Tag Archives: #seruputkopicantik #yennyindra #Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan

Articles

Abang-abange Lambe dan Cerita di Balik Sosok Hebat di Sosmed.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Abang-abange Lambe dan Cerita di Balik Sosok Hebat di Sosmed.

“Ci Yenny kenal Eva?”
“Eva siapa ya?”
“Katanya teman ci Yenny, yang bla… bla…bla….”
“Ooo kenal di sosmed tapi saya belum pernah bertemu…”
“Sekarang saya tahu, klo bilang teman ci Yenny, belum tentu ci Yenny kenal pribadi,” komentar Bu Nini.

Demikian juga kadang staf marketing tanya hal serupa,
“Bu Yenny, ini P. Badu minta tempo… katanya teman ibu?”
Kadang betul-betul teman baik, tetapi ada pula yang sekedar tahu di sosmed, bersua pun belum.

Nach … kadang karena dekat dengan seseorang yang kita hormati, kerap kita menganggap orang itu sama dengan orang yang kita hormati. Ini pengalaman saya…

Awal masuk Jakarta, saya diundang teman dari Surabaya yang jadi pembicara di grup pengusaha di Jakarta.
Wow… menarik.
Setiap minggu ada acara pertemuan rutin, di mana peserta bisa belajar dari para pengusaha sukses dari berbagai bidang.
Saya pun rutin hadir. Teorinya, jika ingin sukses, bergaullah dengan orang sukses.

Sang ketua, terkenal berintegritas dan bisnisnya di mana-mana.
Sebagai orang baru, saya memperhatikan siapa yang dekat dengan sang ketua, tentunya orang itu oke juga…
Tetapi gak berani mendekati atau bertanya pada sang ketua.
Kan saya orang baru dan hanya peserta biasa saja. Yang dekat dengan P. Ketua semua orang hebat. Banyak yang ketua di berbagai organisasi lainnya. Punya massa yang besar.

Suatu ketika P. Ketua memperkenalkan pembicara yang keren, P. Bambang. Prestasinya luar biasa, jagoan mengatur sistim program komputer perusahaan bahkan bisa bikinin apps semacam tokped.
Sekian tahun lalu masih langka.

P. Bambang menunjukkan saat dia diwawancarai di majalah nasional karena prestasi bisnisnya. Di sosmed, banyak foto beliau dengan para pejabat dan konglomerat Indonesia.
Beberapa waktu kemudian beliau bersaksi, karena fotonya dengan tokoh-tokoh penting, tarif saat beliau berbicara jadi naik.

Oneday, P. Bambang mengadakan tur disertai seminar yang mengupas apa yang diajarkan oleh Anthony Robbins, Robert Kiyosaki dan beberapa tokoh terkenal dunia lainnya.
Wow…. bukan liburan biasa ini.

Lalu di grup WA, tertulis list pesertanya. P. Ketua dan tokoh-tokoh penting di grup pengusaha itu, namanya tercantum di deretan paling atas.

Saya pun bersemangat ikut dan bilang ke P. Indra, “Kapan lagi bisa liburan sambil belajar hal-hal hebat, bersama pengusaha-pengusaha sukses pula. Kita tidak hanya belajar ilmunya, tetapi bisa belajar pula dari sharing para pengusaha sukses yang liburan bersama. Membangun networking, yang mendukung kemajuan bisnis kita…”

Mendekati hari H, ternyata list peserta berubah. Nama P. Ketua dan pengusaha-pengusaha sukses itu hilang. Tapi sudah terlanjur bayar, apa boleh buat….

Pada hari yang ditentukan, kami berangkat tetapi yang membawa tur asistennya, gadis muda asisten P. Bambang yang berusia sekitar 30 tahunan. Konon P. Bambang akan menyusul besok, karena jadwal beliau padat sekali. Maklum orang penting.
Ternyata sampai tur hari terakhir, P. Bambang gak kelihatan batang hidungnya, bahkan si asisten kebingungan, saat makan siang sebelum ke airport, uang sakunya tidak cukup untuk bayar. Gak tega, gadis ini seusia putri saya, akhirnya saya tutup kekurangannya.

Pengalaman ini mengajarkan saya, mesti check dan recheck. Sayang di bawah, termasuk staf saya, karena mereka melihat oooo itu teman dekat pemilik jadi kerap keputusan dan privilege diberikan karena pertimbangan itu.

