Articles

BELAJAR TANPA HARUS JATUH DI LUBANG YANG SAMA

Seruput Kopi Firman Tuhan
Yenny Indra

BELAJAR TANPA HARUS JATUH DI LUBANG YANG SAMA

Saya suka membaca kehidupan para jenderal iman. Bukan karena mereka sempurna, tetapi karena dari perjalanan mereka, termasuk kesalahan dan kegagalannya, saya bisa belajar banyak hal.

Ada pelajaran yang mereka peroleh setelah jatuh bangun bertahun-tahun. Kita bisa mempelajari prinsip yang sama tanpa harus mengalami semua kegagalan mereka.

Andrew Wommack pernah mengajarkan pentingnya belajar dari orang lain. Ada hal-hal yang dia pelajari melalui proses panjang selama bertahun-tahun. Ketika pengalaman dan prinsip itu diajarkan di sekolah, kita dapat menghemat waktu dan menghindari banyak pertempuran yang sebenarnya tidak perlu kita alami sendiri.

Kita tidak harus mengalami setiap kegagalan untuk memperoleh hikmat darinya.

Bukankah itu juga sebabnya Tuhan memberikan orang-orang untuk memperlengkapi kita?

Efesus 4:11-12 mengatakan bahwa Kristus memberikan rasul, nabi, pemberita Injil, gembala dan pengajar untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan.

Paulus bahkan berkata:

“Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.”
— 1 Korintus 11:1

Perhatikan batasnya: sebagaimana Paulus mengikuti Kristus.

Kita boleh belajar dari orang-orang yang berjalan lebih dahulu. Bagaimana mereka mengenal Tuhan, mempercayai Firman, bangkit dari kegagalan dan mengikuti tuntunan-Nya. Tetapi manusia bukan standar kebenaran. Firman tetap menjadi otoritas final.

Itulah salah satu alasan saya bersyukur memiliki komunitas BBL, Berdoa Berbahasa Lidah.

BBL adalah komunitas doa pagi yang terbuka untuk siapa saja, diadakan setiap Senin sampai Jumat pukul 05.00–06.45 WIB, kecuali hari libur nasional.

Teman-teman bergabung dari berbagai kota dan pulau di Indonesia, bahkan ada yang dari luar negeri. Kami dipertemukan oleh kerinduan yang sama: berdoa, belajar Firman dan bertumbuh bersama.

Kami belajar perikop Firman, Discipleship Evangelism, membedah buku dan pengajaran Andrew Wommack, serta mendengar sharing dan kesaksian teman-teman.

Di situlah indahnya bertumbuh bersama.

Kadang orang lain melihat sesuatu dari Firman yang belum saya lihat. Di kesempatan lain, sebuah kesaksian sederhana menyalakan kembali semangat dan iman seseorang.

Saling berbagi. Saling mengisi. Saling menguatkan.

Paulus berkata:

“Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.”
— 1 Korintus 3:6

Ada yang menanam, ada yang menyiram. Allah yang memberi pertumbuhan.

Kami juga berdoa dalam bahasa roh. 1 Korintus 14:4 mengatakan bahwa orang yang berkata-kata dalam bahasa roh membangun dirinya sendiri.

Ketika kita memenuhi pikiran dengan Firman dan bersekutu dengan Tuhan, kita belajar semakin sadar akan Roh Kudus yang tinggal di dalam kita dan semakin peka bekerja sama dengan tuntunan-Nya.

Hidup tetap natural. Kita tetap bekerja, berbisnis, mengurus keluarga, mengambil keputusan dan menghadapi berbagai persoalan. Tetapi kita menjalaninya bersama Roh Kudus.

Natural, tetapi supernatural.

Kami juga mengambil Perjamuan Kudus untuk mengingat apa yang sudah Kristus selesaikan bagi kita. Dalam Doa Sepakat, kami menyatukan iman berdasarkan Firman, bukan bersama-sama membujuk Tuhan agar mau menjawab doa, melainkan berdiri bersama di atas karya Kristus dan apa yang telah Tuhan sediakan.

Namun ada satu hal yang perlu dijaga.

Belajarlah dari orang lain, tetapi jangan copy assignment-nya.

Ibrani 11:29 mengatakan:
“Karena iman maka mereka telah melintasi Laut Merah sama seperti melintasi tanah kering, sedangkan orang-orang Mesir tenggelam ketika mereka mencobanya juga.”

Menarik bukan?

Israel dipimpin oleh Musa masuk ke Laut Merah.
Orang Mesir juga masuk ke Laut Merah.

Secara kasat mata mereka melakukan hal yang sama. Tetapi hasilnya berbeda.

Israel melangkah berdasarkan Firman dan tuntunan Tuhan. Orang Mesir mencoba mengikuti apa yang mereka lihat dilakukan Israel.

Tindakan yang terlihat sama belum tentu lahir dari iman yang sama.

Karena itu kita boleh meneladani bagaimana seseorang mengenal Tuhan. Belajar dari imannya, kesungguhannya terhadap Firman, keberaniannya, bahkan kegagalannya.

Tetapi jangan sekadar meniru assignment orang lain.

Tuhan tidak membutuhkan fotokopi.

Dia ingin kita mengenal-Nya secara pribadi, belajar dari orang-orang yang diberikan-Nya untuk memperlengkapi kita, lalu menjalani assignment kita sendiri bersama-Nya.

Itulah BBL bagi saya. Bukan sekadar bangun pagi dan berkumpul melalui Zoom.

Kami belajar mengenal Tuhan, bertumbuh dalam Firman dan berjalan bersama-Nya. Bersama-sama.

Kalau Anda rindu belajar Firman, berdoa dalam bahasa roh, saling berbagi dan bertumbuh bersama, BBL terbuka untuk siapa saja. Mari bergabung bersama kami.

Link Zoom
https://zoom.us/j/8119821520?pwd=ZVBWR0Jxa3ZJam9qSHNITHhiTGNIUT09

atau masukan Zoom ID:
ID: 8119821520
Password: 123456

“Follow my example, as I follow the example of Christ.”
— Paul, 1 Corinthians 11:1

“Ikutilah teladanku, sama seperti aku juga mengikuti teladan Kristus.”
— Paulus, 1 Korintus 11:1

YennyIndra
www.yennyindra.com

MPOIN & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID

#SeruputKopiFirmanTuhan #YennyIndra #GraceAndFaith #FirmanTuhan

“Belajarlah dari perjalanan orang lain agar kita tidak perlu jatuh di lubang yang sama. Teladani imannya, tetapi jalani assignment yang Tuhan percayakan kepada kita sendiri.”
— Yenny Indra

“Learn from the journeys of others so we don’t have to fall into the same holes. Follow their faith, but walk out the assignment God has entrusted to you.”
— Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Saat Alasan Hilang, Masihkah Kasih Bertahan?”
Kesalahan tidak mendefinisikan Kita
Cantik & Pengetahuan… Apa Hubungannya?