Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles, Relationship, Self Motivation

Benarkah Kita Berdoa? Atau Sedang Mengeluh?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Benarkah Kita Berdoa? Atau Sedang Mengeluh?

Suatu ketika Charles Capps, seorang pengkotbah terkenal dari Amerika, sedang berdoa dengan serius.
Ditengah-tengah sesi doanya, Tuhan bertanya lugas:

“Charles, what are you doing? Charles, apa yang sedang kamu lakukan?”

“I’m praying, Lord. Saya sedang berdoa, Tuhan”

“No, you are complaining. Tidak, kamu sedang mengeluh….”

Gubbbrrraaakkkk……

Ketika Andrew Wommack menceritakan kisah ini, saya pun terperangah.
Jangan-jangan saya pun kerap mengeluh bukannya sedang berdoa seperti yang saya pikirkan.

Setiap orang ‘merasa’ bisa berdoa tetapi sejujurnya, kerap kita mengartikan doa dengan persepsi yang salah.
Saat berbeban berat, kerap kita ‘merasa’ perlu lapor detil kepada Tuhan, betapa beratnya masalah yang kita hadapi. Bahkan belum lega jika belum ‘mengingatkan’ Tuhan, jika sampai terjadi A, resikonya begini lho Tuhan….
Kalau terjadi B, lebih gawat lagi Tuhan….. makin besar resikonya. Dibacakan daftar kemungkinan buruk yang bisa terjadi.
Bukannya lega hati, setelah ‘berdoa’ justru berkeringat dingin, makin stress dan ketakutan. Galau….

Klo perlu, dibawa pula berbagai surat perjanjian dan kontraknya, ditunjukkan kepada Tuhan, kuatir klo ada perjanjian yang Tuhan kelewatan belum baca!

Familiar dengan sikap seperti ini?
Dulu, saya pun seperti itu. Sebelum sekolah.

Klo perlu, tokoh-tokoh yang dianggap lebih rohani, lebih suci, diminta untuk mendoakan. Mereka dianggap punya jabatan lebih oke, jadi punya jalur khusus dengan Tuhan.
Jika tokoh-tokoh ini yang berdoa, lebih sakti.

Bahkan ditambah doa puasa, berusaha ‘memaksa’, istilah Andrew Wommack: ‘memiting tangan Tuhan’, supaya doa kita dikabulkan.

Ini sudah menjadi fenomena di mana-mana. Semakin banyak orang yang berdoa, berubaha membuat Tuhan ‘sungkan’, supaya dikabulkan.
(Mirip demo… mengerahkan massa, memaksa Tuhan)

Benarkah?

*******

Coba direnungkan kembali!
Allah kita itu Maha-Tahu. Manusia hanya bisa melihat sejauh mata memandang, sedangkan Allah sudah melihat hingga masa yang akan datang.

Daud bernyanyi:
Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri,
Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.

Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya Tuhan.
Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku.

Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.
Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?
Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana;
jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau.
Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.
Jika aku berkata: ”Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam,” maka kegelapan pun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.

Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;
mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.
Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah!
Betapa besar jumlahnya!

Apa sich yang Tuhan tidak tahu? Di dunia orang mati saja, Allah ada di sana. Mau bersembunyi di mana lagi?
Allah Maha-Besar, Maha-Dahsyat, Maha…..
Otak kita yang sebesar kacang, tidak bisa memahaminya.
Apa ya perlu kita curhat habis-habisan menceritakan ketakutan-ketakutan kita, padahal Tuhan sudah tahu endingnya bagaimana?

*****
Kami suka apartemen yang tinggi. Dari lantai 30 an, kami bisa melihat jauh ke depan.
Ketika hendak keluar makan, dari lantai 30 an kami bisa memperkirakan: oooo macetnya hanya sekitar 5 meter saja. Setelah sampai perempatan, lancar koq. Bahkan ada jalan lain yang jauh lebih lega.

Sebaliknya, saat kita berdiri di lobby, di lantai dasar, duh…. kelihatan mobil penuh sesak menutupi jalanan, panjaaaang…. seolah-olah tak berakhir.
Kita sudah stress duluan, bisa-bisa memutuskan tidak usah pergi. Buntu, sumpek, crowded….
Inilah gambaran kita yang melihat dari bawah, dari dunia.
Berbeda dengan Tuhan yang melihat dari atas, ibarat dari lantai 30 an. Pandangan-Nya jauh lebih luas, dan bisa melihat big-picturenya, gambar besar secara keseluruhan.
Tuhan tahu jalan mana yang tercepat, terlancar, terbaik untuk mencapai tujuan hidup kita.

Dia Allah, apa yang sulit bagi-Nya?
Tetapi Allah memberi setiap kita Free Will – kehendak bebas dan Free Choice – pilihan bebas, mau mengikuti Tuhan – God’sWay atau mengikuti kemauan kita sendiri – My Way?
Pilihan ada di tangan kita!

