Salah satu area hati yang paling menantang untuk diperbaharui adalah area di mana hati itu mencintai uang. Cinta akan uang merupakan benteng yang berpengaruh, baik bagi si miskin maupun si kaya. Cinta akan uang sebenarnya sekedar rasa takut, tidak memiliki rasa cukup. Berapakah jumlah yang cukup itu? Mereka yang mencintai uang tidak akan pernah tahu.
Di mana hartamu berada disitu juga hatimu berada. Ketika hati kita mencari alasan agar tidak memberi dan tidak mendukung pelayanan Firman, itulah gejala hati yang belum sepenuhnya diubahkan oleh kasih Tuhan. Hati yang sudah berubah tidak akan memberi dari rasa bersalah melainkan karena kasih, sukacita dan pujian syukur.
Wanita dengan minyak dalam wadah pualam itu diejek oleh para murid karena dianggap melakukan pemborosan dan mubazir. Beberapa orang hari ini akan menyarankan, tidak perlu memberikan pengorbanan kepada Tuhan dengan cara seperti itu. Tetapi Yesus memberikan komentar menarik sebagai tanggapan atas pelayanan itu kepada-Nya: “tetapi kepada siapa yang sedikit diampuni, ia pun sedikit mengasihi.” Yesus menerima pengorbanannya yang mahal sebagai buah kasih. Wanita itu telah diubahkan oleh pengampunan, dan pengampunan itu diekspresikan dengan persembahan yang melampaui batas.
Kita memiliki tanggung jawab untuk mengajar umat Tuhan bagaimana hati yang telah diubahkan meresponi Tuhan. Apakah mereka menerimanya atau tidak, terserah mereka. Apakah kita didesak agar mempersembahkan persembahan rohani, atau tidak, supaya diterima oleh Allah?
“Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.” 1 Petrus 2:5 (TB).
Pengorbanan seperti apa yang termasuk di dalamnya?
“Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.” Ibrani 13:16 (TB).
Pemberian kita adalah pengorbanan rohani! Beginilah cara Paulus berbicara tentang pemberian jemaat Filipi: “Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah.” Filipi 4:18 (TB).
Orang-orang Filipi berkorban agar Paulus berkelimpahan! Bagi Tuhan, hal itu sangat menyenangkan. Biarlah kasih karunia Tuhan mengubah hati Anda sehingga pemberian Anda juga menjadi aroma harum yang berkenan kepada-Nya.
“Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.” Amsal 11:24 (TB).
[Repost ; “Giving from the Heart”, – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].
YennyIndra TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Berpuluh-puluh tahun lalu, saya menganggap perasaan itu sesuatu yang nyata. Akibatnya hidup saya pun dikendalikan olehnya. Kadang-kadang bangun tidur sudah merasa bete, sebal, tanpa sebab. Jadilah seharian kacau balau karena mengikuti perasaan hati yang tidak enak.
Bahaya lagi saat perasaan tidak enak, lalu mengambil keputusan penting. Dijamin jauuuuh dari bijak. Kerap menimbulkan masalah bak domino di kemudian hari.
A life that’s being lived and governed by your senses will lead to DEATH – Creflo Dollar.
Kehidupan yang dijalani dan diatur oleh pancaindra (perasaan) Anda, akan membawa kepada KEMATIAN – Creflo Dollar.
Nach ada teman, profesinya sebagai coach untuk mengatasi perasaan dengan mengevaluasi, mencari penyebabnya dst. Berbayar ya seminarnya.
Oh, itu karena waktu dalam kandungan sudah ditolak oleh ortu. Salah didik waktu balita. Hingga kutuk keturunan, salahnya nenek moyang… Padahal ortu kakek saja saya sudah tidak mengenalnya. Makin dicari-cari bukannya membaik, makin kacau…
Sampai saya Sekolah di Charis, semua jadi simple dan jelas. Itulah gunanya sekolah, join yuk… Pendaftaran sudah dibuka!
You cannot depend on your emotions, because they are ever changing – Creflo Dollar
Anda tidak dapat bergantung pada emosi Anda, karena emosi itu selalu berubah – Creflo Dollar.
Emosi dan pikiran itu setali tiga uang. Saling mempengaruhi dan tak terpisahkan.
Perasaan itu tergantung apa yang kita pikirkan. Ketika pikiran diubah, perasaan pun mengikuti.
Tidak percaya? Pikirkan teman yang menjengkelkan, ‘mbencekno’ kata orang Surabaya. Langsung voltage emosi naik, huh… Kepingin tak pites, kata Orang Jawa.
