Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Hal-hal Yang tidak bisa Tuhan lakukan.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Hal-hal Yang tidak bisa Tuhan lakukan.”

Kita sering mendengar orang berkata, “Yah, kamu tahu Tuhan bisa melakukan apa saja.”
Biasanya dikatakan sebagai tanggapan atas beberapa malapetaka dalam hidup yang ‘seolah’ Tuhan tidak mau campur tangan. Artinya jelas; “Jika Tuhan dapat melakukan apa saja dan Dia tidak terlibat dalam situasi yang kita alami, itu dikarenakan Dia memiliki tujuan yang lebih besar dan ada tujuan misterius dalam kehilangan yang kita alami.”

Apakah Tuhan kurang tertarik, yang menjadi masalah yang sesungguhnya?
Apakah ada tujuan misterius di balik penderitaan kita ?
Mengapa Dia berkata, “Umat-Ku binasa karena kurangnya pengetahuan”? (Hosea 4:6)

Pertimbangkan apa yang Tuhan tidak bisa lakukan:
Tuhan tidak dapat berdusta:
“Allah tidak mungkin berdusta” (Ibr. 6:17-18)
Tuhan tidak dapat menyangkal diri-Nya:
“Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya sendiri.” (2 Tim. 2:11-13)
Allah tidak dapat dicobai dengan kejahatan:
“Allah tidak dapat dicobai oleh kejahatan” (Yak. 1:13)
Tuhan tidak dapat mencobai siapa pun:
“Dia sendiri tidak mencobai siapa pun.” (Yak. 1:13)

Tidak diragukan lagi kita bisa menemukan lebih banyak contoh. Intinya, Tuhan telah menyatakan dan menetapkan bagaimana manusia harus berinteraksi dengan-Nya dan dengan lingkungannya.
[Note: Tuhan telah menetapkan hukum-hukum-Nya, termasuk hukum alam yang berlaku untuk siapa saja. Kita harus mengikuti rambu-rambu yang telah ditetapkan-Nya, untuk berhubungan dengan Tuhan mau pun mendapatkan jawaban doa.]

Kasih karunia-Nya telah memperlengkapi kita agar kita bisa menjadi lebih dari pemenang.
Kita memiliki perjanjian-Nya,
darah-Nya,
Nama-Nya,
Roh-Nya,
perlengkapan senjata-Nya,
janji-janji-Nya,
kunci kerajaan-Nya,
wewenang untuk mengikat dan melepaskan,
iman-Nya dan Firman-Nya.
Hingga kita nyaris kewalahan dengan banyaknya penyediaan-Nya! Dan di atas semua itu, Dia telah memilih kita untuk hidup DI DALAM kita! (Yohanes 14:23).
[Note: Tuhan dengan segala kuasa -Nya berada di dalam roh kita]

Tuhan tidak dapat berbohong dan Dia tidak dapat menyangkal apa yang telah Dia tetapkan. Dia tidak akan tergoda untuk melanggar Firman-Nya atau Dia tidak akan mencobai mau pun menguji kita dengan kejahatan!
Dan kejahatan itu termasuk penyakit (Kisah Para Rasul 10:38, Lukas 6:6-11).
Dia ingin kita memerintah dalam hidup (Rom. 5:17).
Tapi Dia tidak akan melakukannya untuk kita.
Dia tidak bisa.
Dia telah memberi kita kekuasaan di bumi ini (Kej. 1:26-28, Maz. 8:3-6).
[Note: Kita telah diberi kuasa/otoritas oleh Tuhan untuk mengalahkan musuh. Kita yang harus melakukannya! Bukan minta atau bahkan menyuruh Tuhan (melalui doa) untuk melakukannya.]

Inilah saatnya untuk percaya kepada-Nya, berdiri dan berjalan dalam tujuan-Nya. Kita bisa melakukannya! Tuhan tidak bisa berbohong.

“Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”
Markus 9:23 (TB).

[Repost ; “Things God cannot do”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra]]

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

Read More
Articles

Apakah Hidup Kita Dibentuk oleh Ketakutan?

Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apakah Hidup Kita Dibentuk oleh Ketakutan?”

