Category : Articles

Articles

Tuhan Mengirimkan ‘Malaikat’-Nya Bak MacGyver. Mau Dengar? Ini Kisahnya!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Tuhan Mengirimkan ‘Makaikat’-Nya. Mau Dengar? Ini Kisahnya!

Apakah berkat hanya dalam bentuk uang, materi dan aset?
Tidak!
Tuhan memberi kami berkat luar biasa, yaitu sahabat baik sekaligus guru juga saudara seiman. Komplit plit plit plit…
Sungguh suatu anugerah yang luar biasa!

Sabtu pagi, P. Henry dan Rosita datang ke rumah membawakan bubur ikan gabus yang nikmatnya,…. Alamak!.
Jempol 5 pokoknya!
(Yang satu pinjam jempol tetangga… Wkwkwk…)

P. Henry ini bak MacGyver… Apa saja dia bisa.
Siapa yang suka nonton serial TV  MacGyver?
Ayooo tunjuk jari…

Nach lho ketahuan…berapa umurnya?
MacGyver tokoh dalam film serial TV tahun 80-90 an, digambarkan sebagai pribadi yang kreatif, banyak akal dan serba bisa.
Apa saja bisa dipakainya menjadi alat, yang akhirnya menjadi solusi dari masalah yang dihadapinya.

Nach… P. Henry persis seperti itu.
Prinsipnya, asal mau belajar, semua pasti bisa.
Beliau jago masak, ahli tanaman, ikan, karang laut, bangunan, mesin-mesin hingga kalau ada mesin di pabriknya yang rusak, P. Henry juga yang turun tangan.
Ada kemiripan dengan P. Indra, tetapi P. Indra mengakui, P. Henry jauh lebih teliti dan detil.
Apa saja dia suka dan dipelajari dengan mendalam.

“Ko Henry itu ibarat anak hiperaktif. Gak bisa diam. Ada saja yang dikerjain…,” komentar Rosita, istrinya.

Kami berkenalan saat tour ke Balkan beberapa tahun lalu. Ramai, akrab dan menyenangkan. Tetapi seperti biasa, setelah tour kembali ke habitat masing-masing, jarang saling kontak.

Tanpa sengaja saat berbelanja di Qbig Mall, BSD, bertemu P. Henry dan Rosita. Ternyata sekarang mereka tinggal di Lancewood, Navapark. Sementara kami tinggal di Lakewood, Navapark. Bertetangga dong…. Duh, senangnya….

Sejak dulu saya suka bercanda dengan teman-teman yang jago masak,
“Mestinya kita bertetangga ya… Habis aku ga bisa masak wkwkwk….”
Rupanya ucapan kita bak doa. Sekarang Tuhan benar-benar memberi saya tetangga yang jagoan masak, P. Henry dan Rosita.
Murah hati pula… Masakan enak pun berdatangan silih berganti.

Menjelang Michelle pulang ke Amerika, kiriman makanan datang. Sampai Michelle bertanya, apakah saya bercerita pada Om Henry dan Tante Rosita makanan apa yang Michelle suka?
Karena pas sekali, yang dikirim justru masakan yang sedang diidam-idamkan  oleh Michelle dan itu jenis masakan yang tidak biasa. Koq bisa tahu?
Wow…. Padahal saya tidak cerita apa-apa.
Kebetulan?
Tentu tidak!
Tuhan menunjukkan kasih-Nya  kepada Michelle dan keluarga kami,  dengan memakai ‘malaikat’-Nya, P. Henry dan Rosita.

Yang unik lagi, taman kami cukup luas sekitar 350 m2. Karena P. Indra suka golf maka sejak dulu dia paham soal rumput. Di rumah kami di Solo, dulu kami punya mini golf. Jadilah di Navapark taman kami ditanami rumput. P. Indra sudah paham cara merawatnya.

Tetapi untuk tanaman hias dan bunga-bungaan, apalagi yang jenis bonsai, kami awam sekali. P. Henry jago sekali dari tanaman hias hingga buah dan bonsai. Beliau sangat menguasai hingga ke detil-detilnya. Jadilah P. Indra berguru pada P. Henry.
Tuhan baik. Selalu menyediakan apa pun yang kami perlukan, tepat pada waktunya.

