Category : Articles

Articles

Insecure? Ini Solusinya!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Insecure? Ini Solusinya!

Sadarkah kita bahwa setiap kita punya perasaan tidak aman, sesuai level masing-masing? Orang yang merasa tidak aman, berhubungan dengan orang tidak aman lainnya. Bisa dibayangkan, betapa rumitnya .. Konflik demi konflik terjadi, tanpa penyelesaian yang jelas.

Saya ingat sekali, mama begitu peduli dengan pendapat orang lain. Apalagi kami tinggal di kota kecil. ‘Apa kata orang?’, menjadi batasan yang menyulitkan saya menjadi diri sendiri.

Teringat kisah seorang bapak dan anaknya yang hendak menjual kuda ke kota. Ketika si bapak yang menunggang kuda dan si anak menuntunnya, orang yang kewat memberi komentar: “huh bapak yang tidak punya perasaan.”
Lalu gantian, si anak yang naik kuda dan si bapak yang menuntunnya, orang yang berpapasan memberi komentar, “Dasar anak durhaka, tidak tahu diri, orangtua disuru jalan, anak yang dengan enaknya  naik kuda.”
Nach lho….

Moral cerita, setiap orang punya pendapat yang berbeda! Mustahil menyenangkan semua orang. Banyak orang yang terjebak, ingin diterima lingkungannya, ‘memaksakan¹ diri hidup diluar keinginan dan kemampuannya. Demi jaga image. Hidup dengan topeng.

“Kebanyakan orang hanya menyembunyikan perasaan tidak aman dalam diri mereka, hidup di balik topeng dan menyangkali diri mereka yang sebenarnya — dan orang yang mengaku percaya Tuhan, terkadang justru yang terbaik dalam hal itu!”, Jelas Arthur Meintjes,
“Namun dengan menyembunyikan rasa tidak aman, perlahan kita kehilangan siapa jati diri kita sesungguhnya. Menyembunyikan rasa tidak aman,  bagaikan mengobati kanker dengan aspirin — mungkin membuat Anda merasa lebih baik selama beberapa jam, tetapi itu tidak akan menyelesaikan masalah.
Bagi orang-orang yang merasa tidak aman, dia harus selalu benar. Dan berbeda pendapat merupakan masalah besar.”

Setelah belajar di Sekolah Charis, nilai-nilai yang saya hidupi makin jelas dan terarah. Tidak takut untuk berbeda dengan orang lain, Jika itu berdiri di atas kebenaran firman Tuhan. Terlebih lagi para guru memberikan teladan dengan berbagi kehidupannya.

Arthur Meintjes, salah satu guru favorit saya mengajarkan, satu-satunya cara menyembuhkan perasaan tidak aman, -insecure-, dengan bercermin pada firman Tuhan, standar kebenaran Tuhan yang tidak pernah berubah.

Ketika memandang dan mempelajari firman Tuhan, kita mengenal Allah, sekaligus mengenal diri kita sendiri. Itulah jati-diri kita yang sejati. Allah ada di dalamku, maka karakter saya yang sejati adalah karakter Allah.
Wow…. Keren…

Identity is the deep knowledge of where I come from, where I’m going, and to whom I belong.

Identitas atau jati diri adalah pengetahuan mendalam tentang dari mana saya berasal, ke mana saya pergi, dan milik siapakah saya.

Saya berasal dari Dia, kelak akan pergi kepada-Nya dan saya adalah milik-Nya.

“Perubahan yang sejati adalah perubahan yang tidak diupayakan, tetapi terjadi secara natural karena keintiman hubungan kita dengan Allah. Jika diupayakan, yang diubah 95% hanyalah penampilan luarnya saja,” ungkap Arthur Meintjes.

Bertahun-tahun saya merasa bersalah (merasa tidak aman), karena mengirimkan Christian ke Australia setelah lulus SD, pertimbangannya Chris juara junior golf saat itu. Dengan pemikiran agar golf dan sekolah maju bersama. Dan mengirim Elisa setelah lulus SMP.
Para ahli pendidikan senantiasa menyarankan agar anak berpisah dengan ortu setelah berusia 17 tahun. Agar nilai-nilai kehidupan sudah mapan.

