Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Berkat VS Mujizat

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Berkat VS Mujizat

Ada salah kaprah di kalangan umum yang mengira kalau orang mengalami mujizat itu berarti tingkat rohaninya tinggi.
Dulu saya pun beranggapan demikian.
Padahal justru sebaliknya.

DIENKKKKKK…..

Tuhan TERPAKSA melanggar hukum alam demi menolong kita, itu yang disebut mujizat.

Nach itu gunanya sekolah.
Mindset salah dibabat habis, digantikan dengan kebenaran.

Tuhan ingin setiap kita hidup dalam berkat anugerah Tuhan dengan cara mentaati perintah dan arahan dalam firman-Nya.
Sehingga berkat mengalir, kelihatannya natural, tetapi karena disertai Tuhan jadi Supernatural.

Contohnya, saya berbisnis dengan upaya 5. Secara natural mungkin hasilnya 6 atau 7, kan ada labanya.

Nach karena disertai Tuhan, Tuhan melipatgandakan jadi 30 kali lipat, misalnya.
Upaya 5 X 30 = 150.
Ini namanya hidup dalam berkat.

Ketika butuh beli bensin, duit ada dan cukup untuk beli bensin. Itu namanya hidup dalam berkat.

Mujizat bagaimana?
Karena ga ada uang untuk beli bensin, berdoa, gedor-gedor pintu surga.
Akhirnya, meski tangki bensin kosong, mobil tetap bisa berjalan sampai ke rumah.
Tuhan mem-by-pass hukum alam, seharusnya bensin habis, mobil ya mogok. Tapi karena mujizat Tuhan, tetap bisa jalan sampai ke rumah.
Itu contoh mujizat.

Mujizat BUKAN yang terbaik dari Tuhan.
Yang terbaik dari Tuhan, ya anak-anak-Nya hidup dalam Berkat Anugerah Tuhan.
Tidak hanya punya cukup untuk memenuhi kehidupannya, bahkan masih punya extra untuk berbagi dengan orang lain.

Semua orang sama di mata Tuhan.
Kita berdoa dan percaya, maka kita menerima pertolongan yang kita butuhkan.
Tuhan itu sangat baik, melebihi apa yang bisa kita pikirkan.
Mujizat disediakan untuk semua orang.


Ada teman yang sedemikian terpesona dengan mujizat yang dialami oleh sebut saja namanya Ani, teman saya yang lain.
Ani menjadi sangat terkenal karena mujizat yang dialaminya, luput dari kematian dan beberapa kali mengalami pertolongan Supernatural.
Diundanglah Ani menjadi pembicara di sana sini.
Mengajar firman Tuhan, tidak hanya sekedar bersaksi menceritakan mujizat yang dialaminya.
Bahkan Ani seolah stagnan di sana, tidak ingin move-on, karena itulah modalnya menjadi pembicara.

Yang mengganjal, ternyata Ani tidak tertib soal keuangan.
Ketika dipercaya untuk mengelola uang orang lain, ternyata tidak beres.
Tentunya itu mencoreng nama Tuhan, karena yang diajarkan tentang Tuhan, yang dibahas firman Tuhan.
Koq gak selaras?
Karena karakternya belum dibentuk.
Padahal tugas kita sebagai Terang & Garam dunia…
Seyogyanya, orang lain bisa melihat Allah melalui kita dan dunia di sekitar kita menjadi lebih baik karena kehadiran kita.

Orang yang tidak dapat dipercaya dalam hal kecil, dia tidak bisa dipercaya dalam hal besar, kata Tuhan.

Guru-guru selalu mengajarkan, kita hanya bisa membagikan apa yang kita miliki. Kalau kita tidak punya pengalaman pribadi dengan Tuhan, apa yang bisa kita bagikan?

When you teach just from your mind, oftenly its only can impress people. (The result is Information)
But when you teach from abundant of your heart ( what you live it) its will impact people heart. (The result is Transformation) – Ps. Vlad Savchuck

Ketika Anda mengajar hanya dari pikiran Anda, seringkali hanya itu yang bisa membuat orang terkesan.
(Hasilnya adalah Informasi).
Tetapi ketika Anda mengajar dari lubuk hati Anda (apa yang Anda hidupi) itu akan berdampak pada hati orang.
(Hasilnya adalah Transformasi – mengubah kehidupan pendengarnya) – Ps. Vlad Savchuck

Demikian quotes apik yang dikutip sobat saya, Yuliadi.
That’s true!

