Category : Articles

Articles

Mengapa kita bergumul dengan iman.

Kue Kebenaran Injil

Yenny Indra

Mengapa kita bergumul dengan iman.

Banyak orang percaya frustrasi karena mereka tahu apa yang dikatakan Firman tetapi mereka tidak mengalami hasil yang mereka pikir, seharusnya mereka dapatkan. Banyak yang percaya secara mental tetapi iman mengalir dari hati, bukan dari kepala. (Roma 10:10).

Memahami topik tentang otoritas kita di dalam Kristus akan membantu kita memahami bagaimana iman bekerja. Kita harus terbiasa dengan kisah Perwira yang datang kepada Yesus, lalu menjelaskan pemahamannya tentang otoritas.

Sang perwira tahu dia memiliki tentara bawahannya yang akan mematuhi setiap perintahnya. Dia tahu bahwa apapun yang dia katakan akan langsung dilaksanakan. Tidak ada keraguan dalam pikirannya. Dia memahami kuasa otoritas, dan IMAN-NYA MUNCUL DARI OTORITASNYA! Dia memiliki iman yang sempurna dalam wilayah otoritasnya. Bahkan Yesus kagum pada iman orang ini.

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel.
Matius 8:10 (TB).

Pergumulan kita mengenai iman, sebenarnya didasari pergumulan untuk memahami otoritas kita. Apa yang kita tahu benar dalam pengajaran tidak selalu diterjemahkan menjadi pewahyuan yang benar di dalam hati kita. Kita tidak yakin akan otoritas kita terhadap penyakit, terutama jika itu ada di tubuh kita sendiri. Kita tidak yakin akan otoritas kita menghadapi rasa takut, kekurangan, atau kekuatan yang menghancurkan yang ada di dunia. Kurangnya keyakinan ini melumpuhkan iman. Kita mungkin mengucapkan kata-kata yang benar berdasarkan doktrin kita yang baik, tetapi pewahyuan tentang otoritas, tidak menetap di dalam hati kita.

Saya bisa memutuskan bagaimana saya akan mengecat rumah saya. Saya memiliki iman yang sempurna untuk melaksanakan keputusan saya. Tapi saya tidak bisa mengecat rumah Anda tanpa wewenang Anda. Saya memiliki otoritas atas anjing saya dan tidak takut akan responnya, tetapi saya tidak memiliki otoritas atas anjing Anda, jadi iman saya untuk memberikan perintah kepada anjing Anda bergantung pada APA YANG SAYA LIHAT, BUKAN PADA APA YANG SAYA PERCAYA! Kita mendasarkan keyakinan kita pada hasil visual, -apa yang kasat mata-, saat kita tidak memahami otoritas kita.
Ijinkan saya mengulangi ini sekali lagi: ketika kita tidak mengetahui otoritas kita di dalam Kristus, kita hidup dengan penglihatan, bukan iman!

Ketika menghadapi penyakit, ‘iman’ kita seringkali bergantung pada symptom atau gejalanya. Jika kita merasa semakin baik, kita percaya bahwa kondisi tubuh kita semakin membaik.
Ini ibarat memukul dan meleset. Berbeda jika kita memiliki pewahyuan tentang otoritas kita terhadap penyakit, kita TAHU bahwa “tentara bawahan kita ” sedang melaksanakan perintah yang kita berikan. Kita memiliki iman yang sempurna.

Iman adalah mengetahui siapa dan apa yang ada di bawah otoritas kita. Iman tidak rumit ketika otoritas ditetapkan. Yesus menyebut iman sebagai seorang hamba dalam Lukas 17:6-9. Ketika kita memiliki pewahyuan tentang wewenang yang kita miliki, maka saat kita berbicara, maka segala sesuatunya akan mentaati perintah kita. Ini bukan masalah besar. Sebaliknya, ketika kita tidak yakin dengan otoritas yang kita miliki, kita berbicara dan berharap sesuatu akan terjadi.

Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.
Lukas 10:19 (TB).

[Repost ; “Why we struggle with faith”. – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

Read More
Articles

Self Confidence. Bagaimana Memperolehnya?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Self Confidence. Bagaimana Memperolehnya?

Dulu saya suka sekali membaca berbagai buku tentang membangun self confidence dan mengikuti berbagai seminarnya. Membangun rasa percaya diri yang mantap, dengan melihat berbagai contoh tokoh-tokoh yang hebat. Saya ingin meneladani & menjadi seperti mereka!

Berbagai trik dan strategi dipelajari, makin lama justru saya merasa makin tidak mampu. Mungkin memang tidak cocok untuk saya. Entahlah…

Saat pengenalan terhadap Tuhan makin mendalam, ada kelegaan luar biasa.
Why?
Saya tidak perlu bergantung pada kekuatan dan kehebatan diri sendiri, tetapi cukup bergantung kepada Tuhan yang tinggal di dalam roh saya!

*It is not about me, but only about Him!*
Semua bukan tentang saya lagi, tetapi tentang Dia!
Dan itu sangat melegakan.

Sekian tahun lalu, setiap menulis Seruput Kopi Cantik, ada beban kuatir tulisan itu tidak disukai pembaca.
Sekarang tidak lagi.
Saya hanya mengikuti dorongan Tuhan dalam hati, apa yang harus ditulis, bagaimana menulisnya dan kapan harus di post.

Kalau dipuji, yang patut dimuliakan itu Tuhan.
Saat tidak disukai pun, itu dari Tuhan. Saya hanya pena di tangan-Nya.
Gak ada kredit buat saya. Enteng tanpa beban.

Yang unik, semakin bergantung pada Tuhan, makin banyak yang menerima berkat dari tulisan itu. Semua karena yang ditulis itu firman Tuhan, dan firman itu berkuasa serta membuktikan dirinya sendiri. Kuasa dalam firman itu yang menjadi pewahyuan bagi pembaca.

Ketika ada teman yang mengira saya sembuh dari hipertiroid karena saya memiliki iman yang luar biasa, segera saya ralat. Itu karena Tuhan, bukan karena saya. Ukuran iman setiap orang sama!

Dalam bisnis, jauh lebih enteng. Saya mengingatkan diri sendiri bahwa berkat dari Tuhan asalnya. Bukan karena kehebatan dan usaha kami. Kuncinya fokus kepada Tuhan, seperti Yusuf, maka Tuhan yang membuat apa pun yang kami kerjakan berhasil.

Kami bukan serba TER…. terbaik, terhebat dan ter … lainnya, tetapi berkat selalu ada, solusi senantiasa tersedia, bahkan perkara ‘mustahil’ secara umum, begitu kerap terjadi. Ucapan syukur tak henti-hentinya mengalir…
Tuhan baik dan selalu baik!

Ketika ada seseorang yang marah dan kata-katanya merendahkan, saya justru terpukau. Lha iya…. Kami bukan yang heboh dan dahsyat, tapi Tuhan melimpahkan berkat-Nya sedemikian rupa… Kami berkecukupan. Apa pun yang kami butuhkan, Tuhan menyediakan.
Apalagi kalau kami lebih lagi melekat kepadaNya, tentunya kami akan jadi tembaga yang efektif menyalurkan listrik ‘berkat’-Nya bukannya menjadi karet yang menghambat berkat-Nya mengalir.

Tentang tembaga dan karet baca:

Bagaimana kalau ada proyek yang lolos?
Seperti kata Greg Mohr, tidak semua proyek merupakan bagian kita. Tetapi yang Tuhan berikan, selalu berkat yang indah untuk dinikmati dan membawa damai.
Tidak perlu ‘ngoyo’, ngotot, percayalah Tuhan memberi yang terbaik. Yang penting kita _do our best._

Saya belajar tidak harus yang punya uang yang paling banyak, yang menang. Kadang saya dapatkan aset dengan harga jauh dibawah pasar, ditawarkan begitu saja dengan proses yang mudah. Tuhan mempertemukan dengan orang-orang baik di sepanjang jalan kehidupan.