Ketika saya flashback, baik Elisa mau pun Chris, tumbuh menjadi pribadi yang tahu persis apa yang mereka inginkan, mandiri dan bersiteguh mengejar apa yang diinginkannya. “_I know what I want_,” ujar Elisa percaya diri. Dan ini tidak mudah. Anak-anak bukan Yes-Man yang selalu tunduk pada apa kata ortu. Kami mengalami konflik-konflik yang tidak mudah.
Dan mengalami fase ‘Sepakat Untuk Tidak Sepakat.’

Menurut Arthur, hanya orang dewasa yang bisa menjalani ‘Sepakat untuk Tidak Sepakat’ dengan cara yang baik. Untunglah saya belajar dari pendapat pakar yang memang ahli di bidang tersebut, sehingga merasa baik-baik saja.
Bayangkan jika saya minta pendapat, tetangga, tentu dianggap menyalahi pakem ‘apa kata tetangga’?
Dan bisa dikritik habis-habisan. Padahal kita berpikir berdasarkan persepsi. Jika persepsi kita salah, cara kita bereaksi dan mengambil keputusan juga salah.

Apa yang saya lakukan?
Berdoa dan menyerahkannya kepada Tuhan!
P. Indra punya pendapat sendiri dan anak-anak juga. Cara pikir mereka berbeda.
Untunglah anak-anak terbiasa berpikir logis.
Kami terbiasa bernegosiasi dengan menyodorkan pendapat para pakar. Saling kirim link artikel. Dari pendapat Warren Buffett, Jim Collins, para pakar bisnis lainnya, hasil research  sampai pembuktian bahwa strategi yang diterapkan anak-anak berhasil.

Mudahkah? Sama sekali tidak!
Apalagi saat belum kelihatan hasilnya. Dan itu itu butuh waktu sampai menghasilkan bukti, sehingga ke dua kubu bersedia saling kompromi dan support.
Apalagi dalam setiap hubungan, masing-masing berpikir sesuai persepsi dan asumsi yang belum tentu benar.

Apa kata dunia?, ini yang ditakutkan oleh banyak orang. Belajar dari Arthur Meintjes, ternyata ‘Sepakat Untuk Tidak Sepakat’, itu sah-sah saja. Bahkan sikap yang dewasa.

Saya pun belajar, untuk memprioritaskan apa yang penting. Ibarat lomba lari, Run Your Own Race. Jangan mengurusi komentar penonton di tepi lapangan. Yang penting goal tercapai.
Anak-anak mandiri, mampu berbisnis sendiri, mampu menemukan serta mengembangkan talentanya secara maksimal.

Elisa berbisnis peralatan olah raga dengan brand: The Republic of Svarga. Christian mampu mengembangkan tangki Anti Virus MPOIN dengan berbagai kelebihannya. Nicholas mulai menemukan keunikannya, berbisnis di bidang IT sesuai talenta khususnya. Michelle yang masih kuliah sedang mempersiapkan diri.

Apakah mereka berhasil karena kehebatan P. Indra dan saya sebagai ortu?
Sama sekali tidak!!!!
Perenungan ini justru meneguhkan kembali prinsip saya:
Karena Yusuf disertai Tuhan, maka potifar diberkati, apalagi jika ada seorang istri, ibu dll yang bersedia mencari Tuhan, maka berkat Tuhan akan mengejarnya dan everything will fall into place (segala sesuatu berada di tempat yang seharusnya), sungguh terbukti.

Cari Tuhan dan kebenarannya maka semuanya akan ditambahkan dalam hidup kita.

Tuhan yang memberi ide, mempertemukan anak-anak dengan orang-orang baik dan tepat, yang pada akhirnya membawa mereka pada tujuan Tuhan bagi hidup mereka dan membawa kami semua, yang semula tidak sepakat, menjadi sepakat. Demikian pula di berbagai bidang kehidupan yang lain dan dalam membangun relationship dengan siapa saja.

Apakah semua sudah kelihatan hasilnya? Tentu saja tidak!
Sebagian masih dalam proses, sebagian saya tidak tahu jalan keluarnya.
Saya suka dengan ungkapan Andrew Wommack,
“Saya belum mencapai tujuan tetapi setidaknya saya sudah berangkat.”
Kalau menunggu sempurna, akhirnya tidak berbuat apa-apa.

