Category : Articles

Articles

The Best Is Yet To Come.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

The Best Is Yet To Come.

“Son, remember The Best Is Yet To Come- Anakku, ingatlah Yang Terbaik Belum Datang,” John Maxwell menceritakan ucapan ayahnya saat berusia 95 tahun.
Dienk….. Dahsyat!

Beliau masih bekerja full time di usia 95 tahun, meninggal di usia 98 tahun.
Luar biaaasaaa….
Tidak heran, putranya John Maxwell berprestasi di tingkat dunia.
Penulis ratusan buku, terutama kepemimpinan dan motivator TOP!

Kacang ora ninggal lanjaran, kata Orang Jawa.
Like father like son, kata orang bule.

Sementara banyak orang sudah merasa tua di usia 50 tahun, papa John Maxwell justru masih menantikan hal yang terbaik di usia 95 tahun.
Hhhmmm … Nyata benar bedanya!

John bercerita, suatu ketika dia menghadiri reuni SMU-nya…Yang sebelah sana topiknya tentang obat, yang di sebelah ini tentang penyakit dan dokter.

“Selesai acara reuni, saya tidak tahu, harus pulang ke hotel atau justru ke Emergency Room (IGD),” ujar John terbahak….

Banyak orang tidak sadar, bahwa:

  • For as he thinks in his heart, so is he. Seperti orang berpikir dalam dirinya, demikianlah ia.*

Kitalah pelukis ‘takdir’ kita sendiri!
Dan ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia, di Amerika juga.

Saya paling gak suka jika teman-teman sibuk mengaku sudah tua. Belajar tuh dari papanya John Maxwell.

“Tua itu bukan soal angka atau umur. Orang yang berhenti belajar dan bertumbuh, entah dia berusia 20 atau 95 tahun, sesungguhnya orang itu sudah mati. Hanya saja belum officially diumumkan ” John Maxwell menjelaskan … Hahaha… Mak Jleb!

Saya kerap bercanda bahwa saya akan launching buku baru saat berusia 90 tahun. 🙂

Ada kisah lain yang tertanam di benak saya, lupa diambil dari buku mana.
Ketika Peter Druker, Sang Bapak Management Modern, meninggal dunia maka Harvard University mengutus Jim Collins, penulis buku terkenal “Good To Great”, menulis tentang beliau sebagai penghormatan.
Jim Collins segera mengunjungi rumah Peter Drucker dan dipersilakan oleh sang penjaga rumah, untuk masuk ke ruang perpustakaan pribadinya.
Sungguh luar biasa, buku-buku karangan beliau tertata rapi di almarinya, sesuai dengan tahun penulisannya.
Yang lebih mengagumkan lagi, buku-buku yang ditulis oleh Peter Drucker setelah berusia 65 tahun (pensiun) hingga saat beliau meninggal di usia 95 tahun, 2x lipat banyaknya dibandingkan buku yang ditulis sejak masa muda hingga pensiun.

Artinya, di usia yang bagi orang lain ‘masa pensiun’ atau bahkan masa di mana orang lain sibuk membicarakan obat, penyakit dan dokter, Peter Drucker sibuk menulis buku, mengajar dan mempengaruhi dunia, sehingga beliau diberi julukan: Father of Modern Management Theory- Bapak Teori Manajemen Modern. Perlu dicatat, Peter Drucker masih mengajar di usia 92 tahun.

Tidak hanya itu saja, Peter Drucker mempengaruhi pengusaha sukses Bob Buford, sehingga Bob menuangkan ide kreatifnya, dalam buku berjudul “Finishing Well.”
Idenya, bahwa tidak ada kata pensiun dalam kehidupan manusia. Selama manusia masih bernafas, artinya masih ada tugas dari Tuhan yang perlu digenapi.

Hidup manusia punya 2 fase.
Fase pertama, ketika manusia bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Fase ke dua, manusia seyogyanya mengembalikan apa yang dimilikinya, untuk dimanfaatkan menjadi berkat bagi sesama. Tujuannya membangun legacy, warisan abadi bagi generasi yang mendatang. Membuat hidup orang lain menjadi lebih baik karena mengenal kita. Jadi ‘Terang & Garam’ dunia, istilah kerennya.