Uang dan harta, kalau mau datang, gak ada yang bisa mencegahnya.
Sebaliknya, kalau mau hilang, juga tidak kekurangan jalan.
Hati jangan melekat pada uang dan harta, bikin stres.
Lebih baik melekat pada Sang Pemberi berkatnya, yaitu Tuhan, Allah kita yang Maha Dahsyat!

Hidup tidak lepas dari masalah.
Saya belajar, serahkan saja kepada Tuhan.
‘Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.’
Ya sudah, saya serahkan yang saya kuatirkan, lalu sampaikan apa yang saya inginkan.
Dan percaya. Titik.
Dari pengalaman, Tuhan menyelesaikan dengan cara yang jauh lebih baik daripada apa yang bisa saya pikirkan.
Dia Allah yang setia.

*Confidence is the fruit of trusting God. When we trust Him, we may not have all the answers, but we are confident that He does.*

*Keyakinan adalah buah dari mempercayai Tuhan.  Ketika kita percaya kepada-Nya, kita mungkin tidak memiliki semua jawaban, tetapi kita yakin bahwa Dia memilikinya.*

Sekarang rasa percaya diri saya tidak lagi bergantung pada kemampuan diri sendiri, tetapi bergantung kepada-Nya. Karena Tuhan yang tinggal di dalamku, lebih besar daripada tantangan yang ada di dunia ini.

All things are possible to him who believes.
Segala sesuatu itu mungkin bagi orang yang percaya.

Sukses dari Tuhan.
Promosi dari Tuhan.
Kesembuhan dari Tuhan.
Pertolongan dari Tuhan.
Dst… Dst…
Dan tidak ada kebahagiaan serta kedamaian yang melebihi kesadaran bahwa kita berada di tengah-tengah kehendak Tuhan dan sedang menggenapi tujuan hidup kita sesuai dengan kehendak-Nya.

Simple bukan?

*If God doesn’t build the house, the builders only build shacks. If God doesn’t guard the city, the night watchman might as well nap. It’s useless to rise early and go to bed late, and work your worried fingers to the bone. Don’t you know he enjoys giving rest to those he loves?*

*Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah — sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.*

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC *MPOIN PLUS & PIPAKU*
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://instagram.com/mpoinpipaku.id?igshid=rjebfgas4dec

Or

https://mpoin.com/

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Who Am I?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Who Am I?

Ketika ditanya siapa saya? Secara umum kita akan mendeskripsikan diri kita secara fisik.
Siapa YennyIndra?
Wanita, berambut hitam, tinggi badan 155cm. Keturunan chinese, mata sipit, berkulit kuning, bla.. bla…bla..

Benarkah itu YennyIndra?
Sesungguhnya bukan. Itu hanyalah tubuh alias ‘baju’ yang saya kenakan selama masih hidup di dunia. Ketika meninggal dunia, semua ditanggalkan.
Yang tetap ada adalah jiwa dan roh saya.
Jadi siapa kita yang sesungguhnya, justru yang tidak kelihatan.

Yang kelihatan itu sementara, sementara yang tidak kelihatan sesuatu yang abadi.
Iman itu tidak kelihatan, tetapi iman itulah yang menjadikan apa yang tidak ada, menjadi ada.

Demikian juga dengan kehidupan kita di dunia ini, apa yang terjadi di alam fisik, sesungguhnya akarnya atau awalnya justru terjadi dulu di alam roh.
Segala berkat, kesembuhan, kelimpahan yang kita butuhkan sudah tersedia di alam roh. Tuhan menyediakannya lengkap bagi setiap kita.
Lalu bagaimana merealisasikannya?
Dengan iman. Itulah sebabnya Tuhan berkata:
Orang benar hidup oleh iman.

