Category : Articles

Articles

Blessings In Disguise’ – ‘Harta Karun’ Di Tengah Pandemi.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Blessings In Disguise’ – ‘Harta Karun’ Di Tengah Pandemi.

Kring …. Bunda Dewi Motik pramono menelpon. Beliau mengomentari artikel https://yennyindra.com/2020/10/pandemi-yang-mengubah-tatanan-kehidupan/

“Betul sekali… Kita perlu tetap jaga kesehatan tetapi jangan sampai ketakutan seperti orang yang tidak punya Allah,” kata Bunda Dewi.

Beliau baru saja pulang dari Bali bersama grup CEO dipimpin Bu Icha, sang ketua.
60 orang jumlahnya. Berangkat sehat dan pulang pun semua dalam keadaan sehat. Selama menggelar acara, semua protokol kesehatan tetap dipegang.
Social distancing duduk dengan jarak 1 meteran, masker selalu dipakai. Hanya saat foto dibuka, segera dipasang lagi.
Pulang hingga 14 hari kemudian, tetap aman.

“Malahan enak … Ternyata bisa koq ngobrol asyik meski dengan jarak 1 meteran, ” Bunda Dewi Motik menjelaskan,

Ada peserta acara yang ingin peluk-peluk.
Bunda Dewi segera mencegah dengan arif,
“Jangan ya..   siapa tahu saya yang OTG. Kita saling menjaga.”
Sehingga tidak menyinggung perasaan orang lain. Padahal usia Bunda Dewi Motik sudah 71 tahun tetapi beliau tidak takut untuk bepergian dan menyebarkan kebaikkan bagi sesama. Uniknya lagi, Bunda Dewi menjadi berkat bersama dengan teman-teman dari berbagai keyakinan. Beliau pembicara tertua namun tidak kalah semangat dengan yang lebih muda.

Teringat ungkapan bijak, Beritakanlah firman dan tentunya, sebarkanlah kebaikkan, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
Kesimpulannya, selalu ada kesempatan menjadi berkat bagi sesama. Entah cocok atau tidak waktunya menurut pendapat umum.

Bunda Dewi bercerita, selama bertahun-tahun, setiap Bulan Ramadhan setiap hari ada undangan Buka Puasa 2-5 tempat. Akibatnya Bunda Dewi harus segera bergegas dari satu acara ke acara lainnya.
Lucunya, mengikuti 5 acara buka puasa, tapi sampai di rumah baru benar-benar berbuka puasa, makan yang sesungguhnya. 🙂 Sekedar icip dan minum, pindah ke tempat lain. Sampai ditertawakan sang asisten rumah tangga. 

Nach dengan adanya pandemi, Bulan Ramadhan lalu, Bunda Dewi bisa berbuka puasa hingga Sholat Taraweh bersama anak, menantu, cucu, besan bahkan lengkap hingga sopir dan asisten rumah tangga.

“Di hadapan Allah semua sama,” katanya,
“Sebuah kemewahan yang tidak akan pernah bisa dinikmati di masa yang normal. Justru di masa pandemi ini, keluarga berkumpul bersama-sama menikmati Quality Time. Belum tentu tahun depan masih bisa seperti ini lagi lho!”

Sebuah contoh apik dari pribadi yang bijak. Memanfaatkan situasi yang tidak bisa diubah, dan mengambil manfaat yang sebesar-besarnya.

Sementara di luar sana begitu banyak orang ketakutan, mengeluh dan mandeg hidupnya, Bunda Dewi tetap bisa hidup ‘normal’, menjadi berkat bagi sesama dan menikmati kehidupan yang sangat berkualitas.

Bukti nyata bahwa sesungguhnya hidup adalah sebuah pilihan.

“Kalau hidup memberimu jeruk, buatlah limun,” ungkapan terkenal Zig Ziglar.

Selalu ada ‘Blessings In Disguise’ – berkat tersembunyi – dalam setiap situasi. Tergantung apakah kita mampu melihat dan memanfaatkannya.

Bagaimana dengan Anda?

Thankfulness depends on what is in your heart, not what is in your hand – Dennis De Haan.

Rasa bersyukur bergantung kepada apa yang ada di hati anda, bukan atas apa yang ada di tangan anda – Dennis De Haan

TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Read More
Articles

God And Me.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

God And Me.

