Articles

Ketika Pelayanan Menjadi Tempat Persembunyian Ego…

Seruput Kopi Firman Tuhan
Yenny Indra

Ketika Pelayanan Menjadi Tempat Persembunyian Ego…

Kalimat itu membuat kita berhenti sejenak.

Karena salah satu hal tersulit dalam perjalanan rohani bukan membedakan yang benar dan yang salah.

Tetapi membedakan motivasi yang murni dan yang tercampur.

Kita bisa sungguh mengasihi Tuhan.
Sungguh ingin melayani Tuhan.
Sungguh ingin memberkati orang lain.

Namun di saat yang sama, masih ada bagian hati yang menikmati pengakuan manusia.

Masih ada bagian hati yang ingin dianggap penting.

Masih ada bagian hati yang terluka ketika tidak diperhatikan.

Dan sering kali kita sendiri tidak menyadarinya.

Karena motivasi adalah wilayah yang sangat dalam.

Bahkan kita bisa menyembunyikannya dari diri sendiri.

Kadang pelayanan menjadi tempat yang aman untuk menyembunyikan ego.

Semuanya terlihat rohani.
Tidak ada yang curiga.

Tetapi diam-diam hati menikmati sesuatu yang lain.

Menikmati posisi.
Menikmati pengaruh.
Menikmati penghormatan.
Menikmati perlakuan khusus.

Kadang bentuknya sangat halus sehingga hampir tidak terasa.

Misalnya ketika ada kesempatan pelayanan ke sebuah kota yang sudah lama ingin kita kunjungi.

Kita berkata bahwa kita ingin memberkati orang-orang di sana.

Dan mungkin itu benar.

Tetapi sesekali ada baiknya kita bertanya dengan jujur:

“Apakah hanya itu alasannya?”

Karena hati manusia cukup kreatif untuk mencampurkan panggilan dengan kepentingan pribadi.

Tidak selalu soal uang.
Kadang yang dicari adalah pengalaman.
Kesempatan bepergian.
Fasilitas yang tersedia.
Kenyamanan yang diperoleh.

Atau perlakuan khusus yang tidak kita dapatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak ada yang salah dengan menikmati berkat yang menyertai pelayanan.

Tetapi ada perbedaan antara menerima berkat dan menjadikan berkat itu sebagai alasan utama.

Kadang kita tidak mencari keuntungan finansial dari pelayanan.

Tetapi kita menikmati keuntungan-keuntungan lain yang jauh lebih halus.

Akses.
Pengaruh.
Pengakuan.
Kemudahan.
Kedekatan dengan orang-orang tertentu.

Dan karena semuanya dibungkus dalam aktivitas rohani, kita menganggapnya wajar tanpa pernah memeriksa hati.

Padahal Tuhan tidak hanya melihat apa yang kita lakukan.

Tuhan juga melihat alasan mengapa kita melakukannya.

Itulah sebabnya salah satu doa yang paling berani bukanlah:

“Tuhan, pakailah aku lebih besar.”

Melainkan:

“Tuhan, tunjukkan apa yang masih tersembunyi dalam hatiku.”

Karena pertempuran terbesar sering kali tidak terjadi di atas panggung.

Tidak terjadi di media sosial.

Tidak terjadi di depan banyak orang.

Tetapi di ruang-ruang tersembunyi dalam hati kita.

Di sanalah Tuhan bekerja.

Di sanalah motivasi dimurnikan.

Di sanalah kasih kepada Tuhan dipisahkan dari keinginan untuk dikagumi manusia.

Semakin dewasa seseorang, biasanya ia semakin tidak sibuk mengoreksi orang lain.

Ia lebih sibuk mengizinkan Tuhan mengoreksi dirinya sendiri.

Ia mulai sadar bahwa musuh terbesar tidak selalu berada di luar dirinya.

Kadang musuh itu adalah ego yang masih ingin ikut menikmati sebagian kemuliaan.

Dan mungkin itulah sebabnya Tuhan berkata bahwa Bapa melihat apa yang dilakukan dalam tempat tersembunyi.

Karena Tuhan tertarik pada sesuatu yang lebih dalam daripada aktivitas.

Tuhan tertarik pada hati.

Pada akhirnya, tepuk tangan manusia akan berhenti.

Panggung akan kosong.
Jabatan akan berakhir.
Pelayanan akan selesai.

Dan yang tersisa hanyalah satu pertanyaan:
Apakah selama ini kita sungguh mencari Tuhan, atau hanya mencari sesuatu untuk diri sendiri melalui Tuhan?

Karena kadang yang perlu disalibkan bukan pelayanan kita.
Melainkan keuntungan-keuntungan tersembunyi yang diam-diam kita peroleh darinya.

Tuhan tidak sedang mencari orang yang paling terkenal di hadapan manusia. Tuhan sedang mencari hati yang tetap murni ketika tidak ada seorang pun yang melihat.

“It is possible to be a leader and not know God. is possible to be a preacher and not know God. But it is not possible to walk with God and not be changed.”
– Leonard Ravenhill.

“Seseorang bisa menjadi pemimpin dan tidak mengenal Tuhan. Seseorang bisa menjadi pengkhotbah dan tidak mengenal Tuhan. Tetapi tidak mungkin berjalan bersama Tuhan tanpa diubahkan” – Leonard Ravenhill

YennyIndra
www.yennyindra.com

TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopifirmanTuhan
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Berani Memilih Gak?
Kristen yang Terlihat, Bukan Terdengar.
Doa Keliling Tidak Relevan? Ini Doa Yang Benar Sesuai Perjanjian Baru