Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Siapa Yang Memanggil Anda?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Siapa Yang Memanggil Anda?

Banyak sekali para pelayan Tuhan yang menghubungi saya. Baik pendeta, pengelola panti asuhan, pendiri sekolah gratis dan sebagainya. Mereka melayani Tuhan dengan penuh ketulusan. Hatinya mengasihi jiwa-jiwa dan ingin menjadi berkat bagi sesama.

Dari sekedar sharing, minta sumbangan, menawarkan invest atau join di bisnis mereka – karena ada yang harus berbisnis agar kebutuhan dana di sekolah gratisnya bisa tercukupi -, hingga sekedar minta baju pantas pakai atau buku.
Repotnya, tidak sedikit yang lokasinya tidak sekedar di luar pulau, tetapi di desanya. Ongkir kirim baju pantas pakai atau buku yang diminta, jaaauuuh lebih mahal daripada barang yang dikirim.

Selama ini saya bertanya-tanya, bukankah Tuhan berjanji mencukupi setiap kebutuhan kita?
Apalagi ini pelayanan untuk mempermuliakan nama-Nya….
Klo sampai kekurangan, bagaimana pandangan dunia terhadap mereka? Apalagi yang sampai sangat-sangat minus, sampai-sampai hamba Tuhannya nampak begitu minder, putus asa dan nyaris tanpa harapan.
Orang dunia yang gak kenal Tuhan, sama sekali tidak tertarik dengan Tuhan mereka. Tidak Mendemonstrasikan Allah yang baik, yang begitu peduli dan mengasihi anak-anak-Nya.

“Mengapa hidup pelayan Tuhan koq bisa minus seperti itu?”, tanya seorang teman yang beragama lain.
Mak jleb!
Saya diam. Gak tahu mesti menjawab apa?
Mengapa antara janji-janji-Nya dengan fakta di lapangan tidak selaras?
Entahlah!


Pagi ini Nana mengirimkan unggahan dari Charis Africa.
Dan ini jawabannya!

Melihat adanya kebutuhan dan merasa berbelas kasihan, BUKAN panggilan Tuhan.

Banyak orang-orang yang mengasihi Tuhan, ketika melihat ada anak-anak yatim piatu yang membutuhkan tempat bernaung, atau anak-anak miskin yang sekolah, mereka menyadari, anak-anak ini butuh panti asuhan atau sekolah gratis sebagai solusinya.
Hati mereka yang lembut dan penuh belas kasihan, tergerak, Menganggap ini panggilan Tuhan, padahal BUKAN.
Belas Kasihan BUKAN Panggilan Tuhan.

Prinsipnya:
Jika itu memang Panggilan Tuhan, maka Penyediaan Ada Di Sana.

Kebutuhan Bukanlah Panggilan, Tuhanlah yang memanggil ke dalam suatu pelayanan. Yang akan dilaksanakan menurut Waktu Tuhan, serta Cara Tuhan.

Pesan dari Charis Africa, JANGAN Memanggil Dirimu Sendiri, atau membiarkan Orang Lain yang Memangilmu.
Pastikan Tuhan yang Betul-betul Memanggilmu.
Dengarkan Langsung Suara Tuhan di dalam rohmu, pastikan bahwa ini Betul-betul Panggilan-Nya, Kehendak-Nya agar kita masuk ke dalam pelayanan itu.

Dalam 1 korintus 12:28 dikatakan:
God has appointed for the church…. 1 Corinthians 12:28 (NLT)
Tuhan telah menetapkan untuk gereja…. 1 Korintus 12:28 (NLT)

Tuhan yang menetapkan, merancang, menentukan waktu, caranya dan dilaksanakan dengan cara berjalan langkah demi langkah bersama-Nya.
Bukan menurut waktu dan cara kita, apalagi jika sesungguhnya Tuhan tidak memanggil.

Ini Proyek Tuhan, maka Tuhan yang mengatur semuanya secara detil, Tuhan yang menyediakan apa pun yang dibutuhkannya, termasuk orang yang tepat apalagi dananya.
Tunggu waktu-Nya.

Ketika Tuhan menunjukkan visi-Nya kepada kita, tidak berarti itu harus dilaksanakan sekarang.
Barry Bennett guru saya yang lain, bercerita, dia menerima visi Tuhan untuk melayani ke luar negeri. Setelah lulus sekolah Alkitab dan menikah pada tahun 1978, segera Barry pergi ke Mexico. Tetapi pelayanannya gagal total. Tidak ada yang support.