Yang harus dikejar adalah perubahan karakter, agar semakin hari semakin menyerupai Allah.
Itu tujuan utama Allah menciptakan kita.

Menjadi teladan, contoh, cermin dari Allah sendiri.
Ini usaha seumur hidup hingga kita berjumpa dengan Allah di surga kelak.

Mujizat justru menunjukkan bahwa banyak hal-hal yang Tuhan kehendaki, yang belum kita lakukan. Karena itu butuh mujizat.
Kita masih kurang bijaksana, dalam mengelola hidup kita.

“Ketika istri Anda mulai hamil, Anda tidak hanya perlu mempersiapkan biaya kelahiran dan kebutuhannya saja, tetapi orang yang bijak sudah mulai mencari tahu, berapa biaya masuk TK sehingga mulai sekarang sudah mulai menabung,” ujar seorang bijak,
“Nanti saat anak mau masuk sekolah, tidak perlu lagi berdoa puasa, gedor-gedor pintu surga, minta mujizat keuangan supaya bisa masuk TK.”

Ini cara bijak yang saya pelajari.
Tuhan baik, klo gedor-gedor, pada waktunya tentu Tuhan beri mujizatnya.
Tetapi alangkah bijaknya, jika kita bisa hidup tenang, enjoy, gak usah stress karena belum punya uang pangkal.
Hidup kita lebih happy, orang lain bisa merasakan betapa nyamannya hidup yang mengikuti jalan Allah.

Setelah sekolah saya baru paham, punya rumah perbendaharaan itu wajib, supaya Tuhan bisa memberkati.
Apa itu rumah perbendaharaan?
Ternyata artinya adalah tabungan.

Kita tidak perlu mengejar berkat. Kita mengejar Tuhan dan berkat mengejar kita. Kita tidak mengejar keuangan. Kita mengejar Tuhan. Kita mengenal Dia. Ketika kita mendekat kepada hati-Nya dan mematuhi perintah-perintah-Nya, berkat-berkat akan mengejar kita.

Sebuah pepatah lama mengatakan,
“Jika Anda mengejar kupu-kupu, Anda tidak akan pernah bisa menangkapnya. Tapi jika kamu diam, kupu-kupu itu akan datang kepadamu.”

Ketika kita berdiam diri, mempersiapkan segala persyaratannya dan mematuhi perintah-perintah Allah, kita akan menyaksikan pembebasan Tuhan demi kita dan berkat-berkat-Nya akan datang ke atas kita serta menguasai kita.

Siap praktik? Yuk….

Blessings are better than miracles. If you live your life from one miracle to the next, you will live from crisis to crisis. It’s better to be blessed with good health than to always need divine healing. God’s will is for us to walk in blessing.” ~ Andrew Wommack

“Berkat lebih baik daripada mujizat. Jika Anda menjalani hidup Anda dari satu mujizat kepada mujizat berikutnya, berarti Anda hidup dari satu krisis kepada krisis lainnya. Lebih baik diberkati dengan kesehatan yang baik daripada selalu membutuhkan penyembuhan ilahi. (Dalam hal keuangan juga). Kehendak Tuhan adalah agar kita berjalan di dalam anugerah Tuhan.” ~Andrew Wommack

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Dapatkah Anda Hidup dari Krisis yang satu kepada Krisis yang lain?”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Dapatkah Anda Hidup dari Krisis yang satu kepada Krisis yang lain?”

Krisis : masa ketika keputusan sulit atau penting harus dibuat; masa kesulitan, kesulitan, atau bahaya yang intens.

Kita hidup di zaman di mana segala sesuatu digambarkan sebagai krisis.
Perubahan iklim dinyatakan sebagai krisis. Pemilihan umum yang akan datang, merupakan pemilihan paling penting sejak pemilihan terakhir, dua tahun lalu. Masalah imigrasi dianggap krisis juga. Belum lagi ancaman perang dengan berbagai negara, dapat segera terjadi. Sistem pendidikan kita sedang dalam krisis. Penggunaan obat yang mengandung ganja, berada pada tingkat krisis pula. Kontroversi gender juga menimbulkan krisis budaya.
Daftar ini bisa terus dan terus, makin berlanjut. Dari media hingga ke mimbar, kita diberitahu tentang krisis demi krisis.
(krisis ekonomi melalui Pandemi, penyebaran virus C-19 selama kurang lebih 2 tahun).

