Monthly Archives: Dec 2022

Articles

Akibat Tersinggung Yang Kerusakannya Tidak Pernah Terbayangkan….

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Akibat Tersinggung Yang Kerusakannya Tidak Pernah Terbayangkan….

Sengaja saya post artikel Pdt. Pudji dari Batu, Malang, karena kasus ini sering terjadi. Tersinggung di dalam gereja, komunitas, keluarga dsb.
Kita mengejar untuk dibenarkan, merasa tidak bersalah. Pendekatan kita kalah-menang. Perang dengan berbagai macam strategi, padahal kita semua mengaku kristen dan anak Tuhan….

Ketika belajar mendekatkan diri kepada Tuhan, satu hal yang tidak bisa dihindari adalah kita diproses, dibentuk, menjadi serupa dengan Tuhan.
Sedihnya, tidak ada baju indah tercipta tanpa kain merasa sakit terkena gunting. Begitu pula dengan kita. Dan itu tidak mudah. “Berani-beraninya kamu..!” Ego kita digesek. Besi menajamkan besi.

Dan “Welcome To Ministry….”

Melayani Tuhan bukan sekedar tampil keren di panggung, tetapi bagaimana karakter kita dibangun. Saat kita mengajar, berbagi, melayani, yang paling dibutuhkan justru apa yang tersimpan di dalam hati kita? Kasih or kepahitan? Gengsi or kerendahan hati? Dieeeeenk…..

Kita hanya bisa membagikan apa yang kita miliki..
Ketika yang kita bagikan hanya teori, hanya menyentuh kepala seseorang. Paling jauh hanya membuat orang lain terpesona dengan manisnya ucapan kita. Tetapi jika yang kita bagikan sesuatu yang sudah kita hidupi, maka hidup orang lain pun berubah. Ada kuasanya!


PELAJARAN BAGI HIDUP
PENYESALAN YANG TIDAK PERLU

Ditulis: Pdt. Pudjianto

Perbincangan yang tidak di sengaja terjadi di warung kopi itu memang tidak disangka akan mengarah pada hal yang dalam. Bapak yang menyebut diri Sularso itu sama-sama masuk ke warung kopi di pinggir jalan menceritakan ulah masa mudanya yang akhirnya menjadikan penyesalan yang tidak habis – habisnya di masa tua. Ketika dirinya tumbuh kesadaran justru anak dan istrinya tidak bisa diajak kembali. Pak Sularso semakin ingin mengungkapkan pergumulan pribadinya setelah tahu bahwa saya juga orang Kristen seperti dirinya.
Kebetulan warung kopi di pinggir jalan itu sepi, yang ada hanya berdua saja dengan pak Sularso, yang baru saja saya pertama kali bertemu. Karena sama-sama ada di warung kopi. Tadinya memang cerita yang bersifat umum, bagaimana Pak Sularso mengagumi walikota di sebuah kota yang bisa menciptakan pekerjaan bagi anak-anak muda di kotanya. Membandingkan dengan kota di mana tinggal, kemajuannya belum bisa dirasakan oleh masayarakat luas. Jalan-jalan di desa masih banyak lobang dan banyak yang masih tanah. Itu pembicaraan umum. Namun tiba-tiba pembicaraan itu mengarah kepada hal-hal yang bersifat pribadi dan dalam lagi.
Menurut bapak Sularso, jaman muda termasuk orang yang rajin ke gereja, bahkan terlibat dalam pelayanan juga. Ia banyak dipercaya oleh gembalanya untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan gereja, dan juga yang berujud pelayanan jadi Penata ibadah, jadi pemuji Tuhan di depan ketika ibadah bahkan juga dipercaya untuk membawakan renungan juga. Hal terjadi ketika gembalanya belum memiliki istri, setelah memiliki istri, ia tidak lagi ke gereja dan pelayanan lagi.
“Lho kenapa pak?”, demikian saya terkejut mendengar ceritanya dan langsung bertanya
Bapak Sularso nampak tertunduk dan menopangkan tangannya di dagunya, raut sedih dan sesal nampak tergambar di wajahnya. Melihat sikap yang demikian saya semakin tertarik untuk lebih banyak tahu seorang lelaki yang sudah berumur sama dengan saya tersebut.
Dengan pelan supaya tidak terdengar pemilik warung, Pak Sularso menceritakan bahwa ia tersinggung dengan istri gembala gerejanya, karena terdengar di telinganya langsung bahwa ibu gembala yang masih pengantin baru, yang tadinya aktif di gereja lain itu bilang: “Apa yang menjadi pamrih pak Sularso begitu aktifnya pelayanan di gereja ini?”
Masih menurut pak Sularso, bahwa mendengar apa yang dikatakan Ibu gembala itu langsung patah semangat. Ia merasa bahwa jerih payahnya tidak dihargai. Dan sejak itu pelan-pelan mundur dari pelayanan. Dan mulai menanamkan kata-kata yang tidak baik sama istri dan ke dua anaknya, berkaitan dengan gereja, dengan ditambah-tembahi negatif lainnya. Dan akhirnya satu keluarga mundur dari pelayanan dan gereja.
Ada kepuasan di batin Pak Sularso, karena akhirnya pelayanan gereja banyak terbengkelai. Dan ia ingin melihat bagaimana selanjutnya gereja tersebut, biar ibu gembalalah yang menangani. Ketika banyak teman yang mengunjungi dan meminta kembali aktif pelayanan, jawabannya ringan saja.
“Kan sudah ada ibu gembala, biar ibu gembala dong yang mengatasi pelayanan?”, demikian jawaban setiap ada teman gereja bahkan bapak pendeta yang datang. Bahkan bapak pendeta sampai minta maaf atas perkataan istrinya. Namun pak Sularso tidak bergeming, hati Pak sularso ketika itu semakin puas. “Biar tahu rasa”
“Wah sampai segitunya ya pak?”, demikian kata saya, prihatin. Saya memandang Pak Sularso, yang nampak seperti orang gemetaran mengingat masa lalu.
Setelah tua ini saya baru sadar, ada pertanyaan di dalam sanubari saya, untuk siapakah semua yang dilakukan di masa muda. Untuk kebanggaan diri, untuk pujian dari sesama, atau untuk Tuhan?”, demikian dengan lesu pak Sularso berkata. “Jika untuk Tuhan mengapa harus mendengar penilaian orang?”
Menurut pak Sularso, sanubari itu terus bertanya, dan bertanya. Akhirnya tidak tahan, ia hari minggu ke gereja yang sama, setelah puluhan tahun. Betapa dirinya sangat terharu dan membuat tangisan tanpa henti, mengikuti ibadah perdananya
“Bapak pendeta yang juga sudah berumur itu memeluk saya, demikian istrinya memeluk saya, kami ingin melupakan masa lalu, dan mengawali kehidupan yang baru yang bermotivasikan kasih”, demikian kata pak Sularso terbata.


