Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Ayoo Gagalkan Tipuan Iblis…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Ayoo Gagalkan Tipuan Iblis…

The reason we struggle with insecurity is because we compare our behind-the-scenes with everyone else’s highlight reel – Steven Furtick

Alasan kita terus berjuang melawan rasa tidak aman, karena kita membandingkan kehidupan kita di belakang layar (kehidupan kita yang sesungguhnya) dengan cuplikan kehidupan orang lain yang dipamerkan – Steven Furtick.

Dieeeeenk…..

Sesungguhnya setiap kita sadar, kehidupan yang dipamerkan di sosial media, itu bukanlah kehidupan yang sesungguhnya.
Itu sekedar pameran kehidupan seseorang, yang ditampilkan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
Singkatnya, pribadi seperti apa yang ingin ‘dijual’…
Toh… Kita tetap kerap lupa, dan tergiur ingin seperti orang lain.

Darimana kita tahu kehidupan teman-teman kita?
Ya dari sosmed.
Kehidupan mereka memukau bukan?


Joyce Meyer mengajarkan, betapa banyaknya kebohongan yang kita percayai.
Itu tipuan si iblis.
Repotnya, ketika seseorang mempercayai kebohongan itu, maka kebohongan itu menjadi ‘kebenaran’ bagi dirinya. Dan akan mempengaruhi seluruh hidupnya.

Sebagian orang percaya, agar sukses apalagi di Jakarta, harus memiliki penampilan tertentu, brand tertentu, mobil tertentu.
Akibatnya, mati-matian menampilkan diri demikian, berharap dipercaya dan bisa mendapatkan proyek besar, hidup bahagia dan dihormati orang. Itu cara dunia.

Cara Tuhan berbeda.
Lakukan hal-hal kecil dengan setia dan excellent, maka Tuhan akan mempercayakan hal-hal besar.
Ketika menghidupi kebenaran Tuhan dengan setia, kebaikan dan hormat datang dengan sendirinya. Kebahagiaan, kesuksesan mengikuti secara natural.

Definisi kesuksesan adalah mentaati Tuhan dan menggenapi tujuan Tuhan dalam menciptakan setiap kita. Inilah rahasia untuk memperoleh kepuasan dan kebahagiaan yang sejati.

Banyak yang tidak menyadari, siapa dirinya: apa yang dipikirkannya, apa nilai-nilai hidupnya, apa yang tersimpan dalam hatinya; itu terpancar keluar dengan sendirinya melalui body language, perkataan dan sikapnya.

Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya. Ini sudah merupakan hukum kehidupan.

Karena itu, ketika hati kita dipenuhi oleh kebenaran firman-Nya, maka segala keberhasilan yang dicari oleh dunia, otomatis tercipta di dalam kehidupan kita.

Berhenti membandingkan diri dengan orang lain, dan mulai hidup dengan berfokus pada Tuhan. Isi hidup dengan kebenaran.
Kamu akan mengetahui kebenaran dan kebenaran itu akan membebaskanmu.

Berita baiknya, seberapa berat pun masalah kehidupan yang menjerat, Tuhan mampu membereskannya.
Iblis kerap menipu, hidupmu terlalu berantakan… Tidak ada yang bisa menolongmu. Itu sudah nasibmu!

Siapa bilang?
Itu kebohongan yang disebarkan iblis.
Tidak ada yang terlalu sulit bagi Allah Yang Maha-Kuasa.

Bagaimana caranya?
Serahkan kepada Tuhan, biarkan Dia yang ambil alih.
Tugas kita menimba kebenaran-Nya dan praktikkan langkah demi langkah.
Ijinkan Tuhan benar-benar menjadi Penguasa atas hidup kita.

Jangan lagi mengeluh, putus asa dan ketakutan…jaga perkataan, jangan sampai menghapus doa dan memporakporandakan masa depan penuh harapan, yang tengah diciptakan.

