Articles

Stevan Berangkat Ke Taiwan Yeaaayyyy….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Stevan Berangkat Ke Taiwan Yeaaayyyy….

Pada bulan Maret 2022, saya menulis kisah tentang Stevan, putra Hanna, yang hendak sekolah dengan beasiswa ke Taiwan.
Hanna, single mom, dengan 2 anak, dan pekerjaannya menjadi driver online.

“Coach kaki sudah memastikan Stevan berangkat Juli 2022, Ci Yenny. Saya mimpi pun tidak, bisa menyekolahkan anak ke luar negeri…,” ucap Hanna dengan penuh syukur.

Yang ingin baca kisah lengkapnya bisa KLIK:
https://yennyindra.com/2022/03/gak-berani-bermimpi-jangan-takut-mimpilah/

Kisah ini sudah menjadi berkat bagi banyak pembaca Seruput Kopi Cantik. Mereka yang awalnya minder, gak percaya diri, gak berani bermimpi, penuh kerakutan, kemudian menjadi bersemangat, ingin seperti Stevan dan Hanna. Ternyata tidak ada yang mustahil bersama Tuhan.
Wow… Senangnya membaca komentar para pembaca.

“Terimakasih atas kesaksian bu Hana kemarin. Luar biasa bu Yenny ,” komentar Mega dari Samarinda, salah satunya.


Nach diantara berbagai komentar positif, ada yang mengingatkan Hanna,
“Klo belum betul-betul berangkat, jangan cerita ke orang-orang… Nanti jadi sasaran serangan iblis lho! Ya kalau beneran berangkat, klo gak bagaimana?”

Hanna menceritakannya kepada saya. Duh… Terbeban juga hati saya. Gak enak klo terjadi sesuatu, karena saya yang menuliskan kisahnya.

Lalu Tuhan mengingatkan,
” Hanna, bukankah Tuhan ingin kita mendemonstrasikan kebaikan-kebaikan-Nya? Kalau Stevan sudah ke Taiwan, kisahnya sudah gak seru lagi. Justru selama proses sedang berlangsung, orang-orang di sekeliling kita ingin melihat, bagaimana respon kita saat menghadapi tantangan. Apakah kita sama galaunya dengan orang dunia? Atau kita tetap beriman, percaya dan tak tergoyahkan? Justru ini yang harus didemonstrasikan. Dibuktikan…. Betul gak Hanna beriman & percaya?”

“Iya juga ya….”

Dan memang benar, tidak semulus yang diharapkan.
Di Taiwan sendiri sekitar bulan Mei, Covid mulai naik.
Awalnya Covid di Taiwan sangat ditekan, penderita minim sekali. Ketika di Indonesia Covid sudah sangat rendah, justru di Taiwan akhirnya mulai dibiarkan tetapi tetap dipantau dan terkontrol. Infonya demikian. Klo ga begitu, masyarakat tidak kebal-kebal. Jadi vaksin plus banyak yang sudah kena Covid, membuat kekebalan tubuh naik. Prosesnya konon memang mesti begitu.

Masalahnya, tingginya Covid, menentukan berapa lama harus karantina. Dan berbayar pula. Tentunya memberatkan siswa.
Meski pun biaya karantina sebesar 3000 NTD ditanggung pemerintah Taiwan dan sisanya bisa dicicil siswa setelah magang kerja, tetap diatur sedemikian rupa agar biayanya minim. Jadilah keberangkatan pun mundur beberapa kali.
Berbagai perubahan regulasi sempat mengganggu juga.

Belum lagi Stevan baru pertama kali ke luar negeri. Harus bikin paspor plus visa sekolah. Komunikasi dengan sekolah. Menanti surat penerimaan dari sekolah dan berbagai persyaratan lainnya, butuh waktu dan ada kendala kecil-kecil.

Stevan, sebagai anak, kadang merasa kuatir, jadi pergi gak?
Demikian pula Stefi, kakak Stevan sempat bertanya,
“Mi, klo Stevan gak jadi berangkat bagaimana? Kan malu, semua orang sudah tahu?”
Kegalauan yang sangat manusiawi, wajar bisa menghantui semua orang, dalam posisi mereka.
‘Si iblis-musuh kita,’ itu paling jago, meneror dengan menyajikan berita-berita yang membuat kita ragu…. What if?
Bagaimana seandainya…..?
Bukankah hal seperti ini wajar sekali, ketika kita tengah menantikan jawaban doa? Setiap orang pernah mengalaminya.

