Category : Articles

Articles

Penyembuhan dan Trauma

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Penyembuhan dan Trauma

Kita tahu bahwa manusia terdiri dari roh, jiwa dan tubuh. Secara umum kita dapat mendefinisikan jiwa untuk memasukkan dimensi mental dan emosional.
Ada empat area dalam hidup kita yang membutuhkan kekuatan pembaharuan dari Roh Kudus dan pemulihan Firman: roh kita, pikiran kita, emosi kita dan tubuh kita.

Keempat area ini saling berhubungan dalam banyak hal. Tantangan mental dapat mempengaruhi emosi dan masalah emosional dapat mempengaruhi pikiran. Kedua area ini dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik, dan tantangan fisik juga dapat berdampak negatif pada pikiran dan emosi.
Masalah utamanya adalah jiwa manusia. Roh yang tidak sehat, yaitu roh yang terpisah dari aliran kehidupan Tuhan yang terus-menerus. Ketika kita tidak diberi makan secara rohani, maka seluruh keberadaan kita bisa menderita.

Ini bukan tentang apakah seseorang diselamatkan atau tidak (dilahirkan kembali), tetapi apakah mereka sehat secara rohani, mental, emosional dan fisik. Penyembuhan lebih dari sekedar masalah fisik. Sering kali, masalah fisik hanyalah gejala dari kebutuhan yang lebih besar.

Salah satu peristiwa yang paling berpotensi merusak dalam hidup adalah trauma. Peristiwa traumatis dapat mencakup kehilangan yang tidak terduga dari orang yang dicintai, stres akut, bencana alam, perceraian, diagnosis medis yang negatif, masalah hukum, beban keuangan, putusnya hubungan dengan anak-anak atau orang tua, dll. Daftarnya bisa terus bertambah. Peristiwa semacam itu dapat mempengaruhi keempat bidang kehidupan kita.
Trauma emosional dan trauma mental dapat memicu reaksi fisik, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Trauma fisik, seperti kecelakaan, dapat merusak stabilitas mental dan emosional. Jika kondisi rohani seseorang tidak teguh di dalam Kristus, trauma yang tidak terselesaikan dapat membawa kehancuran besar bagi kehidupannya.

“Roh seseorang akan menopangnya dalam penyakit, Tetapi siapa yang dapat menanggung roh yang hancur?” (Ams.18: 14)

“… .Dengan kesedihan hati, roh hancur.” (Ams. 15:13) Dan, apa akibat dari patah semangat?

“… ..Semangat yang patah mengeringkan tulang.” (Ams.17: 22)

Dengan demikian, kesedihan hati yang dapat diakibatkan oleh berbagai macam trauma, pada akhirnya dapat ‘mengeringkan tulang’ yaitu berdampak negatif pada fisik. Sekali lagi, semua area ini saling berhubungan. Seperti rangkaian kartu domino, ketika yang pertama jatuh, yang lain bisa terkena dampaknya. Bahkan orang Kristen pun bisa menderita di area ini.
Itulah sebabnya mengapa Paulus berdoa seperti yang dia lakukan dalam Efesus 3:16, “supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu.”

Apa jawabannya?

“Roh Tuhan ada pada-Ku, karena Dia telah mengurapi Aku untuk memberitakan Injil kepada orang miskin; Dia telah mengutus Aku untuk menyembuhkan yang patah hati, Untuk menyatakan kebebasan kepada tawanan dan pemulihan penglihatan bagi yang buta, Untuk membebaskan mereka yang tertindas; ” (Lukas 4:18)

Apa pun penderitaan dan sumber penderitaannya, Yesus datang untuk menyembuhkannya. Apakah kita menderita secara mental, emosional, fisik mau pun spiritual, Yesus adalah jawabannya. ‘Manusia batiniah’ yang sehat, berada dalam persekutuan dengan Bapa dan penuh dengan iman, sukacita serta kasih. Itu merupakan sumber penyembuhan di setiap bidang kehidupan lainnya.

“Hati yang gembira adalah obat yang manjur.”
Amsal 17:22 (TB)

Bertekadlah untuk membiarkan Firman dan Roh melahirkan harapan baik secara mental mau pun emosional. Mulailah hidup dengan pujian serta ucapan syukur. Bersikaplah proaktif dalam menerima pelayanan Yesus di setiap bidang kehidupan kita.