******
Menyadari hal ini, sesungguhnya sesi doa itu BUKAN memberitahu Tuhan betapa gawat situasinya, TETAPI sesi di mana kita memohon Tuhan memberikan hikmat-Nya, agar kita bisa melihat apa yang kita alami dari Cara Pandangnya Allah!

Berdoa BUKAN saatnya kita sibuk bicara, dan meminta Tuhan mendengarkan, MELAINKAN saatnya TUHAN BERBICARA dan Kita MENDENGARKAN DIA.

Tuhan, solusi masalahku bagaimana?
Ajari aku untuk melihatnya seperti Tuhan melihat.
Tuntun aku melangkah sesuai kehendak-Mu….
Apa yang harus aku lakukan?
Kapan aku harus melakukannya?
Bagaimana cara aku melakukannya?
Di mana aku harus memulainya?
Beri kekuatan dan kepekaan agar aku bisa melangkah bersama-Mu,
Dan setiap langkah merupakan suatu mujizat dalam menggenapi God’s Way….jalan Tuhan.

Dan Tuhan berbicara Melalui firman-Nya.

*****
Perjalanan hidup bersama Tuhan itu relationship, hubungan pribadi.
Jika doa-doa kita selama ini tidak memberikan hasil sesuai yang kita inginkan, check & recheck ulang.
Mungkin cara berdoa kita selama ini, ada yang kurang pas.

Nach siapa tau ada A Better Way to Pray…. ada cara berdoa yang lebih baik, bisa dicoba.

“Bu Yenny, saya takut …. klo sesat bagaimana?”

Kita kan anak-anak Tuhan yang berhikmat bukan?
Check & recheck, apakah selaras dengan Firman Tuhan?
Jika selaras firman Tuhan, berarti benar.
Standar Kebenaran Sejati adalah Firman Tuhan, karena Firman Tuhan adalah Allah sendiri, – bukan hanya di paskan dengan satu prinsip tetapi keseluruhan firman Tuhan.

Lalu lihat buahnya!
Prinsip kehidupan itu Prinsip Benih.

Jika yang ditanam biji mangga Probolinggo kesukaan P. Indra, buahnya pasti Mangga Probolinggo yang supermanis berwarna kuning kemerahan.
Tidak mungkin berbuah semangka apalagi tomat. Tidak mungkin pula berbuah mangga yang masam dan berwarna kuning keputihan.
Benih tidak pernah menipu! Benih itu berbuah sesuai jenisnya!

Dengan cara yang sama, jika yang ditanam adalah Benih Firman Tuhan, maka buahnya pasti nyata: semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pasti semuanya itu yang ada dalam pikiran mau pun kehidupan orang yang menghidupi firman-Nya. Yang dipikirkan perkara yang di atas, bukan di bumi semata.

Sehingga kita tidak mudah terbuai dengan kata-kata yang indah semata, atau ditakut-takuti dengan berbagai dongeng nenek tua.
Orang-orang yang hidupnya berakar di dalam Tuhan dan dibangun di atas Dia, makin bertambah teguh dalam iman dan hatinya melimpah dengan ucapan syukur.

Kehidupan orang yang hatinya melekat kepada Tuhan itu, supernatural. Hal-hal baik mengejar kehidupannya. Itulah sebabnya Andrew Wommack berujar, jika hidup kita tidak supernatural, berarti hubungan kita dengan Tuhan, tidaklah mendalam.
Penyertaan Tuhan itu kasat mata.

Mari bangun hubungan pribadi yang dekat dengan Allah maka kita akan menikmati surga di bumi dan surga pula di kekekalan nanti.
Mau? Yuk…..

Inconsistency is one of the major reasons why a lot of people don’t experience God’s best – Dr. Jerry Savele.

Ketidakkonsistenan adalah salah satu alasan utama mengapa banyak orang tidak mengalami yang terbaik dari Tuhan – Dr. Jerry Savele

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Christianity

Percaya kepada Tuhan & Lakukanlah Firman-Nya!

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Percaya kepada Tuhan & Lakukanlah Firman-Nya!

Dalam setiap keadaan hidup, ada gambaran di hati kita: tentang kekurangan dan ketakutan, atau kelimpahan dan keyakinan.
Apa yang kita lihat di dalam akan menentukan bagaimana kita berpikir, berbicara dan bertindak. Jika Tuhan benar-benar Sumber Berkat kehidupan kita, maka seyogyanya senantiasa tersedia damai dan senyuman dalam setiap situasi.

“Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, jejak-Mu mengeluarkan lemak; (Kamu memahkotai tahun dengan kebaikanmu, dan jalanmu meneteskan kelimpahan).”