Masih menurut pak Sularso, ia sekarang kembali ke gereja, rajin datang, namun tentu tidak bisa mengambil pelayanan seperti dahulu. Sayangnya istri dan ke dua anaknya yang sudah berkeluarga, tidak mengikuti jejaknya. Mereka sudah asyik dengan kepercayaan yang baru.
“Pak saya sungguh menyesal”, demikian katanya pelan. “Saya merindukan istri dan kedua anaknya bahkan mantunya bisa menerima jalan keselamatan di dalam Yesus Kristus”.
Warung itu tidak sepi lagi, dan mulai beberapa orang masuk dan duduk di bangku yang sudah di sediakan, memesan kopi, dan makan makanan gorengan yang tersedia. Saya harus melanjutkan ke kantor untuk rekaman. Dan senang bertemu dengan pak Sularso, berharap lain kali bisa bertemu lagi di warung yang sama, sekedar berbincang-bincang. Penyesalan seperti pak sularso memang tidak perlu, kalau dalam kehidupan pelayanan dilandasi dengan motivasi untuk kemuliaan Tuhan bukan untuk pamer diri. Dan tidak perlu rasa negatif dengan sesama orang percaya atau gereja di “woro-woro” (di crita-critakan) kepada sesama bahkan orang lain.
BETAPA PENTINGNYA KITA JAGA MULUT KITA UNTUK MENGELUARKAN KATA-KATA YANG MELUKAI SESAMA YANG MASUK DALAM PERSEKUTUAN KITA, BAGAIMANAPUN KEHIDUPAN KITA DISEMPURNAKAN OLEH ORANG ITU YANG NAMPAKNYA TIDAK BERGUNA SEKALIPUN.


“Ini kesempatan kita mempraktikkan pelajaran di sekolah…”, ujar Bu Henny berulang kali. Saya setuju!

Saya mengamati, selama kita belum lulus di suatu masalah, maka kasus serupa akan terus menerus datang hingga kita lulus ujian. Better segera dibereskan, move on, naik kelas.

Belajar dari P. Sularso, tidak disangka ketersinggungan kecil yang dikipasi iblis tentunya, membuatnya menjauh dari Tuhan dan gereja. Yang pada jangka panjangnya, memporakporandakan keluarganya. Oh….