[“Healing and Trauma”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Pelajaran Sederhana Dari Keseharian

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Pelajaran Sederhana Dari Keseharian

Masih ingat kisah tentang ‘malaikat’ saya di Jakarta, P. Hendry Mac Gyver & Rosita?

Unik sekali ternyata besan mereka di Surabaya, P. Chandra dan B. Dani adalah ‘malaikat’ saya di Surabaya.

P. Chandra dan B. Dani selalu bermurah hati mengantar dan menjemput saya kalau hadir di cell group.
“Bu Yenny hadir? Nanti saya jemput seperti biasa ya…”, Kata B. Dani.

Saat saya post kisah P. Henry dan Rosita, baru tahu ternyata mereka besanan.
Dan ke dua pasangan ini sama-sama teman baik yang selalu murah hati.
Wow….
It’s a small world.

Untungnya, nama P. Indra dan saya terkenal baik, makin dicintai setelah tahu lingkaran ini.

Saya belajar:
Selalu jaga nama baik dan integritas, kita tidak pernah tahu, siapa yang akan kita temui.

Saat punya Nama Baik, ke mana pun pergi tanpa beban, di mana pun dicintai orang.
Berkenalan dengan P. Henry dan Rosita saat ke Balkan, mereka tinggal satu kompleks dengan saya di Nava Park, BSD , siapa nyana besannya P. Chandra dan B. Dani, tinggal satu kompleks pula dengan saya di Pakuwon Indah, Surabaya.

Saat kita fokus dengan Tuhan dan menaburkan hal-hal yang baik, maka orang-orang yang baik pula yang akan tertarik pada kita.
Like attracts like.

Apa yang kita tabur, itulah yang kita tuai. Bahkan lebih lagi. Saya terpesona oleh kebaikan Tuhan… menyiapkan hal-hal yang jauh lebih baik daripada yang bisa saya pikirkan.

Tidak hanya tentang betapa berkelimpahannya saya dengan kiriman masakan P. Hendry & Rosita, ternyata Tuhan menyiapkan mereka menjadi ‘solusi’ bagi masalah yang kami hadapi saat ini.
Saya sungguh terpukau, 3 tahun sebelum masalah terjadi, Tuhan sudah menyiapkan jawabannya.

“Aku (Tuhan) akan menjawabnya bahkan sebelum mereka memanggilku. Sementara mereka masih membicarakan kebutuhan mereka, Aku (Tuhan) akan menjawab doa mereka!,” Kata Tuhan.

Dahsyat!

Ditambah bonus pula:
Ketika kami cukup lama di Surabaya, P. Hendri dan Rosita yang dengan telaten menengok beo dan rumah kami.

Dan…
Saat pohon anggur dengan 30 gerombol buahnya, perlu dipindah ke tanah dari pot, sang ‘bidan’ pun datang…
P. Hendri, sang MacGyver…

“Bidan buru- buru datang, mau melahirkan pohon anggur…,” kata Rosita tertawa lebar

Jadilah taman kami makin cantik dengan pohon anggurnya.

Apa pun yang dibutuhkan, Tuhan sudah sediakan solusinya, termasuk bidan pohon anggur… Wkwkwk…

Life is good!


Saya paling tidak mau meminjamkan buku.
Pelit ya? 🙂

Dari pengalaman, banyak yang lupa mengembalikan. Padahal yang berharga buat saya, bagian yang sudah di stabilo dan dicoret-coret.
Gak usah dibaca ulang saat akan menulis.

Apalagi yang sudah ada tandatangan penulisnya… Sayang, kan?

Solusinya, saya lebih suka memberi buku. Akibatnya saya sohib sekali dengan Light Publishing, yang menerbitkan buku-buku Charis, tinggal beri no hp maka semua sudah dibereskan. Saya tinggal transfer biayanya.

Buat apa kirim buku untuk orang yang ketemu muka saja gak pernah?
Saya suka kalau orang lain juga diberkati seperti yang saya rasakan. Tidak banyak lho orang yang mau membaca dan belajar.
Itu hal kecil yang bisa saya lakukan untuk mengembangkan hidup orang lain.

Apa untungnya?
Ya ga ada untungnya secara materi, tapi hidup kan gak cuma untung rugi. Wong hidup saya juga karena anugerah Tuhan semata.