Sekarang ganti channel… Pikirkan, tiba-tiba suami datang membawa hadiah Valentine, kalung berlian cantik, sekian karat… Perasaan pun berbunga-bunga, senyum manis merekah di bibir…
******
Greg Mohr mengajarkan, tidak ada orangtua yang sempurna di dunia ini. Kita semua berusaha menanamkan dan mendidik yang terbaik bagi anak-anak kita. Baca buku, ikut seminar, belajar dari yang lebih berpengalaman…. Namun tidak menjamin kita bisa melakukan yang terbaik dengan sempurna. Kita semua bertumbuh. Trial & error. Serahkan kepada Tuhan yang kita tidak mampu.
Jika emosi dan perasaan negatif dikaitkan dengan kesalahan ortu, ya pasti banyak dan tidak menghasilkan solusi positif, justru makin memecah belah. Menyalahkan seluruh isi dunia, kecuali dirinya sendiri.
Solusi dicapai ketika kita berani bertanggung jawab dan face the problem – menghadapi masalahnya serta mau berubah. Tuhan bisa koq mengubah kesalahan yang pernah dialami – batu sandungan -, menjadi batu pijakan, agar kita dapat naik ke tempat yang tinggi, yang tidak bisa dicapai tanpa adanya batu sandungan yang sekarang diubah Tuhan menjadi batu pijakan itu. Tergantung bagaimana kita meresponinya.
Ketika Bill Wilson berusia 12 tahun, ibunya meninggalkannya di sudut jalan di Pinellas Park, Florida. Ibunya berkata, “Aku tidak bisa melakukan ini lagi. Kamu tunggu di sini, aku akan kembali.” Bill tinggal di sudut jalan itu selama tiga hari, tetapi ibunya tidak pernah kembali.
Dave Rudenis, seorang mekanik lokal dan seorang yang mengasihi Tuhan, menemukan Bill Wilson di sana dan membawanya ke rumahnya. Rudenis menawarkan membayar biaya perjalanan Bill mengikuti seminar musim panas.
Selama kamp inilah Wilson yang berusia 12 tahun menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Saat masih remaja, Bill Wilson muda diberi pekerjaan di jemaat lokalnya. Setelah lulus SMA, belajar di Southeastern University.
Dr. Bill Wilson melayani anak-anak muda yang terluka melalui METRO WORLD CHILD yang mendunia. Pengalaman pahit masa kecilnya, mendorongnya menolong anak-anak yang senasib dengannya.
*******
Bagaimana tokoh-tokoh besar mengatasi perasaan dan emosinya?
“I don’t ever ask Smith Wigglesworth how he feels!” I jump out of bed! I dance before The Lord for at least 10 to 12 minutes – high speed dancing. I jump up and down and run around my room telling God how great He is, how wonderful He is, how glad I am to be associated with Him and to be His child,” Smith Wigglesworth said, “I am not moved by what I see. I am not moved by what I feel. I am moved by what I believe.”
“Saya tidak pernah bertanya kepada Smith Wigglesworth (dirinya sendiri), bagaimana perasaannya! Saya melompat dari tempat tidur! Menari di hadapan Tuhan setidaknya selama 10 hingga 12 menit – menari dengan kecepatan tinggi. Saya melompat-lompat dan berlari di sekitar kamar saya memuji Tuhan, betapa hebatnya Dia, betapa baiknya Dia, betapa senangnya saya berhubungan dengan-Nya dan menjadi anak-Nya,” kata Smith Wigglesworth, “Saya tidak tergerak oleh apa yang saya lihat. Saya tidak tergerak oleh apa yang saya rasakan. Saya tergerak oleh apa yang saya yakini.”
Yess… Dahsyat!
Inilah rahasia yang dilakukan pria hebat yang berulangkali membangkitkan orang mati, – termasuk istrinya sendiri -, menyembuhkan berbagai penyakit berat dan dipakai Tuhan melakukan berbagai mujizat spektakuler.
******
Tidak ada kehidupan sempurna di dunia ini. Kadang kita merasa, masalah yang dihadapi sangat berat. Sampai kita melangkah keluar, ternyata ada orang-orang yang masalahnya jauh lebih berat. Respon yang membedakannya!
Lalu bagaimana solusinya? Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu yang akan membebaskanmu.* Inilah kuncinya!
Jika kita berpegang pada kebenaran, – Firman Tuhan yang kekal dan tidak berubah – maka kita tidak lagi terombang-ambing oleh perasaan & emosi yang selalu berubah-ubah. Hidup jadi tenang dan damai…
Hidupi firman-Nya dan jalani hidup bersama dengan Tuhan, langkah demi langkah. Dan setiap langkah merupakan suatu mujizat.
