Category : Articles

Articles

“Apa yang dikhotbahkan oleh gereja mula-mula?”

Gospel Truth’s Snacks
Yenny Indra

“Apa yang dikhotbahkan oleh gereja mula-mula?”

Pesan dari gereja mula-mula adalah kebangkitan Yesus dari kematian.

“Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.”
Kisah Para Rasul 2:24 (TB)

Para rasul mengakui kuasa kebangkitan-Nya. Para pengkhotbah Injil pada jaman gereja mula-mula memberikan perhatian besar pada kebangkitan Yesus Kristus. Rasul Paulus menyatakan bahwa dia berusaha untuk “mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya.” (Filipi 3:10)

Mereka mengenali kekuatan kebangkitannya. Dalam Roma 1:4 Paulus berkata bahwa Kristus
“dideklarasikan sebagai Anak Allah yang berkuasa ….. oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati.” Kebangkitan dari antara orang mati adalah demonstrasi yang meyakinkan bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.

Paulus menjelaskan dalam 1 Korintus 15 bahwa tidak ada pengampunan dosa tanpa kebangkitan. Jika Yesus telah dibangkitkan, maka kita juga memiliki harapan untuk kebangkitan di masa depan. Jika Yesus belum dibangkitkan, maka tidak ada harapan. Kita masih di dalam dosa. Yesus hanyalah seorang mesias palsu. Murid Yesus adalah saksi palsu. Keselamatan kita tidak hanya disediakan oleh salib Yesus.

Kebangkitan Yesus mutlak diperlukan. Tidaklah cukup bagi Yesus untuk mati. Dia harus mengalahkan musuh terakhir, yaitu kematian itu sendiri.

Dan membunuh Pangeran kehidupan, yang telah dibangkitkan Tuhan dari kematian; tentang semua itu, kami adalah saksinya.
(Kisah Para Rasul 3:14-15 KJV)

Bagi kamu yang pertama, Allah, telah membangkitkan Putranya, Yesus, mengutus Dia untuk memberkati kamu, dengan menjauhkan kamu masing-masing dari kesalahan-Nya.
(Kisah Para Rasul 3:25-26 KJV)

Pada zaman kita sekarang, pemikiran tentang kehidupan setelah kematian telah diencerkan. Hollywood telah memberi kita zombie, orang mati yang hidup, vampire, reinkarnasi, pembisik hantu, medium yang berbicara dengan orang mati, dll.

Pengaruhnya telah hilang pada generasi kita sekarang ini. Namun demikian, kebangkitan Yesus dari kematian adalah unik dalam sejarah dan tidak pernah diklaim oleh penganut agama atau tokoh agama lain. Itu adalah pesan utama gereja.

[Repost ; “What did the early church preach?”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’ssnacks

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Bagaimana Cara Tuhan Menuntun Langkah Kita?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

*Bagaimana Cara Tuhan Menuntun Langkah Kita?*

Tuhan mengajarkan pewahyuan baru yang luar biasa. Uniknya, dalam waktu yang bersamaan, 3 tokoh hebat, membahas hal-hal yang saling berkaitan serta melengkapi.

Apa yang biasa kita lakukan saat menghadapi masalah besar?
Kita akan mencari solusi yang sesuai dengan nalar kita.
Saya juga.
Hmmm rasanya buntu, ga ada ide.

Tuhan mengirimkan Joyce Meyer membahas tentang Reasoning.
Nalarnya memang begini.

“Tetapi ingatlah, meski Tuhan sudah 9x menolong kita dengan cara A, tidak berarti pada kesempatan ke 10, Tuhan akan bekerja sesuai cara A lagi,” ujar Joyce Meyer, “justru cara ke 10 itu Tuhan bekerja sama sekali tak terduga.”

Ketika kita membatasi bahwa cara Tuhan itu A, maka kita *tidak* akan menemukan solusinya.
Stress, pusing, akibatnya saat Tuhan mengarahkan, ga bisa dengar, ga bisa melihat dan ga paham juga. Karena kita sudah membatasi Tuhan dengan pemikiran kita: harus ‘nalar’, dengan cara A pula.