Penting ya…kadang tidak terpikir, dengan siapa kita dekat, siapa yang kita promosikan, padahal komentar itu dimaksud sekedar pemanis mulut saja….. “Abang-abange lambe”, istilah Orang Jawa.
Ternyata membuat salah keputusan di level bawah.
Mana berani mereka menolak permintaannya, kan sohib bos?
Demikian mereka berpikir…

Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga…
Ketahuanlah belang P. Bambang. Ternyata banyak perusaha yang tertipu duit besar karena iming-iming P. Bambang bikin semacam mall di sosmed, yang tidak pernah terealisasi.
Pintarnya P. Bambang, dia menjual nama P. Ketua dan pengusaha-pengusaha sukses yang memang punya nama baik, sebagai rekan kerja, teman dekat dsb.
Masih untung….- Orang Jawa selalu untung, 🙂 – saya cuma tertipu liburan yang gak seberapa….

Jakarta … oh Jakarta… yang terkenal lebih kejam dari ibu tiri,
memang ‘terbukti’ …

Beware of false knowledge; it is more dangerous than ignorance.” – George Bernard Shaw

Waspadalah terhadap pengetahuan palsu; itu lebih berbahaya daripada ketidaktahuan. – George Bernard Shaw

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan
#MotivasiKebaikan

Read More
Articles

Ketika Jawaban Doa Datang Tiba-Tiba….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Ketika Jawaban Doa Datang Tiba-Tiba….

Beberapa kali saya terpukau dengan kesaksian teman-teman yang mendapatkan jawaban doa dalam sekejap. Ada yang tiba-tiba mengalami terobosan ekonomi yang spektakuler, bisnisnya mendadak sukses, atau masalah yang tampaknya mustahil tiba-tiba terselesaikan. Dalam sekejap, mereka naik level—dari kondisi sulit menjadi berkelimpahan.

Tapi setelah berjalan sekian waktu, ternyata hasil akhirnya tidak seperti yang diharapkan. Ada yang kembali ke kondisi semula, bahkan lebih buruk. Bisnis yang tadinya melonjak justru hancur karena tidak siap mengelolanya. Ada juga yang diberi berkat besar, tetapi akhirnya kehilangan semuanya karena tidak cukup dewasa untuk mempertahankannya.

Sebaliknya, saya juga sering mendengar kisah teman-teman yang mengalami kesulitan keuangan yang luar biasa berat, seolah tidak mungkin terselesaikan. Di mata manusia, kondisi mereka nyaris tanpa harapan. Namun, ada perbedaan besar: mereka tidak menyerah, mereka tetap setia mencari Tuhan—mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya.

Dari luar, tidak terlihat ada perubahan. Sepertinya mereka hanya menjalani hidup seperti biasa, tetap bekerja, tetap berdoa, tetap percaya, tetap bersyukur. Tidak ada yang spektakuler. Tapi satu hal yang mereka lakukan dengan luar biasa: mereka setia.

Mereka tetap bertumbuh dalam iman, semakin dewasa secara rohani, menaati Tuhan, dan mengerjakan hal-hal sederhana dengan ketekunan. Tidak ada keajaiban instan, tidak ada loncatan drastis, tetapi mereka terus berjalan dalam kesetiaan. Dan seperti janji Tuhan, “Barangsiapa setia dalam perkara kecil, akan dipercayakan perkara besar.”

Lalu, suatu hari… jawaban doa menyerang!

Tiba-tiba datang terobosan. Hutang lunas, sertifikat tanah yang sempat hilang kembali ke tangan mereka, peluang bisnis baru muncul begitu saja, berkat demi berkat mengejar mereka.

Dulu banyak yang meremehkan mereka. “Mana mungkin cuma kerja segitu-gitu aja bisa sukses?” “Masa cuma berdoa dan percaya aja bisa beres masalahnya?”

Tapi ketika waktunya tiba, hasilnya berbicara sendiri. Mereka yang dulu diremehkan, justru sekarang menjadi berkat bagi banyak orang.

Satu hal yang saya pelajari: ketika kita mengandalkan Tuhan dan setia mengerjakan apa yang ada di tangan kita, Tuhan sendiri yang akan melipatgandakannya.

Bukan kita yang mengejar berkat, tapi berkat yang mengejar kita.