Pagi ini saya menerima tulisan cantik ini dari Bu Silviaty. Dan saya terhenyak .. wow benar sekali!
Begitu bagusnya tulisan ini, sehingga saya membagikannya kepada teman-teman semua.

I love this analogy
When GOD wanted to create the fish, HE spoke to the sea,
when GOD wanted to create the trees, HE spoke to the earth
but when GOD wanted to create Man, HE spoke to Himself.
Then GOD said, “Let US make Man in Our image, according to Our likeness.

If you Take a fish out of the water, it will die and when you take a tree off the ground, it will also die. Similarly, when Man is disconnected from GOD, he dies.

GOD is our natural environment. We were created to live in HIS presence. We must be connected to HIM because only in HIM there is Life.

STAY CONNECTED TO God. 
Remember…
GOD without Man is still GOD but Man without GOD is Nothing.

Saya suka analogi ini.
Ketika ALLAH ingin menciptakan ikan, Dia berfirman kepada laut,
ketika ALLAH ingin menciptakan pepohonan, DIA berbicara kepada bumi tetapi ketika ALLAH ingin menciptakan Manusia, DIA berbicara kepada Dirinya sendiri.

Kemudian ALLAH berkata, “Biarlah KITA menjadikan Manusia menurut gambar KITA, menurut rupa KITA.

Jika Anda mengeluarkan ikan dari air, ia akan mati dan saat Anda mencabut pohon dari tanah, ia juga akan mati.  Demikian pula, ketika Manusia terputus dari *ALLAH *, dia pun mati.

TUHAN adalah lingkungan kita secara alami.  Kita diciptakan untuk hidup dalam kehadiran/hadiratNYA.  Kita harus senantiasa terhubung dengan DIA karena hanya di dalam DIA ada Kehidupan.
TETAPLAH TERHUBUNG DENGAN Tuhan.

Ingat…

ALLAH tanpa Manusia tetaplah ALLAH tetapi Manusia tanpa ALLAH tidak ada.


Tulisan ini menyadarkan kita bahwa melekat pada Tuhan adalah habitat kita.
Di luar Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa. Hidup jadi tidak normal. Mungkin masih bisa hidup, tetapi tidak sehat.

Sejak awalnya manusia diciptakan untuk bergantung kepada Tuhan. Digambarkan bahwa Tuhan adalah pohon anggur, sementara manusia adalah ranting-rantingnya.
Pohon anggur yang mengambil sari-sari makanan melalui akar-akarnya, lalu menyalurkannya pada ranting-rantingnya.
Tuhan yang memberikan berkat-Nya, dan menyalurkannya kepada kita.

Ranting itu diharapkan untuk bertumbuh dan berbuah sehingga buahnya dapat memberkati makhluk yang ada di sekelilingnya. Tuhan ingin agar kita senantiasa menghasilkan hal-hal baik yang memberkati sesama. Sehingga ketika orang lain menikmati kebaikkan kita, mereka akan memuliakan Allah. Kita menjadi duta Allah di dunia ini.

Ranting yang patah, terlepas dari pohon anggurnya, tentu akan mati.
Ketika kita melepaskan diri dari Allah dan menjauh, kita akan mati secara rohani.
Tidak lagi menikmati damai sejahtera dan sukacita serta kelimpahan yang dirancangkan Allah bagi kita.

Ketakutan, kesepian, ketidakpuasan manusia tercipta karena keterpisahan dari Allah. Hanya Allah yang bisa memuaskan hati manusia, sesuai habitat aslinya.

Kebahagiaan sejati hanya dapat dicapai ketika kita hidup menggenapi rencana Allah dan hidup sesuai caranya Allah.
Hidup yang terus terhubung dengan Allah, yang dirancang Allah sejak awal ketika menciptakan Adam dan Hawa di taman Eden.
Segala kebutuhan Adam dan Hawa sudah disediakan Allah di taman itu. Pohon pisang sudah menghasilkan buahnya. Adam tetap harus memetik, mengupas dan memakannya. Ada bagian yang tetap harus manusia kerjakan. Allah dan manusia bekerjasama.

Ketika Adam & Hawa jatuh dalam dosa, roh mereka terputus dari Allah. Mereka mati secara rohani.
Mulailah manusia menciptakan ‘kebenaran’ ala mereka sendiri. Menciptakan kebahagiaan versi mereka sendiri: dengan menumpuk kekayaan materi, ingin memiliki segalanya, mencoba obat-obat terlarang karena sensasi nikmatnya yang bersifat sementara, mendefinisikan kembali pernikahan masa kini: pernikahan sesama jenis dsb.
Yang dicari dan dikejar semuanya semu belaka. Bagaikan anjing yang berputar-putar mengejar bayangan ekornya sendiri. Tidak pernah tercapai.

