Articles

Berkat VS Mujizat

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Berkat VS Mujizat

Ada salah kaprah di kalangan umum yang mengira kalau orang mengalami mujizat itu berarti tingkat rohaninya tinggi.
Dulu saya pun beranggapan demikian.
Padahal justru sebaliknya.

DIENKKKKKK…..

Tuhan TERPAKSA melanggar hukum alam demi menolong kita, itu yang disebut mujizat.

Nach itu gunanya sekolah.
Mindset salah dibabat habis, digantikan dengan kebenaran.

Tuhan ingin setiap kita hidup dalam berkat anugerah Tuhan dengan cara mentaati perintah dan arahan dalam firman-Nya.
Sehingga berkat mengalir, kelihatannya natural, tetapi karena disertai Tuhan jadi Supernatural.

Contohnya, saya berbisnis dengan upaya 5. Secara natural mungkin hasilnya 6 atau 7, kan ada labanya.

Nach karena disertai Tuhan, Tuhan melipatgandakan jadi 30 kali lipat, misalnya.
Upaya 5 X 30 = 150.
Ini namanya hidup dalam berkat.

Ketika butuh beli bensin, duit ada dan cukup untuk beli bensin. Itu namanya hidup dalam berkat.

Mujizat bagaimana?
Karena ga ada uang untuk beli bensin, berdoa, gedor-gedor pintu surga.
Akhirnya, meski tangki bensin kosong, mobil tetap bisa berjalan sampai ke rumah.
Tuhan mem-by-pass hukum alam, seharusnya bensin habis, mobil ya mogok. Tapi karena mujizat Tuhan, tetap bisa jalan sampai ke rumah.
Itu contoh mujizat.

Mujizat BUKAN yang terbaik dari Tuhan.
Yang terbaik dari Tuhan, ya anak-anak-Nya hidup dalam Berkat Anugerah Tuhan.
Tidak hanya punya cukup untuk memenuhi kehidupannya, bahkan masih punya extra untuk berbagi dengan orang lain.

Semua orang sama di mata Tuhan.
Kita berdoa dan percaya, maka kita menerima pertolongan yang kita butuhkan.
Tuhan itu sangat baik, melebihi apa yang bisa kita pikirkan.
Mujizat disediakan untuk semua orang.


Ada teman yang sedemikian terpesona dengan mujizat yang dialami oleh sebut saja namanya Ani, teman saya yang lain.
Ani menjadi sangat terkenal karena mujizat yang dialaminya, luput dari kematian dan beberapa kali mengalami pertolongan Supernatural.
Diundanglah Ani menjadi pembicara di sana sini.
Mengajar firman Tuhan, tidak hanya sekedar bersaksi menceritakan mujizat yang dialaminya.
Bahkan Ani seolah stagnan di sana, tidak ingin move-on, karena itulah modalnya menjadi pembicara.

Yang mengganjal, ternyata Ani tidak tertib soal keuangan.
Ketika dipercaya untuk mengelola uang orang lain, ternyata tidak beres.
Tentunya itu mencoreng nama Tuhan, karena yang diajarkan tentang Tuhan, yang dibahas firman Tuhan.
Koq gak selaras?
Karena karakternya belum dibentuk.
Padahal tugas kita sebagai Terang & Garam dunia…
Seyogyanya, orang lain bisa melihat Allah melalui kita dan dunia di sekitar kita menjadi lebih baik karena kehadiran kita.

Orang yang tidak dapat dipercaya dalam hal kecil, dia tidak bisa dipercaya dalam hal besar, kata Tuhan.

Guru-guru selalu mengajarkan, kita hanya bisa membagikan apa yang kita miliki. Kalau kita tidak punya pengalaman pribadi dengan Tuhan, apa yang bisa kita bagikan?