Barry kembali ke Amerika. Bekerja sekuler sambil melayani.
Di sana Barry dipersiapkan, dibentuk, diperlengkapi, mendapatkan berbagai pengalaman dan buah pelayanan terbukti. Lebat, baik dan benar.
11 tahun kemudian, Barry benar-benar yakin, suara Tuhan meneguhkan ini saatnya…
Barry dan keluarga berangkat ke Guatemala lalu dilanjutkan dengan pelayanan di Chile, melayani di sana.
Diteguhkan pula oleh organisasi yang mendukung pelayanannya.
Semua siap, lancar dan Tuhan sudah menyiapkan pula orang-orang yang dibutuhkannya baik di Guatemala mau pun di Chile.
Sukses besar, tidak hanya berhasil membangun gereja yang bertumbuh sehat, tetapi membangun Sekolah Alkitab juga.

Hingga suatu saat, 12 tahun kemudian, Tuhan mengarahkan Barry kembali ke Texas, Amerika dan akhirnya, mengajar di Charis Bible College.
Barry terkenal sebagai guru idola, menjelaskan pelajaran detil, mudah dimengerti dan didukung oleh berbagai ayat. Greg Mohr menjuluki Barry Bennett sebagai ‘Alkitab Berjalan.’
Gereja dan Sekolah Alkitab di Chile tetap langgeng hingga kini.
Inilah contoh pelayanan yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

Jalan hidup kita, hendaknya menuruti tuntunan-Nya. Dia tahu yang terbaik bagi masa depan kita.
Hidupku bukan aku lagi tapi Kristus yang ada didalamku.
It’s all about God, Not us.
Ini semua tentang Tuhan, Bukan kita.

Lalu tugas kita apa?
Menjadi bejana yang siap mengalirkan-Nya.
Kita sekedar wadah yang mau, siap dibentuk dan taat.
Sehingga ketika proyek ini sukses, kita tahu, tahu dan tahu… Ini Tuhan Yang Dahsyat BUKAN kita!

“Beberapa pelayan Tuhan menjadi tidak efektif, membuang-buang waktu dan tenaga karena seseorang yang memanggil mereka masuk ke dalam pelayanan Bukan Tuhan yang memanggilnya,” tertulis dalam artikel Charis Afrika.


Seorang teman pengusaha, yang cinta Tuhan, dan terlibat ke dalam pelayanan. Setia, penuh kasih dan murah hati. Ketika gerejanya berniat buka cabang baru di sisi lain kota, dipilihlah teman pengusaha ini menjadi pendeta di sana.
Perlu dicatat, yang memilih itu leader di gerejanya, BUKAN panggilan Tuhan kepadanya secara pribadi.

Awalnya berjalan baik. Fokus terhadap bisnisnya makin lama makin berkurang, akhirnya dia memutuskan menjadi full-timer.
Ternyata melayani tidak semudah yang dibayangkan.
Di perusahaan, tidak cocok, bisa pecat dan ganti karyawan baru. Di gereja, banyak sukarelawan alias jemaat yang melayani, yang tidak bertanggung jawab, tapi punya duit, sumbangannya besar dan mau mengatur.
Singkat cerita, terjadi gonjang ganjing di gerejanya, yang berakhir dengan peletakan jabatan. Mantan pengusaha ini mundur, bisnis sudah ditutup dan pelayanan gagal.

Teman-teman lain bertanya-tanya…
“Bukankah Si A sudah meninggalkan segala-galanya untuk Tuhan? Mengapa koq Tuhan tidak memelihara apalagi memberkatinya?”

Nach justru Tuhan lagi yang disalahkan. Padahal faktanya, leader Si A yang memanggilnya masuk ke dalam pelayanan, Bukan Tuhan.

Teringat pelajaran yang diberikan. Greg Mohr, guru saya berkata, “Jika itu Ismail, – anak yang diperoleh Abraham atas usul Sara, agar meniduri Hagar, hambanya, karena Sara tidak punya anak. Artinya Hasil Kemauan dan Rancangan kita sendiri, – maka kita sendiri yang harus kasi makan.
Tetapi jika itu Ishak, – Anak Perjanjian yang memang dirancang dan dijanjikan Tuhan, artinya rencana Tuhan – maka Tuhan yang kasi makan.”