Mari kita kembali kepada tatanan kebenaran yang hakiki: hidup dengan cara Tuhan. God’s way. Di sanalah kepuasan dan sukacita sejati berada. Kita mendapatkan yang terbaik di dunia hingga sampai pada kekekalan, ketika waktunya meninggal dunia.
Setuju?

Let heaven and earth be my witnesses against you this day that I have put before you life and death, a blessing and a curse: so take life for yourselves and for your seed.

Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Read More
Articles

“Jangan teralihkan oleh hal-hal yang bersifat sementara.”

“Jangan teralihkan oleh hal-hal yang bersifat sementara.”

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.
2 Korintus 4:16-18 (TB)

Kekaisaran Romawi bersifat sementara.
Hitler dan partai Nazi bersifat sementara.
Kekaisaran Jepang bersifat sementara.
Malapetaka dunia masa lalu hanya sementara.
Keruntuhan ekonomi di masa lalu bersifat sementara.

Tidak peduli apa pun yang diderita oleh dunia, itu semua hanya sementara. Krisis telah berlalu. Gejolak yang kita alami saat ini bersifat sementara. Kita merasa pasti, sedang berada pada akhir zaman karena hal-hal ini terjadi pada saat kita di sini dan saat ini, tetapi keadaan yang jauh lebih buruk telah mengguncang dunia pada masa lalu. Lebih banyak penderitaan dan tragedi telah menimpa manusia selama Perang Saudara, PD I, dan PD II. Perbudakan dan genosida (pembantaian besar-besaran secara sistematis terhadap satu suku bangsa atau sekelompok suku bangsa dengan maksud memusnahkan bangsa tersebut), bangsa menaklukkan bangsa dan ketidakadilan sosial telah terjadi sejak awal.

Tentu saja, kita semakin mendekat dengan kedatangan Tuhan daripada sebelumnya, tetapi ketidaknyamanan sementara yang kita alami, tidak selalu berarti Dia harus datang sekarang untuk membebaskan kita. Umat ??Kristen dan yang lainnya telah sangat menderita selama 2.000 tahun terakhir. Ini bukanlah hal baru.

Bangsa kita sedang diguncang oleh kekuatan jahat. Di sini dan sekarang mungkin terlihat permanen, tetapi dalam ruang lingkup sejarah, semua itu bersifat sementara. Ini adalah “penderitaan ringan kita yang hanya sesaat.” Kita harus tetap memperhatikan hal-hal yang tidak terlihat jika kita ingin berhasil menjalani waktu di mana kita hidup.

Yesus melayani bangsa Israel selama pendudukan Romawi. Pesannya tidak melawan Pemerintahan Roma, melainkan pesan tentang Kerajaan Allah. Kita bisa memberitakan Kerajaan Allah dan salib Yesus dalam keadaan apa pun. Hidup kita mungkin tidak senyaman dulu, tetapi hanya sementara. Kerajaan Allah dan Kehidupan kekal akan berlangsung selamanya.

Mari kita mengarahkan pandangan kita pada yang abadi.

[Repost ; “Don’t be distracted by that which is temporary”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

Read More
Articles

Pandemi Yang Mengubah Tatanan Kehidupan.

Seruput Kopi Cantik

Yenny Indra

Pandemi Yang Mengubah Tatanan Kehidupan.

Pandemi telah mengubah tatanan kehidupan manusia. Dulu setiap bertemu teman dekat, tidak lupa cipika – cipiki. Sekarang tidak lagi.

Harus social distancing, kuatir siapa tahu teman kita OTG.

Di satu sisi, hati rindu untuk bertemu, ngobrol, makan bersama dan sharing seperti dulu, namun di sisi lain tumbuh kekuatiran, takut ketularan.

“Apese uwong sopo sing ngerti -Sialnya orang .. siapa yang tahu?”, Komentar seorang teman yang sudah 9 bulan tidak sekali pun berani keluar rumah.

Suaminya masih bekerja. Setiap pulang kerja, wajib mandi, cuci rambut dan disemprot desinfektan dulu, sebelum diijinkan bertemu dengan istri dan anak-anaknya.