Sepakat dengan-Nya, dengan cara: berpikir, merasa, berkata-kata selaras dengan perkataan-Nya.
Hidup ini dibentuk oleh kata-kata dan perkataan Allah adalah roh, hidup serta berkuasa.
Bahkan Allah menciptakan dunia dengan perkataan-Nya!


Hhhmmm… Sungguh benar nasihat Steven Covey:
Jika kita tidak berhati-hati untuk selalu meminum ‘air kehidupan/ firman Tuhan’ setiap hari, lambat laun kita akan mudah merasa asing kepada Tuhan dan jalan-jalan-Nya, serta identitas mau pun tujuan Ilahi kita sendiri – Steven R Covey.

Dunia terlalu menggoda… Tanpa sadar kita terseret di dalamnya.

Setiap kita unik, istimewa, limited edition, dan yang terpenting punya tujuan hidup dari Tuhan yang tidak tergantikan.

Penting diingat:
Uang, fasilitas, koneksi, jabatan, pengaruh dan sebagainya, itu BUKAN Tujuan, melainkan Sarana yang diberikan bagi kita, agar kita dapat menggenapi rancangan Tuhan di dalam hidup kita.

Tujuan hidup setiap kita berbeda, tetapi saling melengkapi.
Kita tidak bisa hidup sendiri.

Setiap orang diberi panggung dan pengaruh yang berlainan untuk menjadikan orang-orang yang Tuhan percayakan, hidupnya menjadi lebih baik karena mengenal kita.
Hidup kita menjadi demonstrasi kebaikan-kebaikan Tuhan dan pada akhirnya membawa mereka pun mengenal Tuhan dan dimerdekakan.
Peran kita tak tergantikan.
Menjadi Terang dan Garam dunia.
Kita diberkati untuk menjadi berkat bagi orang lain.
Nama Tuhan dipermuliakan!
Mari kita menggenapinya…!

It’s never too late to be set free – Andrew Wommack

Tidak ada kata terlambat untuk dibebaskan -Andrew Wommack

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Mengapa Tuhan Tidak Menjawab Doaku? Ini Rahasianya!

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Mengapa Tuhan Tidak Menjawab Doaku? Ini Rahasianya!

Begitu banyak orang menjalani kehidupan dengan sangat fokus pada permasalahan yang mereka alami. Kesulitan demi kesulitan seolah bertumpuk, bagaikan gerobak yang penuh berisi berbagai keluhan, kekecewaan dan keputusasaan. Semakin hari isi gerobak makin menggunung.
Di mana letak kesalahannya?
Adakah solusi? Teriaknya dengan perih.

Mereka beribadah dan berdoa juga sekali-sekali. Merasa menjadi orang yang cukup baik, setidaknya tidak membunuh, narkoba atau melakukan pelanggaran ‘berat’ menurut pandangan masyarakat umum.
Mengapa doaku tidak dijawab Tuhan?, keluhnya.
Di mana Engkau, Tuhan?


Banyak orang yang mengira, asalkan mereka mengaku Kristiani, kenal Tuhan, maka mereka dapat mengambil dan mengutip saja ayat Firman Tuhan dalam situasi darurat, berharap Firman itu dapat menolongnya.
Sim Salabim….

Ketika ternyata yang terjadi tidak sesuai dengan harapannya, maka mereka menjadi kecewa.
Menyalahkan Tuhan.
Atau merasa takut menyalahkan Tuhan, dalam hati tidak percaya lagi.
Lain kali, di samping berdoa, sambil cari alternatif lain….
Barangkali doa tidak terjawab, sudah ada cadangan.

Cara kerja Tuhan tidak demikian!

Amsal 18:21 (TB) mengatakan,
Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Kita akan menjadi seperti apa yang kita katakan atau menjadi seperti ucapan yang konsisten keluar dari mulut kita.
Tidak bisa jika mulut sibuk mengucapkan ketakutan, kemungkinan-kemungkinan buruk yang mungkin terjadi, ditambah pula pikiran berputar-putar memikirkan hal-hal negatif, lalu secara tiba-tiba mengutip Firman Tuhan dan mengharapkan mukjizat terjadi.