“Dengan cara itu Ia membebaskan orang-orang yang seumur hidup diperbudak karena takut kepada kematian.”
Ibrani 2:15 (BIMK).

Berapa banyak dari kehidupan kita yang telah dibentuk oleh rasa takut?
Ketakutan akan kematian, penyakit, tragedi, penolakan, dan kegagalan adalah tekanan yang kuat yang dapat mendominasi pikiran kita serta mencuri impian kita.
Ketakutan lainnya, seperti takut berbicara di depan umum, takut kemungkinan terkena penyakit, takut berada di tempat ketinggian, takut terbang (naik pesawat), takut tidur dalam kegelapan atau takut tidak memiliki cukup uang, dapat terus menerus membentuk kehidupan kita. Bahkan banyak diantara kita, mungkin saja tidak menyadari betapa kita telah membiarkan rasa takut membentuk dan membatasi diri kita sendiri.

Ketakutan merupakan reaksi awal Adam dan Hawa terhadap rasa bersalah yang mereka rasakan setelah berbuat dosa. Ketakutan itu kekuatan dominan dari jiwa manusia yang sudah jatuh dalam dosa.
Ketakutan merupakan produk yang paling efektif yang dijual oleh dunia. Berita-berita begitu berhasil mengeksploitasi rasa takut. Industri hiburan memperbesar ketakutan manusia melalui berbagai film dan pertunjukannya. Banyak keputusan-keputusan kita dalam hidup, yang kemungkinan besar dipengaruhi karena mempertimbangkan ketakutan yang telah ditaburkan ke dalam diri kita bahkan meski kita mengaku sebagai orang Kristen. Siksaan ketakutan merupakan diktator yang mengerikan!

“Orang yang menikmati kasih Allah, tidak mengenal perasaan takut; sebab kasih yang sempurna melenyapkan segala perasaan takut. Jadi nyatalah bahwa orang belum menikmati kasih Allah dengan sempurna kalau orang itu takut menghadapi Hari Pengadilan.”
1 Yohanes 4:18 (BIMK).

Ketika meluangkan waktu untuk merenungkan kekuatan ketakutan, kita mulai memahami mengapa kita sering kehilangan yang terbaik dari Tuhan dalam kehidupan kita. Apakah mungkin hidup bebas dari rasa takut?
Dapatkah kita benar-benar mengalami kehidupan yang berkelimpahan, sukacita dan kedamaian di dunia yang sudah jatuh dalam dosa?
Saya percaya bahwa jawabannya adalah YA.
Kasih-Nya telah tercurah di dalam hati kita dan potensi untuk hidup bebas dari ketakutan ada di dalam diri kita. Dia tidak memberi kita roh ketakutan tetapi roh yang membangkitkan kuasa, kasih dan pikiran yang dipenuhi damai sejahtera.

Mendapatkan pewahyuan sejati akan kasih Tuhan, satu-satunya hal yang dapat melepaskan cengkeraman rasa takut dari dalam kehidupan kita. Perlu merenungkan kasih-Nya siang dan malam sampai pikiran dan hati kita diperbaharui dan diubahkan hingga menjadi identitas sejati kita di dalam Kristus. Kasih-Nya akan membebaskan kita. Semakin kita mengenal kasih-Nya, semakin kita mengenali semua ketakutan yang telah mengikat diri kita, maka kita akan bebas sekali, untuk selamanya.

“Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.”
Mazmur 34:4 (TB).

[Repost ; “Have You Been Shaped by Fear?”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra]

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

Read More
Articles

Apakah Hidup Kita Dibentuk oleh Ketakutan?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apakah Hidup Kita Dibentuk oleh Ketakutan?”

“Dengan cara itu Ia membebaskan orang-orang yang seumur hidup diperbudak karena takut kepada kematian.”
Ibrani 2:15 (BIMK).

Berapa banyak dari kehidupan kita yang telah dibentuk oleh rasa takut?
Ketakutan akan kematian, penyakit, tragedi, penolakan, dan kegagalan adalah tekanan yang kuat yang dapat mendominasi pikiran kita serta mencuri impian kita.
Ketakutan lainnya, seperti takut berbicara di depan umum, takut kemungkinan terkena penyakit, takut berada di tempat ketinggian, takut terbang (naik pesawat), takut tidur dalam kegelapan atau takut tidak memiliki cukup uang, dapat terus menerus membentuk kehidupan kita. Bahkan banyak diantara kita, mungkin saja tidak menyadari betapa kita telah membiarkan rasa takut membentuk dan membatasi diri kita sendiri.