Mari kita jadi murid yang taat…supaya gak ada celah untuk iblis masuk, sehingga berkat serta damai Tuhan pun senantiasa menyertai kita.
Setuju?

“Your actions speak so loud I can’t hear what you say.” – Ralph Waldo Emerson

“Tindakan Anda berbicara sedemikian kerasnya sehingga saya tidak dapat mendengar apa yang Anda katakan.” -Ralph Waldo Emerson

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Melawan Lupa

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Melawan Lupa!

Sahabat saya, Yuliadi post artikel yang sudah beberapa kali saya baca, tetapi kali ini, Tuhan berkata sesuatu secara pribadi.

Seorang anak Bertengkar dengan Ibunya dan Meninggalkan Rumah.

Saat berjalan tanpa tujuan, Ia Baru Sadar bahwa Ia sama Sekali tidak Membawa uang.
Ia Lapar sekali, ingin makan Semangkuk Bakmi.

Pemilik warung bakmi melihat anak itu Berdiri Cukup lama didepan Warungnya, lalu Bertanya.

“Nak, apakah Engkau ingin Memesan Bakmi?”

“Ya, tapi aku tidak Punya Uang,” jawab anak itu dengan malu-malu.

“Tidak Apa-apa, aku Akan Memberimu Gratis”.

Anak itu Segera Makan. Kemudian air Matanya mulai Berlinang.

“Ada apa Nak?” tanya Pemilik Warung.

“Tidak apa-apa, Aku Hanya terharu Karena Seorang yang Baru Kukenal Memberi aku Semangkuk Bakmi sedangkan Ibuku telah Mengusirku dari rumah. Kamu seorang yang Baru Kukenal tapi Begitu Peduli Padaku.”

Pemilik warung itu Berkata,

“Nak, mengapa kau Berpikir Begitu ; Renungkan hal ini,
Aku Hanya sekali saja Memberimu Semangkuk Bakmi & Kau begitu Terharu,
… Sedangkan …
Ibumu telah Memasak nasi lauk, dll Setiap Hari, berkali-kali, sampai Kamu Dewasa, Harusnya kamu Berterima Kasih Kepadanya …”

Anak itu Kaget Mendengar Hal tersebut dan merenung :

“Mengapa untuk Semangkuk Bakmi dari orang yang Baru Kukenal aku Begitu Berterima Kasih,
… Tapi …
Terhadap Ibuku yang Memasak Untukku selama Bertahun-tahun, Aku tak Pernah Berterima Kasih?”

Anak itu Segera Bergegas Pulang

Begitu Sampai di Ambang Pintu rumah,
ia Melihat Ibunya dengan Wajah Cemas.

Ketika Melihat Anaknya,
Kalimat Pertama-tama yang Keluar dari Mulutnya adalah “Nak.., Kau sudah Pulang, Cepat masuk, Ibu Telah Menyiapkan Makan Malam.”

Mendengar Hal itu,
si anak tidak dapat Menahan Tangisnya dan Menangis dihadapan Ibunya .

Sekali Waktu kita Mungkin akan Sangat Berterima Kasih untuk Suatu Pertolongan Kecil yang Kita Terima. Namun mengapa kita sering tidak Sadar & Lupa Berterima Kasih Akan Kebaikan-kebaikan yg kita telah terima berkali2 bertahun2 dari Orang-orang yang Sangat Dekat Dengan Kita dan orang2 yg setiap hari ada disekitar kita?


“Yenny, sadarkah kamu mengapa orang-orang di luar sana memuji-muji anakmu, sedangkan kamu tidak? Karena orang- orang di luar sana sedang Mengagumi Buah dari benih yang kamu tanamkan pada anak-anakmu. Buah jerih payahmu. Kamu melihat benih itu sejak ditanam, begitu lama tidak bertumbuh, namun kamu tetap setia menyiraminya… Hingga mulai tumbuh tunas, akhirnya menjadi pohon yang besar dan berbuah banyak dan manis. Kamu melihatnya, memupuk dan menyianginya… Bagimu sebuah kewajaran pohon itu berbuah.. “,
Tuhan memberikan pengertian,
“Orang yang memuji dan mengagumi secara berlebihan buah pohon itu, karena bukan dia yang menanam dan merawatnya. Dia tinggal memetik dan menikmatinya.”

Hhhmm…. Makes sense.
Dan anak kerap lupa ketika ada yang menyanjungnya: siapa yang sudah berinvestasi dalam hidupnya selama ini.
Benarkah ada orang di luar sana yang benar-benar bisa menerima, mengasihi dan rela berkorban habis-habisan melebihi orangtuanya sendiri? Berpuluh-puluh tahun pula…
Wallahualam….