Semua menggambarkan malapetaka yang akan terjadi di kemudian hari, yang tanpa disadari, telah mencuri kedamaian, sukacita dan kemampuan kita dalam mendengarkan suara Tuhan.
Bahkan orang Kristen yang dewasa rohani pun, nyaris tenggelam dalam kegalauan menghadapi berbagai krisis ini. Kesadaran adalah satu hal, tetapi terobsesi adalah hal yang berbeda.

Pada titik ini, kita akan kehilangan tujuan ilahi dan hanya sekedar menjadi satu lagi warga di negara ini, yang terjerumus dalam kecemasan akan hal yang menakutkan, sama seperti yang lainnya.
Ketika orang Kristen tidak dapat dibedakan dari orang non-Kristen dalam menangani kecemasannya, maka ada sesuatu yang salah.

“Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.”
Roma 8:6 (TB).

Saat pikiran dipenuhi dengan kekhawatiran akan krisis yang mungkin terjadi hari ini dan tidak merasa damai, maka sesungguhnya kematian sedang bekerja di dalam diri kita! Ketika sukacita Tuhan tidak lagi kita alami, maka maut sedang bekerja di dalamnya. Jika kita tidak bisa mensyukuri berkat yang Tuhan curahkan, maka kita juga tidak akan menerima kehidupan dan kedamaian. Hidup berkelimpahan mustahil dinikmati, kalau hati kita dipenuhi dengan berita dunia.

Saya tidak mengatakan bahwa peristiwa dunia ini tidak penting.
Saya hanya berpendapat, mungkin saja kita telah terseret dari krisis yang satu kepada krisis yang lain, sehingga menjadi tidak efektif dalam menggenapi tujuan rohani yang sesungguhnya. Hanya mereka yang berpikiran rohani yang dapat menikmati hidup damai, dan semua itu terlepas dari masalah politik, iklim atau imigrasi ilegal. Segala sesuatu tidak harus sempurna bagi kita, agar dapat menikmati hidup yang damai.

“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.”
Filipi 4:8 (TB).

[Repost : “Can you live from crisis to crisis?”, – Barry Bennett, Penerjemah oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Elon Musk, CEO Mobil Listrik Tesla, Sekaligus Orang Terkaya Di Dunia, Dituntut Rp 3.818 triliun…. Why???

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Elon Musk, CEO Mobil Listrik Tesla, Sekaligus Orang Terkaya Di Dunia, Dituntut Rp 3.818 triliun…. Why???

Elon Musk dituntut US$ 258 miliar atau sekitar Rp 3.818 triliun (kurs Rp 14.800) oleh investor Dogecoin. Investor tersebut menuduh Musk mempemainkan harga DOGE dan menjalankan skema piramida berbasis uang kripto.
Dalam laporannya ke Pengadilan Manhattan, Keith Johnson menuduh pendiri perusahaan mobil listrik Telsa itu sengaja menaikkan harga DOGE lalu membiarkan harganya jatuh begitu saja.

“Elon Musk sadar betul sejak 2019 Dogecoin tidak bernilai, tapi terus-terusan mempromosikan koin kripto tersebut demi meraup keuntungan,” kata pelapor dalam keterangannya yang dikutip dari Reuters, Jumat (17/6/2022).

Laporannya itu juga memuat pernyataan Warren Buffett, Bill Gates, dan pihak-pihak yang meragukan nilai asli dari uang kripto.

(Sumber :https://finance.detik.com/fintech/d-6132069/keseringan-pompomin-doge-elon-musk-kena-getahnya-dituntut-rp-3800-t.)

Dari berita CNBC terungkap, Menurut Johnson, sejak Musk mulai mempromosikan mata uang virtual itu, investor telah kehilangan sekitar US$ 86 miliar. Dia ingin Musk untuk mengganti investor jumlah ini, ditambah membayar dua kali lipat dalam kerusakan tambahan senilai US$ 172 miliar.

Wow…..
Dr. Andik Wijaya dalam seminarnya beberapa bulan lalu sudah mengingatkan, akan terjadi goncangan perekonomian yang besar di tingkat dunia karena Kripto.