Iman timbul karena pendengaran, dan pendengaran oleh firman Tuhan.
Ketika kita mendengarkan Firman Tuhan, perspektif kita berubah.
Mindset atau cara pikir kita berubah.
Perkataan kita berubah. Faith speaks.
Demikian juga tindakan kita berubah. Faith acts.
Iman itu bisa dilihat oleh mata.

P. Irwan Siregar, direktur Sekolah Charis Indonesia, menjelaskan tentang iman dengan sangat apik.
Setiap bayi lahir memiliki otot yang sama. Dan setiap manusia lahir dengan ukuran iman yang sama.
Tetapi dengan berjalannya waktu, perkembangan otot setiap orang berbeda.
Saya contohnya, tidak suka berolah raga. Kelihatan otot saya tidak berkembang.
Berbeda dengan Elisa, putri saya, dia mampu pull-up dengan luwesnya.
Berbeda lagi dengan Ade Ray yang ototnya dilatih dengan angkat beban, badannya besar dengan otot-otot yang kekar.

Demikian juga dengan iman. Tuhan memberikan ukuran iman setiap orang sama. Tetapi apakah kita melatihnya atau tidak, itu yang membedakannya.

Bagaimana cara melatihnya?
Dengan mendengarkan firman Tuhan secara teratur, merenungkannya, memperkatakannya dan bertindak sesuai Firman Tuhan.
Ketika kita rutin melatihnya, maka orang-orang disekeliling kita bisa melihat dan merasakannya, apakah kita benar-benar beriman atau tidak. Iman yang tidak kelihatan namun hasil dari iman itu nyata, kelihatan oleh kasat mata.

Memiliki pengetahuan tentang iman, dengan sungguh-sungguh menghidupi iman, adalah 2 hal yang berbeda.
Yang pertama hanya berhenti sampai di kepala, sebaliknya yang kedua menghasilkan kuasa dan hasil yang nyata.

Tuhan sudah berjanji, iman kita akan mengalahkan dunia.
Karena Tuhan Yang Mahakuasa berdiam di dalam roh kita.

Pertanyaannya:
Sudah sungguh-sungguh berimankah kita?
Apa yang kita katakan?
Apa tindakan kita?
Dari sanalah kita bisa menjawabnya.

God’s grace is accessed by faith.

Anugerah Tuhan diakses melalui iman.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://instagram.com/mpoinpipaku.id?igshid=rjebfgas4dec

Or

https://mpoin.com/
Read More
Articles

Harta Karun Yang Tak Ternilai, Karena Pertukaran Di Kayu Salib. Sudahkah Anda Menikmatinya?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Harta Karun Yang Tak Ternilai, Karena Pertukaran Di Kayu Salib. Sudahkah Anda Menikmatinya?

Hingga pagi ini, sudah beberapa hari ini saya amat sangat terpukau dengan pewahyuan pengajaran yang saya terima dari Arthur Meintjes.
Hingga speechless dan saat merenungkannya, hanya bisa berulang-ulang berbisik,
“Terimakasih Tuhan. I love you full, meniru mbah Surip. Siapakah aku ini Tuhan, jadi biji mata-Mu?”

Meski saya sudah belajar bahwa keselamatan dan segenap janji-janji Tuhan, diberikan kepada saya dengan Gratis …Tis.. Tis.. Tis.. dan saya menerimanya melalui iman, kadang masih suka lupa.
Ketika ada masalah menimpa, otomatis pikiran menyodorkan pertanyaan:
“Dosa apa aku ini?”

Arthur dengan lugas menjelaskan bahwa pengorbanan Yesus di kayu salib itu sudah membayar semua dosa, penyakit, kemiskinan dan segala malapetaka yang bisa terjadi dalam hidup kita.
Bagian kita adalah Beriman Pada Karya Salib Kristus Yang Sudah Selesai, maka segala kelimpahan, kemakmuran, kesehatan, hikmat dsb. kita terima secara natural.