Joyce Meyer menekankan, dia tidak pernah bisa menebak cara kerjanya Tuhan. Cara Tuhan selalu berbeda. Tak terduga.

Pelajarannya:
Jangan stress karena reasoning, berpikir menurut akal/nalar kita sendiri.

Masalah lainnya, bukankah kita selalu berpikir bahwa untuk mendapatkan mujijat Tuhan, butuh iman besar. Padahal kita sadar sekali, iman kita kecil.
Ini yang bikin galau dan kita sulit beriman bahwa Tuhan berkenan menolong atau menjawab doa kita.
Bukankah Tuhan kerap berkata: “Terjadilah menurut imanmu?”

Nach Tuhan mengirim Joseph Prince menjelaskan bahwa kita memang punya iman yang kecil tetapi iman yang kecil ini, kita gantungkan kepada firman-Nya.
Firman itu roh dan hidup, firman itu yang berkuasa membuktikan dirinya sendiri.
Iman kita pasti cukup besar karena bergantung pada Tuhan sendiri.

Jangan punya persepsi jelek terhadap Tuhan. Tetapi yakinlah Tuhan itu Allah yang setia. Dia berkenan mengabulkan doa kita.
Dia akan menolong, karena Dia  memang Allah yang Maha-baik.
Dan Tuhan tidak akan pernah mempermalukan orang-orang yang memiliki persepsi yang baik tentang Dia.
Dahsyat!

Saya pun teringat saat Andrew Wommack membahas tentang Abraham.
Menurut Andrew, bukan iman Abraham yang besar. Iman Abraham kecil saja, namun Abraham tidak memiliki ketidakpercayaan.
Dengan kata lain, iman Abraham itu kecil saja tetapi percayanya 100%.
Tidak dikotori dengan ketidakpercayaan!
Itu yang membuat Abraham mendapat julukan sebagai bapa orang percaya.

Berulangkali Tuhan mengingatkan saya melalui Joel Osteen: jika saya benar-benar percaya kepada-Nya, maka saya tidak akan kuatir.
Dengan cara tidak kuatir, saya menunjukkan kepada Tuhan, bahwa saya beriman.

Jangan sibuk memikirkan bagaimana cara Tuhan akan menolong kita, tetapi serahkan segala permasalahan kepada Tuhan. Tugas kita hanyalah percaya & beriman. Caranya Tuhan menyelesaikannya, itu urusan Tuhan.

Saya paham sekali, ini Tuhan berbicara.
Maka saya belajar taat.
Sebelum tidur, saya berdoa:
“Tuhan, semua permasalahan saya serahkan kepada-Mu. Saya tidak mau kuatir, karena saya beriman. Iman saya yang kecil, dipaku pada janji-Mu: rancangan-Mu adalah rancangan damai sejahtera, dan bukan rancangan kecelakaan. Untuk memberikan kepadaku, hari depan yang penuh harapan. Pegangan saya hanya satu, Engkau Allahku yang setia.”

Ya sudah, saya tidur nyenyak.

Bukankah Raja Salomo (Sulaiman) berkata, “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, jangan bersandar pada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

Pagi-pagi bangun untuk berdoa, tiba-tiba ada dorongan  untuk bertanya tentang masalah yang saya hadapi kepada seorang teman. Dan saya tahu saja pertanyaan yang harus saya tanyakan, padahal kemarin terpikir saja tidak.
Ternyata, saat saya tidur lelap, Tuhan mendownload ide-Nya.

Bayangkan, kalau karena stress lalu saya ga bisa tidur, tentunya Tuhan tidak punya kesempatan men-download ide-Nya kepada saya.
Kalau pun bisa di download, jika pikiran saya stress dan ruwet, saya sendiri sulit membedakan, mana yang ide dari Tuhan dan mana yang dari pikiran saya bukan?
Make sense?