“(Kamu) Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada Tuhan.
Mazmur 112:7 TB

Oh, kecaplah dan lihatlah bahwa Tuhan itu baik; berbahagialah orang yang percaya kepada-Nya! (Mz. 34:8)

“Tuhan ada di pihak saya; Saya tidak akan takut. Apa yang bisa manusia lakukan padaku?” (Mz. 118:6)

“Percayalah kepada Tuhan, dan lakukan yang baik; Tinggallah di negeri ini, dan makanlah dari kesetiaan-Nya.” (Mz. 37:3)

“Dan karena kita memiliki semangat iman yang sama, sesuai dengan apa yang tertulis, “Aku percaya dan oleh karena itu aku berkata-kata” kami juga percaya dan karena itu berkata-kata,” (2 Kor. 4:13)

“Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,” (Efesus 3:20)

Putuskan untuk “beriman kepada Tuhan”. Makanlah kesetiaan-Nya. Jangan memilih rasa takut. Menyatakan kebaikan Tuhan dan janji-janji-Nya. Tuhan ada untukmu!

******

Apakah kita berharap untuk diberkati?
Apakah kita mengharapkan peningkatan di setiap bidang kehidupan kita?
Atau sebaliknya, kita mengharapkan musuh terus mencuri dari kita?
Jika kita menghabiskan lebih banyak waktu untuk membicarakan masalah kita daripada membicarakan tentang Tuhan yang memberkati, kita perlu menyesuaikan diri!
Berkat dan kutuk ada di dalam mulut kita. Kita sendiri yang menciptakannya.
Karenanya, inilah yang harus kita bicarakan!

Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara Tuhan, Allahmu:
Ulangan 28:2 TB

Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat,
Amsal 28:20 TB

Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya!
Mazmur 2:12 TB

Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!
Mazmur 32:1 TB

Terpujilah Tuhan, yang setiap hari melimpahi kita dengan manfaat, bahkan Tuhan penyelamat kita. (Mz. 68:19)

Berbahagialah kamu yang boleh menabur di segala tempat di mana terdapat air.
Yesaya 32:20 TB

Berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.”
Roma 4:8 TB

Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu.
Galatia 3:9 TB

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.
Efesus 1:3 TB

Kata-Nya: ”Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak.”
Ibrani 6:14 TB

Jika kita tidak mengharapkan berjalan dalam berkat Tuhan, fokus kita salah. Kita perlu melihat berkat Tuhan di dalam hati kita terlebih dahulu, baru kemudian akan mulai melihatnya di luar.

Siap praktik? Yuk…..

When the Holy Spirit produces His fruit of gentleness in you, you’ll hear yourself saying, “How can I be different? Are there areas I can change that will help? Is there anything I can do better? How can I serve and meet others’ needs more effectively?” – Rick Renner.

Ketika Roh Kudus menghasilkan buah kelembutan-Nya di dalam diri Anda, Anda akan mendengar diri Anda sendiri berkata, “Bagaimana saya bisa berbeda? Adakah yang dapat saya lakukan agar menjadi lebih baik lagi? Adakah sesuatu yang dapat saya lakukan dengan cara lebih baik? Bagaimana saya bisa melayani serta memenuhi kebutuhan orang lain dengan lebih efektif?”-Rick Renner.

Sumber: Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

 

Read More
Articles, Self Motivation

Cerdik Seperti Ular, Tulus Seperti Merpati!

Seruput Kopi Cantik?

Yenny Indra

Cerdik Seperti Ular, Tulus Seperti Merpati!

“Bu Yenny, saya memilih gak usah beribadah tetapi jaga hidup yang baik saja. Jaman sekarang agama dijadikan sarana untuk ‘membujuk atau menipu’ orang lain,” ujar seorang teman.

Saya paham sekali dan mengalaminya juga. Investasi bodong, pemimpinnya memanfaatkan tokoh-tokoh agama dan bahkan dia sendiri menunjukkan bahwa dia seorang yang sangat ‘rohani’ tetapi berakhir dengan menilap uang ribuan orang.

Beberapa teman membujuk, “Itu lho rohaniwan besar itu saja ikut berinvestasi. Pasti dia sudah tanya Tuhan dulu. Kita ini jemaat, lihat saja dan mengikuti tokoh yang sudah top dan tinggi rohaninya.”

Akibat salah investasi, ketika rugi, kita cenderung ‘menyalahkan’ Tuhan. Menyamakan tokoh agama itu dengan Tuhan, lalu kecewa meninggalkan Dia.

Saya pun pernah begitu.

Padahal gak ada ayat yang bilang begitu. Tuhan TIDAK PERNAH memerintahkan kita membabi-buta meniru dan mengikuti tokoh ‘hebat’, meski pun dengan dalih surga & agama.

“Cari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu,” demikian perintah Tuhan.

Terlanjur kecewa. Koq Tuhan tidak melindungi sich?