Ketakutan merupakan reaksi awal Adam dan Hawa terhadap rasa bersalah yang mereka rasakan setelah berbuat dosa. Ketakutan itu kekuatan dominan dari jiwa manusia yang sudah jatuh dalam dosa.
Ketakutan merupakan produk yang paling efektif yang dijual oleh dunia. Berita-berita begitu berhasil mengeksploitasi rasa takut. Industri hiburan memperbesar ketakutan manusia melalui berbagai film dan pertunjukannya. Banyak keputusan-keputusan kita dalam hidup, yang kemungkinan besar dipengaruhi karena mempertimbangkan ketakutan yang telah ditaburkan ke dalam diri kita bahkan meski kita mengaku sebagai orang Kristen. Siksaan ketakutan merupakan diktator yang mengerikan!

“Orang yang menikmati kasih Allah, tidak mengenal perasaan takut; sebab kasih yang sempurna melenyapkan segala perasaan takut. Jadi nyatalah bahwa orang belum menikmati kasih Allah dengan sempurna kalau orang itu takut menghadapi Hari Pengadilan.”
1 Yohanes 4:18 (BIMK).

Ketika meluangkan waktu untuk merenungkan kekuatan ketakutan, kita mulai memahami mengapa kita sering kehilangan yang terbaik dari Tuhan dalam kehidupan kita. Apakah mungkin hidup bebas dari rasa takut?
Dapatkah kita benar-benar mengalami kehidupan yang berkelimpahan, sukacita dan kedamaian di dunia yang sudah jatuh dalam dosa?
Saya percaya bahwa jawabannya adalah YA.
Kasih-Nya telah tercurah di dalam hati kita dan potensi untuk hidup bebas dari ketakutan ada di dalam diri kita. Dia tidak memberi kita roh ketakutan tetapi roh yang membangkitkan kuasa, kasih dan pikiran yang dipenuhi damai sejahtera.

Mendapatkan pewahyuan sejati akan kasih Tuhan, satu-satunya hal yang dapat melepaskan cengkeraman rasa takut dari dalam kehidupan kita. Perlu merenungkan kasih-Nya siang dan malam sampai pikiran dan hati kita diperbaharui dan diubahkan hingga menjadi identitas sejati kita di dalam Kristus. Kasih-Nya akan membebaskan kita. Semakin kita mengenal kasih-Nya, semakin kita mengenali semua ketakutan yang telah mengikat diri kita, maka kita akan bebas sekali, untuk selamanya.

“Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.”
Mazmur 34:4 (TB).

[Repost ; “Have You Been Shaped by Fear?”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra]

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

Read More
Articles

Apa Yang Kita Wariskan Bagi Generasi Mendatang?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apa Yang Kita Wariskan Bagi Generasi Mendatang?

“Setiap orang adalah pemimpin.”

“Tapi saya bukan siapa-siapa dan tidak punya jabatan apa-apa.”

Ini yang dipikirkan orang pada umumnya.
Pemimpin adalah pengaruh.
Mungkin saja kita tidak punya jabatan apa-apa, tetapi kalau kita mempengaruhi 1 orang saja, mungkin melalui kata-kata, sikap mau pun keteladanan kita, maka kita adalah seorang pemimpin. Setidaknya kita bisa mempengaruhi keluarga kita.
Dan banyak yang tidak menyadarinya, termasuk saya …

Orang-orang melihat kita, lebih dari yang kita sadari. Termasuk saat kita lepas kendali, emosi & marah….
Mungkin orang yang melihat kita, berkata dalam hatinya, “Lho katanya beribadah, duta Allah, koq sikapnya seperti itu ya?”
Tidak sinkron dengan branding sebagai anak Tuhan.

Bahkan saya dihadapkan dengan pertanyaan yang sungguh menempelak,
“Apakah saat berjumpa dengan saya, orang lain bisa melihat karakter Allah ada di dalam saya?”