Penonton mungkin saja mengkritik, ibarat  sedang menyulam, mereka melihat kacaunya benang yang ke kanan dan ke kiri… Tidak jelas gambar apa.
Namun saat semua selesai, barulah mereka terpukau … Wow indahnya.

Jaminannya apa kalau pasti berhasil?
Apabila Tuhan ada di pihakku, siapakah lawanku? Kalau Tuhan menyertai, gak ada yang mustahil. Jika Tuhan sudah memulai, Dia akan menyelesaikannya.
“Terjadilah sesuai imanmu,” kata Tuhan.
Dan saya percaya!

Bagaimana dengan Anda?

Yes, you may feel unqualified, uneducated, untrained, under-gifted oe even unworthy. Yet… Those are excellent qualifications for God to do a mighty work- Charles R Swindoll.

Ya, mungkin saja Anda merasa tidak berkualitas, tidak berpendidikan, tidak terlatih, kurang berbakat atau bahkan tidak berharga.  Namun … Itu adalah kualifikasi yang sangat baik bagi Tuhan untuk memakai Anda melakukan pekerjaan (-Nya) yang hebat – Charles R. Swindoll.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://instagram.com/mpoinpipaku.id?igshid=rjebfgas4dec

Or

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Injil Klise # 2 Segala sesuatu terjadi karena suatu alasan.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Injil Klise # 2 Segala sesuatu terjadi karena suatu alasan.”

Tanggapan khas untuk hal-hal buruk yang terjadi adalah hal buruk “terjadi karena suatu alasan”.
Sekali lagi, orang percaya yang mengatakan hal-hal seperti itu, menunjukkan kurangnya pemahaman yang mencolok tentang bagaimana Kerajaan Allah bekerja, dan bagaimana dunia bekerja. Banyak sistem kepercayaan standar yang bertumpu pada gagasan tentang pengaruh ilahi yang berhubungan dengan alam semesta, atas bumi yang secara misterius membawa kehendak ilahi Allah melalui bencana yang terjadi di dunia ini.

Alkitab menyatakan bahwa segala sesuatu terjadi menurut hukum rohani: tabur dan tuai. Jika kita menabur dalam daging, kita akan menuai kerusakan/kebinasaan.
Jika kita menabur dalam Roh, kita akan menuai hidup (Galatia 6:8).
Ditambah dengan pemahaman bahwa seluruh dunia berada di bawah kejahatan dan bumi sedang diguncang oleh kerusakan dosa (1 Yohanes 5:19, Roma 8:21-22), kita harus menambahkan dinamika manusia yang terpisah dari Tuhan, akan mengejar keinginan daging mereka sendiri.

Perbuatan daging yang dijelaskan dalam Galatia 5:19-21, merupakan alasan mengapa banyak hal buruk terjadi. Perzinahan, pembunuhan percabulan, kemabukan, kebencian, dll. Pada dasarnya, kejahatan dan hampir selalu merupakan akar lebih banyak hal buruk. Salah satu alasan mengapa begitu banyak hal buruk terjadi karena adanya nafsu kedagingan. Tuhan sama sekali tidak terlibat.

Alasan lain mengapa umat-Nya binasa, karena kurangnya pengetahuan (Hosea 4:6). Ketidaktahuan terhadap cara Tuhan bekerja, merupakan alasan utama, mengapa hal-hal buruk terjadi.

Hanya percaya bahwa ada tujuan ilahi dalam segala sesuatu yang terjadi di bumi, pada dasarnya adalah paham fatalisme, yang memungkinkan mereka yang percaya seperti itu untuk menempatkan semua tanggung jawab dan rasa bersalah pada Tuhan sambil mengabaikan peran mereka sendiri dalam rantai peristiwa yang membawa bencana.

[Repost ; “Cliché #2 Everything happens for a reason”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU ?
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Covid & Strategi Iblis Untuk Menghancurkan.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Covid & Strategi Iblis  Untuk Menghancurkan.

