Tag Archives: #seruputkopicantik #yennyindra #InspirasiKebaikan #MotivasiKebaikan #PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Articles

Cara Menangani Berbagai Konflik Dengan Anggun

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Cara Menangani Berbagai Konflik Dengan Anggun

Conflict Resolution — cara menangani konflik dengan anggun — adalah keterampilan yang perlu dipelajari. Resolusi berarti keputusan untuk berubah, memperbaiki perilaku, dan membangun hidup yang lebih baik. Dalam konteks hubungan, conflict resolution artinya mengelola konflik dengan bijak agar kehidupan kita semakin berkualitas.

Banyak orang salah kaprah. Mereka berpikir jika fondasi hubungan adalah kasih, maka pintu maaf selalu terbuka dan tidak ada konsekuensi. Padahal mengampuni itu wajib, tetapi konsekuensi tetap harus ada.
Kasih tidak berarti membiarkan kekacauan. Kasih dan disiplin harus berjalan seimbang.

Guru kami, Carrie Pickett, sering membagikan prinsip-prinsip praktis disertai contoh kasus. Misalnya, bagaimana menangani seseorang yang tidak memahami visi organisasi dan bertindak semaunya.

Evaluasinya sederhana:
Apakah orang itu sudah ditraining?
Apakah ia mengerti visi dan tujuan organisasi?
Apakah ia tahu apa yang diharapkan darinya?

Kalau semua sudah jelas, barulah diajak bicara dengan kasih. Mulai dari kata-kata positif, tunjukkan potensinya, lalu jelaskan peraturan dan visi organisasi. Sampaikan kesalahannya tanpa menghakimi, dan beritahu konsekuensi jika tetap melanggar.

Dan jika setelah semua ini ia tetap melanggar, konsekuensi harus diterapkan. Tegas bukan berarti tidak mengasihi. Malah justru karena mengasihi.

Tuhan berkata, “Berjalankah dua orang bersama-sama jika mereka belum sepakat?”
Jika tidak sepakat, lebih baik berjalan sendiri-sendiri. Ini mencegah konflik berkepanjangan dan energi yang terbuang sia-sia.

Satu contoh menarik dari Carrie: sebelum menegur seseorang, ia tidak langsung bicara. Ia mengajaknya makan bersama beberapa kali tanpa membahas kesalahannya. Tujuannya membangun hubungan. Setelah persahabatan terjalin, barulah teguran disampaikan dengan lembut.
“Biarkan mereka melihat hati kita terlebih dahulu. Lalu tanyakan apakah kita boleh menyampaikan sesuatu yang mungkin tidak nyaman,” kata Carrie.

Pendekatan ini membuat orang lebih siap menerima masukan. Benar seperti pepatah: kita tidak bisa menarik uang di bank kalau tidak pernah menabung.

Sayangnya banyak orang baru muncul ketika butuh sumbangan atau dukungan. Proposal datang, tapi selama ini menyapa pun tidak pernah.
Hukum kehidupan itu sederhana: tabur dan tuai.
Bagaimana mungkin mengharapkan dukungan jika kita tidak pernah menabur kebaikan sebelumnya?

Itu sebabnya saya suka menabur tanpa pamrih. Selain rutin menulis Seruput Kopi Cantik, saya sering mengirim buku gratis, bahkan kepada orang yang belum pernah saya temui. Ini cara saya menggelar karpet merah kehidupan. Saya percaya ketika kita rajin menabur kebaikan, saat kita membutuhkan sesuatu, Tuhan membawa orang-orang yang tepat untuk membantu.

Andrew Wommack punya kisah serupa. Ia mengajar di radio dan televisi secara gratis, dan hampir semua materi pelayanannya boleh diunduh tanpa biaya. Ia bahkan mendorong murid-muridnya memberi untuk pelayanan tamunya, meski Andrew sendiri sedang membangun gedung jutaan dolar. Ia tidak takut kekurangan.