Kesimpulan:

Pelayanan yang memang kehendak Tuhan, dilaksanakan dengan cara Tuhan, menurut waktu Tuhan, Tuhan pula yang memimpin langkah demi langkah, maka Tuhan yang bertanggung jawab dalam segala hal, termasuk dananya.

Tetapi pelayanan yang dibangun oleh rancangan manusia, ya… orang itu sendiri yang harus bertanggung jawab.
Cengli?

Yayasan Pondok Hayat dan Sekolah Gratis Pelita Permai, contoh yang saya kenal dekat dengan foundernya, Monica dan Bu Liana, membuktikan bagaimana Tuhan mencukupi apa pun yang mereka butuhkan. Kalau itu memang panggilan Tuhan, maka Tuhan yang menyediakan segalanya.
Tuhan tidak pernah ingkar janji.

Saya paham sekarang….

Tidak hanya dalam pelayanan, tetapi di dalam setiap aspek kehidupan kita, hendaknya kita membiarkan Tuhan yang menjadi Boss, Pemimpin hidup kita.
Biarkan rencana-Nya, terealisasi melalui hidup kita.
Jauh lebih nyaman, santai dan damai, ketika membiarkan Tuhan berkarya melalui hidup kita, daripada kita yang mesti bersusah payah berjuang merancang masa depan kita sendiri.
Hasil Tuhan pasti jauh lebih dahsyat!
Bukankah karya Salib Kristus yang sudah selesai, sudah membayar semuanya, hingga kita bisa hidup dalam anugerah-Nya?

Bagaimana pendapat Anda?

For I know the plans I have for you,” declares the LORD, “plans to prosper you and not to harm you, plans to give you hope and a future.- Jeremiah 29:11

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. -Yeremia 29:11 TB

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Arti KAYA Dalam Perspektif Hakiki.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Arti KAYA Dalam Perspektif Hakiki.

Sekian tahun lalu saya mendengar kisah dari Ps. Jose Carol JPCC. Suatu pagi Ps. Jose bersama dengan keluarga pamannya, pergi ke Starbuck. Anak, menantu dan keluarganya ramai-ramai memesan kopi. Tetapi sang paman tidak.
Tentu Ps. Jose heran, lalu menanyakan hal itu.

“Saya gak bisa minum kopi seharga 40 ribu. Saya biasa minum kopi yang harga 5 ribu,” sang paman menjelaskan.

“Tetapi mereka semua memesan kopi 40 ribuan?”

“Ya, karena mereka semua punya bapak yang kaya. Bapak saya miskin. Saya dididik hemat. Kopi 5 ribu cukup bagi saya.”

DIEEEENK…


Cerita serupa di post oleh sahabat saya, P. Hadi Pandunata.

Seorang pengusaha menginap di hotel miliknya.
Inilah dialog dengan receptionist,
“Toni, tolong disiapkan satu kamar ya…”
“Siap Boss, segera kami siapkan kamar terbaik & termahal, kamar yang biasa dipakai anak Bapak kalau menginap di sini”.

Pengusaha ini menjawab,
Standard Room saja cukup, saya ini anak orang miskin. Kalau anak saya kan anak orang kaya.”

Sekali lagi Seorang kaya adalah seorang yang BISA BERHITUNG dan BERSIKAP REALISTIS. Dia sanggup berkata “CUKUP,” dan tidak suka menghamburkan uang untuk sesuatu yang tidak berguna.

Salah seorang terkaya di dunia yang bernama Warren buffet, walau ia adalah orang terkaya dengan hartanya yang begitu melimpah, ia bisa saja hidup semewah mungkin di mana saja yang ia maui. Namun ia memilih hidup sederhana di rumah yang dibelinya empat dekade lalu di Omaha.

Pesan Warren Buffett yang keren:
If you buy things you do not need, soon you will have to sell things you need – Warren Buffett.

Jika Anda membeli barang yang tidak Anda butuhkan, Anda akan terpaksa menjual barang yang Anda butuhkan – Warren Buffett.

Never Invest in a business you cannot understand – Warren Buffet.

Jangan Pernah Berinvestasi dalam bisnis yang tidak dapat Anda pahami – Warren Buffet.

