Articles

Ketika Kasih Karunia Lebih Besar daripada Kesalahan Kita….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Ketika Kasih Karunia Lebih Besar daripada Kesalahan Kita….

Beberapa hari terakhir saya merenungkan satu hal.
Saya tidak bisa membayangkan bagaimana seseorang menjalani hidup tanpa Tuhan.

Mengapa?

Karena hidup ini tidak pernah lepas dari kesalahan.
Ada keputusan yang ternyata keliru.
Ada kesempatan yang sudah lewat.
Ada kata-kata yang seharusnya tidak pernah diucapkan.
Dan yang paling berat, ada kesalahan yang sudah terjadi dan tidak bisa lagi diperbaiki.

Saat itulah penyesalan datang.
Ia berbisik pelan, tetapi terus-menerus.

“Seandainya waktu itu…”

“Kalau saja aku tahu…”

“Mengapa aku mengambil keputusan itu?”

Semakin dipikirkan, semakin berat rasanya.
Masa lalu memang tidak bisa diubah.
Tetapi penyesalan sering kali membuat kita kehilangan damai hari ini dan ketakutan menghadapi hari esok.

Saya bersyukur mempunyai Tuhan.
Bukan karena orang percaya tidak pernah salah.
Bukan pula karena setiap keputusan kita selalu benar.
Tetapi karena kasih karunia Tuhan lebih besar daripada kesalahan kita.

Beberapa waktu lalu saya kembali merenungkan *Roma 8:28.
“Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.”

Perhatikan baik-baik.

Ayat ini tidak berkata semua yang terjadi berasal dari Tuhan.
Ayat ini juga tidak berkata bahwa semua yang terjadi itu baik.
Tetapi Tuhan sanggup bekerja di dalam segala sesuatu.
Termasuk di dalam keputusan yang pernah kita sesali.

Saya belajar bahwa iman bukan berarti menyangkal fakta.
Iman berarti meninggikan Firman Tuhan di atas fakta.

Fakta berkata,
“Kamu pernah salah.”

Firman berkata,
“Kasih karunia-Ku cukup bagimu.”

Fakta berkata,
“Sudah terlambat.”

Firman berkata,
“Aku turut bekerja mendatangkan kebaikan.”

Fakta mengajak kita terus melihat ke belakang.
Firman mengajak kita berjalan bersama Tuhan hari ini.

Saya membayangkan betapa beratnya hidup jika semuanya bergantung pada kesempurnaan kita.
Kalau begitu, siapa yang bisa hidup dengan tenang?

Tetapi syukurlah, dasar hidup kita bukan kesempurnaan kita.
Dasarnya adalah kesetiaan Tuhan.

Abraham pernah keliru.
Daud pernah jatuh.
Petrus pernah menyangkal Yesus.
Namun kisah mereka tidak berhenti pada kegagalan.
Karena kasih karunia Tuhan selalu menulis bab berikutnya.

Ada satu kalimat yang sangat menguatkan hati saya.

Gembala yang baik bukan hanya menjaga domba yang selalu benar melangkah. Ia juga tahu bagaimana membawa pulang domba yang pernah salah melangkah.

Kalimat itu membuat hati saya lega.

Sebab saya sadar, ada kesalahan yang bisa saya perbaiki.
Tetapi ada juga yang tidak.

Namun ternyata pengharapan saya tidak terletak pada kemampuan saya memperbaiki masa lalu.

Pengharapan saya ada pada kesetiaan Gembala yang tetap memegang tangan saya hari ini.

Kalau memang saya keliru, saya belajar.
Kalau perlu bertobat, saya bertobat.
Lalu saya melangkah lagi.
Bukan dengan rasa bersalah.
Tetapi dengan iman bahwa Tuhan masih memegang masa depan saya.

Mungkin hari ini Anda juga sedang memikul beban penyesalan.
Jangan biarkan penyesalan itu berbicara lebih keras daripada janji Tuhan.

Apa yang sudah berlalu memang tidak bisa diubah.
Tetapi Tuhan masih memegang hari ini.
Dan Dia juga sudah berada di hari esok.

Karena itu saya memilih mempercayai Firman-Nya lebih daripada perasaan saya.

Saya memilih meninggikan janji-Nya di atas fakta yang saya lihat.

Sebab saya percaya, kasih karunia Tuhan selalu memiliki kata terakhir.

“Aku tidak lagi mengukur masa depanku dari kesalahan kemarin, tetapi dari janji Tuhan yang tidak pernah berubah.”

My grace is sufficient for you, for My power is made perfect in weakness.” – 2 Korintus 12:9

Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.”
– 2 Korintus 12:9

YennyIndra
www.yennyindra.com

TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopifirmanTuhan
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

“I no longer measure my future by yesterday’s mistakes, but by God’s unchanging promises.”

“Aku tidak lagi mengukur masa depanku dari kesalahan kemarin, tetapi dari janji Tuhan yang tidak pernah berubah. – YennyIndra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Sudahkah Kita Menciptakan Kebahagiaan?
Can you be a leader in every season of your life?
Fasilitas VS Karakter, Mana Yang Membawa Kesuksesan?