Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Rumput Di Halaman Tetangga….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Rumput Di Halaman Tetangga….

Sesuatu yang kerap tidak kita sadari telah membuat kita menderita, bahkan salah jalan, karena membandingkan rumput di halaman kita dengan rumput di halaman tetangga. Rasanya umum, wajar tetapi itulah sumber penderitaan sejati.

Diterima orang lain adalah kebutuhan dasar manusia. Tidak sedikit remaja yang terlibat narkoba, awalnya hanya karena ingin diterima oleh kelompoknya. Tidak salah Raja Daud mengingatkan, memilih teman dan lingkungan yang baik sangatlah krusial. Kunci sukses dan sukacita dalam hidup ini.

Kita juga suka membandingkan pasangan kita dengan pasangan orang lain. Betul ga?
Suami teman saya, tipe pria rumahan yang baik. Teman saya hobinya memasak dan yang keren, suaminya mau bantuin di dapur.
So sweet….
Dia suami sempurna untuk teman saya.

Sebaliknya, saya ga suka memasak. Tentunya suami seperti itu tidak akan pernah cocok untuk saya. Apa yang saya suka? Travelling! Jadi Tuhan beri P. Indra yang berani sewa mobil, mengendarainya dan menemani saya explore negara yang baru pertama kali kami kunjungi. Jarang yang berani dan Tuhan beri yang pas untuk saya.

Kecenderungan manusia, suka membandingkan kekurangan pasangan kita dengan kelebihan pasangan orang lain. Tetapi lupa membandingkan kelebihan pasangan kita dengan kekurangan pasangan orang lain!

Masalahnya, kita diberi Tuhan pasangan berupa paket: ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing :-). Gak ada yang isinya bagus semua. Tidak ada pasangan sempurna, karena kita juga tidak sempurna.

Greg Mohr bercerita, ada seorang wanita yang luar biasa berbakat di bidang hospitality. Ketika diadakan seminar, wanita ini memasak makanan yang sangat enak untuk semua peserta dan mengatur dengan sangat excellent.


Masalahnya, melayani di bidang hospitality tidak dilihat orang. Di belakang layar. Sehingga wanita ini bersiteguh ingin mengajar. Ketika Greg Mohr memberinya kesempatan, ternyata merangkai 3 kalimat secara runut saja tidak bisa…

Bukankah kita juga kerap tergoda ingin menjadi seperti orang lain? Ingin dilihat dan dihargai orang lain?
Sesungguhnya Tuhan memberi setiap orang bakat dan peran yang unik. Tidak tergantikan. Kita sendiri juga menderita saat berusaha menjadi orang lain. Be yourself lebih mudah dikatakan daripada dijalani. Butuh kepribadian kuat dan keyakinan teguh, siapa diri kita sesungguhnya sesuai rancangan Tuhan.

Andrew Wommack bersaksi, dia bersyukur tidak punya banyak talenta, sehingga dia bisa fokus mengembangkan talenta yang dimilikinya dan menjadi tajam serta berbeda di bidangnya. Outstanding. Orang yang banyak talentanya cenderung tidak fokus.

Kuncinya, hidup dekat dengan Tuhan dan gali firman-Nya. Tidak perlu mencari-cari cara supaya segera mencapai goal kita. Sebaliknya pertajam diri di bidang talenta kita, lalu amati ke mana Tuhan memimpin.

Bagaimana kalau tidak ada arahan dari Tuhan?
Artinya kita belum cukup matang. Lakukan saja Pekerjaan Rumah (PR) kita dengan tekun dan setia. Ketika tiba waktunya, Tuhan akan membukakan pintu yang harus kita lalui.
Promosi datang dari Tuhan. Tidak perlu memanipulasi, membuat image tertentu agar dianggap orang lain pribadi tertentu, yang sesungguhnya bukan diri kita yang sebenarnya.