Cream dan gula-gula di atas kue tart memang enak, tetapi ingat, terlalu banyak akan menyebabkan diabetes. Dan itu BUKAN makanan yang sesungguhnya! Yang makanan sejati justru kuenya, yang tidak semanis cream gula-gula diatasnya.


Sayang sekali Ada perselingkuhan yang terjadi, awalnya dimulai dengan hanya tersentuhnya hatinya karena menerima perlakuan yg menurutnya ‘istimewa’ di luar rumah. Tetapi sayangnya tanpa orang itu sadari, kerapkali penyebab ia merasa itu istimewa HANYA AKIBAT ia sudah merasa terbiasa/tidak peka/take it for granted/tidak bersyukur terhadap kebaikan sehari-hari dirumahnya.

Contohnya:
Ada wanita yg tersentuh hatinya karena diberikan hadiah oleh teman pria di kantornya. Padahal suaminya telah memberi dia dan anak-anaknya nafkah kehidupan selama Bertahun-tahun.

Ada pria yg tersentuh hatinya karena merasa diperhatikan, ketika ditawari dibikinin kopi oleh sekretarisnya. Padahal istrinya telah memasak untuknya dan untuk anak-anaknya bertahun2.

(Di sadur dari Focus to Family ministry )


Si suami or istri lupa, mereka bisa berada di level sekarang ini, karena sudah merintis keluarga bersama-sama dalam suka dan duka selama bertahun-tahun.
Siapa yang membawa ke level ini!? Ya pasanganmu!
Belum tentu, jika menikah dengan pria teman sekantor atau dengan si sekretaris, akan naik setinggi ini.

Dari pengalaman teman-teman, klo ada yang mau lagi dengan seseorang yang sudah menikah, biasanya pertimbangan ekonominya yang menonjol. Jarang ada yang benar-benar tulus.

Yang banyak terjadi di dunia sich, kata orang:
Ada uang, abang disayang.
Tak ada uang, abang melayang…

Mama saya mengajarkan, jangan pernah menikah lagi. Anak-anak nanti berantakan. Anakku, bukan anakmu… Repot, katanya.

Jangan lupa juga, teman sekantor or sekretaris nampak manis karena belum dinikahi. Coba klo beneran menikah, setiap hari bersamamu, tahu berbagai kekuranganmu, dijamin sikapnya gak akan semanis sekarang.
As simple as that!


LUPA, penyakit umum di jaman ini.
Begitu mudahnya orang-orang melupakan kebaikan orang lain mau pun Tuhan.

Tidak ada orang yang bisa naik ke atas sendirian. Begitu banyak orang-orang yang berjasa berinvestasi, menopang, mengangkat, memberi kesempatan kepada kita, dan bertoleransi dengan kebodohan, kesalahan, kenaifan kita. Orangtua dan pasangan, yang harus menanggung akibat kerugiannya.

“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana,” nyanyian Musa

Menghitung hari-hari tidak sekedar menyadari tinggal berapa lama lagi hidup yang tersisa di dunia ini, tetapi juga menoleh ke belakang, menghitung sudah berapa lama Allah memelihara kita? Hitung berapa banyak pertolongannya?
Betapa Dia Allah yang senantiasa bisa diandalkan.
Dan bersyukurlah!
Berterima kasihlah.
Karena iblis tidak dapat menyelinap masuk di hati seseorang yang hatinya dipenuhi oleh ungkapan syukur.

Bagaimana pendapat Anda?

How we see ourselves is a critical factor in receiving from God.

Cara kita memandang diri sendiri merupakan faktor penting untuk menerima dari Allah.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apa yang terjadi ketika Yesus memberikan otoritas kepada para murid?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apa yang terjadi ketika Yesus memberikan otoritas kepada para murid?

Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang sakit.
Lukas 9:1?-?2 TB

Amanat Yesus kepada para murid, merupakan gambaran awal dari amanat-Nya kepada gereja setelah kebangkitan-Nya. Sejak Adam berdosa di Taman Eden, Setan telah menjadi tuhan atas dunia ini dan manusia terkunci dalam perbudakan penindasannya. Setan belum pernah melihat orang seperti Yesus sebelumnya, yang dengan mudah “merusak rumahnya” dan membebaskan para tawanan. Setan tidak dapat menggoda Yesus untuk berbuat dosa, yang pada akhirnya justru menjadi malapetaka bagi “sang penguasa kerajaan angkasa” (setan).