Firman tidak bekerja dengan cara seperti itu!

Lalu bagaimana caranya?
Kita harus terus menerus melatih diri menggemakan dan meyakini Firman Tuhan serta hidup dalam Firman itu setiap hari.

Tidak sekedar percaya kepada Yesus, tetapi hidup bergantung kepada-Nya. Mempercayakan diri kita kepada-Nya. Menyerahkan seluruh hidup kita kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, maka kita akan selamat.

Hidup mentaati prinsip ini:
Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.
(Kolose 2:7 TB)

Ketika Firman Tuhan menetap di dalam diri kita, tidak ada lagi sakit penyakit, kemiskinan, kekalahan dan malapetaka karena Firman Tuhan sudah menetap selamanya di dalam diri kita!
Firman adalah Allah sendiri (Yoh 1:1)
Jika Allah di pihah kita, siapa dapat melawan kita? (Rom 8:31)
Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.
(Filipi 4:19 TB)

Jika diri kita dipenuhi dengan Firman Tuhan, maka kita berpikir, merasa, berkata-kata selaras dengan Firman-Nya. Artinya, seluruh keberadaan kita ada di dalam Tuhan. Sama artinya, dengan mengijinkan Tuhan memenuhi serta menguasai kita, sehingga Dia bebas berkarya melalui hidup kita.
Ibarat wadah, kita ditenggelamkan dalam Air Hidup, yaitu Yesus sendiri, sehingga potensi kita menjadi tidak terbatas.

Janji-Nya:
Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
(Yohanes 15:7 TB)

Tidak ada lagi doa yang tidak terjawab!

Itulah Iman!
Iman adalah cara hidup.
“Terjadilah menurut imanmu,” kata Tuhan.
Iman berhubungan dengan Sang Hidup, Tuhan Yesus Kristus.
Semakin dekat dengan – Nya, semakin suara-Nya menjadi sesuatu yang natural bagi kita.

Telinga kita akan mendengar perkataan ini dari belakang: ”Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya,” entah kamu ke kanan atau ke kiri.”
(Yesaya 30:21 TB)

Kita menjalani hidup bersama-Nya…
Langkah demi langkah.
Dan setiap langkah merupakan suatu mukjizat!

Siap praktik? Yuuuk….

The heart attitude behind your prayer interests God much more than the actual words you say – Andrew Wommack.

Sikap hati di balik doa Anda lebih menarik perhatian Tuhan daripada kata-kata verbal yang Anda ucapkan – Andrew Wommack.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Memperbesar Wadah OR Ditenggelamkan?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Memperbesar Wadah OR Ditenggelamkan?

Yuliadi bercerita, ketika dia membagikan tentang Healing, kesembuhan, ternyata makin diperkaya lagi. Inti yang disampaikan sama, tetapi saat persiapan, tiba-tiba dapat pewahyuan yang baru lagi. Setelah disampaikan, ada pewahyuan yang baru lagi… Demikian seterusnya.

Wow….
Dan saya membuktikan kebenarannya melalui cara yang serupa. Ketika saya bercerita dalam artikel Seruput Kopi Cantik, dari teman-teman yang membaca, saya diberi masukan, pewahyuan dan komentar, yang membuat saya berpikir, merenungkannya dan bertambah ‘kaya’.

Yeaaayyyy……

Salah satunya dari sahabat saya Andreas Hartanto.

“Mau jadi wadah yang diisi oleh AIR yang dari Tuhan, atau memasukkan wadah tadi ke dalam AIR nya Tuhan ?”, pertanyaan menggelitiknya,
“Kalau wadah itu yang diisi, maka air itu hanya sebatas ukuran wadahnya, tetapi kalau wadahnya di masukkan ke dalam air, maka wadahnya tidak kelihatan lagi, yang kelihatan hanya air di mana mana.

