Category : Articles

Articles

Kapan Sesungguhnya Kesembuhan Terjadi?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kapan Sesungguhnya Kesembuhan Terjadi?

Saya mengalami allergi dan tak kunjung sembuh. Padahal Tuhan sembuhkan saya dari Hipertiroid.
Saya sudah mempraktekkan segala yang saya tahu, tapi belum kunjung sembuh.
Di mana letak kesalahannya Tuhan?

Suatu ketika Tuhan memberikan pewahyuannya sehingga saya sadar rahasianya.

Ketika Tuhan berkata bahwa oleh bilur-bilur Tuhan saya SUDAH sembuh maka saya wajib MENERIMAnya dengan IMAN. Artinya, tidak peduli symptomnya masih ada atau tidak, pokoknya saya sudah sembuh.

Selama ini saya sudah berdoa dan deklarasi kalau saya sudah sembuh tetapi ketika saya melihat masih merah dan gatal, lalu saya merasa belum sembuh.
Di sinilah letak kesalahannya!!!

Sembuh dan symptom yang hilang adalah 2 hal yang berbeda.
Saya Sembuh karena Tuhan bilang saya Sudah sembuh. Tidak peduli masih ada symptom atau tidak. Masih merah & gatal, atau tidak.

Ketika saya MEMUTUSKAN SEPAKAT dengan Tuhan bahwa saya sudah sembuh, maka symptomnya bertahap menghilang dan saya sembuh: bebas merah dan gatal.

Prinsipnya, yang Rohani kita terima dulu, maka yang jasmani mengikuti.
Penyakit dan segala symptomnya Harus Tunduk kepada Kuasa Tuhan!

Wow dahsyat…
Saya paham sekarang.


B. Jane merasa tenggorokannya kering, gatal hingga disekitar pipi dan hidungnya kaku, sulit untuk membuka mulutnya.
Kebanyakan orang, begitu mengalami gejala seperti itu, buru-buru SWAB.

Apakah test Swab salah?
Tidak!
Tetapi secara tersirat, mengakui klo kemungkinan kena Covid 19.
Dan iblis pun tidak menunda serangannya, entah cuma radang tenggorokan atau beneran Covid, dicovidkan oleh iblis.
Terjadi sesuai imanmu, apa yang kita percayai, hukumnya begitu.

B. Jane berbeda.
Segera dia berdiri di depan kaca dan mendeklarasikan janji-janji Tuhan.

“Hai iblis, tubuhku adalah Bait Tuhan. Kamu tidak berhak tinggal di sini.
Pergi…. Dalam Nama Tuhan aku usir engkau pergi!”, ujar B. Jane.

Tidak hanya itu, dia menutup mulutnya, tidak pernah sekali pun mengakui kalau dia sakit.
Karena tahu prinsipnya, kalau mengakuinya, iblis punya pijakan untuk menimpakan penyakit yang diakui ke dalam tubuhnya!

B. Jane membuat minuman jahe, sereh, daun salam untuk menghangatkan tubuhnya.

Keesokkan harinya, keadaannya membaik.
Tapi kaki masih linu-linu, sehingga minta dipijit Mamiek, sang asisten rumahtangga.

Beberapa hari kemudian, rombongan temannya dari Jakarta berkunjung ke Bali. B. Jane sempat ragu, pergi liburan dengan mereka atau tidak. Dibilang sembuh, ya sembuh tapi belum merasa fit total.
B. Jane berdoa bertanya kepada Tuhan…

“Kalau kamu percaya kamu sudah sembuh, bertindaklah sebagai orang sehat,” suara dalam hatinya berbisik lembut.
Pergilah B. Jane liburan dengan teman-temannya, sehat wal-afiat.

Sepulang dari liburan, B. Jane mengajak Mamiek belanja ikan ke pasar.
Dalam perjalanan, Mamiek bercerita.

“Setelah Ibu pergi, badan saya meriang seperti ibu. Mulut rasanya terkancing sulit dibuka. Tenggorokan sakit sekali.
Bapak sempat tanya, apakah saya sakit?
Saya ingat nasehat ibu, jangan akui kalau sakit, nanti iblis punya pijakan, jadi sakit beneran.
Saya langsung meniru apa yang ibu lakukan, deklarasi janji-janji kesembuhan seperti ibu.