Tidak ada orang yang bertemu saya secara kebetulan, meski cuma di sosmed.
Tugas kita senantiasa menaburkan benih-benih yang baik, pada waktunya akan berbuah dengan sendirinya.

Saat kita sibuk menaburkan pengaruh baik, kata-kata baik, sikap baik apalagi jika yang dikumandangkan itu Firman Tuhan yang merupakan roh dan hidup, dengan sendirinya benih kata-kata itu akan bertumbuh dan berbuah dalam hidup orang yang mendengarnya. Firman itu akan membuktikan dirinya sendiri dan menjadikan kehidupan yang mengagumkan.

Melihat orang lain maju dan berkembang, hidupnya menjadi lebih baik karena mengenal saya, artinya saya sedang membangun warisan yang abadi.

Saat bertemu Tuhan di surga, kita tidak akan ditanya, berapa aset dan nilai saham kuta sekarang?
Tetapi apa yang sudah kita lakukan dengan apa yang Tuhan percayakan di tangan kita, untuk membangun hidup orang lain?
Apakah orang lain benar-benar bisa melihat, ada Tuhan yang terpancar melalui kehidupan kita?


Yang sedang ‘happening’ adalah panen cabe di kebun kami.

“Quotes sekarang mesti direvisi. Dulu berbunyi: saya yang menabur maka saya yang menuai… Tapi sekarang quotes berbunyi: saya yang menabur, kamu yang menuai…,” goda saya pada teman-teman yang sedang panen cabe.

“Paulus yang menanam, apolos yang menyiram, Sari yang menuai…”, ujar Sari sambil terbahak.

Kami senang sekali melihat teman-teman dari berbagai kelompok bersukacita panen cabe di kebun kami…
Kemarin teman-teman Surabaya dan hari ini, teman-teman Charis.

Konon saat ini cabe sedang mahal. Saya gak masak jadi gak tau.

Bahagia itu ternyata sederhana. Saat teman-teman senang, kami triple senang…

Saat saya lihat tanaman cantik, tapi P. Indra berkomentar,
“Sisi tembok ditanami cabe saja, buahnya banyak, cantik dan teman-teman senang panennya…” 🙂


Suatu ketika ada P. Irsan yang chat, minta dijapri artikel Seruput Kopi Cantik.
Jadilah kami berteman.

Hari ini tiba-tiba P. Irsan bercerita, ternyata bulan Maret tahun lalu, kondisi bisnis sangat berat. Keadaan sangat memusingkan dan membuatnya ketakutan. Dia tidak bisa melihat Tuhan lagi. Masalah begitu mencekam pikiran dan mata hatinya.

Tanpa sengaja membaca Seruput Kopi Cantik di sebuah grup Whatsapp dan diingatkan, Tuhan ada dan senantiasa siap menolongnya.
Berlanjut dengan membaca buku-buku Andrew Wommack yang saya kirimkan.
Dan saya sungguh kagum… Bagian-bagian yang penting, diberinya garis. Beliau mengirimkan beberapa fotonya. Tidak hanya itu, selesai dibaca, diringkas, diulang dan direnungkan…
Wow… Saya terpukau.

Tidak heran jika P. Irsan bersaksi, usahanya sudah normal kembali bahkan beliau sudah membuka toko satu lagi.
Firman itu roh dan hidup dan berkuasa mengubah apa pun masalah yang kita hadapi.
Tuhan bisa buat jalan, saat tiada jalan.
Bahkan Tuhan mampu menciptakan sumber mata air yang berlimpah di padang gurun sekali pun.

Kuncinya, utamakan Tuhan dan firman-Nya.

Mendengar kesaksian P. Irsan, hati saya berbunga-bunga. Tidak sia-sia bertekun menulis artikel Seruput Kopi Cantik.
Hidup ini berarti, saat kita menyadari hidup orang lain menjadi lebih baik karena mengenal kita.
Hidup yang berdampak.
Karena untuk itulah saya diciptakan Tuhan di dunia ini.


Mari kita bersama-sama menggenapi rancangan Tuhan dalam hidup kita.
Peran kita unik dan tak tergantikan lho, kata Goethe.

Sudahkah kita merealisasikannya?

God is faithful and His provision for us has no limits – Cindy Hess Kasper.