Saya paham, Tuhan tengah membimbing saya langkah demi langkah, tidak sekaligus, tetapi langkah demi langkah.
Dan setiap langkah merupakan suatu Mujijat!

Sometimes adversity is what you need to face in order to become successful – Zig Ziglar.

Kadang-kadang kesukaran adalah apa yang anda harus hadapi untuk mencapai keberhasilan -Zig Ziglar.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

https://instagram.com/therepublicofsvarga?igshid=1nx0fdb2zsc6m
https://instagram.com/mpoinpipaku.id?igshid=17stpssnjde7o
Read More
Articles

“Kesehatan Mental.”

Gospel Truth’s Snacks
Yenny Indra

“Kesehatan Mental.”

Tampak sangat jelas, begitu menyakitkan, dengan adanya epidemi gangguan mental dalam masyarakat kita. Tekanan dunia sedemikian membanjiri pancaindra dan menawan kehidupan pikiran.
Dapatkah kita mengharapkan sehat secara mental di dunia di mana kita tinggal?

Bagaimana kita mendefinisikan kesehatan mental?
Damai sejahtera sempurna yang terlintas dalam pikiran. Damai diartikan sebagai: Shalom = kesejahteraan, kesehatan, kemakmuran, perdamaian.

Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.
Yesaya 26:3 (TB)

Pikiran dapat didefinisikan sebagai kesadaran, persepsi, pemikiran, penilaian, bahasa dan ingatan. Dengan kata lain, ketika bidang-bidang tersebut dibangun di dalam Dia, terciptalah kesejahteraan, kesehatan, kemakmuran dan kedamaian. Kita melihat nasihat serupa dalam Roma 12.

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Roma 12:2 (TB)

Terjemahan harfiahnya:
“Janganlah dibuat dan dibentuk serupa dengan jaman ini: tetapi berubah rupa dengan memperbaiki pikiran kita, sehingga kita dapat membedakan apa yang baik, yang dapat diterima, dan sempurna, sesuai dengan kehendak Tuhan.”

Kita tahu bahwa kita menjadi serupa dengan dunia ini, jika kita kekurangan damai sejahtera. Kekuatiran dunia ini mencekik Firman. Kekuatiran dunia merusak kesehatan mental kita. Sebaliknya, pikiran yang diperbaharui adalah pikiran yang berfokus pada penyediaan, damai sejahtera, sukacita, dan janji-janji-Nya; yang merupakan kehendak Tuhan yang baik, berkenan dan yang sempurna.

Sulit untuk menikmati mental yang sehat, jika kehendak dan tujuan Tuhan masih merupakan misteri bagi kita. Kehendak-Nya mencakup hidup sehat baik secara fisik, mental mau pun emosional. Merupakan kehendak-Nya pula supaya kita berumur panjang dan menyelesaikan tujuan hidup kita di dunia ini. Arahkan pikiran pada tujuan-Nya dan biarkan ‘shalom’-Nya mengalir ke dalam diri kita. Filipi 4:8 adalah kunci sehat secara mental dan dipenuhi dengan damai sejahtera.

“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.”
Filipi 4:8 (TB)

[Repost ; “Mental Health”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

KueKebenaranInjil

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Takut? Terteror? Apa Yang Harus Dilakukan?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Takut? Terteror? Apa Yang Harus Dilakukan?

Dalam perjalanan pulang, saya melihat chat di grup Shine. Ucapan dukacita dari teman-teman P. Hoesen, ketua Contact Mercy, nama salah satu cellgroup saya, meninggal.
Benarkah?
Lemas… Kabar terakhir sudah membaik keluar dari ICU. Tidak percaya rasanya.
Segera japri teman, ternyata benar.
Oh…. ?
Segera chat juga dan mendoakan beliau.
Melayang dalam ingatan guyonan-guyonan beliau… Kocak, ramah dan selalu ceria.
Trenyuh… Bagaimana dengan B. Elly, istrinya?

Sekitar pukul 18.00, muncul chat di grup lain, Aster Theresia Sihotang teman Aspirasi meninggal…
Cantik, aktif dan masih sangat muda. Kerap menjadi MC dalam berbagai acara.
Berbagai grup upload foto Aster.
Sedih….