Saya sudah tidak kuat.
Langsung tidur siang itu. Bangun tidur, sembuh total lho bu ..
Wow… Tuhan dahsyat.. Yang ibu ajarkan bener-bener jos bu…”


Kejadian di atas semua kisah nyata dan terbukti berhasil.
Mau sembuh?
Mari kita buktikan!

Grace is God’s provision for every need. Wisdom is knowing what to do with God’s provision – Barry Bennett.

Kasih karunia adalah penyediaan Tuhan untuk setiap kebutuhan kita.  Hikmat adalah mengetahui apa yang harus dilakukan dengan penyediaan yang Tuhan karuniakan – Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Jangan Bersikap Pasif!”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Jangan Bersikap Pasif!”

Baru-baru ini saya menemukan pepatah yang kedengarannya cukup saleh tetapi sebenarnya sepenuhnya salah (dan bisa menipu anak-anak Tuhan).

“Kadang-kadang Tuhan menempatkan kita dalam pertempuran dengan tangan kosong sehingga ketika mendapatkan kemenangan, kita tahu bahwa itu bukan kita, tetapi Dia.”

Begitu banyak Teologi Kristen modern yang didasarkan pada kesimpulan yang salah tentang sifat Allah, sifat manusia, dan tujuan manusia di bumi. Praktis semua dalam kutipan di atas salah dalam setiap sisi aspeknya.

  1. Tuhan tidak menempatkan kita dalam pertempuran. Pertempuran (saya berasumsi ini mengacu pada pencobaan, kesengsaraan, godaan, dan mungkin bahkan penyakit atau kesulitan ekonomi), adalah bagian dari dunia yang jatuh di mana kita hidup.
    Tuhan tidak pernah mengirimkan masa-masa sulit apa pun, untuk mengajari kita. Dia mengirimkan Firman-Nya untuk mengajar dan menyempurnakan kita (2 Timotius 3:16-17).
    Pencobaan dan godaan bukan dari Tuhan (Yakobus 1:13-17)
  2. Kita tidak pernah berada pada posisi ‘tangan kosong!’
    Kita telah diberi Nama Yesus (yang berkuasa), ikatan janji yang lebih baik (the better covenant), janji-janji yang lebih mulia, darah Yesus, Roh Kudus, perlengkapan senjata Allah, Firman Allah, iman kepada Allah, kuncikunci Kerajaan, otoritas untuk menginjak semua pekerjaan musuh, karunia Roh, dan kita satu roh dengan Dia!
    Kita berada pada posisi menang, duduk bersama Dia di tempat surgawi!. Kita lebih dari pemenang!.
    Bagaimana mungkin kita bisa melihat diri kita sendiri sebagai seseorang bertangan kosong?
    Pemikiran ini berasal dari mentalitas ‘Tuhan yang berdaulat’ yang percaya bahwa Tuhan mengendalikan segala sesuatu dan kita hanyalah boneka dalam permainan-Nya.
  3. Kita tidak berada pada posisi berusaha ‘mendapatkan kemenangan!’ (kita SUDAH menang).
    Kita dipanggil untuk menegakkan kemenangan yang dimenangkan di kayu salib. Selama kita berpikir bahwa kita berusaha untuk meraih kemenangan, artinya kita tidak akan pernah masuk ke dalam kemenangan yang sesungguhnya sudah dimenangkan. Kita memulainya dari tempat kemenangan!
    Yesus sudah duduk di sebelah kanan Allah dan telah memberikan kepada gereja-Nya, kemenangan atas semua musuhnya. Sekarang terserah kita dalam memanfaatkan apa yang telah diberikan kepada kita.
  4. Poin terakhir lebih halus tetapi sama pentingnya.
    Meskipun kemenangan atas kegelapan sudah pasti karena Dia, peran kita sebagai penegak hukum sepenuhnya tergantung pada keputusan kita sendiri!. Ketika kita menegakkan kehendak Tuhan baik dalam kehidupan kita mau pun kehidupan orang lain, itu ADALAH karena kita!.

“Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.”
Efesus 3:20 (TB).

Kehendak Tuhan agar kita senantiasa berkemenangan dalam segala hal, pada akhirnya berada di tangan kita sendiri.
Kita bisa hidup dengan iman, atau hidup berdasarkan takdir.
Kutipan pepatah di atas lebih berkaitan dengan takdir daripada iman.

Begitu banyak orang Kristen yang niat hatinya baik, tetapi dilucuti dari kapasitas mereka untuk memerintah dalam hidup, karena Fatalisme Teologi yang diungkapkan dalam kutipan tersebut diatas.
Jangan mudah tertipu. Kita sudah diperlengkapi untuk menegakkan kemenangan Kristus. Kita tidak pernah hidup dalam keadaan bertangan kosong.

[Repost ; “Don’t Be Passive!”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Saran Siapa Yang Kita Dengarkan?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Saran Siapa Yang Kita Dengarkan?

Mencengangkan sekali ketika saya mendengar saran seorang pemimpin yang punya jabatan tinggi dalam sebuah perusahaan besar, mengaku anak Tuhan, dan justru menyarankan kami untuk menuntut pihak lain.
Orang ini yang punya wewenang dan otoritas untuk menengahi saat kami diperlakukan tidak adil, tetapi dia justru menyarankan hal yang sama sekali tak terduga.

Mak Jleb….

Teringat pengajaran Carrie Picket, hati-hati memilih teman dan minta saran.
Kita bisa mendapatkan saran yang sama sekali tidak rohani, yang keluar dari mulut orang yang mengaku cinta Tuhan, bahkan beribadah rutin serta memiliki kedudukan yang penting pula di gerejanya.

Bukannya mematikan api kecil tetapi justru menyarankan untuk membakar hutan. Saran yang keluar dari mulut pemimpin yang berpendidikan tinggi, dengan kedudukan setinggi itu, dari sebuah perusahaan multinasional pula.

Saya melongo….

Padahal semua agama mengajarkan kebaikan dan perdamaian, bukan bertikai dan saling membantai.

Hal ini menyadarkan, betapa banyaknya orang-orang yang memisahkan antara kehidupan rohani dengan kehidupan jasmaninya.
Tidak heran banyak orang yang di tempat ibadah bak malaikat, tapi dalam kehidupan sehari-harinya sangat berbeda.
Apa pun dilakukannya demi keuntungan diri sendiri.

Di Sekolah Charis kami diajarkan bahwa pelayanan kami ya melayani Tuhan.
Yang utama, bangun hubungan kita dengan Tuhan. Berdoa, menyembah, baca firman hingga karakter Tuhan tertanam dalam kehidupan kami dan melimpah sehingga bisa memberkati orang lain.

Jumlah orang yang kita berkati, bisa sama banyaknya dengan jumlah orang yang kita sakiti.

Nach lho…..
Tergantung apa yang tersimpan dalam hidup kita. Jika yang tersimpan adalah Kerajaan Allah, berkat pun mengalir.
Sebaliknya, jika yang tersimpan pikiran duniawi, perpecahan, peperangan dan carut marut yang mengalir.

Kami tidak sibuk mencari pelayanan, atau  bersaing ingin menonjolkan diri. Kami sadar, kami hanyalah alatnya Tuhan.
Biarkan Tuhan yang mengatur apa  yang harus masing-masing lakukan.
Run your own race – berlarilah di lintasan masing-masing, dan jadilah yang terbaik di sana.

It’s all about God not us.
Semua tentang Tuhan, bukan kami.

Kalau ada teman yang hebat dan menonjol, ya yang lain support. Kami ikut bangga. Semua dengan satu tujuan, Nama Tuhan yang dipermuliakan.

Tidak usah iri hati, ingin seperti teman itu.
Kita semua satu tubuh yang saling bekerjasama dan mendukung, demi tercapainya tujuan serta misi Allah.