Tuhan itu setia dan penyediaanNya bagi kita tanpa batas – Cindy Hess Kasper.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Cara Melepaskan Kesembuhan.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Cara Melepaskan Kesembuhan.”

Tahukah kita apa artinya memiliki Yesus, Bapa dan Roh Kudus yang tinggal di dalam diri kita?

“Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.”
1 Korintus 6:17 (TB).

Jika Yesus hidup di dalam kita oleh Roh, maka Dia berada di dalam kita. Hidup-Nya (zoe) ada di dalam kita dan itu termasuk kesembuhan.

Paulus berkata bahwa,
bukan lagi dia yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam dia. Dan dia sekarang hidup oleh iman Anak Allah. (Gal. 2:20). Paulus menyatakan bahwa Yesus hidup di dalamnya, dan iman Yesus itulah iman yang digunakan Paulus untuk hidup. Yesus adalah penulis dan penyempurna iman kita.

Karena itu, iman Tuhan yang ada di dalam diri kita, itulah iman yang menyembuhkan. Iman itu menjadi bagian kodrat rohani kita yang sudah lahir baru.

Kebanyakan orang Kristen melihat kesembuhan datang dari luar diri mereka, bahkan mungkin dari atas. Mereka menganggap diri mereka sebagai orang sakit yang berusaha sembuh. Mereka berdoa, bertanya dan berharap sesuatu dari luar diri mereka, yang akan menjamah mereka.

Tentu saja ketika Yesus hidup di dunia, lalu menyembuhkan semua orang yang datang kepada-Nya, Dia memang berada di ‘luar’ orang yang sakit dan menyembuhkan mereka dari luar. Tetapi sekarang Dia tinggal di dalam kita, dan dengan demikian kuasa penyembuhan-Nya yang berada di dalam kita.

Ketika kita menangani penyakit dalam tubuh kita sendiri,
kita harus melihat diri kita sebagai orang yang sembuh sedang melawan penyakit, bukannya sebagai orang sakit yang berusaha untuk disembuhkan.
Penyakit adalah penyusup ilegal yang harus dikeluarkan dari tubuh kita.
Kita memerintahkan kepada tubuh kita, oleh Roh.
Yang fisik harus tunduk pada yang rohani.
Yang terlihat harus tunduk pada yang tak terlihat.

Semua kesembuhan yang kita butuhkan sudah tersedia melalui roh kita yang sudah lahir baru, dan bersatu dengan Tuhan.
Kesembuhan datang dari dalam. Kita melepaskannya melalui kata-kata, sikap, pikiran, dan tindakan yang kita lakukan.
Kita bertindak berdasarkan Firman, mengucapkan Firman, memikirkan Firman dan ‘melihat’ kesembuhan.

Tidaklah perlu terlalu banyak meminta Tuhan untuk melepaskan kesembuhan. Karena sesungguhnya, kesembuhan telah dilepaskan sejak Yesus berjalan di bumi dan sejak Dia bangkit dari antara orang mati. Masalah yang lebih penting, bagaimana cara kita melepaskan kesembuhan yang telah Tuhan lepaskan.

“Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.”
Efesus 3:20 (TB).

Ayat ini layak untuk direnungkan!

Ketika kita memiliki pemahaman yang jelas dan pewahyuan iman, serta pemahaman bahwa Sang Penyembuh tinggal di dalam kita (artinya kekuatan yang menyembuhkan bekerja di dalam kita), maka kita sedang dalam perjalanan untuk melihat manifestasi penyembuhan. Jika kita bisa ‘melihatnya’ dengan mata iman, kita bisa menerimanya.

[Repost ; “Releasing Healing”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Pilih Dewasa Atau Enakan Tetap Anak-Anak?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Pilih Dewasa Atau Enakan Tetap Anak-Anak?

Salah satu yang banyak dihindari orang, termasuk saya, adalah proses.
Proses artinya harus melewati tantangan, pengendalian diri dan dibentuk, ibarat periuk rela dipanaskan, diubah bentuknya sesuai keinginan sang penjunan.
Dan itu tidak nyaman!
Karena sesungguhnya, tanpa mengalami pemrosesan, karakter kita tidak akan terbentuk.
Tidak ada belajar berenang tanpa berbasah-ria masuk ke kolam renang atau masuk ke dalam air, kata orang bijak.

Tanpa terluka oleh gunting, maka kain tidak akan menjadi gaun yang indah.