Tuhan tidak pernah terlambat. Dia hanya sedang menyiapkan fondasi yang lebih kokoh agar berkat yang datang nanti tidak membuat kita jatuh, melainkan justru menguatkan kita.

Saat kita menanam bibit bambu, selama lima tahun pertama, tidak ada tanda-tanda pertumbuhan di permukaan tanah. Sementara itu, bibit cabe dan tomat yang ditanam pada waktu yang sama sudah panen berkali-kali. Pohon mereka berbuah lebat, sementara bibit bambu tetap tidak menunjukkan hasil.

Hhhmmm… menjengkelkan, bukan?

Terlintas di pikiran, “Percuma! Sia-sia! Buang waktu saja!”

Namun, kenyataannya tidak demikian. Selama lima tahun itu, akar bambu terus bertumbuh ke bawah, menembus tanah lebih dalam, memperkuat fondasinya. Meskipun tak terlihat, bambu itu sedang mempersiapkan diri untuk sesuatu yang besar.

Lalu, setelah lima tahun… dalam enam minggu saja, bambu itu tumbuh dengan kecepatan luar biasa, mencapai 95 feet (±29 meter)! Setelah itu, bambu terus tumbuh, berkembang biak, dan menjadi pohon yang kuat.

Sementara pohon cabe dan tomat yang panennya cepat sudah mulai mati karena umurnya singkat, pohon bambu tetap berdiri kokoh, bertahun-tahun kemudian.

Apakah kita sedang menantikan jawaban doa? Menunggu terobosan dalam keuangan, kesehatan, pekerjaan, atau keluarga?

Terkadang kita ingin hasil yang cepat, ingin doa segera dijawab, ingin keajaiban terjadi sekarang juga. Tapi Tuhan punya cara dan waktu-Nya sendiri.

Selama kita setia mengerjakan apa yang Tuhan percayakan, tidak ada yang sia-sia.

Meskipun hari ini tampaknya tidak ada perubahan, ingatlah: Tuhan sedang bekerja di balik layar. Dia sedang memperkuat akar kita, mempersiapkan kita agar saat terobosan datang, kita siap mengelolanya.

Ketika waktunya tiba, jawaban doa datang lebih cepat dari yang kita duga.

Mujizat yang dulu terasa mustahil, tercipta…

Dan kita hanya bisa terpukau.

Siap praktik? Yuk…!

A river cuts through rock, not because of its power, but because of its persistence.” – James Watkins

Sebuah sungai memotong batu, bukan karena kekuatannya, tetapi karena ketekunannya. – James Watkins

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN


#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan
#MotivasiKebaikan

Read More
Articles, Travelling

Anugerah Menikmati Gunung Everest – Puncak Tertinggi Di Dunia….. Yeaaaayyy..

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Anugerah Menikmati Gunung Everest- Puncak Tertinggi Di Dunia….. Yeaaaayyy..

“Memangnya Nepal & Bhutan bagus Bu Yenny?,” tanya Marlina, alias maybe.

“Travelling itu bukan sekedar melihat tempat yang bagus, tetapi sesuatu yang unik, berbeda, membuka wawasan serta menginspirasi. Apalagi saya penulis.”

“Mestinya ke Mount Everest. Itu pasti unik dan menginspirasi,” komentar P. Dolfi.

“Yach… gak sanggup naiknya…”

Tetapi Tuhan itu Maha-baik… senantiasa memberi melampaui apa yang bisa kita pikirkan. Ternyata ada optional tour dengan pesawat. Semua duduknya window-seat, tidak masalah duduk di sebelah kiri atau kanan, karena pesawat akan terbang hingga ke Kanchenjunga- gunung sesudah Mount Everest, lalu putar balik.
Yang lebih keren lagi: charter flight pula…jadi seluruh pesawat teman sendiri.
Praise The Lord.
I love You full, My Lord… meniru mbah Surip.

Pesawat melintasi pegunungan Himalaya, mulai dari gunung Langtang Lirung dengan ketinggian 7234 m, melintasi 21 gunung-gunung dengan ketinggian yang bervariasi dari 5970 m yaitu gunung Chihoba-Bhamare, hingga melewari gunung Sagarmatha, dalam bahasa Nepal, terkenal dengan nama Mount Everest dengan ketinggian 8848.86 m, puncak tertinggi di dunia.
Melaju lagi hingga gunung Kanchenjunga 8586 m.

Pada puncak gunung-gunung yang tinggi serta berlapis-lapis, nampak glacier menutupi puncaknya. Sebagian meleleh terkena sinar matahari, menutupi sebagian lembah, menjadi danau nan cantik memukau. Perpaduan putihnya es glacier dengan warna biru atau hijau danaunya, diantara lekukan nampak asri… dan unik. Sulit dilukiskan dengan kata-kata untuk menggambarkan keindahannya.

Berbeda dengan menonton video, hanya melihat dari sudut pandang orang lain. Mengalami sendiri sensasinya, seperti mengenal Tuhan secara pribadi—merasakan, melihat, dan menyadari kebesaran-Nya secara langsung.

*Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:*
Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.
Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya.

Hati pun meleleh … betapa Engkau mencintaiku Tuhan…
Beruntungnya bisa menikmati keindahan Mount Everest, dengan kecanggihan masa kini, tanpa bersusah payah seperti Sir Edmund Hillary, pendaki asal Selandia Baru, dan Tenzing Norgay, pemandu Sherpa dari Nepal, penakluk Mt. Everest dari ekspedisi Inggris 1953 yang dipimpin oleh Kolonel John Hunt.

Penaklukan Mt.Everest tidak hanya membutuhkan kekuatan fisik, keberanian, ketahanan, dan kerja sama tim, tetapi juga biaya yang sangat mahal.
Pada tahun 1953 dibutuhkan biaya sekitar ÂŁ10.000 (setara dengan ratusan ribu poundsterling saat ini), setara 2 milyar rupiah lebih.

Tidak hanya pendaki saja, kru sebanyak 400 orang, porter Sherpa, kru pembawa ransum yang diangkut Yak, mirip banteng berbadan besar.
Wuih….

Hambatan Besarnya, Zona Kematian di atas 8.000 meter dengan oksigen yang sangat tipis, badai salju, lereng es curam di sebuah tebing setinggi 12 meter di ketinggian 8.790 meter, diberi nama Hillary Steps, menjadi rintangan terakhir yang tersulit.
Hillary memimpin dengan memanjat celah es dan menarik Tenzing ke atas.

Pada 29 Mei 1953, pukul 11:30 waktu setempat, Hillary dan Tenzing berdiri di puncak Everest (8.848 meter). Mereka mengambil foto dan menancapkan bendera Inggris, Nepal, India, serta PBB.

Saat kembali, Hillary dengan santai berkata kepada rekan-rekannya:
“Well, we knocked the bastard off.”
(“Yah, kita sudah menaklukkan si brengsek itu.”)

Keberhasilan ini menjadikan mereka pahlawan dunia. Hillary kemudian dianugerahi gelar “Sir” oleh Ratu Elizabeth II, dan Tenzing Norgay menjadi ikon kebanggaan bagi Nepal dan komunitas Sherpa.

Hillary tidak menikmati kejayaannya sendirian. Namun dia kembali ke Nepal dan mendirikan Himalayan Trust, yang membangun sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur bagi komunitas Sherpa yang telah membantunya.

Sekian tahun kemudian, seorang wartawan bertanya pada Tenzing, mengapa dia membiarkan Hillary yang menginjakkan kali terlebih dahulu ke puncak Mt. Everest.

“Tidakkah Anda ingin juga menjadi orang pertama yang menaklukkan Everest, setelah 6 kali gagal, sebelum mendampingi Sir Hillary?”

“Tidak,” ujar Tenzing dengan bijak, “karena itu adalah mimpi Hillary… bukan mimpi saya.”

Wow… sungguh keputusan seorang yang berjiwa besar.

Pelajarannya:
Tidak ada orang yang bisa sukses sendirian. Selalu ada orang-orang yang berjasa membawa kita ke sana.

Setuju?

Travel far enough, you meet yourself.” David Mitchell

Perjalanan cukup jauh, Anda bertemu diri sendiri. “- David Mitchell

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan
#MotivasiKebaikan

Read More
Articles, Travelling

Nepal, di Kaki Gunung Himalaya.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Nepal, di Kaki Gunung Himalaya.

Nepal adalah negara kecil yang terletak di antara Tiongkok dan India, terkenal sebagai rumah bagi Gunung Everest, puncak tertinggi di dunia. Ibu kotanya adalah Kathmandu, yang kaya akan budaya, sejarah, dan kuil-kuil kuno.

Landing di Kathmandu Airport, grup tur jalan bareng bersama TX Travel & Anton Thedy ke Nepal & Bhutan. Begitu masuk ke airport, terlihat patung Sidarta Buddha Gautama dengan tulisan:
Nepal The Birthplace of Lord Buddha – Nepal Tempat kelahiran Tuhan Buddha.

Lho.. bukannya pelajaran sejarah saat SD, Sidarta lahir di India?
Ternyata Nepal pada jaman dulu hanya meliputi Kathmandu saja.
Sidarta Gautama lahir di Lumbini, dulu masih termasuk wilayah India, sekarang masuk wilayah Nepal.
Buku sejarah kita mesti direvisi juga ya….

Pendapatan penduduk yang utama dari pertanian. Dan pendapatan terbesar kedua dari pariwisata.
Sebagian besar wisatawan yang ke Nepal karena akan mendaki Gunung Himalaya.
Luar biasanya… Gunung Jaya Wijaya yang tertinggi di Indonesia hanya 4760 m, tapi di Himalaya yang tingginya sekitar 7000 meter konon ribuan. Dan puncak tertingginya adalah Mount Everest,tertinggi di dunia, 8.849 meter dari permukaan laut.
Wow….
Hampir 2x lipat tinggi Gunung Jaya Wijaya.

Mr. Lil, guide lokal kami, bercerita, dia trekking ke gunung setinggi 7000 meter, butuh waktu 2 minggu pulang pergi.
Wow….
Pegunungan Himalaya sangat panjang melewati beberapa negara: Nepal, India, Tibet (China), Bhutan dan Pakistan.

Apalagi yang sangat populer dari Nepal dan mendunia?
Gurkha, pasukan elit yang berasal dari Nepal dan terkenal dengan keberanian, disiplin, serta kemampuan tempur luar biasa. Mereka telah menjadi bagian dari tentara Inggris dan India sejak abad ke-19.

Bahasa sederhananya, mereka tentara bayaran profesional yang terkenal setia dengan siapa pun yang membayarnya. Siapa pun musuhnya, mereka tidak peduli.
Bahkan tanpa bersenjata pistol pun mereka berani melawan musuh dengan senjata khas Nepal: Kukhuri.

Setiap Gurkha membawa Khukri, pisau melengkung khas Nepal yang digunakan dalam pertempuran dan kehidupan sehari-hari. Konon, jika Khukri sudah keluar dari sarungnya, maka harus “merasakan darah”, entah dari musuh atau digunakan untuk keperluan lain.

Gurkha memiliki moto terkenal: “Better to die than be a coward” (Lebih baik mati daripada menjadi pengecut).

Menjadi seorang Gurkha bukanlah hal mudah. Setiap tahun, ribuan pemuda Nepal mengikuti seleksi, tetapi hanya ratusan yang diterima. Tesnya meliputi lari menanjak sejauh 5 km sambil membawa 25 kg pasir dalam keranjang di punggung!

Mengapa menjadi Gurkha sangat diminati kaum muda?
Penghasilan di Nepal, +- USD 300/bulan.
Dengan menjadi Gurkha penghasilan mereka bisa mencapai USD 2500- 3000/bln
Terbanyak bekerja di India, British, Singapore.

Salah satu kisah heroik prajurit legendaris dari Resimen Gurkha, bernama Lachhiman Gurung, yang bertarung dengan gagah berani dalam Perang Dunia II di Burma (Myanmar) melawan pasukan Jepang.
Meski kehilangan satu tangan akibat granat, tetap bertahan sendirian melawan puluhan musuh dengan satu senapan.

Tahun 2010, seorang Gurkha bernama Bishnu Shrestha sendirian melawan 40 perampok bersenjata di dalam kereta di India, hanya dengan Khukri.
Itulah sebabnya Gurkha Nepal sangat disegani kawan mau pun lawan.

Pasukan Gurkha juga masih bertugas di Angkatan Darat Inggris dan India, sering dikirim dalam misi perdamaian PBB dan operasi militer penting di seluruh dunia.

Keberanian dan loyalitas Gurkha telah membuat mereka dihormati di seluruh dunia. Mereka bukan hanya prajurit tangguh, tetapi juga simbol kehormatan dan pengabdian sejati.

*********
Sore harinya, kami menghabiskan waktu menikmati Sunset, di bukit Nagarkhot dengan latar belakang pegunungan Himalaya nan cantik memukau.

Penginapan kami berupa villa 4 lantai, dengan lokasi yang sangat indah: nampak lembah dan pegunungan Himalaya.
Tempat yang cocok untuk menikmati sunrise keesokkan paginya.
Dari semua jendela kamar, sunrise bisa terlihat.
Dan cantiknya ….. matahari menyembul di antara pegunungan, di mana puncaknya berselimutkan es.
Indahnya….
Segala kemuliaan bagi Tuhan….

“Life is either a daring adventure or nothing at all. – Helen Keller.

Hidup adalah petualangan yang berani atau tidak sama sekali.- Helen Keller.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan
#MotivasiKebaikan

Read More
Articles

Inikah Penyebab Doamu Tak Terjawab?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Inikah Penyebab Doamu Tak Terjawab?

Kerap kita bertanya-tanya, semua saran, tips, pelajaran yang kita tahu, sudah dilakukan.
Mengapa doa belum juga terjawab?

Saya belajar sesuatu yang kerapkali kita ‘miss’, kelewatan, sehingga jawaban doa belum juga termanifestasi.

Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.

Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.

Dieeeeenk….

Saya sadar sekarang.
Kita meminta berkat yang baru, tanggungjawab serta kepercayaan yang lebih besar, perusahaan yang lebih maju, pelayanan yang menjangkau lingkup lebih luas…
Semua doa ini sudah didengar Tuhan, sejak saat pertama kali kita memintanya.

Lalu apa yang kerap kita lakukan?
“Sit back & relax…”
Duduk santai dengan manisnya, menantikan jawaban doa.
Kita berpikir, sekarang tugas Tuhan menjawab doa kita…

Teringat doanya Yabes, seorang pria yang namanya berarti “kesakitan”, karena ibunya melahirkannya dengan susah payah. Padahal nama dalam budaya bangsanya, menunjukkan nubuatan akan nasibnya.

Begini doanya:
”Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!” Dan dahsyatnya: Allah mengabulkan permintaannya itu.

Membaca doa Yabes sejak bertahun-tahun lalu, saya berpikir, Allah mengabulkan permintaannya itu, INSTAN. Kesannya demikian.

Ternyata tidak.
Anggur baru – Berkat yang spektakuler itu, tidak bisa dimasukkan dan ditampung ke dalam ‘kantong kulit yang lama.’ Alias tidak bisa dikelola dengan ‘pola pikir yang lama.’

Bukan Tuhan yang harus menyediakan kantong kulit yang baru, – kapasitas baru, mindset baru – melainkan kita sendiri!

Meski berkat Tuhan bak air terjun yang mengalir siang dan malam tanpa henti, jika wadah kita hanyalah botol 1 liter, maka maksimal yang bisa ditampung cuma 1 liter.

Gubrraaaaakkkk….
Inilah penyebab doa belum terjawab!

Tuhan menanti, kapan kapasitas kita diperbesar, agar mampu mengelola jawaban doa kita sendiri. Klo tidak, berkat spektakuler itu justru dapat mencelakakan kita.

Cara mengubah mindset & kapasitas?
1. Baca dan renungkan Firman setiap hari.
2. Ganti pemikiran negatif dengan janji Tuhan.
3. Deklarasikan Firman Tuhan dengan iman, bukan berdasarkan perasaan.
4. Jangan khawatir tentang kebutuhan-percayalah Tuhan telah menyediakan.
5.Berikan dan tabur dalam Kerajaan Tuhan, karena ekonomi Tuhan berbeda dengan ekonomi dunia.
6. Fokus pada tujuan Kerajaan Tuhan, bukan hanya keinginan pribadi.
7. Lalu bertindaklah sesuai tuntunan-Nya. Iman tanpa perbuatan itu sia-sia…

Tuhan ingin kita sukses, utuh, berkelimpahan dan bahagia, melebihi keinginan kita.
Siap praktik? Yuk….

Your level of blessing is determined by your level of capacity. Expand your faith, and God will fill it.

Level berkat yang kita terima tergantung pada kapasitas kita. Perbesar imanmu, dan Tuhan akan mengisinya.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan
#MotivasiKebaikan

Read More
1 2