“Duh, saya gak mampu B. Yenny… “
Saya juga, tapi bisa kan kalau sekedar mempengaruhi dunia di sekeliling kita?
1 orang saja… Gapapa. Masih lebih baik, daripada tidak melakukan apa-apa.
Dan bukan dengan kekuatan kita sendiri namun dengan cara bergantung pada kemampuan Tuhan.

The miracle does not depend on your gift. The miracle depends on your ability to submit (to Him).

Mujizat tidak tergantung pada talenta kemampuan kita.  Mujizat tergantung pada kemampuan kita tunduk kepada-Nya.

Mudah bukan?
It’s all about God not me, ini semua tentang Tuhan bukan saya.

Menjadi tua itu pasti dan otomatis, tetapi menjadi bijak dan memiliki hidup yang bermakna itu pilihan.

Menjadi bijak dan hidup yang bermakna itu perlu usaha konsisten untuk menciptakannya. Bukan kebetulan!

“Anakku, selalu beri dorongan (encourage) dan nilai tambah dalam kehidupan orang lain, maka orang-orang akan selalu berkerumun mengelilingimu,” pesan papa John Maxwell.

Hhhmmm… Terbukti ya … Mendengarkan 2 jam apa yang disampaikan orang bijak, membuat hidup makin hidup….
The Best Is Yet To Come. Yeaaayyy…..

Bagaimana dengan Anda, belajar sesuatukah?

Old age with wisdom will crown you with dignity and honor, for it takes a lifetime of righteousness to acquire it.

Usia tua disertai kebijaksanaan akan memahkotai Anda dengan martabat dan kehormatan, karena dibutuhkan kebenaran seumur hidup untuk mendapatkannya.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Saya Belajar Agar Lebih Sukses. Bagaimana Dengan Anda?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Saya Belajar Agar Lebih Sukses. Bagaimana Dengan Anda?

Ketika Christian, putra saya, membawakan sebuah buku “What Got You Here Won’t Get You There” – Marshall Goldsmith & Mark Reiter, dengan keterangan di bawah judulnya tertulis:
How Successful People Become Even More Successful, saya langsung tertarik membacanya…

Apa yang membedakan orang yang sukses dengan orang yang super-sukses, sangat menggelitik hati saya.
Ternyata yang menghalangi orang yang sukses menjadi semakin sukses, hanyalah hal-hal sederhana berkaitan dengan sikap dan responnya dalam menanggapi sesuatu. Penghalang orang yang sukses menjadi semakin sukses bukanlah masalah ketrampilan, kecerdasan dan lain-lainnya namun lebih ke masalah sikap dan kebiasaan yang buruk.

Peter Drucker berkata, ”Kita menghabiskan banyak waktu untuk mengajar para pemimpin tentang apa yang harus mereka kerjakan. Namun tidak meluangkan cukup waktu untuk mengajar para pemimpin kapan harus berhenti. Separuh dari para pemimpin yang saya temui, tidak perlu belajar apa yang harus mereka kerjakan. Mereka harus belajar kapan harus berhenti.”
Wow…. Menarik sekali bukan?

“Para pemimpin yang sukses harus belajar menghentikan kebiasaan-kebiasaan buruk. Salah satunya, belajar kapan harus berhenti berkomentar jika ingin menjadi lebih sukses,” lanjutnya.

Saya memilih berhenti berkomentar saat sedang emosi. The Power of Delay, istilah saya.

Bagaimana kalau sesungguhnya kejadiannya tidak seperti yang dituduhkan?
Biarkan dulu hingga suasana tenang, saat kondisi kondusif, baru dijelaskan dengan hati tenang, tanpa emosi.
Banyak perceraian terjadi karena masalah ini. Yang bikin bercerai bukan masalah sesungguhnya, tetapi ketersinggungan karena kata-kata salah yang meluncur ketika sedang emosi.