Peringatan bagi yang suka membeli barang-barang atau bisnis demi gengsi, – barang yang sesungguhnya gak butuh, atau bisnis yang tidak dikuasainya -, pada akhirnya terpaksa melego aset yang masih dibutuhkan atau bisnis lain yang masih menguntungkannya.

Di usia senjanya saat ini ia menyumbangkan sebagian kekayaannya.Total sumbangannya saat itu mencapai US$ 31 miliar, sekitar 400 triliun rupiah. Tak mengherankan jika amal itu tercatat sebagai donasi terbesar dalam sejarah Amerika. Uniknya, sebagian derma itu diserahkan ke Bill and Melinda Gates Foundation, salah satu orang terkaya di dunia lainnya.

Ada kata bijak mengatakan, apabila engkau kaya, janganlah merasa kaya, tapi kayalah dalam merasa, dalam berempati & bersimpati; bukan hanya kaya harta tetapi kaya dengan kebaikan. Demikian tertulis dalam artikel itu.


Berbicara tentang Warren Buffett selalu menarik. Meski kaya raya, dia tidak mewariskan kekayaannya kepada keturunannya.
Mereka semua dibiayai untuk sekolah ke mana pun, sampai berapa pun biayanya, tetapi setelah itu, mereka harus mandiri.

Saya pernah menonton wawancara dengan salah satu putra Buffett, yang berkata,
“Sungguh tidak adil, jika saya harus hidup tanpa usaha, menikmati kekayaan ayah saya, hanya karena saya lahir sebagai anak Warren Buffett.”

Ayah yang hebat, menghasilkan anak yang hebat pula. Tidak mau mengambil keuntungan hanya karena hak kelahirannya.
Warren Buffett berjanji, suatu hari kekayaannya akan dikembalikan kepada masyarakat.
Cara pandang yang tidak lazim bagi orang Indonesia.
Budaya timur, klo bisa, kekayaan ditumpuk, hingga cukup untuk tujuh turunan.


Dalam pengertian rohani, ketika segala sesuatu fokusnya diri kita, itulah definisi sombong.
Raja Salomo berujuar, orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri, itu seperti lintah.
“Untukku dan untukku…” Gak ada puasnya.

Yang jadi fokusnya: “Apa kata orang?” Sibuk membangun image di depan orang lain. Jaman internet dan sosial media itu wadahnya.
Kita kerap terpesona melihat tampilan-tampilan di sosmed yang wow…..
Hingga P. Wepe, Wahyu Pramudya, founder portal terkenal Ribut Rukun, mengingatkan, jangan cuma fokus dengan tampilanmu di sosmed tetapi benahi juga kehidupanmu di belakang layar.

Apalagi lihat yang Flexing, anak-anak muda 20 – 40 tahunan, rumah, mobil dan liburannya…. Ajubilah… Bak di film-film Hollywood. Tidak sedikit, yang berapa lama kemudian terseret kasus money game.

“Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan,” demikian wejangan Raja Salomo yang terkenal juga sebagai Raja Sulaiman. Raja terkaya & paling bijak di seantero dunia.

Jika ingin menikmati kehidupan, kehormatan dan kekayaan yang sejati, rahasianya justru rendah hati.
Apa arti rendah hati?
Orang yang hidupnya berpusat pada Tuhan.

Diberkati menjadi berkat bagi orang lain.

Saya koq tetap yakin, tidak ada kebahagiaan sejati di luar Tuhan. Dan nilai-nilai kebenaran Tuhan adalah nilai-nilai kebenaran yang sejati. Yang Hakiki, tidak lekang oleh waktu.

Bagaimana pendapat Anda?

If you tell the truth, you don’t have to remember anything.” ? Mark Twain

Jika Anda mengatakan yang sebenarnya, Anda tidak perlu mengingat apa pun.”- Mark Twain

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Seia Sekata – Allah Menyingkapkan Rahasia Yang Tersembunyi.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Seia Sekata – Allah Menyingkapkan Rahasia Yang Tersembunyi.

Belajar agar apa pun yang dikatakan selaras dengan hati kita, ternyata butuh latihan.
Kita dibesarkan dalam lingkungan yang penuh basa-basi… Demi kesopanan, kerap mengatakan apa pun diperhalus, kadang jadi mengubah makna sesungguhnya.

