Monthly Archives: Jan 2025

Articles

“Serahkan Masalahmu….”

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

“Serahkan Masalahmu….”

“Terkadang engkau terjatuh, itu karena ada sesuatu di bawah sana yang harus engkau temui.”

Bukankah tidak menyenangkan saat terjatuh?
Sakit, terluka dan tidak nyaman.

Apa yang biasa kita lakukan?
Komplain, marah, mengomel, bersungut-sungut, ‘menuduh’ Tuhan tidak mengasihi, sambil berusaha membereskannya sesuai cara kita sendiri, mengikuti persepsi kita yang belum tentu benar.

Bahkan kita tidak punya waktu, untuk berhenti sejenak dan merenung, lalu bertanya,
“Tuhan, apakah ada sesuatu yang harus saya pelajari dari peristiwa ini?”

Ketika kita sibuk terus bergerak, berjalan, maka tidak lagi ada waktu untuk evaluasi diri.

Tidak ada asap, jika tidak ada api.

Jika kita tidak tahu penyebabnya, kemungkinan akan jatuh ke lubang yang sama lagi.
Atau tahu tetapi tidak bisa membereskannya.
Mengapa tidak menuruti saja perintah-Nya?

Menarik sekali, Tuhan memerintahkan kita,
“Serahkanlah segala kekhawatiranmu, masalahmu, stresmu dst kepada-Nya, sebab Tuhan yang memeliharamu.”

Tuhan tidak mengomel, menyalahkan atau membuat kita merasa bersalah, tetapi Dia hanya meminta kita mempercayai-Nya agar Dia dapat membereskan masalah kita.

Seperti seorang anak kecil yang mainannya rusak, lalu datang kepada ayahnya.
Segera dengan terampil ayahnya membenahi bagian-bagian yang rusak.
Menjelang mainan hampir selesai diperbaiki, anak kecil itu mengambil mainan dari tangan ayahnya, sambil berkata,
“Papa saya bisa menyelesaikannya!”

Tentu saja sekarang sang ayah tidak bisa menyelesaikan perbaikannya.
Sementara anak kecil itu, yang merasa tinggal bagian finishing yang mudah, saat dia mencoba membereskannya, tidak semudah yang diduganya.

Bukankah kita kerap bersikap seperti anak kecil itu?
Kita menanti jawaban doa yang tak kunjung tiba, karena sebelum selesai kita mengambilnya lagi karena tidak sabar.
Caranya?
Dengan bertindak melalui cara yang kita pikir ‘baik’, akibatnya merusak semuanya.

Ada masalah yang ketika kita berdoa, memang tidak ada sesuatu pun yang bisa kita lakukan.
Tugas kita tinggal menanti dengan percaya, – menanti dengan iman.
Dan ini tidak mudah.
Jauh lebih mudah jika kita sibuk melakulan sesuatu. Diam dan sabar butuh iman yang besar.

Bagaimana caranya agar kita bisa bersabar?
Penuhi hati dengan firman dan janji-janji-Nya.
Saat hati penuh dengan firman Tuhan, tidak ada ruang untuk keraguan.

Dia Allah yang Mahabesar. Dia tahu yang terbaik.
Dia sedang mengatur waktu yang paling tepat agar doa terjawab dengan sangat baik melampaui apa yang bisa kita minta, pikirkan mau pun kita doakan.
Dahsyat bukan?

Namun ada pula masalah, yang saat diselesaikan, perlu kita mengerjakan bagian kita.
Penuhi juga hati dengan firman dan janji-janji-Nya.
Saat membangun hubungan yang intim dengan Tuhan, kita akan peka, kapan kita harus mengerjalan sesuatu?
Apa yang harus dikerjakan?
Bagaimana cara mengerjakannya?
Dst.

Dengan demikian kita akan menjadi orang yang tepat, pada saat yang tepat, dengan cara yang tepat dan bersama Tuhan,
yang dulunya kita anggap masalah, justru sekarang menjadi berkat luar biasa yang tidak terpikirkan.

******

Di sebuah desa kecil, seorang petani yang memiliki ladang gandum subur mengalami tragedi ketika api melahap seluruh ladangnya.
Hancur dan putus asa, dia bertanya-tanya mengapa ini terjadi.
Namun, dia tetap berdoa dan percaya bahwa Tuhan memiliki rencana lebih besar.

Beberapa minggu kemudian, tim arkeolog datang ke desa tersebut. Mereka mendengar tentang ladang yang terbakar dan tertarik untuk melakukan penelitian.
Ternyata, di bawah tanah ladang yang terbakar itu, tersembunyi sisa-sisa peninggalan sejarah yang sangat berharga. Penemuan ini membuat desa kecil itu terkenal, dan pemerintah memberikan kompensasi besar kepada petani tersebut.

Tak hanya itu, ladang baru yang dibeli oleh si petani setelah insiden tersebut, ternyata jauh lebih subur daripada ladang yang sebelumnya. Panennya menjadi berlipat ganda, dan hidupnya berubah menjadi lebih baik dari yang pernah ia bayangkan

Kisah ini mengajarkan, masalah sering kali membawa berkat tak terduga, ketika kita menyerahkannya kepada Tuhan.
Dia bekerja di balik layar, mengubah malapetaka menjadi kesempatan.

Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk kebaikan mereka yang mengasihi-Nya. Tetaplah percaya, berdoa, dan bersabar, karena Tuhan selalu memiliki rencana yang lebih baik.
Siap?

“God never lets us walk alone in the storm. He is always present to turn the storm into a rainbow of blessings.” – Max Lucado.

“Tuhan tidak pernah membiarkan kita berjalan sendirian dalam badai. Dia selalu hadir untuk mengubah badai itu menjadi pelangi berkat.” – Max Lucado.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Kita Memiliki Kuasa!

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Kita Memiliki Kuasa!

Pernahkah kamu merasa tak berdaya menghadapi tantangan di dunia yang jatuh ini? Apakah Tuhan meninggalkanmu tanpa kuasa? Atau mungkin suara keraguan dan ketidakpercayaan meyakinkanmu bahwa kamu tidak memiliki pilihan. Apa yang akan kamu lakukan jika kamu tahu bahwa kamu memiliki kuasa untuk mengubah hidupmu dan mempengaruhi keadaan di sekitarmu?

Jika kamu lahir baru, hatimu adalah rumah bagi kuasa Tuhan!

Sebab aku tidak malu akan Injil Kristus, karena Injil itu adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya… (Roma 1:16)

Injil yang telah mengubahmu membawa kuasa untuk mengubah mereka yang mendengarkanmu dan percaya.

Bagi Dia yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari apa yang kita minta atau pikirkan, sesuai dengan kuasa yang bekerja di dalam kita, (Ef. 3:20)

Apa itu “kuasa yang bekerja di dalam kita”? Kita bisa berbicara tentang iman, Roh Kudus, Nama Yesus, kebenaran Allah, dan banyak aspek lain dari kuasa ini. Bagaimana dengan kata-kata kita?

Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. (Ams. 18:21)

Jika kamu memiliki lidah, kamu memiliki kuasa atas hidup dan mati! Ketika kamu dipenuhi dengan Roh Allah, kata-katamu membawa kuasa. Banyak dari kita telah mengalami “kematian” yang datang dari kata-kata yang menyakitkan atau kata-kata yang penuh ketakutan, tetapi kita juga bisa mengalami kemenangan, penyembuhan, kehidupan, dan damai dari berbicara kata-kata iman dan kehidupan. Kita memiliki kuasa di dalam diri kita!

Mendengar dan percaya pada kata-kata Injil membuatmu diselamatkan. Kamu mengaku Yesus dengan mulutmu (Roma 10:9-10). Itu adalah awal dari kuasa untuk hidup. Apa yang kamu lakukan dengan kata-katamu sekarang?

Begitu kita menyadari bahwa kuasa untuk menyembuhkan, untuk bebas dari ketakutan, dari depresi, dan dari kemiskinan ada di dalam diri kita, kita akan menjadi jauh lebih proaktif dalam menyatakan firman Tuhan dan melepaskan kuasa tersebut.

“Bukankah firman-Ku seperti api?” firman TUHAN, dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?” (Yer. 23:29)

Kita memiliki kuasa!
Pergunakanlah!

Jangan ubah keyakinan kita untuk mengakomodasi penderitaan dan kepahitan yang ada. Tuhan bukanlah masalahnya. Penderitaan tidak datang dari Sang pemberi kehidupan. Kita harus memahami dan percaya bahwa Tuhan telah menyediakan segala kebutuhan, dan bahwa ketika iman kita dihidupkan dengan mendengarkan Dia, kita akan memperoleh kemenangan!

Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. (Rm. 10:17) Tetapi Yesus menjawab, katanya: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (Mat. 4:4)

Sudahkah kita hidup dari Firman?

“Faith in God’s power, working through us, is the key to living in victory.” – Andrew Murray

“Iman dalam kuasa Allah, yang bekerja melalui kita, adalah kunci untuk hidup dalam kemenangan.” – Andrew Murray

Sumber: Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Bagaimana Cara Mengatasi Terror Ketakutan?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Bagaimana Cara Mengatasi Terror Ketakutan?

Dina begitu terteror ketakutan pada setan.
Tidur sendirian takut. Kerap ‘merasa’ melihat sesuatu dibalik gorden jendela kamarnya.
Tidak jarang terbangun di malam hari dengan berkeringat dingin. Mimpi buruk, dikejar setan. Takut celaka. Naik pesawat, kuatir pesawat jatuh.
Pesawat delay, cemas pertanda buruk apalagi saat hujan berkabut putih.
Semua serba takut….

Benarkah iblis, setan dan kawan-kawannya sehebat itu?
Sama sekali tidak!

Tuhan sudah memberi mahkota kemenangan atas segala sesuatu di dunia ini, kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya.
Karena itu Tuhan berpesan,
“Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu.”

Mengapa Tuhan berpesan demikian?
Karena tujuan setan & iblis adalah merebut mahkota kemenangan kita dengan cara menipu. Persis seperti saat menipu Hawa dan kemudian Adam ikut juga.

Iblis itu sudah dikalahkan. Senjatanya hanya satu yaitu Menipu.

Mengapa dia perlu menipu?
Karena iblis Tidak Bisa berbuat apa-apa Tanpa persetujuan kita.

Kalau kita takut, sepakat menerima tipuannya, maka mahkota kemenangan kita direbutnya dan kalah.

Kerapkali ada pikiran negatif, pikiran ketakutan yang masuk di kepala. Banyak orang yang tidak paham, mengira itu pikiran ketakutan kita.
Sesungguhnya, itu pikiran negatif, pikiran jahat yang ditawarkan oleh iblis.
Saat pikiran menakutkan muncul, itu pikiran ketakutan yang ditawarkan oleh si iblis.
Pikiran dendam, mengasihani diri sendiri, ingin membalas, padahal kita tidak memikirkannya tetapi muncul begitu saja.
Itu bukan pikiran kita sendiri.
Tergantung pilihan kita, apakah hendak diterima atau ditolak?

Jika diterima, jadilah pikiran jahat itu milik kita dan makin dipikirkan, direnungkan berulang-ulang makin merasuki
jiwa dan makin melebar ke mana-mana.

Keputusan yang cerdas, adalah menolaknya.
“Iblis enyah…. aku memiliki pikiran Allah yang suci, benar, kudus dan penuh kasih. Hikmat Allah ada padaku. Pikiran-pikiran jahat semacam itu tidak ada tempat di dalamku, karena tubuhku adalah Bait Allah. Berani-beraninya kamu mengganggu milik Allah.”

Asalkan kita hidup dengan menundukkan diri kepada Allah, lalu menjawab dan mengusirnya dengan keras dan tegas, maka iblis akan lari dari kita.

Wrong Thinking- Pikiran yang Salah adalah penyebab iblis, setan dkk bisa merasuki kehidupan kita.

Tuhan sudah mengajarkan agar kita memikirkan semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
Dengan menjaga pikiran agar hanya hal-hal yang baik yang boleh masuk, tentu buahnya juga kehidupan yang baik, yang membawa damai dan sukacita.
Pertanda kita berada di teritorinya Tuhan, di sana ada damai – Peace. Allah itu kasih dan pembawa damai.