Inilah rahasia mindset kelimpahan: Tuhan punya lebih dari cukup untuk semua orang. Andrew menabur di mana-mana. Karena itu ketika Tuhan memberi langkah penggenapan visi, donatur dari seluruh dunia datang membantu. Mereka mengenal integritasnya. Mereka ingin terlibat.

Andrew berkata, “Saya punya panen karena sebelumnya saya menabur.”

Carrie juga pernah menangani staf yang terlibat perselingkuhan hingga hamil. Mereka bertobat dan berubah, dan Carrie tetap mengasihi mereka. Tapi konsekuensi tetap berlaku: mereka harus dicopot dari jabatan. Karena posisi itu mempengaruhi banyak orang.

Mereka tidak dibuang. Tetap dilibatkan dalam organisasi, tetapi pada tugas yang tidak berhubungan langsung dengan publik. Kepercayaan harus dibangun kembali.

Karena benar kata Warren Buffett:
“Dibutuhkan 20 tahun untuk membangun reputasi dan lima menit untuk merusaknya.”

Kepercayaan itu mahal. Sekali pecah, sulit kembali utuh.

Belajar yuk menangani konflik dengan anggun, penuh kasih tetapi tetap tegas.

“Anyone can become angry—that is easy. But to be angry with the right person, at the right time, for the right purpose, and in the right way—that is not easy.” – Aristotle.*

“Siapa pun bisa marah—itu mudah. Tapi marah kepada orang yang tepat, pada waktu yang tepat, dengan tujuan yang benar, dan dengan cara yang benar—itu tidak mudah.” – Aristoteles*

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID

#seruputkopicantik #yennyindra #InspirasiKebaikan #MotivasiKebaikan #PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Benarkah Uang Bisa Membeli Segalanya?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Benarkah Uang Bisa Membeli Segalanya?

“Apa sih yang gak bisa dibeli dengan uang?”

Kalimat itu sering terdengar gagah, penuh percaya diri, bahkan sedikit menantang dunia.

“kalau ada masalah, tinggal “tampar” pakai uang. Pasti beres.”, lanjutnya jumawa.

Saya malah tertawa kecil setiap dengar kalimat itu.
Bukan sinis, tapi karena hidup sudah cukup mengajar saya satu hal: dunia tidak sesederhana itu.

Beberapa waktu lalu, saya dengar cerita tentang seseorang yang hartanya luar biasa.
Aset di mana-mana. Bisnis jalan di beberapa kota. Duit banyak, koneksi luas.
Tapi waktu mau ikut tour bersama Pak Anton Thedy – TX Travel, dia ditolak.

Why?
Bukan karena uangnya kurang.
Bukan karena kuota penuh.
Bukan karena ribet.

Alasannya sederhana:
Karena gak sehat.

Sudah beberapa kali ikut perjalanan, tapi selalu berakhir masuk rumah sakit dan mengganggu rombongan. Jalan sendiri gak happy…. Gak ada teman!

Gubbrrraaaaak!

Di titik itu, uang benar-benar tidak berdaya.
Bisa beli tiket kelas bisnis or first class, tapi tidak bisa beli tubuh yang sehat.
Bisa bayar rumah sakit mahal, tapi tidak bisa membeli kesehatan dan kualitas hidup.

Dari sini saya belajar:
Uang itu kuat, tapi bukan Tuhan.
Dia punya batas.

Bagi banyak orang, kemakmuran diukur dari jumlah di rekening.
Semakin banyak, semakin dianggap sukses.
Semakin tinggi aset, semakin dianggap diberkati.

Tapi menurut Barry Bennett, salah satu guru favorit saya, itu terlalu dangkal.

Orang bisa sangat kaya, tapi:
– jiwanya kosong
– pikirannya penuh kecemasan
– tubuhnya rusak karena stres
– relasinya dingin
– emosinya berantakan
– rohnya kering

Itu bukan kemakmuran.
Itu cuma angka yang besar, tapi hidup yang kecil.

Barry pernah menjelaskan, uang hanyalah perpanjangan dari hati.
Kalau hati tidak diberkati, uang justru memperbesar kekacauan.