When you teach just from your mind, oftenly its only can impress people. (The result is Information)
But when you teach from abundant of your heart ( what you live it) its will impact people heart. (The result is Transformation) – Ps. Vlad Savchuck

Ketika Anda mengajar hanya dari pikiran Anda, seringkali hanya itu yang bisa membuat orang terkesan.
(Hasilnya adalah Informasi).
Tetapi ketika Anda mengajar dari lubuk hati Anda (apa yang Anda hidupi) itu akan berdampak pada hati orang.
(Hasilnya adalah Transformasi – mengubah kehidupan pendengarnya) – Ps. Vlad Savchuck

Demikian quotes apik yang dikutip sobat saya, Yuliadi.
That’s true!

Yang harus dikejar adalah perubahan karakter, agar semakin hari semakin menyerupai Allah.
Itu tujuan utama Allah menciptakan kita.

Menjadi teladan, contoh, cermin dari Allah sendiri.
Ini usaha seumur hidup hingga kita berjumpa dengan Allah di surga kelak.

Mujizat justru menunjukkan bahwa banyak hal-hal yang Tuhan kehendaki, yang belum kita lakukan. Karena itu butuh mujizat.
Kita masih kurang bijaksana, dalam mengelola hidup kita.

“Ketika istri Anda mulai hamil, Anda tidak hanya perlu mempersiapkan biaya kelahiran dan kebutuhannya saja, tetapi orang yang bijak sudah mulai mencari tahu, berapa biaya masuk TK sehingga mulai sekarang sudah mulai menabung,” ujar seorang bijak,
“Nanti saat anak mau masuk sekolah, tidak perlu lagi berdoa puasa, gedor-gedor pintu surga, minta mujizat keuangan supaya bisa masuk TK.”

Ini cara bijak yang saya pelajari.
Tuhan baik, klo gedor-gedor, pada waktunya tentu Tuhan beri mujizatnya.
Tetapi alangkah bijaknya, jika kita bisa hidup tenang, enjoy, gak usah stress karena belum punya uang pangkal.
Hidup kita lebih happy, orang lain bisa merasakan betapa nyamannya hidup yang mengikuti jalan Allah.

Setelah sekolah saya baru paham, punya rumah perbendaharaan itu wajib, supaya Tuhan bisa memberkati.
Apa itu rumah perbendaharaan?
Ternyata artinya adalah tabungan.

Kita tidak perlu mengejar berkat. Kita mengejar Tuhan dan berkat mengejar kita. Kita tidak mengejar keuangan. Kita mengejar Tuhan. Kita mengenal Dia. Ketika kita mendekat kepada hati-Nya dan mematuhi perintah-perintah-Nya, berkat-berkat akan mengejar kita.

Sebuah pepatah lama mengatakan,
“Jika Anda mengejar kupu-kupu, Anda tidak akan pernah bisa menangkapnya. Tapi jika kamu diam, kupu-kupu itu akan datang kepadamu.”

Ketika kita berdiam diri, mempersiapkan segala persyaratannya dan mematuhi perintah-perintah Allah, kita akan menyaksikan pembebasan Tuhan demi kita dan berkat-berkat-Nya akan datang ke atas kita serta menguasai kita.

Siap praktik? Yuk….

Blessings are better than miracles. If you live your life from one miracle to the next, you will live from crisis to crisis. It’s better to be blessed with good health than to always need divine healing. God’s will is for us to walk in blessing.” ~ Andrew Wommack

“Berkat lebih baik daripada mujizat. Jika Anda menjalani hidup Anda dari satu mujizat kepada mujizat berikutnya, berarti Anda hidup dari satu krisis kepada krisis lainnya. Lebih baik diberkati dengan kesehatan yang baik daripada selalu membutuhkan penyembuhan ilahi. (Dalam hal keuangan juga). Kehendak Tuhan adalah agar kita berjalan di dalam anugerah Tuhan.” ~Andrew Wommack

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Kirey Yang Manja.
“Apakah Anda Rendah Diri?”
Toxic Shame.