Demikianlah hidup kita, kalau kita hanya membatasi pekerjaan Tuhan sebatas wadah hidup kita, maka suatu waktu wadah itu akan penuh, tetapi kalau kita sendiri yang ditenggelamkan ke dalam kehidupan yang bersama Tuhan, maka Dia lah yang akan mengendalikan wadah hidup kita dengan pengalaman yang tak terbatas.

Seperti kisah nabi Yehezkiel yang terus melangkah maju mulai dari air sedalam pergelangan kaki, lutut, pinggang hingga suatu titik, dia tenggelam dalam AIR nya Tuhan. Akhirnya Yehezkiel tidak dapat berjalan lagi, sebab dia harus berenang di sungai yang tidak terseberangi, inilah pengalaman wadah yang ditenggelamkan ke AIR nya Tuhan.

Orang yang berenang adalah orang yang tidak pernah menahan bobot tubuhnya di atas lututnya, sebab air itu lah yang menahan bobot orang itu. Demikian dengan kehidupan bersama Tuhan, maka beban kehidupan kita jadi ringan, sebab bukan kekuatan kita yang menanggungnya, tetapi Tuhan sendiri yang menjadi kekuatan kita.”

Saya mau wadah diri saya saja yang ditenggelamkan dalam Airnya Tuhan. Biar karya-Nya yang tak terbatas, melimpah melampaui diri saya…

Kerennya!  Saya belajar. Thanks bro…

*****

Pada bulan Maret 2001, Andrew dan istrinya baru pulang dari penerbangan internasional. Mereka tidak tidur hingga tengah malam. Lalu pada pukul 04.15, Andrew menerima telepon dari anak sulungnya,

“Ayah, maaf harus memberitahukan hal ini, tapi Peter (putra bungsu Andrew) meninggal.”
Lalu ia menceritakan apa yang terjadi.

“Jangan biarkan siapa pun menyentuhnya sampai ayah datang. Laporan pertama bukanlah laporan finalnya.” pesan Andrew.

Andrew memberi tahu Jamie dan mereka berdoa memerintahkan kehidupan kembali kepada Peter. Kemudian mereka segera beranjak dari tempat tidur dan berganti pakaian, lalu berkendara menuju rumah sakit.
Andrew & Jamie tidak banyak berkata-kata. Mereka menolak memperkatakan keraguan.

Tetapi akhirnya mereka tidak tahan lagi, berseru
“Tuhan, Engkau Allah yang baik. Aku ingin Engkau tahu, entah Peter hidup atau tidak, Engkau Allah yang baik. Engkau TIDAK melakukan ini. Engkau TIDAK menyebabkan hal ini.”

Andrew & Jamie fokus memuji Tuhan. Ketika mereka melakukan hal itu, mulailah mereka diingatkan berbagai janji Tuhan. Mereka pun mengharapkan hal yang baik terjadi.

Peter telah mati kira-kira 5 jam dan telah menghitam, tetapi ketika Andrew & Jamie masuk ruangan, putra sulungnya berkata,
“Ayah, dalam waktu 5 atau 10 menit setelah aku menghubungimu, Peter sudah duduk.”

Mereka sudah memasang label di jempolnya, seluruh pakaiannya sudah dilucuti dan dimasukkan ke dalam lemari pendingin. Mereka mengumumkan Peter meninggal – tetapi ia duduk!
Peter hidup lagi.

*****

Ketika seseorang mengijinkan Air Kehidupan Tuhan menenggelamkan hidupnya, apa yang terjadi menjadi tidak terbatas.
Melampaui pemikiran dan pemahaman manusia.

Kebanyakan dari kita pasrah ketika dokter atau medis memberikan vonis tertentu.
Tetapi sesungguhnya, bersama Tuhan ada kemungkinan-kemungkinan yang melampauinya.
Terbukti Peter sembuh, normal, hingga sekarang meski secara medis sudah 5 jam meninggal.