Ingat, penghinaan dan kata-kata yang menyakitkan itu bisa dimaafkan tetapi sampai mati pun tetap tidak terlupakan.
Parut luka tetap terlihat, meski tidak sakit lagi. Padahal kerap yang terucap tidak dimaksudkan demikian.

Saat ada masalah, saya mengusahakan menyelesaikan langsung dengan orang yang dengannya kita bermasalah.
Supaya jelas permasalahannya, kita bisa menjelaskan apa yang kita tidak suka, apa yang kita harapkan darinya dan memberinya kesempatan untuk menjelaskan dari sisinya. Kesalahpahaman bisa terurai, dan what next? bisa ditetapkan.

Setiap orang ada kelebihan dan kekurangannya. Bedakan kebaikan dan kesalahannya. Jangan karena satu kesalahan, kebaikannya luntur semua. Sejujurnya tidak semudah teorinya, klo sudah sakit hati, cenderung semua nampak buruk, termasuk saya.

Catatan pentingnya, ketika kita sudah menyelesaikannya dan sepakat  masalah sudah selesai, Stop Membenarkan Diri, mencari-cari dan menceritakannya lagi pada pihak ke tiga!

Saat membenarkan diri itulah meluncur kata, sikap dan apa pun yang menimbulkan permasalahan serta ketersinggungan baru.

Kesalahpahaman pernah saya alami dengan seorang teman. Saya ingin membantunya menyelesaikan masalah yang sedang menimpanya, karena kebetulan saya cukup paham  dan punya kenalan di bidang tersebut, untuk membantu teman ini. Tetapi niat baik ini disalahmengerti. Ya sudah… Kami membicarakan secara langsung dan selesai.

Ternyata orang ini masih terus membenarkan diri kepada pihak ke tiga. Ini yang menimbulkan masalah baru.
Saya sadar, tidak dapat berteman lagi dengannya. Ini bukan tipe teman yang bisa ‘berjalan’ bersama.
Lebih baik menghindari ribuan pertempuran yang tidak perlu.
Memang ada orang-orang tertentu yang lebih baik dikasihi dari kejauhan, kata Joel Osteen.


Salah satu hal yang kelihatannya mudah namun sulit dilakukan adalah menjadi pendengar yang baik. Saat ada orang yang memberikan ide, sementara kita tahu bahwa ide itu kurang bagus, -apalagi jika kita punya banyak ide yang lebih smart-, maka kecenderungan kita langsung memotong pembicaraannya kemudian menjelaskan ide brilian kita.
Ini cara yang salah!

Saran buku itu, dengarkan dengan sikap menghargai hingga dia selesai mengungkapkan seluruh idenya lalu kita ucapkan, “Terimakasih” tanpa memberikan komentar apapun.
Butuh kerendahan hati untuk mempraktekkannya.


Menerima feedback atau umpan balik tidaklah mudah. Apalagi ketika keputusan sudah dikeluarkan, kemudian ada seseorang yang menantang keputusan kita sambil menjelaskan alasannya, reaksi umumnya, kita tersinggung atau marah.
Mengajaknya berdebat, mempertahankan diri bahwa keputusan kita paling benar.

“Mari saya jelaskan mengapa hal itu tidak akan berhasil…..”, lalu dengan berapi-api kita memberikan sanggahan.

Namun jika kita ingin menjadi lebih sukses, saran yang diberikan adalah mempertimbangkan alasan orang itu dan  tidak perlu memberikan komentar apa pun.


Tidak ada seorang pun yang suka disalahkan meski pun sesungguhnya salah.
Perhatikan jika terlambat datang ke sebuah meeting, dengan cepat kita akan menjelaskan alasan mengapa kita terlambat. Bahkan tanpa harus ditanya…. Langsung pengumuman!
Macet pun jadi kambing hitam

Apalagi jika kesalahannya menyangkut hal-hal penting ber-resiko besar, maka kita berusaha sedemikian rupa membuat alasan yang masuk akal dan tak terbantahkan supaya bisa mengurangi kadar kesalahan kita.