Mau? Praktik yuk….
Trusting God means thinking and acting according to God’s word in spite of circumstances, feelings, or consequences. – Warren W. Wiersbe
Mempercayai Tuhan berarti berpikir dan bertindak sesuai dengan firman Tuhan terlepas dari apa pun keadaan, perasaan, mau pun konsekuensinya. – Warren W. Wiersbe.
YennyIndra TANGKI AIR & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Seorang pengusaha hotel berpengalaman, langsung melihat strategisnya tanah yang menghadap Central Park, New York City yang terkenal. Insting bisnisnya mendorongnya untuk segera mendirikan hotel cantik di sana.
Dia sudah membayangkan tentu sangat menguntungkan hotel baru ini, dan tentu saja biayanya sangat besar sehingga dia perlu menggandeng investor lain, sekaligus mengajukan pembiayaan dari Bank.
Perijinan tidak mudah. Menyiapkan design, rancangan, proposal dan sebagainya membutuhkan waktu lama. Sempat Bank yang satu membatalkan kreditnya, jadi harus mencari lagi pembiayaan dari Bank lain.
Uh… Sungguh tidak mudah. Proyek besar, memang tidak mudah.
Tanpa terasa 2 tahun telah berlalu. Persis menjelang proyek hendak direalisasikan, tiba-tiba rekan investornya mundur!
Sungguh tidak masuk akal! Sangat mengecewakan! Why Lord? Tuhan sungguh Tidak Adil!
Tiga bulan berlalu, wabah Virus Covid-19 merajalela di mana-mana. Dan New York City yang terkena dampak paling parah.
Pengusaha ini sekarang bersyukur kepada Tuhan untuk Pintu yang Tertutup. Tuhan menyelamatkannya! Seandainya proyek itu tetap berjalan, maka dia akan kesulitan keuangan bahkan bisa mengakibatkan dia kehilangan aset-asetnya yang lain.
Kisah yang diceritakan oleh Joel Osteen sungguh sangat menyentuh dan membukakan pikiran saya.
Ada doa yang tak kunjung terjawab. Haruskah kecewa? Tidak!
Kisah ini mengajarkan saya untuk tetap percaya, Tuhan tahu yang terbaik! God’s timming is perfect. Waktu Tuhan itu sempurna. Dia mengasihi saya, melebihi saya mengasihi diri saya sendiri.
Ada hal-hal yang tidak kita mengerti terjadi dalam hidup ini. Serahkan hidup kita kepada-Nya. Biarkan diri kita dipimpin dan bersedia dibentuk oleh-Nya. Seperti kalau kita ikut tour, guide akan mengarahkan rute perjalanan dan pengaturan waktu secara efisien. Dia sudah tahu terlebih dahulu mana rute yang terbaik.
Tuhan adalah Guide hidup kita. Jika kita mengikuti arahan-Nya, maka hidup kita akan efisien, sampai tujuan sesuai dengan rencana. Namun jika kita menolak mengikuti-Nya , mau jalan sesuai selera kita sendiri maka tidak salah, hidup jadi kacau balau.
Kesimpulannya:
Mari kita hidup taat mengikuti arahan Tuhan.
God designed you for SUCCESS. He made you to be a WINNER! – Andrew Wommack
Tuhan mendesain Anda untuk SUKSES. Dia membuat Anda menjadi PEMENANG! – Andrew Wommack
Beberapa minggu yang lalu, gempa melanda Banten. Tengah asyik menulis di ruang keluarga, ketika terasa koq goyang ya… Apakah saya pusing? Sekilas terlihat, lampu gantung bergoyang-goyang pula.
“Cepetan keluar! Kalau gempa jangan di dalam rumah,” P. Indra berteriak.
Sama seperti gempa yang datang tanpa diundang, tiba-tiba pula, demikian badai kehidupan kerap datang. Berita tidak menyenangkan disampaikan. Karakter lama mengintip. Muncul perasaan kecewa, marah, yang siap dimuntahkan.
Nanti dulu… Roh Kudus mengingatkan, “tenanglah.” Oke, saya berusaha mendengarkan tanpa banyak komentar. Telpon ditutup, saya memilih masuk ke kamar.
Apa yang saya lakukan? Lapor kepada Sang Boss dan menyamakan persepsi dengan-Nya.
“Siapa sumber berkatmu?” Tuhan. “Siapa yang bisa mengubah situasi ini?” Tuhan. “Adakah yang mustahil bagi-Nya?” Gak ada. “Pernah kamu mengalami yang lebih buruk & bagaimana endingnya?” Semua beres, Tuhan kirim mujizat pertolongan-Nya, dan endingnya kemenangan.