Ketika saya menjauh dari-Nya, hati saya semakin galau. Hidup terlalu berat untuk dijalani sendirian.

Saya merenung.

Sejak awal menikah dan berbisnis, hidup saya tidak lepas dari pertolongan Tuhan yang satu, kepada pertolongan Tuhan yang lain. Begitu banyak hal-hal mustahil terjadi. Dan saya sadar, Tuhanlah yang mencurahkan berkat-Nya.

Hidup tidak lepas dari masalah. Badai kadang datang tanpa diundang dan tanpa permisi pula. Dulu kerap stres, ga bisa tidur, akibatnya _bad-mood_. Betapa beratnya hidup.

Tetapi semakin saya mengenal-Nya, badai tetap ada namun saya bisa tidur nyenyak karena Tuhan menopangku.

Apakah saya akan meninggalkan-Nya karena ‘tertipu’ berinvestasi pada sesuatu yang dikelola orang yang menyalahgunakan nama Tuhan?

“Tidak,” saya memutuskan dalam hati, “Saya tidak mampu menjalani hidup ini sendirian.”

Ketika saya merenungkan hal ini lebih dalam, saya mendapatkan pemahaman baru. Sebetulnya, kesalahan ada di pihak saya. Tuhan sudah beri rambu-rambu, sekaligus saya diberi kebebasan memilih. Free Choice. Kalau saya sengaja memilih melanggar rambu-rambunya, lalu menerima konsekuensinya, itu bukan salah Tuhan. 100% salah saya!

“Bu Yenny sering sekali membahas tentang benih ya? Saya sampai hafal,” ujar teman lain.

“Iya pak, di sekolah saya belajar bahwa prinsip benih itulah prinsip dasarnya kehidupan. Kalau kita paham prinsip itu, segalanya jadi mudah dipahami, kata guru saya.”

Saya beberapa kali berinvestasi dan rugi. Mengapa?
Karena kerapkali saya terpukau dengan keuntungan besar.

Benihnya ‘keserakahan dan ingin cepat kaya’.
Padahal Raja Salomo / Sulaiman berkata,
Berkat dalam hidup menyertai orang yang jujur ??dan setia, tapi hukuman menghujani orang yang tamak dan tidak jujur.

Dengan mulutnya orang fasik membinasakan sesama manusia, tetapi *orang benar diselamatkan oleh pengetahuan.*, tercatat di kitab amsal.

Salah memilih karena kurang pengetahuan.

Mengapa hal buruk menimpa orang baik?
‘Wrong Thinking’ – Salah Berpikir, Salah Persepsi.
Mengapa bisa Salah Berpikir?
Karena Kurang Pengetahuan.
UmatKu binasa karena kurang pengetahuan.
Akibatnya salah mengambil keputusan. Endingnya mengakibatkan kerugian!

******
Tidak hanya soal investasi, ternyata dalam berbagai sisi kehidupan diperlukan Wisdom & Spiritual Understanding. Kebijaksanaan dan pengertian rohani.

Bahkan membantu orang pun kita butuh bijak.
*Tidak semua orang Perlu Ditolong & Mau Ditolong!*
Masa iya????

Gubbbrrraaaakkkk…….

Ramai di sosmed kasus dr. Richard Lee & Farel Aditya.
Coach Tom McIfle mengulas di ig, ada orang-orang yang memang tidak mau ditolong. Orang itu nyaman dengan keluhan-keluhan dan hidupnya yang tragis, sehingga mendapatkan banyak perhatian. Itu comfort-zonenya.

******
Sejak dulu pelayanan saya di bidang menulis, jadi tidak banyak bergesekan dengan dunia nyata.
Setelah sekolah di Charis, mulailah saya belajar melayani di dunia yang nyata.
Dan banyak menemui fakta yang berbeda dengan nilai-nilai yang saya anut dan menghadapi aneka rupa kejadian yang seolah aneh tapi nyata.

Ani seorang single mom yang hidupnya sangat tragis. Ditinggal suami, menanggung anak sendiri, sejak kecil hidupnya sudah bak novel yang serba menyedihkan.
Dari ketidakberuntungan yang satu, kepada ketidakberuntungan lainnya…. Melas pokoknya!

Awalnya saya terhanyut dengan kisahnya. Tetapi makin lama, memang sulit sekali membantunya keluar dari situasinya. Beres satu, ada lagi celaka berikutnya….Semakin diperhatikan, semakin saya terjerat gulungan ombak tragedinya, justru saya yang burn out, stress dan speechless.

Hingga Tuhan menyadarkan saya, yang bisa membuatnya keluar dari tragedi hidupnya, hanyalah pengenalannya kepada Allah yang benar.
Saya bukan juruselamatnya!
Saya berikan berbagai resources yang baik, dan selebihnya, terserah Ani. Saya mundur menjaga jarak. Hanya Ani yang bisa menolong dirinya sendiri.