Mengapa hal seperti ini jarang terjadi?
Banyak diantara kita yang tidak sadar, bahwa apa yang kita lihat, kita dengar, kita pikirkan dan kita fokuskan itu menentukan, kita hidup secara natural atau supernatural.

Apa pun yang kita ijinkan memasuki kehidupan itu benih.
Benih kehidupan atau justru benih kematian.

Tuhan tidak marah jika sepanjang hari kita mengisi hidup kita dengan menonton film-film Hollywood, mendengarkan berita-berita yang menakutkan, membuat perasaan bercampur aduk, ketakutan dll.
Benih-benih ini akan menghasilkan buah sesuai dengan jenisnya.

Tuhan tidak memaksa kita juga, untuk membangun hubungan dengan-Nya, membaca serta merenungkan firman-Nya.
Manusia punya kehendak bebas.
Tetapi kita tahu, inilah benih kehidupan yang akan membawa hal-hal supernatural menjadi natural dalam kehidupan kita.
Membuat hidup kita berkemenangan serta bermakna.

Allah hidup dalam alam supernatural, jadi jika kita benar-benar mengikuti-Nya, kita juga akan hidup dalam alam supernatural.
Jika hidup kita tidak supernatural, berarti kita hanya dangkal mengenal-Nya. Tuhan menghendaki kita berjalan bersama-Nya dalam alam supernatural yang tak terbatas.

Nach, Anda pilih yang mana?

God doesn’t need our ability, just our positive response to His ability” – Andrew Wommack

Tuhan tidak membutuhkan kemampuan kita, cukup respon positif kita terhadap kemampuan-Nya” -Andrew Wommack.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Ekspektasi VS Harapan(Rahasia Iman Agar Doa Terjawab).

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Ekspektasi VS Harapan
(Rahasia Iman Agar Doa Terjawab).

The HOPE of the righteous shall be gladness: but the EXPECTATION of the wicked shall perish.

Amsal 10:28 (TB) HARAPAN orang benar akan menjadi sukacita, tetapi EKSPEKTASI orang fasik menjadi sia-sia.

Dalam Bahasa Indonesia, baik Hope mau pun Expectation diterjemahkan sebagai Harapan. Tetapi sesungguhnya dalam Bahasa Inggris, artinya berbeda. Dan disinilah fondasi untuk menemukan iman, agar doa terjawab.
Teka Teki iman terkuak sekarang!

Inilah perbedaan harapan dan ekspektasi:

  • Memiliki harapan berarti Anda memercayai prosesnya. Memiliki ekspektasi berarti Anda memercayai hasilnya.
  • Memiliki harapan berarti masa depan tidak pasti. Memiliki ekspektasi berarti Anda telah menentukan masa depan.
  • Memiliki harapan adalah tindakan kerendahan hati.
    Memiliki ekspektasi bisa menjadi suatu kebanggaan.
  • Memiliki harapan tidak mengecewakan.
    Memiliki ekspektasi sering gagal.
  • Memiliki harapan membantu kita mengakui bahwa Tuhan tahu yang terbaik. Memiliki ekspektasi sering kali menunjukka, Anda tahu yang terbaik.

Sementara definisi Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita HARAPKAN dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Ibrani 11:1 TB

Artinya, ketika fondasi kita adalah ekspektasi, kemungkinan besar kita akan gagal meraih apa yang kita doakan. Meski ekspektasi meski beda tipis dengan harapan, tetapi akarnya sangat berlawanan.

Ekspektasi itu bergantung kepada kekuatan diri sendiri, bahkan hasil akhirnya, kitalah yang ‘menentukan.’
‘Merasa tahu’ yang terbaik, kitalah bossnya, sehingga cenderung ‘memaksa’ Tuhan untuk menyetujuinya.
Berdoa dengan fondasi ekspektasi, kita yang merencanakan, lalu minta Tuhan kasi stempel, merealisasikannya.