Paham sich…. Tapi tetap saja rasanya tidak nyaman saat sedang diproses, bukan?

Sampai saya belajar, ternyata dengan tetap menjadi anak-anak, meski pun kita memiliki warisan yang luar biasa banyaknya, namun kita tidak berhak mengelolanya!

Teringat ketika Elisa dan Christian sekolah ke Australia, karena mereka belum 17 tahun, maka kami harus membayar jasa Guardian. Sang guardian ini menjadi orang yang bertanggungjawab di Australia, mewakili orangtuanya.
Banyak hal-hal tertentu, harus seijin guardiannya.
Elisa dan Christian harus tinggal di asrama atau homestay. Tidak diijinkan tinggal di apartemen atau menyewa rumah, hingga mereka berusia 18 tahun. Batas usia dewasa.

Tidak boleh mengendarai mobil, meski saat itu Christian butuh sekali mobil untuk main golf saat di Australia. Terpaksa bayar biaya taxi yang mahal untuk transportasinya.

Demikian juga kita secara rohani, meski janji-janji Tuhan begitu luar biasa dan banyak sekali jumlahnya, mungkin saja kita tidak bisa menikmatinya karena kita belum dewasa rohani.

Gak adil dong?
Ibarat pohon durian di kebun saya. Pohon itu tidak akan berbuah hingga rantingnya cukup besar dan kuat untuk menahan buahnya.
Karena secara alami, pohon durian pun tahu … Kalau pun dipaksa berbuah, maka sebelum buah itu cukup besar apalagi matang, sudah rontok buahnya.

Saya terpana.
Ah, betul juga ya  …
Kalau begitu, saya tidak bisa cemburu kepada teman yang menerima berbagai penggenapan dan realisasi janji-janji Tuhan.
Mungkin saja saya tidak menerima sebanyak teman itu, karena saya yang belum sedewasa dia.
Sehingga saya belum mampu mengelola dan bertanggungjawab.

Apa ciri-ciri orang yang dewasa?
Berani bertanggungjawab

Saat seseorang mengalami masalah, umumnya dia akan meneliti ulang, siapa yang bisa disalahkan. Atau mengungkapkan berbagai alasan, agar kesalahan dirinya tidak terlalu besar. Seluruh dunia boleh sakah, kecuali dia!

Berbeda dengan Raja Daud. Ketika Nabi Nathan menuding dan membeberkan kesalahannya, Daud tidak berdalih.
Rupanya, inilah rahasia mengapa Daud menjadi orang yang berkenan di hati Tuhan.

Sederhana, tetapi butuh kerendahan hati. Mengalahkan ego, rasa malu dan rasa bersalah kita untuk mengakuinya.
Dan pertobatan dimulai dengan kesadaran akan keberadaan diri seseorang, lalu diikuti keinginan agar hubungannya dengan Allah dipulihkan dan bersedia menghampiri-Nya.

Tuhan adalah Allah yang pengasih. Kita cukup datang dengan keadaaan kita apa adanya, termasuk keadaan yang sudah kacau-balau, serahkan ke dalam tangan-Nya.
Minta dengan jujur, agar Dia menolong kita membereskannya.
Dan Tuhan bisa mengubah keadaan yang sudah ‘hancur’ dalam pandangan mata manusia, diubah-Nya menjadi kebaikkan bagi masa depan kita.
Dahsyat bukan?

Menjalani hidup bersama Tuhan.

Banyak orang yang hanya ‘visit alias singgah’ menghampiri Tuhan.
Ada yang hanya beribadah seminggu sekali. Ada pula yang beberapa kali seminggu, tetapi hanya fokus pada Tuhan saat acara itu saja.
Selebihnya, ya hidup dengan caranya sendiri. Berpikir ala filsafat dan kebiasaan dunia.

Yang lebih rohani, berdoa dan menyembah Tuhan di pagi hari tetapi tujuannya berdoa hanya meminta rejeki serta kemudahan, tetapi melanjutkan hidupnya sesuai kebenaran dirinya sendiri.

“Kan memang berdoa tujuannya supaya pekerjaan kita dilancarkan,” ujar seorang eksekutif muda.