Hanya kebenaran sejati dari Allah yang bisa memerdekakan seseorang. Dan itu tidak bisa diwakilkan.
Butuh relationship pribadi Ani dengan Allah agar hidupnya merdeka.

******
Saya pun belajar ternyata tidak semua orang melayani demi kepentingan orang yang dilayani.
Seorang teman melayani kalangan marjinal, karena dengan pelayanan itu, menjadi kendaraan untuk masuk ke media bahkan diliput di TV, dan support bisnisnya pula.
Itulah sebabnya, dia tidak begitu peduli dengan hasil pelayanannya karena baginya, dia hanya butuh legalitasnya saja. Oh….

Itulah sebabnya pelayanan kami di Sekolah Charis menjangkau banyak orang. Karena kami diajarkan untuk menghidupi dulu apa yang dipelajari di sekolah.
Dari kelimpahan hidup kamilah, baru bisa melayani orang lain. Membagikan hidup.
Kami mengajar pemuridan free of charge, bahkan untuk transpor dll kami bayar sendiri.
Kami menginginkan hidup orang-orang yang kami layani berubah menjadi lebih baik. Terjadi Perubahan Pola Pikir sesuai Kehendak Allah. Titik. Tidak ada tujuan lain dibelakangnya. Kami sudah diberkati, ingin memberkati orang lain.

Yang dikejar adalah buahnya. Jika yang diajarkan benar-benar benih dari Tuhan, buahnya pasti nyata dan berdampak kekal. Orang lain bisa merasakan ketulusan dan kasihnya. Jika yang kita kerjakan itu proyeknya Tuhan, provisionnya selalu tersedia.

Membagikan hidup bukan sekedar formula… Ada transfer kasih, transfer spirit, transfer kehidupan, karena dengan siapa kita bergaul, kita akan menjadi seperti dia.
Ketika kita bergaul dengan Allah & firman-Nya, kasih-Nya pun transfer melalui kita….kita menjadi bejana yang mengalirkan Allah.
Kita membangun relationship melalui firman-Nya, agar menjadi pribadi yang cerdik seperti ular, namun tulus seperti merpati.
Dengan demikian, kita dipenuhi dengan pengetahuan tentang kehendak-Nya dalam segala hikmat dan pemahaman rohani; sehingga kita dapat berjalan serta hidup layak bagi Tuhan, menyenangkan Dia sepenuhnya, berbuah dalam setiap pekerjaan baik dan meningkat dalam pengetahuan tentang Tuhan;

Apa pun yang kita lakukan, hanya bisa dari Dia, oleh Dia dan untuk Dia….
It’s all about God not us!
God’s Way not My Way….

Setuju?

“Anything that God births is anointed…. If I’m doing my own thing and trying to get God to bless it, it’s not going to work. But if I’m simply doing what God has told me to do, it’s already anointed.” – Andrew Wommack

“Apa pun yang dilahirkan Allah, diurapi …. Jika saya melakukan ide saya sendiri dan berusaha agar Allah memberkatinya, itu tidak akan berhasil. Tetapi jika saya hanya melakukan apa yang Allah perintahkan untuk saya lakukan, itu sudah diurapi.” -Andrew Wommack

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

 

Read More
Articles, Christianity

Kesaksian Mana Yang Akan Anda Sepakati?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Kesaksian Mana Yang Akan Anda Sepakati?

Dalam setiap tantangan hidup kita harus memilih “kebenaran” yang akan kita yakini.
Adam dan Hawa memilih untuk setuju & sepakat dengan ular.
Ketika berhadapan dengan iblis yang sama di padang gurun, Yesus MEMILIH untuk MENYELARASKAN DIRI dengan Firman Tuhan.

“Ada tertulis, ‘Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.'” (Mat. 4:4)

Ketika berhadapan dengan gejala fisik, symptom, kita dapat memilih setuju dengan apa yang dirasakan oleh tubuh kita, dengan vonis dokter, atau sepakat dengan Firman.
Ada tertulis, ‘Oleh bilur-bilur-Nya aku telah sembuh.’
“Disampaikan Firman-Nya dan disembuhkannya mereka.”

Dalam menghadapi orang sulit yang menyebalkan, kita bisa setuju dengan apa yang dirasakan oleh perasaan kita atau pada apa kata Firman.
Ada tertulis, saya akan memaafkan dan berdoa bagi mereka yang memanfaatkan saya dengan dengki.”

Saat berhadapan dengan tantangan keuangan, kita bisa setuju dengan kesaksian tagihan dan rekening bank, atau kita bisa memilih setuju dengan Firman.
Karena saya telah memberi dengan sukacita, Tuhan melimpahkan segala kasih karunia kepada saya sehingga saya berkecukupan dalam segala hal, bahkan berkelimpahan untuk setiap pekerjaan baik.”