Berbeda dengan harapan, yang mempercayakan proses mau pun hasil akhirnya kepada Tuhan.
Tuhan tahu yang terbaik.
Harapan menjadi teguh saat kita semakin mengenal pribadi-Nya, menyimpan janji-janji-Nya dan mengerti betul kehendak-Nya.

Mungkin kita tidak paham bagaimana cara kerjanya, bahkan logika kita tidak sampai, untuk memikirkan caranya bagaimana mungkin doa kita bisa terjawab, tetapi karena kita kenal, percaya dan tidak meragukan kebaikan-Nya maka tenang dan yakin: pasti digenapi.

“Ekspektasi itu sikap umum dalam menyikapi sesuatu, baik positif atau negatif. Banyak orang yang memiliki fondasi ekspektasi yang negatif. Lalu mencoba beriman, mengharapkan yang baik, akhirnya gagal. Karena, fondasi sesungguhnya negatif. Itulah sebabnya banyak orang frustasi dalam perjalanan iman mereka,” demikian Barry Bennett, guru saya menjelaskan,
“Tetapi jika fondasi kita, mempercayai Allah mengasihi kita, Allah berada di pihak kita, maka pintu-pintu terbuka untuk Anda dan laut terbelah saat Anda melewatinya. Di atas fondasi harapan seperti inilah iman dapat dibangun. Dan iman seperti ini, tidak mengecewakan.”

Iman yang mampu memindahkan gunung!


Masalah dalam hidup kadang datang, meski tidak diundang. Tidak ada yang mau punya masalah… Tapi bagaimana lagi?

Teman-teman yang setia membaca Seruput Kopi Cantik, mengerti perjalanan kehidupan kerohanian saya, karena saya membagikan pelajaran, pengalaman, pergumulan saya di sana.

Sesuatu yang saya amati, semakin mengenal Tuhan, ketika masalah datang, suara Roh Kudus menenangkan di dalam hati dan mengarahkan sehingga tidak galau lagi.
Janji demi janji Tuhan terbersit bak film di kepala.

Endingnya seperti apa, saya tidak tahu. Namun ada ketentraman dan kepastian bahwa semuanya akan baik-baik saja. Tuhan yang memegang masa depanku, dan masa depanku adalah masa depan yang penuh harapan.
All is well…

“Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.”

” Malapetaka tidak akan menimpamu dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu…”

“Jika Tuhan berkenan kepada jalan seseorang, musuh orang itu pun diperdamaikan dengan Dia. Bukankah hati raja seperti batang air di tangan Tuhan? Dialirkannya ke mana ia ingini.”

“Tuhan akan menyediakan hidangan bagiku, di hadapan para lawanku. Ia mengurapi kepalaku dengan minyak, pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, di sepanjang umur hidupku. Dan aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa.”

Dan yang paling luar biasa, keyakinan bahwa apa pun yang tertulis dalam Alkitab, bisa saya terima apa adanya.
Kisah ini sungguh menguatkan dan Roh Kudus seolah meyakinkan saya melaluinya:

Kisah Thurman Scrivner:
https://yennyindra.com/2022/01/7967/

Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.
(1 Yohanes 4:18 TB)

Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
(Roma 10:17 TB)

Roh Kudus bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah.
(Roma 8:16-17 TB)

Kesimpulannya:
Dengarkan firman Tuhan, iman pun timbul. Kenali kasih Tuhan, ketakutan sirna. Kita Anak Allah, berhak menerima janji-janji-Nya.
Kalau Tuhan sudah berjanji, itu yang akan terjadi.
Ada perlindungan supernatural dari Tuhan bagi orang-orang yang mengasihi Dia.
Damai sejahtera yang melampaui segala akal, menjaga pikiran dan hati kita.

Ini bukan formula. Tidak ada step by step aturannya. Namun semakin kita melekat kepada-Nya, hidup kita berubah secara natural. Kesehatan Ilahi, keberhasilan, kemakmuran, damai sejahtera dan sukacita dilipatgandakan dalam kehidupan kita.