Dan di sinilah saya mau menambahkan satu hal yang sangat penting:

Berkat itu bukan pertama-tama uang. Berkat itu Firman Tuhan yang diperkatakan.

Firman itu bukan teori.
Firman itu bukan motivasi kosong.
Firman itu adalah Allah sendiri.

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.”

Firman itu roh,
Firman itu hidup,
Firman itu berkuasa,
dan Firman sanggup menciptakan apa yang tidak ada menjadi ada.

Waktu Firman bukan hanya kita baca, tapi kita ucapkan, percayai, dan dihidupi, alam mulai bergerak menyesuaikan dengan kebenaran itu.

Dan waktu hidup kita dipenuhi God’s Favor – perkenanan Tuhan, sesuatu yang indah terjadi:
Bukan kita yang mengejar kebutuhan,
tapi kebutuhan yang mengejar kita.

Bukan karena kita hebat.
Bukan karena uang kita banyak.
Tapi karena kita berjalan dalam rencana-Nya.

Bahkan sebelum kita sadar butuh, Tuhan sudah menyiapkan.
Sebelum kita minta, Dia sudah menyediakan.

Tuhan telah pergi ke masa depan kita untuk mempersiapkan jalan,
dan kebaikan Tuhan mengikuti di belakang kita untuk menyelamatkan kita dari bahaya masa lalu kita.
Dengan tangan kasih-Nya, Tuhan memberkati kita senantiasa”
, nyanyian Raja Daud.

Inilah kemakmuran sejati:
Bukan cuma kaya materi, tapi hidup dalam aliran perkenanan Allah.
Di mana kita tidak berjuang sendirian, tapi berjalan bersama Sang Sumber Segalanya.

Dan orang itu, yang ditolak ikut tour?
Dia bukan miskin.
Tapi ada satu hal yang tidak bisa dia beli:
Tubuh yang sehat, damai di dalam, dan hidup yang selaras dengan Firman.

What a loss!

Karena itu, sebelum kita sibuk mengejar uang, keamanan, atau segala hal duniawi, Tuhan sudah memberi satu kunci sederhana:
Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya. Ini bukan janji kosong, tapi prinsip hidup.

Saat fokus kita lurus kepada Tuhan, saat Firman-Nya jadi arah, bukan sekadar hiasan, hidup kita masuk ke dalam tatanan ilahi. Bukan kita yang kelelahan mengejar segala sesuatu, tetapi segala sesuatu itu akan ditambahkan sesuai waktu dan cara Tuhan. Bukan karena kita hebat, tapi karena kita memilih sumber yang benar.

It’s all about God, not us.

Siap praktik? Yuuuk….

“The greatness of a man’s power is the measure of his surrender.”- AW Tozer.

“Besar kecilnya kuasa seseorang ditentukan oleh besar kecilnya penyerahannya.” – AW Tozer.

YennyIndra
www.yennyindra.com

TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID

#seruputkopicantik #yennyindra #InspirasiKebaikan #MotivasiKebaikan #PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Cara Mengatasi Kepanikan & Mengendalikan Emosi.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Cara Mengatasi Kepanikan & Mengendalikan Emosi.

Ada banyak masalah yang baru pertama kali saya hadapi. Wajar kalau bingung dan bertanya, harus mulai dari mana? Kalau masalah yang berulang, kita sudah tahu pola dan solusinya. Tetapi masalah baru sering membuat hati goyah.

Hampir setiap hari saya menulis dan menerjemahkan materi pengajaran yang membangun iman. Setiap kalimat yang saya tulis, sebenarnya saya pun sedang belajar. Kesaksian dan pertolongan Tuhan jumlahnya sudah “segunung”. Namun tetap saja saya merasakan jarak antara apa yang saya ketahui secara mental dan apa yang benar-benar saya rasakan di dalam hati.

Orang lain mungkin melihat saya tenang. Tapi saya tahu persis isi hati saya. Ada gelisah yang muter-muter di kepala. Tidak benar, tetapi tidak pergi meski saya sudah baca firman, berdoa, dan deklarasi. Bahkan ikut terbawa ke dalam mimpi.