Pengertian ini sebetulnya sudah berkali-kali saya terima dari guru-guru yang lain juga, tetapi Arthur menjelaskan hal dibawah ini,  yang membuat hati saya trenyuh:

Dalam Perjanjian Lama, orang-orang membawa persembahan penebus dosa berupa domba. Yang hendak ditebus, dosa orangnya, tetapi yang diperiksa oleh sang imam, adalah dombanya. Apakah dombanya bercacat atau tidak? Kalau tidak bercacat, persembahan diterima dan dosa diampuni.

Dalam Perjanjian Baru, korban yang dipersembahkan bukan domba melainkan Yesus sendiri. Pilatus dan Herodes saat mengadili Yesus, membuktikan: Tidak Bersalah alias Tidak Bercacat, tetapi disalibkan untuk menebus  dosa seluruh umat manusia.

Wow….
Berarti bukan dosa saya yang diperiksa. Asalkan saya beriman pada Karya Salib Kristus yang sudah selesai, saya tidak sekedar selamat masuk surga, tetapi saya berhak menerima semua janji-janji Allah.

Janji-janji Allah dalam hidup saya terealisasi, tidak tergantung seberapa baiknya saya, apakah saya sudah berdoa atau baca Alkitab? apakah tadi saya marah-marah? tetapi tergantung apakah saya beriman pada Karya Salib Kristus yang Sudah Selesai….!!!

Begitu beriman, otomatis:
Kesembuhan…. Bagian saya
Kelimpahan….. Bagian saya
Hikmat, damai sejahtera & sukacita … Bagian saya, syaratnya hanya karena saya beriman.
Yeaaaaayyyyy ….. Sungguh melegakan!
Yess… Yess… Yess…..
Janji Tuhan, Ya dan Amin.

Bagaimana dengan dosa dan masa lalu kita?
Karma. Demikian yang kerap saya dengar sejak kecil, jika terjadi sesuatu yang buruk. Akibatnya, ketakutan kerap menghantui.

Arthur menjelaskan masa lalu saya sudah dihapus tuntas. Masa lalu saya tidak berpengaruh lagi. Masa lalu saya dihapus diganti Salib Kristus. Setiap menoleh ke belakang, yang saya lihat adalah Salib-Nya.
Merdeka!!!

Berita hebatnya lagi, apa pun yang saya butuhkan, you named it, sebut saja yang kita butuhkan, semua sudah tersedia di kayu salib. Kita tinggal mengambilnya, melalui iman kita.

Mau berita yang lebih hebat lagi?
Sekarang kita bisa menerima semua penggenapan janji-janji Tuhan di Perjanjian Lama, dengan cara Perjanjian Baru.
Maksudnya?

Ulangan 28:1-14 (TB) 
“Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.
Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu:

Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang.
Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu.
Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu.
Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.

TUHAN akan membiarkan musuhmu yang maju berperang melawan engkau, terpukul kalah olehmu. Bersatu jalan mereka akan menyerangi engkau, tetapi bertujuh jalan mereka akan lari dari depanmu.

TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.

TUHAN akan menetapkan engkau sebagai umat-Nya yang kudus, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepadamu, jika engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya.
Maka segala bangsa di bumi akan melihat, bahwa nama TUHAN telah disebut atasmu, dan mereka akan takut kepadamu.
Juga TUHAN akan melimpahi engkau dengan kebaikan dalam buah kandunganmu, dalam hasil ternakmu dan dalam hasil bumimu — di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu.

TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman.

TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia,
dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya

Janji-janji ini luar biasa bukan?
Nach dulu saya suka galau, apakah saya benar-benar mendengarkan suara Tuhan dan memenuhi syarat untuk menerima penggenapan janji ini?

Ternyata, dengan beriman pada karya salib Kristus, janji-janji luar biasa dalam Perjanjian Lama ini, otomatis memenuhi syarat untuk digenapi dalam hidup saya….
Wow betapa dahsyatnya!!!!