Banyak orang terpesona dengan Elon Musk, konon orang terkaya di dunia saat ini. Bahkan kepala negara pun ingin menemuinya. Dahsyatnya…

Pepatah dunia, “Kalau ingin sukses belajarlah dengan orang sukses,” tentu tidak salah kalau orang-orang berbondong-bondong ingin meniru dan mengikuti cara Elon Musk menjadi kaya.
Ketika Elon Musk mempromosikan sesuatu, segera dibeli.
Takut ketinggalan. Ini cara kaya masa kini. Buktinya Musk dalam sekejap jadi orang terkaya di dunia.
Percaya dong….

Masalahnya, kebenaran dunia selalu berganti. Kemarin Elon Musk disanjung, hari ini ada berita investor yang kehilangan milyaran dollar karena Musk. Oh…..

Saya pun mengalaminya dalam skala kecil-kecilan. Ikut seminar bayar puluhan juta, karena motivatornya kaya & terkenal, diajari investasi properti, sampai sekarang jangankan untung, buntung iya…
Mau dijual, balik modal pun belum. Disewakan seharga kamar kost di Jakarta.
Kapok!

Kalau dipikir ulang, siapa sich yang mau beneran ngajarin dan membimbing kita secara tulus, tanpa ada motif apa pun dibelakangnya, kecuali orangtua kita?

Orang lain paling banter ya menunjukkan jalan, ini lho… Lalu jalanlah sendiri.
Beda klo ortu, saat jalan dimonitor. Salah jalan, cepat-cepat diberitahu. Karena kasih, cinta…. Tidak ingin anak mengalami kesulitan.
Orang lain mana mau? Apa dulu untungnya buat gue?
Sayangnya, tidak semua anak menyadarinya…
Justru dianggap ortu suka mengatur!


Beberapa hari lalu, ada acara bagi nasabah sebuah Bank Swasta di Surabaya. Christian di Jakarta dan saya juga.
Akhirnya, Fanny, Relatioship Manager saya menyarankan agar diwakilkan saja, siapa tahu dapat hadiah.
Jadilah Andre, staf kami yang mewakili.

Dan….. Nama saya dipanggil sebagai pemenang utama.
Yeaaayyyy…..

“Berkat mengejar Ai (tante)… Luar biasa,” komentar Fanny,
“dari sekian banyak orang lho!”

Dapat hadiah tentu menyenangkan, tetapi yang lebih menyentuh hati:
Saya tidak berdoa.
Saya tidak meminta
Tetapi Tuhan memberikan anugerah-Nya.
Terbukti Tuhan jauuuuuhhh lebih baik daripada yang bisa kita pikirkan.

Dan melalui peristiwa ini, Fanny pun bisa melihat Tuhan di balik semuanya.
Bukankah itu tujuan Tuhan memberkati kita?
Agar orang-orang di sekeliling kita bisa melihat Allah melalui kehidupan kita.
Koq YennyIndra beruntung, hoki, atau apa pun istilahnya…
Dan mereka tahu, yang hebat bukan YennyIndra, melainkan Allah yang Mahabaik.
Orang lain pun terinspirasi untuk hidup mendekat kepada Tuhan. Ingin mengenal Tuhan yang Mahabaik juga.
To God be the glory!

Apakah saya orang terpilih?
Sama sekali tidak!
Tuhan itu Allah yang adil dan memberikan berkat yang sama kepada semua orang.

Mengapa tidak semua orang mendapatkan berkat yang sama?
Tuhan SUDAH mencurahkan berkat-Nya bagi setiap kita, tetapi tergantung wadah kita seberapa besarnya?

Berkat Tuhan berbanding lurus dengan pengetahuan kita akan kebenaran firman Tuhan dan pengenalan kita akan Allah.

Ada cara untuk menerima berkat-Nya, karena itu Tuhan ingin setiap orang menjadi murid-Nya.
Bahkan itu perintah-Nya, bukan pilihan lho!

Why?
Karena tanpa menjadi murid, kita hanya belajar sepotong-sepotong dan tidak ada yang membimbing. Meski dulu saya rajin baca buku sana sini, hasilnya berbeda dengan sekolah. Pengetahuan dan pengenalan (wadah) kita terbatas.

Di sekolah pelajaran runut, belajar 1 topik, dibahas dari A sampai Z. Tidak paham ada guru tempat bertanya. Belum lagi teman-teman diskusi itu sangat membantu. Lalu pengalaman teman-teman, menginspirasi saya ingin seperti dia.
Kalau teman saya bisa sembuh, berarti saya bisa sembuh juga. Semangat jadinya. Ini cara memperbesar wadah.