Salah satu kunci menjadi lebih sukses adalah menerima kesalahan kita dengan tulus, lalu memperbaikinya, saran dalam buku itu.

Jangan menyalahkan orang lain, baik sepenuhnya mau pun sebagian.
Berani bertanggungjawab sepenuhnya.

Ketika salah, akui dengan jujur lalu ucapkan “Terima Kasih” untuk setiap teguran yang kita terima tanpa memberikan alasan apa pun juga.

Berdiam diri menghindarkan kita dari hal-hal yang bisa memperkeruh masalah dan merusak hubungan, akibatnya kerap melampaui apa yang bisa kita bayangkan.

Alasan yang  disodorkan saat membenarkan diri itulah yang sering bikin orang jengkel, gemas dan masalah jadi melebar ke mana-mana, akhirnya tidak bisa diselesaikan.

Dengan sikap diam, pihak lawan akan reda emosinya, akhirnya melemah. Perdamaian dan kesepakatan mudah dicapai.


Ketika ada orang yang memberikan nasehat atau saran-saran, padahal kita sudah tahu tentang hal itu, respon kita biasanya memberitahu dia bahwa kita sudah tahu tentang hal itu.
Atau justru diam seribu bahasa,  mendengarkan dengan sikap jemu. Didalam hati kita meremehkan saran yang diberikan, karena kita kan sudah tahu hal itu.
“Hhmm ‘sok tahu’ aja”, gumam kita dalam hati.

Yang tidak kita sadari,  apa yang kita pikirkan dalam hati, terpancar melalui bahasa tubuh. Meski pun mulut kita terkunci namun si pembicara akan merasakan apakah kita menerima atau menolak sarannya. Menghargai atau menyepelekannya.

Sikap cerdas untuk menjadi kian sukses, menurut buku itu adalah diam, dengarkan dengan respek lalu ucapkan, “Terima Kasih.” ?


Senjata yang ampuh untuk memperoleh simpati orang lain adalah tahu cara menghargai orang lain serta dengan murah hati mengucapkan “Terima Kasih”, walau pun kita hanya menerima bantuan kecil saja.
Agar dapat mengucapkan “Terima Kasih” berarti kita harus memperhatikan hal positif yang dilakukan orang lain kepada kita.

Jika sebuah tim menghasilkan pencapaian besar, pada umumnya yang dilihat orang adalah ketuanya.
Namun ketua yang bijak akan mengungkapkan secara terbuka kepada publik, penghargaannya kepada para anggotanya yang telah berpartisipasi dan mendukungnya, hingga pencapaian besar itu bisa terealisasi.
Penyebutan Nama dan ucapan “Terima Kasih” sang ketua akan membuatnya lebih sukses lagi di masa yang akan datang.

Berkat belajar dari buku ini, saya membiasakan diri menulis besar-besar, nama orang-orang yang telah berjasa, menolong dan menginspirasi saya.
Intinya, sesuatu yang baik akan saya tulis nama orangnya dengan jelas, namun saat menceritakan pelajaran yang saya peroleh dari hal buruk, saya samarkan namanya. Atau untuk kejadian yang mungkin membuat seseorang merasa malu, saya tulis dengan nama samaran.

Belajar agar lebih sukses yuk…
Mau?

Peter Drucker, who said, “Our mission in life should be to make a positive difference, not to prove how smart or right we are. -Marshall Goldsmith.

Peter Drucker berkata, “Misi kita dalam hidup seharusnya membuat perbedaan positif, bukan untuk membuktikan seberapa pintar atau seberapa benarnya diri kita.” -Marshall Goldsmith.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Yang Baru, Diri Anda Yang Baru.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Yang Baru, Diri Anda Yang Baru.”

Pengalaman kelahiran baru tidak hanya memberi kehidupan pada roh manusia yang sebelumnya terputus dari Tuhan, -sekarang terhubung kembali -, tetapi juga membuat roh kita menjadi BARU.
Kata baru berarti: “baru saja dibuat, segar, belum pernah ada, belum pernah digunakan, belum pernah dipakai; jenis baru, belum pernah terjadi sebelumnya, baru, tidak biasa, belum pernah terdengar sebelumnya.”