Tidak hanya janji dalam ulangan 28, tetapi kita berhak menerima semua janji-janji -Nya, hanya dengan beriman pada Karya Salib Kristus Yang Sudah Selesai. Inilah yang disebut dengan Grace, anugerah.

Renungkan dan resapi.
Begitu banyak orang yang merasa kebenaran ini terlalu sederhana, terlalu bagus untuk menjadi kenyataan -to good to be true- hingga mereka justru tidak percaya dan menolaknya.

Itulah esensi kekristenan. Semua karena anugerah dan diterima dengan iman.
So simple…

Maksudnya?
Keselamatan dianugerahkan Tuhan bagi semua orang, tetapi yang meresponinya, menerimanya, yang diselamatkan.

Ibarat Yesus sudah membayar semua makanan di Resto A.
“Silakan semua boleh makan gratis sampai kenyang..” demikian Tuhan Yesus mengundang kita semua.
Tetapi ternyata TIDAK SEMUA meresponinya. Ada yang meski pun gratis, tetap tidak mau ke Resto A dan makan.
Meski makanan sudah dibayar lunas, orang yang tidak mau ke Resto A dan makan, tentu akan kelaparan.

Dengan cara yang sama, Anugerah ditawarkan Tuhan Yesus kepada semua orang tetapi HANYA yang menerimanya yang diselamatkan.

Mau?

Jesus paid a tremendous price for us so we could have abundant life. He willingly took all of our sin on Himself and gave His life on the cross so we could be forgiven and have new life in Him.-Joyce Meyer.

Yesus membayar harga yang sangat mahal untuk kita, agar kita bisa memiliki hidup yang berkelimpahan.  Dia rela menanggung semua dosa kita ke atas diri-Nya dan memberikan hidup-Nya di kayu salib agar kita bisa diampuni dan memiliki hidup baru di dalam Dia. – Joyce Meyer.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://instagram.com/mpoinpipaku.id?igshid=rjebfgas4dec

Or

https://mpoin.com/

Read More
Articles

Konflik? Ini Cara Bijak Mengatasinya


Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

*Konflik? Ini Cara Bijak Mengatasinya*

Konflik ternyata merupakan bagian alami dalam kehidupan. Selama kita berhubungan dengan manusia, kita akan mengalami konflik.
Dalam konflik, kita kerap merasa yang paling benar, tetapi sesungguhnya, dalam setiap konflik yang terjadi, ke dua belah pihak mempunyai andil salah, entah berapa persen perbandingannya.
Mungkin saja kita hanya punya sedikit andil salah, tetapi sekecil apa pun itu, tetap ada andil kita.

Ketika konflik terjadi, kita cenderung melebih-lebihkan untuk memojokkan lawan. Membuatnya kelihatan lebih heboh daripada kejadian sebenarnya, untuk menekan pihak yang ‘lemah’, menunjukkan superioritas.

Ketika kata ‘meminta’ kemudian diganti kata ‘memohon’, keseluruhan kisah menjadi berbeda. Apalagi jika diganti kata ‘mengemis’, ceritanya berubah 180 derajad dan bisa menghasilkan persepsi baru dan memicu konflik yang lebih parah. Ketersinggungan yang mendalam. Ini yang banyak tidak disadari orang yang sedang bertengkar. Apa yang terjadi jika jembatan sudah dibakar?

Ingat, penghinaan bisa dimaafkan tetapi tetap diingat sampai mati!*
*Bijaklah memilih kata-kata.

Itulah sebabnya kita perlu belajar untuk mengatasi konflik dengan cara bijak. Yang keren, di Sekolah Charis kami diajar mengatasi konflik dengan cara Tuhan.

Arthur Meintjes mengajarkan, diantaranya:

– *Cari persamaan di mana kita bisa sepakat*.
Walau pun hanya 1% di mana kita bisa sepakat, mulai dari yang 1% untuk mpengaruhi yang 99%.