Namun salut kepada Hanna, yang teguh berprinsip menolak mengucapkan kata-kata negatif mau pun keraguan.
Sebaliknya, memilih terus berdoa dan mendeklarasikan janji-janji-Nya.
Hanna terus menguatkan dan meyakinkan Stevan & Stefi, jika Tuhan sudah memulai, maka dia akan menyelesaikan dengan sempurna, meski situasi yang ada seolah tidak menjanjikan.
Tidak sia-sia Hanna sudah lulus level 1 di Charis.
Caranya meresponi masalah sungguh berbeda.

Keteguhan kita untuk tetap berdiri di atas janji-janji Tuhan, tidak goyah, tidak peduli bagaimana pun situasinya, itulah yang membuat kita menang!
Banyak orang yang putus asa di tengah jalan dan menyerah. Akhirnya menghapus doanya sendiri.

Hanna tidak!
Dan terbukti!
Hari ini tgl 14 Agustus 2022, Stevan berangkat ke Taiwan menapaki lembaran baru kehidupannya.
Wow…. Hati saya ikut terharu, bangga dan bercampur aduk perasaan kami semua.

Hanna juga lanjut sekolah ke level 2, bulan Agustus ini. Rancangan Tuhan itu sempurna, tepat pada waktunya. Stevan berangkat, Hanna akhir Agustus sekolah. Meski kelihatannya di sepanjang perjalanan penuh drama, tapi endingnya semua pas!

“Stevan ke Taiwan bukan liburan tetapi sekolah sambil magang bekerja untuk memperoleh pengalaman sehingga ketika lulus, sudah menguasai baik teori mau pun ketrampilan yang siap pakai. Siapkan mental yang ulet, teguh dan pantang menyerah,” wejangan saya pada Stevan,
“Kesempatan sekolah di luar negeri, jangan kumpul dengan orang Indo saja tetapi membuka diri, berteman dengan teman-teman dari berbagai negara. Agar wawasan kita luas, tidak mudah menghakimi. Paham setiap bangsa punya kebiasaan dan cara pandang yang berbeda. Gunakan setiap kesempatan untuk belajar dan membangun hubungan yang baik. Siapa tahu kelak Stevan bisa berbisnis dengan mereka.”

Hanna berani berkata sekarang:
Karena aku percaya (kepada Tuhan), maka aku berkata-kata (mendeklarasikan janji-janji-Nya), berani bersaksi sebelum terjadi dan sekarang terbukti!

Menjadi demonstrasi kebaikan Tuhan, artinya berani menantang ‘si musuh’, mengumumkan kepada dunia, bahwa Hanna percaya: Tuhan pasti kirim Stevan ke Taiwan.
Tuhan tidak pernah mempermalukan orang-orang yang menaruh harap kepada-Nya.

Bonusnya, pada awal Hanna bercerita Stevan akan sekolah ke Taiwan, keluarganya tidak ada yang percaya. Mana mungkin?
Menjelang berangkat, nenek Stevan bercerita kepada saudara-saudaranya dengan bangga,
“Cucuku mau berangkat sekolah ke Taiwan.”

Mereka pun melihat, bersama Tuhan, Hanna beneran berhasil mengirim Stevan ke Taiwan. Allahnya Hanna luar biasa sekali!
Nama Tuhan pun dipermuliakan!

Btw semalam sempat zoom meeting dengan Stevan dan Kevin, anak MB-Gen yang sudah di Taiwan sebelumnya. Keadaan mereka sangat baik. Sungguh menarik melihat anak-anak muda yang tengah meraih cita-citanya. Sukses!

The goodness of God is infinitely more wonderful than we will ever be able to comprehend – AW Tozer.

Kebaikan Tuhan jauh lebih luar biasa, daripada yang bisa kita pahami – AW Tozer

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Adakah Sesuatu Yang Hilang?”
“Keyakinan kepada Iman kita.”
Napoleon Bonaparte Kalah Perang Karena Gunung Tambora di Indonesia????? Lhah Bagaimana Mungkin?