Category : Articles

Articles

Berdoa Kepada Diri Sendiri? Hah…. Koq Bisa???

https://mpoin.com/

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Berdoa Kepada Diri Sendiri? Hah…. Koq Bisa???

“Banyak orang yang berdoa pada dirinya sendiri, bukan kepada Tuhan,”ujar Rick McFarland,
“Saat berdoa fokusnya hanya pada diri sendiri dan begitu selesai berbicara, langsung Amin dan pergi. Seharusnya berdoa itu pembicaraan dua arah dengan Tuhan. Yang lebih penting lagi, dengan berdoa, kita berusaha memahami kehendak Tuhan dan mentaatinya.”

Dieeeenk…..

Berdoa itu mengalihkan perhatian dari diri kita sendiri, mencari kehendak-Nya dan pada akhirnya, membawa kita berjalan dalam roh. Sama seperti Allah, yang adalah Roh. Komunikasi dari Roh kepada roh. Be anxious for nothing, alihkan pandangan kita dari hal-hal natural pada hal-hal yang rohani.

Tidak sedikit yang berdoa kepada Tuhan, bukan untuk membangun hubungan dengan Tuhan, tapi sekedar ingin lepas dari jeratan masalahnya semata. Jika tidak mengalami masalah, lupa berdoa, apalagi baca firman dan beribadah.

Tuhan merindukan hubungan dan persahabatan dengan setiap anak-anak-Nya. Normalnya, kita bisa mendengarkan suara-Nya dan mengerti kehendak-Nya.
Kita menjalani kehidupan hari lepas hari bersama-Nya. Sehingga kita bisa menghindari ribuan pertempuran yang tidak perlu, karena Allah yang Mahatahu mengarahkan setiap langkah kita.
Sebelum melewati perangkap, kita sudah tahu dan bisa menghindarinya  Allah Yang Mahatahu sudah menuntun kita agar tidak menerjangnya.

Yang kerap terjadi, berdoa minta pertolongan Tuhan untuk penyelesaian masalah yang sedang dihadapi.
Dalam perjalanannya, sibuk membatasi Tuhan dengan pengertian kita sendiri.
Ini? Gak mungkin
Itu? Gak masuk akal…

Masalah sesungguhnya, kita menempatkan pengertian kita sebagai prioritas yang lebih tinggi ketimbang hubungan kita dengan Dia yang memahami semua masalah yang kita alami.

Percayakan apa yang tidak kita mengerti, apa yang tidak kita pahami kepada Tuhan dan tenanglah.
Jika kita mempercayakan hal itu kepada-Nya, alih-alih berusaha memahami semuanya  dan menjadikan pengertian kita sebagai “tuhan”, maka sesuai janji-Nya, Tuhan akan memelihara apa yang kita percayakan kepadaNya. 
Tuhan tidak akan mempermalukan orang-orang yang menantikan Dia dengan setia.
Percayalah!

Jika kita melihat apa yang ada di sekeliling kita, seperti orang lain melihatnya, maka kita akan mendapatkan seperti apa yang mereka dapatkan.
Sebaliknya, jika kita melihat dalam hati seperti apa yang Allah lihat, maka kita akan mendapatkan apa yang Allah miliki. – Rick McFarland

Apa janji Allah untuk kita?
– Aku akan menopangmu dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan!

  • Kamu akan menjadi kepala dan bukan ekor, tetap naik dan bukan turun.
  • Aku akan menyediakan hidangan bagimu, di hadapan para lawanmu. Aku akan mengurapi kamu dengan minyak, pialamu akan penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikutimu, di sepanjang umur hidupmu.

Dst.

Berhentilah resah dan gelisah. Jangan bergumul dan berusaha memahami semuanya. Jika kita melakukannya, damai sejahtera yang melampaui segala akal akan memelihara hati dan pikiran kita.

Percayalah kpd Tuhan dgn segenap hatimu, jgn bersandar pd pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu maka Ia akan meluruskan jalanmu.

Apa yang membuat doa kita tidak terjawab?
Karena sebentar kita beriman kepada Allah bahwa janji-Nya segera terealisasi. Tetapi tidak lama kemudian, mengalihkan pandangan ke alam natural…
Keadaannya masih sama tuh… 🙁
Timbullah ketidakpercayaan.