Ketika Setan melihat murid-murid Yesus, manusia biasa, namun menunjukkan kekuatan yang sama seperti Yesus, terhadap setan dan penyakit, Alkitab mencatat sebagai berikut:

Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: ”Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu.” Lalu kata Yesus kepada mereka: ”Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.
Lukas 10:17?-?18 TB

Apa maksud Yesus dengan pernyataan-Nya bahwa Dia melihat Setan jatuh? Kata Yunani untuk jatuh berarti: “turun dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah; jatuh sujud; kehilangan otoritas, tidak lagi memiliki kekuatan; untuk disingkirkan dari keadaan makmur.”

Dapatkah Anda membayangkan pergolakan di dunia kegelapan ketika manusia biasa mulai merusak rumah setan? Posisinya sendiri di hadapan Tuhan sebagai penuduh saudara-saudara terguncang. Cengkeramannya pada kunci neraka dan kematian dilonggarkan. Otoritasnya untuk menindas dan membuat sakit, lemah dan miskin, terluka parah!

Kita tahu bahwa di kayu salib Yesus memberikan pukulan maut terakhir kepada setan dan kuasa kegelapan. Dia melucuti kerajaan & kekuasaan setan, lalu menang atas mereka. Yesus sekarang telah mendelegasikan semua otoritas dan kuasa kepada gereja-Nya. Kita memiliki kekuatan untuk menginjak ular & kalajengking dan atas semua kekuatan musuh!

Lain kali, saat Anda merasa sedang menghadapi kekuatan kegelapan, sadarilah bahwa Anda sedang menghadapi musuh yang telah dikalahkan. Lihat Setan bersujud di hadapan Anda tanpa otoritas dan tanpa kekuatan. Anda lebih dari pemenang melalui Yesus yang mengasihi Anda! (Roma 8:37)

Darimana Anda tahu apakah Anda terjebak dalam ketakutan atau tidak?
Anda dapat mengetahui isi hati Anda dengan mengamati, apakah Anda mengkhawatirkannya atau justru memuji Tuhan.

Kekhawatiran, ketakutan, dan stres tidak pernah menyembuhkan siapa pun. Pujian dan ucapan syukur yang akan melakukannya!

Bless the LORD, O my soul: and all that is within me, bless his holy name.
Bless the LORD, O my soul, and forget not all his benefits:
Who forgiveth all thine iniquities; who healeth all thy diseases;
Psalms 103:1-3 (KJV)

Pujilah TUHAN, hai jiwaku: dan segala yang ada dalam diriku, terpujilah nama-Nya yang kudus.
Pujilah Tuhan, hai jiwaku, Dan jangan lupakan semua kebaikan-Nya: Yang mengampuni segala kesalahanmu, Yang menyembuhkan segala penyakitmu.*
(Mazmur 103:1-3)

  • Barry Bennett –

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

GPS Kehidupan Yang Membuat Hidup Jadi Enteng. Mau?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

GPS Kehidupan Yang Membuat Hidup Jadi Enteng. Mau?

Kami suka liburan ke negara yang belum pernah dikunjungi. Turun di airport, kami segera menyewa mobil. Dari Indonesia, biasa saya sudah research tempat-tempat cantik yang hendak dikunjungi. Sementara P. Indra suka nyetir di tempat-tempat baru yang belum pernah dikunjungi.

GPS adalah alat untuk menunjukkan peta jalan yang hendak dituju. Meski belum pernah ke sana, dengan menggunakan GPS maka alat ini membantu kita mencapai tujuan. Kami pun bersukacita mengambil foto-foto cantik di sana.

Nach Firman Tuhan itu GPS nya kehidupan. Tidak ada seorang pun yang pernah menjalani kehidupan kita sebelumnya. Kita bisa belajar dari sejarah, pengalaman hidup orang lain. Tetapi tidak mungkin sama dengan pengalaman kita nantinya. Bisa mirip tapi tidak persis.

Tuhan Sang Pemilik Kehidupan ini, sudah memberikan prinsip-prinsip, rambu-rambu sebagai GPS kehidupan ini.

Inilah wejangan Raja Salomo, manusia terkaya dan paling bijak yang pernah hidup di muka bumi.

  • Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.
  • Hai anakku, dengarkanlah dan terimalah perkataanku, supaya tahun hidupmu menjadi banyak.
  • Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu. Orang baik dikenan Tuhan, tetapi si penipu dihukum-Nya.
  • Setiap orang dipuji seimbang dengan akal budinya, tetapi orang yang serong hatinya, akan dihina.
  • dst. dst…

Dengan menggali dan menghidupi kebenaran Firman Tuhan, maka kita tidak akan tersesat. Mampu menghindari ribuan pertempuran yang tidak perlu. Hidup kita menjadi damai dan tenteram karena memiliki mindset yang benar dalam menyikapi kehidupan, yaitu menyelaraskan diri dengan mindset Allah.