Saya sadar. Setelah melihat permasalahan dari persepsi Tuhan, tidak perlu cemas, galau atau bete. Kalau dulu saya ditolong, sekarang juga! Setuju?
Uniknya, setiap saya mengalami suatu masalah, koq ya pas dengan apa yang saya pelajari di sekolah. Greg Mohr membahas dengan detil, bagaimana kita bersikap saat menghadapi badai. Saya sharing ya…
Dalam Markus 4:35 – 40, dengan jelas Yesus memerintahkan murid-murid ke seberang. Apa yang terjadi? Taufan yang sangat dahsyat mengamuk.
Ternyata, meski tengah menggenapi kehendak Tuhan, tepat di tengah-tengah rencana-Nya, tidak berarti steril dari masalah.
“Anda mengalami badai?”, tanya Greg Mohr, “Yesus ada di perahu Anda. Yesus tahu perahu sudah penuh air, tetapi tidak tenggelam. Itu mujizat. Jika Yesus ada di perahu Anda, Anda akan tiba di seberang.”
Melalui peristiwa ini, Yesus mendemonstrasikan bagaimana Ia menghentikan badai. Dia melakukan dari kondisi hati yang penuh damai sejahtera, – bukan kegalauan-, memerintahkan badai itu tenang.
Kita pun bisa melakukan hal yang sama, karena kita memiliki kuasa dan otoritas yang sama dengan Yesus, ketika kita lahir baru. Kita harus melakukannya dengan kondisi hati yang penuh damai sejahtera, sesuai dengan firman: Yang hatinya teguh (percaya kepada Tuhan) Kau jagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mu-lah ia percaya. Yesus merespon iman. Ketika dengan otoritas & iman, kita menghardik badai kehidupan kita, maka badai itu pun tenang.
Saya paham prinsipnya sekarang.
Apa yang terjadi saat di seberang? Di seberang danau, di Gerasa, Yesus melepaskan seorang pria yang kerasukan ribuan roh jahat, yang disebut legion.
Alasan badai terjadi karena musuh sangat ketakutan dan berusaha menghalangi agar jangan sampai mereka tiba di seberang. Badai yang menimpa kita pun sama. Si musuh tahu betapa besar potensi kita, jika kita meresponi badai dengan caranya Tuhan. Maka si musuh berusaha menggoda kita agar mengatasinya dengan kekuatan sendiri, emosi dan endingnya kacau balau.
Hhhmmm… Sekarang saya mendapat pewahyuan baru.
“Anda tidak akan mati di tengah jalan. Anda tidak akan menyerah di tengah badai. Anda seperti Allah, biarkan Allah membawa damai sejahtera kepada jiwamu. Dan dari posisi sejahtera, berbicaralah kepada badaimu, maka Anda akan tiba di seberang. Lihatlah mujizat besar yang menanti di seberang,” Greg Mohr menjelaskan.
“Di balik badai besar, tersedia berkat yang besar”, kata TD. Jakes
Begitu kita mampu mengatasi badai, kita pun naik kelas. Makin dewasa rohani. Semakin dewasa, kita dipercaya mengelola hal-hal yang lebih besar dan spektakuler.
Mau? Praktik yuk!
Gratitude produces deep abiding joy because we know that GOD is working in us, even through difficulties. – Charles Stanley.
Ucapan syukur menghasilkan sukacita yang mendalam, karena kita tahu, TUHAN bekerja di dalam kita, meski pun harus melewati kesukaran – Charles Stanley.
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Dan B. Liana forward chat dari seseorang, “Tolong sampaikan bu Yenny Indra. Ya benar, malaikatnya tergerak setelah baca tulisan seruput kopi cantik yang aku kirim.”
Rupanya artikel Seruput Kopi Cantik “Sudahkah Hidup Kita Berdampak?”, di share oleh teman B. Liana, hingga sampai ke tangan sang ‘malaikat penolong’.
Dan teman ini berbaik hati meyakinkan saya, menjawab pertanyaan saya selama ini, bahwa yang membangunkan saya di tengah malam serta mendorong saya mencantumkan no hp B. Liana, itu benar-benar Tuhan. Thank you sis…. Luv u.
Ini sesuatu sekali bagi saya. Sangat berarti untuk pertumbuhan rohani saya di masa depan. Makin mengenal mana yang tuntunan Tuhan dan yang bukan. Mata saya langsung berkaca-kaca membacanya…. Antara senang, terharu bercampur-aduk.
“Siapa aku ini Tuhan, sehingga Engkau berkenan melawatnya?”
“Aku ngak mau telpon..pasti nangis bombay,” chat B. Liana.