Teringat sahabat saya sis Rosti yang menikah dengan pria Belanda bercerita, suami dan anak-anaknya, meski melewati kuburan di malam hari, tidak takut.
Mungkin karena mereka dibesarkan tanpa pernah ditakut-takuti oleh dongeng-dongeng nenek tua.
Sebaliknya pada jaman kami kecil dulu, sering ditakut-takuti supaya cepat tidur atau menurut pada mereka.

Kita diajar fokus pada iblis, dipenuhi ketakutan, karenanya imajinasi yang menguasai pikiran juga hal-hal yang menakutkan. Sadar iblis bukan sadar Tuhan.
Alamak……

Menarik sekali membaca kisah Smith Wigglesworth, mantan tukang ledeng yang cinta Tuhan, hidup di awal abad ke 19.
Beliau dipakai Tuhan secara luar biasa dan kerap menyembuhkan bahkan membangkitkan orang mati.

Suatu ketika beliau terbangun di malam hari, dan menyadari ada setan di kamarnya.
Apa yang beliau lakukan?
Dia tidak berdoa, berteriak atau mengusirnya.
Dia hanya berkata,
“Ah, cuma kamu…..” lalu membalikkan badannya dan tidur lagi dengan pulas.

Dibutuhkan iman yang besar dan tahu siapa identitas dirinya agar dapat bersikap seperti Smith. Si setan tidak bisa berbuat apa-apa pada orang yang tidak bisa ditipunya, bahkan tidak peduli kepadanya.
Keren ya?
Bagaimana dengan kita?

“The devil trembles when he sees the weakest saint upon their knees.” – Charles Spurgeon.

“Iblis gemetar ketika melihat orang paling lemah berlutut dalam doa.” – Charles Spurgeon.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Faith VS Ignore

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Faith VS Ignore

“Yenny, Adi pulang ke rumah Bapa semalam…. padahal dia beriman untuk sembuh, tekun berdoa dan kami semua di cell group juga terus mendukungnya dalam doa.
Mengapa doanya tidak terjawab?”, ujar Vina sendu.

Ketika pembicaraan makin intens, terkuaklah bahwa Adi kerap mendengarkan kesaksian kesembuhan. Ada kalimat yang membuatnya terinspirasi, mereka yang menerima kesembuhan sampai ‘lupa klo mereka itu sakit, justru saat mereka lupa itulah, kesembuhan terjadi’.

Ini menarik untuk digali lebih lanjut dan dijelaskan dengan gamblang agar kasus Adi tidak terulang lagi.

Ada penyakit yang memberi signal rasa sakit, nyeri, pusing dsb sehingga orang sadar dia sakit.
Rasa sakit ini sesungguhnya alarm dari tubuh, memberitahu ada sesuatu yang tidak berjalan dengan baik.

Saat merasa sakit, penderita kerap kesulitan beriman karena fokus pada symptoms dan rasa sakitnya, bukannya fokus kepada Tuhan.

Sebaliknya, ada penyakit yang tidak menunjukkan alarm sakit, sehingga penderita tidak sadar dia sakit atau klo sadar pun, mudah untuk “lupa’ seperti Adi.
Mengira dia beriman padahal sesungguhnya, dia *Ignore* – mengabaikan penyakitnya sehingga tidak tertolong lagi.

Di mana bedanya?
Perbedaannya terletak pada apa yang dilakukan saat menanti manifestasi doa, hingga si sakit ‘lupa’ pada penyakitnya.

Adi berdoa, ke gereja dan persekutuan doa, sesekali membaca firman tetapi tidak konsisten.

Berbeda dengan Lilian B. Yeomans (1861-1942), seorang dokter Kanada, menjadi salah satu penginjil penyembuhan yang paling terkemuka di awal gerakan Pentakosta. Pelayanannya yang luar biasa merupakan hasil dari pembebasannya dari kecanduan narkoba.