Padahal bukan seperti itu yang dikehendaki Tuhan.
Dia ingin terlibat dengan kehidupan kita sepanjang hari. Betul-betul menjadi Allah bagi kita. Membangun hubungan yang berkesinambungan.
Apa pun yang kita lakukan, pikirkan, rasakan mau pun katakan, semua untuk kemuliaan-Nya.
Sehingga hidup kita menjadi buku yang terbuka, di mana setiap orang bisa melihat demonstrasi kebaikan Allah dalam hidup kita.

Mau terima realisasi janji-janji Tuhan yang dahsyat?
Belajar dewasa yuk!

God provides the strength we need to persevere and grow – Lawrence Darmani.

Tuhan menyediakan kekuatan yang kita butuhkan agar dapat bertahan dan bertumbuh – Lawrence Darmani.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Pelajaran Sederhana Dari Keseharian

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Pelajaran Sederhana Dari Keseharian

Masih ingat kisah tentang ‘malaikat’ saya di Jakarta, P. Hendry Mac Gyver & Rosita?

Unik sekali ternyata besan mereka di Surabaya, P. Chandra dan B. Dani adalah ‘makaikat’ saya di Surabaya.

P. Chandra dan B. Dani selalu bermurah hati mengantar dan menjemput saya kalau hadir di cell group.
“Bu Yenny hadir? Nanti saya jemput seperti biasa ya…”, Kata B. Dani.

Saat saya post kisah P. Henry dan Rosita, baru tahu ternyata mereka besanan.
Dan ke dua pasangan ini sama-sama teman baik yang selalu murah hati.
Wow….
It’s a small world.

Untungnya, nama P. Indra dan saya terkenal baik, makin dicintai setelah tahu lingkaran ini.

Saya belajar:
Selalu jaga nama baik dan integritas, kita tidak pernah tahu, siapa yang akan kita temui.

Saat punya Nama Baik, ke mana pun pergi tanpa beban, di mana pun dicintai orang.
Berkenalan dengan P. Henry dan Rosita saat ke Balkan, mereka tinggal satu kompleks dengan saya di Nava Park, BSD , siapa nyana besannya P. Chandra dan B. Dani, tinggal satu kompleks pula dengan saya di Pakuwon Indah, Surabaya.

Saat kita fokus dengan Tuhan dan menaburkan hal-hal yang baik, maka orang-orang yang baik pula yang akan tertarik pada kita.
Like attracts like.

Apa yang kita tabur, itulah yang kita tuai. Bahkan lebih lagi. Saya terpesona oleh kebaikan Tuhan… menyiapkan hal-hal yang jauh lebih baik daripada yang bisa saya pikirkan.

Tidak hanya tentang betapa berkelimpahannya saya dengan kiriman masakan P. Hendry & Rosita, ternyata Tuhan menyiapkan mereka menjadi ‘solusi’ bagi masalah yang kami hadapi saat ini.
Saya sungguh terpukau, 3 tahun sebelum masalah terjadi, Tuhan sudah menyiapkan jawabannya.

“Aku (Tuhan) akan menjawabnya bahkan sebelum mereka memanggilku.
Sementara mereka masih membicarakan kebutuhan mereka,
Aku (Tuhan) akan menjawab doa mereka!,” Kata Tuhan.

Dahsyat!

Ditambah bonus pula:
Ketika kami cukup lama di Surabaya, P. Hendri dan Rosita yang dengan telaten menengok beo dan rumah kami.
Life is good.


Saya paling tidak mau meminjamkan buku.
Pelit ya?

Dari pengalaman, banyak yang lupa mengembalikan. Padahal yang berharga buat saya, bagian yang sudah di stabilo dan dicoret-coret.
Gak usah dibaca ulang saat akan menulis.

Apalagi yang sudah ada tandatangan penulisnya… Sayang, kan?

Solusinya, saya lebih suka memberi buku. Akibatnya saya sohib sekali dengan Light Publishing, yang menerbitkan buku-buku Charis, tinggal beri no hp maka semua sudah dibereskan. Saya tinggal transfer biayanya.

Buat apa kirim buku untuk orang yang ketemu muka saja gak pernah?
Saya suka kalau orang lain juga diberkati seperti yang saya rasakan. Tidak banyak lho orang yang mau membaca dan belajar.
Itu hal kecil yang bisa saya lakukan untuk mengembangkan hidup orang lain.