Kaki tidak perlu komplain kepada mata yang tidak perlu berlelah-lelah menopang beratnya tubuh.
Semua anggota tubuh saling membutuhkan dan wajib bekerjasama agar tubuh bisa berfungsi maksimal.
Kaki terinfeksi, kepala pun pusing.

Kami diajarkan untuk menyadari peran masing-masing serta menghidupi kebenaran firman-Nya: kami satu kesatuan.

Pelayanan kami bukan melalui jabatan, tugas dan peran yang dilihat oleh banyak orang. Pelayanan kami ya hidup kami sehari-hari. Apa yang kami pikirkan, rasakan, katakan serta tindakan yang dilakukan.

Setiap orang yang kami temui, bukan kebetulan. Itulah orang-orang yang harus kami layani.
Targetnya, apakah orang di sekeliling kita bisa melihat ada terang Allah dalam hidup kita?
Atau justru melihat iblis dengan topeng wajah Allah?

Yang Tuhan inginkan, agar kita sungguh-sungguh menjadikan Tuhan sebagai Allah kita.
Melibatkan-Nya dalam setiap aspek kehidupan kita. Tuhan yang memimpin, sementara kita mengikuti arahan-Nya langkah demi langkah.
Termasuk saat kita diperlakukan tidak adil, dicurangi, diinjak….Dizolimi!

Nach ini dia tantangannya…
Tidak mudah tetapi ini kesempatan mempraktekkannya.
Saya menyerahkan masalah ini ke dalam tangan Tuhan.
Saya percaya, sesuatu yang nampak buruk, ketika diserahkan kepada Tuhan, maka Dia akan mengubahnya menjadi kebaikan bagi masa depan saya.
Miliki perspektif Allah, meski pun mungkin saja kita tidak sepenuhnya mengerti. Karakter dibentuk oleh masa sukar.

Apa kebaikkannya?
Ya belum tahu…. Masih proses.
Bukankah Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat?

Saya menantikannya dengan percaya bahwa everything happens for a good reason – segala sesuatu terjadi untuk alasan atau tujuan yang baik. Karena Tuhan yang memegang hidup saya dengan tangan kanan-Nya yang membawa kemenangan.

Setuju?

There’s a seasons when things happen and you just stay faithful and God comes through” – Dennis Capra.

“Ada saatnya ketika sesuatu terjadi dan Anda tetap setia, hingga Tuhan datang (menyelesaikannya)” – Dennis Capra.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Setiap Tetes Air Mata

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Setiap Tetes Air Mata

Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.”
Wahyu 7:17 (TB)

Bagaimana jika kita masuk surga dan menyadariberbagai kesalahan kita?
Mungkin saja pendekatan kita terhadap kehidupan sepenuhnya salah. Kita mengira Tuhan menggunakan penyakit dan kehilangan untuk mengajar dan menyempurnakan kita, tetapi ternyata kita baru menyadarinya saat berada di hadirat Tuhan bahwa Dia memberi Firman-Nya dan Roh-Nya untuk mengajar kita. (Apa yang seharusnya kita lakukan).
Padahal kita mengira, kita seharusnya menderita merasakan tikaman panah api musuh tanpa mengeluh, dan sekarang kita menemukan, ternyata kita dapat mengangkat perisai iman (untuk menepisnya) .

Kita selama ini mengira Tuhan datang untuk mencuri, membunuh dan membinasakan sesuai dengan kedaulatan kehendak-Nya, tetapi sekarang kita baru memahami bahwa Dia ingin memberkati kita. Iblislah yang merampok makan siang kita dan sesungguhnya, kita bisa menolaknya.

Di hadapan Tuhan kita baru memahami bahwa Dia telah memberi kita otoritas atas penyakit, namun kita tidak menggunakannya. Kita mengarang teologi yang menjadikan alasan terjadinya penyakit dan kematian dini.

Bagaimana jika kita selama ini mempunyai gambaran Bapa sebagai Allah yang misterius, kasar dan penuh tuntutan tetapi sekarang menyadari bahwa Dia telah mengungkapkan diri-Nya sepenuhnya di dalam Yesus yang penuh kasih dan pemaaf?

Ketika semua kebenaran ini meledak dalam bentuk pemahaman di dalam diri kita, maka kita akan mengulas kembali hidup kita, lalu mulai menangis.
Mengapa semua bisa terjadi?
Tetapi jangan bersedih.
Tuhan akan menghapus setiap air mata. (Wahyu 7:17)

[Repost ; “Every Tear”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Face The Problem.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Face The Problem.

Sepasang sahabat, suami istri, bercerita melayani seorang pria yang stres ingin bunuh diri gara-gara tabungan ludes main forex.
Tiap hari telpon, curhat dan nangis-nangis… Stres dan ketakutan.

Sudah berbulan-bulan naik turun bak yoyo… Tidak jelas perkembangannya. Dia menyesali apa yang sudah terjadi, tetapi tidak berani menghadapi masalahnya.

“Kalau saya, tidak sanggup tiap hari ‘diteror’ dilempari sampah emosi seperti itu”, saya berkomentar.

Anugerah Penugasan dari Tuhan bagi tiap orang memang berbeda. Dan itu memang anugerah penugasan pasangan sahabat saya ini.


B. Jane, wanita cantik dari Manado berbeda.
Awalnya masalahnya mirip dengan sang pria di atas, dia tidak berani menghadapi masalahnya. Suaminya berselingkuh dengan wanita lain selama 33 tahun.
B. Jane takut bercerai sehingga memilih menutup sebelah mata, pura-pura tidak tahu.
Ketika dosa dibiarkan, melebar ke mana-mana. Pengaruh ke anak-anak tidak baik. Makin lama makin melebar…

Akhirnya, setelah bergumul dan berdoa, B. Jane mengambil keputusan untuk menghadapi masalahnya. Face the problem.

“Pa, memang Tuhan membenci perceraian … Tetapi komitmen pernikahan itu harus dipegang oleh ke dua belah pihak. Bukan hanya satu pihak. Anak-anak mendapat teladan buruk dari apa yang terjadi dalam rumah tangga kita,” ujar B. Jane tegas,
“Sekarang silakan diputuskan, kalau papa memang masih menemui perempuan itu, lebih baik kita bercerai. Saya sudah siap!”

Suaminya terpekur cukup lama. Kaget. Tidak menyangka! B. Jane yang selama 33 tahun menurut, sekarang tiba-tiba berubah menjadi wanita yang cantik, tegas, anggun dan menyampaikan ultimatum dengan dingin dan… tanpa emosi.
Gubraaaakkkkk….

Akhirnya mereka berbaikan kembali.
Secara bertahap, anak-anak dipulihkan.

“Kadang justru karena kita gak berani menghadapi kenyataan, maka masalah jadi berlarut-larut, menimbulkan kerusakan yang lebih besar di berbagai bidang,” B. Jane menjelaskan pelajaran dari pengalamannya,
“Demikian pula ketegasan dalam menghadapi anak-anak. Tidak perlu takut saat terjadi konflik. Kadang itu perlu untuk mengobati penyakit sesungguhnya. Hanya orang yang tegar dan cerdas yang berani menghadapi masalah dan menyelesaikannya dengan cara bijak serta anggun.”


Saya pernah membaca sebuah buku, lupa judul dan penulisnya, tetapi saya tetap menyimpan intinya.

Diantara begitu banyak tentara Amerika yang tertawan musuh dalam perang Vietnam, tentara ini yang berhasil survive, bertahan hidup. Sebagian besar tentara lainnya mati.
Karena disiksa?
Ternyata bukan!
Di penjara yang berjarak ribuan kilometer dari negaranya, mereka merindukan keluarganya. Mereka membangun harapan, saat Natal mereka bisa bebas. Ternyata tidak!

Lalu berharap, Paskah nanti mereka bebas. Ternyata tidak!
Harapan yang tidak kesampaian ini, membuat mereka kehilangan harapan hidup. Itu yang menyebabkan mereka meninggal dengan sendirinya.