Untuk menjadi murid, kita harus berkomitmen, disiplin, menundukkan diri dan konsisten.
Ada harga yang harus dibayar.
Mindset lama dibongkar habis dan wajib untuk menyesuaikan diri dengan mindsetnya Allah.
Cara Tuhan berbeda dengan cara kita.
Sejujurnya, itu butuh kerendahan hati dan tidak mudah.
Mau ga?

Nach banyak orang yang hanya mau mendekat kepada Tuhan saat ada butuhnya saja…
Begitu masalah mendapatkan solusi, langsung Tuhan ditinggalkan.
Mereka hanya Visit alias berkunjung, BUKAN Dwell alias tinggal di dalam naungan Allah yang Mahatinggi.

Dulu saya ‘gedubrakan’ berusaha sukses, diberkati, mencari cara bahagia…
Lari sana, sini, mengejar berbagai seminar, buku dan orang-orang sukses… Ingin ketularan sukses.

Sekarang saya tidak lagi…
Saya memilih satu saja yang perlu dan yang tidak akan dapat diambil dari saya, duduk di bawah kaki Tuhan.
Belajar Kepada-Nya, mendengarkan hikmat-Nya dan melakukan perintah serta arahan-Nya…
Itu jauh lebih efektif.
Prinsip dan kebenaran Tuhan tetap sama, tidak berubah-ubah seperti kebenaran dunia.

Mengubah motivasi hati. Bukan lagi ingin cepat kaya dan serakah tetapi sadar, bahwa harta, talenta dan hidup saya semua milik Allah.
Titipan.
Yang harus dipertanggungjawabkan saat saya berjumpa dengan Allah di surga kelak.
Cara hidup berubah. Nilai-nilai berubah dan mindset pun berubah.

Andrew Wommack mengajarkan tujuan Tuhan memberkati kita agar kita memiliki penyediaan Allah untuk merealisasikan perintah-perintah-Nya.
Dan ukuran kesuksesan seseorang bukan diukur berapa banyak uang atau aset yang disimpannya, tetapi berapa banyak yang dibagikan kepada orang lain dan hidup orang lain menjadi lebih baik karena mengenal kita.

Masih ikut seminar?
Ya kalau sesuai dengan dorongan Tuhan.
Belajar itu perlu, ilmu pengetahuan itu penting.
Bekerja itu wajib. Tuhan bilang orang yang tidak bekerja, janganlah ia makan.
Tetapi dasar apa pun yang saya lakukan adalah Allah sumber berkat dan kebahagiaan yang sesungguhnya.
Allah itulah Boss hidup saya.

Bagaimana pendapat Anda?

“How often we expect big things from God without preparing for big things from him” ~ Beth Moore.

Betapa seringnya kita mengharapkan hal-hal besar dari Tuhan tanpa mempersiapkan diri untuk menerima hal-hal besar dari-Nya” ~ Beth Moore.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Kesehatan untuk Tubuh (Daging) Anda.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Kesehatan untuk Tubuh (Daging) Anda.”

Tuhan berbicara kepada saya baru-baru ini: “Kamu mungkin menghabiskan waktu di dalam Firman, tetapi apakah Firman masuk ke dalam dirimu?”
Yesus berkata,
“Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.”
Yohanes 15:7 (TB).

Anda dapat mengetahui apakah Firman ada di dalam Anda, jika Anda menghargai Firman itu di atas segalanya, merenungkannya siang dan malam, tidak membiarkan diri Anda terganggu oleh kekhawatiran dunia, maka pada saat itulah firman menjadi kesehatan bagi tubuh (daging) Anda.

Firman Tuhan adalah Roh dan hidup (Yohanes 6:63).
Ketika Firman tinggal di dalam kita, maka ada terang, pengertian, iman, dan kesembuhan.
Inilah sifat Firman yang menyembuhkan dan membebaskan.

“Disampaikan-Nya firman-Nya dan disembuhkan-Nya mereka, diluputkan-Nya mereka dari liang kubur.
Mazmur 107:20 (TB).

Firman itu harus tinggal di dalam hati Anda.
Persetujuan secara mental, di dalam pikiran saja, tidaklah cukup.