Pernah mengalaminya?

Pagi ini saya bangun subuh, berdoa, dan membaca firman.
“Tuhan, saya tahu ini tidak benar. Kenapa saya gelisah? Tolong saya mengerti hati-Mu dan mengatasi ini.”

Kadang kita merasa tidak connect dengan Tuhan. Apa yang harus dilakukan?

Saya ingat nasihat *Greg Mohr: kalau hati terasa berat, berdoalah dalam roh.*
Saya pun taat. Lalu saya menemukan penyebab jarak itu: saya sedang panik. Merasa beriman, tetapi hati meronta.

Tuhan mengingatkan satu prinsip sederhana yang sering kita lewatkan:
Let not your heart be troubled.
Jangan biarkan hatimu bermasalah.

Panik muncul ketika kita lebih percaya situasi daripada janji Tuhan. Dan respons pertama dalam situasi krisis sering menentukan arah berikutnya. Kalau kita langsung panik, pikiran menjadi kacau, sulit mendengar suara Tuhan, dan makin sulit bertindak dalam iman.

Sebaliknya, saat pikiran diperbarui oleh firman, kita bisa tetap tenang dalam tekanan. Kita bergerak berdasarkan iman, bukan emosi negatif.

Andrew Wommack berkata:
“Emosi adalah hamba yang baik, tetapi tuan yang buruk. Jika Anda tidak mengendalikan emosi Anda, emosi Anda akan mengendalikan Anda.”

Ia menambahkan: lebih mudah mengendalikan emosi sejak awal sebelum melebar ke ketakutan dan kepanikan. Kalau sudah terlanjur liar, 80–90% kasus sulit membalikkan keadaan. Karena itu, langkah pertama menghadapi krisis adalah: Jangan panik. Percaya. Lalu mulai beroperasi dalam iman.

Emosi itu seperti kuda. Kalau kita bisa mengendalikannya, ia menjadi alat yang berguna. Tapi kalau kita membiarkannya liar, kita bisa terlempar dan malah terluka.

Andrew pernah mendoakan Hannah Terradez, anak kecil yang menderita penyakit autoimun langka, Eosinophilic Enteropathy. Berkali-kali didoakan tetapi tidak sembuh. Tetapi ketika Andrew berdoa, Hannah sembuh secara supernatural. Mengapa?

Andrew menjelaskan, banyak orang mendoakan Hannah tetapi hati mereka panik melihat kondisinya yang mengerikan. Doanya terdengar benar, tetapi tidak lahir dari iman. Padahal bagi Tuhan, tidak ada sakit berat atau ringan. Andrew datang dengan keyakinan bahwa Tuhan ingin setiap orang sehat. Ia berfokus pada kemampuan Tuhan, bukan pada keadaan. Iman bekerja — dan mujizat terjadi.

Iman timbul dari pendengaran. Apa yang kita dengarkan menentukan arah hidup kita. Saat saya mendengarkan pengajaran Andrew, iman saya bangkit. Ketika iman hadir, kepanikan hilang dengan sendirinya.

Orang di sekitar — bahkan P. Indra — tidak tahu apa yang terjadi dalam hati saya. Tetapi saya tahu. Saya berubah. Masalahnya masih sama, tetapi ada damai sejahtera yang menguasai pikiran dan hati. Dan saya sadar: kalau Allah menyertai saya, siapa yang bisa melawan?

Bagaimana dengan Anda? Mari belajar bersama.

Tidak peduli apa yang kita hadapi hari ini, ingatlah:
Tuhan, Allahmu, menyertaimu. Ia berperang untukmu dan memberikan kemenangan.

“Self-awareness is the key to emotional intelligence. If you understand your emotions, you can control them.” – Daniel Goleman

“Kesadaran diri adalah kunci kecerdasan emosional. Jika Anda memahami emosi Anda, Anda dapat mengendalikannya.” – – Daniel Goleman

YennyIndra
www.yennyindra.com

TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID

#seruputkopicantik #yennyindra #InspirasiKebaikan #MotivasiKebaikan #PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
1 2 3