Sudah terbiasa pula, ada teman yang klo berbicara, tersimpan makna tersembunyi. Punya tujuan khusus supaya Bla… Bla… Bla… Sesuai tujuan yang ada dibaliknya.
Sebuah artikel bercerita, Om William Soeryadjaya tidak paham ketika difasilitasi Mbak Tutut untuk bertemu P. Harto. Sehingga berakibat fatal saat terjadi kasus Astra.
Budaya tertentu demikian sehingga harus bisa menangkap makna sesungguhnya.

Ada pula yang memang tricky… Penuh strategi.
Menekan, mengancam secara tersirat… Membujuk, memengaruhi keputusan, intinya, tidak tulus. Tidak murni. Punya misi khusus. Ada udang di balik bakwan.

Semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, semakin ingin mulut dan hati berjalan selaras.
Orang yang murni hatinya akan melihat Allah.
Ini worth it untuk dikejar. Menghasilkan damai sejahtera yang melampaui segala akal. Tak ternilai harganya.
Dan itu sungguh luar biasa.

Belajar sepakat dengan perkataan Tuhan. Targetnya berpikir, merasa, berkata dan bertindak sesuai dengan perkataan Tuhan.
Prakteknya beneran gak gampang. Sudah setengah abad hidup diprogram dengan nilai-nilai dunia, sekarang mesti diganti dengan prinsip-prinsip Allah.
Padahal fakta yang kasat mata masih tetap sama.
Otak saya yang cuma sebesar kacang pun protes, gak masuk akal. Logikanya di mana?

Nach repotnya, prinsip Tuhan klo harus dibuktikan dengan logika, kerap gak nyambung.
Tapi setelah dijalani, dilakukan dengan iman – pasrah bongkokan, istilah Orang Jawa – beneran terbukti.
Nach lho….


Salah satu janji Tuhan, ketika kita menjadikan Allah sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita, maka kita memiliki pikiran Allah. Hikmat-Nya yang tersembunyi sejak dunia belum dijadikan, akan diberitahukan-Nya bagi kita.

Teringat kisah kuno bagaimana Raja Aram marah besar, karena siasat perangnya selalu gagal. Pasti ada pengkhianat di dalam.
Ternyata Nabi Elisa bisa mengetahui rahasia apa pun yang dibicarakan Raja Aram di kamar tidurnya….Nach Elisa ada di pihak lawannya.
Itulah sebabnya, serangannya selalu gagal.
Nach lho… Tak disangka, ketika dekat dengan Allah, bisa mendapatkan rahasia sehebat itu!

Tentunya, dengan mengetahui rahasia yang tersembunyi, tidak hanya serangan lawan yang digagalkan, tetapi kita bisa lebih unggul daripada orang lain bukan?
Bisnis lancar, selangkah lebih maju daripada yang lain, kreatifitas meningkat dan halangan pun bisa dihindari…
Yang rekan lain tidak paham, kita bisa menyelesaikannya…
Wow… Mantap! Senangnya…

P. Dolfi menjabarkan topik ini panjang, lebar, tinggi, dalam dan lengkap. Secara teori paham, tapi kalau belum mengalami kan sekedar pengetahuan di kepala.
Duh mikirnya saja susah… Logika saya gak nyampe. Bagaimana sich caranya Tuhan menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi?

Apa yang bisa saya lakukan?
Semaksimal mungkin mendekat kepada Tuhan, nempel kayak perangko.
Lalu jaga hati tulus…. Itu yang saya bisa. Selebihnya terserah Tuhan.

Masalah demi masalah datang…
Ada sesuatu yang berbeda… Segala sesuatu nampak alami, tetapi entah bagaimana, banyak hal-hal yang terpikirkan pun tidak, Tuhan bukakan satu persatu.
Koq saya ngerti….

Fakta yang tersaji secara kasat mata A. Demikian juga laporan staf di lapangan menguatkan bahwa betul A.
Oooo ternyata sesungguhnya begini,…. kebenaran di balik semuanya ternyata B. Yang sebenarnya terjadi, terbuka dengan gamblang.

Saya tidak sepintar itu, tahu trik dan strategi yang sedang dibangun, tetapi Tuhan Maha-tahu. Tuhan pun membimbing langkah-langkah yang harus kami lakukan.
Kapan harus maju, mundur or hold dulu….
Yang amat sangat berbeda, hati saya tenang.
Ada keyakinan teguh: Tuhan di pihakku, siapa dapat melawan aku? Dan hati mantap, Tuhan yang berperang bagiku.
Saya gak usah repot-repot mikir berat-berat….
Biarkan Tuhan saja yang jadi boss. Pemimpin perangnya.

