Articles

Mastering Consistency. (Survival Kit Part 4).

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Mastering Consistency. (Survival Kit Part 4).

Masih tentang Norman Williams, dia mengalami kecelakaan 27 Maret 1977. Beliau meninggal 2 Agustus 1997, 20 tahun kemudian setelah selamat dari kecelakaan.
Dan saya membaca kisahnya serta menonton youtube-nya, februari 2021. Artinya, 24 tahun setelah Williams meninggal. Dan 44 tahun setelah kecelakaan itu terjadi.

Wow…. Sungguh mengagumkan ketika menyadari bahwa Williams masih bisa mempengaruhi hidup banyak orang, meski pun dia telah meninggal puluhan tahun yang lalu. Padahal rekaman youtube-nya masih sangat sederhana. Maklum th 1997. Belum secanggih sekarang.

Uniknya pula, Ian Borkent, penulis  buku “The Norman Factor” menemukan bahwa menerapkan kunci yang sama yang digunakan Norman, membawa kemenangan di tengah situasi yang nampak mustahil- ketika istrinya Jedidja Borkent hampir meninggal setelah dia melahirkan putri mereka.
Mujijat berlaku untuk semua orang yang percaya!

Ternyata menulis, merekam dan membagikan apa yang kita alami, bisa dipakai Tuhan secara ajaib untuk menjadi berkat bagi banyak orang!
Warisan abadi bagi generasi mendatang.

Bagi yang belum membaca kisah sebelumnya, klik:

Irvan Jie menulis artikel berjudul “Mastering – Consistency” yang bercerita bagaimana P. Prie G.S. mendorongnya untuk konsisten menulis. Walau pun Irvan dalam tahap mahir, tanpa dilatih, ilmu itu akan memudar dan berkurang kemampuannya. Irvan pun menjabarkannya dengan apik.
Thanks Irvan!

What is more important and crucial than just knowledge? Consistency! – Prie G.S.

Apa yang lebih penting dan krusial daripada sekedar pengetahuan?  Konsistensi!  – Prie G.S.

Hhmm ternyata konsisten menulis, salah satu kunci sukses yang diajarkan P. Prie G.S..
Saya suka membaca quotes beliau.
Tulisan dan quotesnya tetap hidup, menjadi ‘guru’ serta panutan, meski P. Prie sudah menghadap Sang Khalik beberapa hari lalu.

Saya memilih 3x seminggu post tulisan Seruput Kopi Cantik YennyIndra, yang murni tulisan saya sendiri dan di hari sisanya, kecuali Hari Minggu, saya post Gospel Truth’s Cakes, berupa terjemahan tulisan para guru saya. Supaya seimbang dan ‘memaksa’ saya terus belajar.
Pertimbangan lainnya, tidak semua teman punya kesempatan sekolah. Dengan cara demikian, mereka bisa mendapatkan intisari pelajaran dan perenungan dari saya, masih ditambah tulisan berbobot dari para guru Charis.

Tidak ada seorang pun yang mendata, atau bertanya, berapa sich aset kekayaan Norman Williams mau pun P. Prie G.S.?

Apa yang dikenang masyarakat?
Dampak kebaikan yang tercipta karena mengenal mereka baik secara langsung, mau pun tidak langsung, mungkin melalui tulisan, video, apalagi jika mengenal secara pribadi, dsb.

“Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama.”
Artinya setiap orang yang sudah meninggal pasti akan dikenang sesuai dengan perbuatannya di dunia.

Ada ungkapan Norman Williams yang terus menerus terngiang, dalam keadaan krisis, -antara hidup dan mati-, yang terpenting adalah The Presence of God, kehadiran Tuhan.
Mati pun akan masuk surga, dengan berjalan dalam tuntunan-Nya, sehingga tidak menakutkan lagi.

Nyanyian Raja Daud:
Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?
Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau.
Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut,
juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.
Jika aku berkata: “Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam,”
maka kegelapan pun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.


Dalam keadaan terjepit, menaklukkan situasi yang mustahil menurut nalar manusia, The Presence of God – kehadiran Tuhan, menjadi kekuatan dan memberikan damai sejahtera yang membuat kita berani mengalahkan tantangan sebesar apa pun. Norman Williams pun mengalami berbagai mujijat.
Melegakan sekali!

Pada akhirnya, sesungguhnya hanya Tuhan yang selalu menyertai kita.
Janji-Nya:
“I will Never Leave You Nor Forsake You.”

Aku tidak akan pernah meninggalkan engkau mau pun membiarkan engkau.

Sungguh janji yang amat sangat luar biasa! Dan terbukti!

Satu lagi yang diungkapkan Norman Williams, tidak ada yang lebih membahagiakan dalam hidup, melebihi saat kita menyadari bahwa kita benar-benar berada di tengah kehendak Tuhan.
Sedang menggenapi tujuan hidup yang direncanakan Tuhan bagi kita.

Pertanyaannya:
Apakah kita sedang menggenapi rencana Tuhan dalam hidup kita?
Warisan apa yang sudah kita persiapkan bagi generasi mendatang?

Our actions are windows into our hearts.

Tindakan kita adalah jendela menuju kedalaman hati kita.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Say What You Want… Say What You Mean…Mean What You Say…
Rahasia Kesembuhan & Hidup Yang Berkenan Kepada Allah.
“Apakah Anda Mendengarkan Dia?”