Tentara yang bertahan hidup, memutuskan dia tidak akan bebas, baik saat Natal mau pun Paskah. Dia fokus bagaimana bisa bertahan hidup, entah nantinya bisa pulang ke Amerika atau pun tidak. Pokoknya hidup!


Yang membuat kita stres dan terombang-ambing, karena kita mendua hati.
Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.
Sebentar kita berpikir A, kemudian berpikir B. Berbagai kemungkinan menari-nari di pikiran, diramu dengan berbagai perasaan dan emosi. Kejengkelan, kecewa, penyesalan dan ketersinggungan menari menggoda di pikiran dan memicu kemarahan.

Kalau tidak dibenahi, bisa meledak sewaktu-waktu, apalagi saat bertemu dengan orang yang dengannya kita bermasalah.

Atau dalam kasus tentara Amerika, menimbulkan keputusasaan. Hilang harapan dan lebih baik mati.

Dibutuhkan keberanian menghadapi masalahnya, terima kemungkinan buruk yang mungkin terjadi.
Setelah kita berani menghadapi kemungkinan terburuknya, ternyata apa yang kita takutkan, tidak semenakutkan seperti anggapan kita pada awalnya.

Berita baiknya, kemungkinannya kecil sekali kita mengalami hal yang terburuk yang mungkin terjadi.
Hasil statistik mengungkapkan, 90% ketakutan kita, tidak pernah terjadi.

Saya pernah mengalami hampir mati terjebak di padang gurun Western Australia.
Pengalaman yang saya tulis dalam artikel berjudul:
” Sleeping With Kangoroos”.

Pengalaman tidur semalaman dengan kangguru- kangguru Australia dan nyaris mati, membuat saya lebih berani saat menghadapi tantangan yang berat.

“Apa kemungkinan terburuknya?,” saya bertanya pada diri sendiri.

“Bla… Bla… Bla…. hhmmm masih lebih ringan daripada mati di Western Australia. Kalau dalam situasi kritis di sana saja, Tuhan bisa kirim penolong yang tak terduga, maka sekarang pun bisa. Ini masih jauh lebih ringan daripada urusan hidup dan mati.”

Bagi saya pribadi, sebelum menuliskan keputusan saya, hati saya galau.
Menulis adalah bagian dari terapi dan cara saya mengobati diri sendiri.
Ketika menuliskannya, keadaannya menjadi jelas.
Pilihan apa saja yang saya miliki?
Lalu value, nilai-nilai saya apa saja?
Setelah jelas, saya memiliki beberapa pilihan yang bisa diambil.
Yang mana yang terbaik untuk saya?
Ketika saya sudah memutuskan apa yang saya mau dan menuliskannya, emosi saya reda. Pikiran tenang.

“Kutahu yang kumau…”, I know what I want.
Case Closed.

  • The End –

Sesimple itu sebenarnya…

Mungkin ada orang lain yang butuh curhat dengan seseorang untuk melihat permasalahan dengan jernih dan menentukan keputusannya, sementara untuk saya, cukup dengan menuliskannya.

Face The Problem, keberanian untuk menghadapi masalahnya adalah langkah pertama untuk menyelesaikan masalah.
Setelah jelas langkah-langkah yang bisa diambil, kita bisa menyelesaikan permasalahan dengan cara yang lebih mudah.

Apalagi jika kita sungguh-sungguh menyertakan bahkan bergantung pada Tuhan dalam melewati proses ini, kita akan terpukau bagaimana Tuhan bisa mengubah masalah yang seolah buntu dan maha berat itu, dengan memberikan solusi sederhana yang tidak terpikirkan oleh otak kita yang hanya sebesar kacang.

Dia Allah, apa yang sulit bagi-Nya?

What do you think?

Therefore, believe, pray, and know that if adversity touches your life, God is at work, and He will bring you through this season of difficulty victoriously! – Charles F. Stanley

Oleh karena itu, percayalah, berdoa, dan ketahuilah bahwa jika kemalangan menyentuh hidup Anda, Tuhan sedang bekerja, dan Dia akan membawa Anda melewati masa kesulitan ini dengan kemenangan! – Charles F. Stanley

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 236 237 238 239 240 314