya. – Maximilian Degenerez.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Self Motivation, Seruput Kopi Cantik

Harus Menunggu Sempurnakah?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Harus Menunggu Sempurnakah?

“Ayoo sharing. Pengalamanmu menguatkan orang lain,” ujarku mendorong seorang teman.

“Gak ah… Nanti dianggap sok beriman. Sok rohani…,” jawabnya bergeming.

Dan iblis pun menang!

Strategi iblis yang paling jitu, membuat kita diam, tidak mau menceritakan kebaikan Tuhan. Akibatnya teman yang sedang terpuruk, tidak mendapatkan kekuatan baru. Pengalaman baik yang kita alami, pertolongan Tuhan hanya disyukuri sendiri.
Bak seseorang yang menyimpan pelita di bawah tempat tidur. Tidak ada yang melihatnya.

Prinsip kehidupan:
Beri maka kamu akan diberi.
Tabur benih maka kamu akan menuai.
Dan dahsyatnya lagi, saat punya masalah berat, jangan dipikiri terus, stress pasti.
Lalu apa solusinya?
Keluar dan bantu orang lain yang sedang punya masalah berat juga.
Uniknya, masalah kita akan menemukan jalan keluarnya pada waktunya.
Dengan menolong orang lain, kita akan ditolong.

Saya rutin menulis kebaikan Tuhan. Bukan karena saya baik atau sempurna. Sampai mati pun tidak akan pernah cukup baik apalagi sempurna.
Artinya, kalau menunggu baik dan sempurna, kita tidak akan pernah melakukan sesuatu.

Dengan menulis kesaksian dan hal-hal baik, saya belajar. Dan dikuatkan. Dengan menuliskannya, tertanam lebih mendalam di dalam ingatan. Semakin merasakan banyaknya kebaikan Tuhan, ucapan syukur pun memenuhi hati. Dan menjadi terlatih mencari hal-hal baik. Sekaligus memberikan harapan bagi teman-teman yang membacanya.
Tidak semuanya cocok. Ya gapapa.
Tapi tidak sedikit yang merasa dikuatkan dan disadarkan, betapa Tuhan itu baik.
Dan itu membahagiakan.

Beberapa waktu lalu saya menulis tentang Tuhan sesungguhnya sudah menyediakan sebelum kita membutuhkannya.
Banyak japri kesaksian dari teman-teman. Awalnya mereka tidak menyadari bahwa Tuhan sudah menyediakan apa yang mereka butuhkan, sebelumnya. Karena membaca artikel itu, mereka jadi sadar dan mensyukuri kebaikan Tuhan.
Setelah menyadari hal itu, seorang teman berkomentar,
“Apalagi yang harus dikhawatirkan ya? Seringkali stres yang aku alami berbulan-bulan ternyata tidak berguna. Tuhan beri solusinya justru yang tidak terpikirkan.”

Ketika kita membuat teman kita terhibur, diri kita sendiri akan dihibur.
Suatu kebahagiaan yang tak ternilai harganya, saat teman yang terpuruk bersemangat lagi. Dan pada akhirnya memperoleh terobosan menjadi pemenang, atas masalahnya, penyakitnya dll.

Mari kita berlomba-lomba memberitakan hal-hal yang baik. Di luar sana sudah terlalu banyak berita-berita yang buruk. Dunia sibuk menyebarkan ketakutan.
Mengapa kita tidak menjadi lilin yang membawa terang di tengah kegelapan?

You’re here to be light, bringing out the God-colors in the world. God is not a secret to be kept. We’re going public with this, as public as a city on a hill.

Kita berada di sini menjadi terang, memunculkan warna-warna Tuhan kepada dunia. Tuhan bukanlah rahasia yang harus disimpan. Kita menunjukkannya kepada banyak orang, seperti kota di atas bukit.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Christianity

“Apakah Anda Seorang Marta atau Maria?”

“Apakah Anda Seorang Marta atau Maria?”

Sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”

Lukas 10:40 (TB)

Hanya ada tiga contoh dalam Kitab Suci yang memberi kita informasi tentang Marta. Dari catatan ini, kita dapat melihat bahwa Marta memiliki seorang saudara laki-laki bernama Lazarus, yang dibangkitkan Yesus dari kematian, dan seorang saudara perempuan bernama Maria.