Ada teman lain, meski pun kami bertetangga, tidak sekali pun berani bertemu. Apalagi P. Indra dan saya masih keluar, bersepeda dan makan di luar. Meski perginya ya dekat-dekat saja.

“Koq berani sich keluar rumah?,” ujarnya keheranan.

Sesungguhnya, pandemi ini tidak hanya menyerang masalah fisik. Tetapi di balik semua yang terjadi, yang paling utama diserang adalah kerohanian kita.

Ketakutan yang begitu mencekam sebagian orang, sesungguhnya sedang menggoncang iman anak-anak Tuhan. Tanpa disadari, dalam hatinya mereka menganggap Covid jauh lebih besar daripada Tuhan, meski itu tidak diucapkan secara verbal. Sikap mereka membuktikannya.

Kapan ketakutan mulai ada di dunia ini?

Saat Adam dan Hawa melanggar perintah Tuhan, makan buah pengetahuan baik dan jahat. Lalu menyadari, bahwa mereka telanjang. Kemudian mereka bersembunyi, takut bertemu dengan Allah. Padahal sebelumnya, mereka telanjang tetapi tidak menjadi masalah.

Kesimpulannya: Ketakutan muncul saat seseorang terpisah dari Allah.

Ketakutan itu dimulai dengan sebuah pikiran. Ketika pikiran yang menakutkan, trauma atau berita buruk terus menerus dipikirkan, itu menjadi roh yang membelenggu.

Ketakutan Bukan dari Allah. Bahkan berulangkali Tuhan berkata: “Jangan Takut….”

Ketakutan itu menyerang iman.

Saat takut, kita kehilangan iman. Iman dan takut tidak bisa bersama-sama di suatu tempat.

Saat takut, kita melupakan janji Allah:

Walau seribu orang rebah di sisimu, dan 10.000 di sisi kananmu, itu tidak akan menimpamu.

“Di dalam tangan Tuhan terletak nyawa segala yang hidup dan nafas setiap manusia,” kata Ayub.

Kalau belum waktunya meninggal, meski terkena tanah longsor dan terkubur berhari-hari pun tetap selamat.

Beberapa waktu lalu saya belajar sesuatu yang menarik dari Dharana Moniaga. Dia bercerita tentang burung rajawali yang sangat berbeda karakternya dengan ayam atau pun bebek.

Saat ular menyerang rajawali, maka sang rajawali akan mematuknya dan membawanya terbang tinggi.

Why?

Jika bertempur di darat, ular punya tempat berpijak, sehingga ada kesempatan menggigit rajawali.

Tetapi ketika dibawa ke atas, ular tidak memiliki pijakan, dia tidak mampu melawan.

Dengan cara yang sama, Covid itu ibarat si ular. Jika kita memeranginya dengan cara dunia, si ular memiliki pijakan, yaitu ketakutan. Melalui ketakutan, celah terbuka iblis pun mampu menguasai dan mengalahkan manusia.

Tetapi jika kita membawa Covid dan ketakutan yang disebarkannya, dibawa naik terbang tinggi kepada Tuhan, iblis alias ular kehilangan pijakannya.

Serahkan segala kekuatiranmu kepada Tuhan, sebab Dia yang memelihara kamu.

Kita pun mampu membasmi ketakutan dan melumpuhkan sengatan si iblis.

Kita ini makhluk rohani, yang tinggal dalam tubuh dan hidup di dunia menggenapi tujuan Allah sebagai duta-Nya!

Jadi bereskan masalah dengan cara Allah.

Secara medis pun diakui, ketika seseorang takut, imun tubuhnya menurun.

Tentu saja hidupnya tidak gembira.

Padahal, Tuhan berkata, hati yang gembira adalah obat tetapi semangat yang patah akan mengeringkan tulang.

So, berhentilah takut!

Tetap jaga protokol kesehatan dan selalu jaga kebersihan.

Kembali pada tatanan kebenaran yang hakiki.

Pour out all your worries and stress upon him and leave them there, for he always tenderly cares for you.

Curahkan semua kekhawatiran dan stres Anda pada-Nya dan tinggalkan di sana, karena Tuhan dengan lembut senantiasa memperhatikanmu.

Percayakan hidup kita kepada Tuhan!

Hidup dengan iman bukan dikuasai ketakutan.