Bagaimana dengan tulisan saya?
Post komentar saya di sosmed atau foto/video yang saya unggah, apakah mempermuliakan nama Tuhan?

Begitu banyak orang yang tidak menyadari, saat kita membuka mulut, itulah gambaran siapa diri kita.
Untuk jaman now, membuka mulut termasuk didalamnya komentar kita, postingan, foto dan video yang kita unggah di sosmed.

“Si ….. Nama belakangnya menunjukkan dia berasal dari keluarga terpandang yang terkenal di seantero negeri ini, overseas grad pula, kaya, cantik, tapi koq yang di post berita-berita covid yang menakutkan, gosip-gosip yang tidak jelas, video yang tidak berkelas sama sekali….tidak bermutu..,” seorang teman terheran-heran.
Kerap asal re-post tanpa di check ulang kebenarannya pula.
Sangat mengganggu!

Tentunya saat posting sesuatu, apalagi di sosmed, yang menjadi konsumsi publik, ada tujuannya.
Tujuan apa yang hendak dicapai?
Apakah orang yang melihatnya menjadi lebih baik atau sebaliknya?
Sebagai duta-duta Allah, yang di post bukan sekedar sensasi bukan? Biar asal nge-top melalui hal-hal yang negatif.
Nama Tuhan lho yang dipertaruhkan! Jika saja kita menyadarinya….

Apa yang kita tampilkan, sadar atau tidak, itu gambaran apa yang tersimpan di dalam hati kita. Dan ‘iklan terselubung’ yang menunjukkan siapa kita yang sesungguhnya.

Wow…. Wow…. Wow….
“Kamu adalah buku yang terbuka. Orang lain tidak bisa melihat Allah dengan kasat mata, tetapi bisa dengan gamblang melihat dirimu,  duta-duta-Nya,” kata sang bijak.

Andrew Wommack mengingatkan, kita seharusnya menerima peran kita sebagai pemimpin dengan penuh kesadaran sehingga kita tidak melewatkan kesempatan untuk mempengaruhi orang lain dengan hal-hal yang baik dan memuliakan Tuhan.

Berulangkali saya melihat Cupang Kebaikan di Instagram ‘adik angkat’ saya, Tommy Wong.

“Tom, apa sich Cupang kebaikan itu?”

“Itu Donasi Kebaikan Cici…Tempo hari sama Bang Andy F Noya pasang kaki palsu. Malam ini, buat Renovasi Panti Jompo Sragen yang sudah lapuk dan memprihatinkan.”

Nach, ini baru pemimpin sejati yang mempengaruhi banyak orang dengan kebaikan.  Memanfaatkan sosmed dengan bijak, menjawab kebutuhan orang yang membutuhkan. Menciptakan solusi.

Tommy dan Bang Andy F Noya melakukannya begitu saja, tanpa pamrih. Tetapi tanpa disadari, mereka sedang membangun legacy. Warisan yang abadi.

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama, demikian kata pepatah.

Hidup berjalan terus tanpa kita sadari. Setiap hari kita sedang menggoreskan lukisan:
saat meninggal nanti, kita akan dikenang sebagai siapa?

Old age with wisdom will crown you with dignity and honor, for it takes a lifetime of righteousness to acquire it.

Usia tua disertai hikmat akan memahkotai kita dengan martabat dan kehormatan, karena dibutuhkan kebenaran seumur hidup untuk mendapatkannya.

Inilah nasihat Raja Sulaiman bagi setiap kita.
Jangan sia-siakan waktu dan kesempatan untuk hal-hal yang sia-sia. Martabat dan kehormatan itu diciptakan dengan konsisten.
Manfaatkan setiap kesempatan untuk mempengaruhi orang lain dengan kebaikan dan membangun warisan yang abadi.

Raja Daud berkata, “Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti.”
Apakah kita termasuk bilangan orang benar, yang memudahkan hidup anak cucu kita?

Mengapa ini penting?
Saya selalu terinspirasi dengan kisah yang diceritakan Joel Osteen tentang ayahnya, John Osteen.