If you look for me wholeheartedly, you will find me. Jeremiah 29:13.

Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Yeremia 29:13 TB

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Kekinian…..

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kekinian…..

Mengapa orang berlomba-lomba memasuki atau bergabung dengan hal-hal baru?
Karena persaingan dibidang apa saja, sedemikian ketatnya, maka kebanyakan orang cenderung takut ketinggalan.
Nanti dianggap kuno, tidak Kekinian….
Kuatir & takut ditinggalkan customers, follower dan sebagainya.
Bangga jadi Perusahaan…. Yang Pertama di Metaverse, misalnya.
Predikat-predikat yang menjadi modal marketing ala kini.

Kecenderungan lainnya, meski sedikit gentar dan tidak tau produk apa itu?, ya… ikut saja kecil-kecilan. Sungkan dengan teman yang menawari… Toh cuma uang kecil.
Termasuk saat join robot trading begitu. Semua teman ikut, masa saya gak ikutan?
Setelah mencicipi untungnya, tergoda untuk masuk lebih besar dan lebih besar lagi….
Kalau sudah untung, cepat cabut…
Semua orang tau teori itu, tetapi tidak banyak yang berhasil mengeksekusinya.

Dengan siapa kita bergaul, menentukan endingnya di mana?
Ini lebih mudah dikatakan daripada dipraktekkan.

Berjalankah dua orang bersama-sama, jika tidak sepakat?
Agar berhasil kita harus bergaul dengan Tuhan dan sepakat dengan-Nya…
Tunduk dan taat.

*****

Seorang sahabat bercerita, temannya istri seorang pengusaha besar. Pabriknya tidak hanya melayani kebutuhan dalam negeri tetapi hingga ke Amerika, Eropa dan Afrika.
Namanya kondang berpuluh-puluh tahun.
Ternyata perusahaan ini sekarang mengalami kesulitan besar.
Koq bisa ya?
“Tidak ada yang abadi di dunia ini,” kata P. Indra.

Tuhan mengingatkan, tidak ada kesuksesan sejati di luar rumusan yang Tuhan berikan.
Berkat sejati hanya dari Tuhan. Bukan sekedar hebatnya strategi yang digunakan.
Banyak yang booming sesaat, lalu sirna.
Yang kelihatan baik saat ini, belum tentu benar-benar baik.

Hidup di jaman ini kita dibombardir dengan berbagai iming-iming kekinian.
Yang dijual adalah Cari Duit Cara Instan.
Semakin instan, dianggap semakin hebat.
Untung banyak sesaat, lalu modal raib tak berbekas.

Bekerja rajin ala Tuhan, menabur benih, merawat, tunggu berbuah?
“Kuno itu,” jawab millenial,
“Lihat tuh anak 20-30 tahunan sudah jadi konglomerat…”

Berapa banyak yang langgeng?
Dan yang langgeng, terbukti mempraktikkan prinsip kebenaran, tabur tuai juga… dan prinsip-prinsip kebenaran Tuhan lainnya.
Kebenaran tetap kebenaran… Prinsip Benih, tabur tuai, seperti Hukum Gravitasi yang tetap ada dari awal hingga akhir dunia.

*****

Sahabat lain bercerita. Sekitar 2 tahun yang lalu dia terpukau, putri temannya berpacaran dengan cowo ganteng, kaya, pintar… Pokoknya mengagumkan. Duit ga ada serinya.
Wow… Hoki banget.

Ternyata, sekarang ketahuan pemuda ini bermasalah.
Sesuatu yang beberapa tahun lalu, nampak sedemikian heboh, sekarang justru berbaliknya mengagetkan pula.
Terlanjur kacau balau pula kehidupan putri temannya.

Sesuatu yang nampak baik di suatu waktu, belum tentu betul-betul baik. Waktu bisa mengubahnya.
Manusia hanya sanggup melihat sejauh mata memandang, tetapi Tuhan memandang jauuuuh ke depan.