Dan jalan Tuhan senantiasa lebih baik daripada jalan yang kita rancangkan. Kita akan dibuat-Nya terpukau sehingga saat kesuksesan tiba, kita sadar, ini anugerah Tuhan, bukan kehebatan kita sendiri.
Kita tidak sombong dan Nama Tuhan Dipermuliakan!

Kagumi rumput di halaman sendiri… Jadikan rumput yang paling cantik dan subur. Tidak perlu sibuk mengamati rumput tetangga. Run your own race!

May we rest in God’s strength and provision instead of letting the pressures of the world steal our confidence in God – Roxanne Robbins.

Biarlah kita bersandar akan kekuatan dan penyediaan Tuhan daripada membiarkan tekanan dunia ini mencuri keyakinan kita dalam Tuhan – Roxanne Robbins.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Karunia Firman Kehidupan.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Karunia Firman Kehidupan.”

Hadiah terpenting dan paling berkuasa, yang dapat kita berikan kepada seseorang adalah Firman Kehidupan.
Firman menjadi daging (Yesus) datang ke dunia, untuk menunjukkan kasih Tuhan kepada dunia.
Firman, Yesus, datang dengan misi memberikan firman Tuhan kepada murid-murid-Nya yang kemudian akan mereka bawa ke dunia.

“Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka.”
Yohanes 17:8 (TB).

Yesus menyadari bahwa perkataan-Nya akan memecah belah manusia. Firman-Nya memisahkan antara terang dan gelap.

“Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.”
Yohanes 17:14 (TB).

Semua yang mendengar dan menerima perkataan-Nya menerima hidup-Nya.

“Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.”
Yohanes 6:63 (TB).

Semua orang yang menerima kata-kata kebenaran-Nya dibebaskan dari kerusakan dan perbudakan dunia.

“Firman-Mu adalah kebenaran.”
Yohanes 17:17 (TB).

“Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”
Yohanes 8:32 (TB).

Firman Tuhan membawa sifat-Nya, Kuasa-Nya, otoritas-Nya, kasih-Nya, anugerah-Nya, kesembuhan-Nya, penyediaan-Nya dan tujuan-Nya bagi hidup kita. Firman-Nya adalah Roh dan hidup! Hanya hati yang keras yang bisa menghentikan kemenangan dibawa oleh firman Tuhan.

Beri seseorang hadiah hari ini.
Berikan firman kehidupan dan kebenaran.
Ucapkan kata-kata kehidupan yang mengungkapkan kasih-Nya kepada orang lain.

[Repost ; “The Gift of Words”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

Read More
Articles

Rest In The Quiet Confidence Of God Goodness.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Rest In The Quiet Confidence Of God Goodness

Menjelang permerintahan Donald Trumph di Amerika berakhir, kekerasan terhadap orang-orang Asia merebak di berbagai kota di US.
Michelle kuliah di Babson College, di Kota Boston.
Sebagai orangtua, saat keadaan negaga di mana putri kita tinggal kurang kondusif, tentu membuat perasaan tidak nyaman.
Apalagi di grup WA para ortu murid-murid Babson, banyak post yang memberitakan berbagai kekerasan terhadap orang-orang Asia.

Para orangtua berpesan kepada anak-anaknya, kalau pergi rame-rame saja. Kalau tidak perlu, gak usah pergi-pergi. Belum lagi masalah pandemi Covid. Untunglah Boston termasuk yang rendah pengaruh Covidnya dibandingkan bagian negara lainnya.

Galau… Sesuatu yang sangat normal dalam situasi seperti ini.
Dalam keadaan demikian, sungguh pengenalan akan Tuhan sangat menolong.

Casting all your worries on him, because he cares for you.

Serahkan semua kekhawatiranmu kepada-Nya, karena Dia yang memeliharamu.

Ya sudah, saya serahkan semuanya kepada Tuhan. Menolak galau.

“Ga ada apa-apa di sini koq Ma… Semua baik-baik saja seperti biasa,” ujar Michelle menghibur saya.