Menjelang tidur, chat masuk dari adik ipar saya, mengabarkan Dani, adik kelas, juga meninggal. Teman sejak kecil dan tetangga di kampung halaman.

Sempat sulit tidur…
3 orang dekat yang saya kenal, meninggal di hari yang sama. Berbagai kenangan seolah menari-nari di pelupuk mata.
Ketakutan sempat menyelinap dan merasa terteror juga…

Apa yang harus dilakukan dalam keadaan demikian?
Ingat ungkapan Adrienne Shales, “Just speak the Word – perkatakan firman Tuhan.”

Begitu telinga mendengarkan janji-janji Tuhan yang saya ucapkan dengan bersuara, ketakutan pun hilang.

Orang Jawa bilang,”Urip iku mung mampir ngombe – Hidup itu sekedar mampir minum.”
Kematian sesuatu yang pasti. Asalkan kita sudah menerima Tuhan sebagai Juruselamat pribadi, keselamatan dan surga sudah jaminan. Tidak perlu takut lagi.

Ketika mengalami masalah yang berat, Tuhan mengingatkan, gak usah stres. Hidup itu cuma sebentar.
Kalau stres, justru penyakit yang datang.
Padahal saat meninggal, gak ada harta yang dibawa. Yang bikin stres justru hal-hal yang akan kita tinggalkan kalau meninggal.
Lha kan mubazir….

So, hadapi masalah bersama Tuhan.
Jika Tuhan berada di pihak kita, siapa yang dapat melawan kita?

Ketakutan tercipta, karena kita memikirkan kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa terjadi.

We cannot control or tame the storms that we are in, but we can choose to fix our eyes on the One who can silence it.

Kita tidak dapat mengendalikan atau menjinakkan badai yang kita hadapi, tetapi kita dapat memilih untuk mengarahkan mata kita pada Dia yang dapat menenangkannya.

Switch channelnya, pikirkan pertolongan Tuhan di masa lalu dan janji-janji-Nya. Ingat, Tuhan bisa melakukan mujijat, hal-hal yang tidak terpikirkan untuk menolong kita.

Mujijat menurut KBBI adalah kejadian (peristiwa) ajaib yang sukar dijangkau oleh kemampuan akal manusia.
Tuhan mau dan mampu melakukannya untuk kita.
Buat apa takut dan kuatir? Nanti bikin sakit…

Tuhan itu selalu baik dan sangat baik. Dia tahu apa yang saya butuhkan. Waktu buka Instagram Joel Osteen muncul dengan pesannya:
Sekali Anda percaya, kita tidak terus- menerus curhat kepada Tuhan.

Tuhan berkata,
“Serahkan semuanya kepada-Ku. Aku pegang kendali. Aku yang membimbingmu langkah demi langkah.
Meski diluar tidak kelihatan ada yang terjadi, dan kamu tergoda untuk merasa cemas, takut atau kuatir tetapi percayalah, Aku bekerja dibalik layar.
Mungkin saja yang terjadi bukan sesuatu yang bagus, tetapi Aku akan mengubahnya menjadi kebaikan bagimu.”

Firman Tuhan berkata, orang yang percaya kepada-Nya akan masuklah dalam perhentian-Nya dan beristirahat alias rest. Ketika kita rest, kita menunjukkan pada Tuhan bahwa kita beriman kepada-Nya.

Thank you Lord! I trust You.

God didn’t promise us a formula. He simply said, “Walk with Me.” -Elisa Morgan

Tuhan tidak menjanjikan kita adanya sebuah rumus.  Dia hanya berkata, “Berjalanlah bersamaKu” – Elisa Morgan

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU?
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Pelajaran Sederhana Dari Kehidupan Sehari-hari.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Pelajaran Sederhana Dari Kehidupan Sehari-hari.