Saat berhadapan dengan rasa takut, kita bisa sepakat dengan kesaksian emosi kita, atau kita dapat tegas berkata, *”Ada tertulis, Tuhan tidak memberi saya roh ketakutan tetapi kekuatan, kasih dan pikiran yang sehat.”*

*Hanya ketika kita MEMUTUSKAN, APA YANG TERTULIS DALAM FIRMANNYA MEMILIKI LEBIH BANYAK KUASA DAN OTORITAS DALAM KEHIDUPAN KITA, maka kita MULAI MELIHAT PERUBAHAN NYATA DAN KESEMBUHAN TERJADI dalam kehidupan kita.*

Saat tantangan keadaan muncul, hal pertama apakah yang muncul dari dalam diri kita?

Yang dominan: Apa yang kita rasakan, atau firman-Nya?
*Nyatakan apa yang tertulis – Firman Tuhan – atas hidup dan keadaan kita, bukan fokus pada yang kita rasakan atau lihat.*

Kita sudah diberikan otoritas dan kuasa oleh Tuhan untuk mengalahkan musuh.
Tuhan Yesus SUDAH mengalahkan iblis 2000 tahun yang lalu.
? Yesus telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka. Kolose 2:15 TB

? Yesus telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; Kolose 1:13 TB

? Yang bisa dilakukan iblis hanyalah MENIPU orang percaya!

? Sebab itu kita harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kita dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya. Kolose 1:23 TB

Hhhm…. Jangan biarkan iblis menipu kita dengan ketakutan. Saat takut, iblis punya pijakan masuk ke dalam kehidupan kita.
Mari gunakan otoritas kita memerintahkan ketakutan pergi dan berdiri teguh di atas janji-janji firman-Nya, serta meninggikannya.
Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu.
Siap praktik? Yuk…

You were designed by God to reign in life.

Anda dirancang oleh Tuhan untuk memerintah & berkuasa dalam hidup.

Sumber: Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

 

Read More
Articles, Self Motivation

Selamat Jalan Ko Hendry McGyver….Surga Bersorak-Sorai Menyambutmu….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Selamat Jalan Ko Hendry McGyver….Surga Bersorak-Sorai Menyambutmu….

Kami mengenal Ko Hendry & Rosita saat ikut tour ke Balkan tahun 2019. Grup kami kompak dan tertawa gak berhenti-henti di sepanjang perjalanan karena Ko Hendry selalu menggoda P. Eddy… ada saja ide untuk menggoda plus menjailinya….. Mereka berdua hobi menyanyi. Kloplah…. Dengerin rekaman lagu mereka, bikin trenyuh.

Nach biasa selesai tour ya bubar…. tetapi kami kemua including Tour Leader, diundang makan Ko Hendry di salah satu resto di Jakarta plus dimasakin Ayam Rebus Khas Ko Hendry… yang alamak… uenaknya! Resto mana pun lewat… kalah semua. Apalagi bawang putihnya banyaaak… Sedapnya!
Saat itu kami masih tinggal di Surabaya. Jadi habis ditraktir, bubar beneran… hilang tak berbekas.

*****
Dua tahun kemudian, saat sedang belanja di MITRA 10 QBIG, karena kami mulai stay di Navapark, BSD, bertemu dengan P. Hendry & Rosita. Lho…ternyata mereka sudah duluan tinggal di Navapark.
Rupanya saat tour P. Indra cerita ambil rumah di Navapark. Ketika P. Hendry & Ros lihat-lihat rumah di Navapark, cocok.
“Masa yang dari Surabaya saja tinggal di Navapark, koq kita engga?”, ujar Ko Hendry.
Nach seperti biasa, baru berjumpa di Qbig, Ko Hendri minta kami tunggu sebentar. Ternyata beliau mengambil nangka di mobilnya, segera diberikan kepada kami… Yeaaayyyy…. nangka panen dari kebun temannya, istimewa dan manis sekali. Ko Hendry selalu murah hati dan senang berbagi…

Jadilah kami bertetangga. Bisa dibayangkan, saya gak suka plus gak bisa masak, bertetangga dengan Ko Henry & Ros yang jagoan masak…. surga dunia pokoknya!
Gulai kepala ikan, cukiok, ayam rebus, tim ayam, perut ikan ca dll. Bisa penuh daftar menu, jika ditulis semua.
Seluruh keluarga kebagian masakan kesukaan yang super enak.
Bahkan saat kumpul dengan teman-teman Sekolah Charis & TLW, mereka berdua hadir membawa Sup Perut Ikan yang lezat. Bu Ribka jatuh cinta, teringat selalu…. 🙂

Seluruh keluarga cinta banget dengan udang masak saos Ko Hendry. Beliau selalu bilang, “gampang sekali…”
Jadilah saya & Michelle belajar masak. Pakai difoto & video segala… canggih pokoknya!
Tapi saat praktek masak sendiri, hasilnya jaaaauuuuhhh sekali dari lezatnya masakan ko Hendry, yang konon sederhana dan mudah sekali……

Bagi kami, Ko Hendry itu segalanya….
P. Indra ikutan pelihara ayam serama & suka tanaman, karena terpengaruh Ko Hendry. Diajarin satu persatu step by stepnya.