Banyak orang-orang dunia, atas nama science, modern, masa kini, karena merasa jaman ini jaman modern berprinsip:

  • Siapa cepat, dia yang dapat.
  • Saiki jaman edan, sing ora edan ora keduman, Sekarang jaman gila, yang tidak gila, tidak kebagian.
  • Karena artis top dan orang-orang kaya dunia melakukannya, maka dianggap sah. Pernikahan sesama jenis, menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan.
  • Mengejar kekuasaan dan kekayaan, apa pun harganya. Supaya bisa merasa menjadi ‘Tuhan’…
    Apa sich yang ga bisa dibeli dengan uang?, demikian ucapnya.

Benarkah prinsip ini?

Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut.

Dari berbagai peristiwa yang terjadi di sekitar kita, terlihat jelas, seseorang yang kelihatannya kaya raya, berada di puncak kekuasaan karena jabatannya yang tinggi, seolah tidak tersentuh… Tetapi karena satu kesalahan, kesombongan, perbuatan sia-sia, meluncur ke bawah dengan begitu cepatnya. Semua sia-sia dan hilang dalam sekejap.


“Ce, yang saya inginkan saat membaca Seruput Kopi Cantik adalah bisa mendapatkan damai sejahtera. Bagaimana caranya? Semua kenikmatan dunia sudah aku cicipi dan miliki… Cuma damai sejahtera, ketenteraman yang aku mau..,” ujar seorang teman yang sudah menjelajah dunia, lebih dari seratus negara. Nyaris seluruh dunia sudah dikunjungi dan dinikmatinya.

Bahagia yang sesungguhnya adalah hati dan pikiran yang dipenuhi oleh damai sejahtera. Tenteram.
Padahal hidup senantiasa menyajikan masalah tanpa diundang. Dari yang kecil hingga besar, membuat tidur tak nyenyak.

Mungkinkah kita hidup dengan memiliki damai sejahtera sepanjang waktu?
Jawabannya: bisa.
Caranya?
Ikuti petunjuk GPS Allah. Hiduplah sesuai arahan-Nya, meski berlawanan dengan cara dunia.

Sahabat saya Nana, yang membawahi puluhan perusahaan besar bersaksi, bagaimana masalah-masalah berat yang dialaminya, diselesaikan Tuhan dengan cara yang diluar nalar.

“Love your neighbour, kata Tuhan. Ya sudah, saya taat dan diam menanti arahan-Nya. Dan solusinya diluar dugaan… Tanpa harus melibatkan lawyer, tanpa ruwet, Tuhan menyelesaikannya dengan apik…”, jelasnya. Terbukti!

Di Charis kami bisa sekolah koresponden (distance learning), dan in class. Keuntungan in class, kami tidak hanya belajar dari guru-guru, tetapi pengalaman serta kesaksian teman-teman sangat powerful.
Ketika menghadapi masalah, ada teman-teman dan P. Irwan serta B. Angel, kepala sekolah Charis, yang bisa dimintai pendapat dan diarahkan sesuai kebenaran Tuhan.

Yang mengubah hidup, bukan teorinya, melainkan kebenaran firman Tuhan yang betul-betul dihidupi.
Menunggu arahan Tuhan sebelum bertindak, itu betul-betul tidak mudah. Butuh latihan, kesabaran dan iman…. Percaya bahwa jalan Tuhanlah yang terbaik. Meninggikan firman-Nya di atas fakta dan situasi. Menundukkan diri kepada Allah.
Mengakui bahwa Allah benar-benar Boss kehidupan kita.
Manusia punya kehendak bebas. Allah tidak pernah memaksa, kecuali kita bersedia menyerahkan hidup kita kepada-Nya.

Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, jangan bersandar pada pengertian kita sendiri. Libatkan Allah dalam apa pun yang kita lakukan, maka Dia akan meluruskan jalan hidup kita.

Siapa yang tahu yang terbaik bagi masa depan kita? Allah!
Dia tahu di mana berkat tersembunyi dan bagaimana meraihnya. Dia tahu cara menyembuhkan berbagai penyakit.
Dia tahu solusi masalah yang paling singkat tetapi hasilnya sangat baik.