Tidak hanya diajarin, kami ditemani belanja, dipilihkan, bahkan P. Henry yang begitu repotnya hingga membelikan pot lengkap dengan memindahkannya.
Wow…. Kami tinggal terima cantiknya. 🙂
Sungguh berkat yang luar biasa….
Tak ternilai harganya….

Ssst… Saat artikel ini akan di post, kami dipilihkan P. Henry dan Rosita, pohon anggur brazil. Lucunya… Buahnya banyak menempel pada batang hingga ranting-rantingnya. Saat browsing di google ada foto pohon anggur Brazil… wow… seperti sarang serangga. Anggur Brazil yang kami beli sudah lumayan banyak buahnya, tapi belum sebanyak sarang serangga.

“Aduh … Sampai merinding.. malah pingin saya garuk,” komentar Bu Henny

Stop sampai disitu?
Tidak!
Pagi-pagi P. Henry datang mengantar hadiah berupa burung beo lengkap dengan sangkarnya. Karena menurut beliau, cocok sekali ditaruh di pohon mangga di taman kami.

“Burung beo salah pergaulan,” kata P. Henry
“Burung beo ini suka sekali menirukan suara ayam… Hahaha…..”

Betul sekali… Pagi-pagi ada suara ayam berkokok. Kerapkali tukang taman atau tamu kaget, koq tiba-tiba ada suara ayam.
Kami pun tertawa gembira… Lucu…

Rupanya suatu ketika P. Henry dan Rosita akan pergi ke luar negeri. Si beo dititipkan di bengkel milik keponakannya. Di samping bengkel ada ayam yang berkokok. Jadilah si beo belajar berkokok dan menirukan suara-suara burung di sana.
Unik dan lucu….

Saya pun tidak henti-hentinya bersyukur.

Setiap pagi ada sekitar 8-10 burung-burung kecil seperti burung gereja dan burung kutilang liar mampir di taman. Jauh sebelum bertemu P. Henry dan Rosita, saya  mengusulkan pada P. Indra, pasang rumah-rumahan kecil diberi makanan burung, supaya burung-burung liar mampir.
Saya suka….

Tuhan mendengar kerinduan hati saya, selain burung-burung liar yang mampir, ternyata Tuhan mengirimkan burung beo melalui ‘malaikat’-Nya, P. Henry dan Rosita.

Kemarin diberi mainan baru lagi dari P. Henry, 3 macam ikan cupang yang cantik.
Teringat Rheva yang pertama kali bercerita tentang Ikan Cupang yang bikin dia jatuh hati.

Tuhan selalu memberi lebih daripada apa yang bisa kita pikirkan.

Di tengah suasana pandemi, kami berlibur ke villa P. Henry dan Rosita di Vimala Hills.
Begitu banyak orang yang phobia hingga ada yang sudah hampir setahun tidak berani keluar rumah, bahkan ada juga yang keluar kamar pun tidak berani, karena takut covid. Kalau kami masih bisa menikmati liburan ke Vimala Hills, itu sebuah kemewahan. Kami masih bisa menikmati hidup dengan normal dan tetap sehat.

Ketika menghitung berkat-berkat-Nya, sungguh saya merasa amat ‘kaya’ dan dicintai Tuhan  melalui teman-teman dan orang-orang disekiling saya.
Saya diberi karunia untuk menikmati berkat-berkat-Nya.
Life is so good.
Tuhan teramat baik dan sangat baik. Semua diatur-Nya sedemikian rupa sampai speechless.

Mau hidup bahagia, bebas ketakutan dan menikmati kebaikan-Nya?
Mari kita prioritaskan Tuhan jadi utama dan terutama dalam hidup kita, maka segala sesuatu akan berada di tempat yang seharusnya.

The life that counts blessings discovers its yielding more than it seems. – Ann Voskamp.

Kehidupan yang senantiasa menghitung berkat-berkat yang diterimanya, menemukan hasil jauh lebih banyak daripada yang terlihat – Ann Voskamp

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apakah Tuhan memuliakan Kita?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apakah Tuhan memuliakan Kita?

Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”
Yakobus 4:6 (TB)

Saya telah menulis sebelumnya tentang bagaimana anugerah dilipatgandakan bagi kita. Anugerah dan damai sejahtera dilipatgandakan melalui pengetahuan kita tentang Tuhan (2 Pet. 1: 2)
Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada orang yang suka memberi dengan penuh sukacita.
2 Korintus 9:8 (TB)

Ketika kita memahami, ‘anugerah’ adalah persediaan, kekuatan dan otoritas yang diberikan-Nya, sangatlah menarik membaca bahwa Dia memberi ‘lebih banyak lagi anugerah!’
Siapa yang menerima lebih banyak anugerah dari Tuhan?
Yang rendah hati.
Tuhan memberikan anugerah kepada orang yang rendah hati.
(Yakobus 4: 6)

Tapi, Tuhan menolak orang sombong!
Dengan kata lain, kesombongan adalah penghalang untuk penyediaan Tuhan.

Kesombongan yang ditentang Tuhan adalah orang yang angkuh dan mereka yang berusaha untuk berada di atas orang lain. Mereka adalah orang yang tidak bersedia melayani, memberi, mengampuni dan berkorban untuk orang lain.

Bagaimana rasanya dilawan oleh Tuhan? Nampaknya setiap pintu tertutup, setiap kesempatan menguap, setiap berkat lenyap dan penyediaan ilahi terhenti. Dia sendirian.

Orang yang rendah hati adalah mereka yang tidak mempromosikan diri sendiri, bersedia memberikan nyawanya bagi orang lain, yang berusaha untuk melayani dan bahkan tetap anonim alias melakukannya tanpa mencari pujian.
Tuhan memberikan lebih banyak anugerah, lebih banyak kekuatan, persediaan dan otoritas bagi mereka yang rendah hati.

Yesus berkata:
“Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”
Lukas 14:11 (TB)

Yakobus menyatakan:
“Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.”
Yakobus 4:10 (TB)

Seperti apa rasanya dimuliakan dan ditinggikan oleh Tuhan? Saat kita berjalan dengan kerendahan hati dan menerima lebih banyak anugerah, akan ada bukti aliran berkat Tuhan dalam hidup kita. Orang lain akan melihat buah dari hubungan kita dengan Dia. Kita akan berjalan dalam perkenanan dan berkat-berkat-Nya.
Akan ada perjumpaan ilahi dan pintu-pintu yang terbuka. Pengaruh kita pun akan meningkat.

Sikap kitalah yang menentukan, seberapa banyak anugerah yang akan kita alami.
Anugerah-Nya tersedia berlimpah-limpah!
Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.
1 Petrus 5:6 (TB)

[Is God Exalting You? – Barry Bennett. Diterjemahkan oleh: YennyIndra]

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Anugerah Penugasan, Rahasia Sukses Yang Penuh Damai Sejahtera.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Anugerah Penugasan, Rahasia Sukses Yang Penuh Damai Sejahtera.

Saat kecil mama berusaha memotivasi saya dengan membandingkan dengan Susi misalnya, yang jagoan di bidang A. Lalu membandingkan lagi dengan Nani yang jago di bidang B. Jadilah saya selalu kalah dibanding orang lain.
Maklumlah orang jaman dahulu, beliau berpikir agar putrinya bisa apa saja. Akibatnya membingungkan. Tidak banyak buku-buku bagus yang membahas tentang pendidikan seperti sekarang.

Greg Mohr mengajarkan bahwa setiap orang memiliki Anugerah Penugasan yang berbeda dari Tuhan. Setiap penugasan itu unik dan tak tergantikan. Apa pun kebutuhan di dalam area penugasan itu, Tuhan akan menyediakan dan mencukupkan. Bahkan yang bagi kita terasa mustahil.
Jika Tuhan yang berkehendak, semua akan tersedia.

Dalam area bisnis pun demikian. Apakah bisnis yang kita geluti memang dalam area penugasan yang Tuhan berikan?
Jika Ya, jangan kuatir, seberat apa pun tantangannya, Tuhan pasti menyertai. Semua yang dibutuhkan tersedia tepat pada waktunya.

Teringat Wolfgang Von Goethe selalu bilang, setiap orang punya peran khusus yang tak tergantikan, yang menjadi tujuan hidup yang ditetapkan Tuhan sejak awalnya. Istilah Greg Mohr, Anugerah Penugasan.