Kami menjulukinya Ko Hendry McGyver…. karena apa saja dia bisa. Dari masak, bikin mesin, merancang sesuatu, pasang ini itu, reparasi, pokoknya banyak sekali akalnya. Persis McGyver di serial televisi jaman saya kecil. Butuh peralatan apa saja, Ko Hendry ready. Butuh linggis, dongkrak, obeng or sebut saja yang perlu, bahkan tidak sedikit yang sudah ready di bagasi mobilnya, untuk menolong orang.

Lucu sekali…. ayam bertelur tapi koq ga menetas juga, akhirnya nitip telur di mesin penetas Ko Hendry, hingga beliau yang berhasil menetaskannya. Bidannya…. 🙂
Beli pohon anggur cantik yang sudah berbuah di pot, saat akan dipindahkan ke taman, butuh ‘bidan melahirkan’ bukan?
Nach Ko Hendrylah, bidannya.
Kami punya Pohon Anggur Brazil yang buahnya bergerombol menempel di batangnya. Belinya dengan Ko Henry & Ros.

Kami punya grup WA dengan Ko Henry & Ros. Isinya dari foto-foto ayam, tanaman, buah dll…. Unik sekali….

Ada pohon pepaya di halaman rumah kami, buahnya kesukaan Ko Henry. Setiap panen dikirimlah buahnya yang banyak ke Ko Henry. Ternyata oleh Ko Henry dibagi-bagikan lagi, tidak hanya buah tetapi juga bijinya. Jadilah pohon pepaya tersebar di mana-mana. Anak-anak & adik Ko Henry pun terkenang soal pepaya… saat berjumpa dengan saya & P. Indra.

Kami pun diberi hadiah Ko Hendry, ‘Burung Beo Salah Pergaulan…’
Apa itu?
Burung Beo yang hobinya menirukan suara ayam berkokok…
Wkwkwk…. akibatnya kerap bikin para tamu kaget. Ga kelihatan ayam, koq terdengar kokok ayam….. 🙂

Bukan hanya dalam hal-hal ringan, happy-happy saja….
Tetapi Ko Hendry & Ros itu tempat kami bertanya saat sakit.
Pokoknya cocok sekali dinyanyikan lagu: “You are my everything….”

Suatu ketika kami sudah bersiap ikut mereka liburan ke Medan dan Danau Toba, ternyata P. Indra terkena demam berdarah. Sedihnya… gak jadi ke Medan.
Rupanya kakek Ko Hendry itu Sinshe, tabib obat-obatan China. Jadi Ko Hendry jago soal obat-obat China. Segera mereka membelikan Pien Tze Huang, langsung dimasukkan kapsul dan vitamin lainnya agar trombosit P. Indra cepat naik. Saat itu jika menjeguk harus Antigen. Mereka pun antigen demi P. Indra. Beliau benar-benar koko, kakak, saudara bagi kami.

Hanya itu? Tidak!
Elisa putri saya, butuh pasang alat di dinding untuk angkat beban. Ko Hendry dengan sigap menawarkan diri membantu.
Michelle mau buka showroom, Ko Hendry pula tempat kami berkonsultasi, survey dll.

Saat pandemi, kami beli mesin. Teknisi tidak berani datang dari luar negeri. Apalagi saat itu Covid sedang ganas-ganasnya. Teknisi pilih resign daripada mati di luar negeri.
Apa akal?
P. Indra itu mirip Ko Hendry, pribadi yang pantang menyerah.
Komunikasi dengan China melalui translater gak lancar.
Maklum yang dibicarakan istilah teknik.
Timbullah ide minta tolong Ko Hendry sebagai perantara. Ko Hendry kan jago mesin… nyambung deh.
By video call dengan Ko Hendry, akhirnya mesin bisa dioperasikan dengan lancar….
Yeaaaayyyyy…..

Ada lagi masalah. Butuh alat khusus yang harus dikirim dari luar negeri. Tetapi pihak luar mengalami kesulitan.
Ko Hendry itu kalau menolong gak setengah-setengah. Dia benar-benar memikirkan solusinya.
Timbullah idenya, menghubungi kemenakannya di Jepang.
Atas inisiatif Ko Hendry, dan dengan pertolongan kemenakan Ko Hendry di Jepang, barang yang dibutuhkan bisa tiba di Indonesia. Lintas negara. Thanks Cisuk!

