Articles

Ketika Damai Mengubah Selera Kita Terhadap Orang

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Ketika Damai Mengubah Selera Kita Terhadap Orang

Dr. Caroline Leaf pernah menulis sebuah kalimat yang sangat menarik:

“Peace literally changes your taste in people. You get a whole new perspective on what and who you want around you.”

Damai benar-benar mengubah selera kita terhadap orang. Kita mendapatkan perspektif yang baru tentang siapa dan apa yang kita inginkan yang ada di sekitar kita.

Saat pertama kali membaca kalimat itu, saya langsung terdiam.

Karena ternyata banyak hubungan yang kita pilih bukan dibangun dari kesehatan jiwa, melainkan dari apa yang selama ini terasa akrab bagi kita.

Ada versi diri kita di masa lalu yang terus memilih tipe orang yang sama berulang kali, tetapi tidak pernah mengerti mengapa.

Mengapa selalu tertarik pada orang yang sulit?

Mengapa selalu terjebak dalam hubungan yang melelahkan?

Mengapa selalu memberi kesempatan kepada orang yang terus melukai?

Sering kali jawabannya bukan karena kita bodoh atau tidak belajar dari pengalaman.

Jawabannya lebih dalam dari itu.

Pikiran manusia cenderung tertarik pada apa yang sudah dikenalnya.

Jika sejak kecil seseorang tumbuh di tengah konflik, ketidakstabilan, penolakan, kritik, atau hubungan yang tidak sehat, semua itu perlahan dianggap normal. Walaupun menyakitkan, rasanya tetap familiar.

Pikiran akan terus kembali kepada apa yang terasa seperti rumah.

Bahkan ketika “rumah” itu sebenarnya melukai.

Itulah sebabnya ada orang yang berulang kali masuk ke pola yang sama. Nama orangnya berbeda, tetapi ceritanya hampir sama. Lukanya juga sama.

Yang belum berubah sebenarnya bukan orang-orang di sekitarnya.

Yang belum berubah adalah pola pikirnya.

Karena itu perubahan hidup yang sejati selalu dimulai dari dalam.

Kita tidak bisa membangun masa depan yang berbeda dengan cara berpikir yang sama.

Banyak orang berharap hidupnya berubah, tetapi tetap mempertahankan kesimpulan-kesimpulan lama tentang dirinya.

Masih merasa tidak cukup baik.

Masih merasa harus menyenangkan semua orang.

Masih merasa harus berjuang mendapatkan penerimaan.

Masih merasa dirinya tidak layak dicintai.

Padahal selama pola pikir itu masih ada, pilihan-pilihan hidup kita akan terus dipengaruhi olehnya.

Inilah sebabnya kita perlu terus memperbarui pikiran.

Kita perlu mengganti standar lama dengan standar yang benar.

Kita perlu berhenti menilai diri berdasarkan luka, kegagalan, atau pengalaman masa lalu.

Kita perlu belajar melihat diri sebagaimana kita memang dirancang untuk menjadi.

Dan salah satu cara yang paling kuat adalah terus memperkatakan identitas yang sehat kepada diri sendiri.

Bukan sekadar afirmasi kosong.

Tetapi mengingatkan diri tentang siapa kita sebenarnya.

“Aku berharga.”

“Aku layak dihormati.”

“Aku tidak harus mengejar penerimaan semua orang.”

“Aku boleh hidup dengan damai.”

“Aku tidak harus mengulangi pola lama.”

Apa yang terus kita pikirkan dan ucapkan akan membentuk cara kita memandang hidup.

Sedikit demi sedikit, program lama mulai digantikan oleh cara berpikir yang baru.

Dan ketika itu terjadi, sesuatu yang menarik mulai muncul.

Selera kita berubah.

Dulu kita tertarik pada drama.

Sekarang kita menghargai ketenangan.

Dulu kita menganggap ketidakpastian itu menarik.

Sekarang kita menghargai konsistensi.

Dulu kita mengejar orang yang sulit memberi perhatian.

Sekarang kita lebih menghargai orang yang hadir, jujur, dan dapat dipercaya.

Mengapa?

Karena damai sedang membentuk ulang standar hidup kita.

Perhatikan perubahan itu.

Jangan abaikan.

Itu salah satu tanda paling jelas bahwa ada sesuatu yang sedang bertumbuh sehat di dalam diri kita.

Ketika jiwa mulai pulih, kita tidak lagi tertarik pada hal-hal yang dulu membuat kita terluka.

Kita mulai memilih apa yang memberi kehidupan, bukan sekadar apa yang terasa familiar.

Dan mungkin itulah salah satu tanda kedewasaan yang sesungguhnya:

Bukan ketika kita berhasil mengubah semua orang di sekitar kita.

Tetapi ketika kita berubah cukup dalam sehingga tidak lagi tertarik pada pola yang pernah menghancurkan kita.

Karena saat damai menjadi rumah baru bagi jiwa kita, pilihan-pilihan hidup kita pun mulai berubah.

Dan sering kali, perubahan terbesar dalam hidup dimulai dari satu hal sederhana:

“Cara kita berpikir tentang diri kita sendiri.”

“True healing does not begin when life changes. It begins when the way we see ourselves starts to change.”
— Yenny Indra

“Pemulihan yang sejati bukan ketika hidup kita berubah terlebih dahulu. Pemulihan dimulai ketika cara kita melihat diri sendiri mulai berubah.” — Yenny Indra

YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Strategi Cerdas Menghadapi Pengritik & Mengubahnya Menjadi Berkat!
Sudahkah Hidup Kita Berdampak?
Ashley & Carlie Terradez: Kekayaan Orang Fasik Disimpan Untuk Orang Benar… Yeaayyy…