Menjelang graduation, Michelle minta ijin ingin ke Florida dan New Jersey, liburan ke rumah sahabat-sahabatnya.
Oh…
P. Indra dan saya sempat ragu.

“Kapan lagi Ma… Mumpung masih di US, ingin main ke rumah teman. Nanti di airport dijemput papa mama temanku koq,” bujuk Michelle.

Bagaimana ya?
Ingatan saya melayang ketika bom meletus di Boston. Seminggu kemudian bertepatan dengan graduation Christian, kakak Michelle. Tetapi situasi di Boston ternyata baik-baik saja saat kami tiba beberapa hari sesudah bom.

Waktu Badai Taifun besar terjadi di Jepang, kami bersama grup Kosayu 76 baru saja mendarat di Kyoto. Berita-berita sungguh mengerikan hingga anak-anak bilang,
“Pulang saja Ma, secepatnya… Beritanya serem.”

Padahal kami yang di Jepang baik-baik saja  bahkan berhasil menyelesaikan acara yang direncanakan sampai tuntas.
Kerap berita di Televisi jauh lebih heboh dari faktanya.

Belajar dari pengalaman ini, kami mengijinkan Michelle berlibur.
Pokoknya bawa dalam doa dan serahkan Tuhan.
Hati kami damai koq…
Damai sejahtera adalah tanda bahwa Tuhan berkenan.

Betul juga. Liburan Michelle baik di Florida mau pun New Jersey berlangsung lancar.
Michelle jalan-jalan ke New York juga. Padahal dalam berita-berita di sosmed, banyak kekerasan terjadi di New York.
Puji Tuhan…

Saya menyadari, Tuhan meluputkan Michelle dari pengalaman buruk dan melindunginya. Tidak sekali pun Michelle mengalami atau bahkan melihat hal-hal buruk terjadi di Amerika.
Tidak hanya kekerasan terhadap Orang Asia, bahkan Covid pun dijauhkan, meski berita-berita tentang Covid dan banyaknya kematian terjadi di US.
Tuhan baik!

Tiba waktunya Michelle pulang ke Indonesia. Saya sempat tanya teman yang punya  travel agent, asal bawa hasil SWAB Negatif, tamunya dari Hongkong gak perlu karantina.
Ditambah kesibukan selama Mission Trip, saya merasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kurang teliti dalam mencari info.

Kami tiba di Soekarno-Hatta airport terminal 3. Saat bertanya tempat penjemputannya pada petugas,
“Kan harus langsung karantina bu…”

Deg…. Duh bagaimana?
Semoga Michelle ga usah karantina.

Begitu sampai ruang tunggu kedatangan luar negeri, ada seorang ibu dengan putrinya sedang menjemput pula.
Saya bertanya kepada beliau, Bu Lina, namanya, ternyata dia sudah booking hotel untuk karantina putranya yang pulang dari Seattle.
Oh …

” Kalau tidak ada bookingan hotel, langsung dibawa ke Wisma Atlet,” ujarnya.

Duh, meski konon towernya berbeda dengan tower para penderita Covid, dengar nama Wisma Atlet sudah ngeri duluan. 🙁

Saya bertanya nama hotelnya dan mencoba cari info.  Ternyata ada list hotelnya. Bu Lina menelpon teman putranya, mencarikan info hotel yang terdekat dari BSD.
Chat dari Michelle masuk. Sudah landing dan sedang isi form…. Waktu makin sempit nich!

Waduh… Waktunya mepet. Saya tengah mencoba menghubungi hotel yang dekat dengan BSD, ketika suami B. Lina datang, diikuti seorang pria muda.

“Ini mas yang dari Hotel Harris Suites Puri Mansion. Anak saya karantina di sana,” kata suami B. Lina. Rupanya beliau dengan sigap mencarikan solusi praktis.