John lahir dari keluarga miskin, petani kapas. Mereka minum susu yang separuhnya dicampur air. Saat John Osteen mengenal Tuhan, dia membaca janji-janji-Nya.
Hidup penuh kekurangan bukanlah kehendak Tuhan..

John memilih pergi meninggalkan kampung halamannya. Seluruh keluarga membujuknya agar tetap tinggal di sana. Itulah tempat yang mereka kenal dan cara hidup yang mereka ketahui.

John bergeming dan memilih merantau. Karena ada John Osteen, maka garis kemiskinan dalam beberapa generasi Osteen, diputuskan.
John menyadari dia memiliki DNA Allah yang penuh kemenangan, kemakmuran, kelimpahan dan kesehatan.

Lisa Osteen, putri John, lahir dengan penyakit cerebal palsy, sembuh secara supernatural karena John memahami kuasa yang Allah berikan.

Lakewood Church menjadi gereja terbesar di Amerika, dan Joel selalu berkata bahwa ayahnya yang menabur benih, dan Joel yang menuai buah berbagai kemudahan serta kesuksesan.
Sungguh kisah yang sangat menginspirasi dan menggetarkan hati.

Itulah tujuan Tuhan menciptakan setiap kita.
Saya pun ingin meninggalkan warisan yang berharga.

“Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya,” kata Raja Sulaiman.

“Aku akan membiarkan dia tetap menjadi raja seumur hidupnya, oleh karena hamba-Ku Daud yang telah Kupilih dan yang tetap mengikuti segala perintah dan ketetapan-Ku”, kata Tuhan.
Karena Tuhan mengingat ketaatan Daud, keturunannya diluputkan.

Dan satu lagi, pemimpin yang sukses adalah pemimpin  yang menghasilkan pemimpin yang lebih baik daripada dirinya.

Bagaimana dengan Anda?

Legacy is not what I did for myself. It’s what I’m doing for the next generation.-Vitor Belfort.

Warisan bukanlah apa yang saya lakukan untuk diri saya sendiri. Melainkan apa yang saya lakukan untuk generasi berikutnya.-Vitor Belfort.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Di Mana Kita Mencari Kunci Yang Hilang?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Di Mana Kita Mencari Kunci Yang Hilang?

Saya mendengar kisah yang menggelitik.
Ada seorang pria yang kehilangan kunci mobil di rumahnya.
Hari sudah mulai magrib. Dan listrik di rumahnya mati.
Dia mencoba mengingat-ingat dan mencari si kunci. Makin lama makin gelap… tidak juga ketemu.
Lalu dia memandang ke luar jendela…
Bukankah di luar lebih terang?
Mengapa tidak mencarinya di luar saja?
Maka keluarlah sang pria ini mencari kunci mobilnya di luar rumah.
Padahal kunci mobilnya hilang di dalam rumah.
Kita menertawakannya….
Tetapi sesungguhnya, kita kerap melakukan hal yang sama.
Masa?

Dalam hidup banyak permasalahan yang terjadi karena masalahnya ada di dalam diri kita sendiri, tetapi kita sibuk mencari solusi di luar.

“Bu, saya merasa takut dan tidak beriman. Ketakutan mencekam dan berbagai symptom meneror… Padahal saya sudah membaca berbagai buku dan mengikuti berbagai saran.”

Kapan ketakutan hilang? Saat kita memahami besarnya kasih Allah.
Kalau menerapkan berbagai teori dan saran tidak berhasil,  cobalah duduk diam berdoa, baca firman dengan sikap hati menantikan -Nya karena ingin mendengar arahan-Nya.

Surrender your anxiety! Be silent and stop your striving and you will see that I am God.

Serahkan kecemasanmu!  Diam dan hentikan segala usahamu dan kamu akan melihat bahwa Akulah Tuhan.

Benih atau biji itu ciptaan Tuhan. Di dalamnya terdapat potensi kehidupan. Benih yang ditabur di tanah, akan bertumbuh.

Bisakah manusia menciptakan benih? Bisa.
Jagung buatan misalnya. Warnanya persis seperti biji jagung asli. Rasanya juga. Tetapi ketika ditabur di tanah, tidak bisa hidup.
Mengapa?
Karena biji buatan tidak mengandung kehidupan.
Hanya biji/benih ciptaan Tuhan yang mengandung kehidupan.