Ketika kita hanya membaca Firman sekedar sebagai kewajiban, sebagai formula, atau untuk mengisi kepala saja, maka kita kehilangan kehidupan yang tersedia. Ketika Firman tinggal di dalam Anda, maka Anda memiliki kedamaian dan sukacita. Anda menunjukkan kebaikan dan pengampunan. Dan itulah obat bagi tubuh (dagingmu).

“Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu. Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka.”
Amsal 4:20?-?22 (TB).

“Aku gembira atas janji-Mu, seperti orang yang mendapat banyak jarahan.”
Mazmur 119:162 (TB).

Apakah Firman-Nya tinggal di dalam Anda?
Ketika Firman adalah gairah Anda, maka hidup Anda akan mencerminkan hidup-Nya.

[Repost ; “Health to Your Flesh”. – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Bagaimana Cara Mengalami Tuhan? Ini Prosesnya!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Bagaimana Cara Mengalami Tuhan? Ini Prosesnya!

Ketika Tuhan menarik perhatian saya pada sebuah buku yang pernah saya baca sekitar 25 tahun lalu, ditambah pula dengan buku lain dari penulis yang berbeda, saya paham, Tuhan sedang mengarahkan saya pada jalur hidup yang baru.

Allah ingin menjadi Allah atas setiap aspek hidup kita.
25 tahun lalu, saya hanya bersedia menyerahkan kepada Allah, aspek hidup yang saya rasa aman. Aspek sisanya, saya mau mengendalikannya menurut cara saya sendiri.
Saya menjadi allah di sana.
Saat itu rasanya wajar, teman-teman juga begitu koq…

Ternyata begitu banyak jatuh bangun selama 25 tahun, berusaha mengatur kehidupan saya sendiri. Hingga tiba pada pemahaman, ternyata seharusnya saya mempersembahkan seluruh aspek hidup saya kepada Tuhan dan membiarkan Allah menjadi Boss yang sebenarnya.
Saya mengikuti rancangan-Nya, menyesuaikan diri, dan hidup melekat kepada-Nya.
Ibarat ranting yang menempel pada pokok anggur. Yang memberi makan ranting, ya dari akar pokok anggurnya. Jika ranting benar-benar menempel, maka ranting akan mengeluarkan buah anggur yang manis, yang bisa dinikmati oleh banyak orang. Itu buktinya!

Dulu ada kecemasan tersembunyi, kuatir kalau semua diserahkan Tuhan, lalu saya dibawa ke tempat yang tidak saya sukai, bagaimana?

Tetapi pengalaman hidup 25 tahun terakhir membuktikan, justru Tuhan memberikan jaaauuuuhhh lebih baik daripada apa yang bisa saya pikirkan.
Mimpi saja gak berani, ternyata sampai juga ke sana…
Mimpi Tuhan buat saya ya mimpi seukuran Allah… Bukan seukuran mimpi saya.
So sweet…

Semakin lama ikut Tuhan, semakin sadar, pokoknya kalau Tuhan ngomong sesuatu, percaya saja….
Tuhan mengasihi saya, lebih daripada saya dapat mengasihi diri sendiri…
Apa yang Tuhan minta dari kita, semua demi kebaikan kita.
Tuhan ingin membawa kita kembali pada kualitas seperti Adam & Hawa sebelum jatuh dalam dosa, di Taman Eden.
Semua Tuhan yang mencukupi, mereka bekerja karena bekerja itu memang menyenangkan, bukan terpaksa.
Keren bukan?


Dulu saya berpikir, menanti itu membosankan. Karena itu hobi saya, ‘membantu’ Tuhan menjawab doa-doa saya.
Akibatnya, yang saya dapatkan bukan yang terbaik dari Tuhan. Tidak sedikit yang mengakibatkan stres, luka dan penyesalan.

Sekarang bertobat sungguh-sungguh.
Ternyata saat menantikan Tuhan itu saat yang aktif.
Ngapain saja?
Saya belajar mengenal kehendak Tuhan, jalan-jalan-Nya lalu mengamati keadaan sekitar…. Di mana Tuhan sedang bekerja? Apa yang bisa saya lakukan untuk membantu pekerjaan Tuhan?
Saya bisa bergabung di sana.

Apakah Tuhan sedang berbicara kepada saya melalui keadaan ini?
Apa yang dikatakan Tuhan kepada saudara – saudara seiman lainnya?
Tugas saya senantiasa selaras dengan tugas dan rencana Tuhan secara keseluruhan, jadi sayalah yang harus menyesuaikan diri.