Pekerjaan Roh Kudus yang luar biasa dan mengubah ini terjadi ketika hati seseorang percaya kepada kebenaran.
Sebuah ciptaan rohani baru muncul. Kebanyakan orang percaya memahami konsep ini, tetapi apa yang mungkin tidak kita pahami, bahwa “manusia baru” yang kita miliki tidak pernah menjadi tua. Manusia baru kita diperbarui setiap hari!

“Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.”
2 Korintus 4:16 (TB).

Kata “diperbaharui” artinya “menerima kekuatan dan semangat baru; diubah menjadi jenis kehidupan baru yang berbeda bahkan berlawanan, dengan bentuk sebelumnya.”
Saya tidak diperbaharui 48 tahun yang lalu.
(Barry Bennett menerima Tuhan 48 tahun yang lalu)
Saya diperbarui setiap hari!
Pada kenyataannya, kita bisa berpikir bahwa manusia roh kita menerima kekuatan dan semangat baru dari hari ke hari.

Tidak ada yang berkaitan dengan Tuhan, yang pernah menjadi tua, oleh karena itu Roh-Nya di dalam kita menjadikan segala sesuatu selalu baru.
Karunia-Nya tidak pernah kadaluarsa mau pun berkurang. Tujuan-Nya tidak pernah gagal.
Karunia-karunia-Nya di dalam kita senantiasa tersedia.
Rahmat-Nya selalu baru setiap pagi.
Setiap hari benar-benar HARI BARU dengan kehidupan BARU di dalamnya!
Pikiran kita sedang diubah untuk memahami kebenaran ini, dan kita bertumbuh dalam pengetahuan dan kebijaksanaan, tetapi manusia roh kita tidak pernah menjadi tua.

Hari ini adalah awal hidup yang baru.
Jika kita membutuhkan awal yang baru, ambillah.
Roh kita menerima kekuatan dan semangat baru sekarang, dan sekarang, dan sekarang, dan sekarang.

[Repost ; “The New, New You”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra]

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

Read More
Articles

Perlu PCR-kah?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Perlu PCR-kah?

“Ce, besok aku, suami dan anakku mau test PCR. Sabtu minggu lalu kami dinner dengan seorang teman, dia baru beri kabar kalau dia positif Covid. Bantu doa ya…. Supaya testnya negatif,” ujar teman saya, sebut saja Santi namanya.

Yang Santi lupa, dua hari yang lalu, saya seharian bersamanya, mengunjungi teman dari Surabaya yang sedang ke Jakarta.
Klo Santi positif Covid, berarti besar kemungkinan saya tertular juga.

Sekarang saya punya pilihan. Respon apa yang akan saya ambil?

“Peperangannya terletak pada pikiran kita. Musuh tahu, jika dia bisa menguasai pikiran kita dengan ketakutan, maka dia bisa menguasai hidup kita. Abaikan info menakutkan dari musuh, terus maju. Tuhan akan membawa kita pada tujuan yang ditetapkan-Nya,” ujar Joel Osteen terngiang di telinga.

Roh Allah tinggal di dalam roh saya. Tubuh saya ini bait Tuhan.
Mestinya, bukan saya yang harus takut pada virus, sebaliknya virus Covid yang sewajarnya takut kepada saya.

Hhhmmm… Saya memilih percaya dan beriman, tidak peduli apa pun yang terjadi, saya pasti dan tetap sehat!
Hati pun tenang dan damai.

Saya mengirimkan link artikel:
https://yennyindra.com/2021/05/kapan-sesungguhnya-kesembuhan-terjadi/
pada Santi.

Sesungguhnya, hidup adalah keputusan. Setiap hari kita diperhadapkan kepada berbagai pilihan, mau percaya dan memilih yang mana?
Dan berita pentingnya, apa pun pilihan kita, akan menjadi kenyataan.
Karena rumusnya, apa pun yang kita fokuskan itu membesar! Lalu terjadilah menurut imanmu.