Tentunya jauh lebih mudah menjalani kehidupan bersama Pribadi yang menciptakan kehidupan kita, satu-satunya Pribadi yang tahu persis masa depan kita apalagi kehendak-Nya, agar kita menjalani hidup ini langkah demi langkah bersama-Nya…
Kita turuti saja… Gak usah banyak mikir karena Allah adalah Guide yang selalu bisa diandalkan.
Makes sense?

Ship don’t SINK because of the water AROUND them. Ship SINK because of the water that gets In them! Don’t let what happened around you, gets in you and weigh you down.

Kapal tidak TENGGELAM karena air DI SEKITARNYA. Kapal TENGGELAM karena air yang masuk ke dalam kapal! Jangan biarkan apa yang terjadi di sekitar Anda, merasuki Anda dan membebani Anda.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Pdt Pudjianto Yang Serba Bisa

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Pdt Pudjianto Yang Serba Bisa

P. Puji, demikian saya biasa menyapa beliau, seorang hamba Tuhan yang melayani di kota Batu, Malang.
Saya bertemu beliau di sosmed, saat di invite sis Elma di grup teman-teman Eropa. Ternyata grup ini tidak hanya dari Eropa, tetapi dari seluruh dunia. Teman-teman dari berbagai negara di sana.

Dan ada seorang Pdt sederhana dari Batu, Malang: P. Pudjianto. Tentu ada keunikan tersendiri, batin saya. Jadi favorit teman-teman dari Eropa, tidak sedikit yang mengunjungi beliau saat pulang ke Indonesia.

Beliau setiap hari konsisten menulis, klop dengan saya… Satu species rupanya, jadilah kami segera akrab. Saya diajak bergabung di WAG beliau.
“Yang sederhana saja yang ditulis bu Yenny, supaya mudah dimengerti,” pesannya.

Tetapi P. Puji lebih hebat dari saya. Beliau rutin siaran radio, dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa.
Wuih keren…
Penggemarnya hingga ke pelosok-pelosok desa. Beliau banyak merintis gereja dan melayani di mana-mana. Membimbing para hamba Tuhan muda.

Kisah-kisahnya sederhana, menarik sekali. Saya bisa merasakan ada Tuhan dalam berbagai kesaksiannya. Semakin lama menulis, saya makin bisa membedakan, apakah sang penulis menghidupi apa yang diceritakannya atau tidak.
Jika dihidupi, terasa kisah itu hidup dan menyentuh.
Dan terbukti, dampaknya mendunia… Promosi itu dari Tuhan!

Saya sudah beberapa tahun mengenal beliau… Tetapi tidak terlintas untuk menuliskan tentang P. Puji. Entah mengapa, kemarin saat membaca kesaksiannya, seolah Tuhan mendorong saya menceritakan tentang beliau…
Saya belajar taat….
Mari kita sama-sama melihat, apakah Tuhan memang punya maksud tertentu… Yuk…


PENYERTAAN TUHAN ITU INDAH

ADA KUASA DI DALAM DOAKU

SAKIT GIGI KARENA DOA SEMBUH.
(Kenangan lama)
Oleh: Pudjianto

Sebenarnya malam itu saya sudah mau tidur, memang belum malam sekali sih. Mungkin sekitar jam 11 malam. Saya katakan belum malam, karena di jalanan masih banyak orang yang berbincang dan bersendagurau. Jika keadaan seperti itu, tandanya masih ada yang belum tidur bukankah mereka masih berada di jalanan? Saya beranjak mau ambil sikat gigi untuk mempersiapkan diri tidur. Namun, ketika saya mau beranjak, tiba-tiba telinga saya mendengar pintu di ketuk orang. Saya batalkan ke kamar mandi alias tidak jadi menuju kamar mandi, namun saya beranjak menuju pintu untuk membukakan.

“Selamat malam pak”, demikian kata seorang pemuda yang masih tetangga berdiri di depan pintu.

“Silahkan masuk!” , demikian saya persilahkan masuk, dan rupanya tetangga. Saya heran malam-malam bertamu, sudah tentu ada keperluan yang penting. Saya sedikit berdebar, apakah mungkin tetangga itu mau minta tolong untuk mengantarkan salah satu anggota keluarganya yang sakit, atau mau minta tolong apa? Kalau tidak ada kebutuhan yang mendesak sudah pasti tidak sampai tega mengetuk pintu malam-malam demikian.

Dan ternyata tetangga saya itu disuruh Bapaknya untuk mengundang saya, supaya mendoakan. Menurut tetangga saya ini Bapaknya sakit gigi, sampai pipinya bengkak. Ia tidak tahan, dan minta saya mendoakan. Dada saya berdesir, karena saya sendiri juga sering ke dokter gigi, artinya saya punya sakit gigi juga harus ke dokter gigi, tidak cukup di doakan.