Andrew Wommack mengajarkan hal yang sederhana, tetapi menusuk hati saya serta menempelak.

Kunci kesuksesan, kesembuhan, kemakmuran, kepandaian atau hikmat, adalah firman Tuhan. Karena firman itu adalah Allah sendiri, Sang Kehidupan yang sejati.
Ketika kita menyimpan firman-Nya seperti menabur benih, dan merenungkannya, maka dengan sendirinya benih itu akan bertumbuh dan berbuah. Tinggal tunggu waktunya, kita pasti akan panen.

Andrew bersaksi dari bukan siapa-siapa, sekarang dia dikenal di seantero dunia. Mengenal dan dikenal orang-orang penting, bahkan tokoh-tokoh penting dari politik serta sosial, dari berbagai negara.
Dan semua itu diperolehnya, bukan karena dia melakukan strategi-strategi khusus, melainkan karena Andrew fokus menabur benih firman Tuhan dalam hatinya serta merenungkannya.
Tuhan membukakan pintu-pintu kesempatan yang tidak terpikirkan. Satu demi satu, kesuksesan dan promosi datang bertubi-tubi.

“Saat Anda menabur firman dan merenungkannya, seketika itu juga terjadi perubahan dalam hidup Anda, meski Anda tidak melihatnya secara kasat mata,” jelas Andrew, “Ingin sembuh? Tabur firman kesembuhan. Ingin makmur? Tabur firman tentang kemakmuran. Benih itu tidak bisa menipu. Biji mangga akan berbuah mangga. Biji tomat akan menghasilkan buah tomat.”

Ini proses alami yang terjadi dalam kehidupan. Penting dicatat: semua membutuhkan waktu dan proses. Antara benih ditabur dan panen, butuh waktu serta proses.
Dalam hal ini kita semua paham dan bisa menerima.
Tetapi jika berhubungan dengan kehidupan, kebanyakan orang tidak mengerti. Termasuk saya.

Banyak yang ingin instan.
Seperti kisah kunci mobil yang hilang, permasalahannya ada di dalam, kita  perlu perubahan pola pikir dan tindakan sesuai dengan kebenaran firman Tuhan yang hakiki. Maka kesuksesan, kemakmuran, kesembuhan, kepandaian akan mengikutinya secara natural.

Yang banyak dilakukan, karena ingin instan, orang-orang mencarinya dari luar dirinya. Gak sabar menanti prosesnya.
Dunia menawarkan iming-iming kaya dalam sekejap, sembuh seketika, membuat banyak orang terpesona.
Ibaratnya mereka ‘membeli’ biji jagung buatan manusia.
Saat ditanam, tentu saja tidak bisa tumbuh.

Bisa kaya?
Bisa sich tetapi kaya cara manusia, banyak yang penuh intrik dan menghalalkan segala cara. Saat ini kelihatannya baik, tetapi tidak sedikit yang menimbulkan konsekuensi di kemudian hari. Keluarga, teman dikorbankan demi kekayaan materi. Tidak menjanjikan damai sejahtera.

God’s way selalu yang terbaik.
Tanpa menimbulkan kepedihan di belakangnya.

Ibarat kita ini seperti HP merk Apple.
Siapa yang tau cara penanganan yang terbaik saat terjadi kerusakan?
Pabrik HP Apple tentunya.
Siapa yang paling tahu fungsi dan cara mengoptimalkan HP Apple itu?
Pabrik HP Apple tentunya. Sang penciptanya!

Dengan cara yang sama, kita ini buatan Allah. Dialah Sang Pencipta kita
Tentu Allah yang paling tahu cara menyembuhkan penyakit kita dan cara mengoptimalkan kerja kita supaya kemakmuran dan kesuksesan tercipta.
Make sense?

Ikuti God’s way saja yuk… Dengan rajin menabur benih firman dalam hati, serta merenungkannya siang dan malam.

We’re called to do more than believe in God, we’re called to live in God-Ann Voskamp.

Kita dipanggil untuk melakukan lebih daripada sekedar percaya Tuhan, kita dipanggil untuk hidup di dalam Tuhan -Ann Voskamp.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 232 233 234 235 236 404