P. Indra, Michelle dan saya baru tiba di Surabaya. Setelah 5 bulan stay di Jakarta.
Christian bilang, sebaiknya kami test dulu.
Maka kami test antigen dengan alat sendiri. Elisa dan P. Indra langsung kelihatan hasilnya: Negatif.
Punya saya dan michelle, sama sekali tidak kelihatan apa-apa. Saat itu sudah malam, jadi dibiarkan saja.


Esok harinya, cari-cari senter UV katanya hasil lebih jelas. Ternyata gak ketemu.
Dilihat lagi dengan mata telanjang, remang-remang… Yang satu negatif, yang satu lagi antara kelihatan dan tidak kelihatan, seperti 2 garis.
Kemarin gak ditulis nama pula. Oh…
Tegang.
Gak enak nich bertemu keluarga. Bisa saya atau Michelle yang positif. Hari minggu pula, cari rumah sakit terdekat yang bisa test, semua sudah tutup.

Akhirnya kami memilih ke rumah sakit di dekat Bandara Juanda.
Sebelum berangkat saya berdoa sepakat dengan Michelle, menggunakan otoritas, mengusir segala kuasa jahat iblis.
Sepanjang perjalanan deklarasi janji-janji Tuhan:

Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa
akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”
Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk.
Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.
Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang,
terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.
Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.
Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik.
Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu,
malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu.

Sejujurnya, saya juga mulai merasa, koq tenggorokan terasa kering ya… ?
Padahal sebelumnya biasa-biasa saja.
Saya menepis pikiran buruk dan ingat kata-kata Joyce Meyer,
Jangan mengandalkan nalar manusia,  percayalah kepada Tuhan.

Saya menguatkan hati, menolak takut.
Ini serangan iblis. Justru kalau memikirkan yang buruk, itu yang terjadi.
Tetapi di dalam kedalaman hati yang terdalam, saya yakin: kami baik-baik saja.
Wong sehat walafiat koq…
Tidur nyenyak dan semuanya oke.

Sengaja kami Test antigen plus PCR.
Mengapa dobel?
PCR butuh waktu 2 hari. Antrian full. Sungguh merasa terteror kalau harus menunggu hasil 2 hari, padahal kami tinggal serumah dengan anggota keluarga yang lain.
Apalagi kalau yang lain takut kami OTG.

Sambil menunggu test dan hasilnya, saya buka chat WA. Bersyukur saya dikelilingi teman-teman dekat yang positif dan penuh iman. Buka WA, yang dibaca janji-janji penyertaan Tuhan.
Aphen menulis:
Semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.

Seolah Tuhan berbicara langsung pada saya.
Yess…. !!! Kami sudah mengalahkan iblis dan covid mau pun penyakit apa pun.

Saya menyadari dan mengalami secara pribadi, apa yg dijelaskan P. Irwan, direktur Charis Indonesia. Covid itu cara iblis memecah belah dan menghancurkan manusia. Kita sekarang saling curiga, takut berdekatan karena phobia takut tertular virus. Cipika cipiki yang dulu bikin kita akrab dan merasa dikasihi, sekarang tidak ada lagi. Semua social distancing.

Test dan hasil test Antigennya keluar 30 menit kemudian.
Dan hasilnya: NEGATIF!!!
Leganya….  Yeaaayyyy….
Praise To The Lord!
Allah selalu bisa diandalkan.

Pengalaman ini menyadarkan kembali, kita itu hidup sendirian. Hanya Allah yang selalu menyertai kita.
Kalau seseorang tertular covid, dia akan dikucilkan. Keluarga pun gak mau resiko. Dan hanya Allah yang bisa menyembuhkan.
Karena itu, mari bangun hubungan lebih intensif dan serius dengan-Nya. Tempat yang aman hanya ada di dalam Tuhan.

God, you’re such a safe and powerful place to find refuge! You’re a proven help in time of trouble—

Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Injil Klise.”

?Gospel Truth’s Cakes?
? Yenny Indra ?

“Injil Klise.”

Dalam beberapa posting berikutnya saya ingin memperlihatkan sejumlah klise yang digunakan beberapa orang Kristen untuk menjelaskan pandangan mereka tentang Tuhan dan dunia.

Klise # 1 Tuhan memegang kendali.