Wow….. Beliau betul-betul McGyver sejati! McGyver di dunia yang nyata. Kami beruntung mengenal beliau dari dekat.
Ko Hendry itu suka menolong orang TANPA memikirkan keuntungan bagi dirinya sendiri. Beliau senang berbagi dan menolong orang lain, tanpa membedakan orang atau melihat status, warna kulit, pendidikan dan sebagainya.
Yang Ko Hendry berikan, selalu Bukti, bukan sekedar Janji atau kata-kata manis.
He meant what he said. Apa yang dikatakannya, itu yang benar-benar dimaksudkannya.

Banyak teman-teman yang bisa memberi saran, saat kita mengalami masalah. Tetapi tidak banyak yang bersedia ‘going extra miles’ benar-benar terlibat, mengusahakan yang terbaik dan menyelesaikan hingga tuntas.

Tidak heran Ros bercerita, setiap tamu senantiasa sharing, bagaimana Ko Hendry sudah membantunya. Dari yang ditolong saat bangkrut, hingga yang sakit nyaris mati hingga tertolong dan sehat sampai kini.
Ko Hendry itu pemimpin dalam keluarganya. Dihormati baik oleh saudara, sepupu, kemenakan, anak cucu hingga teman-temannya.
“Itulah sebabnya, jika Ko Hendry menyuruh sesuatu, semua menurut. Karena semua yakin, itu sesuatu yang benar, sudah mempertimbangkan berbagai aspek dan wajib dilakukan, ” Rosita menjelaskan.

“Many men do noble things, but Ko Hendry surpass them all….”
“Banyak orang yang melakukan hal-hal yang mulia, tetapi Ko Hendry melampaui mereka semua….”

******

Ko Hendry sudah pulang ke rumah Tuhan 9 Agustus 2023.
Komitmennya kepada Tuhan hingga detik-detik terakhir hidupnya, dengan lantang mendeklarasikan imannya, dalam keadaan antara sadar dan tidak sadar.
“Tuhan sayang saya… Tuhan Yesus, aku memilih-Mu… Tuhan aku butuh pertolonganMu… Halleluya…”, demikian ucapnya berulang-ulang.

Apa yang ditabur Ko Henry, itu yang dituainya. Hukum Tuhan tidak pernah gagal.
Mereka belum mempersiapkan tanah pekuburan. Maka Ros segera survey tempat yang diinginkan Ko Hendry: Taman Kenangan Lestari di Karawang Barat.
Tanah yang tersisa hanya di lembah, harus turun tangga, Ros tidak suka.
Tak disangka, saat seolah buntu, ada yang memberi info. Ada tanah secondary yang mau dijual dan lokasinya premium sekali. Persis di depan taman dan di belakangnya ada chapel. Letaknya di hook pula, sesuai selera Ko Hendry… rumahnya di Nava juga Hook.
Wow…..
Segera Ros bertemu pemiliknya….deal. Awalnya sang pemilik tidak ingin menjualnya, itu untuk persiapan makamnya kelak.
Tetapi sang istri membujuknya. Yang membuat Ros lebih terpukau lagi, nomor kavlingnya 98 persis tanggal kematian Ko Hendry, 9 Agustus.
Amazing…..
Serba kebetulan, yang menyadarkan Rosita, seolah Tuhan berkata, “Apa pun yang kamu butuhkan, Aku sudah menyediakannya, Anak-Ku….Tidak perlu galau menjalani masa depan karena sekarang, ‘suami’ Ros adalah Allah sendiri…Dia tidak pernah meninggalkan atau membiarkan anak-anak-Nya…..”
Nyes….. lega hatinya…..seolah merasakan pelukan Bapa yang penuh kasih.

Benih-benih kebaikan yang diperbuat Ko Hendry semasa hidupnya, mekar dan berbau harum memberkati serta menjadi inspirasi bagi setiap orang yang mendengarnya.
Tidak hanya itu, sebelum meninggal, semua hutang dan urusannya, sudah dibereskannya. Segala sesuatu diaturnya dengan sangat baik dan beliau sudah memberi pesan cara pengaturannya dengan sangat bijaksana. Wow….
Kasihnya kepada Rosita dan anak-anaknya, menjadi teladan bagi kita semua.

Sungguh benar ungkapan ini: “Kenangan akan Orang Baik sungguh memberi Berkat”.
Mari kita meneladaninya, jadilah orang baik dan benar!

Selamat Jalan Ko Hendry McGyver….Surga Bersorak-Sorai Menyambutmu….

It has been said that a man is not dead while his name is still spoken. That we are only truly gone when we disappear from the memories of those who loved us….

Dikatakan bahwa seseorang tidaklah meninggal, selama namanya masih disebut orang. Seseorang baru benar-benar pergi ketika dia menghilang dari ingatan orang-orang yang mencintainya….

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

 

Read More
1 108 109 110 111 112 404