Nach… yang kerap terjadi, kita cenderung memandang rendah apa yang kita miliki dan menginginkan apa yang dimiliki orang lain.
Enak sekali ya… Bisnis itu. Kita tergoda!
Rumput di halaman tetangga, selalu nampak lebih hijau daripada rumput di halaman sendiri.
Jadilah kita kerap terpesona ikut-ikutan berbisnis, berinvestasi di bidang yang sesungguhnya bukan di area Anugerah Penugasan kita. 
Strugle, penuh perjuangan dan kerap justru menimbulkan kerugian.
Pusing, stress dan berbeban berat.

Yang lebih parah lagi, berdoa pun tidak, saat akan memasuki bisnis tsb. Hanya tergoda keuntungannya. Sedang trend. Tetapi saat menghadapi masalah, merasa kecewa, koq Tuhan tidak menolong?

Firman Tuhan mengajarkan agar kita menimbang-nimbang dan membuat rencana sebelumnya.

Tuhan sudah memberikan berbagai nasihat dalam firman-Nya.  Bahkan Raja Sulaiman / Salomo menulis,
Hikmat atau wisdom, berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya, di atas tembok-tembok ia berseru-seru, di depan pintu-pintu gerbang kota ia mengucapkan kata-katanya.

Asalkan kita mau belajar, hikmat tersedia di mana-mana. Baik dari firman, buku dan orang-orang yang lebih berpengalaman dalam bidang tersebut dibanding kita. Bahkan billboard di tepi jalan tertulis, “Jangan Merokok,” itu hikmat supaya jangan terkena berbagai penyakit. Kitab Amsal yang ditulis Raja Salomo, berisi nasehat-nasehat bijak dalam menyikapi kehidupan.

UmatKu binasa karena kurang pengetahuan, kata Tuhan.
Artinya, kita celaka kalau tidak mau belajar berhikmat.

Jangan serakah. Masuk bidang yang kita tidak paham. Saya mengalami kerugian berulang kali saat mencoba berinvestasi di bidang yang saya tidak paham.
Akhirnya, saya belajar lebih bijak.
Masuk di bidang yang memang merupakan anugerah penugasan saya.
Bijak memanage keuangan. Pisahkan seberapa banyak uang yang akan diinvestasikan dengan high risk – high return, – ini jumlah uang yang direlakan hilang jika terjadi sesuatu.
Dipisahkan pula mana yang medium dan low risk serta mana uang yang untuk cadangan.
Dalam bisnis, hal-hal tak terduga bisa terjadi, seperti Covid yang tiba-tiba melanda. Wajib punya cadangan saat hal-hal mendesak terjadi.

Dengan pengelolaan yang bijak, kita bisa menghidupi firman Tuhan:
Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang yang menolak Tuhan, akan roboh dalam bencana.
Tuhan menopang sehingga kita bisa bangun kembali, melalui hikmat yang diajarkan-Nya.

Itulah yang disebut hidup dalam berkat. Kita bertumbuh makin bijak dan berhikmat. Mengikuti tuntunan Tuhan senantiasa. Dalam segala sesuatu, melibatkan Tuhan dan menjadikan keputusan Tuhan yang utama.

Tuhan bisa memberkati kita dengan cara apa saja. Lebih penting mentaati-Nya daripada mengandalkan kekuatan sendiri.
Tuhan bisa menciptakan dunia, hanya dengan sepatah kata. Tentunya mampu memberkati kita pula dengan cara-Nya.
Mungkin saja bidang yang kita geluti nampak sederhana, tidak heboh, bukan brand yang gebyar-gebyar tetapi dengan memiliki perkenanan Tuhan, alias God’s Favor , maka yang nampak biasa menjadi aliran sungai berkat yang tidak pernah kering.
Sehingga dalam prosesnya, kita bisa merasakan damai sejahtera serta ketenteraman. Dilengkapi dengan karunia untuk menikmatinya.
Menyenangkan bukan?
Makan enak dan tidur lelap. Bebas dari kecemasan dan berbagai pertempuran yang tidakperlu.
Hidup hanya sekali, buat apa cari susah?
Taati Tuhan yuk…
Setuju?

Whoever heeds correction is on the pathway to life, but someone who ignores exhortation goes astray.

Siapa memperhatikan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Bagaimana tanggapan Yesus terhadap Ayub?”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Bagaimana tanggapan Yesus terhadap Ayub?”

Kitab dalam Alkitab yang lebih banyak digunakan dan disalahgunakan, sehingga mencuri iman orang percaya dan membuat mereka terikat pada penderitaan yang tidak perlu, adalah kitab Ayub. 