Segera menghampiri Si Mas itu dan saya melihat daftar harga serta mendapatkan penjelasan fasilitasnya. Karantina 6 hari 5 malam. Harga paket termasuk test SWAB 2 kali, makan 3x perhari dan laundry 5 potong baju setiap harinya.
Saya segera menyetujuinya.
Dengan bergegas saya chat menginfokan kepada Michelle, bilang petugas ya… karantina di hotel.
Foto paspor diforward dan beres!
Yeeaaayyyyy….

Tuhan baik dan sangat baik…
Kembali saya membuktikan kebenaran janji-Nya:

I will answer them before they even call to me.
    While they are still talking about their needs,
    I will go ahead and answer their prayers!

Aku akan menjawabnya bahkan sebelum mereka memanggilku.
Sementara mereka masih membicarakan kebutuhan mereka,
Aku akan menjawab doa mereka!

Agak lama menunggu, Michelle keluar dengan membawa bagasi. Paspor diminta oleh pihak hotel. Akan dikembalikan saat karantina berakhir, disertai Clearance Letter.

Sebagian bagasi saya bawa ke rumah, dan Michelle hanya membawa 1 kopor plus backpack laptopnya.
Saya berpikir, Michelle akan dikumpulkan dengan penumpang lain yang hendak ke hotel.
Ternyata tidak. Begitu Michelle masuk, mobil segera berangkat mengantarnya ke hotel.

Pengalaman ini mengajarkan saya, hidup gak usah dibikin berat, stres dsb.
Bahkan ketika saya kurang persiapan pun, Tuhan sudah menyiapkan solusinya.
Disiapkannya B. Lina dan keluarganya menjadi ‘malaikat’ yang menjawab kebutuhan tepat pada waktunya. Thanks B. Lina & fam untuk pertolongannya.

Sekarang saya mengalami apa yang disebut-sebut dalam berbagai buku orang-orang bijak yang memiliki hubungan yang karib dengan Tuhan: 
Rest In The Quiet Confidence Of God Goodness.
Beristirahatlah Dengan Penuh Keyakinan Akan Kebaikan Tuhan.

Thank you Lord!

There is something about believing God that will cause Him to pass over a million people to get you – Smith Wigglesworth

Ada sesuatu tentang mempercayai Tuhan, yang akan menyebabkan Dia melewati lebih dari satu juta orang, hanya untuk mendapatkan kita – Smith Wigglesworth.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Iman dan Cinta.”

Gospel Truth’s Cakes
*Yenny Indra*

“Iman dan Cinta.”

Saat berjalan dalam kasih, kita menunjukkan sifat Tuhan kepada orang lain.  Ketika berjalan dengan iman, kita menunjukkan kehendak-Nya. Jenis iman yang menyenangkan Tuhan, bekerja dengan kasih! (Gal. 5:6).

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Yohanes 3:16 (TB).

Kasih Allah diberikan kepada dunia melalui Yesus agar manusia bisa beriman kepada-Nya. Kasih memberi dan kasih juga mengampuni. Saat berjalan dalam kasih, kita juga memberi dan mengampuni. Kasih Allah memotivasi kita untuk menjangkau dunia sehingga orang lain bisa percaya dan menerima kasih itu.

“Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.
1 Yohanes 5:4 (TB).

Iman mengatasi kerusakan dunia sehingga kasih-Nya dapat ditunjukkan kepada yang terhilang. Iman adalah mata uang surga. Metode ilahi-Nya untuk menjangkau dunia dengan kasih-Nya dan merealisasikan kehendak-Nya.
Kasih ingin menyembuhkan. Iman yang membuatnya terjadi. Kasih ingin memberi kelepasan. Iman yang memberikan kemerdekaan.
Kasih ingin menyelamatkan. Dengan iman keselamatan diterima.

“Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita ….”
Efesus 5:1-2 (TB).

