Articles

“Jangan Bersikap Pasif!”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Jangan Bersikap Pasif!”

Baru-baru ini saya menemukan pepatah yang kedengarannya cukup saleh tetapi sebenarnya sepenuhnya salah (dan bisa menipu anak-anak Tuhan).

“Kadang-kadang Tuhan menempatkan kita dalam pertempuran dengan tangan kosong sehingga ketika mendapatkan kemenangan, kita tahu bahwa itu bukan kita, tetapi Dia.”

Begitu banyak Teologi Kristen modern yang didasarkan pada kesimpulan yang salah tentang sifat Allah, sifat manusia, dan tujuan manusia di bumi. Praktis semua dalam kutipan di atas salah dalam setiap sisi aspeknya.

  1. Tuhan tidak menempatkan kita dalam pertempuran. Pertempuran (saya berasumsi ini mengacu pada pencobaan, kesengsaraan, godaan, dan mungkin bahkan penyakit atau kesulitan ekonomi), adalah bagian dari dunia yang jatuh di mana kita hidup.
    Tuhan tidak pernah mengirimkan masa-masa sulit apa pun, untuk mengajari kita. Dia mengirimkan Firman-Nya untuk mengajar dan menyempurnakan kita (2 Timotius 3:16-17).
    Pencobaan dan godaan bukan dari Tuhan (Yakobus 1:13-17)
  2. Kita tidak pernah berada pada posisi ‘tangan kosong!’
    Kita telah diberi Nama Yesus (yang berkuasa), ikatan janji yang lebih baik (the better covenant), janji-janji yang lebih mulia, darah Yesus, Roh Kudus, perlengkapan senjata Allah, Firman Allah, iman kepada Allah, kuncikunci Kerajaan, otoritas untuk menginjak semua pekerjaan musuh, karunia Roh, dan kita satu roh dengan Dia!
    Kita berada pada posisi menang, duduk bersama Dia di tempat surgawi!. Kita lebih dari pemenang!.
    Bagaimana mungkin kita bisa melihat diri kita sendiri sebagai seseorang bertangan kosong?
    Pemikiran ini berasal dari mentalitas ‘Tuhan yang berdaulat’ yang percaya bahwa Tuhan mengendalikan segala sesuatu dan kita hanyalah boneka dalam permainan-Nya.
  3. Kita tidak berada pada posisi berusaha ‘mendapatkan kemenangan!’ (kita SUDAH menang).
    Kita dipanggil untuk menegakkan kemenangan yang dimenangkan di kayu salib. Selama kita berpikir bahwa kita berusaha untuk meraih kemenangan, artinya kita tidak akan pernah masuk ke dalam kemenangan yang sesungguhnya sudah dimenangkan. Kita memulainya dari tempat kemenangan!
    Yesus sudah duduk di sebelah kanan Allah dan telah memberikan kepada gereja-Nya, kemenangan atas semua musuhnya. Sekarang terserah kita dalam memanfaatkan apa yang telah diberikan kepada kita.
  4. Poin terakhir lebih halus tetapi sama pentingnya.
    Meskipun kemenangan atas kegelapan sudah pasti karena Dia, peran kita sebagai penegak hukum sepenuhnya tergantung pada keputusan kita sendiri!. Ketika kita menegakkan kehendak Tuhan baik dalam kehidupan kita mau pun kehidupan orang lain, itu ADALAH karena kita!.

“Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.”
Efesus 3:20 (TB).

Kehendak Tuhan agar kita senantiasa berkemenangan dalam segala hal, pada akhirnya berada di tangan kita sendiri.
Kita bisa hidup dengan iman, atau hidup berdasarkan takdir.
Kutipan pepatah di atas lebih berkaitan dengan takdir daripada iman.

Begitu banyak orang Kristen yang niat hatinya baik, tetapi dilucuti dari kapasitas mereka untuk memerintah dalam hidup, karena Fatalisme Teologi yang diungkapkan dalam kutipan tersebut diatas.
Jangan mudah tertipu. Kita sudah diperlengkapi untuk menegakkan kemenangan Kristus. Kita tidak pernah hidup dalam keadaan bertangan kosong.

[Repost ; “Don’t Be Passive!”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
MENGATASI GALAU
Tersinggung, Apa Masalah Sesungguhnya?
“Biarkan saya memberi tahu masa depan Anda!”