Orang yang dibutuhkan muncul secara tak terduga. Dari sharing dengannya, terbukti Tuhan sudah menyiapkan solusinya jauh sebelum saya mengalami masalah.

“Sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya,” janji-Nya.

Sekarang saya tahu rahasianya. Jika kita memperbaharui pikiran kita dengan firman-Nya, roh kita akan memberitahukan hal-hal tersembunyi, yang sebenarnya yang sedang terjadi.

Meski saya gak peka, ga punya insting khusus, – konon wanita umumnya punya- malangnya, koq saya gak sebegitu pekanya… Tetapi Allah itu betul-betul menemui saya di level iman dan pengertian saya… Dengan cara-Nya yang ajaib namun nampak natural, saya mengerti….
Thank you Lord! Jadi gak salah langkah.

Ada masalah yang bisa cepat diselesaikan, tetapi ada pula yang butuh waktu.
Ya sudah…. Nurut saja.
Yang dahsyat hati tenang, teduh dan bisa tidur nyenyak…

Tidak ada hasil, jika tidak dipraktekkan dan dihidupi.
Itu pelajarannya.
Mau? Mendekat pada Tuhan yuk….
It’s all about God not me…

God has guarded His Word so that only the pure in heart can see its secrets. All other efforts will fail. – Winkie Pratney.

Tuhan menjagai Firman-Nya sehingga hanya orang yang murni hatinya, yang dapat melihat rahasianya. Semua upaya lainnya akan gagal. – Winkie Pratney.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Jangan lupakan: Mendengar/Membaca Firman Tuhan.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Jangan lupakan: Mendengar/Membaca Firman Tuhan.

Saat melayani sebagai misionaris dan pendeta di Chili, setelah kebaktian minggu, seorang wanita Katolik yang berkunjung untuk pertama kalinya, mendekati saya. Rupanya dia mendengar tentang pesan iman dan kesembuhan di gereja kami. Dia didiagnosis menderita kanker tulang dan minta didoakan.

Dalam Roh saya merasa, wanita ini tidak benar-benar siap hatinya untuk sepakat dengan saya dalam iman. Oleh karenanya, saya memutuskan memberinya sebuah buku tentang kesembuhan agar dibaca dan direnungkan. Lalu memintanya kembali, setelah selesai membaca buku itu.
Satu dua minggu kemudian, dia benar-benar kembali, dan terlihat perubahan di wajahnya.
Saya bertanya apakah dia sudah membaca buku itu?
“Ya,” jawabnya.
Sekarang dia telah belajar, siap dan percaya untuk menerima kesembuhannya.
Saya berdoa untuknya, dan kami sepakat, kasih karunia Tuhan memenuhi kebutuhannya serta menyembuhkannya.

Beberapa minggu kemudian dia kembali, hampir sambil menari!
Setelah pergi ke dokter, mengikuti pemeriksaan serta tes yang baru, hasilnya dinyatakan tidak ada bukti kanker!
Dia sembuh!
Selain itu, penglihatannya telah kembali ke 20/20!

Wanita ini berada dalam keadaan putus asa, tetapi setelah membaca buku tentang kesembuhan ilahi, dia pun beralih kepada keadaan beriman. Saya tidak bisa mengatakan bahwa iman saya yang menyembuhkannya. Saya hanya secara sederhana menyalurkan kasih Tuhan. Kami bersepakat bersama, setuju bahwa kehendak Tuhanlah untuk menyembuhkannya, dan wanita itu pun disembuhkan.
Tuhan itu baik!

Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.
Lukas 5:15 TB

Mendengarkan firman Tuhan (termasuk membacanya), seringkali hanya merupakan tindakan sederhana yang diperlukan untuk memulai terjadinya kesembuhan. Saat kita membuka hati dan fokus kepada-Nya, kita berada di tempat yang tepat, untuk mengenal dan menerima karya salib Kristus yang sudah selesai.

Di Salib itulah apa pun yang kita butuhkan, sudah dibayar lunas dan tersedia bagi kita. Tinggal kita menerimanya dengan iman.
Iman timbul karena pendengaran, pendengaran oleh firman Kristus.