Jika seseorang dalam keadaan yang serupa dengan yang saya alami, lalu memilih percaya dan ketakutan dia  terkena Covid, maka terjadilah sesuai imanmu.
Si musuh tidak akan menunda serangannya, merealisasikan apa yang ditakutkannya.
Orang bijak berkata, yang kita takutkan, itu yang terjadi.

Sebaliknya, jika seperti saya kemudian memilih mempercayai janji-janji Tuhan, bahwa malapetaka tidak akan menimpa aku, penyakit dan tulah tidak akan mendekat kepada kemah (rumah) kita, maka itulah yang akan terjadi.
Rumus yang sama,  terjadilah menurut imanmu.

“Buktinya temanku percaya & beriman, tapi koq terjadi sebaliknya?,” protes seseorang.

Masalahnya, percaya itu ada dalam hati  dan yang tahu iman kita bulat atau tidak, itu hanya kita sendiri.
Orang lain hanya bisa menilai dari sikap dan kata-kata yang terucap.
Tuhan bilang, apa yang keluar dari mulut, meluap dari hati.

Saya tidak berani menilai orang lain, apalagi menghakiminya.
Tetapi yang saya pelajari di sekolah, Janji Tuhan itu YA & AMIN.
Kalau janji tidak terealisasi, kesalahan PASTI di pihak kita, bukan Tuhan.

Janji Tuhan itu sama seperti hukum alam.
Hukum Gravitasi, contohnya, entah siapa saja, kaya or miskin, pria or wanita, bahkan apa pun agamanya, atau di belahan dunia mana pun, kalau jatuh pasti ke bawah.
Tidak ada perkecualian.
Nach Janji Tuhan juga seperti itu, apa yang dijanjikan-Nya pasti terjadi asalkan persyaratannya dipenuhi.

Make sense?

“Ce, klo gitu aku PCR gak?”, tanya Santi setelah kami berdiskusi.

“PCR bukan dosa, dan tidak PCR juga gak apa-apa. Semua tergantung level imanmu dan apa yang kamu percayai. Berita baiknya, Tuhan senantiasa menemui kita di setiap level iman masing-masing. Apa yang membuat hatimu sejahtera, lakukan dengan iman. Tuhan menerima dan mengasihi kita apa adanya koq…”

Melegakan bukan?

We have a choice of focusing on our problems or focusing on God, who holds the solution – Rick Warren.

Kita mempunyai pilihan untuk berfokus kepada permasalahan kita atau berfokus kepada Tuhan, yang memegang solusinya – Rick Warren.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Seberapa Jauh Kita Mengijinkan Allah Bekerja Dalam Hidup Kita?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Seberapa Jauh Kita Mengijinkan Allah Bekerja Dalam Hidup Kita?

“Apa yang Anda pelajari sekarang?”, tanya John Maxwell dalam Kingdom Business Summit 2021.

“Apa ya…?”, saya mulai berpikir.

Saya menyadari sungguh-sungguh bahwa saat Tuhan berkata, itu yang dimaksudkan-Nya.
Saat saya membaca Tuhan berjanji jika saya melalui api, tidak akan terbakar. Dulu saya menganggap, oooo api itu artinya masalah, jadi saat mengalami masalah berarti saya dapat solusi.
Hingga suatu ketika Tuhan memberi saya pewahyuan:
GOD MEANT WHAT HE SAID AND HE SAID WHAT HE MEANT!
ALLAH BERSUNGGUH-SUNGGUH DENGAN APA YANG DIA KATAKAN DAN DIA BERKATA SESUAI APA YANG DIA MAKSUDKAN!

Sejak itu saya mulai bertindak menghidupinya.
Hidup jadi jauuuh lebih enteng….

Kebiasaan buruk saya, tidak sabaran. Kalau ingin sesuatu, maunya segera.
Merasa bersalah jika tidak melakukan sesuatu untuk merealisasikannya.
Menurut cara dunia, itu benar. Lebih cepat, lebih baik.