Berdoa dan bertanya kepada Tuhan, meminta arahan-Nya.
Semua ini butuh waktu, perenungan dan usaha.
Menanti justru waktu yang sibuk.
Tuhan tengah membentuk, melatih, memproses sehingga saya dapat dipakai menjadi alat-Nya secara efektif.

Beberapa hari lalu, ketika sedang sarapan setelah berolah raga, di samping meja kami ada tukang taman sedang menggergaji batang pohon besar.
Suaranya memekakkan telinga dan tidak enak

“Itu karena gergajinya tumpul,” kata drg. Iwan, sahabat yang mengepalai kalau kami berolah raga,
“Perhatikan hasil potongannya tidak rapi dan butuh tenaga besar untuk memotongnya. Berbeda jika gergajinya tajam. Enteng dan hasilnya rapi.”

Nach saat menanti, merupakan saat di mana gergaji sedang diasah. Begitu siap, gergaji kita akan bermanfaat dan memberikan hasil yang excellent.

Saat ini, dalam penantian, Tuhan mengarahkan saya untuk belajar. Pemahaman baru dibukakan. Tulisan lancar mengalir.
Sungguh terpukau menyadari berbagai bahan yang terpencar dan sama sekali tidak berhubungan, disajikan Tuhan dan dituntun-Nya menjadi sebuah artikel.
Ketika artikel selesai, saya sendiri terheran-heran, dan menyadari:
Ini Tuhan yang merangkai, BUKAN saya.
Artikel ini seukuran Tuhan, BUKAN seukuran YennyIndra.

Dan tidak ada yang lebih nikmat serta melegakan, selain menyadari bahwa saya tengah mengerjakan tugas-Nya, berada di tengah-tengah kehendak-Nya dan menggenapi rencana-Nya.
Kehadiran Allah begitu nyata dan Dia berkenan terlibat dalam hal-hal kecil dalam kehidupan anak-anak-Nya. Asalkan kita mengizinkan.

Menanti sampai kapan?
Ketika waktunya siap, Tuhan akan berinisiatif memberi tahu kita, apa yang harus kita lakukan. Jangan kuatir jika kita tidak mengerti.
Dia Allah, dengan Cara-Nya Dia memastikan kita mengerti.
Tidak mungkin gagal.


Allah senantiasa berkarya di dalam dunia dan di tempat kita berada. Bila Allah sudah siap untuk melibatkan kita dalam suatu tugas bersama Dia, Ia selalu berinisiatif datang kepada kita dan menyatakan apa yang sedang dikerjakan-Nya. Jika ini terjadi, itu merupakan undangan-Nya kepada kita agar bergabung dengan Dia.

Bergabung dengan Dia memerlukan penyesuaian besar-besaran dari kehidupan kita kepada kehidupan ala Allah. Setelah itu, untuk mengalami Dia yang sedang berkarya di dalam dan melalui kita, maka kita harus mematuhi Dia. Jika kita patuh, Ia akan mewujudkan pekerjaan-Nya melalui kita dan kita akan mengenal Dia melalui pengalaman.
Wuiih…. Akhirnya…. Kenal Tuhan.

Kita percaya kepada-Nya lalu menyesuaikan hidup kita dengan pengalaman ini.
Level iman kita naik satu tingkat.
Pengalaman demi pengalaman ini akan membangun fondasi iman yang tak tergoyahkan serta hubungan yang lebih intim serta bermakna.
Kita pun menjalani hidup dengan kacamata Allah, cara Allah. Berpikir, merasa dan berkata selaras dengan perkataan Allah.

Hidup kita menjadi demonstrasi kebaikan-kebaikan Tuhan, pencapaian-pencapaian kita seukuran Allah.
Orang-orang di sekeliling kita pun ingin memiliki hidup yang kita alami.
Nama Tuhan dipermuliakan. Kita menjadi Terang dan Garam. Dunia di sekeliling kita menjadi lebih baik karena kehadiran kita.

Mau? Praktik yuk…

“The truth is that God can do anything He pleases through an ordinary person who is fully dedicated to Him.”? Henry T. Blackaby.

“Kebenaran sesungguhnya, Tuhan dapat melakukan apa pun yang Dia kehendaki melalui orang biasa yang sepenuhnya mengabdi kepada-Nya.”? Henry T. Blackaby.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 174 175 176 177 178 404