Puji dan Bu Henny merayakan ulang tahun bersama-sama. Setelah puas berfoto-ria, tibalah saat untuk makan.
Doa makan sudah. Tapi kami sibuk saling sungkan, siapa yang akan duluan mulai mengambil makanan. Yang ultah mempersilakan yang senior terlebih dahulu, demikian pula sebaliknya.

“Sebetulnya dalam hidup juga seperti ini, Tuhan sudah menyiapkan semua berkat-Nya, lengkap dan komplit … Plit..Plit.. Plit… Tergantung kita, mau mengambil, memilih dan menikmatinya, atau tidak?”

Wow… Betul juga ya. Meski semua makanan sudah tersedia, kalau kita tidak mau melakukan bagian kita: mengambil piring sendok, menyendok nasi beserta lauk pauknya, kita bisa kelaparan meski makanan enak lengkap tersedia di depan mata.

Kami pun tidak saling sungkan lagi, bergegas mengambil makanan dan menikmatinya.
Hmmm… Nikmat…. ?

Kami makan di samping pohon durian Musangking yang masih muda.
Terlihat dahan-dahannya masih kecil.

“Pohon durian ini tidak akan berbuah, sampai nanti dahannya sudah cukup besar dan kuat untuk menopang buahnya,” ujar dr. Iwan.

“Betul juga ya… Tuhan itu Maha-dahsyat. Dia tidak akan membebani dahan ini dengan buah yang belum mampu ditopangnya. Dengan cara yang sama, Tuhan tidak akan membebani kita dengan sesuatu yang kita tidak mampu,” sahut Erni, “Tuhan akan menanti hingga dahan kita kuat, barulah tumbuh buah duriannya. Dengan kata lain, jika kita ingin ‘berbuah’, diberkati, dipercaya mengelola sesuatu yang besar, maka kita harus bertumbuh dan melatih diri menjadi kuat. Mengerjakan bagian kita.”

Betul juga ya…. Paham sekarang prinsipnya.
Setiap orang diberi ukuran iman yang sama, ibarat otot, setiap orang punya ukuran otot yang sama.
Saya tidak suka olah raga, mau ikut mendaki gunung yang agak tinggi pun, sudah tidak kuat dan tidak terlatih.

Berbeda dengan Elisa, putri saya, yang mampu pull-up dan naik gunung-gunung tinggi seperti Gunung Semeru dan Gunung Rinjani, karena dia tekun melatih ototnya.

Berbeda lagi dengan Ade Ray, nampak nyata otot-ototnya yang bagus dan terbentuk indah. Dia mampu mengangkat beban ratusan kilogram.

Nach Tuhan itu adil, setiap orang lahir dengan memiliki otot yang sama. Tetapi apa yang dikerjakan dan dilatih sehubungan dengan otot itu, yang membedakannya.

Berkat Tuhan tersedia merata untuk semua orang, namun ketika kita belajar, berlatih, mendisiplinkan diri untuk menemukan rahasia-rahasia untuk meraih harta karun itu serta mempraktekkannya, itu yang membedakannya
Harta karun itu bisa berupa kekayaan, kesehatan, damai sejahtera, hikmat, hubungan yang harmonis dsb.

Ingatlah, untuk membuka pintu berkat itu ada cara yang berbeda-beda.
Ada pintu yang harus ditarik, didorong atau justru digeser. Belum lagi yang ada lubang kuncinya. Pintu besi yang besar, kuat dan sangat berat, saat  kita punya kuncinya, dengan satu gerakan membuka, terbukalah sang pintu …. ??
Pelajarannya, cari, pelajari dan temukan kuncinya!

Pilihannya ada di tangan kita sendiri.
Make sense?
Belajar memahami jalan-jalannya Tuhan yuk…. Biar hidup jadi lebih hidup.
Setuju?

For the wise, these proverbs will make you even wiser, and for those with discernment, you will be able to acquire brilliant strategies for leadership.

Karena bagi orang bijak, amsal ini akan membuatnya lebih bijak, dan bagi mereka yang mampu mengamati, dia akan dapat memperoleh strategi kepemimpinan yang brilian.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 252 253 254 255 256 308