Never be afraid to trust an unknown future to a known God Corrie Ten Boom

Jangan pernah takut untuk mempercayakan masa depan yang tidak kita diketahui, kepada Tuhan yang kita kenal – Corrie Ten Boom

YennyIndra

TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC

MPOIN PLUS & PIPAKU

PRODUK TERBAIK

PEDULI KESEHATAN

Read More
Articles

Bagaimana Caranya TIDAK Membiarkan Orang, Kata-kata atau Situasi Yang Menyebarkan Racun, Mempengaruhi Kesehatan Mental Anda?

Seruput Kopi Cantik

Yenny Indra

Bagaimana Caranya TIDAK Membiarkan Orang, Kata-kata atau Situasi Yang Menyebarkan Racun, Mempengaruhi Kesehatan Mental Anda?

Banyak pembaca Seruput Kopi Cantik yang japri dengan berbagai permasalahan pribadinya. Saya menemukan artikel bagus tulisan Dr.Caroline Leaf yang sangat berguna dan akan menolong dalam menghadapi permasalahannya. Selamat membaca.

Mari kita hadapi: terkadang orang-orang terlalu berlebihan.  Faktanya, pada suatu kesempatan, terjadi hal-hal yang sangat meracuni _(dan menyakitkan, tentunya)_, sehingga kita merasa pondok sepi di tengah hutan belantara pun terdengar sangat menarik!

Seperti yang saya bahas melalui podcast minggu ini, Anda tidak bisa melarikan diri dari bagian buruknya berhubungan dengan manusia.  Setiap hari Anda memiliki potensi mengalami pengalaman beracun dalam bentuk yang satu mau pun lainnya, baik itu berupa email, pesan teks, percakapan, dalam rapat, dan sebagainya.  Anda perlu belajar bagaimana menghadapi situasi seperti itu, bukan melarikan diri darinya. 
Saya yakin kita semua tahu, ‘toxic people’ atau ‘orang beracun’, (note: artinya orang yang menyebarkan sesuatu yang negatif pada lingkungannya), dapat membuat kesal dan mengacaukan emosi serta kesehatan mental Anda.
Jadi semakin cepat Anda belajar bagaimana caranya orang lain memilih untuk bereaksi terhadapnya, semakin baik Anda nantinya (baik secara fisik maupun mental).

Bahkan teman-teman mau pun keluarga, bisa saja tanpa sengaja atau secara sadar, menciptakan lingkungan yang beracun!  Namun, Warren Buffet dengan bijak berkata:

“Anda akan terus menerus menderita jika memilih bereaksi secara emosional terhadap semua yang dikatakan orang kepada Anda.  Kekuatan yang sesungguhnya adalah mengamati segala sesuatu dengan logika.  Kekuatan yang sejati adalah pengendalian diri.  Jika kata-kata dapat mengendalikan Anda, berarti semua orang dapat mengontrol Anda.  Bernapaslah dan biarkan segalanya berlalu.”

Kutipan ini sangat membantu saya, jadi saya ingin membagikannya kepada Anda dan memberi Anda beberapa tips yang telah saya kembangkan, terbukti benar-benar membantu saya dan orang lain belajar, bagaimana caranya mengelola situasi yang beracun.

Pertama, Anda perlu menyadari bahwa Anda tidak dapat mengontrol apa yang orang lain pilih untuk pikirkan dan katakan, tetapi Anda dapat mengontrol reaksi emosional Anda terhadap mereka, seperti yang saya bahas dalam buku saya Switch on Your Brain dan Think, Learn, Succeed. 
Jika Anda memilih untuk memberi orang lain kekuasaan atas diri Anda dengan terus merenungkan apa yang mereka katakan atau lakukan, Anda akan terus menderita, merusak otak dan kesehatan mental Anda dalam prosesnya.  Dan, jika Anda telah mengembangkan pola reaksi berlebihan dan terlalu sensitif, Anda dapat terjebak dalam siklus reaksi  beracun yang secara langsung akan memengaruhi kualitas kehidupan mental Anda.

Anda perlu berhenti dan bertanya pada diri sendiri: “Saya akan menjadi orang seperti apa?”. 
Apakah Anda sedang mengembangkan mentalitas korban? 
Apakah Anda ingin terus menderita seperti ini?  Apakah Anda terlalu mementingkan diri sendiri dan berfokus ke dalam?

Seperti yang dikatakan Buffet,
kekuatan yang sejati adalah pengendalian diri. 
Inilah kunci dalam mengelola situasi beracun: kebanyakan orang terlalu reaktif dan tidak mengembangkan pengendalian serta pengaturan diri;  hidup seperti ini membuat mereka menjadi sengsara!