Meskipun Ayub  mengungkapkan kesia-siaan hidupnya yang dihidupi dalam ketakutan dan ketidaktahuan, namun kitab itu bukanlah kitab yang melengkapi orang percaya yang telah lahir baru untuk hidup yang berkemenangan. 
Di akhir kitabnya, Ayub bertobat karena ketidaktahuannya dan Tuhan memulihkannya. Tetapi itu bukanlah siapa kita di dalam Kristus.

Jika kita berada di dalam Kristus, kita adalah “ciptaan baru” yang diciptakan dalam kebenaran. Kita “diterima di dalam kasih”. duduk bersama Dia di tempat surgawi. Kita dipanggil untuk melakukan pekerjaan-Nya dan pekerjaan yang lebih besar. Tuhan tidak memperhitungkan dosa kepada kita. Kita memiliki hubungan yang penuh damai sejahtera dengan Tuhan, dan diberi otoritas untuk mengalahkan pekerjaan musuh. 

Kita memiliki perjanjian yang lebih baik
(Note: karena kita hidup dalam Perjanjian Baru, Yesus sudah mati di kayu Salib dan bangkit. Roh Kudus sudah diberikan dalam hati kita yang percaya kepada-Nya dan lahir baru. Sedangkan Ayub tidak memiliki perjanjian itu. Ayub hidup di Perjanjian Lama. Jauh sebelum Yesus datang ke dunia). 

Kita menyembah dalam Roh dan Kebenaran. 
Ayub menyembah dalam ketakutan.
Daftar ini terus berlanjut tentang perbedaan antara orang percaya yang telah lahir baru dan Ayub. Tetapi mari kita lihat beberapa ajaran Yesus untuk melihat perbedaannya dari kitab Ayub.

Dalam kisah tentang dua orang, dua rumah, dua fondasi, satu badai, dan dua akibat (Matius 7:24-27), bukan Tuhan yang mengirimkan badai yang menghancurkan itu. Tuhanlah yang memberikan Firman-Nya, yang seorang adalah pelaku Firman sementara yang lainnya mendengar Firman tetapi tidak melakukannya. 
Kisah ini jauh lebih relevan bagi orang percaya daripada kitab Ayub. 
Orang yang kehilangan segalanya bisa dengan mudah mengeluh, “yah, saya kira saya seperti Ayub.” 
Tapi sesungguhnya tidak. 
Dia hanyalah orang percaya yang malas dan gagal bertindak berdasarkan Firman Tuhan.

Ketika murid-murid berada di perahu di tengah badai sementara Yesus tidur (Markus 4:35-41), mereka tersinggung dan menuduh Dia tidak peduli seandainya mereka binasa (seperti halnya Ayub). 
Bagaimana tanggapan Yesus? 
“Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”
Markus 4:40 (TB)

Bagi Ayub, iman yang benar tidaklah memungkinkan. 
Dia hanya mendengar tentang Tuhan dari catatan tangan kedua. Dia tidak memiliki persekutuan pribadi dengan Bapa.( Note: Kita memiliki Roh Kudus yang ada di dalam hati kita dan senantiasa membimbing kita. Kita berhubungan secara langsung dengan Tuhan).
Sayangnya, banyak orang percaya (note:yang hidup dalam Perjanjian Baru) namun hidup dengan cara yang sama dengan Ayub hari ini.
(Note:Hidup ala Perjanjian Lama)

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
Yohanes 14:27 (TB)

Ayub tidak memiliki janji perdamaian seperti itu. 
Ceritanya dipenuhi dengan ketakutan, kekacauan, kemarahan, pelanggaran dan diakhiri dengan pengakuan dan pertobatan.
Hidup kita sebagai orang percaya harus dipenuhi dengan kedamaian, bebas dari rasa takut dan tersinggung terhadap Tuhan, serta teguh berdiri dalam melakukan Firman Tuhan. Inilah tanggapan Injil terhadap kitab Ayub.

[Repost ; “How would Jesus respond to Job?”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Mengapa Perlu Berdoa? Padahal Itu Kehendak Tuhan!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Mengapa Perlu Berdoa? Padahal Itu Kehendak Tuhan!

“Tuhan kan Mahatahu, buat apa saya harus berdoa? Katanya Tuhan mengasihiku dan kesembuhan itu kehendak Tuhan?,” komentar seorang teman.