Satu-satunya jalan, ya hidup dengan bergantung pada Tuhan.
Ada Perlindungan Supernatural bagi orang-orang yang mengasihi Dia. Bahkan jika salah langkah pun, Tuhan bisa mengubahnya menjadi kebaikan baginya.
Bukankah ini jaminan yang luar biasa?

Mengapa kita tidak memilih hidup menuruti jalan kebenaran yang terbukti tidak lekang oleh waktu?
Melekat kepada Tuhan, jalani hidup bersama-Nya, setiap saat, setiap waktu.
Sejak awalnya, manusia memang di-design untuk hidup dalam relationship dengan Tuhan dan bergantung kepada-Nya.
Gak usah memaksa hidup diluar design itu. Kita tidak sehebat itu, mampu hidup sendiri.

“Don’t play God,” kata orang bijak!

*****

Thurman Scrivner bercerita, suatu ketika dia baru sadar, perjalanan ke tempat seminar di mana dia menjadi nara sumber, setidaknya membutuhkan waktu 1.5 jam lewat toll.
Padahal saat ini hanya tersisa waktu 1 jam sebelum acara dimulai.
Terjadi kemacetan parah di toll, dan Thurman tidak familiar dengan kota ini.

Apa daya?
Thurman berdoa menceritakan situasinya dan minta Tuhan menolong menuntun langkahnya.
Segera dia mengendarai mobil mengikuti petunjuk GPS.
Menjelang memasuki pintu tol, ada suara di dalam hatinya, mendorong agar dia tidak melewati tol tetapi berbelok melewati jalan tanah sebelum tol.
Meski ragu, Thurman taat.

Mobil berjalan berbelok ke kanan, ke kiri karena memang hanya ada satu jalan. Sepi pula.
Betul-betul tidak ada bayangan ke mana dia mengarah.
Di sepanjang jalan Thurman terus berdoa dalam roh.
Sampai suatu tempat yang cukup lega, ada pertigaan.
Thurman tidak tahu harus mengambil jurusan yang mana.
Kebetulan ada seorang pria berdiri di ujung jalan.
Thurman menunjukkan alamat yang di carinya.

” Oh… Anda tinggal belok kiri, ada jalanan yang sedikit naik, di situ tempat yang Anda cari.”

Wow….
Thurman mengikuti saran pria itu, dia tiba di tempat pertemuan 15 menit lebih awal.
Apa yang mustahil buat Tuhan?
Segala sesuatu mungkin dan segala sesuatu mudah.
Jalan Tuhan tidak heboh, spektakuler, kekinian, namun terbukti berhasil.
Untuk mengikuti jalan Tuhan diperlukan kemauan, waktu dan usaha untuk membangun hubungan dengan-Nya.
Perlu iman untuk berjalan bersama Tuhan.

Kalau Tuhan bisa menuntun Thurman melalui jalan tercepat, mencapai tujuan, – dengan cara yang sama – , Tuhan mampu menuntun kita melalui jalan-jalan tercepat, terbaik, teraman untuk mencapai keberhasilan dalam hidup.

Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata,
Dan tidak pernah didengar oleh telinga,
Dan yang tidak pernah timbul dalam hati manusia,
Semua disediakan Allah, bagi orang yang mengasihi Dia.

Keberhasilan dalam Tuhan, tidak ada kepedihan di dalamnya. Tidak hanya berhasil dalam bisnis, tetapi bonusnya, damai sejahtera, sukacita, hubungan yang baik dan kesehatan Ilahi.

Mau?

You are not so lost that God can’t find you. He wants to redeem and restore broken lives everywhere they are. – Andrew Wommack Ministries

Anda tidak begitu tersesat sehingga Tuhan tidak dapat menemukan Anda.  Dia ingin menebus dan memulihkan kehidupan yang hancur di mana pun mereka berada.  – Andrew Wommack Ministries

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 180 181 182 183 184 404