Ini adalah tanggapan khas kebanyakan orang Kristen terhadap peristiwa apa pun di dunia yang tampaknya tragis atau tidak dapat dipahami. Tujuannya untuk menyampaikan, meski terjadi berbagai peristiwa dunia: tragedi, penyakit, dan kematian yang mungkin misterius bagi kita, namun kita merasa terhibur karena Tuhan yang mengendalikan semuanya.

Ini adalah kesalahpahaman mendasar yang mengarah pada fatalisme, kepasifan dan pandangan yang salah tentang Tuhan.

Saya berpendapat, jika Tuhan mengendalikan segalanya, di surga/ langit baru, bumi baru, maka setiap orang dan segala sesuatu akan sepenuhnya tunduk kepada-Nya. Namun di dunia ini, kita bisa melihat, kerusakan, kematian, tragedi, dan kegelapan. Tuhan tidak mengendalikan hal-hal ini.

Mengapa kita dengan terang-terangan menuduh bahwa Tuhan yang mengatur, padahal Dia bahkan tidak mengendalikan kita yang mengaku dipenuhi dengan Roh-Nya?
Apakah Tuhan menekan kita agar mematuhi hukum, membayar pajak, mengurangi batas kecepatan mobil kita dan menyangkal kedagingan?
Meski demikian, kita harus percaya bahwa Tuhan mengendalikan “segalanya yang lain”?

Tuhan memberikan bumi kepada manusia.
(Kejadian 1:26-28, Mazmur 115:16, Mazmur. 8:4-6).
Kebenaran ini merupakan dasar untuk memahami sifat Tuhan, sifat manusia dan tujuan penebusan. Manusia diciptakan menurut gambar Allah dan diciptakan agar menguasai ciptaan Tuhan. Dosalah yang memisahkan manusia dari kehidupan dan tujuan Tuhan serta menyerahkan bumi di bawah kekuasaan iblis.
(2 Korintus 4:4, 1 Yohanes 5:19).

Pendapat bahwa Tuhan mengendalikan segala sesuatu, artinya menempatkan tanggung jawab penuh atas terjadinya penyakit, kematian, tragedi, perang, bencana alam, pelecehan anak dan setiap kejahatan lainnya di pangkuan-Nya. Tuduhan itu menjadikan Tuhan sebagai penyebab penderitaan manusia.

Ketika kita mendapatkan pewahyuan bahwa Tuhan memberikan kekuasaan kepada manusia, kita dapat mulai bekerja sama dengan tujuan-Nya di bumi.
Kita dipanggil untuk memerintah dalam hidup! (Roma 5:17)
Kita dipanggil untuk menenangkan badai, menyembuhkan orang sakit, mengusir setan dan memperluas Kerajaan Allah (Yohanes 14:12).

Kita tidak dipanggil untuk duduk santai dan menanggapi dengan klise, segala penderitaan yang terjadi di sekitar kita atau dalam hidup kita sendiri. Inilah saatnya untuk menundukkan diri pada kebenaran sejati tentang Tuhan, melawan iblis, dosa dan kerusakan, serta memerintah dalam hidup! (Yakobus 4:7).

[Repost ; “The Gospel of Clichés”. – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apa Yang Membuat Kita Bersyukur?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apa Yang Membuat Kita Bersyukur?

Pada umumnya orang akan bersukacita dan dari mulutnya keluar ucapan syukur saat mendapatkan rumah baru, mobil baru, menang undian dsb.
Pokoknya mendapatkan sesuatu yang baru dan berharga.

Tadi saat sedang berjalan di Mall dengan P. Indra, entah di mana salahnya saya terpeleset… Untung sempat berpegangan tangan P. Indra sehingga jatuh tapi tidak apa-apa. Sedikit memar di lutut.
Saya baru menyadari, alas sandal saya memang agak licin. Modelnya cantik tapi membahayakan.

Ketika saya melanjutkan perjalanan, tiba-tiba ada bisikan kecil dalam hati mengingatkan agar saya bersyukur kepada Tuhan. Betapa saya dijagai sehingga tidak kurang suatu apa…

“Terimakasih Tuhan… Sungguh Engkau baik. Banyak orang jatuh jadi stroke dsb. Kalau saya baik-baik saja, itu sungguh suatu anugerah dan bukti perlindungan Tuhan yang nyata.”