Mereka yang memiliki iman sejati adalah mereka yang mengenal kasih Allah. Jika iman kita nampak lemah, periksalah pemahaman dan pewahyuan kita tentang kasih Allah kepada kita dan dunia.

[Repost ; “Faith and Love”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra]

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
*MPOIN PLUS & PIPAKU*
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

Read More
Articles

“Oleh Iman, Bukan Penglihatan.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Oleh Iman, Bukan Penglihatan.”

Bagi mereka yang memiliki anjing yang terlatih, perintah sederhana menghasilkan kepatuhan instan. Anjing dapat memahami perintah verbal, isyarat tangan, dan bahkan bahasa tubuh bahkan perubahan nada dalam suara. Pemilik anjing yang terlatih memiliki keyakinan bahwa perintahnya akan ditaati. Dalam berbagai kasus, bahkan dia tidak perlu melihat kepatuhan si anjing. Dia tahu pasti, anjing itu akan melaksanakan perintahnya.

Namun, pemilik yang sama saat menghadapi anjing milik orang lain, dia mungkin memberikan perintah dan sinyal yang sama tetapi hanya bisa menilai hasilnya dari apa yang dilihatnya kemudian. Dengan anjing yang bukan miliknya, dia harus berjalan dengan melihat. Anjing itu bisa saja patuh tetapi mungkin saja tidak patuh sama sekali. Tidak ada jaminan yang bisa dipegangnya, karena tidak ada hubungan di antara mereka. Selain hubungan, tidak ada otoritas yang sudah terbentuk.

“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”
Ibrani 11:1 (TB).

Iman merupakan bukti dari hal-hal yang tidak terlihat. Dengan adanya hubungan dan otoritas yang sudah terjalin, kita dapat memastikan memperoleh apa yang tidak kita lihat.
Instruksi kepada seorang anak remaja agar memotong pekarangan sementara orang tuanya pergi, haruslah mendapatkan pekarangan yang sudah dipangkas pada saat orang tuanya kembali. Jika hubungannya kuat dan otoritas dengan orang tua telah terjalin dengan baik, maka hasilnya tidak perlu dikhawatirkan. Dalam pikiran orang tuanya, pekarangan pasti dipangkas, begitu instruksi diberikan pada anaknya.

Dengan cara yang sama, iman kita dalam perjalanan kita dengan Tuhan didasari pada hubungan kita dengan-Nya dan pemahaman kita tentang otoritas yang telah didelegasikan Tuhan bagi kita. Tuhan telah memberi kita otoritas atas penyakit, emosi, perkataan, pikiran dan tindakan kita yang berada dalam lingkup pengaruh kita. Kita diciptakan untuk memiliki kekuasaan di bumi. Kita harus mampu berjalan dengan iman, bukan melihat, memanggil hal-hal yang tidak ada saat ini, seolah-olah sudah ada.

Hendaknya kita tahu, di dalam dunia Roh, perkataan kita memiliki wewenang atau kuasa. Iblis gemetar, penyakit diremukkan, maka hal-hal baik melingkupi serta berkat mengejar kita! Tetapi jika kita tidak yakin siapa diri kita di dalam Kristus, maka kita akan terus menerus berjalan dalam penglihatan. Kita akan diombang-ambingkan oleh keadaan, perasaan serta keraguan kita sendiri. Kita mungkin saja mencoba mempengaruhi hal-hal yang datang untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan, tetapi kita hanya tahu hasilnya dengan melihatnya. Hidup seperti itu, ibarat hidup dengan anjing besar yang tidak kita kenal.
(Note: bukan anjing peliharaan kita sendiri).

Iman dimulai dengan membangun hubungan dengan Tuhan. Hubungan akan membangun otoritas kita di dalam Kristus. Seperti sang Perwira, kita bisa berkata,
“Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”
Matius 8:9 (TB).

[Repost ; “By Faith, Not Sight”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra]

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

Read More
1 234 235 236 237 238 404