Apa untungnya?
Ya ga ada untungnya secara materi, tapi hidup kan gak cuma untung rugi. Wong hidup saya juga karena anugerah Tuhan semata.

Tidak ada orang yang bertemu saya secara kebetulan, meski cuma di sosmed.
Tugas kita senantiasa menaburkan benih-benih yang baik, pada waktunya akan berbuah dengan sendirinya.

Saat kita sibuk menaburkan pengaruh baik, kata-kata baik, sikap baik apalagi jika yang dikumandangkan itu Firman Tuhan yang merupakan roh dan hidup, dengan sendirinya benih kata-kata itu akan bertumbuh dan berbuah dalam hidup orang yang mendengarnya. Firman itu akan membuktikan dirinya sendiri dan menjadikan kehidupan yang mengagumkan.

Melihat orang lain maju dan berkembang, hidupnya menjadi lebih baik karena mengenal saya, artinya saya sedang membangun warisan yang abadi.

Saat bertemu Tuhan di surga, kita tidak akan ditanya, berapa aset dan nilai saham kuta sekarang?
Tetapi apa yang sudah kita lakukan dengan apa yang Tuhan percayakan di tangan kita, untuk membangun hidup orang lain?
Apakah orang lain benar-benar bisa melihat, ada Tuhan yang terpancar melalui kehidupannya kita?


Yang sedang ‘happening’ adalah panen cabe di kebun kami.

“Quotes sekarang mesti direvisi, saya yang menabur maka saya yang menuai… Tapi sekarang quotes berbunyi, saya yang menabur, kamu yang menuai…,” goda saya pada teman-teman yang sedang panen cabe.

“Paulus yang menanam, apolos yang menyiram, Sari yang menuai…”, ujar Sari sambil terbahak.

Kami senang sekali melihat teman-teman dari berbagai kelompok bersukacita panen cabe di kebun kami… Konon saat ini cabe sedang mahal. Saya gak masak jadi gak tau.

Bahagia itu ternyata sederhana. Saat teman-teman senang, kami triple senang…

Saat saya lihat tanaman cantik, P. Indra berkomentar,
“Sisi tembok ditanami cabe saja, buahnya banyak, cantik dan teman-teman senang panennya…”


Suatu ketika ada P. Irsan yang chat, minta dijapri artikel Seruput Kopi Cantik.
Jadilah kami berteman.

Hari ini tiba-tiba P. Irsan bercerita, ternyata bulan Maret tahun lalu, kondisi bisnis sangat berat. Keadaan sangat memusingkan dan membuatnya ketakutan. Dia tidak bisa melihat Tuhan lagi. Masalah begitu mencekam pikiran dan mata hatinya.

Tanpa sengaja membaca Seruput Kopi Cantik di sebuah grup Whatsapp dan diingatkan, Tuhan ada dan senantiasa siap menolongnya.
Berlanjut dengan membaca buku-buku Andrew Wommack yang saya kirimkan.
Dan saya sungguh kagum… Bagian-bagian yang penting, diberinya garis. Tidak hanya itu, selesai dibaca, diringkas, diulang dan direnungkan…
Wow… Saya terpukau.

Tidak heran jika P. Irsan bersaksi, usahanya sudah normal kembali bahkan beliau sudah membuka toko satu lagi.
Firman itu roh dan hidup dan berkuasa mengubah apa pun masalah yang kita hadapi.
Tuhan bisa buat jalan, saat tiada jalan.
Bahkan Tuhan mampu menciptakan sumber mata air yang berlimpah di padang gurun sekali pun.

Kuncinya, utamakan Tuhan dan firman-Nya.

Mendengar kesaksian P. Irsan, hati saya berbunga-bunga. Tidak sia-sia bertekun menulis artikel Seruput Kopi Cantik.
Hidup ini berarti, saat kita menyadari hidup orang lain menjadi lebih baik karena mengenal kita.
Hidup yang berdampak.
Karena untuk itulah saya diciptakan Tuhan di dunia ini.


Mari kita bersama-sama menggenapi rancangan Tuhan dalam hidup kita.
Peran kita unik dan tak tergantikan lho, kata Goethe.

Sudahkah kita merealisasikannya?

God is faithful and His provision for us has no limits – Cindy Hess Kasper.

Tuhan itu setia dan penyediaanNya bagi kita tanpa batas – Cindy Hess Kasper.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 232 233 234 235 236 308