Saya merasa sangat dicintai Tuhan… Allahku selalu bisa diandalkan.

Tuhan pun mengingatkan, betapa banyaknya yang bisa dan wajib disyukuri, meski pun saya tidak menerima hadiah atau mendapatkan sesuatu.

Tidak sakit dan tetap sehat, itu hadiah yang tak ternilai harganya.
Sahabat P. Indra yang terkena Covid beberapa bulan lalu, bercerita,
“Rasanya ingin mati saja. Bayangkan, mau nafas saja susah. Yang lebih menyiksa lagi, di rumah sakit, kamarnya dikunci dari luar. Di isolasi. Melebihi orang yang dipenjara. Tidak bisa apa-apa.”

Mendengar cerita itu, segera saya menarik nafas panjang-panjang…. Ah, betapa leganya. Ini sesuatu yang sangat berharga, yang selama ini jarang diperhatikan.

Kalau kita sehat, bisa makan apa saja terasa nikmat. Menghirup udara dengan segar dan bebas. Masih bisa berkumpul keluarga dan teman. Apalagi saya masih bisa tetap sekolah dan hidup penuh semangat… Bukankah itu sebuah anugerah yang luar biasa?
Privilege dari Tuhan yang jarang disadari.

Bebas dari ketakutan karena mengenal Tuhan secara pribadi, ini juga anugerah yang sangat berharga. Bisa tetap hidup normal tanpa kecemasan. Saya punya Allah yang luar biasa.

Sahabat P. Indra bercerita juga, sulit tidur. Karena cemas dengan Covid, dia memperbanyak olahraga. Terlalu lelah justru sulit tidur. Akibatnya kondisi drop. Akhirnya kena covid.

Berapa banyak dari kita yang bersyukur karena bisa tidur nyenyak semalam? Kita kerap take it for granted, meremehkannya… Padahal tidur lelap pun anugerah Tuhan, yang bikin tubuh sehat dan imun meningkat.

Chat dari Bu Mira masuk. Foto daftar obat yang harus dikonsumsi jika masih awal menderita covid.
Wow…
Segera saya forward ke Ayda, adik ipar saya, dan P. Pujianto di Batu, Malang, yang mengeluh radang tenggorokan dan wajib test Swab. Beliau hamba Tuhan di desa sekaligus pembawa acara rohani di sebuah stasiun radio. Setia melayani ke desa-desa.

Beberapa hari lalu, ayda, adik ipar saya bercerita, kakaknya positif covid. Rumah sakit di kotanya penuh. Kondisinya sudah beberapa hari, nampak kurang bagus. Akhirnya diberi alat bantu pernafasan untuk menyalurkan oksigen. Fotonya menunjukkan kondisinya yang kurang bagus.

Saya minta dukungan doa teman-teman Sekolah Charis.
Luar biasanya, keesokan harinya, sang kakak minta mandi dan berjemur. Kondisinya menunjukkan perubahan yang sangat baik. Puji Tuhan…
Tidak ada doa yang sia-sia.

Ayda bercerita tapi masih ada dahak. Nach… Pas di foto yang dikirim Bu Mira, lengkap dengan obat untuk dahak.
Tuhan memang baik, menyediakan segala yang kita perlukan.

Beberapa jam kemudian, masuk lagi chat Bu Mira,
“Sorry, salah kirim…”

Lho… 😉

Saya bilang, infonya berguna sekali. Menjawab kebutuhan dan tepat pada waktunya.

Hahaha…  Tuhan itu unik. Menjawab kebutuhan dengan cara Bu Mira salah forward.
Cara Tuhan sungguh tak terduga tetapi Dia senantiasa menjawab kebutuhan kita.
Terimakasih Tuhan!

God is good, all the time. 
Selalu ada yang bisa kita syukuri.
Sudahkah kita menghitung berkat-berkat-Nya dan bersyukur?

Every chance I get, I will praise the Lord for all He has done for me.

Setiap ada kesempatan, saya akan memuji Tuhan atas semua yang telah Dia lakukan untuk saya.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 248 249 250 251 252 308