– *Akui kesalahan kita terlebih dahulu.*
Umumnya pihak lawan pun akan menyadari, dia juga punya andil kesalahan. Ketika ke dua belah pihak melembut, maka solusi lebih mudah disepakati.

Ciptakan situasi win-win. Kalau memungkinkan, cari alternatif ketiga yang lebih baik, agar kedua belah pihak mendapatkan solusi yang lebih baik.

– *Sadari setiap orang punya persepsi yang berbeda, karena setiap orang punya pengalaman yang berbeda.* Masing-masing harus berperang mengatasi masa lalunya, itulah sebabnya dia bersikap seperti sekarang ini.

– *Cari kebaikan pada diri setiap orang dan berusaha memahami lebih dulu.*
Steven Covey mengajarkan agar kita berusaha memahami orang lain terlebih dahulu, barulah ingin dipahami. Cobalah berjalan di sepatu orang lain, istilah kerennya. Tempatkan diri pada posisi lawan, agar kita bisa memahami mengapa dia berpikir, merasa dan bertindak demikian.

Sejelek-jeleknya orang, kalau dicari kebaikannya, ada saja setitik kebaikannya. Sebaliknya sebaik-baiknya orang, kalau dicari kesalahannya, setidaknya ada 1 titik kesalahannya.
Tergantung kita mau fokus kemana?

*Seperti yang kamu inginkan dan dambakan orang lain melakukannya kepadamu, lakukanlah tepat demikian pula kepada mereka, nasihat firman Tuhan.*

Wow…

– *Sadari posisi setiap orang berbeda.*
Bawaan lahirnya ya memang berbeda. Sudah nature-nya  jerapah lehernya lebih panjang daripada kura-kura. Karena itu, sampai mati pun dijelaskan, kura-kura tidak bisa mengerti pemikiran dan cara pandang jerapah. Meski mereka berdiri berdampingan, apa yang dilihat keduanya memang berbeda. Yang satu, jerapah, melihat hingga jarak puluhan meter. Sedangkan kura-kura maksimal melihat pada jarak 1-2 meter.

Jadi daripada ribut berdebat kusir, memang ada orang-orang tertentu yang sebaiknya dikasihi dari jarak jauh saja. Jika ngotot, akibatnya buang energi untuk terus menerus menjelaskan hal-hal yang sulit dikompromikan.

– *Sepakat untuk tidak sepakat.*
Kita tidak harus selalu sepakat agar bisa bergaul baik dengan orang lain. Ada orang-orang tertentu yang berbeda pandangan, tetapi untuk hal-hal yang sederhana, bisa koq kita tetap main golf, shopping atau lunch sama-sama. Pintar-pintar saja saat berbincang, gak usah bahas yang serius.

Sepakat untuk tidak sepakat dalam masalah tertentu. Tetap saling menghargai pendapat masing-masing. Hidup damai lebih penting daripada mempermasalahkan siapa yang benar dan siapa yang salah.
Kalau dunia seragam, tentunya membosankan bukan?

Kita tidak bisa mengubah orang lain. Tetapi Tuhan bisa. Jadi bawa semua permasalahan dan serahkan kepada-Nya. Biarkan Tuhan yang menjamah hati orang itu dan menjamah hati kita juga .. agar pewahyuan-Nya membukakan hati kita agar dapat melihat permasalahan dengan kacamata Allah yang penuh kasih. Tentu pada jangka panjangnya, masalah bisa diselesaikan dengan cara Allah.

Hidup itu sederhana, selama kita berjalan mengikuti tuntunan Allah.
Mari kita jalani dengan cara cerdas, caranya Tuhan, untuk menikmatinya.
Ciayou…. !

*Honey, you’re in the process. Don’t get nervous, you’re in the process – Marilyn Hickey.*

*Sayang, Anda sedang dalam proses.  Jangan gugup, Anda sedang dalam proses – Marilyn Hickey.*

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Read More
1 254 255 256 257 258 308