God’s way – cara Tuhan, berbeda.
Harus berdoa, percaya menanti arahan-Nya.
Kalau Tuhan diam bagaimana?
Artinya belum tiba waktunya. Kita masih harus dibentuk dan diproses.
Daripada ngotot jadi amburadul, saya menyerah.
Untuk menanti dengan sabar, dibutuhkan iman. Butuh percaya. Kenal dengan yang berjanji.
Satu demi satu, saya melihat bagaimana Tuhan menata segala sesuatu… Jauh lebih baik daripada yang saya pikirkan.
Hati sekarang damai…. Tenteram…
Karena tahu Tuhan mengatur yang terbaik untuk saya.

Ketika menghadapi masalah, ada keyakinan, Tuhan pasti sudah menyiapkan solusinya. Dan terbukti, Tuhan tidak pernah terlambat.

  I will answer them before they even call to me. While they are still talking about their needs, I will go ahead and answer their prayers!

Aku akan menjawabnya bahkan sebelum mereka memanggilku. Sementara mereka masih membicarakan kebutuhan mereka, Aku akan menjawab doa mereka!

Kemarin sore perjalanan dari Purwakarta pulang ke BSD. Menjelang turun dari toll layang, kelihatan pada GPS, garis merah panjang tanda macet parah.
Begitu turun, macet beneran. Panjang dan tidak bergerak.

“Aduh…. Macetnya parah ini…”, Keluh P. Indra

“Sudah jangan komentar jelek… Berdoa saja,” jawab saya.

P. Indra sudah lelah, ingin segera tiba di rumah.
Daripada mengeluh, saya memilih berdoa dalam roh.

P. Indra memilih jalur kiri, masih ada bahu jalan.
Tidak lama kemudian suara sirine berbunyi.
Ada 2 truk mobil tentara lewat melalui bahu jalan.
Tidak menunda waktu, segera P. Indra membuntuti dari belakang mobil tentara.
Melaju terus…. Meski di sebelah kanan mobil berjejer macet. Bahkan nyaris tidak bergerak.
Hal ini terus berlangsung hingga puluhan kilometer.

Kurang 1.6 km sebelum kami harus belok ke kiri menuju arah Serpong/BSD, truk tentara mengambil jalur kanan.
Masih tetap macet.
Sirine berbunyi lagi, ada mobil polisi lewat dari sisi kiri.
P. Indra sekarang membututi mobil polisi…
Lancar jaya…. 🙂 hingga belok kiri menuju Serpong/BSD yang memang lengang jalannya.

Wow….
Kebetulan?
Bagi saya tidak. Ini tangan Tuhan yang membukakan jalan bagi kami.

Segala sesuatu tidak memiliki arti  hingga kita yang memberi arti.
Saya memilih melihat tangan Tuhan dibalik ‘kebetulan’ yang terjadi dan mengucap syukur serta memuliakan nama-Nya….

Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau, Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau,” demikian janji Allah.

Dan terbukti, He said what He meant.
Janji Allah Ya & Amin.

Kalau masalah macet saja Tuhan menolong…
Apa sich yang gak akan Tuhan kasih buat kita?
[Meniru komentar bink-bink, “apa sich yang engga buat ci Yenny?” 🙂 🙂 :-)]
I love You, Lord

Pernahkah kita merenungkan arti yang lebih dalam dari peristiwa sederhana ini:
dalam kemacetan yang sama, Tuhan mengadakan perbedaan, mobil kami lancar…. Waktu tempuh kami tidak mengalami keterlambatan, meski keadaan sesungguhnya di jalan itu macet total.
Asalkan kita bersedia bergantung sepenuhnya kepada-Nya, ‘seribu rebah di sisiku, sepuluh ribu di sebelah kananku, tetapi itu tidak menimpaku’, sungguh terbukti.

Maukah kita menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada-Nya dengan ketaatan total?

Pray when you feel like worrying. Give thanks when you feel like complaining. Keep going when you feel like quitting! – Nick Vujicic.

Berdoalah saat Anda merasa khawatir. Mengucap syukurlah saat Anda merasa ingin mengeluh. Terus maju saat Anda ingin menyerah – Nick Vujicic.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 222 223 224 225 226 308