Awalnya, Lilian mengkonsumsi morphin, agar tetap bisa segar menyelesaikan tugasnya yang bertumpuk sebagai dokter. Makin lama dosis makin besar dan tidak terkontrol. Lilian tahu dengan medis saja dia tidak bisa sembuh, maka kembalilah dia kepada Tuhan.

Saat tengah berusaha memanifestasikan kesembuhannya, Lilian terus menerus fokus menggali firman-firman tentang kesembuhan dan berusaha sembuh secepatnya. Namun tidak kunjung ada hasilnya.
“Mengapa Tuhan?”, tanyanya galau.
Lilian membaca dan mendalami firman sekedar supaya sembuh.

Hingga suatu ketika, Lilian mendapatkan pewahyuan yang baru. Sekarang dia menggali firman Tuhan dan fokus, BUKAN sekedar mengejar kesembuhan, tetapi karena Rindu Mengenal Tuhan.

Saat Lilian membaca dan mendalami firman, pola pikirnya berubah semakin selaras dengan pikiran Tuhan. Roh Kudus melukiskan gambaran kesembuhan dalam hatinya.

Firman itu roh dan hidup, berkuasa untuk mencipta, termasuk menciptakan kesembuhan, pemulihan bahkan mengganti organ yang rusak dengan organ yang baru.
Dia Allah, apa yang sulit bagi-Nya?

Hari demi hari berlalu, Lilian menenggelamkan diri dalam hubungan pribadi yang intim dengan Tuhan, serta menikmatinya.
Damai sejahtera yang melampaui segala akal memerintah dalam hati dan pikirannya.

Lilian nyaris lupa pada penyakitnya. Hatinya yang Full Firman, mengarahkan pikirannya hanya tertuju pada Yesus. Hingga suatu ketika dia sadar, ternyata kecanduannya sudah lenyap.

Perhatikan, Lilian dan Adi sama-sama nyaris lupa pada penyakitnya.

Lilian lupa sakit, karena gambaran kesembuhan yang dilukis oleh Roh Kudus sedemikian kuat tertanam di hatinya dan pengenalannya yang mendalam melalui firman yang dibaca serta digalinya, membuatnya menyadari sedemikian dalamnya kasih Tuhan kepadanya.
Di mana ada kasih, di sana tidak ada ketakutan.
Imannya teguh. Ini Faith.

Adi tidak melakukan bagiannya untuk mendekat kepada Tuhan. Dia ‘berharap dan merasa beriman’ tetapi iman yang sesungguhnya hanya bisa timbul melalui pendengaran, pendengaran akan firman Kristus.

Demikian juga *saat mendeklarasikan firman, iman dilepaskan, perlu diperkatakan dengan iman.* Tanpa iman, jadi perkataan kosong yang tidak ada kuasanya. Deklarasi firman BUKAN mantra.

Adi sesungguhnya takut dan tidak berani menghadapi penyakitnya dan memilih berlindung dibalik ‘keyakinannya sendiri’ tanpa ada dasar firman dan rhema – suara Tuhan yang hidup atau quickening spirit, bahwa manifestasi kesembuhan sedang terjadi.

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat – Ibrani 11:1 (TB)

Tanpa iman, seseorang tidak berkenan kepada Allah (Ibrani 11:6)

Saya pun belajar. Bagaimana dengan Anda?

Without faith, nothing is possible. With faith, nothing is impossible. – Mary McLeod Bethune.

Tanpa iman, tidak ada yang mungkin terjadi. Dengan iman, tidak ada yang mustahil. – Mary McLeod Bethune

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
*MPOIN PLUS & PIPAKU*
*THE REPUBLIC OF SVARGA*
*SWEET O’ TREAT*
*AESTICA INDONESIA – AESTICA ID*
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Sikap Menghadapi Tahun 2025.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Sikap Menghadapi Tahun 2025.

Tomorrow is the first blank page of a 365-page book. Write a good one.” – Brad Paisley

Esok adalah halaman kosong pertama dari buku dengan 365 halaman. Tulislah cerita yang indah. Sungguh quotes yang apik. Inilah artikel pertama Seruput Kopi Cantik YennyIndra di tahun 2025, setelah libur di akhir tahun.