“Aku juga … Terharu banget…”, jawab saya.
Speechless! Terpukau menyaksikan dan mengalami karya Tuhan yang dahsyat! Solusi-Nya benar-benar beyond our thinking and imagination. Thank you My Lord!
*******
Saat pelajaran Teaching Lab, sohib saya, Yuliadi, mendorong agar setiap kita sharing hal-hal baik apa saja. Yuliadi bercerita, suatu ketika dia share artikel tentang kesehatan. Otak itu mempengaruhi neurotransmitter dan biochemical dalam tubuh. Orang yang merasakan kesedihan berlarut-larut akan mengalami ketidakseimbangan kimiawi dalam darah, dan menimbulkan gejala yang aneh-aneh, contohnya, otot berkedut-kedut, di grup keluarganya.
Tanpa dinyana, sekitar sebulan kemudian saudaranya berterima kasih. Ternyata dia mengalami otot berkedut-kedut. Sudah sangat cemas, karena baca di google, itu ciri penyakit yang tak tersembuhkan.
Artikel itu menolong sekali. Oh ternyata karena ketidakseimbangan kimiawi saja. Dia pun sembuh karena tidak khawatir lagi.
Yuliadi teman yang rajin post di grup WA sekolah. Saya pun banyak diberkati dan dari bahan-bahannya, Seruput Kopi Cantik jadi lebih kaya. Sebaliknya, saat saya berbagi melalui Seruput Kopi Cantik, Yuliadi pun mendapatkan resources baru. Kami saling berbagi, membangun, satu dengan yang lainnya. Inilah persahabatan yang dikehendaki Allah.
Prinsipnya, Tidak Ada Orang Yang Bisa Naik Ke Atas Sendirian.
P. Ronie, teman sekelas di Charis yang sama-sama arek Suroboyo, mengingatkan, jangan bosan-bosan membagikan apa yang kami pelajari di Charis. Karena kami sekolah, berulang kali dengar dari guru-guru mau pun teman-teman. Bagi kami, biasa sekali dan tidak ada istimewanya.
Tetapi tidak demikian bagi teman-teman di luar sekolah. Kerap yang biasa bagi kami, ketika diceritakan pada teman-teman di luar sekolah, menjadi pewahyuan yang menolong dia dalam mengatasi masalahnya.
Terbukti pula, karena teman B. Liana bersedia share artikel “Sudahkah Hidup Kita Berdampak?”, tanpa disangka ada seseorang yang tergerak, menjadi ‘malaikat’ penolong, sehingga murid-murid Pelita Permai bisa sekolah tatap muka di gedung milik sendiri. Tidak perlu kuatir harus pindah-pindah lagi.
B. Liana – Monica & team, saya, teman B. Liana, sang ‘malaikat’ penolong serta murid-murid Pelita Permai, memiliki tempat dan perannya masing-masing di dalam puzzlenya Tuhan. Kita hanya perlu taat. Dan menjadi saksi karya Tuhan yang spektakuler.
******
Kita sering merasa, duh… aku gak punya apa-apa untuk dibagikan. Padahal setiap orang punya kelebihan yang tidak dimiliki orang lain, sekecil apa pun itu. Tukang kebun saya, lebih jagoan soal tanaman daripada saya.
Bahkan sekedar sharing artikel pun, berperan penting sehinga bisa tercipta Divine Connection, Koneksi Ilahi, bagi terciptanya solusi.
So… Tidak ada alasan, kita tidak bisa apa-apa. Semua bisa, hanya mau atau tidak?
Daud mengalahkan Goliat dengan umban, yang sama sekali tidak keren. Dia menolak ketika ditawari Saul menggunakan pedang. Percaya diri dengan apa yang ada di tangan kita. Berita baiknya, Tuhan bisa memberikan kita kemenangan dengan apa yang ada di tangan kita.
Yang membuat tidak efektif, karena kita sibuk membandingkan diri dengan orang lain dan ingin menjadi seperti orang lain. Merasa tidak sehebat orang lain, lalu memilih stop. Berdiam diri. Pasif.
Mari kita menjadikan diri kita yang terbaik, sesuai versi kita sendiri. Setiap kita memiliki peran penting yang tidak tergantikan. Kita ini unik, limited edition, satu-satunya di dunia ini. Ada orang-orang yang menanti kita membagikan apa yang kita miliki, karena itulah jawaban bagi doa mereka.
Siap????
The miracle is this: The more we share the more we have.”— Leonard Nimoy.
Keajaibannya adalah: Semakin banyak kita berbagi, semakin banyak yang kita miliki.”— Leonard Nimoy
YennyIndra TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN