Category : Articles

Articles, Relationship

FACEBOOK, BLACK BERRY

Photobucket

Kali ini sayapun tertarik untuk ikut membahas topik-topik yang sudah beberapa kali muncul baik di warta jemaat maupun di surat kabar: pengaruh Facebook dan Blackberry. Dampak negatif Facebook (FB) yang menyebabkan rumah tangga di ambang kehancuran dimuat di jawapos tgl 1 juni 2010. Istri Albert kecanduan FB hingga setiap hari main selama 22 jam, anak merengek langsung dibentak dan suami tidak dipedulikan lagi. Albertpun tidak tahu apalagi yang harus dilakukan karena segala upaya telah dilakukan namun tidak membawa hasil. Bahkan ada kecurigaan istrinya intens berkomunikasi dengan seorang pria melalui alat komunikasi ini.

Pernahkah kita amati bahwa setiap periode kehidupan kasus-kasus seperti ini senantiasa berulang? Puluhan tahun yang lalu banyak orang kecanduan nge-break, menjadi anggota ORARI. Sedangkan sekarang, kecanduan Blackberry (BB) atau Facebook (FB). Sesungguhnya kalau kita mau berpikir jernih, bukan sarananya yang salah namun semua itu menguntungkan atau merugikan, tergantung pemakainya. Beberapa waktu yang lalu, Jawapos memuat berita seorang ibu yang bisa menjalankan bisnisnya dengan cara memasang foto baju-baju yang dijualnya di Wall BB lalu mengirimkannya kepada rekan-rekannya yang berjumlah ratusan. Kreatif bukan? Yang perlu kita teliti lebih lanjut bukan mengapa istri Albert kecanduan FB tapi kebutuhan pribadi apa yang terpenuhi melalui FB?

Read More
Articles, Marriage

ADOPSI

Seorang teman dari jauh menelpon ingin minta dicarikan informasi tempat dimana dia bisa mengadopsi anak. Teman ini telah menikah sepuluh tahun dan dari pemeriksaan medis memang sulit bagi mereka untuk memiliki anak sendiri. Seperti biasa, untuk mengadopsi anak, orang lebih suka mengambil anak dari tempat yang jauh agar tidak mudah diketahui asal-usulnya. Kemudian mulailah terjadi diskusi. Rupanya mama teman saya ingin mengadopsi anak yang sudah berusia dua tahunan, agar tidak repot begitu alasannya. Sementara teman saya sesungguhnya tidak suka anak kecil. Lalu, mengapa ingin mengadopsi anak? “Ya, karena semua orang menikah diharapkan untuk punya anak. Saya bosan dengan pertanyaan para tetangga dan kenalan. Apalagi saya hidup di kota kecil,” jawab teman tadi. Sungguh sebuah motivasi yang tidak sesuai untuk memiliki anak. Kalau memang tidak mau repot ya jangan punya anak. Memiliki anak berarti siap berkorban.

.

Photobucket

Read More
Articles, Christianity

THE TRUTH ABOUT MONEY

Topik ini selalu saja kontroversial sejak jaman dulu. Ada dua kelompok ekstrem : yang satu mendewakan uang bahwa uang adalah segala-galanya sementara kelompok yang kedua anti-uang: uang tidak bisa membeli kesehatan, kebahagiaan maupun tidur yang nyenyak. Lalu mana yang betul? Seperti dikatakatan Mario Teguh dalam acaranya “Mario Teguh Golden Ways”, segala sesuatu yang “terlalu” itu tidak baik. Seharusnya kita berada di tengah, yang menganggap uang itu penting tetapi kita berkuasa untuk mengatur dan menggunakannya dengan cara yang bijak. Kita jadi bosnya uang dan bukan sebaliknya, dalam memperolehnya kita bekerja sesuai prioritas yang benar. Ada banyak aspek agar menjadi sukses dan bahagia, uang hanyalah salah satu aspek diantaranya. Hanya dengan melakukan yang benar, kita akan merasa nyaman dan bahagia karena itu kita perlu memiliki paradigma yang benar pula tentang uang.

Uang hanyalah alat penukar yang sah dan uang itu netral-tidak jahat dan tidak baik. Dengan sarana uang kita bisa memenuhi kebutuhan hidup kita. Kita perlu menempatkan uang pada posisi yang “pas”, mengapa? Karena ketika kita mengutamakan uang menjadi prioritas nomor satu maka kita akan mengorbankan kepentingan lain yang sesungguhnya lebih penting sehingga hidup kita kacau dan tidak bahagia. Tanpa kita bahas disini, begitu banyak tulisan yang menjelaskan negatifnya uang. Masalahnya pada prioritas kita yang salah bukan uangnya yang salah! Sebaliknya ketika kita membenci uang maka pikiran bawah sadar kita akan menolak dan menghindari segala sesuatu yang kita benci. Akibatnya uang akan menjauh dari hidup kita sedangkan kita membutuhkannya sebagai salah satu sarana untuk hidup.

Photobucket

Uang tidak bisa membeli kebahagiaan.
Demikian pula,
kemiskinan tidak bisa membeli kebahagiaan.
Leo Rosten

Read More
Articles, Self Motivation

SALE

70% Off atau BUY ONE GET ONE FREE … ini kalimat yang sangat menarik terutama bagi kaum wanita di seluruh belahan dunia! Di luar negeri setiap tahun sekali ada sale besar-besaran maka orangpun rela berderet antri sejak jam 5 pagi menunggu toko yang menjual barang yang diincarnya buka. Begitu melihat ada Sale rasanya mau tidak mau kita harus belanja meskipun sesungguhnya kita tidak memerlukannya. Apalagi kalau yang di Sale barang bermerk, yang terkenal mahal dan menjadi favorit di kalangan teman-teman kita. Banyak wanita ketika ikut tour ke luar negeri, mereka sibuk menanti kapan waktu shopping. Kapan lagi? Kita merasa bangga dapat membeli beberapa barang yang seharusnya mahal tetapi kita bisa mendapatkannya dengan harga lebih murah. Kita merasa puas, cerdik dan pintar. Kita lupa, siapa yang lebih pintar: kita atau penjualnya?

Photobucket

Menang atau kalah,
kita pergi shopping setelah pemilu.
Imelda Marcos

Read More
Articles, Christianity

NOKIA, OBAMA & GEREJA

Banyak gereja bertebaran di sekeliling kita tetapi jika kita amati ada gereja yang berkembang secara luar biasa sebaliknya ada gereja yang jemaatnya hanya puluhan saja. Keberhasilan sebuah gereja memang tidak diukur oleh jumlah jemaat tetapi yang menggelitik untuk dicermati, apa yang membuat banyak orang tertarik ke gereja tertentu? Padahal jika kita renungkan lagi, semua gereja menawarkan Tuhan Yesus dan keselamatan yang sama, diperoleh dengan gratis pula, artinya ibarat orang bisnis tidak ada yang jual lebih mahal ataupun lebih murah – harganya sama. Koq bisa hasil penjualannya berbeda?

Hasil Study yang disadur dari Majalah HP, edisi November 2008, “Synovate Research Firm” , tentang perbandingan marketing strategy yang sudah dilakukan kedua vendor besar mobile phone (NOKIA dan APPLE), dibandingkan dengan strategi dua capres Amerika untuk memperebutkan kursi kepresidenan, sbb
Ø Strategi OBAMA sama dengan NOKIA, sedangkan McCAIN memakai gaya APPLE !
Kampanye OBAMA selalu menekankan ke isu-isu yang berhubungan langsung dengan pemilihnya seperti kesehatan, perubahan, pendidikan dan perang Irak – dianggap mirip dengan strategi NOKIA yang menekankan kepentingan penggunanya.Semua dibuat berpusat pada apa yang bisa didapat dan dilakukan penggunanya untuk membuat hidupnya menjadi lebih baik

Ø Sedangkan McCAIN , ketertarikannya pada ekonomi dan hal lainnya tidak begitu kuat. Yang menjadi andalannya adalah perang Irak. Selain itu pendekatan McCAIN lebih berfokus pada dirinya sendiri, pengalamannya dan latar belakang militernya.
Strategi pemasaran yang lebih menonjolkan apa atau siapa mereka ketimbang fitur dan kegunaannya, ini dianggap mirip gaya APPLE yang percaya diri. Gaya yang mengandalkan image personal ini cenderung memaksa pengguna atau pemilihnya untuk mencari tahu sendiri kenapa produk atau orang ini layak dipilih atau tidak ?

Photobucket
Menarik bukan?

Read More
1 304 305 306 307