Articles

Tianshan Tiantze – Permata Surgawi di Tengah Pegunungan.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Tianshan Tiantze – Permata Surgawi di Tengah Pegunungan.

Perjalanan kali ini membawa saya ke sebuah tempat yang begitu indah, hingga sulit dilukiskan dengan kata-kata: Tianshan Tiantze, yang juga dikenal sebagai Heavenly Lake. Nama itu memang tidak berlebihan, karena danau ini seakan-akan merupakan potongan kecil dari surga yang diturunkan ke bumi.

Sejak awal perjalanan, saya dibuat kagum oleh keseriusan pemerintah Tiongkok dalam mengelola destinasi wisata ini. Jalan raya yang membentang mulus bagaikan karpet panjang, disiapkan agar setiap wisatawan dapat mencapai lokasi dengan nyaman. Bus-bus modern, besar, dan bersih pun berjejer menunggu. Kami menaikinya, lalu meluncur sekitar 40 menit melewati hamparan pegunungan yang menjulang megah.

Sepanjang perjalanan, mata saya dimanjakan oleh pemandangan hijau yang menyejukkan. Gunung-gunung Tianshan berdiri anggun, sebagian puncaknya masih tertutup salju, kontras dengan pepohonan pinus yang rindang di bawahnya. Konon, puncak Tianshan dipercaya menjulang begitu tinggi hingga seakan-akan menyentuh langit. Saat mendongak, saya bisa memahami mengapa legenda itu lahir. Ada kesan agung yang membuat manusia merasa kecil di hadapan keperkasaan alam.

Di sepanjang jalan, kami juga melihat batu-batu besar yang tampak seperti pahatan seni. Padahal bentuk itu tercipta alami, hasil tiupan angin yang mengikisnya selama ratusan tahun. Pemandangan itu membuat saya tertegun. Betapa sabarnya alam bekerja, tanpa tergesa, namun menghasilkan karya yang mempesona.

Setibanya di kawasan danau, kami bersiap menaiki perahu.
Pemandangan di sekitar danau itu sungguh menakjubkan. Airnya jernih, memantulkan langit biru dan pepohonan pinus yang berbaris di sekeliling. Di antara batu-batu gunung yang mengitari danau, kadang terselip hamparan rumput hijau, menghadirkan sentuhan lembut di tengah kokohnya bebatuan. Angin sepoi membelai wajah, menghadirkan rasa damai yang tak ternilai.

Untuk keselamatan, semua penumpang diwajibkan mengenakan pelampung. Saat itulah kami harus melepas tas, ponsel, dan barang bawaan. Entah bagaimana, di tengah kesibukan berganti pelampung dan semangat hendak berfoto, saya lupa di mana meletakkan ponsel utama saya.

Awalnya saya baru menyadari saat berada di atas kapal, ketika selesai berfoto ria, barulah menyadari ponsel itu tidak ada. Hati saya tercekat. Mencoba mencarinya, tapi ga ada. Segera saya melapor ke tour leader dan mereka diarahkan untuk membuat laporan polisi. Barulah setelah itu, kami bisa diminta melihat rekaman CCTV bersama polisi. Sungguh menakjubkan, kamera tersebar hampir di setiap sudut. Dari rekaman terlihat jelas aktivitas kami, dan kemungkinan besar ponsel itu terjatuh saat saya berfoto di tepi danau.

Ada rasa sedih, tentu. Namun di sisi lain saya juga belajar menerima. Sambil berusaha melakukan yang terbaik yang saya bisa sebagai solusinya, untuk menemukannya kembali.

Teringat kata-kata Viktor Frankl dalam bukunya “Man’s Search for Meaning.”

“Between stimulus and response, there is a space. In that space is our power to choose our response. In our response lies our growth and our freedom.”

“Di antara stimulus dan respons, di situ ada ruang. Di ruang itulah kekuatan kita untuk memilih respons. Dalam respons itulah terletak pertumbuhan dan kebebasan kita.”

Respon apa yang hendak saya ambil?
Apakah saya bisa tetap percaya, beriman dan bersyukur kepada-Nya?
Apakah damai sejahtera-Nya tetap menguasai hati ini? Atau justru panik, marah dan kecewa.

Sambil menatap danau yang jernih, saya berbisik lirih:
“Apa pun yang terjadi, saya Memilih percaya kepada Tuhan. Ini keteledoran saya sendiri dan saya yang bertanggung jawab. Fondasinya, tetap percaya, God is good all the time….”*

Setelah keputusan ditetapkan, “All is well, O my soul – Semua baik-baik saja, wahai jiwaku….”

Maafkan teman-teman … perjalanan terlambat karena mencari HP.
Terimakasih untuk kasih, pengertian dan kebersamaan teman-teman semua, P. Anton & P. Samsul.

Setelah menikmati keindahan danau, kami menuju restoran tak jauh dari sana. Hidangan lokal tersaji di atas meja, dan yang membuat suasana semakin berkesan adalah tarian tradisional yang ditampilkan. Gerakan lincah penuh keceriaan seolah menyampaikan pesan bahwa hidup ini, meski kadang kehilangan, tetap pantas dirayakan.

Saya menyadari betapa pentingnya setiap bangsa menjaga dan merawat kebudayaannya. Sama seperti pemerintah Tiongkok yang rela berinvestasi besar demi membangun akses, menyediakan transportasi yang nyaman, serta menjaga kelestarian alam di Tianshan Tiantze. Semua itu bukan hanya demi mendatangkan wisatawan, tetapi juga untuk menghargai warisan berharga yang dipercayakan kepada mereka.

Pengalaman di Tianshan Tiantze bukan sekadar perjalanan wisata, tetapi juga pelajaran kehidupan. Dari jalan raya yang rapi, saya belajar bahwa setiap pencapaian indah selalu didahului dengan persiapan yang baik. Dari perahu yang mengelilingi danau, saya diingatkan bahwa hidup adalah perjalanan—terkadang tenang, terkadang berombak, bahkan kadang kehilangan sesuatu di tengah jalan. Dari batu-batu yang dibentuk angin, saya belajar bahwa waktu, sekalipun terasa keras, bisa menghasilkan keindahan yang tak disangka.

Dalam perjalanan pulang, kami melewati sabana,padang gurun dengan rumput-rumput keringnya. Kadang terlihat di sana sini ada menjangan atau kancil yang tengah merumput. Dan kincir angin besar…
Cantiknya….. lengkap!

Semua ini akan selalu menjadi pengingat, ada hal-hal agung yang membuat manusia belajar merendah, bersyukur, dan tak berhenti mengagumi karya Sang Pencipta.

“In every walk with nature one receives far more than he seeks.” – John Muir.

“Dalam setiap langkah bersama alam, manusia menerima jauh lebih banyak daripada yang ia cari.” – – John Muir.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
‘Bangun / Sadarkan Diri’
*”Wadah Imanmu Menentukan Seberapa Banyak Mujizat Tercurah”*
Jangan Biarkan Luka Orang Lain Merusak Cahayamu..