This blessed Book brings such life and health and peace, and such an abundance that we should never be poor any more – Smith Wigglesworth.

(Alkitab), Buku yang diberkati, membawa kehidupan, kesehatan dan kedamaian, serta kelimpahan sedemikian rupa sehingga kita tidak akan pernah menjadi miskin lagi. – Smith Wigglesworth.

Sumber: “Forget Not 2” – Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Stevan Berangkat Ke Taiwan Yeaaayyyy….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Stevan Berangkat Ke Taiwan Yeaaayyyy….

Pada bulan Maret 2022, saya menulis kisah tentang Stevan, putra Hanna, yang hendak sekolah dengan beasiswa ke Taiwan.
Hanna, single mom, dengan 2 anak, dan pekerjaannya menjadi driver online.

“Coach kaki sudah memastikan Stevan berangkat Juli 2022, Ci Yenny. Saya mimpi pun tidak, bisa menyekolahkan anak ke luar negeri…,” ucap Hanna dengan penuh syukur.

Yang ingin baca kisah lengkapnya bisa KLIK:
https://yennyindra.com/2022/03/gak-berani-bermimpi-jangan-takut-mimpilah/

Kisah ini sudah menjadi berkat bagi banyak pembaca Seruput Kopi Cantik. Mereka yang awalnya minder, gak percaya diri, gak berani bermimpi, penuh kerakutan, kemudian menjadi bersemangat, ingin seperti Stevan dan Hanna. Ternyata tidak ada yang mustahil bersama Tuhan.
Wow… Senangnya membaca komentar para pembaca.

“Terimakasih atas kesaksian bu Hana kemarin. Luar biasa bu Yenny ,” komentar Mega dari Samarinda, salah satunya.


Nach diantara berbagai komentar positif, ada yang mengingatkan Hanna,
“Klo belum betul-betul berangkat, jangan cerita ke orang-orang… Nanti jadi sasaran serangan iblis lho! Ya kalau beneran berangkat, klo gak bagaimana?”

Hanna menceritakannya kepada saya. Duh… Terbeban juga hati saya. Gak enak klo terjadi sesuatu, karena saya yang menuliskan kisahnya.

Lalu Tuhan mengingatkan,
” Hanna, bukankah Tuhan ingin kita mendemonstrasikan kebaikan-kebaikan-Nya? Kalau Stevan sudah ke Taiwan, kisahnya sudah gak seru lagi. Justru selama proses sedang berlangsung, orang-orang di sekeliling kita ingin melihat, bagaimana respon kita saat menghadapi tantangan. Apakah kita sama galaunya dengan orang dunia? Atau kita tetap beriman, percaya dan tak tergoyahkan? Justru ini yang harus didemonstrasikan. Dibuktikan…. Betul gak Hanna beriman & percaya?”

“Iya juga ya….”

Dan memang benar, tidak semulus yang diharapkan.
Di Taiwan sendiri sekitar bulan Mei, Covid mulai naik.
Awalnya Covid di Taiwan sangat ditekan, penderita minim sekali. Ketika di Indonesia Covid sudah sangat rendah, justru di Taiwan akhirnya mulai dibiarkan tetapi tetap dipantau dan terkontrol. Infonya demikian. Klo ga begitu, masyarakat tidak kebal-kebal. Jadi vaksin plus banyak yang sudah kena Covid, membuat kekebalan tubuh naik. Prosesnya konon memang mesti begitu.

Masalahnya, tingginya Covid, menentukan berapa lama harus karantina. Dan berbayar pula. Tentunya memberatkan siswa.
Meski pun biaya karantina sebesar 3000 NTD ditanggung pemerintah Taiwan dan sisanya bisa dicicil siswa setelah magang kerja, tetap diatur sedemikian rupa agar biayanya minim. Jadilah keberangkatan pun mundur beberapa kali.
Berbagai perubahan regulasi sempat mengganggu juga.

Belum lagi Stevan baru pertama kali ke luar negeri. Harus bikin paspor plus visa sekolah. Komunikasi dengan sekolah. Menanti surat penerimaan dari sekolah dan berbagai persyaratan lainnya, butuh waktu dan ada kendala kecil-kecil.