Doa butuh waktu hingga terealisasi di alam natural.
Jika kita terus menerus seperti itu, akhirnya kita kehilangan iman dan janji Tuhan tidak terealisasi.

Tuhan membutuhkan iman, agar dapat bekerja dalam kehidupan kita dan merealisasikan janji-Nya.
Sedangkan iblis butuh ketakutan, untuk memporakporandakan hidup kita.

Arahkan pandangan pada Allah bukan pada keadaan kita supaya iblis tidak menggunakan keadaan untuk mengalahkan kita.
Ini rahasianya.
Janji Tuhan itu Ya dan Amin.

When you go back to the Almighty, no one can defeat you.
Ketika Anda kembali kepada Yang Mahakuasa, tidak ada yang bisa mengalahkan Anda.

Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu.
Tidak ada damai sejahtera dan sukacita yang menandingi nikmatnya hidup dalam kehendak Tuhan. Mengenal Allah melalui firman-Nya, membuat arah hidup kita menjadi jelas. Menjalani hidup bersama-Nya, ibarat kita sedang bertanding olahraga, tetapi kita sudah tahu sebelumnya, bahwa kemenangan SUDAH kita terima.
Apa pun yang terjadi, tidak perlu khawatir. Kita sudah tahu endingnya, kita pasti menang koq…
Dahsyat bukan?
Gak perlu stres… Apalagi cemas!
Kalau Allah dipihakku, siapa dapat melawan aku?

Setuju?

“Is prayer your steering wheel or your spare tire?” – Corrie ten Boom.

“Apakah doa merupakan setir atau sekedar ban serep bagi Anda?”  – Corrie ten Boom.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Roh selalu berbicara. Apakah Anda Berharap untuk mendengarkan-Nya?”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Roh selalu berbicara. Apakah Anda Berharap untuk mendengarkan-Nya?”

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
Yohanes 16:13 (TB).

Saya sering dimintai nasihat serta saran, dan saya selalu berusaha membantu. Namun, sangatlah mengkhawatirkan, karena begitu banyak orang mencari jawaban pada manusia, mereka tidak pernah berharap untuk mendengar dari Tuhan. Seolah-olah subjek mendengarkan Tuhan untuk diri mereka sendiri, bahkan tidak pernah dipertimbangkan. Jika kita bertanya kepada seseorang,
“Apa yang Tuhan katakan kepadamu?”, Kita sering kali diperhadapkan dengan tatapan kosong. Kebanyakan orang Kristen tidak tahu bahwa mereka dapat mendengarkan Tuhan.

Masalahnya diawali karena kita menjalani hidup yang sama, seperti yang kita lakukan sebelum lahir baru. Kita membiarkan panca indera dan emosi kitalah yang mengatur cara kita melihat dunia, dalam memperoleh kebijaksanaan dan penerimaan. Dalam artian tertentu, kita hidup hanya dengan “roti saja”.

“Tetapi Yesus menjawab: Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”
Matius 4:4 (TB).

Sebagai makhluk rohani, kita diciptakan untuk hidup dengan firman Tuhan. Itu adalah “setelan asli” kita. Ketika kita mengabaikan perkataan Roh, kita menciptakan lingkungan di mana kita akan tampak sama tersesat dan bingungnya, seperti orang yang tidak percaya.

Meskipun nasihat yang rohani tentu bermanfaat dan dibutuhkan saat kita bertumbuh dalam hikmat, namun hal itu tidak menghasilkan iman. Karena, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Roma 10:17 (TB).

Seperti yang dikatakan Yakobus,
“Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi! Yakobus 5:13 (TB).
Mengapa?
Karena doa adalah lingkungan untuk mendengarkan Tuhan.
Doa mengalihkan pandangan kita dari kebutuhan dan menempatkannya pada Jawaban.
Doa melihat yang tak terlihat.
Doa mendengarkan suara Tuhan.
Doa berharap untuk mendengar.

Latih diri kita dalam mendengarkan Tuhan.
Pastikan apa yang kita dengar didasari oleh Firman Tuhan.
Roh akan menuntun kita pada Kebenaran Firman.
Iman akan diaktifkan dan hidup kita akan memasuki dimensi baru.

[Repost ; “The Spirit is always speaking. Are you expecting to hear Him?”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Sosial Media. Positif Or Negatif?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Sosial Media. Positif Or Negatif?

“Dengan siapa kita bergaul, menentukan masa depan Anda.” Itu benar sekali, bu Yenny.

Dalam sebuah buku, kalau tidak salah judulnya “Strategi Menuju Sukses” oleh Jim Dornan,  pernah membacanya. Masa depan dan kualitas seseorang ditentukan oleh:

1.Buku-buku apa yang Anda baca.
2.Apa yang Anda dengarkan. Audio atau video.
3.Dengan siapa lingkungan  dan pergaulan Anda.

Karena itu, buku itu mengingatkan agar hanya membaca buku/bacaan positif yg membangun. Mendengar atau menonton audio/video positif. Dan bergaul dengan teman-teman yang juga positif yg membantu kita bertumbuh. Pengertian “bergaul” saat ini, menurut saya juga termasuk “pergaulan dalam dunia maya”, ujar P. Pria Takari, sahabat saya, mengomentari artikel: https://yennyindra.com/2021/02/show-me-your-friends-and-ill-show-you-your-future/

Setuju!

Ada 2 kelompok ekstem, yang satu sangat anti sosial media, sementara kelompok sisanya, mendukung.

Bagi saya pribadi, sosmed ibarat pisau. Positif atau negatifnya tergantung bagaimana kita memanfaatkannya.

Ada yang selingkuh, tertipu, menjadi konsumtif dan kecanduan game, gara-gara sosmed.
Tetapi tidak sedikit yang memanfaatkannya untuk berbisnis, belajar dan membangun networking dengan kalangan yang positif.

“Anak-anak yang familiar dengan gadget dan internet, ke depannya akan jauh lebih mudah dan terampil memanfaatkan kemajuan teknologi,” ujar Prof. Rhenald Kasali saat Aspirasi berkunjung ke Rumah Perubahan, milik beliau.
“Bahkan kelak, dokter dari Perancis, misalnya, bisa mengoperasi pasien di Indonesia, dengan perantaraan fasilitas internet dan teknologi. Sesuatu yang masing asing bagi pemikiran kita saat ini.”

Wow…

Bagi saya pribadi, sosmed sangat berguna. Saya follow tokoh-tokoh yang sudah teruji positif dan mengajarkan hal-hal yang bermanfaat. Setiap buka instagram, muncul quotes, video pendek mereka.
Tidak jarang Tuhan mengingatkan saya melalui sarana ini.

Di FB, banyak teman-teman Charis post artikel-artikel bagus, quotes dan berbagai resources lainnya. Semuanya menggiring saya kembali ke track yang benar, saat pandangan saya teralihkan pada hal-hal duniawi. Ikutan galau dan kuatir karena berita-berita.

Di WA grup juga banyak pilihan. Berita yang positif mau pun yang negatif. Diskusi kelas ilmuwan, pengusaha-pengusaha kelas international, lokal, kelompok rohani, kelompok pembelajar, pedagang eceran hingga guyonan ala ibu-ibu. Maklum saya punya ratusan WA grup. Tinggal saya sendiri yang mesti bijak, mau fokus ke mana?
Belajar memilih dan memilah sesuai kebutuhan dan tujuan hidup.

Saat Michelle liburan pulang Indonesia desember 2020, saya galau.
Membaca hebohnya Covid di US, saya ingin Michelle di Indo saja. Toh tinggal 1 semester.
Tetapi Michelle ‘kekeuh’ mau pulang ke Boston. Lebih enak sekolah langsung daripada online.

Saya pun berdoa minta hikmat Tuhan.
Awal Januari, seorang teman post, putranya kembali ke US.
Dan baik-baik saja.
Seolah Tuhan meneguhkan, gak apa-apa Michelle pulang ke Boston.
Tanpa kata, tanpa komunikasi langsung tetapi foto yang di post berbicara banyak.

Akhirnya Michelle kembali ke US. Semuanya berjalan lancar…
Sempat persiapan untuk karantina 14 hari.
Ternyata 3x di SWAB, hasilnya Negatif.
Tidak perlu karantina.
Yeaaayyyy….

Saya mengambil kesimpulan, sesungguhnya apa pun yang ada di tangan kita, bisa dipergunakan untuk hal positif mau pun negatif.
Yang kerap tidak kita sadari, apa pun yang kita ucapkan, lakukan mau pun sikap yang kita tampilkan, mempengaruhi orang lain.
Hidup kita buku terbuka yang ‘dibaca’ orang lain.
Apakah orang lain melihat ada pancaran karya Allah di sana?
Selain itu, di dunia maya, saya bergaul dengan siapa? Karena teman-teman saya positif, yang saya lihat pun foto yang positif.

Teman saya hingga kini pun tidak tahu, jika post foto anaknya, sudah menjadi berkat bagi saya.

Karena itu, mari kita manfaatkan apa pun yang kita miliki, panggung kita, kesempatan yang ada, dengan bijak, menjadi berkat bagi sesama dan untuk kemuliaan Tuhan .
Setuju?

The believer’s job is to shine out God in their living and in their speaking-Henry Hon

Tugas orang yang percaya kepada Tuhan adalah memancarkan Tuhan dalam kehidupan mereka dan melalui pembicaraan mereka – Henry Hon.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Apakah Anda Mendengarkan Dia?”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Apakah Anda Mendengarkan Dia?”

Tuhan ingin berkomunikasi dengan kita!
Dia ingin menunjukkan kepada kita semua yang telah kita miliki di dalam Kristus. Dia pun ingin membawa kita keluar dari keputusasaan, patah semangat, ketakutan, penyakit dan kemiskinan, dan membawa kita masuk ke dalam hidup yang berkelimpahan.
Ini melampaui pewahyuan umum tentang diri-Nya, yang tersedia bagi semua ciptaan-Nya. Inilah pewahyuan khusus kepada roh kita yang telah lahir baru, agar dapat memahami betapa besarnya warisan yang kita terima di dalam Dia! Tuhan ingin mengajar kita, dengan memberi kebijaksanaan, mempersiapkan kita, memperingatkan kita dan membebaskan kita. Dia berbicara!
Mengapa banyak yang tidak mendengar?

Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.
1 Korintus 2:14 (TB).

Sayangnya, banyak orang Kristen yang diklasifikasikan sebagai manusia ‘alami’. Bukan karena mereka belum lahir baru, tetapi karena mereka tidak menyediakan waktu untuk hal-hal yang berhubungan dengan Tuhan. Kekhawatiran dunia ini telah mencekik Firman dan mereka memilih hidup sebagai manusia duniawi, bukan sebagai manusia rohani. Meski pun roh mereka hidup bagi Tuhan dan bisa mendengar suara-Nya, mereka jarang mendengar atau mengenali bisikan-Nya karena mereka tidak meluangkan waktu mempersiapkan hati untuk mendengarkan-Nya.

Bandingkan dengan hambatan yang dihadapi orang buta dan tuli.
Di dunia alami mereka pasti mengalami banyak kesulitan.
Pemandangan dan suara yang dianggap normal, tidak bisa dialami oleh mereka yang buta mau pun tuli. Kehidupan yang tidak ‘normal’ atau berbeda, terpaksa mereka jalani. Penyesuaian dibuat agar hidup dapat berjalan, namun keindahan dunia kasat mata mau pun beragamnya suara, tetap terkunci dan hanya bisa dibayangkan saja.

Manusia alami menjalani kehidupan yang serupa. Hidup tanpa mendengar Tuhan adalah hidup yang minimal. Kita diciptakan untuk mendengarkan Dia. Memilih untuk mengabaikan-Nya dan menjalani hidup pada tingkat alamiah serupa dengan menjadi buta dan tuli pada saat yang bersamaan. Kita dapat menyesuaikan diri, tetapi kita tidak akan pernah mengalami kehidupan yang berkelimpahan.

Kita diciptakan untuk hidup dalam persekutuan dengan Bapa, di mana kelimpahan, pertolongan, berkat, kebijaksanaan dan petunjuk-Nya tersedia bagi kita. Kehidupan yang berkelimpahan dimulai dengan keinginan untuk mendengarkan Dia.

Telinga yang mendengar dan mata yang melihat, kedua-duanya dibuat oleh TUHAN.
Amsal 20:12 (TB).

[Repost ; “Are You Hearing Him?”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Living In Balance.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Living In Balance.

Firman Tuhan menjanjikan kemakmuran.
Tuhan ingin anak-anak-Nya makmur.
Siapa yang mau diberkati & makmur?
Saya segera tunjuk jari.

Tetapi saat kita hanya fokus pada pengajaran tentang kemakmuran dan menolak pengajaran lainnya, kita akan terperosok dalam jurang keserakahan.
Dan Tuhan membenci keserakahan!

Nach lho… Bagaimana dong?
Kita hidup harus seimbang. Terima semua pengajaran firman Tuhan dan jadilah seimbang  Jangan hanya dipilih apa yang menguntungkan diri sendiri alias untuk memuaskan keinginan egois kita sendiri.

Tuhan ingin kita diberkati?
Pasti!
Apa tujuan Tuhan?
Supaya kita menjadi berkat bagi orang lain.
Diberkati untuk menjadi berkat. Karena kita hanyalah pengelola dari ‘harta’ milik Tuhan.

Saya terpukau saat Greg Mohr memberi contoh, ada suami istri yang biasa berpendapatan besar. Pasangan ini terbiasa memberikan persembahan dalam jumlah tertentu.
Suatu ketika pendapatannya menurun. Tetapi sang istri tetap memberikan dalam jumlah yang sama, dengan sikap beriman agar pendapatannya pulih kembali.

Greg Mohr menegurnya karena persembahan seharusnya diberikan berdasarkan pada apa yang ada pada kita bukan berdasarkan pada apa yang ingin kita terima.
Wow… Ini pemahaman yang baru pertama kali saya mengerti.
Inilah gunanya sekolah!
Yess….

Motivasi dan cara dalam memberikan persembahan lebih penting bagi Tuhan.
Bukan memberikan persembahan sejumlah A supaya mendapatkan 100 x lipat ganda motivasinya.
Itu gambling, berjudi…

Persembahan diberikan sebagai ucapan syukur dan bukti kita mempercayai Tuhan serta berdasarkan pada apa yang memang kita miliki ( yang ada pada kita).

Diperlukan cara Ilahi untuk mendapatkan hasil yang Ilahi.

Apakah kesembuhan janji Tuhan?
Yess! Sure…
Tetapi di sisi lain kita juga diperintahkan Tuhan menjaga keseimbangan dan kesehatan tubuh kita, karena tubuh kita itu Bait Allah.
Seimbang!

Ada firman Tuhan yang memerintahkan kita untuk memberi, berbagi dan menolong orang lain.
“Bertolong-tolonganlah dalam menanggung bebanmu”, kata Tuhan.
Namun di sisi lain, ada perintah “orang yang tidak bekerja, jangan makan.”
Seolah-olah saling bertentangan.
Lalu kita harus bertindak mengikuti perintah yang mana?

Semuanya benar, tergantung kasus dan waktunya. Tidak bisa ‘digebyah uyah’, kata Orang Jawa.
Tidak bisa disamaratakan. Butuh hikmat dan kebijaksanaan dalam setiap kasus.


Karena itu penting bagi kita untuk bergantung kepada Tuhan setiap saat.
Sebelum bertindak, berdoa minta hikmat Tuhan, yang mana tindakan yang paling tepat untuk situasi ini.

Kunci keberhasilan dalam hidup adalah bersikap seperti anak kecil dihadapan Allah dan mau diajar oleh sesama- Jack Hayford.

Ini sungguh prinsip yang sangat penting untuk maju dan berkembang bersama Tuhan. Kunci kesuksesan hidup.
Terus belajar, bersedia dikoreksi, karena Tuhan bisa memakai siapa saja dan sarana apa saja untuk mendidik kita.

Seseorang sukses, sehat, bahagia, berkemenangan dll bukan kebetulan. Ada prinsip-prinsip, nilai-nilai, life-style, mindset dan respon tertentu yang dihidupinya, sehingga dia bisa mencapai level itu.
Jika kita ingin seperti dia, tentunya kita harus belajar serta mempraktekannya juga.
Siap belajar?


One of the keys to success in life is finding the right balance.- Greg Mohr

Salah satu kunci keberhasilan dalam hidup adalah menemukan keseimbangan yang tepat. – Greg Mohr.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 236 237 238 239 240 308