Marta salah menempatkan prioritasnya pada kesempatan ini dan dikoreksi oleh Yesus. Kemudian, pada jamuan makan untuk Yesus di rumah Simon si penderita kusta, sekali lagi Martha melayani, sementara Maria, saudara perempuannya menyembah Yesus dengan mengurapi kaki-Nya dengan parfum mahal.

Marta adalah orang pertama yang lari dan menemui Yesus ketika Dia datang ke rumah mereka setelah kematian Lazarus. Pada saat inilah Marta berkata bahwa dia tahu Yesus dapat mencegah Lazarus dari kematian dan, bahkan kemudian, dia menyatakan tahu Dia dapat membangkitkan Lazarus dari kematian. Marta membuat pengakuan iman dalam keilahian Yesus sekuat Petrus, yang menerima berkat dari Yesus.

Marta tidak salah dalam melayani Yesus dan murid-murid-Nya. Wanita lain melayani Yesus dengan cara ini tanpa dikoreksi. Melayani adalah hal yang baik, tetapi Marta telah meletakkannya di urutan yang salah. Masalahnya adalah prioritas — bukan apa yang dia lakukan.

Merupakan suatu kehormatan besar dapat menerima Yesus di rumahnya dan dapat mendengar kata-kata pribadi-Nya kepada seisi rumahnya. Marta seharusnya memberikan prioritas yang sama seperti yang dilakukan Maria.

Sama seperti Marta, banyak orang saat ini disibukkan dengan berbagai hal yang membuat mereka tidak dapat mendengarkan perkataan Yesus. Memang mudah untuk mengenali dan berpaling dari hal-hal yang jelas merupakan dosa, tetapi bahkan dalam hal-hal baik yang melibatkan kita pun harus diprioritaskan, agar tidak ada yang menggantikan pencarian kita terhadap Kerajaan Allah sebagai yang utama.

[Repost ; “Are You a Martha or a Mary?”, – Andrew Wommack , diterjemahkan oleh Yenny Indra].

Read More
Self Motivation, Seruput Kopi Cantik

Ikan Cupang & Pujian Bagi Tuhan. Memang Apa Korelasinya?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Ikan Cupang & Pujian Bagi Tuhan. Memang Apa Korelasinya?

Ikan Cupang tiba-tiba kerap terdengar saat berkumpul dengan Worship Team. Rheva begitu cinta dengan ikan cupang dan mengkoleksinya.

Penasaran…. Saya google. Wow.. cantik sekali!
Ternyata ini yang membuat teman-teman jatuh cinta.

“Ikan Cupang dengan keberadaannya sudah membuat saya bahagia, dengan cara demikian Ikan Cupang sudah menggenapi tujuan hidupnya, dan dengan cara itu, dia sudah memuji Tuhan,” Rheva menjelaskan.

Saya terpukau, mencoba mencerna pemahaman ini. Begitu sering kita menganggap memuji Tuhan itu menyanyikan lagu pujian, atau dengan perkataan kita mengucap syukur kepada-Nya.
Ternyata dengan menjalankan fungsi kita sebagaimana Tuhan menciptakan kita, itu sudah merupakan pujian bagi Tuhan.

Saya merenung.
Saya diberkati Tuhan untuk menjadi berkat bagi sesama.
Berarti kalau saya menghibur, menguatkan, berbagi dan memberi bagi sesama, saya menjalankan fungsi sesuai rancangan Tuhan dalam menciptakan saya.
Itu sama dengan saya memuji Tuhan.
Dan Tuhan berkenan.
Yeaaayyyyy

Artinya, dengan disiplin menulis Seruput Kopi Cantik YennyIndra, saya tengah berfungsi dan memanfaatkan talenta yang Tuhan berikan.
Menjalankan fungsi dari-Nya…
Dan itu sama dengan memuji Tuhan serta mempermuliakan-nya!
Tuhan suka….
Wow…. Senangnya. Lega!

“Bahkan ketika kita bisa rest, beristirahat dengan tenang, tidur lelap, karena percaya Tuhan memelihara dan menjagai kita, meski sesungguhnya masalah bertumpuk-tumpuk, itu artinya kita sudah memuji Tuhan,” ujar Rheva.

Sungguh ini sebuah pemahaman baru yang sangat memerdekakan. Tuhan dan firman-Nya menjadi bagian hidup kita yang nyata. Menghidupinya dengan iman, sudah menyenangkan hati Allah dan mempermuliakan-Nya.