Jenis pengendalian ini terutama berlaku untuk kehidupan pikiran Anda.  Anda mungkin memikirkan sesuatu tentang motif seseorang, tetapi itu belum tentu benar. 

Penting untuk diingat bahwa asumsi pada umumnya adalah sumber dari semua kekacauan!  Anda tidak pernah bisa benar-benar tahu, apa yang orang lain pikirkan, bahkan jika Anda mengenal orang itu dengan baik.

Pengendalian artinya mundur selangkah dan mengamati situasi secara logis, seperti yang dikatakan Buffet. 
Mengambil waktu untuk mengingatkan diri Anda sendiri bahwa Anda memiliki kendali — Anda tidak berada di bawah kekuasaan seseorang kecuali Anda mengizinkannya. 
*Sesungguhnya, Anda tidak bisa tersinggung kecuali Anda memang memilih untuk tersinggung!*

Jika Anda membiarkan emosi beracun tumbuh tanpa terkendali dengan cara terus memikirkan dan merenungkan perasaan Anda, maka Anda akan merasa lebih buruk karena kekacauan neurokimia yang diakibatkannya, sehingga akan menyebabkan kerusakan otak dan secara dramatis memengaruhi kesehatan fisik dan mental Anda.

Apakah Anda benar-benar ingin memberi orang lain kekuasaan besar atas hidup Anda? 
Ingatlah,
“Jika kata-kata mengendalikan Anda, maka semua orang bisa mengendalikan Anda!

Anda harus jujur ??pada diri sendiri:
– Apakah Anda akan membiarkan orang lain mengontrol Anda? 
– Apakah Anda bersikap kesal dan dipenuhi rasa sakit hati? 
– Apakah Anda selalu melihat diri Anda sebagai korban? 
– Apakah semua orang selalu menyerang Anda? 

Jika Anda menjawab ya untuk semua pertanyaan ini, mungkin inilah saatnya untuk mengubah pemikiran Anda!

Ketika Anda dihadapkan pada orang atau situasi yang beracun, hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah BERHENTI, membiarkan waktu berlalu, dan melakukan “otopsi mental” 5 langkah. 
Ini benar-benar membantu saya belajar bagaimana tidak bereaksi terhadap orang atau situasi yang beracun, dan dapat membantu Anda juga:

1. Berlatihlah menarik dan mengeluarkan napas dalam-dalam untuk mengontrol kadar kortisol dan adrenalin Anda (yang baik tetapi dapat menyebabkan malapetaka saat membanjiri otak dan tubuh) dan menenangkan poros HPA Anda.  Ini, pada gilirannya, akan membantu Anda mendapatkan kejernihan pikiran dan mengalihkan pikiran Anda.  Misalnya, Anda baru saja dikirimi email yang sangat buruk dari seorang kolega.  Jangan menanggapi dengan cara yang reaktif!  Berhenti, tarik napas dalam 3 hitungan, dan keluarkan 3 hitungan.  Ini akan menghilangkan kelebihan kortisol dan membantu pikiran Anda jernih dan emosi Anda stabil.

2. Kenali dan beri nama reaksi Anda.  Misalnya, dengan menggunakan contoh email di atas, jelaskan bagaimana perasaan Anda dengan lantang: “Saya merasa sakit hati, diserang, defensif …” dan tanyakan pada diri Anda mengapa.  Amati pemikiran Anda, dan lakukan diskusi dengan diri Anda sendiri.

Menuliskan pikiran Anda juga dapat membantu Anda mengelola dan memeriksa pikiran dan emosi Anda.  Jangan lakukan ini terlalu lama, hanya beberapa saat — tujuan latihan ini adalah membantu Anda menyebutkan emosi Anda, seperti “Saya merasa sakit hati karena saya…”.  Menuliskan emosi dan menyebutkan atau menuliskan perasaan Anda di atas kertas dapat membantu membawa kefasihan dan kejernihan dalam pemikiran Anda dan mengurangi efek emosi yang luar biasa.

Aplikasi baru saya Switch adalah alat yang hebat untuk membantu Anda melalui proses ini.  Ini didasarkan pada program 5 langkah saya, yang dirancang untuk membantu Anda mengidentifikasi dan menghilangkan akar reaksi beracun Anda, dan membantu Anda membangun kebiasaan berpikir baru yang sehat melalui proses rekonseptualisasi mental.