Pertanyaan yang sama dulu kerap membuat saya bingung juga. Lalu saya belajar dari guru saya, Greg Mohr.

Semua orang diselamatkan, itu kehendak Tuhan.
Semua orang disembuhkan, itu juga kehendak Tuhan.
Semua orang diberkati, sama juga, itu kehendak Tuhan.
Tetapi buktinya, tidak semua orang selamat, disembuhkan dan diberkati.
Why?
Karena kehendak Tuhan tidak terjadi secara otomatis!
Ada bagian yang harus dikerjakan oleh manusia.
Nach inilah istimewanya kedudukan manusia ciptaan Tuhan.

Ketika Tuhan hendak menghancurkan Sodom dan Gomora, Tuhan merasa perlu sharing dengan Abraham, sahabat-Nya.
Bahkan Abraham boleh menawar, kalau ada 50 orang benar, jangan dihancurkan ya…
Dan Tuhan mengiyakan.
Terus menerus ditawar, sampai akhirnya Abraham menawar, kalau ada 10 orang benar, agar jangan dihancurkan. Tuhan pun setuju.
Ternyata 10 pun ga ada.
Sodom dan Gomora dihancurkan. Terlalu banyak dosa.

Tuhan bekerjasama dengan manusia, agar kita mendoakan, mendeklarasikan serta menubuatkan apa yang menjadi kehendak-Nya sehinga dengan demikian, kehendak Allah terjadi di dunia ini.

Saya baru paham, inilah sebabnya kita perlu berdoa syafaat untuk keamanan dan kesejahteraan kota atau negara di mana kita tinggal. Mendoakan para pemimpin agar hikmat Tuhan senantiasa menyertai mereka, sehingga negara dan kota tempat kita berada menjadi baik dan makmur.
Dengan alasan yang sama, kita seharusnya mendoakan pemimpin perusahaan, pemimpin tempat di mana kita beribadah, mendoakan suami, anak-anak dll.
Supaya kehendak Tuhan terjadi dalam hidup mereka.

Yang sering terjadi, bukannya mendoakan tetapi kita sibuk mengkritik, menyalahkan dan bergossip mengungkapkan ketidakpuasan kita terhadap para pemimpin.
Entah di pemerintahan, di kantor, di keluarga dsb.

Yang kita lupa, setiap perkataan yang kita lontarkan itu adalah benih.
Dan tidak ada yang gratis.
Setiap benih akan tumbuh, berkembang serta berbuah sesuai jenisnya.
Kalau benih yang kita tabur itu benih negatif, jangan heran kalau hidup kita jadi amburadul. Lingkungan sekitar kita jadi berantakan.
Banyak yang protes, merasa tidak puas, tapi lupa bahwa dia sedang menuai apa yang ditaburnya.

Suatu ketika saya dan teman-teman sedang mendiskusikan sebuah peristiwa yang betul -betul gak adil. Mbocengli, kata orang chinese.
Menggemaskan pokoknya…

Ada seorang teman yang menunjukkan apa yang ditulis oleh orang yang mbocengli itu.
Ketika saya hendak membacanya, Puji mengingatkan,
” Jangan dibaca kak… Itu benih negatif lho… Buahnya pasti tidak baik.”

Wow… Benar juga. Padahal selama ini berita gossip seperti itu, sangat mengasyikkan untuk dibaca. Tidak heran hampir separuh berita di sosmed berupa hoax. Tidak benar tapi disukai, laris banyak pembacanya.
Saya pun belajar.
Thanks Puji!

Ingin hidup diberkati, bisnis sukses, hidup penuh sukacita dan damai sejahtera?
Mari kita berdoa, deklarasikan janji Tuhan, menubuatkannya dan jaga baik-baik apa yang kita lihat, dengar, baca serta ucapkan. Pastikan semuanya selaras dengan apa yang kita harapkan. Semua itu benih, yang akan berbuah sesuai jenisnya.

Kita menanam biji mangga pasti buahnya mangga, bukan durian.
Setuju?

 If we present any request agreeable to his will, he will hear us.

Jika kita meminta sesuatu menurut kehendak-Nya, Tuhan mendengarkan kita.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://instagram.com/mpoinpipaku.id?igshid=rjebfgas4dec

Or

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan

Read More
1 246 247 248 249 250 308