“Saya mohon bapak mau ke rumah”, demikian ulang tetangga saya tersebut. “Saya kasihan bapak saya, tidak bisa tidur, katanya sakit sekali, sudah beberapa hari ini.”

Hampir saja saya memberikan penjelasan, bahwa saya sendiri tetap ke dokter gigi ketika gigi saya sakit, namun entah di dalam hati saya ada dorongan untuk datang ke rumah tetangga saya tadi ya mendoakan. Maka saya segera bersiap, dan bergegas bersama tetangga saya itu ke rumahnya.


Seorang bapak paroh baya, memegang pipinya yang bengkak. Ia merintih-rintih tidak tahan sakitnya. Mendengar rintihannya, saya jatuh kasihan.

“Bapak minta saya doakan?”, demikian tanya saya.

“Iya bapak, tolong doakan, sudah obat apa saja saya minum, tidak juga berkurang pak”, dada saya berdesir tajam, mendengar keluhannya.

“Saya doakan dalam nama Yesus mau pak?”, demikian tanya saya.

“Terserah bapak, saya percaya bapak”, sahutnya di tengah-tengah rintihannya.

Akhirnya, memang saya memegang pipi bapak tersebut, dan saya mendoakan, dengan meminta kepada Tuhan Yesus untuk menyembuhkan sakit gigi orang tua tersebut. Doa itu tidak panjang, yang penting sudah di dengar bahwa Yesus itu juru selamat, dan Yesus itu sanggup menolong siapapun yang berseru kepadaNya.

“Bapak bisa minta sendiri pada Tuhan Yesus seperti saya minta kepadaNya tadi ya pak?”, demikian saya sarankan kepada bapak tersebut. Bapak itu mengangguk.

Saya berdebar, ketika bapak itu beranjak dari duduknya dan merebahkan diri berbaring. Ia memandang saya sejenak. Lantas memenjamkan matanya.

“Karena saya sudah mendoakan, saya minta pamit ya pak?”, demikian saya minta permisi pulang. Bapak itu mengangguk, tanpa lupa berterima kasih.


Sore harinya kembali pintu saya di ketuk. Saya agak kuatir kalau orang yang sakit gigi itu datang lagi, dan mengatakan doa kepada Tuhan Yesus tidak manjur. Tetapi karena daun pintu di ketuk agak keras, maka saya beranjak untuk membuka pintu. Saya terkejut, seorang gadis remaja membawa masakan untuk saya. Dan remaja itu adalah putri dari bapak yang sakit gigi.

“Lah mbak, kenapa repot-repot?”, demikian kata saya.

“Ini diminta bapak mengantarkan sedikit masakan, supaya dicicip bapak, bapak berterima kasih untuk doanya, sudah tidak bengkak lagi, bahkan tadi pagi sudah berangkat kerja”, demikian kata gadis tersebut, putri bapak yang sakit gigi. Ternyata bapak itu sembuh.

Tidak ada kata lain kecuali saya mengucapkan terpujilah nama Tuhan. Kuasa Yesus menyertai doa saya. Hati saya ketika mendengar kata gadis remaja tersebut, memang bergetar. Luar biasa.

DOA ITU TIDAK ADA APA-APANYA BILA TIDAK ADA KUASA YESUS YANG MENYERTAINYA. BILA ADA PENYERTAAN YESUS MAKA DOA SIAPAPUN AKAN MEMILIKI KUASA YANG MENGUBAH APAPUN YANG DIDOAKAN.


Kisah P. Puji sangat menyentuh hati saya. Kerap kali saya merasa tidak Pede untuk mendoakan, ketika saya belum berkemenangan dalam hal itu.
Seperti P. Puji… Beliau sakit gigi masih ke dokter, koq diminta mendoakan orang yang sakit gigi, sudah bengkak hingga berhari-hari pula.
Tetapi saya kagum dengan ketaatan P. Puji dan memang yang menyembuhkan itu Tuhan, bukan kita…

Saya belajar P. Puji… Salut dan kagum.
Di masa depan, saya akan meneladani P. Puji…
It’s all about God, not me….

Btw, saat menyiapkan artikel ini, saya spesial minta ijin ambil foto P. Puji yang mengenakan pakaian adat Jawa lengkap dengan blangkonnya…
Keren kan teman-teman?
Yuk kita meneladani P. Puji… Sederhana, taat, setia, konsisten dan berdampak luas.

Most men will proclaim every one his own goodness: but a faithful man who can find?
Proverbs 20:6 (KJV)

Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?
Amsal 20:6 (TB)

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 3 4 5 6