3. Selanjutnya, saya ingin Anda dengan sengaja dan sengaja memisahkan emosi beracun di balik pikiran dan kata-kata Anda serta logika situasinya.  Visualisasikan ini: bayangkan pohon yang menakutkan, jelek, beracun dengan semua emosi dan sikap negatif Anda.  Bayangkan merobek emosi dari pohon ini, dan melihat cabang yang terdefinisi dengan baik dengan semua informasi situasi yang tergantung di pohon dengan cara yang jelas dan klinis, yang akan memberi Anda wawasan tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya.  Anda pada dasarnya membayangkan mengambil ancaman dari emosi yang bergejolak dari “pohon” pikiran.

4. Sekarang, fokuslah pada isi dan kata-kata dari pohon ini, yang akan membantu Anda melihat masalah sebenarnya atau masalah yang sebelumnya diblokir oleh emosi beracun Anda.  Ketika Anda mencoba melihat sesuatu melalui selubung emosi, itu seperti mencoba melewati badai tanpa wiper kaca depan – Anda tidak dapat melihat dengan baik dan dapat berakhir dalam masalah yang serius!

Jadi, dengan menggunakan contoh email di atas, ketika Anda secara mental memisahkan diri dari reaksi emosional langsung Anda, Anda mungkin dapat melihat bahwa orang yang mengirim email tersebut frustrasi karena “ini dan itu …”, dan, menempatkan diri Anda pada posisi mereka, Anda  dapat memilih untuk melihat apakah ada sesuatu yang dapat Anda pelajari dari situasi tersebut untuk meningkatkan komunikasi Anda dengan orang ini dan seterusnya.  Dengan melakukan ini, Anda dapat mengubah situasi yang berpotensi meledak menjadi pengalaman belajar yang produktif!

Kuncinya adalah fokus pada logika situasi, yang terpisah dari emosi dan perasaan Anda.

5. Ini membawa saya ke langkah 5: mencari solusi untuk maju dengan cara yang dapat mengubah pengalaman beracun menjadi momen “aha!” Yang baik.

Sekali lagi, dengan menggunakan contoh email di atas, Anda dapat menanggapi kolega Anda dengan tenang dan logis, dan mengatur panggilan atau pertemuan tatap muka untuk mendiskusikan situasi dengan tenang dan meningkatkan komunikasi Anda di masa depan, bahkan jika Anda tidak setuju.  pada sesuatu.  Reaksi semacam ini tidak hanya dapat meningkatkan hubungan Anda, tetapi juga produktivitas Anda!

Kita tidak bisa hanya fokus pada perasaan kita, meskipun penting untuk kita mengakuinya.  Kita perlu menemukan solusi nyata atau membuat rencana tindakan, yang merupakan satu-satunya cara agar kita benar-benar dapat bergerak maju.

Singkatnya, kita perlu belajar untuk bersikap baik kepada diri sendiri dan orang lain.  Sangat penting bagi kita untuk mengontrol bagaimana kita bereaksi dan menanggapi orang — ini dapat mengurangi bencana hubungan dan meningkatkan kesehatan mental kita sendiri.

Tentu saja, ini tidak berarti bahwa kita setuju dalam segala hal, tetapi kita belajar bagaimana terkadang tidak apa-apa untuk “setuju untuk tidak setuju”, dan terkadang kita tidak tahu segalanya!  Memang, pada akhirnya, Anda tidak akan pernah benar-benar tahu apa yang benar-benar memotivasi perkataan atau tindakan seseorang.  Anda mungkin bisa menebak sampai batas tertentu, tetapi Anda tidak akan pernah bisa melampaui tingkat akurasi 70%, jadi berhentilah melakukan perjalanan berbahaya itu.  Asumsi sering kali beracun: Anda bisa menghabiskan banyak energi mental untuk hal-hal yang tidak berkontribusi pada kualitas hidup atau kesuksesan Anda.  Seperti kata pepatah, “bukankah tidak ada yang punya waktu untuk itu!”

  [Repost: https://drleaf.com/blogs/news/how-to-not-let-toxic-people-words-or-situations-affect-your-mental-health – Dr. Caroline Leaf. Diterjemahkan oleh: YennyIndra]

YennyIndra

TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC

MPOIN PLUS & PIPAKU

PRODUK TERBAIK

PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik

#yennyindra

Read More
1 262 263 264 265 266 308