Tiba-tiba melintas dalam pikiran, berarti akun di Instagram, Facebook, Twitter, Whatsapp dll, itu juga sarana untuk memuliakan Tuhan dan melayani sesama. Apakah status yang saya membuat orang yang membacanya diberkati, damai dan lebih mencintai Tuhan?
Meski sarana medsos begitu umum, nyaris semua orang punya, tetapi itu sarana yang penting untuk membangun sesama… Ada orang-orang yang tidak kita kenal hidupnya jadi sedikit lebih baik karena membaca status kita.
Bukankah ini juga tujuan Tuhan menciptakan kita? Dengan cara demikian, kita sudah memuji Tuhan juga.

Dengan siapa kita bergaul, itu akan menentukan siapa kita nantinya.
Ada teman-teman yang menganggap tulisan saya itu koq kerap promosi Sekolah Charis. Sebetulnya tidak bermaksud demikian.
Ciri khas Seruput Kopi Cantik YennyIndra adalah kisah nyata yang saya atau teman-teman alami.

Ketika bergaul dengan teman-teman Charis, cara pandang mereka dalam menyikapi kehidupan ini berbeda. Hubungan dengan Tuhan menjadi _so simple_.
Bebas dari penyakit, hal-hal negatif dan mujijat serta berkat Tuhan begitu nyata.
Meresponi hidup dengan cara yang berbeda: dengan berpegang pada firman-Nya, dan terbukti berhasil.

Karena itu, meski saya ga termasuk worship team, pas diajak, senang saja ikutan… Hanya mendengarkan sharing teman-teman, merasa dikuatkan dan bersemangat. Saya jarang berkomentar.
Begitu juga dengan grup-grup Charis lain, termasuk grup WA, artikel yang di post sangat berbobot membuka wawasan baru. Demikian juga ketika berkumpul by zoom, saya senang ikutan. Belajar banyak dari pewahyuan dan pengalaman hidup teman.
Tuhan terasa begitu dekat.
Hidup pun jadi enteng…

“I will never leave you or forsake you.”

“Aku sekali-kali tidak akan pernah membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan pernah meninggalkan engkau! Tidak akan pernah!”

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Christianity

“Iman yang Hidup.”

“Iman yang Hidup.”

Iman merupakan sifat Roh Allah, yang dihasilkan oleh pengaruh Firman dan Roh di dalam hati yang siap untuk menerima.
Keadaan iman kita dapat berubah secara dramatis dari hari ke hari, tergantung pada bagaimana hati kita berhubungan dengan Firman dan Roh Allah.
Karena dengan hati orang percaya Roma 10:10 (TB)
Hidup dengan iman adalah hidup dengan Firman Tuhan yang hidup di hati kita dalam setiap keadaan.

Karena alasan itulah Yesus menasihati bahwa
“Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”
Matius 4:4 (TB)

Kata-kata yang keluar dari mulut Allah (Firman) dan menemukan tanah yang baik di hati kita, menghasilkan iman yang tinggal di dalam kita. Kebenaran Allah di dalam diri kita dimulai dan dilanjutkan dengan iman, sebagaimana halnya kesehatan, sukacita, kedamaian, kemakmuran, dan visi untuk masa depan.

Paulus berdoa agar orang-orang kudus yang percaya, memiliki pewahyuan Allah yang lebih besar. Senantiasa tersedia lebih banyak hal-hal untuk didengar, dilihat, dan dipercaya.
” …. Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.
Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,
dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya.”
Efesus 1:15-19 (TB)

Bagaimana pandangan dalam pemahaman kita?
Saya tidak percaya ini berbicara tentang kemampuan mental kita, tetapi lebih kepada kemampuan rohani kita. Paulus berdoa agar orang-orang kudus “mendengarkan” Allah atau “melihat” hal-hal dalam Kerajaan Allah yang kita jalani dengan iman.

Iman bukanlah peristiwa stagnan sekali pakai yang menandai kelahiran baru kita.
Iman bukanlah sekedar kepercayaan atau doktrin.
Iman bukanlah masalah mental.
Iman itu sesuatu yang rohani.

Pertahankan terus iman kita agar tetap hidup tersambung pada Sumbernya!

[Repost ; “Living Faith”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

Read More
1 282 283 284 285 286 404