Stevan, sebagai anak, kadang merasa kuatir, jadi pergi gak?
Demikian pula Stefi, kakak Stevan sempat bertanya,
“Mi, klo Stevan gak jadi berangkat bagaimana? Kan malu, semua orang sudah tahu?”
Kegalauan yang sangat manusiawi, wajar bisa menghantui semua orang, dalam posisi mereka.
‘Si iblis-musuh kita,’ itu paling jago, meneror dengan menyajikan berita-berita yang membuat kita ragu…. What if?
Bagaimana seandainya…..?
Bukankah hal seperti ini wajar sekali, ketika kita tengah menantikan jawaban doa? Setiap orang pernah mengalaminya.

Namun salut kepada Hanna, yang teguh berprinsip menolak mengucapkan kata-kata negatif mau pun keraguan.
Sebaliknya, memilih terus berdoa dan mendeklarasikan janji-janji-Nya.
Hanna terus menguatkan dan meyakinkan Stevan & Stefi, jika Tuhan sudah memulai, maka dia akan menyelesaikan dengan sempurna, meski situasi yang ada seolah tidak menjanjikan.
Tidak sia-sia Hanna sudah lulus level 1 di Charis.
Caranya meresponi masalah sungguh berbeda.

Keteguhan kita untuk tetap berdiri di atas janji-janji Tuhan, tidak goyah, tidak peduli bagaimana pun situasinya, itulah yang membuat kita menang!
Banyak orang yang putus asa di tengah jalan dan menyerah. Akhirnya menghapus doanya sendiri.

Hanna tidak!
Dan terbukti!
Hari ini tgl 14 Agustus 2022, Stevan berangkat ke Taiwan menapaki lembaran baru kehidupannya.
Wow…. Hati saya ikut terharu, bangga dan bercampur aduk perasaan kami semua.

Hanna juga lanjut sekolah ke level 2, bulan Agustus ini. Rancangan Tuhan itu sempurna, tepat pada waktunya. Stevan berangkat, Hanna akhir Agustus sekolah. Meski kelihatannya di sepanjang perjalanan penuh drama, tapi endingnya semua pas!

“Stevan ke Taiwan bukan liburan tetapi sekolah sambil magang bekerja untuk memperoleh pengalaman sehingga ketika lulus, sudah menguasai baik teori mau pun ketrampilan yang siap pakai. Siapkan mental yang ulet, teguh dan pantang menyerah,” wejangan saya pada Stevan,
“Kesempatan sekolah di luar negeri, jangan kumpul dengan orang Indo saja tetapi membuka diri, berteman dengan teman-teman dari berbagai negara. Agar wawasan kita luas, tidak mudah menghakimi. Paham setiap bangsa punya kebiasaan dan cara pandang yang berbeda. Gunakan setiap kesempatan untuk belajar dan membangun hubungan yang baik. Siapa tahu kelak Stevan bisa berbisnis dengan mereka.”

Hanna berani berkata sekarang:
Karena aku percaya (kepada Tuhan), maka aku berkata-kata (mendeklarasikan janji-janji-Nya), berani bersaksi sebelum terjadi dan sekarang terbukti!

Menjadi demonstrasi kebaikan Tuhan, artinya berani menantang ‘si musuh’, mengumumkan kepada dunia, bahwa Hanna percaya: Tuhan pasti kirim Stevan ke Taiwan.
Tuhan tidak pernah mempermalukan orang-orang yang menaruh harap kepada-Nya.

Bonusnya, pada awal Hanna bercerita Stevan akan sekolah ke Taiwan, keluarganya tidak ada yang percaya. Mana mungkin?
Menjelang berangkat, nenek Stevan bercerita kepada saudara-saudaranya dengan bangga,
“Cucuku mau berangkat sekolah ke Taiwan.”

Mereka pun melihat, bersama Tuhan, Hanna beneran berhasil mengirim Stevan ke Taiwan. Allahnya Hanna luar biasa sekali!
Nama Tuhan pun dipermuliakan!

Btw semalam sempat zoom meeting dengan Stevan dan Kevin, anak MB-Gen yang sudah di Taiwan sebelumnya. Keadaan mereka sangat baik. Sungguh menarik melihat anak-anak muda yang tengah meraih cita-citanya. Sukses!

The goodness of God is infinitely more wonderful than we will ever be able to comprehend – AW Tozer.

Kebaikan Tuhan jauh lebih luar biasa, daripada yang bisa kita pahami – AW Tozer

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 166 167 168 169 170 404