Menjelang penutupan tahun 2025, begitu banyak berita negatif berseliweran. Semuanya prediksi buruk, ditambah lagi berita PPN naik dari 11% menjadi 12%.
Dan di awal tahun 2025, betul-betul disahkan oleh pemerintah.

Patutkah kita ikutan kuatir, cemas memikirkan harga-harga yang pasti naik?
Sesungguhnya, siklus ini sesuatu yang selalu ada.
Dahulu sudah ada, kemungkinan dengan bentuk yang berbeda, dan sekarang pun ada lagi.
Tidak ada yang baru di bawah matahari, demikian nasehat Raja Salomo.
Semua itu siklus dunia yang terus menerus berputar.

Nach pertanyaan krusialnya, siapa yang menjadi Sumber Kehidupan kita: Hikmat Allah atau hikmat dunia?
Sumber berkat kita itu Allah atau kekuatan kita sendiri?
Itu yang membedakannya!

Jika mengandalkan kekuatan sendiri, tentu kita yang harus bersusah payah menaklukkan tantangan dunia dengan serba-serbinya.

Sebaliknya, jika bergantung kepada Allah, kita bekerja sama dengan-Nya, menyelaraskan diri dengan pikiran serta cara-Nya, lalu mengikutinya langkah demi langkah. Kita bersinergi dengan Tuhan.

Sinergi artinya kita seorang diri mampu mengalahkan sepuluh musuh, namun kita plus Tuhan akan mampu mengalahkan seribu musuh.
Apa pun tantangan di depan sana, kita akan mampu mengatasinya bersama-Nya.
Bukankah itu yang telah kita alami selama ini? Terbukti Dia setia dan tetap setia selamanya!

“Apa yang akan Tuhan lakukan pada tahun 2025?
Hal yang sama yang telah Ia ingin lakukan selama 2.000 tahun,” demikian Barry Bennett, guru saya, mengingatkan kita semua.

Tahun ini dapat menjadi tahun: peningkatan, terobosan, penyembuhan, kebebasan, kedamaian, sukacita, kasih, kelimpahan, perkalian, dan visi. Apa pun yang kita butuhkan dalam hidup ini, sudah tersedia melalui iman.
Kita berada di hari keselamatan!.

Kita dipanggil untuk menjadi terang dalam kegelapan dunia ini, dan kasih karunia Tuhan telah memperlengkapi kita untuk berkuasa dalam hidup!

Tahun seperti apa yang akan kita hasilkan?
Semua janji-Nya adalah “ya dan amin!”

If your habits don’t change, you won’t have a New Year, you’ll just have another year.

“Jika kebiasaan Anda tidak berubah, Anda tidak akan memiliki Tahun Baru, Anda hanya akan memiliki satu tahun yang lain lagi.”

Kalimat ini mengingatkan kita bahwa makna sejati Tahun Baru bukan sekadar berganti angka, tetapi menciptakan perubahan nyata dalam hidup.

Tahun yang benar-benar baru terjadi ketika kita meninggalkan pola lama yang tidak produktif dan menggantinya dengan kebiasaan baru yang membawa pertumbuhan.
Albert Einstein berkata,
“Hanya orang gila yang melakukan hal yang sama berulang-ulang tetapi mengharapkan hasil yang berbeda.”

Jika kita ingin tahun 2025 menjadi luar biasa, diperlukan langkah nyata: evaluasi diri, perubahan kebiasaan, dan keberanian untuk melangkah ke zona baru.

Jangan biarkan Tahun Baru hanya menjadi pengulangan masa lalu. Ciptakan perubahan, raih pencapaian baru, dan jadikan 2025 penuh kebanggaan.
Tuhan memberi kesempatan baru, apakah kita siap menjalaninya dengan berbeda, menggunakan otoritas, kuasa, hikmat, merealisasikan janji-janji-Nya yang telah kita terima?

Your life does not get better by chance, it gets better by change.” – Jim Rohn

Hidup Anda tidak akan menjadi lebih baik karena kebetulan, tetapi karena perubahan. – Jim Rohn.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
1 2 3