Articles

Memperbesar Wadah OR Ditenggelamkan?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Memperbesar Wadah OR Ditenggelamkan?

Yuliadi bercerita, ketika dia membagikan tentang Healing, kesembuhan, ternyata makin diperkaya lagi. Inti yang disampaikan sama, tetapi saat persiapan, tiba-tiba dapat pewahyuan yang baru lagi. Setelah disampaikan, ada pewahyuan yang baru lagi… Demikian seterusnya.

Wow….
Dan saya membuktikan kebenarannya melalui cara yang serupa. Ketika saya bercerita dalam artikel Seruput Kopi Cantik, dari teman-teman yang membaca, saya diberi masukan, pewahyuan dan komentar, yang membuat saya berpikir, merenungkannya dan bertambah ‘kaya’.

Yeaaayyyy……

Salah satunya dari sahabat saya Andreas Hartanto.

“Mau jadi wadah yang diisi oleh AIR yang dari Tuhan, atau memasukkan wadah tadi ke dalam AIR nya Tuhan ?”, pertanyaan menggelitiknya,
“Kalau wadah itu yang diisi, maka air itu hanya sebatas ukuran wadahnya, tetapi kalau wadahnya di masukkan ke dalam air, maka wadahnya tidak kelihatan lagi, yang kelihatan hanya air di mana mana.

Demikianlah hidup kita, kalau kita hanya membatasi pekerjaan Tuhan sebatas wadah hidup kita, maka suatu waktu wadah itu akan penuh, tetapi kalau kita sendiri yang ditenggelamkan ke dalam kehidupan yang bersama Tuhan, maka Dia lah yang akan mengendalikan wadah hidup kita dengan pengalaman yang tak terbatas.

Seperti kisah nabi Yehezkiel yang terus melangkah maju mulai dari air sedalam pergelangan kaki, lutut, pinggang hingga suatu titik, dia tenggelam dalam AIR nya Tuhan. Akhirnya Yehezkiel tidak dapat berjalan lagi, sebab dia harus berenang di sungai yang tidak terseberangi, inilah pengalaman wadah yang ditenggelamkan ke AIR nya Tuhan.

Orang yang berenang adalah orang yang tidak pernah menahan bobot tubuhnya di atas lututnya, sebab air itu lah yang menahan bobot orang itu. Demikian dengan kehidupan bersama Tuhan, maka beban kehidupan kita jadi ringan, sebab bukan kekuatan kita yang menanggungnya, tetapi Tuhan sendiri yang menjadi kekuatan kita.”

Saya mau wadah diri saya saja yang ditenggelamkan dalam Airnya Tuhan. Biar karya-Nya yang tak terbatas, melimpah melampaui diri saya…

Kerennya!  Saya belajar. Thanks bro…

*****

Pada bulan Maret 2001, Andrew dan istrinya baru pulang dari penerbangan internasional. Mereka tidak tidur hingga tengah malam. Lalu pada pukul 04.15, Andrew menerima telepon dari anak sulungnya,

“Ayah, maaf harus memberitahukan hal ini, tapi Peter (putra bungsu Andrew) meninggal.”
Lalu ia menceritakan apa yang terjadi.

“Jangan biarkan siapa pun menyentuhnya sampai ayah datang. Laporan pertama bukanlah laporan finalnya.” pesan Andrew.

Andrew memberi tahu Jamie dan mereka berdoa memerintahkan kehidupan kembali kepada Peter. Kemudian mereka segera beranjak dari tempat tidur dan berganti pakaian, lalu berkendara menuju rumah sakit.
Andrew & Jamie tidak banyak berkata-kata. Mereka menolak memperkatakan keraguan.

Tetapi akhirnya mereka tidak tahan lagi, berseru
“Tuhan, Engkau Allah yang baik. Aku ingin Engkau tahu, entah Peter hidup atau tidak, Engkau Allah yang baik. Engkau TIDAK melakukan ini. Engkau TIDAK menyebabkan hal ini.”

Andrew & Jamie fokus memuji Tuhan. Ketika mereka melakukan hal itu, mulailah mereka diingatkan berbagai janji Tuhan. Mereka pun mengharapkan hal yang baik terjadi.

Peter telah mati kira-kira 5 jam dan telah menghitam, tetapi ketika Andrew & Jamie masuk ruangan, putra sulungnya berkata,
“Ayah, dalam waktu 5 atau 10 menit setelah aku menghubungimu, Peter sudah duduk.”

Mereka sudah memasang label di jempolnya, seluruh pakaiannya sudah dilucuti dan dimasukkan ke dalam lemari pendingin. Mereka mengumumkan Peter meninggal – tetapi ia duduk!
Peter hidup lagi.

*****

Ketika seseorang mengijinkan Air Kehidupan Tuhan menenggelamkan hidupnya, apa yang terjadi menjadi tidak terbatas.
Melampaui pemikiran dan pemahaman manusia.

Kebanyakan dari kita pasrah ketika dokter atau medis memberikan vonis tertentu.
Tetapi sesungguhnya, bersama Tuhan ada kemungkinan-kemungkinan yang melampauinya.
Terbukti Peter sembuh, normal, hingga sekarang meski secara medis sudah 5 jam meninggal.

Mengapa hal seperti ini jarang terjadi?
Banyak diantara kita yang tidak sadar, bahwa apa yang kita lihat, kita dengar, kita pikirkan dan kita fokuskan itu menentukan, kita hidup secara natural atau supernatural.

Apa pun yang kita ijinkan memasuki kehidupan itu benih.
Benih kehidupan atau justru benih kematian.

Tuhan tidak marah jika sepanjang hari kita mengisi hidup kita dengan menonton film-film Hollywood, mendengarkan berita-berita yang menakutkan, membuat perasaan bercampur aduk, ketakutan dll.
Benih-benih ini akan menghasilkan buah sesuai dengan jenisnya.

Tuhan tidak memaksa kita juga, untuk membangun hubungan dengan-Nya, membaca serta merenungkan firman-Nya.
Manusia punya kehendak bebas.
Tetapi kita tahu, inilah benih kehidupan yang akan membawa hal-hal supernatural menjadi natural dalam kehidupan kita.
Membuat hidup kita berkemenangan serta bermakna.

Allah hidup dalam alam supernatural, jadi jika kita benar-benar mengikuti-Nya, kita juga akan hidup dalam alam supernatural.
Jika hidup kita tidak supernatural, berarti kita hanya dangkal mengenal-Nya. Tuhan menghendaki kita berjalan bersama-Nya dalam alam supernatural yang tak terbatas.

Nach, Anda pilih yang mana?

God doesn’t need our ability, just our positive response to His ability” – Andrew Wommack

Tuhan tidak membutuhkan kemampuan kita, cukup respon positif kita terhadap kemampuan-Nya” -Andrew Wommack.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Pemikiran Yang Salah”
Ber-IMAN atau ke DOKTER?
Apa Rahasia Untuk Menemukan Tuhan?